Beranda blog Halaman 206

Kapendam V/Brawijaya : Pengamanan Buku Berbau Propaganda Komunisme Sesuai Prosedur dan melibatkan Kepolisan, serta Kejaksaan

SURABAYA (Swaranews) –  Pengamanan buku yang diduga berisikan paham Komunisme di Kediri, Jawa Timur, beberapa waku lalu ternyata tidak hanya dilakukan oleh pihak TNI saja. Namun, Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Kejari dan Pemda Kediri.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M melalui release tertulisnya ke media. Senin, 31 Desember 2018.

Menyikapi adanya tanggapan terkait pengamanan buku yang tengah ramai di bicarakan, Kapendam V/Brawijaya mengklarifikasi dan memastikan jika kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan oleh TNI saja, melainkan melibatkan berbagai pihak berwenang lainnya.

“Penyitaan itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari pihak Kodim, Intelkam Polres Kediri, Kejari, Satpol PP dan Kesbangpol Pemkab setempat,” jelasnya.

Dijelaskannya, penyitaan buku tersebut dinilai sudah memenuhi prosedur. Hal itu, dikarenakan menurutnya berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan adanya salah satu toko yang memperjualbelikan buku-buku propaganda berbau Komunis.

“Ini berawal dari pengaduan masyarakat ke Koramil Pare pada tanggal 25 Desember 2018, yang menyatakan bahwa buku-buku yang di jual di toko buku tersebut, berbau propaganda Komunis,” kata Kapendam.

“Selanjutnya, sebelum melaksanakan penyitaan atau pengamanan. Komandan Kodim melaksanakan koordinasi dengan para stakeholder setempat yang terdiri dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari), Kapolres, Kakesbangpol dan Kasatpol PP Kediri. Kemudian membentuk tim gabungan guna menindaklanjuti informasi tersebut,” paparnya.

“Jadi tidak benar, jika langkah penyitaan buku-buku tersebut merupakan aksi sepihak dari TNI,” tegas Kapendam.

Ia pun mengungkapkan, sesuai TAP MPRS nomor XXV tahun 1966 lalu, sudah jelas jika Pemerintah sangat menentang berkembangnya paham, maupun ideologi Komunisme, Marxisme dan Lenimisme. Bahkan pada tahun 1999 telah dikeluarkan Undang-Undang nomor 27 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Yang Berkaitan Dengan Kejahatan terhadap Keamanan Negara.

“Dalam Undang-undang tersebut (UU Nomor 27/1999, red), menambahkan 6 ketentuan baru diantara Pasal 107 dan Pasa 108 Bab I Buku II KUHP tentang Kejahatan Terhadap Keamanan Negara yaitu pasal 107a, 107b, Pasal 107c, 107d , 107e dan 107f,” tandasnya.

“Pada pasal 107 a berbunyi, Barang siapa yang melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan, atau melalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Lenimisme dalam segala bentuk apapun dan perwujudannya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun,” tambah Singgih.

Bahkan, kata Singgih, pada pasal 107 e dijelaskan kembali jika pihak yang mengadakan hubungan, atau memberikan bantuan kepada organisasi, baik di dalam maupun luar negeri, yang diketahui berasaskan pemahaman Komunisme/Marxisme-Lenimisme, atau dalam segala bentuk dan perwujudannya dengan maksud mengubah dasar negara, atau menggulingkan Pemerintah yang sah, juga wajib mendapatkan hukuman sesuai peraturan yang sudah di berlakukan. “Hukumannya pun jelas, yaitu penjara paling lama 15 tahun,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui bersama, beberapa waktu lalu aparat gabungan di Kabupaten Kediri mendatangi sebuah toko yang disinyalir memperjualbelikan berbagai jenis buku yang berisikan paham komunisme.

Alhasil, ketika tim gabungan tersebut mendatangi toko yang berlokasi di Jalan Brawijaya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dan berhasil mengamankan 136 buku yang terdiri dari 18 judul buku berisikan paham Komunisme.

“Guna dilakukan penelitian terkait dugaan unsur propaganda Komunisme yang telah diterbtikan di dalam buku-buku tersebut, Kejaksaan Negeri Kediri berencana menyerahkan buku tersebut ke pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” ujarnya.

