Beranda blog Halaman 171

Ketua Persit Yon-Armed 12, Pimpin Gerakan Nol Sampah

NGAWI (Swaranews) – Istri Danyon Armed 12/155/GS, Ibu Naya Siwabessy, dalam kesehariannya terus berupaya untuk mewujudkan suasana lingkungan yang bersih dan nyaman.
Hal itu terlihat ketika istri Danyonarmed-12/155/GS tersebut mendatangi TK Kartika Jaya IX-43. Rabu, 6 Februari 2019 pagi.
Di lokasi itu, Ibu Naya Siwabessy mengajak anak-anak di TK tersebut, untuk mengingat betapa pentingnya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. “Kami juga mengajak mereka (anak-anak, red) untuk melakukan bersih-bersih di tempat dan dilingkungan sekitar tempat mereka menempuh ilmu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibu Naya menyampaikan pemahaman tentang kebersihan sangat penting bagi anak-anak sebagai generasi penerus dan pewaris bumi di masa yang akan datang.
Tak tanggung-tanggung, selain pemahaman akan pentingnya kebersihan, Ketua Persit Yon-Armed 12 tersebut juga mengajak para pengurus TK Kartika Jaya dan murid-murid di TK itu, untuk membersihkan setiap sampah di lingkungan TK.
“Melalui gerakan nol sampah ini, kita berupaya untuk menanamkan karakter generasi penerus yang peduli dengan lingkungan,” kata Naya sembari memunguti setiap sampah bersama murid-murid TK Kartika Jaya IX-43.
Bukan hanya itu, melalui kegiatan tersebut, dirinya juga berharap jika nantinya, kebiasaan hidup bersih dan sehat, dapat tertanam di dalam diri murid-murid TK Kartika Jaya IX-43. “Generasi penerus bangsa harus ditanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sedari dini,” pintanya. (sub)

Perhatian Berkelanjutan Edi Rahmat terhadap Seni Budaya dan Masyarakat

SURABAYA (Swaranews) – Sebagai Wakil Rakyat tak menyurutkan Edi Rahmat untuk meemberikan perhatiannya kepada dunia seni dan budaya. Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya ini ternyata menjadi anggota kehormatan di beberapa komunitas Reog di Kota Pahlawan ini.

“Suka saja, khususnya pada sendratari dan musik reog yang memiliki ciri khas tersendiri,” ujar Edi Rahmat di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019).

Legislator Fraksi Handap (Hanura, NasDem dan PPP) ini menyampaikan bahwa aktifitasnya yang menyita banyak waktu, tentu membuat dirinya tak bisa seleluasa sebelumnya. Oleh karena itu Edi Rahmat berharap pengertian dari seluruh komunitas seni dan budaya yang selama ini yang telah terjalin tali silaturrahmi dengannya.

“Silaturrahmi tetap kita jalin. Tapi yang terpenting itu kualitas. Maksudnya adalah bagaimana membangun hubungan yang baik kita bangun dengan semangat kebersamaan,” terangnya.

Edi menegaskan bahwa salah satu upayanya adalah membantu mewujudkan program-program komunitas seni dan budaya tersebut. Bahkan Dia memberikan bantuan yang diusulkan oleh kominitas itu, tanpa harus ketemu langsung dengan seluruh anggotanya.

“Saya berharap pada perwakilan atau pemimpin komunitas yang sudah bertemu dan meenerima bantuan seauai prigram mereka untuk menyampaikan salam saya kepada anggotanya atau rekan di komunitas tersebut. Ini mencegah terjadinya miss komunikasi,” beber Politisi Partai Hanura ini.

Edi Rahmat menyatakan siap bertemu dengan segenap lapisan masyarakat. Bahkan pada hari Sabtu dan Minggu yang seharusnya menjadi hari keluarga, dirinya masih rela bertemu dengan konstituennya.

“Apabilla memang harus ketemu Saya siap. Sebetulnya kita bisa atur waktunya. bisa malam hari, Sabtu atau Minggupun ya monggo,” pungkas Edi Rahmat. (mar)

Risma: Semoga Masjid Ini Bermanfaat Bagi Masyarakat

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan peresmian Masjid As-Sakinah yang berada di kompleks Balai Pemuda Surabaya, Senin, (04/02/19) pagi. Peresmian itu, secara simbolis ditandai dengan pemotongan tumpeng, pita, serta penandatanganan prasasti. Kini, masjid yang berada di samping Gedung DPRD Surabaya itu, memiliki dua lantai dan lebih luas untuk menampung jamaah.

