Beranda blog Halaman 185

Pelindo III Tambah Kuota Mudik Gratis 2019 Jadi 30.000 Tiket

SURABAYA (Swaranews) – Melihat animo masyarakat terkait mudik gratis yang begitu tinggi. PT Pelindo III menambah kuota mudik gratis menjadi 30.000 tiket dari 17.500 tiket kapal laut dan bus gratis yang sebelumnya dipatok untuk para pemudik.  Program mudik gratis ini digagas Kementerian BUMN tahun 2019.

“Jadi perkiraan jumlah total kuota Program Mudik Bareng 2019 yang disediakan Pelindo III dapat mencapai sekitar 30.000 tiket,” ujar Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung di Surabaya, Kamis (8/5/2019).

Dari keterangan Dirut Doso, artinya ada penambahan sekitar 12.500 tiket dari 17.500 tiket kapal laut dan bus yang semula disediakan Pelindo III untuk program mudik gratis 2019. Dari data yang diperoleh, kuota mudik gratis dari Pelindo III itu terus bergerak naik sejak 2017.

“Penambahan kuota tiket bus gratis itu secara bertahap sesuai kebutuhan yang terdata di lapangan, dan setiap tahunnya terus meningkat,” terang Doso.

Seperti pernah diberitakan oleh Swaranews. Pada  tahun 2017, Pelindo III memberangkatkan sekitar 6.000 orang. Setahun kemudian, kuota mudik gratis yang disediakan operator kepelabuhanan pelat merah itu meningkat menjadi 14.000 orang.

“Di tahun 2019 ini disediakan 30.000 tiket kapal laut dan bus gratis,” tuturnya.

Doso menyampaikan, melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pelindo III bersinergi dengan PT Damri dan operator bus swasta lainnya. Sinergi ini untuk menambah tiket bus gratis keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Begitu juga keberangkatan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” terangnya.

Dari total 30.000 tiket gratis yang disediakan, terdiri dari 2.000 tiket kapal laut dilayani kapal-kapal Pelni. Sedangkan, sebanyak 28.000 tiket bus milik Damri mengantar dari pelabuhan ke berbagai kota tujuan mudik di Pulau Jawa.

“Jadi ada tiket gratis untuk 5 rute kapal penyeberangan dari Kalimantan ke Jawa, yakni dari Kumai – Tanjung Perak, Kumai – Tanjung Emas, Sampit – Tanjung Perak, Sampit – Tanjung Emas, dan Batulicin – Tanjung Perak,” papar Doso.

Lebih lanjut, Direktur Utama Pelindo III ini menyebutkan bahwa semua rute tersebut dilayani KM Kelimutu, KM Leuser, KM Binaiya, dan KM Egon milik PT Pelni. Pada masing-masing rute kapal laut tersebut tersedia 200-300 tiket gratis untuk sekali keberangkatan pada tanggal tertentu yang dimulai H-6 Lebaran (Hari Raya Idul Fitri).

“Begitu pemudik kapal laut tiba di pelabuhan, bisa langsung melanjutkan naik bus gratis yang telah disediakan 28.000 tiket bus gratis dari Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Emas,” jelasnya.

Berdasar uraian, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tersedia untuk 5 jurusan ke Cepu, Madiun, Trenggalek, Blitar, dan Jember. Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan tujuan ke Tegal, Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Yogyakarta, Solo, dan Purwodadi.

“Bus gratis di kedua pelabuhan yang dikelola Pelindo III itu tersedia sejak H-6 Lebaran,” bebernya.

Doso Agung menambahkan bahwa Mudik Gratis Bareng BUMN – Pelindo III ini merupakan wujud nyata dari BUMN Hadir Untuk Negeri dengan memberikan mudik yang aman dan nyaman pada masyarakat, terutama penumpang kapal laut, pada setiap musim mudik Lebaran. Seluruh peserta mudik gratis Pelindo III akan diasuransikan sebagai fasilitas proteksi yang menyeluruh.

“Pelindo III mendukung pemerintah yang menempatkan keselamatan pemudik sebagai prioritas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pelindo III juga turut memberikan fasilitas bus gratis untuk para pemudik yang mengikuti program mudik sepeda motor gratis moda laut program Kementerian Perhubungan dari Pelabuhan Tanjung Emas. Khusus untuk Ibu dan anak yang membonceng motor agar mempertimbangkan faktor keselamatan supaya bisa sampai selamat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Selain itu, juga disiapkan makan sahur dan takjil buka puasa untuk para penumpang kapal laut yang datang pada saat itu di Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Tanjung Perak,” urainya.

