Beranda blog Halaman 2

Risma Minta Anak Muda Tak Galau

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada 150 anak muda peserta Millennials Wellness Day 2.0 di Koridor Co-working Space, Sabtu (16/2/2019). Di acara yang didukung oleh Riliv (startup Surabaya yang peduli terhadap mental awareness) dan IDN Timesitu, Wali Kota Risma berpesan kepada seluruh peserta untuk tidak pernah galau dan gampang menyerah.

Bahkan, mereka juga diajak untuk berkegiatan positif dengan bertemu psikologdan penulis, agar bisa menghasilkan sesuatu. Sebab, selama ini kebanyakan hanya melihat sesuatu dari kulitnya saja, dan terkadang juga merasa tidak mampu ketika akan melakukan sesuatu. “Padahal sebetulnya kita sama saja. Bukan tidak mungkin kita bisamencapai kesuksesan. Tuhan pasti akan membukakan jalan asal kita mau,” kata Wali Kota Risma di hadapan kaum milenial itu.

Tidak hanya itu, Wali Kota Risma juga berpesan, di era milenial saat ini yang diperlukan adalah kolaborasi dari berbagai bidang. Pasalnya, industri masa depan adalah industri kolaborasi, sehingga tidak boleh merasa sendiri dan egois. “Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. Oleh karena itu, dengan adanya kolaborasi, harapannya setiap orang bisa berkumpul dan saling melengkapi,” kata dia.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa anak muda saat ini perlu konsisten dalam menuju tujuan akhirnya. Apabila terus konsisten, ia yakintujuan akhir itu bisa tercapai.  “Kalian harus berhasil dan sukses, supaya bisa menolong orang lain,” ujar Wali Kota Risma disambut tepuk tangan dari para peserta.

Sebagai penutup, Wali KotaRisma juga berpesan, anak muda Surabaya harusmempunyai semangat pantang menyerah yang tinggi. Sebab, anak Surabaya adalah anak cucu pahlawan dan merupakan negara merdeka, sehingga bukan tidak mungkin untuk meraih kesuksesannya. “Semangat dan pantang menyerah itu penting, mental kita bukan mental dijajah, tapi mental merdeka. Mari kita buktikan pada dunia kalau kita bisa,” kata dia.

Sementara itu, Co-Founder Riliv, Audrey Maximillian Herli, menyampaikanbahwa dengan adanya acara ini diharapkan kepedulian anak muda Surabaya terhadap kesehatan psikologinya lebih tinggi. “Di Bulan Februari yang identik dengan valentine, kita tidak ingin anak muda Surabaya melakukan hal yang negative. Untuk itu, dengan hadirnya banyak pakar yang hadir, bisa memberikan semangat dan motivasi,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Maxi ini mengatakan, Wali Kota Surabaya merupakan sosok yang tepat untuk dijadikan teladan bagi anak muda dimanapun. “Buat teman – teman yang galau, terinspirasilah seperti Wali Kota Surabaya dan jadikan sebagai contoh utama untuk selesaikan masalah dan mencapai impian kita,” ujarnya. (mar)

Presiden Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak

JAKARTA (Swaranews)- Kita semua harus mendorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Sabtu 16 Februari 2019.

“Kita juga ingin mendorong UMKM dari offline supaya masuk ke market place, ke online system. Kita juga harus mendorong unicorn Indonesia memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dan matang dalam bersikap pada setiap peristiwa apapun, sehingga tidak mengambil keputusan secara emosional. “Oleh sebab itu, saya mengajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk riset dan pengembangan sebesar Rp.26 triliun. Namun anggaran tersebut tersebar pada beberapa kementerian dan lembaga.

“Tetapi kita ini baru menyiapkan lembaga besar agar arahnya itu jelas, tembakannya itu tepat, sehingga inovasi-inovasi negara ini bisa muncul,” kata Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa Pemerintah mendukung upaya penelitian dan pengembangan sektor swasta, termasuk industri start-up, terutama di bidang sumber daya manusia dan inovasi teknologi.

“Kita harus mendorong dan mendukung, baik itu yang namanya Gojek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak dan start-up lainnya untuk memajukan ekonomi kita, semuanya harus kita dorong,” ujar Presiden.

Sebelum memberikan keterangan pers, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki bertemu dengan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Saat ditanya jurnalis terkait dengan unggahan Zaky pada Kamis (14/2) di media sosial yang banyak mendapat respons dari warganet, Presiden hanya menjawab singkat.

“Tadi saya sudah bertemu dan tidak ada apa-apa,” kata Presiden. (PR/BM)

Kasat Binmas Polrestabes Surabaya Pimpin Kegiatan Cangkrukan Kamtibmas Tiga Pilar Di Setro Baru Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Binmas Polrestabes Surabaya mengadakan Kegiatan Cangkrukan Kamtibmas 3 Pilar Polrestabes yang diadakan di Balai RT 02 RW 04, jalan Setro baru 7 Surabaya, Kel.Dukuh Setro, Kec.Tambaksari Surabaya, pada hari Jum’at, (15/2.2019) sekitar pukul 19:00 WIB.