 

Pada kesempatan itu, acara peresmian juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Surabaya bersama anggota, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya bersama para ulama, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya.

 

Dalam sambutannya,Wali Kota Risma – sapaan lekatnya menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran, sehingga penataan kawasan balai pemuda menjadi kompleks yang saling terintegrasi. Menurutnya, kawasan ini ke depan akan menjadi jujukan bagi warga Kota Surabaya. Karena itu, keberadaan masjid ini pasti akan sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang sedang berlalu lalang akan menjalankan ibadah.

 

“Karena kawasan ini relatif tidak ada masjidnya, kecuali yang ada di (jalan) Jimerto. Jadi karena itu, keberadaan masjid ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang berlalu lalang. Mungkin yang ada di jalan bisa mampir untuk beribadah,” kata dia.

 

Ia menyampaikan kompleks kawasan Balai Pemuda ini saling terintegrasi. Selain keberadaan Masjid As-Sakinah, di kawasan ini juga terdapat Balai Budaya, lokasi pakir dan perpustakaan yang biasa digunakan anak-anak untuk belajar, menari, musik, hingga puisi. “Nanti anak-anak itu, bisa beribadah di masjid ini,” pesannya.

 

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap, keberadaan masjid As-Sakinah ke depan dapat berguna dan bermanfaat sebagai sarana ibadah bagi umat muslim agar lebih khusyu dan representatif. Terlebih, selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini ke depan diharapkan sebagai sarana pendidikan, khususnya dalam belajar agama Islam.

 

“Saya yakin masjid ini sangat bermanfaat, terutama pada warga yang di perjalanan. Karena di area ini biasanya kesulitan waktu Jum’atan itu sampai di jalan-jalan,” terangnya.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mengatakan, rencana pemkot bersama DPRD Surabaya membangun Masjid As-Sakinah agar lebih besar dan luas, akhirnya terwujud. Ke depan, keberadaan masjid ini diharapkan dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, khususnya bagi kalangan anggota DPRD dan masyarakat Surabaya. “Ini sesuai dengan komitmen kita, pada saat kita mempunyai rencana untuk memperbesar Masjid As-Sakinah,” katanya.

 

Ia menambahkan pembangunan Masjid As-Sakinah ini didasari atas dakwah, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga menjadi sarana pemberdayaan dan pembinaan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan dalam ajaran islam. “Mudah-mudahan mulai hari ini, masjid ini bisa kita gunakan secara bersama-sama. Tentunya masjid sebagai tempat dakwah, dan tempat beribadah,” pungkasnya. (mar)

Peredaran Ribuan Pil Double (L) Berhasil Digagalkan Peredarannya Oleh Satuan Timsus Satlantas Polres Tanjung Perak

 

SURABAYA (Swaranews) Anggota Unit Timsus Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengamankan sepeda motor yang membawa pil Double L pada hari Minggu pagi, 03 Februari 2019.

Hal itu di benarkan oleh Kapolres, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si., saat di konfirmasi oleh swaranews.
Menurut Kapolres kejadian berawal saat anggota Unit Timsus melaksanakan patroli hunting sistem untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Perak Timur (TL Palmboom).
Terlihat oleh salah anggota bahwa seorang pengendara tampak mencurigakan gerak gerik nya, sehingga diberhentikan oleh petugas, ” tutur AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Saat anggota melakukan pemeriksaan surat-surat dan kelengkapan dan penggeledahan terhadap kendaraan yang di kendarainya lalu pengendara tersebut langsung melarikan diri ke arah Jalan Pesapen dekat Rel Kereta Api yang menuju ke Jalan Tambak Gringsing.

“Petugas pun dengan spontan langsung mengejarnya, namun pengendara itu berhasil lolos. Sementara anggota yang lainnya memeriksa kendaraan yang di tinggal kan oleh pemiliknya pada saat pemeriksaan anggota menemukan 3 plastik berukuran besar yang di dalam nya berisi Pil Double L sekitar 3000 butir, ” ungkap Kapolres.

Anggota Timsus lantas kemudian mengamankan 1 (satu) unit kendaraan bermotor Suzuki Satria FU warna putih dengan Nopol L-6219-SX beserta 3 plastik berisi Pil Double L dan telepon genggam merk Samsung lipat berwarna hitam.