Menurut Doso Agung,  calon pemudik dapat segera mendaftarkan diri via internet atau online ke alamat situs website resmi Pelindo III yang beralamat di : mudik.pelindo.co.id atau via aplikasi dengan mengunduh (download) aplikasi ‘Mudik Pelindo III’ di Google Play. Setelah terdaftar secara online, calon pemudik dapat mengambil tiket kapal di terminal penumpang pelabuhan keberangkatan dengan menunjukkan kartu identitas resmi sebagai bukti.

“Seperti KTP atau copy KK,” imbuhnya.

Jadwal keberangkatan kapal sesuai dengan jadwal kapal yang tercantum di tiket Pelni. Begitu pula untuk calon pemudik dengan moda bus, setelah terdaftar secara online dapat mengambil tiket bus gratis di pelabuhan kedatangan (Tanjung Perak dan Tanjung Emas) dengan menujukkan kartu identitas resmi, termasuk tiket Pelni untuk pemudik gratis moda kapal laut yang melanjutkan perjalanan dengan bus gratis.

Pelindo III, Pelni, dan Damri, juga telah bekerjasama dengan pihak keamanan untuk memastikan seluruh proses Program Mudik Bareng BUMN tahun 2019 ini gratis untuk masyarakat, tanpa biaya apapun. Bila ada oknum yang meminta bayaran akan diproses ke pihak yang berwajib.

“Masyarakat dan calon pemudik yang membutuhkan informasi dapat menghubungi call center: 082228448880 atau menemui petugas yang bersiaga di pelabuhan keberangkatan dan kedatangan,” tambah Wilis Aji Wiranata, VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). (ms/mar)

Terjun langsung ke sawah pantau Demplot, Kodim 0816/Sidoarjo sambut Tim Wasev dari Sterad

SIDOARJO (Swaranews) – Bertempat di Ruang Data Kodim 0816/Sidoarjo dilaksanakan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Staf Teritorial Angkatan Darat yang dipimpin oleh Pabandya-3/SDM Sterad Letkol Inf Aswin Kartawijaya dan anggota Kapten Inf Lukky Pardianto dan PNS III/a Eko Setyo M, di Makodim 0816/Sidoarjo, Selasa 07 Mei 2019.

Sebelum melakukan peninjauan, Tim Wasev Sterad menerima Laporan Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Arief Cahyo Widodo, S.I.P tentang situasi terkini serta kegiatan dan kondisi wilayah dan Satuan Kodim 0816/Sidoarjo dan memberi sambutan kepada para undangan yang ada di dalam ruangan aula Makodim 0816/Sidoarjo. Para Undangan terdiri dai Anggota Pramuka Saka Wira Kartika dari Wilayah Kodim 0816/Sidoarjo, masyrakat yang didampingi oleh para Babinsa.

Dandim juga meminta kepada seluruh Danramil dan beserta staf yang mengikuti penjelasan yang diberikan oleh Tim Wasev tentang kondisi sosial tahun anggaran 2019 harus dipahami betul, karena kegiatan ini dinilai oleh Tim Wasev Sterad.

“Tim ini sangat membantu terhadap satuan, karena apabila ada temuan yang kurang sesuai bisa kita perbaiki sesuai dengan petunjuk komando atas,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev Sterad Letkol Inf Aswin Kartawijaya menyampaikan, bahwa Wasev ini sangat penting sebagai modal untuk pembinaan teritorial di wilayah masing-masing. Ia juga berharap kepada para perwira staf dan Danramil, agar kegiatan yang sudah diprogramkan dari Komando atas dilaksanakan secara terus menerus dan lebih kreatif di masyarakat, guna menghadapi tugas ke depan, pungkasnya.

Kegiatan wasev Tujuannya dalam rangka melaksanakan Wasev kegiatan bidang Teritorial khususnya pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil) yang sudah dilaksanakan Kodim 0816/Sidoarjo. Binwanwil yang harus dilaksanakan sesuai program kerja berdasarkan ketentuan dan petunjuk dari Komando Atas.

Diharapkan ke depan, komunikasi dan koordinasi lebih dimaksimalkan lagi. “Demikian pula antara Danramil jajaran Kodim 0816/Sidoarjo dengan Pasiter, dalam setiap penyelenggaraan kegiatan mulai tahap perencanaan, persiapan dan pelaksanaan sehingga target yang dicapai lebih optimal,” tegasnya.

