Beranda blog Halaman 2

Armuji Siap Laporkan Usman Dan Agil

SURABAYA (Swaranews) – Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Surabaya, Ir Armuji,MT dengan tegas menyaatakan bahwa dirinya akan melaporkan Usman, Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran serta Agil selaku Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Surabaya.

“Ada dua laporan, untuk pencopotan dari jabatannya sebagai Panwaslu Surabaya ke DKPP agar Usman dan Agil dicopot, dan untuk kasus pencemaran nama baik ke Polda Jatim, ini segera akan kami lakukan bersama tim,” ujarnya, Selasa (11/12/2018)

Menurut Armuji, proses pelaporan dirinya bersama Baktiono terkait kasus dugaan pelanggaran kampanye hingga masuk ke tahapan sidang di Bawaslu justru kental dengan upaya pencemaran nama baik dirinya.

“Yang sangat merugikan saya adalah pencemaran nama baik, karena dalam menangani persoalan masih sembrono, bahkan media dijadikan panggung untuk popularitasnya, seakan-akan mereka ini lembaga yang super power bisa memanggil siapa saja, padahal sudah diingatkan oleh yang lain (Sofyan-red), apalagi bukti yang diajukan masih diragukan kebenarannya,” urai Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Armuji menyatakan bahwa dirinya yakin jika tuduhan terhadap dirinya bersama Baktiono yang berujung pada persidangan di Bawaslu ini merupakan rekayasa jahat dengan tujuan merusak nama baiknya, setelah berhasil mendapatkan pengakuan dari Panwas Tambaksari yang tercatat sebagai pelapor.

“Panwas Tambaksari ini sudah mengaku kalau dipaksa oleh Usman agar menjadi pelapor, padahal sejak awal dia tidak mau karena merasa tidak berada di lokasi, bukti pengakuan berupa rekaman video ini akan kami jadikan bukti di Polda Jatim,” bebernya.

Lebih lanjut Armuji menjelaskan bahwa Bawaslu semestinya independen dan bisa melindungi semua pihak dan bertindak secara adil.

“Ini kan enggak, bikin surat aja nggak bener, sidangnya juga, pokoknya semuanya nggak bener lah. Ini bahaya, dengan kasus ini, lembaga Panwaslu di Surabaya ini sudah rusak, ini bahaya untuk Pemilu kedepan,” tegasnya.

Syaifudin Zuhri sebagai Sekretaris DPC PDIP Surabaya mengaku geram dengan sikap dan tindakan Usman dan Agil, karena sebagai Bawaslu tidak bisa menjalankan tugas dan fungsi dengan baik.

“Secara lembaga (Partai), kami juga akan bersikap mendukung pencopotan kedua Panwaslu tersebut, karena keduanya Pak Armuji dan Pak Baktiono adalah kader partai yang saat ini sedang menduduki posisi Ketua dan anggota DPRD Surabaya,” ungkapnya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini menyatakan siap mendukung pelaporan kasus pencemaran nama baik yang akan dilakukan oleh Armuji dan Baktiono ke Polda Jatim, karena maslah ini juga menyangkut naman baik pejabat Kota Surabaya.

“Pak Armuji itu Ketua DPRD, artinya juga simbol Pemkot Surabaya, apalagi beliau juga menjadi Ketua Umum Asosiasi Dewan Seluruh Indonesia (Adeksi), ini sama dengan pelecehan, karena dianggap tidak paham aturan,” pungkasnya.

Sebelumnya sidang Bawaslu yang berlangsung Selasa (11/12/2018) menyatakan bahwa terlapor tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan perbuatan pelanggaran tata cara, prosedur atau mekanisme pada tahapan Pemilu sesuai ketentuan perudang-undangan. Dengan dasar putusan inilah, baik Armuji maupun Baktiono melakukan pelaporan balik. (mar)

Risma Ajak Guru Bina Siswa Agar Siswa Tangguh

SURABAYA (Swaranews) – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya kembali menggelar Pameran Pendidikan Widya Wahana Pendidikan. Sebanyak 71 stan sekolah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan 635 karya inovatif media pembelajaran milik guru mulai tingkat TK, SD, SMP, dipamerkan di Gedung Gelora Pancasila mulai Rabu (12/12/2018) sampai Jumat (14/12/2018).

iWali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara khusus menghadiri sekaligus membuka pameran Widya Wahana Pendidikan tahun 2018. Di awal sambutannya, Wali Kota Risma, membagi pengalaman saat berkunjung ke luar negeri beberapa waktu lalu. “Saya pergi ke luar negeri bukan untuk ngelencer, tapi itu murni tugas,” katanya.

