Beranda blog Halaman 2

Sandal Raksasa Wedoro Siap Dikirab Pada Hari Santri Nasional

SIDOARJO (Swaranews) – Siapapun yang berada atau kebetulan sedang berada di Sidoarjo bisa mampir ke Wedoro untuk menyaksikan sandal raksasa yang dibuat oleh para perajin sandal di Desa Wedoro Candi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Menurut H. Choirul Anam selaku Koordinator pembuatan sandal raksasa itu bahwa mereka membuat kejutan menciptakan sandal gunung yang ukurannya tidak normal alias raksasa.

Sandal tersebut panjangnya 8 meter dan lebar 3 meter. Untuk ketebalannya, di bagian belakang sandal ketebalannya alas mencapai 52 centimeter, dan di bagian depan 32 centimeter. Dengan ukuran itu, sandal ini bisa disebut sebagai sandal terbesar di Indonesia.

“Sebelumnya yang paling besar kan panjangnya 7 meter. Kalau sandal gunung buatan kita ini 8 meter,” ujarnya, Sabtu (19/10/2019).

Choirul Anam menjelaskan bahwa pembuatan sandal raksasa ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional. Sandal tersebut besok, Minggu (20/10/2019) bakal dikirab di Alun-Alun Sidoarjo.

“Asal mulanya saat Desa Wedoro Candi diminta Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengikuti kirab peringatan Hari Santri. Karena Wedoro dikenal sebagai tempat industri sandal, muncullah ide membuat sandal raksasa itu,” paparnya.

Choirul menyebutkan bahwa pengerjaan sandal ini dilakukan oleh gabungan para perajin sandal. Total sekitar 30 orang berkolaborasi, mulai desain, produksi hingga finishing yang dilakukan di gudang UD Alfian Jaya. Sandal tersebut tuntas dengan biaya produksi sekitar Rp 20 juta.

Untuk diketahui, sandal terpanjang sebelumnya adalah yang dipajang di Jakarta Fair 2011. Sandal itu panjangnya 7 meter, lebar 2,70 meter, dan tinggi 1,80 meter. Saat itu sandal tersebut masuk dalam rekor MURI. Bedanya, untuk sandal Wedoro ini tidak didaftarkan untuk memecahkan rekor MURI.

“Semula sih rencananya mau bikin yang panjangnya 10 meter, tetapi direvisi menjadi 8 meter,” terang pria yang juga Wakil Bendahara Pengurus Ranting NU Desa Wedoro Candi ini.

Sabarudin, seorang penggagas sandal raksasa lainnya menerangkan proses pembuatan sandal membutuhkan waktu empat hari. Proses pembuatan dikerjakan bersama-sama, siang dan malam.

“Semuanya antusias, dikerjakan susah payah, siang dan malam,” katanya.

Ia berharap sandal raksasa ini akan menjadi ikon di Wedoro. Selama ini Wedoro sudah dikenal sebagai gudangnya produksi sandal. Tetapi beberapa tahun terakhir produksi sandal turun dan cenderung sepi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi ikon. Keinginan kami supaya industri sandal di Wedoro bangkit lagi,” tukasnya. (mar)

 

PENGHAPUSAN DENDA PAJAK. ADILKAH?

Oleh : Arum Ridho I
Mahasiswi Administrasi publik UMSIDA

Membayar pajak merupakan salah satu kewajiban masyarakat Indonesia. Pajak di Indonesia sendiri mencapai 10-30%. Namun pada akhir-akhir ini beberapa wilayah Indonesia melakukan pemutihan dan juga penghapusan denda pajak kendaraan bermotor, tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat, dan juga program ini diharapkan penerimaan daerah bisa meningkat dan target pajak dapat tercapai khususnya dari PKB dan BBNKB.Selain itu program ini juga akan membantu daerah dalam melakukan pendataan objek pajak dari kendaraan bermotor.