Selesai memberikan penjelasan, dilanjutkan evaluasi terkait program Binwanwil salah satunya pembinaan jaring atau mitra karib dilanjutkan pengecekan administrasi produk Staf Ter Kodim 0816/Sidoarjo kemudian dilanjutkan kunjungan kegiatan penanaman Padi Inpari 32 sebagai model / Demplot / Pilot Project Pembinaan Ketahanan Pangan di Desa Kedung Kembar Kec. Prambon.

Para Tim Wasev ikut terjun langsung ke sawah di wilayah Kec. Prambon yang didampingi oleh Kasdim 0816/Sidoarjo, Danramil 0816/12 Prambon, Staf Dirjen Pertanian dari Mabesad Letkol Inf Aswin Kartawijaya bersama Kapten Inf Lukky Pardianto dan PNS Eko Setyo M. dan Pabandya Wanwil Sterdam V/Brawijaya Letkol Inf Budi S. , Pasi Wanwil Rem 084/BJ Mayor Arh Iwan.

Dalam kegiatan Demplot ini Turut hadir pula Bapak Fitri (Kasi Ketahanan Pangan Sidoarjo), Serta mantri pertanian Prambon( ibu Sulaikah) dari Mantri pertanian,PPL, UPTD Pengairan, Serta Kepala Desa Kedung Kembar (H. Jufriyanto) beserta Perangkat Desa serta Anggota kelompok tani dan Anggota dari Koramil 0816/12 Prambon.

“Kunjungan Tim Wasev ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung perkembangan program Demlot yang merupakan hasil kerjasama Kementan RI dengan TNI AD yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Prambon.” Tegas Kasdim 0816/Sidoarjo. (sub)

Tanah Kosong di Armed 12/Kostrad, Jadi Lahan Budidaya Ikan

NGAWI (Swaranews) – Yonarmed 12/Kostrad berkomitmen untuk mewujudkan Satuan yang aman, bersih dan sehat. Berbagai upaya pun mulai dilakukan, salah satunya dengan adanya pemanfaatan lahan kosong yang di sulap menjadi tempat budidaya ikan.

Demikian dikatakan Kapten Arm Gatot ketika ditemui di sela-sela penebaran bibit benih ikah lele. Rabu 8 Mei 2019.

Danraipur Q Armed 12/Kostrad itu menambahkan, terdapat beberapa kolam ikan yang saat ini sudah selesai di bangun oleh prajurit Armed.

“Budidaya ikan ini, inisiatif dari Satuan dan untuk Satuan,” bebernya.

Selain mewujudkan lingkungan Satuan yang asri, menurutnya, budidaya ikan tersebut, juga sangat mendukung dalam menunjang protein prajurit.

“Saat ini, sekitar 6 ribu bibit ikan lele sudah kita tebar,” tandasnya.

Terpisah, Danyonarmed 12/Kostrad ketika ditemui di ruangan kerjanya menambahkan, Satuannya memilki pangkalan yang cukup luas. Hal itu, seakan sia-sia jika tidak diperuntukkan dengan baik.

“Jadi, lahan-lahan yang kosong, kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy.

Almamater Akademi Militer tahun 2002 itu menambahkan, selain diwajibkan untuk jago bertempur, ia juga mengharuskan seluruh prajuritnya untuk memanfaatkan segenap potensi yang ada disekitarnya sebagai wahana interaksi positif dengan masyarakat.

“Kemampuan itu selanjutnya juga bisa di sosialiasikan ke masyarakat. Baik ketika prajurit masih aktif berdinas ataupun pensiun,” ujarnya.

Kemanunggalan prajurit dan masyarakat inilah sebagai tujuan utama dan sesungguhnya merupakan kekuatan yang maha dahsyat, pungkasnya. (mar)

PPDB Kota Surabaya Tetap Berpedoman pada Permendikbud 51 Tahun 2018

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen menyelenggarakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB dan surat edaran (SE) bersama antara Mendikbud dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bernomor 420/2973/SJ tentang PPDB yang ditujukan kepada kepala daerah se-Indonesia.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan bahwa Pemkot Surabaya tetap berpedoman dan tidak ingin melanggar aturan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018. Karena itu, ia mengaku telah mengirim surat ke kementerian untuk memastikan agar tidak salah dalam mengambil langkah dalam menerapkan sistem PPDB di Surabaya. “Kita sudah kirim surat ke menteri, karena kan aturannya menteri jadi ndak bisa saya abaikan, makanya saya tanyakan itu,” kata Wali Kota Risma saat di ruang kerjanya, Selasa, (7/05/19).

