Beranda blog Halaman 137

Gubernur Khofifah Minta Lulusan Khadijah Jaga Tiga Komitmen dan Janji Wisuda

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta para lulusan SMP dan SMA Khadijah Surabaya Tahun Ajaran (TA) 2018/2019 untuk menjaga tiga janji dan komitmen wisudanya.

Hal itu disampaikannya saat acara Wisuda Siswa-Siswi SMP dan SMA Khadijah Surabaya TA 2018/2019 di The Square Ballroom ICBC Center Surabaya, Sabtu (22/6/2019) pagi.

Ketiga janji dan komitmen tersebut yakni menjaga iman dan taqwa, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjaga kemuliaan Islam melalui nilai-nilai Ahlussunah Wal Jama’ah di tengah-tengah masyarakat.

“Nilai-nilai ini harus terus diingatkan supaya kelak mereka kembali terpanggil memorinya ketika ada dinamika sosial, dinamika ekonomi, dinamika politik atau lainnya. Sehingga mereka ingat punya komitmen untuk melakukan hal membangun keseimbangan, moderasi, toleransi dan kemuliaan Islam,” kata

Dalam janji wisuda yang pertama, yakni menjaga iman dan taqwa. Gubernur Khofifah yang juga Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah itu berpesan terutama bagi lulusan SMP yang melanjutkan ke SMA yang bukan berbasis pendidikan Islam, agar tetap menjaga ibadahnya, mengamalkan nilai-nilai Al Qur’an, serta menjaga akhlak.

Selanjutnya, dalam janji kedua yakni komitmen menjaga NKRI. Khofifah berpesan agar para siswa tetap menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Dalam janji kedua tersebut, menurutnya saat ini sesuai survei UIN Syarif Hidayatullah, cukup banyak siswa SMA dan mahasiswa yang tidak setuju Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita hidup di Indonesia, maka tolong jaga Indonesia jangan biarkan negara kita diganggu orang yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Negara yang mengalami konflik rakyatnya sengsara karena pembangunan terganggu, mari kita jaga bersama NKRI mudah-mudahan Indonesia terus bersatu menuju baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” tegas Khofifah.

Sementara itu, sesuai janji wisuda yang ketiga yakni menjaga kemuliaan Islam, Khofifah meminta agar para wisudawan tetap menjalankan Ahlussunah Wal Jama’ah di tengah-tengah masyarakat.

Caranya, dengan mengamalkan nilai-nilai pokok Ahlussunah Wal Jama’ah yakni At-Tawassuth (membangun moderasi dengan mengambil jalan tengah), At-Tawazun (membangun keseimbangan), At-Tasamuh (membangun toleransi) serta yang terakhir adalah bersikap adil.

“Saya berharap para lulusan terutama yang melanjutkan dari SMA ke perguruan tinggi tetap  mengamalkan nilai-nilai ini sebagai bagian untuk mengendalikan diri dan membangun keseimbangan kehidupan di lingkungan manapun nantinya kalian berada,” pesannya. (Msa)

Kasdam V/Brawijaya Minta Wisudawan Unmer Madiun Mampu Hadapi Revolusi Indusrtri

MADIUN (- Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Bambang Ismawan meminta para Wisudawan Universitas Merdeka Madiun agar mampu bersaing dengan adanya revolusi industri 4.0.

0Hal itu, dikatakan Kasdam ketika menghadiri acara Wisuda sarjana ke-58 yang dipusatkan di Graha Samiyarto Laksono, Jalan Serayu, nomor 7, Kota Madiun, Jawa Timur. Sabtu, 22 Juni 2019.

Melalui amanat Pangdam yang dibacakannya, Brigjen TNI Bambang juga mengapresiasi prestasi para mahasiswa Unmer Madiun yang saat ini telah mengikuti berlangsungnya Wisuda.

“Selamat dan sukses atas keberhasilannya menyelesaikan seluruh program studi di Unmer,” ujarnya.

Ia menilai, prestasi yang dicapai oleh para Wisudawan dan Wisudawati selama menempuh pendidikan di Unmer Madiun, tidak menjamin suatu keberhasilan yang sama ketika meniti karir selanjutnya.

“Karena, hal itu akan ditentukan oleh tekad dan integritas yang kuat. Serta, kemampuan untuk beradaptasi terhadap dinamika lingkungan yang sangat dinamis dan bervariasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga mengimbau para wisudawan untuk menyiapkan diri menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0.
Pasalnya, kata Brigjen Bambang, selama perkembangan teknologi industri tersebut, akan banyak syarat dengan tantangan yang nantinya bakal dilalui oleh para wisudawan Unmer.

“Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih banyak kepada Ketua Yayasan, rector hingga para Dekan dan Dosen yang senantiasa memberikan pengabdian dan dorongannya selama ini,” pungkasnya. (sub)

Sedekah Posting Bisa Ubah Kebiasaan Para Milenial

SURABAYA (Swaranews) – Gerakan sedekah posting di media sosial yang digagas UNICEF bisa menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk berekspresi. Generasi milenial menjadi lokomotif pengerak untuk bisa menyebarkan kebaikan di dunia maya.

 

Pakar komunikasi yang juga pegiat media sosial Universitas Airlangga Surabaya Dr Suko Widodo menuturkan, sebaran berita serta postingan hoax dalam beberapa tahun terakhir ini cukup masif di berbagai lini media massa. Adanya gerakan bersedekah posting bisa menjadi titik balik yang efektif.

 

“Saya yakin kalau ini dilakukan secara konsisten, kesadaran anak-anak muda untuk peduli pada ranah sosial akan ikut terseret. Apalagi ini kegiatan bersedekah yang tak perlu mengaluarkan uang cash,” ujar Suko, Sabtu (22/6/2019).

 

Ia melanjutkan, sedekah posting ini bisa menciptakan gerakan baru yang juga membawa efek domino dalam keseharian anak milenial. Mereka bisa menjadi filantrofis sejak dini. Bahkan, generasi milenial bisa ikut berkontribusi langsung menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia.

 

“Pada dasarnya anak milenial itu suka bersedekah. Sekarang ada ruang yang bisa dikembangkan. Mereka bisa berkontribusi dengan cara paling sederhana, sedekah posting di media sosialnya,” ucapnya.

 

Suko juga menjelaskan, gerakan yang digagas UNICEF ini harusnya direspon dengan cepat oleh berbagai lembaga pendidikan. Baik itu perguruan tinggi atau sekolah-sekolah yang ada di berbagai daerah. Mereka harus bisa melihat semua ini sebagai pendidikan karakter bagi peserta didiknya.

 

“Ada banyak hal positif yang bisa dipetik, ini adalah gerakan sedekah yang sudah jelas kebaikannya. Kedua, gerakan ini bisa menciptakan kebiasaan yang terpuji bagi anak-anak milenial,” ungkapnya.

 

Ia juga memahami kalau anak milenial selalu berjejaring. Mereka memahami betul bagaimana percepatan informasi terbangun dalam beberapa tahun terakhir. Masing-masing anak milenial memiliki beberapa kecenderungan untuk posting sesuai dengan kesukaan serta pertemanan yang menjadi keseharian mereka.

 

“Jadi mereka tak melulu memposting tentang hobies, tapi juga ruang sosial yang menunjukan kepedulian mereka terhadap nasib anak-anak,” jelasnya.

 

Selain itu, katanya, mekanisme sedekah sendiri kini sudah meninggalkan cara-cara konvensional. Teknologi benar-benar membantu manusia untuk bisa berbuat lebih dengan cara yang lebih elegan.

 

“Jadi sedekah posting ini bisa menjadi role model kebaikan. Ada kebiasaan bersedekah yang cukup dilakukan dengan mengirimkan postingan di media sosial,” katanya.

 

Sosiolog Anak Surabaya Prof Bagong Suyanto mengatakan, sedekah posting ini begitu menarik sebagai upaya membangun wacana serta counter wacana yang positif bagi anak-anak.

 

“Manfaat besarnya dalam jangka panjang bisa menumbuhkan literasi kritis sekaligus kepedulian pada anak,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan, banyak pihak memahami sebaran postingan hoax  merusak banyak sendiri informasi yang diperoleh anak-anak. Sehingga dibutuhkan counter diacourse yang bisa berperan. “Saya melihat sedekah posting ini bisa menjadi counter diacourse itu,” sambungnya.

 

Bagong sendiri memahami kalau kepekaan anak milenial pada isu-isu anak memang memudar. Sehingga diperlukan ruang besar bagi mereka untuk dirintis kembali kepedulian itu. Termasuk juga peran anak milenial yang bisa menjadi motor pencegah kekerasan anak.