Dengan adanya hal itu, Kapendam menghimbau kepada pihak-pihak yang memberikan komentar jika pengamanan terhadap buku tersebut seolah tindakan yang tidak prosedural, agar memahami fakta-fakta di lapangan terlebih dahulu, dimana hal tersebut dilakukan bersama dengan Kepolisian dan Kejaksaaan yang tentunya mereka memahami duduk persoalan.
Ditambahkan Kapendam, dirinya mengajak berbagai pihak untuk dapat memahami, dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh tim gabungan. Selain menindaklanjuti aspirasi masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di kalangan masyarakat, ia menegaskan jika langkah yang dilakukan oleh anggota Kodim, merupakan wujud nyata dari sumpahnya jika prajurit akan setiap kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. (mar)

Pemuda Pusura Siap Kawal Surabaya Aman

SURABAYA (Swaranews) – Memasuki akhir tahun 2018 hendaknya kita melakukan refleksi diri untuk berbuat yang lebih baik di tahun 2019. Selain itu, sebagai warga Kota Surabaya hendaknya kita juga turut andil untuk menjaga ketentraman dan ketertiban di Kota Pahlawan ini.

Hal itu disampaikan langsung oleh Hoslih Abdullah selaku Ketua Umum Pemuda Pusura (Poetra Soerabaya) di Jalan Ahmad Jais 50 Surabaya. Dia mengingatkan kejadian ledakan bom di beberapa lokasi pada Mei 2018.

“Mari sama-sama berdoa agar Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur serta Negara Kesatuan Republik Indonesia ini selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala,” ujarnya, Senin (31/12/2018).

Pria yang akrab disapa Cak Dullah ini menyampaikan bahwa Surabaya sebagai Ibkota Provinsi Jawa Timu r merupakan barometer Nusantara. Oleh karenanyja Dia mengajak kepada seluruh masyarakat Kota ini untuk terus saling menjaga dan waspada.

“Pemuda Pusura selalu turut aktif membantu pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kita juga terus aktif melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara,” pungkas Cak Dullah. (mar)

Pemkot Surabaya Bakal Percantik Taman 10 Nopember Dengan Pohon Jacaranda

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya menata sekaligus mempercantik taman-taman di Kota Pahlawan. Rencana terbaru, pemkot bakal menanam pohon jenis Jacaranda di Taman 10 Nopember dan Taman Keputran. Hal ini dilakukan untuk menambah kesan elok serta meningkatkan kualitas udara di wilayah tersebut.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Wali Kota Risma bersama jajarannya meninjau taman 10 Nopember yang terletak persis di depan Gelora Tambak Sari Surabaya. Dengan didorong menggunakan kursi roda, Wali Kota Risma berkeliling melihat kondisi tanaman di lokasi tersebut.

“Nanti yang sisi masih kosong itu ditambah lagi tanaman, agar kelihatan lebih hijau. Terus yang sisi sebelah utara dan selatan ditanam ditanam pohon Jacaranda,” kata Wali Kota Risma saat memberikan arahan kepada jajarannya, Jum’at, (28/12/18).

Usai meninjau Taman 10 Nopember, kemudian Wali Kota Risma bersama jajarannya bergeser mengunjungi Taman Keputran yang terletak di Jalan Kayon Surabaya. Di taman ini, ia menyampaikan hal yang sama agar ditambah lagi berbagai jenis tanaman. Tujuannya, agar semakin menambah kesan hijau dan rindang taman tersebut. “Tolong di taman ini juga nanti yang tanahnya masih kosong ditambah lagi tanaman,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menambahkan sore ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi Taman 10 Nopember dan Taman Keputran. Kunjungannya itu, untuk memastikan langsung bagaimana kondisi taman di lokasi tersebut. “Untuk menambah kerindangan dan agar terkesan lebih elok, bu wali minta agar di sisi taman yang kosong, ditambah berbagai jenis tanaman,” kata Fikser.

Bahkan, Fikser mengaku pihaknya berencana menanam jenis pohon Jacaranda yang memiliki khas bunga berwarna. Dipilihnya jenis pohon itu karena dinilai memiliki kesamaan dengan tabebuya, tapi bunganya lebih rimbun dan warnanya keungunan, serta merah muda.