Program ini dilakukan mulai tanggal 15 Oktober hingga 14 Desember 2019.
Program ini dilaksanakan guna memberikan kemudahan bagi penunggak pajak yang ingin membayar pajak, namun hal ini menurut saya dapat memberikan pemikiran oleh pembayar pajak aktif dapat melakukan hal yang serupa yaitu penunggakan pajak. Namun, pemerintah telah menyiapkan antisipasi jika masih ada yang menunggak pajak, maka dapat menjadi ancaman bagi pemilik kendaraan itu sendiri. Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP), sanksi perpajakan terdiri dari sanksi administrasi dan sanksi pidana.

1. Sanksi administrasi perpajakan terdiri dari sanksi denda, sanksi bunga dan sanksi kenaikan.

a. Pengenaan bunga

Sanksi berupa pengenaan bunga ini berlandaskan pada Pasal 9 Ayat 2(a) dan 2(b) UU KUP.Dalam Ayat 2(a) dikatakan, wajib pajak yang membayar pajaknya setelah jatuh tempo akan dikenakan denda sebesar 2% per bulan yang dihitung dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran.Sementara, pada Ayat 2(b) disebutkan, wajib pajak yang baru membayar pajak setelah jatuh tempo penyampaian SPT tahunan akan dikenakan denda sebesar 2% per bulan, yang dihitung sejak berakhirnya batas waktu penyampaian SPT sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh satu bulan.

b. Sanksi Kenaikan.

Sanksi kenaikan ditujukan kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran tertentu.Contohnya seperti tindak pemalsuan data dengan mengecilkan jumlah pendapatan pada SPT setelah lewat 2 tahun sebelum terbit SKP.Jenis sanksi ini bisa berupa kenaikan jumlah pajak yang harus dibayar dengan kisaran 50% dari pajak yang kurang dibayar tersebut.

c. Sanksi Denda
Sanksi pajak berupa denda ditujukan kepada pelanggaran yang berhubungan dengan kewajiban pelaporan.

2. Sanksi Pidana
Biasanya, sanksi pidana dikenakan bila wajib pajak melakukan pelanggaran berat yang menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dan dilakukan lebih dari satu kali.Dalam Undang-Undang KUP, terdapat pasal 39 ayat i yang memuat sanksi pidana bagi orang yang tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.Sanksi tersebut adalah pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun, serta denda minimal 2 kali pajak terutang dan maksimal 4 kali pajak terutang yang tidak dibayar atau kurang dibayar.

Pemprov Jatim Siapkan Skenario Pendidikan Gratis Untuk Anak Perantau Dari Wamena

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur kini tengah menyiapkan skenario pendidikan bagi anak-anak perantau asal Jatim dari Wamena, Papua.

Rencananya, anak-anak yang berada di jenjang SMP, Tsanawiyah, SMA/SMK dan Aliyah akan disekolahkan ke sejumlah pondok pesantren milik PWNU Jatim secara gratis.

“Kami sudah musyawarah dengan pengurus PWNU yang memiliki pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jatim untuk menggratiskan sekolah di ponpes bagi putra-putri perantau asal Jatim dari Wamena,” kata Khofifah saat menyambut 435 perantau Jatim dari Wamena yang menumpang kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Kapal Motor (KM) Dobonsolo, Kamis (17/10/2019).

Skenario tersebut, kata Khofifah, untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak asal Jatim yang kembali ke kampung halamannya akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Khofifah tidak ingin aktivitas dan proses pendidikan anak-anak tersebut terhambat atau bahkan terhenti ditengah jalan.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Wamena cukup meninggalkan trauma mendalam bagi perantau asal Jatim. Tidak terkecuali bagi anak-anak yang kehilangan waktunya untuk bersekolah.

“Mereka tinggal masuk saja, Pemprov akan membantu prosesnya. Yang penting mereka bisa tetap bersekolah dan meraih cita-citanya. Mereka ini kan generasi penerus Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Khofifah juga melepas kepulangan seluruh perantau asal Jatim dari Wamena ke kampung halamannya masing-masing. Sebanyak 12 bus dan sejumlah elf disiapkan untuk mengangkut sebanyak 435 orang ke sejumlah daerah.

Para perantau dilepas Khofifah setelah sebelumnya diterima di Asrama Transito milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim di Kota Surabaya, Kamis (17/10) sore. Para perantau kali ini berasal dari 23 Kabupaten/Kota di Jatim diantaranya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Trenggalek. Oleh Pemprov Jatim mereka juga diberikan bantuan berupa uang tanggap darurat, pakaian siap pakai  dan sembako.