Selama di luar negeri Dirinya mengunjungi gedung-gedung pendidikan dan kesehatan yang dinilai cukup bagus. Gedungnya setinggi tujuh lantai dan tidak ada lift atau eskalator sama sekali. Ia menuturkan, dalam sehari bisa mengunjungi tujuh tempat sekaligus. Bila tiap gedung menaiki minimal tiga lantai, maka dalam sehari itu sama dengan menaiki minimal 21 lantai. Padahal kondisi cuaca di sana minus 7 derajat celcius.

“Poinnya, saya lihat anak-anak di sana tetap semangat dengan kondisi demikian. Apalagi di dalam kelas tidak ada pemanas. Mereka hanya menggunakan baju tebal untuk melawan dingin. Dengan kondisi itu, anak-anak tetap berusaha berprestasi,” ujar wali kota perempuan di Surabaya ini.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Wali Kota Risma meminta kepada guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya anak yang kuat secara emosi, IQ dan mental. Diharapkan, anak-anak dapat bersaing dengan anak-anak dari seluruh dunia yang terbiasa dengan kesusahan.

Hal ini, kata Dia, seiring era keterbukaan pada tahun 2020 mendatang yang mana sumber daya manusia dari seluruh dunia bisa masuk ke Indonesia. “Kalau kita kalah dan anak-anak kita hanya jadi penonton, artinya sama dengan kita dijajah kembali,” tuturnya.

Untuk menghadapi itu semua, lanjut Risma, anak-anak harus dibiasakan bekerja keras demi mencapai sesuatu. Mental anak-anak, IQ, dan emosional perlu diperkuat agar lebih tahan banting. “Jangan biasakan untuk mengeluh. Keberhasilan dan kesuksesan harus diraih dengan kerja keras,” imbuh Risma.

Wali kota sarat prestasi ini mengaku tidak bisa melakukan sendirian. Ia pun mengajak guru untuk menyiapkan anak-anak Surabaya yang bermental baja dan memiliki multitalenta agar siap menghadapi anak-anak dari luar negeri yang sudah teruji mulai mental, IQ dan emosionalnya. “Sepanjang tidak melanggar aturan dan tidak melanggar perintah agama, Saya siap melakukan apapun untuk anak-anak Surabaya,”

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan menjelaskan, 635 karya pembelajaran guru yang dipamerkan ini sebelumnya telah melalui seleksi. Jumlah karya guru yang masuk sekitar 1.300 lebih kemudian disaring menjadi 635 karya. “Nanti ada juga pendampingan dan pembinaan untuk kemudian diseminarkan. Supaya semua dapat sama-sama belajar,” jelasnya.

Mantan Kepala Bapemas dan Kota Surabaya ini menilai karya-karya guru yang ditampilkan cukup bagus serta orisinal. Karya tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai bentuk sumbangsih guru Surabaya terhadap dunia pendidikan. (mar)

Persekutuan Doa Oikumene Kasih Rayakan Natal Bersama Lintas Agama

SURABAYA (Swaranews) – Persekutuan Doa Oikumene Kasih menghelat agenda Perayaan Natal Bersama 2018 di Dyandra Convention Center Grand Ballroom Jl Basuki Rahmat Surabaya.

Menariknya, pada perhelatan kali ini pihak panitia mengundang tokoh lintas Agama dan sejumlah tokoh nasional. Tampak di kursi undangan diantaranya, Grace Simon, Andre Hehanusa, Lita Zein dan Putri Simorangkir.