Kemudian anggota unit timsus lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak kemudian berkordinasi dengan anggota satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjutkan

Barang bukti tersebut di atas oleh anggota timsus satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk pelaku masih dalam proses pengejaran, ” pungkas AKBP Antonius Agus Rahmanto.(Ari)

Cak Jokowi Jancuk

SURABAYA (Swaranews) – Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara deklarasi dukungan dari Forum Alumni Jawa Timur. Dalam acara itu, Jokowi mendapat sebutan ‘cak’ dan ‘jancuk’ oleh para pendukungnya.

Dua gelar itu disematkan oleh pembawa acara dalam deklarasi Forum Alumni Jatim yang digelar di Tugu Pahlawan Surabaya Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019). Pembawa acara itu mengatakan gelar ‘Cak’ memiliki arti yakni Cakap, Agamis dan Kreatif.

“Mengapa disebut Cak? Karena Cak adalah Cakap, Agamis, dan Kreatif. Itulah Cak Jokowi,” ucap pembawa acara di depan Jokowi.

Pembawa acara tersebut kembali memberikan sebutan ‘Jancuk’ kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kata ‘jancuk’ Bukanlah Sebuah Umpatan. Namun, Memiliki Arti Yaitu Jantan, Cakap, Ulet Dan Komitmen.

“Kalau sudah Cak-nya, maka ndak komplit kalau tidak ada Jancuknya. Maka Jokowi adalah Jancuk. Apa itu Jancuk? Jantan, cakap, ulet, dan komitmen saudara-saudara,” kata dia.

Bentuk Tim Blusukan

Ketua Panitia Pelaksana Forum Alumni Jatim Ermawan menuturkan pihaknya juga akan membentuk tim blusukan untuk memenangi pasangan petahana Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka akan mensosialisasikan program yang dihasilkan pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kami siap turun ke lapangan mengetuk pintu demi pintu, jadi tim blusukan untuk pemenangan dan dukungan kepada bapak presiden Jokowi untuk kejayaan Indonesia,” tuturnya di lokasi.

Jokowi menyampaikan terima kasih atas dukungan dari alumni perguruaan tinggi serta alumni SMA daan SMK di Jawa Timur. Jokowi mengaku tidak mudah mengelola sebuah negara. Untuk itu, menurut dia, butuh pengalaman memimpin untuk mengelola Indonesia.

‎”Negara ini negara besar, kelola negara itu tidak gampang. Diperlukan pengalaman terlebih dalam memerintah sebuah negara yang besar,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana, Pramono Anung, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan musisi Addie MS. Ada pula Cak Lontong yang meramaikan acara deklarasi ini.(Ari)

Tim Anti Bandit Polsek Tandes Berhasil Meringkus Pelaku Spesialis Curanmor

SURABAYA, (Swaranews) – Pelaku Spesialis Curanmor yang gentayangan di wilayah hukum tandes, akhirnya tertangkap saat menjalankan aksinya, di Jalan Balongsari Tama, pada hari Rabu malam, 30 / Januari / 2019, sekitar pukul 20.00 Wib.

Tersangka berinisial MA bin Al amin (41 tahun), asal Tlenger, Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang Madura.

Kapolsek Tandes Surabaya, Kompol Kusminto, S.H., Sos., menjelaskan, tersangka melancarkan aksinya mencuri motor milik Eko Prasetyo Susanto di depan penjual pisang keju.

“Sambung Kompol Kusminto, korban yang mengetahui aksi pelaku langsung berteriak maling, sehingga mengundang warga sekitar untuk mengejarnya. Bersamaan saat itu TAB sedang melakukan patroli dan ikut mendengar teriakan korban, lalu TAB juga ikut melakukan pengerjaran bersama warga sekitar, setelah pelaku tertangkap massa dihajar terus – terusan, beruntung anggota kami segera datang , ” ucap Kompol Kusminto kepada awak media , Kamis, 31 / Januari / 2019.

Untuk melakukan penyelamatan terhadap tersangka dari amukan massa yang tidak terkendali. Selanjutnya saudara MA, beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Tandes Polrestabes Surabaya, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Ungkapnya

Kepada penyidik,” tersangka MA mengaku dalam melakukan aksinya tersangka dengan terpaksa, dikarnakan terlilit masalah ekonomi.”Akunya

Atas perbuatan tersangka MA, kami kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 Tahun , tersangka MA kini kami tahan Polsek Tandes Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.”Tegas Kapolsek

” Kompol Kusminto, menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap aksi-aksi kejahatan disekitarnya. Jangan lalai atau teledor saat memarkir kendaraan dimanapun berada, karena dapat mengundang aksi kejahatan disekitar kita, ” pungkas Kapolsek.(Ari)

Meski Kasus DBD Turun, Wali Kota Risma Tetap Minta Bumantik Gencar Turun Pantau Jentik

SURABAYA (Swaranews) – Angka penderita Demam Berdarah (DBD) di Kota Surabaya memang turun dan terendah di Jawa Timur. Namun, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap meminta kepada semua pihak, terutama Bumantik (Ibu Pemantau Jentik) untuk selalu gencar turun memantau jentik di rumah-rumah warga.