“Mereka didampingi oleh tim dari Dinas Sosial dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Jatim mulai dari proses turun kapal hingga pemulangan. Nantinya mereka akan diserahterimakan kepada Dinsos setempat,” terangnya.

Hingga saat ini, total terdapat lima kloter perantau Jatim dari Wamena yang kembali pulang ke bumi Majapahit. Sebelumnya, rombongan pertama datang melalui Semarang sejumlah 43 orang. Kemudian pada 2 Oktober lalu melalui bandara Malang sejumlah 121 orang dan juga melalui bandara Juanda sejumlah 41 orang. (Msa)

Simorejo Jadi Kampung Hidroponik

SURABAYA (Swaranews) –  Warga Kampung Simorejo, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal panen beragam sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik, Kamis (17/10/2019). Tanaman yang ditanam dengan menggunakan air tersebut, akhirnya bisa dipanen setelah 3 bulan dari masa penanaman.

 

Beragam jenis sayuran yang ditanam secara hidroponik tersebut mulai dari Selada Merah, Hijau, Kangkung, serta Sawi Daging. Acara Panen Tanaman Hidroponik dihadiri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi didampingi Camat Sukomanunggal, Lakoli.

 

Di hadapan warga RT 09 RW 02 Simorejo, Eri Cahyadi mengapresiasi kerja keras mereka membangun Kampung Hidroponik. Di kampung ini, di depan rumah warga, tak hanya terdapat deretan tanaman hidroponik. Di lahan yang kosong di sekitar area tersebut juga dimanfaatkan oleh warga untuk budi daya ikan Patin dan Nila.

 

“Ketika bicara Smart City, tak hanya bersih dan hijau, tapi juga guyub dan masyarakatnya bergotong royong. Apalagi, lingkungan seperti ini dikerjakan secara swadaya,” kata Eri.

 

Plt. Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya ini berharap, hidroponik yang dikembangkan warga semakin pesat. Sehingga, ketika dipanen bisa dijual ke rumah makan maupun hotel. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap memfasilitasi untuk memasarkan produk hidroponik tersebut.

 

“Kalau jumlah panennya besar, saya bisa koneksikan ke rumah makan, jika butuh selada merah, sawi bisa ambil di sini. Jika hidroponik bisa langsung dijual, kampung akan tambah guyub,” ujarnya.

Eri mengakui, di Kampung Simorejo bercocok tanam dengan cara hidroponik belum berlangsung lama, sejak Agustus 2018. Namun, ia yakin, dalam beberapa bulan ke depan pengembangannya semakin baik.

 

“Ini masih baru, bayangkan kalau 2-3 bulan lagi tambah dasyat, bisa ditularkan ke RT, RW, kampung, bahkan kecamatan lainnya,” tuturnya.

 

Tak sekadar sebagai kampung penghasil tanaman hidroponik, Eri berharap, dengan bertambah banyaknya warga yang bercocok tanam dengan hidroponik bisa menjadikannya sebagai Kampung Wisata Hidroponik.

 

“Mohon ditingkatkan, ayo kita buat menjadi Kampung Wisata Hidroponik. Sehingga, bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya,” harapnya.

 

Salah satu tokoh penggerak bercocok tanam ala hidroponik, yang sekaligus Ketua RW 09, Ashari menyampaikan, bahwa pengembangan tanaman hidroponik dilakukan karena keterbatasan lahan. Ia mengungkapkan, jika hasil panen hidroponik selama ini, selain dikonsumsi sendiri oleh masing-masing warga, juga dijual ke para pedagang kaki lima.

 

“Biasanya juga kami jual ke mereka yang jualan mie. Ke depan kami berencana bekerja sama dengan badan usaha pemerintah untuk memasarkannya,” kata Ashari.

 

Ke depan, ia mengharapkan setiap rumah warga yang ada di kawasan Simorejo wajib menanam hidroponik. Ia mengaku senang, selama ini warga antusias dan gotong royong bercocok tanam dengan cara hidroponik, mulai dari pembibitan hingga panen.