 

“Media sosial memberikan porsi lebih untuk anak berekspresi. Mereka menjadi mengerti kalau ada gerakan baik, melalui sedekah posting yang bisa terus mereka lambungkan,” ucapnya.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komunikonten (Institut Media Sosial dan Komunikasi) Hariqo Wibawa Satria melihat gerakan sedekah konten yang digagas oleh UNICEF di Indonesia dapat menjadi batu ujian. Pasalnya, selama ini di beberapa belahan lain di dunia, gerakan like maupun share sebuah konten di media sosial maupun laman resmi UNICEF, dianggap tidak memberikan dampak signifikan terhadap gerakan penyelamatan anak.

 

“Saya pernah baca, yang berpengaruh itu adalah donasi Anda dan bukan sekedar like. Nah, saya melihat UNICEF di Indonesia dapat lebih memahami kondisi sosial masyarakatnya. Bahwa ada yang harus bergerak di darat maupun di dunia maya, dalam hal kampanye penyelamatan anak-anak ini. Tetapi mungkin ini bergantung juga dari wilayahnya ya,” kata Hariqo.

 

Donasi dari para filantrofi kepada UNICEF, lanjutnya, didasarkan pada setiap like dari sebuah postingan konten yang diunggah, dapat menjadi ujian transparansi keuangan bagi UNICEF.

 

“Ini sebuah ide menarik, meskipun untuk skala individu maupun perusahaan sebenarnya sudah ada yang melakukan di Indonesia. Tapi ini baru untuk skala gerakan sosial kemanusiaan. Ini ujian bagi UNICEF yang sudah memiliki track record bagus selama ini,” ungkapnya.

 

Sedekah posting ini juga dianggap akan mampu memberikan pelajaran kepada generasi saat ini, bahwa apapun posting positif yang mereka share di media sosial, akan langsung menimbulkan dampak. Sehingga tidak hanya yang bersifat materi saja.

 

“Semua hal yang dilakukan itu perlu pijakan awal. Nah, terhadap generasi muda saat ini, landing patch-nya di awal bisa berupa sedekah konten ini. Baru setelah terbentuk pemahaman bersama, akan dilakukan aksi lapangan,” jelasnya.

 

Sebelumnya, UNICEF membuat gebrakan baru dengan memperkenalkan gerakan Invest dalam merespon era Society 5.0. Mereka meluncurkan gerakan sedekah posting di media sosial untuk menebar jala kebaikan.

 

Gerakan ini untuk mengakomodir para filantrofis muda dan generasi milenial yang ingin ikut berkontribusi langsung menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Mereka bisa berkontribusi dengan cara paling sederhana, menyisihkan sedikit waktu memposting konten-konten kampanye positif tentang anak-anak Indonesia. Seperti misalnya #StopBullying, #ImunisasiBisa, #SayangiAnakIndonesia. Atau bisa juga posting foto-foto yang mengabarkan kondisi anak-anak di sekitar lingkungan yang butuh perhatian dengan segera. (mar)

Sekdaprov Heru Minta Pensiunan Pemprov Jatim Tularkan Pengalaman

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar halal bi halal dan malam keakraban bersama pejabat purna tugas di Rumah Makan Jl. Mojopahit, Surabaya, Jumat (21/6/2019) malam.

Hadir dalam kesempatan itu dari kalangan pensiunan Nurwiyatno (mantan inspektorat Jatim), Gentur Prihantono (mantan Kadis PU Bina Marga Jatim), Restu Kunia Tjahjani (mantan Dirut RS Saiful Anwar Malang), Budi Supriyanto (mantan Kabiro Administrasi SDA Jatim), Soepriyatno (mantan Asisten Sekdaprov Jatim), Mujib Affan (Mantan kepala Dinas Bandiklat Jatim) dan sejumlah pejabat eselon II aktif seperti kepala dinas, kepala badan, kepala biro maupun asisten.

Dalam suasana hangat, acara yang dipimpin langsung Sekda. Prov Heru Tjahjono itu menjadi perubahan signifikan bagi Pemprov Jatim. Hal itu dibuktikan dengan semakin kuatnya jalinan keakraban pejabat aktif dan mantan pejabat (purna tugas) di lingkungan Pemprov Jatim.

Sekda Heru mengungkapkan dengan digelarnya acara tersebut, bagi pejabat purna tugas diharapkan bisa menularkan pengalaman kepada para ASN aktif di lingkungan Pemprov Jatim saat ini.