 

Hal itu disampaikan Wali Kota Risma saat apel gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digelar di Lapangan Thor, Jumat (1/2/2019). Apel itu dihadiri oleh 5.116 kader yang terdiri dari kader Bumantik, Rumantik (Guru Pemantau Jentik), Wamantik (Siswa Pemantau Jentik), LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), dan pihak kecamatan.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menjelaskan sebetulnya demam berdarah itu bisa dicegah. Terbukti, dari tahun ke tahun kasus penderita demam berdarah menurun di Kota Surabaya. Pada Bulan Januari 2018, kasus penderita demam berdarah di Kota Surabaya sebanyak 42 kasus dan meninggal satu orang. Sedangkan Januari 2019 ini, kasus penderita demam berdarah di Surabaya 23 orang.

 

“Artinya, di sini sudah ada penurunan dan saya yakin ini masih bisa ditekan kembali. Makanya, saya mohon dengan hormat untuk selalu menghindarkan keluarga dan tetangga kita dari DBD. Saya tidak ingin ada korban lagi di Surabaya,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

 

Saat sambutan itu pula, Wali Kota Risma menjelaskan ada dua kecamatan di Surabaya yang angka penderita demam berdarahnya tertinggi, yaitu Kecamatan Tandes dan Kecamatan Wonokromo. Bahkan, pada saat itu Camat TandesDodot Wahluyo dan Camat Wonokromo Tomi Ardiyanto dipanggil ke hadapan Wali Kota Risma yang sedang sambutan di panggung kehormatan. Dua camat itu pun berdiri di hadapan Wali Kota Risma hingga apel PSN itu selesai.

 

“Dua kecamatan ini yang tertinggi jumlah kasusnya. Jadi, ayo terus bergerak. Buktikan kalau kita bisa memberantas DBD. Ayo kita kasik rambu-rambu ke nyamuk-nyamuk itu, dilarang masuk Surabaya,” tegasnya.

 

Menurut Wali Kota Risma, apabila berusaha memberantas DBD, maka tidak hanya mendapatkan manfaat di dunia, tapi juga bisa mendapatkan pahala di akhirat nanti. Bahkan, ia mengaku apabila berbuat baik kepada sesama manusia, maka Wali Kota Risma yakin tuhan tidak akan tinggal diam.

 

“Bayangkan kalau itu kepala keluarga dan sampek kejadian meninggal dunia. Maka anak-anaknya akan jadi anak yatim piatu dan kemungkinan kalau ibunya tidak bisa membiayai sekolah akan putus sekolah. Kalau sudah putus sekolah lalu akan jadi anak nakal, sehingga kita juga ikut salah,” tegasnya.

 

Ia juga mengaku selalu sedih apabila mendengar atau ada laporan bahwa ada warga Surabaya yang cerai. Sebab, beberapa anak yang tertangkap miras atau pun ngelem,rata-rata karena ditinggal oleh orang tuanya. “Makanya, mari kita selamatkan anak-anak dan tetangga kita. Mari jangan ada korban di Surabaya,” imbuhnya.

B

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Drg. Febria Rachmanita menjelaskan pada Bulan Januari 2019 ini, awalnya hanya ada 12 penderita demam berdarah. Lalu bertambah lagi sekarang menjadi 23 orang, dan 3 diantaranya masih inveksi DBD. “Jumlah ini memang menurun dibanding Januari 2018 yang jumlahnya mencapai 42 kasus. Saat ini hanya 23 orang. Jadi, dari 31 kecamatan ada 11 kecamatan yang ada penderita DBD-nya,” kata Feni-sapaan Febria Rachmanita.

 

Ia juga menjelaskan bahwa Kecamatan Tandes yang dibilang tertinggi oleh Wali Kota Risma, ternyata saat ini ada 5 orang yang terkena DBD. Sedangkan tertinggi kedua adalah Wonokromo yang ada 4 orang yang terkena DBD. “Oleh karena itu, di hampir semua kecamatan di Surabaya, terutama di Tandes dan Wonokromo diminta untuk terus gencar mencegah DBD ini,” kata dia.