 

Selama ini, sistem PPDB di Surabaya telah berjalan selama 7 tahun dengan beberapa jalur. Yakni, jalur kawasan, prestasi, regular, mitra warga, inklusi, dan prestasi. Namun dalam Permendikbud No 51 tahun 2018, sistem PPDB kemudian diatur menggunakan tiga jalur. Pertama jalur zonasi dengan kuota 90 persen, kedua prestasi 5 persen dan ketiga jalur mutasi kerja orang tua sebanyak 5 persen.

 

Kendati demikian, Wali Kota Risma menyebut, karena ada daerah yang tetap menggunakan sistem PPDB yang mengacu pada nilai hasil Ujian Nasional (UN) untuk pendaftaran, karena itu pihaknya kemudian bersurat ke kementerian untuk memastikan aturan dalam pelaksanaan PPDB tersebut. “Saya harus lakukan itu, makanya saya kirim surat, intinya saya ingin menanyakan itu (pelaksanaan PPDB),” ujarnya.

 

Dari hasil bersurat dan konsultasi dengan pihak Kemendikbud, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menyampaikan, bahwa pelaksanaan PPDB 2019 di kabupaten/kota harus tetap berpedoman pada Permendikbud 51 tahun 2018. Konsep zonasi adalah anak bisa sekolah di dekat rumah masing-masing.

 

Ia menyebut, jika pada PPDB tahun lalu menggunakan jalur reguler dengan berbasis nilai Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) SD, tahun ini diubah menjadi jalur zonasi berdasarkan jarak kedekatan rumah dengan sekolah. Selanjutnya, tahun lalu Surabaya memiliki jalur sekolah kawasan tahun ini berubah menjadi sekolah khusu. Jika tahun lalu, pelaksanaan PPDB SMP sekolah kawasan menggunakan nilai USBN rata-rata 8,5 baru bisa mendaftar. Kemudian adalah siswa mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA). “Sekolah kawasan ini sudah 7 tahun diselenggarakan Pemkot Surabaya,” kata Ikhsan saat jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (8/05/2019).

 

Di dalam pasal 23 Permendikbud 51 tahun 2018, Ikhsan menjelaskan, ada sekolah-sekolah yang dikecualikan oleh PPDB zonasi. Salah satunya adalah sekolah yang menyelenggarakan sekolah khusus. Dari hasil konsultasi dengan Kemendikbud, nantinya jalur sekolah kawasan akan menjadi sekolah khusus. “Permendikbud mengakomodir keberadaan sekolah khusus ini,” jelasnya.

 

Ikhsan mengungkapkan, jumlah sekolah khusus ini sebanyak 11 lembaga. Sekolah ini sudah tersebar di lima wilayah yang ada di Kota Surabaya. Di antaranya, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 6, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 19, SMPN 22, SMPN25, SMPN 26, dan SMPN 35. Sekolah kawasan yang akan menjadi sekolah khusus ini merupakan acuan standar bagi sekolah negeri dan swasta di sekitarnya untuk percepatan kualitas  pendidikan.

 

Pihaknya memastikan bahwa sistem PPDB di Surabaya akan tetap berpedoman pada Permendikbud 51 tahun 2018. Tahapan PPDB Kota Surabaya dimulai dari jalur inklusi dan mitra warga. Selanjutnya jalur sekolah khusus, dimana siswa bisa memilih dua sekolah, satu di dalam zona dan satunya di luar zona. Tahap terakhir adalah jalur zonasi. “Jadi, yang tidak lolos jalur sekolah khusus, bisa mendaftar ke jalur zonasi,” pungkasnya. (mar)

Begini Cara Wali Kota Risma Semangati Keluarga KPPS yang Meninggal

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini benar-benar menepati janjinya untuk mengunjungi satu persatu keluarga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai tugas saat pemilu. Kali ini, ia takziah dan memberikan bantuan ke rumah duka almarhum Bambang Catur Agus di Jalan Gubeng Kertajaya VII D no 43, Surabaya, Rabu (8/5/2019).

 

Bambang merupakan petugas Linmas yang menjaga TPS 13 Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. Almarhum meninggal pada Selasa (30/4/2019) setelah beberapa hari terbaring di rumah. Keluarga Agus ini merupakan keluarga keenam yang sudah dikunjungi Wali Kota Risma.