Kegiatan cangkrukan Kamtibmas tiga pilar dihadiri oleh
Kasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Moh. Fathoni SH, Kapolsek Tambaksari Kompol Gatot Priyanto SH, Danramil Mayor Infantri Moh. Nur Iriyanto SH, Kanit Binmas Polsek Tambaksari Ipda Agung Subiantoro SH, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Aryawan SH, Camat Tambaksari Drs.Ridwan Mubarun MSi, Lurah Dukuh Setro Subakir, Ketua LPMK Kel.Dukuh setro, Sekertaris RW 04, Ketua RT 1 – 12 RW 04 Kel.Dukuh Setro, Toga & Tomas Kel.Dukuh Setro, Bhabinkamtibmas Kel.Dukuh Setro, Babinsa Kel.Dukuh Setro, Satgas Linmas Kel.Dukuh Setro.

Giat diawali pembukaan oleh Kompol Moh. Fathoni S.H, selaku Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, mengharapkan kepada warga Setro Baru, agar menggunakan hak pilihnya dalam pileg pilpres 2019, serta dapat menjaga kerukunan antar warga meskipun beda pilihan, kami menyarankan kepada warga Setro Baru, menjelang Pilpres perlu adanya menghidupkan Poskamling atau Pam swakarsa untuk menjaga keamanan lingkungan kita,” ujarnya.

Diawali dengan sambutan Ketua RT 02 RW 04. Bapak Heri, selaku ketua RT Setro Baru menyampaikan,” Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan cangkrukan Kamtibmas Tiga Pilar, yang diselenggarakan Binmas Polrestabes Surabaya, pada malam ini dan mumpung kegiatan semacam ini disampaikan kepada warga bila ada usulan usulan agar disampaikan pada forum ini,” ucapnya.

Dilanjutkan sambutan Kasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Moh.Fathoni SH, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan waktunya kepada Bapak Danramil mayor infantri Nur Iriyanto, dan Bapak Kapolsek Tambaksari Kompol Gatot, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Kanit Binmas Polsek Tambaksari, Bapak Camat Tambaksari, Bapak Lurah Dukuh Setro, Ketua LPMK Kel.Dukuh setro, Sekertaris RW 04, Ketua RT 1 – 12 RW 04 Kel.Dukuh Setro, Toga & tomas Kel.Dukuhsetro, serta Bhabinkamtibmas Kel.Dukuh Setro, Babinsa Kel.Dukuh Setro, Satgas Linmas Kel.Dukuh Setro, yang peduli dengan adanya kegiatan ini.

Kompol Fathoni juga memberikan Imbauan penting kepada warga Setro Baru, mengenai peningkatan keamanan siskamling di setiap lingkungan wilayah masing – masing, dan diharapkan warga Setro Baru ikut andil menjaga sikon Kamtibmas jelang Pilkada, tidak mudah terpancing isu sara, ujaran kebencian dan Hoax, silahkan beraktifitas positif sesuai bidangnya masing-masing.

Masih Kata Kompol Fathoni, menyarankan warga Setro Baru dapat berpikiran positif dalam menyikapi media sosial, mengenai adanya berita Hoax yang dapat memecah belah persatuan bangsa

“Sangat penting kita semua meningkatkan kewaspadaan dan keamanan karena maraknya pembakaran mobil, yang ke empat mengingatkan agar warga Setro Baru selalu berhati – hati dengan barang pribadi ketika keluar rumah, dan menaruh ditempat yang aman seperti tas dan dompet serta perhiasan dan lain – lain,” terang Kompol. Fathoni.

Kompol Fathoni menambahkan,” Kami mengingatkan kepada warga Setro Baru, Khususnya bagi wanita yang membawa tas saat berpergian diharapkan menaruh tas selempang didalam jaketnya atau menaruh tasnya didalam jok sepeda untuk mengantisipasi dari kejadian yang tidak kita harapkan bersama,” sarannya.