 

“Tiap rumah nantinya harus tanam hidroponik. Sekarang ini, sejumlah warga dan tiap gang sudah ada tanaman hidroponik,” tandasnya. (mar

 

 

Bekali CPNS Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah : Jiwa ASN Adalah Melayani

SURABAYA (Swaranews) – Sebanyak 1962 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengikuti pembekalan Pelatihan Dasar (Latsar).

“Pembekalan Latsar tersebut sebagai bekal dalam membentuk PNS yang profesional khususnya dalam memberikan pelayan kepada masyarakat,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Islamic Centre Surabaya, Kamis (17/10/2019).

Khofifah menekankan, bahwa hakekatnya jiwa ASN adalah melayani. Ia mengatakan, sebagai ASN wajib memiliki jiwa yang melayani kepada masyarakat dengan baik. Jiwa melayani tersebut harus tertanam dalam hati. Karena,  ketika jiwa melayani sudah tertanam di hati segala sesuatu yang akan dilakukan kepada masyarakat menjadi tulus ikhlas.

“Menjadi ASN harus siap memiliki jiwa sebagai pelayan. Kalau itu yang dilakukan kita tidak akan merasa diri kita paling tinggi dan segala  tugas tidak  menjadi beban tetapi hal tersebut menjadi bagian dari pengabdian dalam kehidupan,” jelasnya.

Khofifah menyatakan, pelayanan yang dilakukan di Jatim harus bisa dilakukan lebih cepat, efektif efisien juga tanggap, transparan, acountable dan responsif (CETTAR) terhadap segala hal yang sedang berkembang. Jangan sampai para ASN ini terjebak pada rutinitas institusinya saja.

Saat ini, layanan-layanan yang diberikaan kepada masyarakat sudah lintas dinas, kementrian/lembaga. Misalnya, dalam penanganan Karhutla tidak bisa diselesaikan oleh BPBD atau Dinas Sosial namun juga Dinas Kesehatan, dinas kehutanan, atau Dinas PUPR dan sebagainya  memiliki keterkaitan.

“Kita punya tugas mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak sebagaimana visi dalam RPJMD. Maka untuk mewujudkannya kita butuh kerja sama dan kolaborasi lintas lini baik kementrian/lembaga maupun dinas. Bisa juga dengan pihak luar negeri, dunia usaha dan industri serta elemen strategis lainnya,” tambahnya.

Khofifah memastikan bahwa kepemimpinannya di Jatim ingin setiap ASN bisa kerja bersama bukan sekedar sama-sama kerja. Lewat kerja bersama itulah akan timbul kebersamaan semua pihak untuk memberikan layanan secara cepat atau Quick Respon dari masalah yang terjadi, sehingga berbagai upaya percepatan mewujudkan  kesejahteraan masyarakat bisa diwujudkan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah minta kepada para ASN untuk ikut menjadi perekat kesatuan dan persatuan bangsa. Pihaknya, juga minta agar pola tatanan pemerintahan secara partisipatoris inklusif dapat diterapkan oleh semua OPD (organisasi perangkat daerah).  Hindari eksklusifitas kedinasan. Korp kita adalah  Pemprov Jatim.

“Saya ingin pastikan bahwa ASN Pemprov Jatim tidak terkotak-kotak dalam organisasi Perangkat daerah (OPD). Pegang teguh korp ASN Pemprov. Pegang teguh jati diri bangsa yakni Pancasila , UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. ASN Pemprov harus siap menjadi garda terdepan mengawal NKRI,” jelasnya.

Khofifah berharap para ASN di Jatim  memiliki  komitmen untuk terus meningkatkan berbagai inovasi agar kinerja ASN terus meningkat dan berdaya saing tinggi.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Jatim Dr. H. Indra S. Ranuh, SH CN M. Si mengatakan,  tujuan dari Latsdar untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi.