“Kami ingin memperat jalinan silaturrahim antar sesama ASN yang pernah memberikan sumbangsih bagi Pemprov Jatim. Sebab, para senior itu berpengalaman sehingga bisa menularkan pengalamannya kepada para ASN yang masih aktif, supaya nantinya bermanfaat bagi roda pemerintahan Jatim ke depan,” kata Heru.

Sementara itu, Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai mengungkapkan, “Selain makan malam, kegiatan ini juga penuh canda tawa karena diselingi iringan live musik. Bahkan beberapa yang hadir juga tampil melantunkan beberapa lagu untuk mengingatkan kenangan mereka saat masih bersama-sama aktif bekerja di Pemprov Jatim,” ujar Aries.

Aries menambahkan, bahwa silaturrahim bersama kalangan pensiunan itu merupakan tradisi baru yang benar-benar positif bagi pejabat aktif dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim.

“Mudah-mudahan rintisan Pak Sekdaprov ini bisa berkelanjutan untuk tahun-tahun ke depan,” tandasnya. (Msa)

Jatim Tuan Rumah PORPROV VI 2019, Gubernur Khofifah Sebut UKM Bidang Pariwisata Miliki Peluang Emas

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VI Tahun 2019 mampu menggairahkan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).

Hal itu disampaikan saat memimpin rapat persiapan PORPROV VI Tahun 2019 di Ruang Kertanegara, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Jumat (21/6/2019) sore.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebut bahwa sektor UKM bidang pariwisata memiliki peluang emas. Sebab, akan banyak pengunjung nantinya dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan PORPROV VI ini akan sangat berpotensi mendatangkan pengunjung dengan jumlah yang besar. Dan ini merupakan peluang emas bagi sektor UKM Jatim khususnya bidang pariwisata,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah mengatakan, PORPROV VI ini akan dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 13 Juli 2019. Pelaksanaannya akan dibagi di empat kabupaten yakni Tuban, Lamongan, Gresik, Bojonegoro.

“Yang datang masyarakat dari berbagai daerah termasuk dari luar Jatim juga ikut menyaksikan. Karenanya untuk atlet luar pantura  jika mereka selesai bertanding, pasti ingin  mengetahui destinasi wisata apa saja yang ada disana,” urainya.

Untuk mendukung hal ini, Gubernur Khofifah meminta panitia PORPROV untuk menjalin sinergi dengan dinas pariwisata masing-masing kabupaten yang menjadi tuan rumah. Sinergitas itu diharapkan bisa menghasilkan promosi paket-paket wisata yang menarik. Dengan demikian para pengunjung termasuk atlet yang berlaga di PORPROV bisa semakin menikmati kunjungannya di Jatim.

“Saya harap ada paket-paket wisata yang disiapkan dan konsepnya bisa setengah hari atau sehari penuh, sehingga bisa mereka bisa sesuaikan ,” katanya sambil menjelaskan bahwa promosi paket wisata tersebut juga bisa dilakukan melalui media sosial resmi PORPROV maupun masing-masing kabupaten.

Orang nomor satu di Jatim itu menambahkan, banyak destinasi wisata dimiliki keempat kabupaten yang menjadi tuan rumah. Dicontohkan, di Lamongan ada wisata kain tenun yang pembuatannya menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), pantainya luar biasa, di Bojonegoro ada sumur-sumur tua jaman Belanda. Sedangkan, di Tuban ada wisata religi Sunan Bonang serta wisata pantai yang tak kalah menarik. Begitu juga di Gresik.

“Khusus kain tenun Lamongan, ini UKM yang luar biasa dan sudah turun menurun. Diluar sana, orang tahunya itu kain  Lombok, atau Bali, padahal produksi aslinya di Lamongan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga meminta panitia menggandeng media partner untuk lebih menggaungkan pertandingan dan perlombaan yang ada di PORPROV 2019. Hal ini penting dilakukan, sebab umumnya hanya cabang olahraga (cabor) yang menarik bagi media yang cenderung di cover.

“Jadi memang hanya cabor-cabor ‘favorit’ tertentu yang akan banyak diliput, misalnya bulu tangkis, renang, paralayang, dan sepak bola. Daya tarik suatu pertandingan akan berpengaruh terhadap frekuensi liputannya,” tukasnya sembari menambahkan inilah yang harus diidentifikasi oleh KONI, termasuk upaya menggerakkan masyarakat untuk meramaikan.