“Selanjutnya kami mengajak warga Setro Baru melakukan sesi tanya jawab, yang bertujuan supaya kami dapat mengetahui unek – unek dan keluh kesah warga kami,” tutur Kompol Fathoni kepada awak media (15/2)

Diawali pertanyaan dari Warga,” Bagaimana tugas dan peran linmas ketika pemilu,” pertanyaan dari Bapak Hadi Dan Ibu Tumirah.
“Tugas dan tanggung jawab linmas adalah mengamankan diri sendiri, dan warga sekitar, serta barang – barang yang terlihat disekitarnya, dan tempat disekitarnya dari orang yang tidak bertanggung jawab, mengenai pra dan pasca pencoblosan apabila terjadi kejadian langsung koordinasi dengan polri,” jawab Kompol Fathoni

“Bagaimana prosedur tilangan yg pajaknya mati,apakah boleh polisi menilang dan bagaimana prosedur utk dapat KIP dan KIS,” tanya Bapak Rahmad.
“Sesuai UU lalu lintas no 22 tahun 2009, STNK yang sah adalah yang sudah melakukan pembayaran di samsat setempat,” jawab Kompol Fathoni

“Bagaimana mengantisipasi maraknya berita Hoax,” tanya Ibu Suwarti.
“Kalau Warga mendapatkan kabar berita harus jelas dari nara sumbernya, dengan adanya klarifikasi dari nara sumber berita tersebut, mendapatkan berita jangan cuman dari nara sumber katanya – katanya, berita tersebut bisa jadi berita Hoax yang tidak jelas nara sumbernya, bagi yang menyebarkan berita Hoax dapat dipidanakan, sesuai UU ITE,” Jawab beliau Kompol Fathoni

Di akhir acara kegiatan Kompol Fathoni mengajak warga Setro Baru foto bersama dan membuat deklarasi pileg Pilpres tahun 2019 Damai, dengan harapan dapat mengajak warga Setro Baru bekerja sama dalam mengamankan Kota Surabaya,” pungkas Kompol Fathoni.(Ari)

Satreskrim Polsek Krembangan Bekuk Kurir Saat Antar Sabu Ke Temannya

SURABAYA (Swaranews) – Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019 berakhir. Polsek Krembangan masih tetap tancap gas memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Surabaya.

Satreskrim Polsek Krembangan berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan memiliki dan menyimpan serta menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan (1) Jenis Sabu, di Perum Griya Citra Asri, Surabaya, pada hari Selasa, 12/2/2019, sekitar pukul 20.30 WIB.

Tersangka ber inisial S (44), tinggal di Perum Griya Citra Asri, Surabaya.

Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami, SH melalui Kanit Reskrim AKP Naf’an, SH menjelaskan, berawal adanya informasi dari masyarakat, menyebutkan mengenai transaksi mencurigakan di kediaman tersangka S,” jelasnya.

Selanjutnya Bunda Esti berkoordinasi dengan Kanit Reskrim AKP Naf’an untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat setempat, guna mengumpulkan anggotanya untuk dilakukan penyidikan dan penyelidikan di kediaman tersangka,” terang AKP Naf’an

Masih katanya, dari hasil penyelidikan didapatkan nomor kontak person tersangka, kemudian anggota kami menyamar jadi pembeli dengan menghubungi tersangka S.

Lalu tersangka S menyuruh anggota kami yang sedang menyamar untuk datang ke kediamannya. Setelah kami sampai didepan pagar rumahnya, tersangka membukakan pintu pagar, dan kami memperkenalkan diri sebagai anggota Satreskrim Polsek Krembangan kepada tersangka,” ujar AKP Naf’an

Kemudian, kata AKP Naf’an, kemudian kami melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan anggota kami saat memeriksa saku celana bagian belakang terdapat (1) Poket diduga Sabu.

“Anggota kami meminta tersangka menunjukan kamarnya, dan di dalam kamar tersangka ditemukan (1) poket diduga Sabu, berada di atas meja serta ditemukan seperangkat alat hisap Sabu ,” ungkap AKP Naf’an

Selanjutnya anggota kami membawa tersangka S, beserta barang buktinya ke Polsek Krembangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, guna proses penyidikan lebih lanjut,” tutur Akp Naf’an kepada Swaranews (15/2)

Dari hasil penangkapan tersangka S, “Anggota kami berhasil mengamankan barang bukti berupa : (1) pakeg sabu berat Bruto 0,46 Gram, (1) Poket sabu berat bruto 0,62 gram, dan seperangkat alat hisap sabu,” tegas AKP Naf’an

“Tersangka mengakui bahwa Sabu yang berada di saku celananya, akan diberikan kepada temannya,” pengakuan tersangka S dihadapan penyidik.

“Tersangka bakal kami dijerat dengan Pasal 112 (1) jo 114 (1) UURI No: 35 /2009 Tentang Narkotika, kini tersangka S kami jebloskan ke hotel prodeo Mapolsek Krembangan Surabaya,” pungkas AKP Naf’an.(Ari)

Bikin Keributan, RSUD dr M Soewandhie Laporkan Keluarga Pasien

SURABAYA (Swaranews) – RSUD dr M Soewandhie akan melaporkan keluarga pasien ke pihak berwajib. Pasalnya, lelaki berinisial W telah membuat insiden keributan di IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD dr M Soewandhie pada Jumat (15/2/2019) malam. Bahkan, menjurus ke arah ingin memukul petugas.