“Kita mengusung doa bersama para tokoh Agama. Semangat Kebersamaan ini adalah bentuk dari semangat Pancasila yang kita miliki,” ujar Debora Helmy Pimpinan Persekutuan Do” a Oikumene Kasih, Selasa (11/12/2018).

Dia menyampaikan bahwa di perayaan Natal bersama lintas Agama dan Kepercayaan ini melibatkan ratusan jemaat serta beberapa ekemen masyarakat dari berbagai latar belakang suku.

“Ada tujuh lintas iman. Ada islam, Hindu, Budha dan kepercayaan lainnya,” terang Debora.

Filipus Herman Ketua Panitia menjelaskan bahwa Persekutuan Doa Oikumene Kasih bahagia bisa menggelar natal lintas agama, karena dihadiri beberapa tokoh agama dan kepercayaan.

Debora menambahkan bahwa meskipun persekutuannya hanya sebagian kecil dari kalangan masyarakat. Namun, dirinya berharap justru dari minoritas tersebut bsa menjadi berkat bagi negera Indonesia.

“Kami bukan hanya beragama dan beribadah, tapi juga bisa menjadi berkat buat negara ini. Karena kami tinggal di Indonesia,” harapnya.

Tokoh agama yang tampak hadir diantaranya Pdt Soetjipto”Tjoe” Angga (Kristen), Agatha Retnosari (Katolik), Gus Aan Ansori (Islam), Pandita Amri (Budha), Liem Tiong Yang ( Kong Hu Cu), dan Naen, Otto serta Dia Jenni wakil dari aliran kepercayaan.

Beberapa tokoh yang hadir diantaranya, Puti Guntur Soekarno Putri, Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayat, serta yang tampak berbaur dengan undangan lainnya seperti Gusdurian, FKUB, RJM, GEMA, dan juga Banser.

Sosok Permadi Arya yang lebih dikenal dengan sapaan Abu Janda juga terlihat hadir.

Aan Ansori yang tergabung dalam komunitas Gusdurian atau pengagum dan penerus perjuangan Gus Dur menegaskan bahwa Kelompok Gus Durian terlibat dalam setiap kegiatan perayaan Natal Lintas Agama yang ketiga kalinya diselenggarakan ini.

“Teman Gus Durian ikut untuk menghormati dan memberikan pesan damai tentang natal,” urainya (mar)

Pesan Walikota Untuk Anak Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru SD/SMP dan para orang tua murid karena jumlah anak berprestasi di Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

“Sejak tahun 2010 hanya 300 anak, kini sekitar 7.900 anak berprestasi. Saya ucapkan terima kasih karena prestasi anak-anak semakin tahun semakin meningkat,” ujar Wali Kota Risma saat memberikan motivasi Pelajar Berprestasi Adisiswa Fiesta dan Awarding Eco School 2018 di Convention Hall Jl. Arief Rahman Hakim, Selasa (11/12/2018).

 

Menurutnya, ukuran prestasi anak-anak tidak boleh dilihat dari segi akademis saja. Tetapi, lanjut dia, juga bisa di bidang non akademis seperti olahraga dan musik. “Ayo anak-anakku, ambil dan kembangkan potensi yang kalian miliki,” ajak Wali Kota Risma.

 

Penting baginya menyampaikan masa depan anak sejak dini. Pasalnya, anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan tantangan ke depan sangatlah luar biasa karena berhadapan dengan anak-anak di seluruh dunia. “Jadi, tidak boleh jadi penonton, tapi harus jadi aktor agar bisa mengontrol negara ini,” tegasnya.

 

Tak hanya memberiwejangan bagi pelajar SD/SMP, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berinteraksi dengan anak-anak berprestasi di bidang non akademis mulai paskibra, pencak silat dan paduan suara.

 

Dirinya kembali mengingatkan kepada pelajar berprestasi agar tidak cepat berpuas diri serta tidak lupa memperhatikan kewajiban utamanya, belajar. “Saat di kelas harus mendengarkan penjelasan guru. Itu sudah belajar. Jadi, tidak ada alasan nilai turun. Kalau tidak ngerti tanya, jangan malu,” ungkap wali kota yang juga mantan atlit pelari semasa SMA.