Latsar CPNS Golongan II dan III Tahun 2019 di lingkungan Pemprov Jatim dilaksanakan selama 51 hari. 21 hari pembelajaran dalam kelas dan 30 hari diluar kelas. Nantinya,  para CPNS ini akan mengikuti Latsar dengan pola penyelenggaraan pelatihan yang memadukan klasikal dan nonklasikal dengan kompetensi sosial kultural dan kompetensi bidang. (Msa)

Patriot Garuda Nusantara Jatim gandeng Republika Biofarma gelar pelatihan jurnalistik dan penyuluhan kesehatan di PP Bustanul Makmur Genteng Banyuwangi

BANYUWANGI (Swaranews)
Ormas kebangsaan Patriot Garuda Nusantara markas komando wilayah Jawa timur, Jumat pagi ini mengadakan pelatihan jurnalistik dan penyuluhan kesehatan.

Acara yang digelar di pondok pesantren Bustanul Makmur Kebunrejo Genteng Banyuwangi ini, Alhamdulillah berlangsung sangat khidmat, lancar, tertib, disertai dengan antusiasme para santri, siswa, mahasiswa di sekitar Banyuwangi.
Acara yang terselenggara atas support dan kerjasama dari Republika dan Biofarma berlangsung sejak pukul 07.00 pagi hingga 11.30 siang menjelang sholat Jumat.

Program yang dinamai program santri sehat ini memberikan materi dan praktek jurnalistik dari Republika dan penyuluhan kesehatan dari Biofarma.

Dari program pelatihan ini diharapkan mencetak santri yang sehat jasmani, rohaninya juga mencetak para jurnalis jurnalis baru yang Pancasilais yang memegang teguh kode etik jurnalistik, ujar AR Waluyo Wasis Nugroho Sekjend Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur saat memberikan sambutannya.

Acara dibuka oleh sesepuh pondok pesantren Bustanul Makmur Genteng Banyuwangi KH Muwafik Amir dan ditutup dengan doa oleh KH Lukman Hakim. (wwn)

Risma Bocorkan Berbagai Indikator Kota Ramah Anak Di Forum UNICEF

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara di forum United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang bertajuk Child Friendly Cities Summit. Acara tersebut digelar selama tiga hari 15 – 17 Oktober di Kota Cologn, Jerman.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma berbicara di hari kedua pada Rabu (16/10/2019), dalam sesi pleno Building Child Responsive Cities and Communities. Dalam forum tersebut, Wali Kota Risma membahas berbagai indikator menjadi Kota Layak Anak (KLA) yang telah diterapkan di Kota Surabaya.

 

Berbagai indikator itu adalah suatu kota harus memastikan hak atas pendidikan anak-anak. Di Kota Surabaya, Pemkot Surabaya menyediakan pendidikan gratis dari taman kanak – kanak (TK) sampai sekolah menengah pertama (SMP). Selain itu, pemkot menyediakan bus sekolah untuk antar jemput mereka (para pelajar). “Kami fasilitasi bus sekolah untuk mendukung mobilitas anak-anak dari rumah ke sekolah setiap harinya,” kata Wali Kota Risma dalam paparannya.

 

Selain itu, pemkot juga memfasilitasi beasiswa bagi siswa yang berprestasi. Hingga saat ini, sudah sekitar 1.600 siswa yang mendapat beasiswa itu. Mereka pun juga diberi perlengkapan sekolah gratis, seragam, buku, dan ada pula bantuan sepeda. “Kami juga rutin mengirimkan guru dan siswa ke luar negeri untuk saling bertukar pengalaman dan pelatihan,” kata dia.

 

Beberapa waktu lalu, pemkot memang mengirim sekelompok pemain sepak bola muda berbakat untuk berlatih di Liverpool, Inggris. Setelahnya, pemkot kembali mengirim anak-anak ABK untuk belajar mandiri di Liverpool, Inggris, tepatnya di sekolah St.Vincent’s School, Liverpool. Wali Kota Risma pun menceritakan perjalanan mereka-mereka yang dikirim ke Liverpool berkat adanya sister city. “Ini manfaatnnya sangat luar biasa. Salah satu contohnya anak ABK itu langsung bisa berjalan sendiri pakai tongkat setelah pulang dari Liverpool,” tegasnya.