Berbekal rekaman CCTV, pihak rumah sakit segera membuat laporan kepada Polrestabes Surabaya. “Laporan kami masukan hari ini (Sabtu), untuk selanjutnya dapat diproses oleh rekan-rekan di kepolisian sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” terang pelaksana tugas (Plt) Dirut RSUD dr M Soewandhie, Febria Rachmanita, Sabtu (16/2/2019).

Febria lantas menjelaskan kronologis insiden tersebut. Pada Jumat (15/2/2019) siang, pasien atas nama Surati masuk ke IGD RSUD dr M Soewandhie. Pasien langsung mendapat serangkaian penanganan antara lain, pemeriksaan laboratorium, EKG (monitoring rekam jantung), infus, dan foto thorax. Rangkaian penanganan tersebut memang membutuhkan waktu. Misalnya saja, EKG dimana pasien dimonitor rekam jantungnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, perekaman ritme jantung dilakukan antara satu hingga dua jam. Sedangkan tes laboratorium juga memerlukan proses hingga hasilnya dapat diketahui.

Di sisi lain, pihak RSUD dr M Soewandhie juga berkoordinasi dengan RSUD Dr. Soetomo untuk persiapan rujukan. Dari koordinasi tersebut, pasien baru bisa dirujuk di atas pukul 18.00. Pada pukul 17.00, perawat sudah berupaya mencari keluarga pasien, baik melalui panggilan via speaker hingga mencoba menyisir rumah sakit, mulai bagian depan hingga belakang. Namun, perawat gagal menemukan keluarga pasien.

Pada pukul 19.15, W, menantu Surati, bersama istrinya, datang ke rumah sakit. Perawat mencoba mengingatkan dengan sopan agar keluarga tidak meninggalkan pasien sendirian, sekaligus ingin memberikan penjelasan perihal teknis rujukan ke RSUD Dr. Soetomo. Awalnya, W bersikukuh menyatakan bahwa dirinya tidak meninggalkan rumah sakit. Namun, keterangan W berubah dan mengakui bahwa dia sedang mengisi ulang daya ponselnya ketika sedang dicari petugas. Besar kemungkinan pengisian daya ponsel dilakukan di luar rumah sakit, sebab di dalam rumah sakit tidak tersedia titik pengisian daya.

Pada pukul 19.30, tiba-tiba W tidak bisa mengendalikan emosinya. Pria berkumis tersebut berteriak-teriak memaki perawat dengan kata-kata yang tidak pantas. Dia juga mencatut nama salah satu anggota DPRD Kota Surabaya. Perawat mencoba meredam emosi W dengan memberikan penjelasan secara sopan. Bukannya mereda, emosi W malah menjadi-jadi. W sempat hendak memukul perawat tersebut. Beruntung aksi tersebut dapat dilerai oleh petugas keamanan di tempat. Namun saat proses peleraian, sikut W sempat mengenai wajah ketua tim perawat yang coba melerai.

Akibat insiden tersebut, pelayanan di IGD RSUD dr M Soewandhie sempat terganggu. Beberapa pasien yang membawa anak-anak tampak ketakutan dan memilih membawa anaknya menjauh. Oleh karenanya, Febria menegaskan, pihaknya akan membawa hal ini ke ranah hukum. “Kami ada bukti CCTV secara utuh,” ujarnya.

Menurut Febria, petugas di RSUD dr M Soewandhie selalu memberikan pelayanan terbaik sesuai SOP. Pasien maupun keluarganya tidak seharusnya melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan publik, apalagi ini di rumah sakit, serta ada indikasi kekerasan terhadap petugas.

Dia melanjutkan, pihaknya telah menyediakan sejumlah sarana untuk menyampaikan segala bentuk ketidakpuasan atas pelayanan rumah sakit. Mulai dari SMS, email hingga personal yang dapat dihubungi. Pengumuman tersebut tertera di banner-banner yang ada di beberapa sudut rumah sakit. Di samping itu, masyarakat juga dapat mengadu ke akun media sosial sapawarga. Laporan tersebut bahkan akan masuk kepada Wali Kota Surabaya, jika tak kunjung ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

“Buktinya, keluarga pasien yang lain tidak melakukan tindakan serupa. Artinya, pelayanan kami sudah sesuai prosedur dan semua terlayani dengan baik. Semoga, ini bisa menjadi edukasi bagi semua pihak,” kata Febria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya ini.

Dia menambahkan, upaya yang dilakukan juga merupakan bentuk perlindungan terhadap para petugas medis yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. (mar)

Buchori Imron Pastikan Konflik Terkait Pencopotan APK Berujung Damai

SURABAYA (Swaranews) – Selaku pemilik Alat Peraga Kampanye (APK), yang menjadi polemik di Kota Surabaya kemarin, Jum’at (15/2/2019), Buchori Imron, memastikan sudah ada perdamaian antara tim suksesnya dengan pihak Satpol PP.