 

Wali Kota Risma menambahkan, bahwa dirinya tidak mengajarkan anak-anak meraih prestasi dengan cara curang, melainkan dengan proses dan kerja keras. “Kalau kita biasa meraih sesuatu dengan kerja keras, kelak menghasilkan buah yang baik untuk menggapai prestasi,” katanya.

 

Tak lupa, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyrakat khusunya komunitas tunas hijau yang turut berperan aktif dalam program Eco School. “Terima kasih karena kalian menjaga lingkungan sekolah, itu sangat penting. Pertahankan terus sikap positif ini untuk Kota Pahlawan,” tandas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini.

 

Capaian Surabaya Eco School bertema kendalikan sampah plastik selama bulan oktober hingga desember 2018 menghasilkan 1.095 lubang resapan biopori, mengolah 15.019 kg sampah organik, 61 sekolah zero waste tanpa sampah kemasan makanan dan minuman serta pengolahan 10.603 kg jelantah menjadi biodiesel melalui bank sampah induk.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan menuturkan, kegiatan Adisiswa Fiesta rutin digelar setiap tahun. Siswa berprestasi ini datang dengan membawa medali serta piala penghargaan yang berhasil diperoleh. Beberapa siswa terlihat datang membawa banyak medali karena sering mengikuti lomba di banyak tempat. “Setiap tahun Ibu Wali Kota Risma memang menyemangati anak-anak ini,” tuturnya.

 

Berbagai prestasi yang diperoleh siswa tersebut, lanjut Ikhsan, dapat digunakan siswa masuk sekolah jenjang berikutnya melalui jalur prestasi. “Prestasi yang diraih siswa Surabaya ini mulai dari tingkat kota, kemudian tingkat provinsi, nasional, bahkan tingkat internasional,” pungkas mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini. (mar)

Walikota Surabaya Ucapkan Terima Kasih Atas Dukungan Masyarakat

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses meraih penghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Indonesia atas dukungannya.

“Penghargaan yang diperoleh tidak lepas dari dukungan seluruh warga Indonesia yang melakukanvote untuk Kota Pahlawan. Saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya di ruang kerja wali kota pada Senin, (10/12/2018).

Dari hasil perolehan voting terakhir, surabaya berhasil menduduki peringkat pertama dengan total perolehan 1.504.535. Disusul Kota Yiwu (China) pada urutan kedua dengan total perolehan angka 1.487.512 dan urutan ketiga diraih Kota Santa Fe (Argentina) dengan perolehan sebanyak 863.151 voting.

Kemenangan ini tidak lepas dari aksi ngevlog yang dilakukan Wali Kota Risma lewat akun instagram @surabaya. Dalam vlognya, Ia mengajak warga Kota Surabaya dan masyarakat di Indonesia untuk berpartisipasi mendukung Kota Surabaya menjadi pemenang di ajang penghargaan dunia. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Disampaikan Wali Kota Risma, ada empat kategori yang dilombakan dan Surabaya masuk dalam kategori partisipasi masyarakat. Ia punmemaparkan partisipasi masyarakat 3R Pengelolaan sampah untuk surabaya yang lebih baik.

“Jadi ada dua kali sesi penilaian dan moderator memberi masukan kepada saya bahwa sebaiknya Surabaya bisa mempresentasikan lebih dari 3R, tapi ya sudahlah,” terangnya.

Meskipun berhasil meraihpenghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengingatkan agar tidak terlena dengan berbagai macam penghargaan yang diperoleh. Justru, Ia meminta untuk terus giat belajar. “Tujuan saya sejak awal bukan penghargaan, tapi mensejahterakan warga Surabaya dan  ke depan harus lebih bekerja keras lagi,” tegas Wali Kota Risma.