“Bu wali minta agar ditanam jenis pohon Jacaranda. Kan bunganya itu warna-warni, biar taman itu terkesan semakin elok dan rindang,” pungkasnya. (mar)

Moh. Rifai Darus Mantan Ketum DPP KNPI Periode 2015-2018 Didorong Nenhadi Menpora

BOGOR (Swaranews) – Mohammad Rifai Darus (MRD) dan Sirajuddin Abdul Wahab ( SAW) mantan Ketua Umum dan Sekjen DPP KNPI Periode 2018-2021 di doakan dan didorong untuk menjadi Mentri Pemuda Olah Raga (Menpora) dan Wamenpora oleh Peserta Konggres Pemuda Indonesia/ KNPI Ke XV di Hotel Forest Bogor yang diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari 34 DPD KNPI Provinsi Se Indonesia dan utusan Pimpinan OKP Nasional. Dengan mengambil tema 1 Pemuda, 1 Indonesia, 1 dalam keragaman.

  • Dorongan tersebut disampaikan oleh Sekjen DPD KNPI Jawa Timur Sholikhul Huda, M.Fil.I yang ditunjuk memberikan pandangan DPD KNPI Wilayah Barat ( Jawa- Sumatra).
    Dalam pandangan Bung Sholikh yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, disampaikan hasil dari diskusi dengan DPD KNPI Wilayah Barat ada 5 point penting

Pertama. Mendorong kepada DPP KNPI Baru untuk melakukan kerja-kerja strategis dalam Penyatuan Nasional Pemuda Indonesia dalam satu wadah KNPI satu.
Kedua, mendorong DPP KNPI Baru melakukan kerja-kerja strategis dalam rangka penguatan peran Pemerintah dalam memperhatikan kerja- kerja KNPI di daerah masing- masing.
Ketiga, merekomendasikan untuk Kongres KNPI Ke XVI di gelar di Provinsi Jawa Barat.
Keempat, menerima dan mengapresiasi kerja organisasi yang sudah dilakukan oleh kawan- kawan DPP KNPI dibawah kepemimpinan Bung Rifai Darus dan Sekjen Bung Sirajuddin Abd Wahab.
Kelima, mendoakan dan mendorong Bung Rifai’i Darus dan Bung Sirajuddin Abdul Wahab menjadi Menpora RI dan Wamenpora RI. Karena kedua figur ini sudah teruji dan terbukti kemampuan komunikasi, mobilsasi dan kerja- kerja organisasi dalam mempin DPP KNPI selama ini, dimana KNPI adalah wadah berhimpun dari semua elemen organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang beragam kultur politik, budaya, aliran keagamaan dan sebagainya.

Dari 5 poin pandangan tersebut mayoritas peserta Kongres KNPI/Pemuda Indonesia mengamini dan mengapresiasi. (sub)

Petani Kampung Tomer Merauke, Serahkan Pistol Rakitan ke Satgas Yonmek 521/DY

Merauke, PAPUA – Masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea, khususnya di Kabupaten Merauke, Papua, telah menyerahkan sepucuk senjata api rakitan beserta beberapa butir amunisi.

Jimi (35), pemiliki senjata api rakitan itu mengakui jika penyerahan pistol yang ia lakukan tersebut, dilakukan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Menurut Jimi, penyerahan pistol rakitan miliknya itu, merupakan simbol jika warga di Kabupaten Merauke, khususnya di Kampung Tomer, Distrik Naukenjirai, yang ingin bersinergi dengan Satgas Pamtas dalam mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif.

Tidak hanya itu, masyarakat tersebut mengakui dengan adanya Satgas di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi tersebut, mereka sangat terbantu dari berbagai segi kehidupan, seperti halnya pendistribusian air bersih hingga pengobatan gratis ke masyarakat.

“Penyerahan senjata ini, merupakan simbol jika kami ingin hidup damai dan tenang,” kata Jimi, Jumat, (28/12/2018).

Dihadapan warga Kampung Tomer, Jimi berharap jika penyerahan senjata itu, bisa memicu keinginan warga lainnya yang masih memiliki senjata, untuk ikut serta menyerahkannya ke pihak Satgas Pamtas Yonmek 521/DY.