Lebih lanjut disampaikan, salah satu faktor cabor menjadi news adalah digemari masyarakat serta menjadi kontributor emas bagi Jatim, baik itu di tingkat PON, SEA Games, maupun Asian Games. Cabor-cabor ini diharapkan dapat dipromosikan dengan baik oleh panitia, sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk menyaksikannya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Erlangga Satriagung menyatakan Pekan Olah Raga Jatim ke VI yang akan digelar pada bulan Juli mendatang akan menjadi ajang terbesar yang ada di Indonesia. Pasalnya, ajang ini akan di ikuti oleh 7800 atlet dengan total 10.000 lebih beserta officialnya.

Ditambahkan, ajang ini nantinya akan dibuka dengan Kirab Obor Api Porprov mengelilingi empat kabupaten tuan rumah, yaitu Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro. Pihaknya saat ini tengah melakukan persiapan dengan melibatkan ribuan penari dari berbagai daerah.

Ajang tahunan yang memperebutkan 525 medali dengan 40 cabang olah raga ini, rencananya akan dibuka di Kabupaten Lamongan dan ditutup di Kabupeten Tuban.

Selain itu, Porprov ke VI merupakan ajang yang menggunakan aturan baru, yakni atlet yang sudah pernah juara di tingkat nasional dan internasional tidak boleh ikut bertanding di tahun ini. Hal ini bertujuan agar bisa memberikan peluang bagi atlet-atlet baru.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Ketua Koni seluruh Kabupaten/kota yang ada di Jatim, para Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, beserta Bupati dan Wakil Bupati yang menjadi tuan rumah PORPROV VI Tahun 2019. (Msa)

Kapolres Tanjung Perak Bagi-Bagi Sembako Gratis Ke Warga Rusunawa DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BYANGKARA

SURABAYA (Swaranews) – Memperingati Hari Bhayangkara atau Hari Jadi Polri Ke-73, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar kegiatan bhakti sosial bagi-bagi sembako, Jumat pagi, 21 Juni 2019.

Kegiatan yang dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K, Msi ini dilaksanakan di Rusunawa (rumah susun sewa) Tanah Merah, Kelurahan Tanah Kali (Takal) Kedinding.

Dalam kegiatan ini Wakapolres Kompol Ahmad Faisol Amir, S.I.K, Msi beserta seluruh pejabat utama (PJU) Polres dan para Kapolsek jajaran ikut hadir.

Saat itu acara juga diikuti ketua RW 04 Tanah Merah, Bapak Sutikno bersama ketua tower Blok B2 Rusun, Bapak Kasiyono.

Acara yang dimulai pada pukul 08.15 menit ini dihadiri sekitar 200 orang warga penghuni Rusun.

Mereka mendapatkan paket sembako yang diberikan oleh Kapolres secara gratis ini, dimana masing-masing sembako berisi beras, gula, minyak goreng dan beberapa jenis sembako lainnya.

“Satu orang kami berikan satu paket sembako yang isinya macam-macam. Ini sebagai bentuk kepedulian kami dari Polri kepada masyarakat,” ujar Kapolres dalam keterangannya pada wartawan di lokasi.

Dalam sambutannya di acara pembagian sembako gratis tersebut, Kapolres menyampaikan terima kasihnya kepada warga, karena telah ikut menjaga ketenteraman selama pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif beberapa waktu lalu.

Dia pun berharap keamanan dapat terus terwujud di lingkungan Rusun Tanah Merah ini, yang merupakan bagian dari wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Pada kesempatan itu Kapolres juga menyampaikan tentang Program SPKT door to door yang merupakan wujud peningkatan pelayanan masyarakat.

Program ini sengaja dibuat untuk membantu memudahkan masyarakat dalam mengurus surat laporan kehilangan dokumen penting mereka, seperti KTP, KK, buku nikah, akte kelahiran dan buku tabungan.

Melalui program ini masyarakat tidak perlu lagi repot-repot datang ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mengurus surat laporan kehilangan dokumennya. Mereka tinggal menelepon ke nomor 081918600000 dan nantinya operator SPKT door to door akan datang sendiri ke rumah untuk membuatkan surat laporan yang diperlukan itu.

“Acara bhakti sosial ini akan terus kami lakukan untuk memperingati Hari Bhayangkara. Ini adalah salah satu rangkaiannya,” ujar Kapolres.

Hari Bhayangkara sendiri diperingati setiap tanggal 1 Juli 2019, yang merupakan hari lahirnya korps Kepolisian Republik Indonesia atau Polri. (Ari)

Peringati Hari Bhayangkara Ke-73, Polres Tanjung Perak Gelar Donor Darah & Pengobatan Gratis

SURABAYA (Swaranews) – Pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah digelar Polres Pelabuhan Tanjung Perak di Rusunawa (rumah susun sewa) Tanah Merah Blok B 2, yang merupakan bagian dari rangkaian bhakti sosial memperingati Hari Bhayangkara Ke-73.