Dalam ajang tersebut, Surabaya merupakan satu-satunya wakil asia pasifik termasuk 2 kota asal Cina diikuti beberapa negara lain diantaranya, Santa Fe (Argentina), Sydney (Australia), Salvador (Brazil), Repentigny (Canada), Santa Ana (Costa Rica), Milan (Italia), Guadalajara (Mexico), Utrecht (Belanda), Kazan (Rusia), e-Thekwini (Afrika Selatan), Mezitli (Turkey) dan New York (Amerika Serikat). (mar)

Cegah Kenakalan Remaja, Wali Kota Risma Minta Pelajar Surabaya Aktif di Ekstrakurikuler Wali Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota SurabayaTri Rismaharini menutup kompetisi Suroboyo Student Basketball Championship di Lapangan Basket Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Senin (10/12/2018). Kompetisi basket antar-SMP se Surabaya yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya ini diikuti 72 tim putra dan 48 tim putri yang memperebutkan Piala Wali Kota.

Sebelum menutup kompetisi, Wali Kota Risma menyerahkan hadiah kepada pemenang kompetisi kategori tim putri. Untuk tim putri, peringkat pertama diraih SMP Katolik Angelus Custos 1, peringkat dua diraih SMP Petra 1, dan peringkat tiga direbut SMPN 22 Surabaya.

Sementara perebutan peringkat pertama dan kedua kategori putra antara SMP NSA dan SMPN 1 Surabaya disaksikan langsung oleh Wali Kota Risma. Pertandingan final putra tersebut dimenangkan SMP NSA dengan skor 40-34. Sedangkan peringkat tiga diraih oleh SMPN 17 Surabaya.

Wali Kota Risma mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ditemukan anak-anak Surabaya yang larut dalam kenakalan remaja. Padahal sebelum-sebelumnya, hal itu jarang ditemui. Untuk itu, ia meminta seluruh anak-anak Kota Surabaya, baik yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta, aktif dan mengikuti minimal satu ekstrakurikuler. Sebab, hal ini bisa dijadikan salah satu cara untuk mencegah kenakalan remaja.

“Bapak-ibu guru dan kepala sekolah, Pemkot Surabaya punya lapangan banyak. Ada Gelora Pancasila, Gelanggang Remaja, dan lain-lain. Itu bisa digunakan siswa sekolah dan tinggal diatur jadwalnya. Dengan mengikuti ekstrakurikuler, lanjut Risma, itu bisa menyelamatkan anak-anak dari kenakalan remaja,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mejelaskan, jika bisa menyelamatkan anak-anak dari kenakalan remaja, tumbuh kembang anak-anak menjadi luar biasa. “Misalkan ada anak ingin belajar drama, tapi belum ada guru drama, akan saya carikan. Ini semua demi menghindarkan anak-anak dari kenakalan remaja,” tuturnya.

Wali Kota Risma juga tidak menutup kemungkinan anak-anak yang berprestasi di bidang olahraga basket untuk dikirim ke luar negeri. Seperti halnya dengan 10 anak-anak Surabaya yang sudah dikirim ke Liverpool, Inggris, beberapa waktu lalu. “Kalau kalian bermain basket dengan baik dan mau belajar dengan baik, akan ibu kirim ke luar negeri,” jelasnya.

Wali kota yang sarat prestasi ini menambahkan, berlatih basket jangan hanya untuk kompetisi. Dengan begitu, kelak di masa depan bisa menjadi pemain profesional. “Giatlah berlatih dan bersungguh-sungguh. Itu bisa digunakan saat SMA, perguruan tinggi, dan menjadi pemain profesional. Apalagi banyak pemain profesional berasal dari perguruan tinggi,” tuturnya.

Ia juga berpesan tidak ada alasan nilai sekolah jatuh hanya karena sering berlatih basket. Yang terpenting adanya kemauan dan pintar mengatur jadwal. “Ibu dulu pemain voli dan masuk tim basket sekolah. Ibu bisa lakukan keduanya dan nilai tidak ada yang turun,” katanya.