“Untuk keamanan, kita serahkan semuanya ke bapak-bapak TNI yang sudah ada disini,” tutur Jimi dengan didampingi Kepala Kampung Tomer, Yanuarius Wanggi.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi A. Wibowo, sangat mengapresiasi inisiatif Jimi, yang kesehariannya berprofesi sebagai petani di Kampung Tomer tersebut.
Penyerahan senjata itu, kata Letkol Andi, merupakan wujud kesadaran masyarakat di wilayah perbatasan akan pentingnya mewujudkan keamanan dan kenyamanan di daerahnya.

“Kami berharap, warga bisa mematuhi setiap peraturan yang ada, serta ikut serta mewujudkan keamanan wilayah,” tandasnya. (sub)

Pemkot Surabaya Targetkan PAD 2019 Rp 5,1 Triliun

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pahlawan tahun anggaran 2019 bisa mencapai Rp 5,190 triliun. Target PAD itu berasal dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono mengatakan target PAD tahun 2018 sebesar Rp 4,7 triliun. Kemudian, target PAD tahun 2019 sebesar Rp 5,190 triliun. “Jadi, target PAD tahun 2019 ini naik 10,13 persen dibanding target PAD tahun 2018,” kata Yusron saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (27/12/2018).

Menurut Yusron, PAD melalui hasil pajak daerah merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar. Khusus untuk PAD melalui hasil pajak daerah ini, target tahun 2018 sebesar Rp 3,6 triliun dan realisasinya sampai tanggal 21 Desember 2018 sudah mencapai Rp 3,7 triliun atau 104,80 persen. “Sudah melampaui target, dan ini kemungkinan masih akan terus naik hingga akhir tahun 2018 ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jenis pajak daerah yang ditanganinya itu ada sembilan macam, yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan (PPJ), pajak parkir, pajak air tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). Sedangkan yang paling strategis dan besar adalah PBB dan BPHTP.

“Khusus untuk PBB, target tahun 2018 Rp 1 triliun dan sampai tanggal 21 Desember 2018, sudah realisasi Rp 1,183 atau 112,26 persen. Sedangkan untuk BPHTP, target tahun 2018 Rp 1,176 triliun dan sudah realisasi Rp 1,182 triliun atau 100,51 persen dan ini akan terus naik di akhir tahun,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Yusron juga optimis bisa mencapai target-target itu, terutama target di sektor pajak daerah. Sebab, ia mengaku memperbaiki dan meningkatkan berbagai layanan perpajakan, sehingga semakin mempermudah proses pengurusan perpajakan dan membayar perpajakan. Bahkan, ia juga mengaku sudah memfasilitasi dengan mekanisme secara online dengan menggandeng bank-bank pemerintah untuk bisa menerima perpajakan. “Melalui mekanisme ini, maka pembayaran perpajakan ini bisa dilakukan dimana-mana,” ujarnya.

  • Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2017, sudah ada perda pajak online, sehingga saat ini perda pajak online ini sudah dilaksanakan secara bertahap di beberapa sektor. Alhasil, di pertengahan tahun 2018 lalu, sudah nampak ketercapaiannya. “Memang ada kenaikan yang signifikan di pertengahan tahun 2018 lalu, dan ini akan terus kami laksanakan tahun depan,” pungkasnya. (mar)

Tepat Pukul 18.00 WIB, Akhirnya Jalan Raya Gubeng Dibuka dan Bisa Dilalui

SURABAYA (Swaranews) – Tepat pukul 18.00 WIB, Jalan Raya Gubeng yang sempat ditutup karena proses perbaikan ataurecovery akibat kondisi tanah yang ambles, akhirnya dibuka dan bisa dilalui. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya mulai memfungsikan kembali Jalan Raya Gubeng yang sempat ambles itu, Kamis, (27/12/2018) petang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan saat ini Jalan Raya Gubeng sudah kembali dibuka dan bisa dilalui. Namun, karena masih dalam tahap penyempurnaan recovery, sementara ini hanya dua dari empat lajur yang dibuka untuk masyarakat.

“Saat ini dua lajur yang difungsikan, karena kita masih kerja masang sheet piles (besi pengaman),” kata Wali Kota Risma saat meninjau pembukaan kembali Jalan Raya Gubeng.