Acara yang berlangsung Jumat pagi, 21 Juni 2019 ini dipimpin oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K, Msi yang didampingi para pejabat utama (PJU) dan Kapolsek jajaran.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini dilakukan oleh Urkes Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara untuk donor darah pihak Polres menjalin kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Saat itu sekitar 300 orang warga Rusun dan sekitarnya ikut melakukan pengecekan kesehatan gratis, sekaligus pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan.

“Kegiatan pengobatan gratis ini kami laksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-73. Tentunya tidak hanya kegiatan ini saja. Ada beberapa agenda kegiatan lain yang sudah kami siapkan utuk memeriahkan Hari Bhayangkara atau Hari Jadi Polri,” ujar Kapolres kepada wartawan.

Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti acara yang telah dimulai sejak pagi hari ini. Bahkan mereka rela mengantri dengan tertib demi mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dari tim Urkes Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Saat itu Kapolres juga ikut mendonorkan darahnya di mobil keliling PMI yang telah stand by di halaman Rusunawa.

“Hari ini semua anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang ikut hadir juga menyumbangkan darahnya melalui PMI. Semoga darah kami dapat bermanfaat buat orang lain yang membutuhkan darah,” ungkapnya. (Ari)

Pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor berjalan lancar

BOGOR (Swaranews) -Sampai di hari ke 5 pendaftaran dan verifikasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) di SMA Negeri 1 Citeureup berjalan lancar, hal ini disebabkan karena tim panitia PPDB dari pihak sekolah SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor, melaksanakan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kab. Bogor, agar semua sekolah SMA pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) disarankan untuk giat melakukan sosialisasi, sehingga para siswa dan orang tua yang akan mendampingi anaknya saat melakukan pendaftaran benar – benar faham dan mengerti,

Menurut Sopyantara, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor, atas arahan dari Dinas Pendidikan Kab. Bogor , maka kesempatan ini kami lakukan dimana saat sekolah melakukan pengumuman lulus – lulusan yakni kelas 9 SMPN 1, SMPN 2 dan SMPN 3, maka kamipun segera mendatangi sekolah tsb, untuk bertemu langsung dengan para siswa dan orang tua murid dan menjelaskan maupun mensosialisasikan bagaimana nanti cara pendaftaran PPDB di SMA Negeri 1 Citeureup, alhasil setelah saat dibukanya pendaftaran pada hari pertama yakni tanggal 17 Juni 2019 yang lalu, semua siswa dan orang tua murid saat melakukan pendaftaran PPDB di SMA Negeri 1 Citeureup berjalan lancar tanpa ada kendala apa – apa,” ujar Sopyantara, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Citeurep Kab. Bogor,

Masih menurut Sopyantara, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor, adapun cara agar pada pendaftaran PPDB di SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor, agar dihari pertama bisa berjalan dengan baik, karena sudah dipastikan siswa yang mendaftar dan orang tua murid yang datang ke SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor akan membludak banyaknya, untuk mengantisipasinya, Sopyantara, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Citeurep Kab. Bogor mengatakan, sebelum pendaftaran PPDB dibuka jam 08.00 wib, namun sebagian orang tua murid yang mendaftarkan anaknya sudah hadir terlebih dahulu jam 07.00 wib, dimana para orang tua siswa ini sudah berada di SMA Negeri 1 Citeureup, agar jangan nanti terjadi penumpukan, maka orang tua siswa yang sudah hadir duluan di SMA Negeri 1 Citeureup, kami langsung bagikan nomor antrian dan formulir pendaftaran untuk di isi terlebih dahulu, dan kami juga sudah siapkan khusus 6 orang anggota panitia PPDB, bila mana ada orang tua siswa murid yang mau mendaftarkan anaknya, tapi masih kurang faham dalam pendaftaran PPDB ini, maka tim yang sudah kami siapkan pun nantinya akan menjelaskan kepada mereka para orang tua murid, agar benar – benar mengerti saat nanti sudah mendapat gilirannya untuk melakukan pendaftaran PPDB, sehingga nantinya tidak mengganggu proses pendaftaran, Alhamdulillah akhirnya semua lancar sampai pendaftaran PPDB dihari ke 5 ini,” ujar Sopyantara, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Citeurep Kab. Bogor,