Ia meminta anak-anak untuk berprestasi bukan hanya bidang akademik, bisa juga bidang basket, sepakbola, maupun bidang-bidang lainnya. Tinggal berlatih dengan sungguh-sungguh, belajar dengan sungguh-sungguh, supaya berhasil di dua bidang sekaligus. “Tidak ada yang tidak mungkin. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Risma berpesan agar anak-anak jangan nakal. Tidak boleh terpengaruh dengan perbuatan negatif di luar. Anak-anak Surabaya harus berani menolak. Sebab, sekali terjerumus, akan rugi selamanya. “Ibu sayang kalian. Kalian tidak boleh nakal,” pungkasnya. (mar)

Bayu Airlangga Semakin Mewarnai Pilwali 2020

SURABAYA (Swaranews) – Perhelatan Pemilihan Umum untuk Walikota Surabaya masih akaan di gelar pada tahun 2020 mendatang. Namun di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini telah bermunculan beberapa nama yang mengemuka.

Menantu Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bayu Airlangga muncul setelah disodorkan oleh Renvile Antonio selaku selaku Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Bahkan pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surochim Abdussalam menilai, Bayu berpotensi masuk paket dari jago yang akan didukung Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indara Parawansa. Bak sebagai wali kota ataupun wakil wali kota.

“Politik kita lagi ada tren positif, memberi kesempatan kepada anak muda menjadi pemimpin daerah, mengingat anak muda lebih identik dengan semangat perubahan,” ujarnya kepada wartawan Senin (10/12/2018).

Dia menganggap bahwa Bayu Airlangga layak diperhitungkan, karena ada banyak nilai plus yang menjadi modal positif sebagai politikus muda.

“Dari sisi performance fisik, misalnya, ok! Tinggi, gagah dan ganteng. Dari sisi karakter kesantunan juga baik, memiliki akses ke Parpol, serta memiliki hubungan keluarga dengan Pakde Karwo,” terang Surochim.

Dirinya menambahkan tinggal memperbanyak panggung saja, agar bisa mendapat dukungan lintas partai. Sebab baginya untuk bisa running di Pilwali Surabaya, dukungan lintas partai menjadi kunci penting.

Paling tidak, masih menurut Surochim, Bayu lebih berpeluang mendapat dukungan dari Khofifah sebagai Cawawali.
“Kalau Cawali agak berat peluangnya. Kalau Cawawali mungkin dan ada peluang,” pungkasnya. (bar/mar)

Foto :
Renville Antonio (kanan) dan Bayu Airlangga saat menyambut Khofifah di kantor DPD Partai Demokrat Jatim. | Foto: ABDILLAH HR

Danrem 082/CPYJ, Lepas Satu Perwira Terbaik Korem

MpOJOKERTO (Swaranews) – Letkol Inf Slamet Suprijanto yang kesehariannya menjabat Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Korem 082/CPYJ, secara resmi dilepas oleh Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos.
Tidak hanya itu, suasana haru pun, menyelimuti pelepasan salah satu Perwira terbaik Korem 082/CPYJ tersebut. Senin, 10 Desember 2018, pagi.

Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto mengatakan, pelepesan prajurit di lingkungan TNI-AD, merupakan suatu hal yang lumrah, bahkan sering terjadi.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi,” kata Danrem melalui upacara pelepasan Kasi Ops yang berlangsung di aula Makorem.
Selain itu, kata Danrem, upaya tersebut merupakan salah satu bagian dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi, memantapkan kualitas kepemimpinan, sekaligus memperkaya pengalaman setiap prajurit, sehingga nantinya mampu mengemban setiap tugas ke depan.

“Terima kasih kepada Letkol Inf Slamet yang telah mengemban amanah sebagai Kasi Ops Korem. Dan, selamat mengemban tugas di tempat dinas yang baru sebagai Katim Gumil Rindam V/Brawijaya,” ujar Kolonel Budi.