 

Saat takziah itu, Wali Kota Risma ditemui oleh adik kandung almarhum Eka Wahjudi (50 tahun) dan keponakannya Andi Tetuko (23 tahun). Wali Kota Risma pun menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga ini. Bahkan, ia juga terlihat menyemati Andi dan memintanya untuk bangkit dan tidak boleh terpuruk hanya karena merasa berdosa atas meninggalnya pakdenya itu.

 

“Kamu tidak boleh merasa bersalah, Pakdemu itu sangat sayang sama kamu. Gusti Allah punya cara mundut yang berbeda-beda. Sudah tertulis sejak awal, kapan lahirmya dan kapan pulangnya, kamu harus berhasil pokoknya,” kata Wali Kota Risma menyemangati Andi yang terlihat masih terpuruk atas meninggalnya Pakdenya itu.

.

Selain itu, Wali Kota Risma juga memuji usaha Andi yang saat ini sudah memiliki tempat pencucian sepatu. Bahkan, Wali Kota Risma pun berkeinginan untuk mencucikan sepatunya di tempat usaha Andi itu. “Bagus, pinter itu membantu orang tua, nanti aku tak nyucikan sepatu di sini, nanti kamu tak ajak kemana-mana, tak ajari macam-macam, biar sukses, biar Pakdemu seneng dan bangga kepadamu,” imbuhnya.

 

Andi pun terlihat menganggut-anggut dan terlihat semangat. Makanya, untuk menambah semangat Andi supaya tidak terpuruk lagi, Wali Kota Risma berencana mendatangkan stafnya untuk menemui Andi supaya bisa membantu apa yang diperlukan oleh Andi untuk mengembangkan usahanya dan kembali semangat. “Dia masih mencoba menerima semua ini karena masih menyudutkan diri sendiri, nanti akan saya datangkan staf untuk ngobrol apa yang dia butuhkan,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Keponakan almarhum, Andi Tetuko menjelaskan bahwa di TPS 13 itu bertindak sebagai Ketua KPPS. Sedangkan Pakdenya bertugas sebagai Linmas. Selama bertugas, Pakdenya itu tidak pernah mengeluh kalau sakit. Almarhum juga terlihat baik-baik saja selama menjalankan tugasnya.  “Tidak pernah mengeluh kesakitan dan seolah-olah baik-baik saja, hanya bercerita kepada orang lain kalau agak sakit. Tapi ketika saya tanya, jawabnya tidak apa-apa,” tutur Andi.

 

Ia juga menjelaskan bahwa Pakdenya itu berpulang di usia 53 tahun setelah mengalami sakit di bagian kepalanya pada Sabtu (27/4/2019). Sakitnya itu semakin dirasakannya setelah terpeleset di kamar mandi. Saat itu, kondisinya semakin melemah hingga Selasa (30/4/2019) pukul 10.30 Wib. Akhirnya, almarhum tutup usia pada Selasa (30/4/2019) dan dimakamkan di pemakaman Keputih Surabaya. (mar)

Gubernur Khofifah Jenguk Pasien RSJ Menur

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk pasien pengidap penyakit skizofrenia, Fitriani (28), di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, Selasa (7/5/2019).

Gadis asal Kediri tersebut mengalami gangguan jiwa skizofrenia hingga memakan salah satu organ tangannya.

Didampingi Direktur RSJ Menur dr. Herlin Ferliana dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Sukesi, Khofifah menyampaikan bahwa penanganan Fitriani perlu diberikan pendampingan (After Care) serta perawatan secara berkelanjutan.

Orang nomor satu di jajaran Pemprov Jatim tersebut mengatakan, After Care sangat dibutuhkan oleh Fitriani setelah melakukan perawatan secara intensif. Fitriani membutuhkan penanganan yang berkelanjutan baik pada saat mengkonsumsi obat hingga menjaga pada sisi psikologisnya.

“Saya sampaikan terpenting adalah After Care. Harus dipantau pemberian obat tidak boleh telat harus bisa dipastikan bahwa ada yang memberi pendampingan. Kami ingin memastikan ada yang memantau apakah obat itu dikonsumsi atau tidak,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Direktur RSJ Menur dr. Herlin Ferliana menjelaskan, bahwa
kondisi Fitriani atau pasien gadis pemakan tangan saat ini berlangsung membaik setelah diberi perawatan selama 15 hari di RSJ Menur.

Ia menuturkan, bahwa kondisi pasien sejauh ini telah menunjukkan perkembangan yang
signifikan setelah dirawat secara intensif dan di dampingi oleh tim dokter yang ditunjuk.