Untuk diketahui, polemik itu terjadi akibat adanya video dugaan tindak kekerasan dari tim sukses Buchori Imron kepada pihak Satpol PP akibat penurunan APK milik Calon Anggota Legislatif tersebut.

“Konon katanya sudah damai itu. Sudah rangkul-rangkulan saling meminta maaf. Semalam yang diduga melakukan tindak kekerasan sudah menghadap ke saya,” ujar Buchori, Sabtu (16/2/2019).

Terkait pernyataan pihak Satpol PP yang akan melaporkan dugaan tindak kekerasan itu kepada polisi, Buchori yang juga menjabat sebagai ketua DPC PPP Surabaya memastikan akan tunduk pada hukum yang berlaku.
“Dari saya memastikan akan mengikuti perkembangan. Sudah ada yang urus itu,” terangnya.

Buchori juga meminta agar semua pihak tidak lagi menyebarluaskan video dugaan tindak kekerasan itu.
“Mari lah kita jaga kondusifitas jelang Pemilu 2019 ini,” tuturnya.

Dirinya menyampaikan bahwa apabila video itu terus viral dan menimbulkan gejolak. Maka hal itu akan memperuncing masalah

“Kalau terus diviralkan itu berarti kita tidak menciptakan semangat Pemilu yang damai. Saya pun menyayangkan pihak-pihak yang menjadikan video itu viral,” sambung Buchori.

Buchori pun meminta agar jajaran pemerintah dan penyelenggara serta pengawas Pemilu untuk bersikap bijak dan adil.

“Kejadian ini kan dipicu adanya dugaan ketidakadilan dalam penertiban APK,” tegasnya.

“APK saya itu kan menjorok ke dalam, tidak di pinggir jalan. Ada pula beberapa APK milik orang lain. Tapi kenapa hanya punya saya dan beberapa caleg PPP lainnya yang dicopot, tidak hanya dicopot, bahkan dirobek juga? Jadi saya harap kedepannya semua pihak lebih bijak lagi agar konflik tidak perlu seperti ini tak perlu muncul,” pungkas Buchori. (mar)

Risma Beri Arahan Kepada 433 CPNS

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan pembinaan dan arahan kepada 433 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, bertempat di Graha Sawunggaling Lantai 6 Surabaya, Jum’at, (15/2/2019). Pembinaan ini, bertujuan untuk memberikan bekal dan pengetahuan dasar kepada CPNS, sebelum mereka aktif bekerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

 

Selama setahun itu, CPNS akan menjalani pendidikan dasar (diksar) terintegrasi. Dalam proses itu mereka akan menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat), maupun magang di instansi yang akan jadi tempatnya bekerja nanti. Hal itu dilakukan agar CPNS mengetahui pekerjaannya dan aktivitasnya nanti setelah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Wali Kota Risma mengatakan selama lima tahun terakhir, Pemkot Surabaya sudah tidak menerima tenaga ASN. Sementara itu, jumlah ASN yang pansiun di lingkungan pemkot terus meningkat. Sehingga tenaga para CPNS ini dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan di berbagai instansi Pemkot Surabaya. “Karena kita membutuhkan tenaga teman-teman, kita tarik SK (Surat Keputusam) teman-teman dulu. Kalau teman-teman berkenan, saya minta mulai hari Senin, (18/02) bisa mulai masuk kantor,” kata dia disela-sela sambutannya.

 

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menerangkan, pada awal ia menjabat sebagai wali kota jumlah ASN di lingkungan pemkot sekitar 23 ribu. Namun, lambat laun angka itu terus mengalami penurunan, karena banyak dari mereka yang purna tugas. Sehingga, pihaknya mengaku mengalami kekurangan tenaga ASN. “Karena kami banyak sekali yang pansiun, terutama para guru. Kini tinggal 13 ribu, dan yang 11 ribunya itu adalah guru,” ujarnya.

 

Pada kesempatan ini, ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya terdiri dari 154 kelurahan, 31 kecamatan dan 42 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara itu, jumlah ASN di OPD Pemkot Surabaya hanya sekitar 2 ribu orang, karena yang 11 ribu itu merupakan tenaga pendidik. “Karena itu saya minta teman-teman ini sukarela. Karena kami banyak sekali yang pansiun, terutama para guru,” imbuhnya.

 

Ia menyebut ada beberapa hal yang patut diperhatikan ketika menjadi CPNS, yaitu harus mematuhi peraturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan, menunjukan etika perilaku dan sepak terjang yang baik, memupuk kebersamaan sesama CPNS, serta meningkatkan kedisiplinan dan bersedia menjaga lingkungan kerja sekitar. “Semua gaji nanti dari hasil pajak yang dibayar masyarakat kepada kita, jadi kita harus kembalikan, karena ini uang keringat masyarakat. Karena itu, ayo kita bersama-sama bekerja melayani masyarakat,” katanya.