Ditanya soal cara pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 1 Citeureup Kab. Bogor,
Sopyantara, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 1 Citeurep Kab. Bogor, mengatakan kalau untuk PPDB di SMA Negeri 1 Citeureup dengan menggunakan 3 jalur yakni, Zonasi jarak murni dengan quota 211 siswa, zonasi kombinasi quota 58 siswa, KETM quota 77 siswa, prestasi NHUN quota 10 siswa, non NHUN quota 10 siswa dan perpindahan orang tua quota 19 siswa, dan total quota yang diterima di SMA Negeri 1 Citeurep Kab. Bogor sebesar 385 quota dengan rombongan belajar 35 siswa dan 11 kelas, Hotma Lingga Tampubolon

Kebakaran Pabrik Mancis di Binjai Menewaskan 30 Orang, Akses Keluar Diduga Dikunci

Sebuah pabrik korek api gas (mancis) di jalan Amir Hamzah, Desa Sambirejo kecamatan Binjai kabupaten Langkat pada hari Jumat 21/6/2019 pada pukul 12:05 WIB.

Kejadian tersebut menewaskan 30 orang dan 4 orang selamat, 26 orang dewasa dan 4 orang masih anak – anak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat Iwan Syahri mengatakan, pabrik mancis tersebut adalah sebuah rumah yang dijadikan untuk pabrik pembuatan mancis (korek api gas).

” Pekerjanya kebanyakan ibu -ibu yang juga membawa anak -anaknya . Mereka terjebak di dalam pabrik karena seluruh akses di tutup”, katanya.

Kebakaran ini di duga berasal dari ledakan tabung gas. Setelah itu, api langsung menyambar seisi rumah dan meratakan pabrik yang berbentuk rumah.

Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadan kebakaran milik Pengkab Langkat dan tiga unit mobil kebakaran milik Pemkot Binjai yang tiba di lokasi.

” Identifikasi juga sedang dilakukan dilapangan menyangkut dengan kotban. Karena para korban yang ada di lokasi itu, seluruhnya hangus terbakar dan belum di ketahui Identitasnya.

Informasi yang di dapat dari salah satu mantan pekerja pabrik, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, bahwa mereka sewaktu bekerja selalu dikunci oleh pemilik pabrik atau mandor ketika sedang merakit mancis.
Karena alasan di kuatirkan terjadi pencurian.
Tak sembarangan orang keluar dan masuk orang kedalam pabrik di dalam rumah atau gedung ini, katanya.

Beberapa warga sekitar juga mengungkapkan bahwa keberadaan pabrik mancis ini bisa dibilang ilegal, karena beroperasi tanpa izin.

Kasubbag Polres Binjai IPTU Siswanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab pastinya terjadinya pabrik rumahan ini.

“Untuk sementara korban ada sekitar 30 orang, untuk sementara korban akan di bawa ke Rumah sakit Bhayangkara Medan untuk kepentingan otopsi,” kata Siswanto.

“Untuk sementara ini pihak Polres Binjai juga masih mencari pemilik korek api gas atau mancis rumahan ini, untuk diminta keterangannya untuk kepentingan penyelidikan, tutupnya. (Eduward Hutapea)

Sepenggal Cerita di Buku “PAGI BERDARAH KALI KEPET”

Semua berawal ketika Negara Api menyerang !. Eh, Negeri kincir angin deh. Ya, semua dimulai ketika iring-iringan kapal Belanda mendarat di pantai Glondong Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban, pada tanggal 18 Desember 1948. Kedatangan 3 kapal besar dan 7 kapal kecil memecah keheningan di Desa Glondong Kecamatan Tambakboyo. Menjadi malapetaka dan ujian terhadap keutuhan NKRI yang baru menenggak sebuah kemerdekaan.

Melihat datangnya kapal asing yang di atasnya berkibar kain Triwarna, merah-putih-biru, petugas pantai segera melaporkan kepada Letda B.K. Nadi selaku Komandan Onder Distrik MIliter (ODM). Letda B.K. Nadi bersama Camat Dwijosumarto, Brigpol Martodiharjo, dan Serma Lasiban segera bergerak kearah Glondong dengan menggunakan sepeda onthel. Dalam sekejap ramai riuh di Glondong berubah sunyi senyap. Semua warga bergerak cepat meninggalkan Glondong mengarah ke selatan menuju Desa Merkawang yang berjarak sekitar 7 Km.