Kondisi itu berbeda jika dilihat pada saat awal masuk di RSJ Menur, yang terlihat kurang
darah atau anemia.

“Kalau dilihat dari fisik saat ini sudah bagus, jika dulu masuk anemia sekarang sudah bagus dan sangat positif,” ujarnya.

Selain menjenguk Fitriani, Khofifah juga membagikan tasbih kepada pasien RSJ Menur. Tasbih, disebutnya merupakan alat yang sangat baik dalam melatih konsentrasi bagi pasien dengan tatapan mata yang kosong.

“Kenapa saya memberikan tasbih ini, karena yang saya lihat itu adalah tatapan mata kosong. Biasanya mereka memainkan tangan dan diputar seperti sedang berdzikir. Jika mereka diberi tasbih akan membantu dan melatih konsentrasi,” jelasnya.

Mantan Menteri Sosial itu juga berharap, bahwa tasbih ini dapat dipergunakan untuk membantu proses
penyembuhan secara spiritual disamping proses penyembuhan secara medis.

“Secara medis terus dilakukan proses untuk penyembuhan serta secara sosial dilakukan
pendampingan. Sedangkan, tasbih lewat jalan lain secara spiritual yang akan membantu proses penyembuhannya,” tandasnya. (Msa)

Usai Sertijab, Wali Kota Risma Gelar Acara Pisah Sambut Kapolrestabes Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Usai upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolrestabes Surabaya yang digelar di Lobby Gedung Tribrata Lantai 2 Mapolda Jawa Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kemudian menggelar acara lepas sambut Kapolrestabes Surabaya. Kompes Pol Rudi Setiawan, kini menjabat sebagai Wakapolda Lampung. Sedangkan Kombes Pol H. Sandi Nugraha, menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya.

 

Pejabat nomor satu di Polrestabes Surabaya itu, sebelumnya diarak keliling Kota Surabaya dari Makorem 084/Bhasakara Jaya menuju Taman Surya Balai Kota menggunakan kendaraan Anoa. Di sepanjang jalan, masyarakat pun terlihat antusias menyambutnya. Setiba di Balai Kota, Rombongan langsung disambut oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya. Tak lupa berbagai menu makanan buka puasa telah tersedia.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma menceritakan dengan seksama berbagai pengalaman bersama Kompes Pol Rudi Setiawan menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya. Tak lupa, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengungkapan rasa terima kasih atas kerjasama selama 18 bulan yang sudah dilalui.

 

“Banyak pengalaman dengan Pak Rudi ini, waktunya memang sebentar tapi pengalamanan banyak sekali, dan berat-berat. Sangat berat malah. Pengalaman di Mei tahun lalu, itu membuat saya dan Pak Rudi saling menguatkan,” kata Wali Kota Risma di sela-sela acara lepas sambut yang digelar di Lobby Lantai 2 Balai Kota.

 

Selain itu, Wali Kota Risma juga mengucapkan permohonan maaf, jika selama ini ada sesuatu yang kurang berkenan dalam menjalin sinergitas tiga pilar antara Polrestabes Surabaya bersama Pemkot Surabaya. “Pak Rudi saya mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan selama berada di Kota Surabaya. Terima kasih dan selamat bertugas di tempat yang baru, mudah-mudahankerasan. Untuk Pak Sandy selamat datang, saya percaya pak. Kalau sendiri memang berat pak, tapi kalau bersama ini pasti bisa dilewati,”ujarnya

 

Pada kesempatan itu, Kombes Pol Rudi Setiawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemkot Surabaya dan Korem 084/Bhaskara Jaya yang selama ini terus menjalin kerjasama sinergitas tiga pilar.“Tentunya saya mengucapkan terima kasih atas acara ini. Ini penghargaan buat saya, tanpa terasa 18 bulan saya sudah bersama ibu dan seluruh jajaran di Pemkot Surabaya,” ujarnya.

 

Menurutnya, selama ia menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya, banyak pengalaman yang telah didapat, baik suka maupun duka. Selama di Surabaya, ia juga mengaku banyak belajar dari sosok kepemimpinan Wali Kota Risma. “Alhamdulillah apapun yang terjadi di sini, berkat pendampingan Ibu Risma semuanya dapat terselesaikan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kombes PolH. Sandi Nugraha menambahkan pihaknya berharap agar ke depan sinergitas antar tiga pilar di Surabaya yang telah terjalin baik itu bisa terus terjaga. Karena itu, ia meminta dukungan dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya agar sinergitas tiga pilar bisa terus terjaga demi wujudnya kamtibmas di Kota Pahlawan.