Wali Kota Risma memastikan bahwa secara teori dua lajur yang difungsikan itu memang sudah aman untuk dilalui kendaraan. Kendati demikian, ia mengimbau kepada para pengendara yang melintasi jalan itu agar tidak berhenti. Sebab, disamping akan menghambat laju kendaraan lain, juga akan menambah macet karena yang dibuka dua dari empat lajur.

“Saya minta nanti ndak berhenti saat di situ, jadi supaya ndak menghambat lalu lintas. Maksudnya ndak memperlambat,” ujar wali kota dua periode ini.

Bahkan, untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut, nantinya akan dijaga oleh petugas Linmas dan dibantu pihak Kepolisian. Disamping itu, pihaknya juga akan mendirikan beberapa posko penjagaan untuk mengantisipasi masyarakat yang berhenti di jalan tersebut.

“Ya nanti ada linmas, ada poskonya di sini, sama di Jalan Sumbawa sama Jalan Bali. Terus ada kepolisian yang nanti mengarahkan, karena kan menyempit dari empat menjadi dua,” pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan telah melintas, baik kendaraan roda dua, empat, hingga truk. Sebelumnya, jalan ini sempat dilakukan uji coba dengan kendaraan patroli yang berlalu-lalang. Kini, Jalan Raya Gubeng yang sempat ditutup kembali bisa diakses melalui berbagai arah. (mar)

 

Pemkot Surabaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Keselamatan Bangsa Indonesia

SURABAYA (Swaranews) – Sebanyak 2 ribu lebih jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dari lima agama, menggelar doa bersama lintas agama untuk keselamatan Kota Surabaya dan Bangsa Indonesia, agar terhindar dari segala macam bencana, Rabu, (26/12/2018). Doa bersama itu, dilakukan di lima tempat dan digelar serentak pagi ini.

Doa bersama bagi agama Islam dilakukan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, yang diikuti sekitar 1000 orang dan juga diikuti oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sedangkan untuk agama Kristen, doa bersama digelar di Graha Sawunggaling lantai 6 yang diikuti 600 orang. Untuk agama Hindu, digelar di Pura Segara, Jalan Memet Sastrawirya Komplek TNI AL Kenjeran, yang diikuti 300 orang.

Sedangkan untuk agama Budha, doa bersama digelar di Vihara Budhayana Dharma Wira Center Jalan Panjang Jiwo Permai, yang diikuti 150 orang. Dan untuk agama Konghuchu, doa bersama digelar di Klenteng Boen Bio Jalan Kapasan No. 131 Surabaya yang diikuti sekitar 150 orang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakan doa bersama ini adalah untuk menghindari terjadinya musibah dalam bentuk apapun, baik di Kota Pahlawan maupun di seluruh wilayah Indonesia. “Cukup kemarin ada masalah di Jalan Gubeng. Saya berharap itu yang terakhir dan tidak ada lagi musibah atau bencana yang akan dirasakan oleh warga dan Kota Surabaya,” kata Wali Kota Risma.

Ia juga mengingatkan bahwa cuaca dan dampak dari global warming juga menjadi salah satu faktor penyebab perubahan alam yang terjadi akhir-akhir ini. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga agar lebih waspada pada dampak alam yang terjadi. “Cuaca alam saat ini banyak sekali permasalahan, mulai dampak dari erupsi gunung merapi dan dampak dari siklus dimana dampak dari global warming ini sangat luar biasa. Karena itu, mari kita bersama-sama selalu berhati-hati, semoga tidak ada musibah apapun terjadi di Kota Surabaya,” ujarnya.

Selain mengimbau warga untuk waspada terhadap gejala alam yang terjadi, Wali Kota Risma juga menyinggung pergantian tahun yang sebentar lagi akan terjadi. Ia mengajak warga untuk mempererat silaturahmi dan saling bergandengan tangan di antara sesama. Menurutnya,  momen ini sangat pas untuk saling bergandeng tangan dan saling berkomunikasi antar elemen masyarakat.

“Mendekati awal tahun, mari kita bersama-sama saling bergandengan tangan mempererat tali silaturahmi, karena saya yakin dengan semakin mempererat silaturahmi pasti akan terjalin pula rahmat dan hidayah dari Allah SWT dan akan memperpanjang usia kita,” pesannya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima banyak kepada seluruh pegawai Pemkot Surabaya dalam bekerja setahun ini. Dalam setahun ini, Kota Surabaya telah mendapat puluhan penghargaan, baik yang tingkat nasional maupun internasional. Namun begitu, ia menegaskan bahwa  tujuan utamanya bukanlah untuk mendapat sebuah penghargaan.