Pagi harinya, tanggal 19 Desember sekira pukul 10.00 WIB. Pasukan Belanda sudah siap dengan 44 kendaraan untuk berkonvoi, tetapi pergerakan cepat dari para pejuang Tuban telah berhasil menghalau pasukan tentara Belanda dengan menghancurkan jalan-jalan dan jembatan yang akan dilalui Belanda yang akan bergerak ke Bojonegoro.

Sedangkan satu rombongan konvoi lainnya bergerak mengarah ke Kota Tuban pada tanggal 20 Desember 1948. Rombongan Belanda masuk ke Kota Tuban dan langsung memporak-porandakan bangunan-bangunan yang dilewatinya. Tidak ada perlawanan yang berarti waktu itu, secara hitung-hitungan diatas kertas, pasukan tentara Tuban sudah kalah jauh dengan Belanda. Sebab, mengetahui kemampuan yang dimiliki Belanda sangat kuat, mengharuskan rombongan pemerintahan harus bergeser kearah Selatan menuju Desa Prunggahan Wetan Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Sedang pasukan Komando Distrik Militer (KDM) di bawah pimpinan Kapten R.E Soeharto berada di  Desa Prunggahan Kulon.

Sumber Foto: Nederlands Instituut voor Militaire Historie

Tuban benar-benar kacau, dengan sekejap Kota Tuban sudah berhasil dikuasai oleh pasukan Belanda. Tuban menjadi kota penuh ancaman. Belanda sudah berada diatas angin, menguasai sepenuhnya Tuban, merenggut kemerdekaan yang sangat dinantikan bertahun-tahun. Kini dirampas lagi.

Setelah mencicipi nikmatnya sebuah kemerdekaan meski hanya sekejap, cukup untuk mengumpulkan sisa-sisa semangat untuk melakukan perlawanan. Rakyat Tuban bersama pemerintah, kepolisian dan militer telah manunggal. Semakin diserang maka akan semakin kuat perlawanan yang akan di berikan. Hal ini terbukti dengan penyerangan-penyerang yang dilakukan oleh pejuang Tuban dengan cara bergerilya di beberapa titik yang ada di Tuban.

Tanggal 7 Januari 1949, terjadi aksi penghadangan yang dipimpin oleh Lettu Tambunan terhadap tiga truck Belanda dan berhasil memukul mundur tentara Belanda. Tanggal 11 Januari di tahun yang sama, 14 truck Belanda berhasil dihancurkan dengan ranjau yang sudah dipasang pejuang Tuban. Kemudian di Merakurak, di Desa Mondokan, di Kecamatan Soko, hingga Kecamatan Senori. Di Kecamatan Senori inilah Letda Sucipto gugur ditangan pasukan Belanda bersama Raji, Muridan dan Masib. Tempat meninggalnya Letda Sucipto hanya ditandai dengan sebuah tugu kecil di area persawahan di Desa Tapen yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Sumber foto: Mariniers Museum

Pertempuran demi pertempuran terus terjadi di tuban, meski banyak korban jiwa diantara para pejuang dan rakyat yang rumahnya dibumi hanguskan oleh Belanda, hingga muncul sosok sederhana bernama H. Maksum Badroen atau biasa dikenal dengan Carik Badroen. Bersama dengan Kiai Ja’far dan Serma Moestajab berhasil membantai 5 tentara Belanda dan 1 pembantunya. Semua dilakukan dengan rapi tanpa ada kesalahan sedikitpun.
Kisah selengkapnya bisa di baca di buku “PAGI BERDARAH KALI KEPET”.

Buku ini merupakan sepenggal kisah perjuangan rakyat Tuban untuk merebut kembali sebuah kenikmatan kemerdekaan. Buku tipis ini hadir sebagai rasa prihatin terhadap kondisi sejarah di Tuban yang mulai hilang. Tuban merupakan kota tua yang kaya akan kisah dan sejarahnya. Tetapi, layaknya orang yang sudah tua, penyakit pikun (pelupa) tidak bisa terhindarkan. Dan Tuban sedang mengidap penyakit lupa, hingga melupakan sejarahnya sendiri.
Negeri ini dibangun dari sebuah cerita, seekor kucing bisa berubah mencadi singa akibat terlalu sering mendengar cerita rimba, bukan berubah wujudnya, melainkan semangatnya.

“Tuhan sudah menjamin rejekimu, tetapi tuhan tidak pernah menjamin surgamu, maka berjuanglah”. (Edi Eka/And).

Ads