 

Terlebih, ia juga menegaskan agar nantinya para CPNS itu menghindari hal-hal yang dinilai negatif, seperti melakukan pencurian ataupun korupsi. Oleh karena itu, ia berharap kepada mereka agar menghindari perilaku-perilaku negatif tersebut, sebab pihaknya tidak akan segan-segan untuk bertindak dan menggugurkan mereka menjadi ASN.

 

“Saya berharap, tidak ada yang macam-macam, seperti mencuri atau korupsi. Jangan pernah membayangkan itu di Surabaya. Tapi teman-teman akan mendapatkan pendapatan (insentif) lain yang di daerah lain ndak ada,” jelasnya.

 

Bahkan, Wali Kota Risma juga berpesan agar mereka tidak mengikuti jejak ASN yang dinilai kinerjanya bermalas-malasan. Sebab, kinerja mereka akan berpengaruh terhadap insentif gaji yang diterima. Artinya, laporan kinerja mereka berkaitan dengan sistem administrasi penggajian. “Jadi jangan mau mudah tergoda kalau ada yang ajak-ajak ndak benar. Kita harus punya prinsip, kita harus punya komitmen. Jadi karena itu, jangan mau kalau ada yang ngajak berbuat jelek,” pesannya.

 

Wali kota dua periode ini menambahkan selama ini, ia selalu menyampaikan kepada seluruh ASN di lingkungan pemkot, agar tidak menyianyiakan kesempatan yang telah diberikan Tuhan. Sebab, tidak semua orang beruntung bisa menjadi seorang ASN. “Saya selalu katakan kepada teman-teman pemkot, beruntunglah kita jadi PNS, dengan jadi PNS kita bisa tolong orang lain tanpa mengeluarkan uang,” pungkasnya. (mar)

Dewan Masih Temukan Layanan BPJS Yang Tidak Maksimal

SURABAYA (Swaranews) –  Layanan BPJS di Kota Surabaya  dianggap masih kurang maksimal. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Hj. Agustin Poliana,S.H.,M.Si.

Dirinya menyampaikan setelah Rapat Dengar Pendapat (hearing) terkait pelayanan BPJS yang dirasa kurang maksimal dalam melayani pasien BPJS di Surabaya. Hearing kali ini digelar untuk berkoordinasi baik dari pihak rumah sakit, BPJS dan Dinas Kesehatan tentang pelayanan pengguna BPJS di Kota Surabaya.

 

“Ada dua hal penting dalam hearing kali ini, yang pertama adalah masalah jumlah kepesertaan BPJS dari jalur mandiri yang masih mencapai 85 persen peserta atau sekitar 504 ribu orang. Dari jumlah itu, kami mencatat masih ada sekitar 155 ribu yang masih tidak bisa meneruskan iuran,” ujar Agustin Poliana, Jum’at (15/2/2019).

Menurutnya, yang kedua masalah penanganan pasien BPJS kelas 3 yang kurang mendapatkan pelayanan layak dari dua rumah sakit tipe B di Surabaya meskipun dalam kondisi kritis dengan alasan tidak tersedianya kamar untuk pasien kelas 3.

“Satunya kondisi kritis di rumah sakit di Wiyung sana, satunya lagi di Perak, dua-duanya dengan kondisi kegawatan, dia punya kartu BPJS, tapi tidak bisa digunakan karena ruang kelasnya tidak ada,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menangkap adanya permintaan dari rumah sakit untuk pasien agar memberikan jaminan dana terlebih dahulu agar pihak rumah sakit mau memberikan pelayanan. Ia menilai pihak Rumah Sakit seharusnya tetap menangani pasien dalam kondisi apapun dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

“Ya kalau dia pegawai dan dapat gaji yang tinggi ya tidak masalah, tapi kalau dia pasien yang kondisi tidak punya siapa-siapa dan tidak punya apa-apa dan dia harus mendapatkan perawatan dengan jaminan terus dapat duit dari mana,” tabdasnya. (mar)

Guru Pawang Berbagai Watak

Oleh: Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes
Managing Director Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia

SEMUA manusia atau anak atau peserta didik punya watak. Berbagai jenis manusia ada pada watak masing masing. Guru harus bisa mendidik dan mengajar pada semua anak dari berbagai watak. Kuncinya memberikan kasih sayang secara sabar. Guru marah hanyalah metode, hati tetap sabar.

Sebagai guru sekolah swasta (partikelir). Apalagi murid diterima sekolah tanpa seleksi. Tentu, selain berbagai watak dan latar belakang keluarga. Berbagai latar belakang sosial ekonomi keluarga. Berbagai latar belakang potensi kecerdasan anak didik. Itu hebatnya sekolah swasta, mau mendidik semua anak usia sekolah.