 

Sedangkan indikator lainnya adalah bagaimana suatu daerah atau kota itu bisa menciptakan lingkungan yang mendukung. Sejalan dengan itu, salah satu dari banyak upaya yang dilakukan pemkot yakni membuat Kampung Pendidikan. Bagi dia, ini sebagai promotor KLA lantaran penduduk di Surabaya juga ikut mendukung pertumbuhan anak-anak. “Bahkan, di salah satu kampung, pada jam-jam tertentu anak-anak diwajibkan untuk belajar. Mereka sepakat untuk mematikan televisi secara serentak,” imbuhnya.

 

Upaya berikutnya yakni membudayakan kembali permainan tradisional untuk anak-anak. Bagi dia, cara itu sebagai salah satu strategi mengajarkan kepada anak-anak tentang budaya lokal serta upaya mengurangi kecanduan gadget. Untuk menunjang itu pula, Presiden UCLG ASPAC ini juga memastikan sudah membangun 524 lapangan olahraga dan 475 taman umum di Kota Surabaya. “Semua fasilitas ini dapat diakses siapa pun dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujarnya.

 

Sedangkan untuk memastikan nutrisi yang sehat, Pemkot Surabaya  memiliki program pemberian makanan tambahan bagi balita, siswa pra sekolah, dan anak yatim atau piatu. Semua itu dilakukan setiap hari. “Agar gizi dan asupan mereka semua terjamin,” imbuhnya.

 

Bahkan, di Surabaya juga ada gerakan 1000 hari pertama kehidupan. Program ini berlaku khusus bagi pasangan mulai dari pra-nikah, masa kehamilan, sampai anak mereka berusia 2 tahun. “Karena ASI sangat dianjurkan. Makanya kami memastikan kesehatan ibu dan janin dengan nutrisi tambahan. Lalu peningkatan pencapaian jumlah menyusui eksklusif pun sudah terlihat,” papar Wali Kota Risma.

 

Di samping itu pula, anak-anak di Surabaya juga dilibatkan dalam menjaga lingkungan. Siswa secara aktif terlibat melalui programnya bernama eco-school dan urban farming. “Mereka diajak berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, ikut menjaga lingkungan dan juga melakukan mereka penanaman pohon,” tegas dia.

Sementara indikator berikutnya yang tak kalah penting adalah menjamin hak dan perlindungan anak. Dalam hal ini, Pemkot Surabaya terus berupaya melindungi anak dan juga warga Kota Surabaya secara keseluruhan. Makanya, lahirlah layanan Command Center 112, pemasangan CCTV lebih dari 1.200 unit, Family Learning Center, dan Petugas linmas yang tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. “Kemudian pemantauan rutin kios internet (warnet) untuk melindungi anak-anak dari konten daring yang berbahaya,” imbuhnya.

 

Saat itu, ia juga mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama mendukung penuh anak-anak. Bagi dia, semua anak punya kesempatan menjadi orang yang lebih baik lagi. Wali Kota Risma pun membagikan berbagai cerita anak-anak Surabaya yang awalnya terjerumus ke hal-hal negative hingga akhirnya bisa ditolong dan didampingi oleh pemkot lalu berhasil. “Kita harus yakin bahwa mereka dapat berubah menjadi orang yang lebih baik,” tuturnya.

 

Mengakhiri paparannya, Wali Kota Risma pun mengutip pernyataan Bapak Proklamator Indonesia Ir Soekarno yang mengatakan: “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.” (mar)

 

Destinasi Wisata Taman Wisata Aktif Bertambah Di Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Destinasi wisata rekreasi berupa taman aktif di Surabaya kembali bertambah. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya.

 

Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Surabaya, Rochim Yuliadi mengatakan, Taman Mozaik memiliki konsep berupa taman rekreasi aktif yang bertema mozaik warna warni. Aksen utama taman adalah keberadaan rumah berdinding mozaik berwarna-warni. Di taman ini pengunjung dapat memanfaatkan rumah mozaik tersebut untuk berswafoto sebagai latar belakangnya.

 

“Tampilannya sangat instagramable dan benar-benar memanjakan warga kota yang gemar hunting pemandangan untuk dipajang di media sosial,” kata Rochim saat dihubungi Kamis, (17/10/2019).