Selain dihadiri Danrem, berlangsungnya pelepasan Letkol Inf Slamet Suprijanto tersebut, juga turut disaksikan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 082/CPYJ, Letkol Moch Sulistono, para Kasi Korem hingga seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS di lingkungan Korem 082/CPYJ. (sub)8

Perbanyak Hutan Kota untuk Jaga Keseimbangan Lingkungan

Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya mencegah banjir dan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah terus memperbanyak hutan kota di berbagai wilayah di Surabaya.
Dalam kurun waktu Januari-Desember 2018, sudah ada beberapa hutan kota baru yang bermunculan di Surabaya. Setiap hutan kota itu, biasanya ditanami ribuan tanaman dan juga buah-buahan yang nantinya bisa dipetik dan dinikmati oleh warga sekitar. Bahkan, hutan kota itu juga dilengkapi waduk atau embung yang fungsinya untuk menampung air.
Yang terbaru, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan hutan kota di Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Jumat (23/11/2018). Saat itu, sebanyak seribu pohon yang terdiri dari berbagai jenis ditanam di lokasi, diantaranya pohon matoa, jambu air, sawo, mangga dan cemara udang.
Pembuatan hutan kota itu disesuaikan dengan kondisi wilayah yang ada di Surabaya. Khusus di Warugunung, fungsinya untuk menekan banjir dan polusi udara.
Selain itu, pembuatan hutan kota di daerah itu juga diharapkan mampu meminimalisir dampak patahan aktif yang dapat menyebabkan terjadinya gempa. Dengan adanya hutan kota tersebut, membuat struktur tanah menjadi lebih kuat.
“Saya percaya dengan treatment membuat hutan kota, maka akan ada perbaikan struktur tanah di situ. Nanti air hujan akan masuk ke tanah, sehingga air itu akan mempengaruhi struktur tanah supaya lebih kuat,” kata Risma.
Selain di Warugurung, sebelumnya Risma juga meresmikan hutan kota di Jalan Lempung Perdana, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Saat itu, Risma didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Joestamadji, serta para pelajar menanam sekitar 200 pohon di hutan kota yang terletak di samping SMPN 47 Surabaya itu. Selanjutnya, penanaman pohon itu dilakukan bertahap hingga mencapai empat ribu pohon.
Adapun fungsi hutan kota di Lontar itu untuk mengendalikan banjir. Daerah Lontar merupakan salah satu kawasan tertinggi di Kota Surabaya, sehingga pohon-pohon itu diharapkan dapat menyerap air hujan. Dengan demikian, kawasan yang ada di bawahnya bisa lebih mudah dikendalikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Joestamadji mengatakan, hutan kota itu sudah diatur dalam Perda 15 tahun 2014 tentang hutan kota. Bahkan, dalam perda itu diatur tentang target luasan hutan kota di Surabaya, yakni sebesar 10 persen atau 3.500 hektar dari total luas wilayah Surabaya di kisaran 35 ribu hektare. Luasan itu harus bisa direalisasikan selambat-lambatnya 10 tahun setelah perda itu disahkan.
“Saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan dinas pengelolaan bangunan dan tanah (DPBT) terkait pengadaan lahan baru untuk hutan kota,” katanya.
Menurut Joestamadji, saat ini hutan kota yang sudah dimiliki Surabaya tersebar di sejumlah wilayah di Surabaya, seperti di Pakal dengan luar 13 hektare, Balas Klumprik seluas 4,3 hektare, dan kawasan Pamurbaya seluas 500 hektare. Semua hutan kota itu pasti ada waduknya untuk mengendalikan air.
“Jadi siklus hidrologinya terpenuhi. Hujan turun di pohon, turun pelan-pelan masuk ke waduk terjadi penguapan, turun lagi siklusnya jadi hujan, tapi tetap kita punya air tanah,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ada perbedaan antara hutan kota dan taman kota. Jika taman, umumnya mayoritas tanaman berupa bunga-bunga atau tumbuhan dengan jenis relatif berukuran kecil. Sedangkan kalau hutan kota, tanamannya fokus pada jenis yang lebih besar, keras, dan rindang.
“Fungsi tanaman ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan sehingga dapat meminimalisir banjir dan juga untuk memproduksi oksigen,” pungkasnya.(Adv/mar)