 

“Kami mohon dukungan ibu serta dukungan Forpimda Surabaya. Polrestabes Surabaya punya tagline, Jogo Suroboyo, Jogo Keamanane dan Jogo Ekonomine, Jogo Investasine, Surabaya bersih,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

Pelepasan dan Penyambutan Kapolrestabes Surabaya, Digelar di Korem Bhaskara Jaya

SURABAYA (Swaranews) – Setelah mengikuti prosesi serah terima jabatan di Mapolda Jatim, Selasa, 7 Mei 2019, Kombes Pol Rudi Setiawan dan Kombes Pol Sandi Nugroho, langsung menuju ke Makorem 084/Bhaskara Jaya.
Usai tiba di Makorem, kedua Perwira Menengah Kepolisian itupun, langsung disambut oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, S. E.

Bahkan, usai menggelar prosesi penyambutan dan pelepasan, Danrem pun mengajak keduanya untuk menaiki kendaraan taktis jenis Anoa, dengan diikuti oleh beberapa pejabat teras Korem serta Polrestabes Surabaya.

Dijelaskan Danrem, acara penyambutan dan pelepasan itu, memang sengaja dilakukan oleh dirinya.

“Proses itu, merupakan bagian dari sinergitas TNI-Polri di Surabaya yang selama ini sudah terwujud dengan baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kombes Pol Rudi Setiawan akan menduduki jabatan barunya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung. Jabatan Kapolrestabes Surabaya yang sebelumnya diduduki oleh dirinya, kini digantikan oleh Kombes Pol Sandi Nugroho. Kombes Pol Sandi, merupakan almamater Akademi Kepolisian tahun 1995. Beberapa jabatan strategis di Kepolisian pun pernah diduduki oleh dirinya, termasuk diantaranya kursi jabatan Kapolrestabes Medan pada tahun 2016 lalu. (mar)

ANCAMAN PENGUASA

Satu pembantu dan satu pendukung presiden Jokowi membuat pernyataan yang mengguncang dunia demokrasi Pancasila dalam waktu hampir bersamaan, pertama mantan kepala BIN Hendropriyono yang dengan tajam menyampaikan bahwa Habib dan Arab-Arab WNI jangan menjadi provokator, kedua Menkopolhukam Wiranto tentang membentuk Tim Pemantau Ucapan Para Tokoh, begitu kurang lebihnya.

Demokrasi Pancasila terhentak mendengar pernyataan yang jelas menohok hampir kesemua Lima Sila itu. Ada urusan apa menjeneralisir WNI keturunan Arab sebagai provokator rakyat ? Mengapa begitu spesifik disebutkan pada etnis Arab ? Tidakkah sebagai bagian penjaga Pancasila yang sempat menghembuskan isyu konfrontatif dengan khilafah semestinya Hendro tahu provokator bukan milik eksklusif etnis tertentu ? Hari ini tudingan melayang ke etnis Arab, esok bukan tidak mungkin ada tudingan ke etnis lainnya. Pernyataan Hendropriyono sekali ini sungguh merupakan kemunduran serius yang dapat menimbulkan antipati dan masuk kedalam demoralitas kebangsaan.

Adalah jauh lebih baik menangkap dan membuktikan di Pengadilan bahwa seseorang sebagai provokator, daripada menuding kelompok etnis tertentu yang sadar atau tidak justru pernyataan itu sendiri telah menjadi provokatif bagi saudara-saudara WNI keturunan Arab itu.

Sementara itu pernyataan Wiranto tentang memantau ucapan para tokoh masyarakat memberi kesan ancaman halus kepada suara kebebasan berdemokrasi Pancasila untuk menyatakan pendapat dimuka umum. Tolok ukurnya seperti hendak ditentukan sendiri oleh penguasa, apa dan siapa yang boleh atau tidak dibicarakan didepan publik. Untuk apa seorang Menkopulhukam sebagai pembantu utama Presiden menyampaikan hal itu, kalau bukan untuk tujuan tersebut.

Terkesan ada benang merah diantara pernyataan Hendro dan Wiranto terkait sesuatu yang tampaknya semakin merisaukan kubu 01 terhadap jalannya proses pilpres yang jauh dari mulus kehendak para penguasa dibawah pimpinan capres Jokowi. Ada arus kerisauan yang tidak menentu diakibatkan upaya barter kejujuran dengan kebohongan melalui tekanan angka-angka QC mengiringi situng KPU belum membuahkan hasil. Alih-alih protes dan pembuktian rakyat semakin nyata dan sulit untuk dibendung.

