Beranda blog Halaman 23

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

MERAUKE, PAPUA  – Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi A. Wibowo, berhasil mengamankan ratusan botol miras yang diduga tak memiliki kelengkapan ijin.

Kejadian itu bermula, ketika Satgas Pamtas yang berada di Pos Caruk mencurigai adanya mobil jenis pick up yang di bawa oleh Desman Edison, warga Kabupaten Merauke, Papua.

  1. Seakan tak ingin kecolongan melihat kendaraan yang mencurigakan itu, Satgas pun langsung menghampiri Edison, dan menanyakan isi dari muatan yang diangkut oleh Edison.

“Ketika kami melontarkan pertanyaan, kami sudah curiga dengan gerak-gerik yang ditunjukkan oleh Edison,” ujar Danpos Caruk, Letda Inf Wiyoto. Kamis, 20 Desember 2018, malam.

Tanpa ragu-ragu, para personel Pos Caruk langsung mengamankan sang sopir yang diketahui warga Kabupaten Merauke, Papua. “Sopir langsung kita amankan. Muatannya langsung kita periksa,” tandas Wiyoto.

Ketika dilakukan penggeledahan, Satgas Yonmek 521/DY menemukan ratusan botol minuman keras yang diduga tidak berijin di dalam mobil pick up tersebut.

“Untuk mengelabui pemeriksaan, ratusan botol miras sengaja ditutupi rumput dan di balut dengan terpal,” ungkapnya. “Keterangan dari Edison, miras itu rencananya akan dikirim ke Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel,” tambahnya.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi Wibowo mengatakan, saat ini ia menginstruksikan seluruh personelnya untuk menggelar sweeping secara rutin.

Ditambahkannya, upaya itu bertujuan untuk mewujudkan perayaan Natal dan Tahun baru mendatang di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Kabupaten Merauke. “Kita ingin perayaan Natal dan Tahun baru di Merauke, berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya.

Guna proses hukum lebih lanjut, saat ini Desman Edison telah diserahkan ke pihak Kepolisian setempat. “Iya, sopir sudah kita serahkan ke Polres beserta barang bukti miras,” tutur Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi. A, Wibowo. (mar)

 

Wali Kota Risma Pantau Recovery Jalan Ambles Menggunakan Drone

SURABAYA (Swaranews) –  Pagi ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau proses pengurukan dan recoveryJalan Raya Gubeng yang ambles. Bermodalkan megaphone, pena dan kertas, ia terlihat memberikan instruksi langsung kepada jajarannya, agar recoveryberjalan efisien dan safety. Bahkan, untuk memantau lebih dekat proses pengurukan rongga bawah jalan ambles, ia juga menggunakan teknologi drone.

Wali Kota Risma mengatakan pihaknya menargetkan dalam tiap hari mendatangkan 400 dump truk pengangkut pasir (sirtu). Dari hasil perhitungan, untuk pengurukan keseluruhan jalan ambles, dibutuhkan sebanyak 1800 dump truk atau setara dengan 36 ribu meter kubik pasir (sirtu).

“Hari ini targetnya 400 truk, minimal 400 truk. Ini semua butuhnya 1800 (dump truk). Jadi kalau sehari 400 truk, maka kita butuh 3 – 4 hari. Setelah itu overlay, mungkin cuman 2 hari,” kata Wali Kota Risma, Jum’at, (21/12/2018).

Pihaknya juga berharap, agar recovery Jalan Raya Gubeng selesai dalam kurung waktu satu Minggu. Oleh karena itu, recoveryjalan ini akan dilakukan selama 24 jam nonstop. Namun, ia juga ingin bantuan doa dari seluruh masyarakat, agar selama pengerjaan berlangsung, tidak terjadi kendala. “Kita usahakan satu minggu kelar, mudah-mudah ndak ada aral melintang apapun. Kita punya target itu (satu Minggu). Mudah-mudahan tidak ada gangguan,” tuturnya.

Ketika memantau rongga bawah jalan ambles menggunakan drone, ia melihat ada salah satu pedestrian yang akan ambrol. Sehingga kemudian, ia memberikan instruksi agar pedestrian itu sekalian dirobohkan. “Itu sekalian pedestrian yang mau ambrol dirobohkan. Nanti sekalian diuruk agar diperbaiki ulang,” ujarnya.

Untuk memperlancar proses distribusi pengiriman pasir (sirtu), ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Sebab menurutnya, kendaraan dump truk dilarang melintas kawasan kota pada saat jam kerja. “Karena kan ini ngambil sirtunya dari luar kota, jadi agak jauh. Tapi sudah dikasih bantuan dengan Polda, truk-truk itu ada tulisan Polda, karena inikan off (truk) ndak boleh masuk sebetulnya,” jelasnya.

Beberapa kali terlihat, Wali Kota Risma juga menggunakan megaphone untuk memberikan instruksi langsung kepada operator alat berat. Dengan duduk di atas kursi roda, ia nampak memberikan instruksi menggunakan pengeras suara. “Pak tolong mundur dulu (motor grader), itu biar dump truk nurunin pasir dulu. Nanti kalau selesai, alat berat maju lagi” katanya.