 

Hingga saat ini, lanjut dia, ada 23 ribu kader Bumantik di seluruh daerah di Kota Surabaya. Mereka setiap minggu sekali dan ada yang seminggu dua kali turun ke rumah-rumah warga untuk memantau jentik. “Mereka ini sukarelawan yang dengan ikhlas memantau jentik demi memberantas DBD ini,” pungkasnya. (miar)

Jokowi Apresiasi Pendamping Dana Desa Jatim 

SURABAYA (Swaranews) – Gelaran Sosialisasi ‎Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 di DBL Jalan Ahmad Yani Surabaya dihadiri langsung ole Presiden Jokowi. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini juga masih dalam rangka kunjungan kerja hari keduanya di Jawa Timur.

Turut hadiri digelaran tersebut diantaranya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan ratusan pendamping dana desa di wilayah Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menjabarkan beragam pencapaian dari dana desa di Jawa Timur. Dimana sepanjang 2015-2018, Jawa Timur mendapat alokasi dana desa mencapai Rp 19 triliun.

“Kami di Jawa Timur mengucapkan syukur kepada Allah yang telah memberikan Hidayat ke presiden dan para menteri yang telah membangun desa. Sejak 2015-2018, Jatim mendapat alokasi dana desa Rp 19 triliun yang telah dirasakan manfaatnya oleh 7724 desa di Jatim, 29 Kab dan satu Kota Batu,” ujar Soekarwo, Sabtu (2/2/2019).

‎Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengapreasi para pendamping desa yang bekerja keras dan cepat untuk memajukan desa.

“Saya senang sekali dapat laporan dari gubernur mengenai hasil dana desa di Jatim. Keberhasilan ini sangat didukung oleh para pendamping desa yang lain‎,” ungkap Joko Widodo.

Presiden Republik Indonesia yang akrab disapa Jokowi ini menyampaikan bahwa dibandingkan daerah provinsi lain, di Jatim ini, pendamping desanya sangat militan untuk desanya masing-masing.

“Saya dibisiki Pak Menteri, realisasi dana desa 99,6 persen. Ini sangat tinggi sekali, saya apresiasi,” sambungnya.

Jokowi berpesan agar dana desa selalu berputar di desa, tidak diharapkan kembali ke Jakarta.

Senentara itu, Zainuddin Chair salah satu pendamping lokal desa di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang mengatakan bahwa dirinya bersama teman sejawat siap terus mendukung program pemerintah tersebut.

“Alhamdulillah di acara sosialisasi priorotas dana desa 2019 kami juga bisa silaturrahmi dan sharing pengalaman dengan pendamping profesional antar daerah se jawa timur,” tutur pria yang ajrab disapa Zen ini. (mar)

Sehari Dilantik, Pangdam V/Brawijaya Amankan Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo

MADIUN (Swaranews) – Meski baru sehari dilantik menjadi Pangdam V/Brawijaya, langsung bersinergi dengan Forkopimda Jawa Timur guna memastikan kelancaran, sekaligus keamanan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi.

Dengan didampingi Ibu Negara Iriana beserta beberapa Menteri Kabinet Kerja, Presiden Jokowi tiba di Landasan Bandara Iswahjudi, dengan menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Kedatangan pak Presiden, langsung disambut oleh PangdamV/Brawijaya, Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Soekarwo beserta beberapa pejabat Forkopimda Jatim,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi, S. IP, M. M, usai mengikuti berlangsungnya kegiatan Presiden RI di Masjid Agung, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jumat, 1 Februari 2019.

Meski ikut di dalam rombongan Presiden RI. Namun, Mayjen TNI R. Prasetja Boedi terus merngawasi, sekaligus mengendalikan berlangsungnya kunker Presiden Jokowi.

“Alhamdulillah, di Magetan dan Ngawi, kunjungan kerja Presiden berlangsung dengan lancar dan aman,” ucapnya.

Di Magetan, kata Kolo6nel Singgih, Presiden Jokowi memberikan arahan, sekaligus Tanya jawab kepada para nasabah Mekar. Mekar, merupakan salah satu unit usaha dari Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Sedangkan di Kabupaten Ngawi, Pak Jokowi berkunjung ke Benteng Van Den Bosch. Benteng itu, merupakan salah satu situs peninggalan jaman Kolonial Belanda,” ujar Kapendam.