Tentu, lain hal pada anak sekolah menengah negeri. Sekolah negeri hanya mau menerima anak anak yang cerdas saja. Diseleksi, ditest dulu.

Pada manusia, paling tidak ada empat jenis watak. Pertama, plegmatis. Ini murid yang suka damai. Tak banyak bicara. Penyabar. Suka menghidari konflik. Sedikit penakut.

Kedua, anak berwatak melankolis. Watak ini, suka rapi, suka sempurna (perfeksionis). Kreatif, analisis tajam. Hanya, saat ada masalah suka berfikir negatif (negitive thinking).

Ketiga, watak anak suka populer (sanguinis). Watak yang suka cari perhatian. Antusias menjadi orang berpengaruh. Suka bicara, suka diteploki. Gampang terpengaruh (jawa: gunggungan). Saya meduga siswa SMP swasta di Gresik. Kasus merokok di depan umum dalam kelas. Berani terhadap guru. Dugaan saya, dia anak berwatak sanguitis. Bapak guru menghadapi dengan sabar penuh kasih sayang. Itu tindakan tepat. Bisa mengambil hati siswanya.

Ke-empat, watak kuat (koleris). Anak didik watak ini, suka mengatur, cepat ambil keputusan. Suka memimpin dari pada dipimpin. Watak yang selalu ingin lebih baik dari pada hari sebelumnya. Memang watak ini kurang sabaran. Ingin cepat.
Itulah berbagai watak anak didik kita. Guru harus bisa menaklukkan (mengambil hati) murid. Guru harus jadi “pawang” murid muridnya. Sehingga para murid mau, bahkan senang gembira diajari/dididik.

Guru memberikan sesuatu bermakna bekal hidup siswa. Berguna sebagai dasar hidup siswa. Semua mata pelajaran adalah sebagai bekal hidup siswa. Suatu kebenaran. Kalau ilmu dari guru sangat dirasa murid sebagai yang berguna. Tentu, murid akan segan (hormat) pada guru.

Jika kita menjadi berguna, bisa memberikan hidup orang lain. Bisa memberikan bekal hidup pada orang lain. Tentu kita akan semakin hidup, disegani. Menjadi berwibawa terhadap sesama manusia lain ataupun murid kita.

Sebaliknya, jika kita suka merepotkan orang lain. “Memeras” orang lain atau murid kita. Tentu, orang lain atau murid akan menghina kita. Secara langsung atau tidak langsung.

Guru tugasmu mulia. Guru akan mulia, jika bisa merubah murid dari tidak baik menjadi baik. Dari gelap menjadi terang. Guru mulia, memberi bekal ilmu untuk kehidupan dan hidup murid. (GeSa)

Indonesia Bisa Lemas Kehabisan Darah… (Dari Pidato Kebangsaan Prabowo di Semarang)

Negara sama dengan tubuh manusia. Cara beroperasi negara sama dengan cara tubuh manusia beroperasi. Karena itu, dikenal istilah
Body Politics. Negara ibarat tubuh manusia. Ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang kemudian menjadi energi dan tenaga.

Tubuh manusia bisa sehat dan tidak sehat. Kadang kita sakit dan menjadi serius kalau tidak cepat mendapatkan intervensi medis. Kalau kemudian kita ke dokter dan laboratorium lalu hasilnya buruk ya kita harus terima.

Jangan kemudian ketika kolesterol tinggi lalu tidak terima dan minta dokter mengubah data. Kalau tekanan darah kita terlalu tinggi kita minta hasil lab diubah. Kalau detak jantung kita lemah kita minta hasilnya diubah.

Apa begitu? Tidak bisa. Kita harus percaya bahwa para dokter memang ahli. Hasil lab memang akurat. Tapi, kadang-kadang dukun bisa juga lebih efektif….Nah jangan diplintir omongan saya. Nanti saya diadu domba sama dokter dibilang Prabowo sarankan orang pergi ke dukun. Maksud saya kadang-kadang orang percaya ke dukun seperti dukun tulang.

(Tiba-tiba satu di antara dua mike ngadat, Prabowo minta diperbaiki. Cukup satu mike atau dua? Prabowo bertanya kepada hadirin. Hadirin menjawab dua..dua..sambil mengacungkan dua jari).

Sudah berpuluh tahun kekayaan nasional kita mengalir keluar. Ini bisa diukur matematis. Pemerintah sekarang mengakui bahwa uang kita lebih banyak yang di luar daripada di dalam.
Pemerintah mengakui ada belasan triliun uang kita di luar negeri. Menkeu menyebut ada 11 triliun. Kalau saya menyebut begini jangan marah.