“Tujuan utamanya adalah bagaimana kita semua bisa memberikan yang terbaik untuk warga dan Kota Surabaya. Saya juga minta maaf apabila ada kesalahan saya disengaja maupun tidak, selama setahun kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu umat Hindu, Ketut Gatra Astika menyampaikan ada tiga tujuan utama digelarnya doa bersama ini. Pertama, untuk keselamatan Kota Surabaya dan warganya, yang kedua untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Selat Sunda. Dan ketiga, untuk pemilu yang akan datang supaya berjalan aman dan lancar. “Doa bersama ini intinya untuk keselamatan kita semua,” kata dia.

Ia menambahkan doa bersama lintas agama ini, bertepatan dengan momen Hari Raya Galungan umat Hindu. Oleh karena itu, pihaknya minta maaf, karena doa bersama yang seharusnya serentak dilaksanakan pukul 07.00 WIB itu sedikit terlambat. “Kami dari umat Hindu mohon maaf sekali, karena tidak tepat waktu. Sebab hari ini, bertepatan dengan Hari Raya Galungan. Karena pukul setengah delapan, umat Hindu masih menjalankan ibadah di rumah masing-masing,” tutupnya. (mar)

NYAPLOK JP DAN NGOBOK-OBOK PAN

Oleh: Dhimam Abror Djuraid*
Wartawan Senior,
Doktor Ilmu Komunikasi
Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).
Modusnya tidak jauh beda. Dengan mengaku sebagai PAN pendiri, GM, bersama Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Zumrotin, dan Toety Herati menyatakan prihatin terhadap perkembangan PAN, terutama karena kiprah Amien Rais yang super-kencang di oposisi anti-Jokowi. GM dan kawan-kawan pun mendesak Amien Rais mundur.
Pasti banyak yang heran mengapa GM tiba-tiba mengklaim haknya sebagai pendiri PAN. Pasti banyak yang bertanya apa kontribusinya terhadap PAN.
Pertanyaan itu juga yang banyak muncul ketika tahun 2017 yang lalu GM mengobok-obok Jawa Pos (JP) dan kemudian mencaploknya dan menempatkan anaknya, Hidayat Jati, di posisi puncak JP setelah mendongkel Azrul Ananda, anak Dahlan Iskan.
JP memang anak Tempo yang saham utamanya dimiliki Ciputra. Dahlan memang anak buah GM. Tapi peran GM dalam membesarkan JP bisa dibilang nol. Artinya, tanpa campur tangan GM pun JP tetap besar.
Awalnya GM malu-malu kucing, dan malah marah-marah ketika muncul berita anaknya akan menggantikan posisi Azrul Ananda. Tapi belakangan setelah ombak reda, Hidayat Jati bin Goenawan Mohamad menjadi penguasa baru JP.
Jelas bin terang motifnya soal perut. Bisnis GM dan keluarganya lagi bangkrut, makanya cari cara untuk mencaplok JP.
Azrul Ananda memang gagal menangani JP, antara lain, karena tidak punya kapasitas _leadership_ yang cukup dan terlalu cepat dikarbit oleh Dahlan Iskan.
Sementara Hidayat Jati belum terdengar kiprahnya di media. Kapasitasnya hampir pasti tak cukup untuk mengelola JP Group yang super-kompleks. Ia
gagal menyelamatkan Femina Group, yang bisa dibilang ecek-ecek dibanding JP Group. Karenanya sulit mengharapkan dia mampu memimpin JP.
Dahlan Iskan dan orang-orangnya di JP terlalu cerdik untuk bisa ditundukkan begitu saja. Dan, terbukti, sekarang praktis GM hanya kebagian pepesan kosong di JP.
Kapal besar JP Group telah pecah dan sebagian besar sudah memisahkan diri dari kapal induk. Kelompok Fajar Group di Indonesia bagian timur sudah memerdekakan diri dan membentuk grup sendiri di bawah bendera FIN (Fajar Indonesia Network) di bawah Alwi Hamu. Alwi menempatkan anaknya, Agus Salim, sebagai nakhoda FIN.
Di wilayah Indonesia barat, perahu JP retak dan kelompok WSM (Wahana Semesta Merdeka) memerdekakan diri, dan menguasai jaringan media di Sumatera sampai Jawa Barat di bawah kendali Suparno Wonokromo
Di Jakarta, Margiono dengan Rakyat Merdeka Group sudah sejak lama terlibat perang dingin dengan JP di bawah Azrul Ananda. Hidayat Jati pasti tak bakal berani berurusan dengan Margiono Rakyat Merdeka Group sudah pasti bebas merdeka dari JP.
Indopos yang jadi satelit JP di Jakarta juga lepas. Kelompok televisi di bawah Mahesa Samola–anak mendiang Eric Samola pendiri JP Group– juga tak bakal mudah dikendalikan.
Raja-raja kecil di daerah, seperti Rida Kaliamsi di Riau dan Zainal Muttaqin di Kalimantan, sudah pasti tak bakal bisa disetir oleh GM dan anaknya. Praktis sekarang GM hanya kebagian JP dan radar-radar di Jatim dan Jateng. Dibanding dengan empire JP Group yang membentang dari Aceh sampai Papua, apa yang didapat GM bisa dibilang tulang belulang saja.
Upaya menjinakkan JP sudah terasa sejak pemilihan gubernur DKI 2017. GM tak segan turun tangan mencampuri urusan redaksi kalau berita-berita JP memusuhi Ahok. Ia menelepon dan memarahi redaktur JP.
Dahlan Iskan dianggap berbahaya karena (pernah) punya ambisi politik. Ia dihabisi, dikriminalisasi, sahamnya dipreteli.
JP, mungkin, bisa dikuasai. Tapi perlawanan yang dilakukan terhadap GM dan Ciputra sangat cantik tapi mematikan.
Dahlan sekarang memilih duduk manis sambil senam pagi tiap hari. Ia sudah cukup berbakti kepada GM. Sudah 30 tahun ia menjadi angsa bertelor emas.
 Ibarat pepatah _”kebo nyusu gudel”_ Dahlan sudah menyusui GM sejak Tempo dibredel Orde Baru, 1994 sampai sekarang. Tiap tahun Dahlan nyetor dividen miliaran ke GM.
Lunas sudah utang budi Dahlan kepada GM.
Kita tinggal lihat bagaimana kelanjutan operasi GM di PAN sekarang ini. Naga-naganya, motifnya tidak bakal jauh dari urusan perut. *(dad/fim)*