Seharusnya penguasa menjauhkan rakyat dari beban masalah yang berkepanjangan ini dan bukan malah menebar ancaman kesana kemari. Semoga sadar.

Adian Radiatus
Pemerhati Politik
Berdomisili di Jakarta

Cingkrang dan Tidak Cingkrang sama sama Khusus Sholat Taraweh

BOGOR (Swaranews) – Di Masjid Khairul Ummah, Senin, perumahan Limus Nunggal Pratama Cileungsi, Senin (6-5/2019) jamaah masjid sholat taraweh menyatu dalam kebersamaan. Tidak terlihat situasi yang sangat mencolok. Semua sama di hadapan Allah yaitu ingin mendapatkan ampunan dan ridho Nya dalam kebersamaan sholat taraweh berjamaah di bulan suci ramadhan 1440 H ini.
Masjid Khairu Ummah letaknya masih dalam lingkungan perumahan tempat pemasangan spanduk Klaim kemenangan Prabowo Sandi, yang beberapa waktu yang lalu sempat viral di medsos, apalagi kemudian Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon ikut membentengi spanduk yang terpasang di depan ruko perumahan Limus Pratama agar terselamatkan dan tidak dibongkar paksa oleh aparat setempat.

Masjid yang menjadi milik warga ini tidak mempeributkan jamaah cingkrang atau jamaah sarungan, mereka bersaudara karena bertetanggaan, tidak mengenal Wahabi atau Sunni. Yang dikenal adalah sama sama jamaah sholat taraweh di bulan suci ramadhan 1440 H.
Khutbah tarawehnya pun datar datar saja, malah memperingatkan jamaah di dalam khutbah taraweh itu salah satunya tentang pertengkaran atau peperangan. Baik pertengkaran keluarga, tetangga, maupun pertengkaran secara luas. Okeh karena itu, Ustadz menyampaikan, sampaikan kepada mereka yang mengajak pertengkaran maupun mengajak peperangan dengan jawaban seperti halnya nabi Muhammad menjawab ketika diajak bertengkar atau perang, yaitu “Anna Shoim, atau Anna Shoimah,” kata beliau.
Menanggapi perebutan masjid antara wahabi cingkrang dengan warga NU (istilah di dalam media) di Masjid Hidayatullah Pasuruan Jawa Timur. Warga Limus Pratama Cileungsi hanya geleng geleng kepala. Malah kemudian bertanya balik ke penulis,”kenapa bisa begitu? Masjid milik Allah kok diperebutkan? Apanya yang diperebutkan? Carilah jalan musyawarah, meskipun terjadi adanya perbedaan dalam beribadah. Carilah jalan tengah, misalnya yang ingin sholat taraweh 11 rokaat dan 21 rokaat, kan tinggal dikomunikasikan bersama, seperti di masjid sini atau masjid Al Jihad Griya Alam Sentosa, tidak masalah kok. Mau cingkrang atau sarungan semua sama di mata Allah.” Kata kang Cecep, warga Limus yang sama sama berjamaah sholat taraweh.

“Jamaah masjid di sini kalau sudah masuk masjid, yang dilakukan hanya satu tujuan yaitu, beribadah dan menyembah sang Kuasa, mencari ampunanNya”, kata mang Cecep selanjutnya.
Aris Munandar, sekjen Kurma yang memang sengaja di bulan puasa ini keliling masjid untuk melakukan sholat taraweh, juga mempunyai misi dalam rangka persatuan dan konsolidasi umat demi NKRI yang satu, jangan sampai NKRI dipecah di golongan golongkan oleh sekelompok orang yang berniat jahat terhadap persatuan bangsa.

“Ini adalah masjid kedua di bulan suci ini, saya hanya ingin melihat warga sekitarnya dengan kehebohan di medsos beberapa waktu yang lalu atas pemasangan baliho besar di sini, ternyata masyarakatnya sudah adem, mereka tidak peduli, mereka sangat khusuk menyambut bulan suci ini. Karena bulan suci ramadhan mereka jadikan benteng terakhir keimanan untuk mencapai ampunanNya,” kata H. Aris Munandar dalam tarlingnya yang secara tidak terduga ketemu di masjid Limus Nunggal Pratama.
(WWN)