Sekitar dua jam lebih, Wali Kota Risma memantau dan memimpin langsung proses recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles. Mulai kemarin malam hingga pagi ini, terlihat sudah ratusan dump truk datang untuk mengirim pasir (sirtu) dan beberapa material pengurukan. (mar)

 

Dengan Kursi Roda, Wali Kota Risma Pimpin Perbaikan Jalan Raya Gubeng

SURABAYA (Swaranews) – Meski dalam kondisi sakit dan  menggunakan kursi roda, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau pengerjaan lokasi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Kamis, (20/12/18) sore. Sebelumnya di pagi hari, ia juga nampak memantau ke lokasi. Namun sore ini, ia terlihat langsung memimpin jalannya perbaikan Jalan Raya Gubeng, agar pengerjaannya segera rampung.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Wali Kota Risma didampingi staffnya tiba di lokasi sisi sebelah utara jalan ambles. Usai turun dari mobil, ia terlihat didorong staffnya menggunakan kursi roda untuk memantau langsung pengerjaan perbaikan jalan. Ia juga nampak memberikan instruksi kepada jajarannya, agar segera memindahkan beberapa mobil PMK dari lokasi. Tujuannya, agar alat berat dan dump truk pengangkut pasir lebih mudah untuk akses masuk.

“Tolong Mobil PMK semuanya keluar, termasuk (Bronto) Skylift. Tolong truk yang sudah (kirim pasir) juga segera keluar. Biar alat berat sama truk pengangkut pasir yang lain mudah masuk,” kata Wali Kota Risma saat memberikan instruksi kepada jajarannya.

Bahkan untuk mempercepat pengerjaan, Wali Kota Risma kemudian menginstruksikan kepada jajarannya agar dimasing-masing sisi, baik sebelah utara maupun selatan jalan ambles dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Tujuannya, supaya lebih banyak penerangan ketika pengerjaan dilakukan ketika malam hari. “Itu lampunya (PJU) pasangen di sini, buat penerangan. Terus di sisi selatan juga dipasang. Jadi masing-masing sisi ada empat lampu penerangan,” ujarnya.

Dengan menggunakan sweater warna hitam, perempuan berkerudung ini juga terlihat beberapa kali memberikan instruksi kepada jajarannya melalui Handy Talky (HT). Secara sigap, beberapa alat berat dan dump truk terlihat terus bergantian keluar masuk lokasi untuk melakukan pengurukan. “Tolong juga petugas Linmas yang jaga di pojok Jalan Bali sama Sumbawa, kalau ada dump truk muat pasir atau besi ssp diberikan akses masuk,” kata dia saat memberikan instruksi melalui HT.

Wali Kota Risma berharap agar perbaikan Jalan Raya Gubeng bisa segera rampung kurang dari satu Minggu. Ia bersama jajarannya juga telah melakukan perhitungan jumlah kebutuhan pasir (sirtu) untuk pengurukan. Bahkan ia menegaskan, untuk mempercepat perbaikan jalan, pengerjaan juga akan dilakukan malam hari. “Saya usahakan sebelum satu Minggu, kalau bisa lima hari. Ini kita hitung ternyata butuhnya 1800 dump truk (pengangkut pasir),” terangnya.

Menurutnya, dalam sehari pihaknya mampu mendatangkan 200 dump truk pengangkut pasir. Namun, agar pengerjaannya cepat selesai, ia ingin agar hari berikutnya ditambah lagi jumlah dump truk pengangkut pasir menjadi 400 dalam sehari. “Tadi tak pikir (kebutuhan) cuman 600 truk (pasir). Kalau 600 truk aku bisa lima hari, karena satu hari kita sanggup 200 truk. Kalau kita ngerjakannya (pengaspalan jalan) semalam jadi. Cuman kan nguruknya yang lama,” jelasnya.

Sekitar 45 menit, Wali Kota Risma meninjau perbaikan Jalan Raya Gubeng dari sisi sebelah utara. Selanjutnya, ia bergeser ke sisi sebelah selatan lokasi jalan ambles, untuk memberikan arahan langsung kepada petugas di lokasi. Dengan didorong kursi roda, ia kembali memberikan instruksi kepada jajarannya, agar seng pembatas segera dibuka. “Pembatas sengnya tolong dibuka semua pak. Agar alat berat sama truknya mudah masuk,” tegasnya.

Tidak hanya itu, kemudian ia juga berkoordinasi dengan pejabat Bank BNI, agar segera memindahkan parkir motor atau mobil yang berada di lokasi. Harapannya, agar akses jalan lebih mudah sehingga dapat mempercepat proses pengerjaan. “Jadi biar sementara parkirnya nanti di gang Jalan Bali Pak,” tutur Wali Kota Risma kepada salah satu pejabat Bank BNI.

Pada kunjungannya sore ini, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya juga hadir mendampingi wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini. Bahkan, saat ia meninjau pengerjaan jalan di sisi sebelah selatan, terlihat Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin memanjatkan doa untuk kesembuhan Wali Kota Risma.