Pangdam V/Brawijaya Bersama Forkopimda Jatim Kunjungi Gereja di Surabaya

SURABAYA (Swaranews) –  Guna memastikan perayaan hari Natal berlangsung dengan aman dan kondusif, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A bersama Forkopimda Jatim mengunjungi beberapa Gereja yang berada di Kota Surabaya. Selasa, 25 Desember 2018.

           

Selain Gereja Santa Maria yang berlokasi di Jalan Ngagel Madya, Mayjen Arif bersama Gubernur Jatim, Drs, H. Soekarwo dan Kapolda Jatim, juga berkunjung ke Gereja Santa Perawan yang terletak di Jalan Kepanjeng, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

           

Dalam kesempatan kunjunga itu, Mayjen Arif menyempatkan diri untuk menyapa para Jema’at Gereja, sekaligus meninjau kesiapan personel pengamanan yang sudah siaga di depan Gereja.

           

“Bagi umat Kristiani, selamat menjalankan ibadah. Kami TNI-Polri akan memberikan penjagaan, dan keamanan berlangsungnya Natal di Jawa Timur, khususnya di Surabaya,” jelas Pangdam.

           

Tak lupa, dalam kesempatan itu, Forkopimda Jatim juga mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristiani yang berada di lokasi itu.

           

Mayjen Arif menjelaskan, keamanan dan kondusifitas wilayah, menjadi prioritas utama bagi dirinya beserta unsur aparat keamanan lainnya selama berlangsungnya perayaan hari Natal tahun ini.

           

“Keamanan, tetap prioritas bagi kami. Sehingga, saudara-saudara bisa melakukan ibadah dengan khidmat dan aman,” tandas Mayjen Arif Rahman, M. A. (mar)

 

Ads