Rencananya, beberapa wilayah nantinya bakal menjadi sasaran kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Selain Magetan dan Ngawi, Mantan Walikota Solo itu, rencananya juga bakal berkunjung ke Kota Surabaya.

“Jajaran Kodam V/Brawijaya, mendukung kelancaran kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden ke Jawa Timur saat ini,” jelasnya. (sub)

Deklarasi IPSN Jatim Menyatakan Dukungan Kepada Pasangan Jokowi Makruf Amin di Pilpres 2019

SURABAYA (Swaranews) – Melengkapi berbagai dukungan dari berbagai kalangan, Ikatan Profesional Sinergi Nawacita (IPSN) mendeklarasikan dukungannya terhadap Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Cawapres K.H. Makruf Amin. Dukungan kali ini datang dari kalangan profesional dari berbagai Profesi.

Menurut Denny Eko Christanto selaku Ketua DPW IPSN Jawa Timur bahwa dukungan ini dilakukan dalam bentuk kerja nyata dalam berbagai hal disisi pembangunan. Dia mengatakan bahwa tercapainya Indonesia yang berdaulat, sejahtera, adil dan makmur masih harus terus diperjuangkan. Sebagai bangsa yang besar yang menuju tahun emasnya di 2045.

cita-cita itu masih relevan dan masih banyak kerja keras yang harus dilakukan. Presiden

“Tentu saja, meski tak sempurna upaya-upaya mewujudkan itu telah tampak dan dirasakan oleh rakyat, pemilik kedaulatan tertinggi. Jokowi on track! Untuk itu, kami, IPSN, Ikatan Profesional Sinergi Nawacita, Pengurus Wilayah Jawa Timur bertekat untuk berjuang bersama barisan pendukung Jokowi-Makruf Amin pada pilpres 2019 ini,” tegasnya, Kamis (31/1/2019) di Surabaya.

Pengusaha di bidang konstruksi mekanikal ini menyampaikan bahwa sebagai profesional banyak hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

“Penguatan kemandirian teknologi, kemandirian ekonomi, arus terus didorong untuk meningkatkan produktifitas rakyat. Ujung akhirnya ya kesejahteraan rakyat,” papar Denny.

IPSN sendiri baru didirikan Oktober 2018 di Jakarta oleh para professional yang tergerak untuk mengawal nawacita, mensinergikan segala daya dan upaya agar sejalan dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah agar lebih tepat guna.

Saat ini Ketua Umum IPSN dijabat oleh Donny Imam Priambodo yang terpilih secara musyawarah di bulan November 2018. Donny, yang juga Anggota DPR RI, mengajak kepada para professional apapun profesinya untuk bersama-sama mengawal nawacita serta senantiasa menjaga nalar dan kebhinekaan yang tergerus oleh panasnya suhu politik yang ada.

“Dkungan IPSN Jatim kepada pasangan Jokowi – Makruf Amin akan disampaikan langsung ke Jokowi yang direncanakan datang di kota Pahlawan besok Sabtu (2/2/2019) melalui acara deklarasi dukungan Forum Alumni Jatim untuk Pasangan Capres dan Cawaprwd 01,” terang Deny.

Ikatan Profesional Sinergi Nawacita mengapresiasi apa-apa yang pemerintah telah lakukan selama 4 tahun belakangan ini. Meski demikian, lanjut Deny, dengan segala kekurangan dan hal-hal yang belum terlaksana, harus tetap dicermati agar dapat dilakukan perbaikan dan peningkatan lebih baik di periode selanjutnya.

“Untuk itu IPSN menyatakan mendukung kontestasi kembali Joko Widodo pada pilpres 2019 ini dan IPSN berjanji untuk mensinergikan langkah-langkah dari para profesional yang tergabung di dalamnya, untuk mengawal nawacita. Dengan didukung anggota yang masing-masing adalah profesional di bidangnya, misalkan, teknologi informatika, infrastruktur, maritim, energi, kesehatan, pendidikan, keuangan, industri kreatif, haruslah bermuara untuk mendorong kemandirian Indonesia sebagai negara yang berdaulat yang mampu menyejahterakan rakyatnya sebagai amanat pendiri negeri ini,” bebernya.

Denny menegaskan bahwa Sebagai deklarasi bentuk dukungan IPSN, IPSN Jatim akan hadir ke Monumen Tugu Pahlawan bersama-sama dengan Forum Alumni Jatim dukung #01 yang akan digelar besok.

“Agenda tersebut akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo,” pungkas Deny. (mar)