Pemkot Surabaya Kenalkan Weather Information Display Kepada Para Nelayan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar pembinaan keselamatan dan pengenalan Weather Information Display (WID), kepada kelompok nelayan di Surabaya, Kamis, (29/11/18). Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada para nelayan, serta kesadaran tertib pelayaran. Sehingga diharapkan mampu mewujudkan keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan di laut.
Setidaknya, ada 75 orang perwakilan dari kelompok nelayan di Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan untuk pemateri, Pemkot Surabaya menggandeng beberapa instansi terkait. Yaitu, BMKG Maritim Tanjung Perak, Kesyahbandar Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya M. Taswin mengatakan ada lima materi utama yang disampaikan oleh masing-masing narasumber. Pertama yakni terkait aspek keselamatan berlayar di laut, kedua legalitas perizinan (pass kecil perahu) bagi nelayan, ketiga pemanfaatan teknologi informasi dan peringatan dini. Keempat, perawatan dan kelayakan kapal, baik kapal wisata maupun kapal nelayan. Dan terakhir, yakni strategi terkait pengembangan kawasan pesisir dan asuransi bagi para nelayan.
“Inti dari pembinaan nelayan ini, supaya (nelayan tahu) bagaimana cara mengatasi apabila terjadi keadaan-keadaan ombaknya naik dan sebagainya. Sekarang kita juga telah menyediakan informasi (layanan) tentang keadaan cuaca (WID),” kata Taswin disela-sela acara yang bertempat di Sentra Ikan Bulak (SIB) Surabaya.
Taswin menuturkan ada tiga hal penting yang ditekankan kepada para nelayan sebelum melakukan aktivitas di lautan. Pertama yaitu berupa informasi terkait faktor alam, seperti kondisi cuaca, ombak dan angin. Kedua yaitu teknis mengenai kapal. Dan ketiga adalah faktor manusia. Menurut dia, faktor manusia menjadi hal utama, sebab jika faktor ini sendiri kurang disiplin, pastinya akan berpengaruh terhadap keselamatan ketika di lautan.
“Sehingga kemudian diberikan pelatihan ini. Harapannya biar nelayan ini bisa mencari nafkah tetap dalam kondisi aman. Baik pada waktu berangkat ke laut maupun kembalinya,” harapnya.
Pada kesempatan ini, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan kepada para nelayan berupa alat-alat keselamatan ketika di laut. Seperti life jacketpelampung dan senter. Bahkan, dalam kegiatan ini, pemkot juga mengenalkan kepada para nelayan papan informasi cuaca digital, berupa Weather Information Display (WID).
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan BMKG telah memasang alat informasi berupa Weather Information Display (WID) di tiga titik lokasi pesisir pantai Surabaya. Lokasi pertama, berada di Tambat Labuh Sontoh Laut, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo. Serta dua alat lain, dipasang di Taman Suroboyo dan Area Masjid Al Mabrur, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Surabaya.
“Tujuannya untuk memberikan transformasi data dan informasi prakiraan cuaca/iklim (khususnya daerah maritim), berupa media digital sebagai layanan kepada para nelayan,” kata Irvan.

Disamping itu, lanjut Irvan,weather information displaydiharapkan menjadi media digital videotron dan aplikasi informasi awal prakiraan cuaca/iklim bagi para nelayan. Apalagi menurutnya, saat ini kondisi cuaca terbilang ekstrem. Sehingga nantinya alat tersebut, dapat bermanfaat bagi para nelayan sebelum memulai aktivitas di lautan.
“Dengan begitu, nelayan ketika memulai bekerja, dia sudah dibekali dengan informasi tentang keselamatan maupun informasi cuaca,” terangnya.
Irvan mengaku, weather information display ke depannya juga akan menjadi sebuah media edukasi bagi masyarakat sekitar. Bahkan nantinya, WID akan dilengkapi dengan berbagai informasi lain. Seperti informasi tentang gempa, kondisi satelit dan event-event lain Pemkot Surabaya. “Kami berharap tidak ada kecelakaan di laut yang menimpa kita,” pungkasnya. (Adv/mar)