 

Ia menjelaskan, Taman Mozaik ini memiliki luas lahan total 5100 meter persegi. Namun untuk tahap pembangunan pertama, pihaknya telah mengerjakan seluas 1850 meter peregi. “Sisanya akan dilanjutkan di tahap pembangunan berikutnya,” katanya.

 

Menurutnya, dahulu lokasi ini tanahnya berupa rawa-rawa dan dihuni berbagai satwa reptil liar. Sehingga kondisinya dulu terlihat sangat memprihatinkan. “Sebelum dibangun taman, kondisinya dulu sangat memprihatinkan, karena lahan yang sudah sangat lama tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

 

Karena itu, akhirnya Pemkot Surabaya berinisiatif mengubah lokasi itu menjadi taman yang instagramable dan menarik. Perencanaan pembangunan Taman Mozaik ini telah dilakukan sejak awal tahun 2019. Masuk ke lelang pada bulan Mei dan pekerjaan fisik seperti pembuatan pondasi dan pemadatan tanah dimulai pada Juli 2019.

 

“Pengurukan awal dikerjakan oleh DPUBMP (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan) pada bulan Maret hingga Mei 2019. Tanah pengurukan diambil dari hasil pengerukan tanah di Underpass Mayjend Sungkono dan Bozem Yono Suwoyo,” ujar Rochim.

 

Sementara terkait fasilitas atau kelengkapan yang saat ini tersedia di taman tersebut, Rochim mengungkapkan, tahap pertama anggarannya digunakan untuk pekerjaan landscape tanaman, pedestrian, playground, tempat parkir dan rumah mozaik sebagai magnet tamannya saja. “Saat ini pekerjaan telah selesai. tinggal pembersihan lokasi dan perawatan tanaman,” terangnya.

 

Sedangkan untuk tahap berikutnya, pihaknya berharap, tersedia anggaran untuk pembuatan fasilitas penunjang lain, seperti toilet, pos jaga, mushollah dan Taman Baca Masyarakat (TBM). Selain itu nantinya jika anggarannya cukup taman ini bakal dilengkapi dengan aksen penunjang seperti air mancur dan lampu taman. “Total anggaran untuk taman ini sekitar Rp 1 miliar,” pungkasnya. (mar)

 

Tingkatkan Nilai Investasi Melalui Sinergitas Sistem Transportasi Logistik

Underpass Mayjend Sungkono menjadi salah satu penambahan infrastruktur untuk memperlancar arus logistik

Sebagai Kota Metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya terus memantapkan diri menjadi kota jasa dan perdagangan. Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) terus berkomitmen mengakomodir kebutuhan pelaku usaha. Terutama pada sektor usaha di bidang transportasi yang kini nilai investasinya terus merangkak naik.

Kepala DPM PTSP Surabaya, Nanis Chairani mengatakan, pihaknya punya strategi khusus guna meningkatkan sinergitas para pihak. Yakni dengan menggelar sebuah forum yang mempertemukan asosiasi usaha dengan para stakeholder dan instansi terkait. Forum tersebut mendiskusikan pemecahan masalah yang menjadi faktor penghambat pelaku usaha di bidang logistik.

Menurutnya, usaha di bidang logistik mempunyai peranan yang sangat penting berhubungan dengan peluang investasi di Surabaya. Apalagi, tahun 2019, persentase sektor usaha di bidang transportasi darat terus merangkak naik. Bahkan, sebelumnya dari posisi empat naik ke urutan tiga. Data bulan Januari  sampai September 2019, investasi sektor transportasi darat mencapai  Rp 3,3 triliun.

Sementara sektor jasa konstruksi, berada di urutan kedua, dengan nilai Rp 12,8 triliun. Sedangkan pada urutan pertama, masih didominasi perdagangan, dengan nilai investasi mencapai Rp 14,5 triliun.

Jalur Lingkar Luar Barat yang saat ini sedang dibangun diproyeksikan menjadi akses jalur logistik baru di Surabaya

“Karena itu, kami juga mempunyai perhatian khusus terkait permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha transportasi. Sehingga melalui forum itu bisa terakomodir apa saja yang menjadi kebutuhan pelaku usaha di bidang logistik tadi,” ujarnya.