Kalau badan tiap hari kehilangan darah 10 cc setiap hari beberapa bulan kita akan mati. Kalau uang bocor terus keluar negeri negara kita akan bahaya.
Tidak akan bisa kita menghidupi 260 juta mulut penduduk kita dan jutaan lagi yang lahir tiap tahun.

Untuk menjadi bangsa yang unggul, untuk menjadi bangsa yang maju kita harus bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri. Swasembada. Paling utama adalah swasembada pangan.

Saya tentara serdadu tapi mengerti arti penting ekonomi. Saya pelajari semua sejarah perang karena merebut sumber daya pangan, energi, dan lahan air.
PBB meramal sebentar lagi dunia krisis air dan perang nanti berebut air. Karena air sumber kehidupan tidak mungkin ada pangan tanpa air.

Dari yang kita pelajari dalam sejarah, negara berhasil karena swasembada pangan untuk rakyat sendiri. Negara yang merdeka tidak boleh ada rakyatnya kelaparan, tidak boleh ada anaknya kurang gizi.

Kedua harus swasembada energi untuk bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri. Apa bisa kita memenuhinya, tentu bisa. Kita tidak hanya mengandalkan sumber energi alam kita harus beralih ke sumber energi terbarukan.

Kemudian, negara yang kuat dan maju harus kuat lembaga-lembaganya.
Kita harus punya lembaga-lembaga yang kuat yang mandiri dan profesional yang unggul. Birokrasi harus tangguh dan unggul tidak bisa disogok oleh siapapun. Eksekutif dan judikatif harus kuat dan sejahtera, sehingga tidak bisa disogok.
Tapi, kalau sudah sejahtera masih juga mau disogok, masih mau korupsi, enaknya diapakan…jangan..jangan bicara tembak mati. Ini banyak kamera menyorot saya…

Perumusan kesejahteraan ini harus konsepsional. Gaji harus dinaikkan dan kesejahteraan dijamin. Kalau sudah gaji tinggi dan sejahteran masih korupsi mau diapakan…saya harus hati-hati ngomong karena banyak kamera…

Kalau sudah sejahtera apa masih akan ada yang rusuh dan radikal? Tidak ada. Masyarakat kita damai dan rukun tidak suka ribut. Di Prancis ada disparitas gini ratio 1 persen menguasai 20 persen kekayaan. Tolong diverifikasi saya harus selalu disklaimer karena selalu ada yang menunggu saya kepeleset.

Amerika GINI ratio 1 dibanding 32 persen. Mana pakar saya yang botak? Ihsanudin Nursy berdiri. Nah ini pakar saya yang botak-botak. Mana pak Rahmat Pambudy, lepas dong pecinya…

Nah saya harus serius karena ini pidato kebangsaan tidak boleh banyak canda. Tidak boleh joget-joget…

Saya tahu situasi kita sulit. Saya diskusi dengan pakar-pakar yang botak sampai saya nyaris botak juga. Saya selalu diberi kursus sampai kadang klenger. Utang-utang kita besar, tapi kalau pemerintahan kita bersih dan tidak ada korupsi kita bisa mengatasi problem negara.

Yang tidak kalah penting adalah pertahanan yang kuat. Kita tidak akan mengancam negara manapun tapi kita tidak mau dijajah. Kita cinta damai tapi kita lebih cinta kemerdekaan. Kita tidak mau dijajah kembali.

Kita berprinsip seribu kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak. Ingat kita tidak akan pernah dikasihani negara lain. Kalau kita kena bencana kita akan dibantu makanan, pakaian, atau selimut. Tapi jangan berharap dikasihani kalau kita sedang sulit.

Saya bukan pesimistis, saya justru sangat optimistis karena saya yakin putra-putri terbaik Indonesia mampu menyelesaikan permasalahan kita. Saya tidak membedakan asal usul partai atau agama.

Setap kali saya datang kepada kiai atau pemimpin agama saya tidak pernah minta dukungan saya hanya mohon doa restu. Kenapa, mereka guru tidak bisa digurui mereka memikirkan apa yang terbaik untuk muridnya. Kalau kami mendapatkan mandat kami akan melaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab.

Problem kita sangat berat. Emak-emak jangan berharap hari ini saya dilantik kemudian besok harga-harga turun. Tapi saya bersumpah akan turun harga secepat-cepatnya.

Ojo dumeh ojo adigang adigung ojo ngoyo..tapi ojo wedi. Jangan takut. Saya tidak pernah takut. Siapa yang berani dialah yang menang. Dengan keberanian dan keyakinan kita yakin Indonesia akan Menang.

Saya terinspirasi Bung Tomo ketika diancam asing dia jawab lebih baik hancur daripada menyerah. Allahu Akbar…Allahu Akbar..
Merdeka! (*)

(Laporan: Dhimam Abror, dari Semarang, 15 Februari 2019)

Ads