Disamping itu, Nanis menjelaskan, pertemuan itu juga menjadi penjembatan bagi para pelaku usaha di bidang logistik untuk menyampaikan ide-ide gagasan ataupun kritikan kepada instansi dan stakeholder terkait. Seperti adanya permasalahan jalan yang dialami pelaku usaha, kemacetan, peta jaringan jalan khusus logistik, dwelling time di pelabuhan, hingga proses perizinan. Diharapkan, ide-ide gagasan yang disampaikan dalam forum itu, ke depan ada rekomendasi untuk diteruskan ke pihak-pihak atau instansi terkait.

“Nah, dari hasil pertemuan ini kita bisa mencoba buat rekomendasi sebuah matriks untuk kemudian kita sampaikan ke instansi atau stakeholder terkait, agar nantinya ditindaklanjuti,” imbuh Nanis.

Tak hanya itu, konsep sinergitas antar pihak di bidang investasi ini juga diperkuat dengan kajian akademik. Dalam hal ini, Pemkot Surabaya melibatkan akademisi, BUMN, dan BUMD. Kajian itu bertujuan mencarikan solusi berdasarkan hambatan dan permasalahan yang terjadi pada pelaku usaha logistik yang ada di Surabaya. Hasilnya, didapatkan sembilan poin permasalahan dan dihasilkan pula adanya solusi yang menjadi suatu potensi atau peluang investasi. Diantaranya yakni, adanya kendala peta jaringan jalan khusus logistik dalam kota yang perlu lebih dioptimalkan. Maka dari itu, diambil kebijakan dengan melakukan penyusunan Master Database Logistic yang mengumpulkan dan mengintegrasikan data logistik dengan melibatkan para pihak terkait, guna menyempurnakan peta jaringan jalan logistik tersebut.

“Kita harapkan dapat rekomendasi yang bagus untuk diteruskan, baik ke pemerintah provinsi, pemerintah pusat atau ke pemkot langsung, sehingga kebutuhan pelaku usaha di bidang logistik dapat terakomodir,” paparnya.

Pihaknya menilai, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Makanya, semua instansi atau stakeholder terkait juga dilibatkan untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan itu. Contohnya seperti permasalahan jalan, ada kewenangannya Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim dan juga pemerintah pusat.

Selain itu, langkah ini juga disiapkan Pemkot Surabaya dalam rangka memasuki revolusi industry 4.0. Dengan begitu, pelaku usaha di sektor transportasi logistik juga diharapkan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia serba digital tersebut.(adv/mar)

Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jatim giat bagikan nasi bungkus kepada warga ketuk suara langit, agar bangsa Indonesia damai, aman, tentram

SURABAYA (Swaranews) – Ormas kebangsaan PGN (Patriot Garuda Nusantara) Jawa Timur memilih cara unik untuk meluapkan kekecewaannya terhadap majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas ditundanya lagi vonis terhadap terdakwa Sugik Nur Raharja.
Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas sidang vonis terdakwa Sugik Nur Raharja sebenarnya adalah merupakan keputusan yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia.

Rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia sudah sangat ingin terdakwa Sugik nur Raharja agar dihukum seberat-beratnya, rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia ingin ybs dihukum seberat-beratnya, kalau bisa hukuman seumur hidup atau hukuman mati, karena rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia ingin kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Aksi bagi-bagi nasi bungkus ormas kebangsaan PGN Patriot Garuda Nusantara Jawa timur ini adalah wujud doa dan harapan mewakili rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia, terang panglima PGN Jatim M Alaik S Hadi.

Kegiatan ini adalah wujud doa dan ikhtiar kami mengetuk pintu langit, agar suara langit menggerakkan hati majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memberikan vonis maksimal seberat beratya kepada Sugik nur Raharja dan agar suara langit menggerakkan hati pihak kepolisian untuk menangkapi orang orang yang membawa/mengibarkan bendera ormas terlarang HTI didepan Pengadilan Negeri Surabaya. HTI sama persis dengan PKI sama sama organisasi terlarang, dan benderanya juga bendera terlarang, ujar AR Waluyo Wasis Nugroho, Sekretaris PGN Jatim. (wawan)

Ads