“Meski kesehatannya terganggu, beliau (Wali Kota Risma) tetap datang ke lokasi menggunakan kursi roda untuk memberikan motivasi (arahan) kepada anak buahnya. Beliau pasti lebih sakit lagi kalau jalan-jalan ini ndak segera selesai,” ujar Ngabalin.

Pelaksanaan perbaikan Jalan Raya Gubeng ini, dimulai pada Kamis, (20/12/2018), dengan estimasi target selesai 5 hari ke depan. Sebanyak enam alat berat pun dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan. Dari hasil perhitungan, dibutuhkan pasir (sirtu) sebanyak 36.000 meter kubik atau sekitar 1800 dump truk untuk pengurukan. Sementara untuk luas jalan yang diuruk, memiliki lebar 40 meter, dan panjang 60 meter, dengan kedalaman mencapai 15 meter. (mar)

Dalam Kondisi Sakit Risma Pantau Tanah Ambles Dan Gereja

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap memantau lokasi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng meskipun dalam kondisi sakit, Kamis (20/12/2018). Wali Kota Risma memang sedang sakit di bagian kakinya, sehingga sangat kesulitan untuk berjalan.

Meski sakit, perhatiannya kepada Kota Surabaya tidak pernah kendor. Sejak awal kejadian tanah ambles, dia selalu aktif memerintahkan seluruh jajarannya untuk bahu-membahu membantu mengatasi tanah ambles itu. Bahkan, pagi ini dia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tanah ambles itu.

Menggunakan setelan sweter tebal warna cokelat terang dan rok panjang warna hitam, ia melihat langsung lokasi tanah ambles itu dari sisi utara atau di samping Rumah Sakit Siloam. Dengan wajah pucat sambil dipandu oleh staf-stafnya, ia turun dari mobil dinasnya. Tak lama meninjau dari sisi utara, ia kemudian masuk mobil lagi dan beranjak menuju ke kantor Kompas yang lokasinya berada di sisi selatan tanah ambles.

Sementara di dalam kantor Kompas itu, sebelumnya sudah datang terlebih dahulu Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Wakapolda Brigjen Pol Toni Harmanto, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, serta beberapa ahli dan jajaran OPD Pemkot Surabaya.

Tiba di kantor Kompas itu, ia keluar mobil dengan dipandu oleh staf-stafnya untuk memasuki sebuah ruangan yang digunakan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian. Tak lama kemudian, pertemuan itu usai dan Wali Kota Risma hendak meninggalkan kantor Kompas. Lagi-lagi, dia dipandu oleh staf-stafnya untuk berjalan memasuki mobil dinasnya. “Aku tak belajar jalan ini ya,” kata Wali Kota Risma setelah keluar dari ruangan itu. Sambil tertatih-tatih, ia berjalan memasuki mobil dinasnya dan meninggalkan kantor Kompas.

Setelah itu, wali kota yang sarat prestasi ini keliling Surabaya meninjau sejumlah gereja untuk memastikan keamanan menjelang natal. Dari Jalan Raya Gubeng itu, ia menuju Jalan Polisi Istimewa meninjau Gereja Hati Kudus Yesus, kemudian ke Jalan HR Muhammad meninjau Gereja Bethel Imanuel, GBI Altar Filadelfia dan beberapa gereja di kawasan itu.

Kemudian, ia juga meninjau Gereja Kresten Jawi Wetan di Ponegoro, Gereja Mawar Sharon di Jalan Mawar, GKI Pregholan Bunder Jalan Pregolan Bunder. Selanjutnya, ia juga meninjau GPIB Immanuel, GPDI Rajawali, GPIP Pniel, Gereja Jemaat Allah Eben Hezer, dan GPIB Maranatha di Jalan Yos Sudarso.

Saat keliling Surabaya meninjau sejumlah gereja, beberapa kali Wali Kota Risma menemui pengendara roda dua yang parkir atau naik ke pedestrian. Mobilnya pun berhenti dan meminta ajudannya untuk menghalau atau pun memindahkan sepeda motor itu ke jalan. Petugas Dishub yang mengikuti peninjauan gereja itu bertindah tegas menurunkan sepeda itu dan ada pula yang dihalaunya untuk turun dari pedestrian. Kemudian, Wali Kota Risma pun melanjutkan perjalananya ke gereja-gereja lainnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Pemkot Surabaya Eddy Christianto mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan gereja-gereja di Kota Surabaya menjelang perayaan natal. Bahkan, rencananya nanti pukul 15.00 WIB, Eddy mengaku akan rapat bersama dengan perwakilan gereja-gereja se Surabaya untuk mempersiapkan pengamanannya. “Kami sudah berkali-kali rapat koordinasi, termasuk tadi pagi melakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan hari natal,” kata Eddy.

Menurutnya, sesuai arahan Wali Kota Risma, nanti pada saat natal akan ada penutupan di beberapa ruas jalan, sehingga ruas jalan yang dua arah nanti akan jadi satu arah. Hal ini akan diberlakukan di gereja-gereja yang lokasinya berada di pinggir jalan protokol. “Kami sudah berkoodinasi dengan pihak Dishub juga untuk memasang bariernya di beberapa ruas jalan itu,” kata dia.

Selain itu, ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk memasang beberapa pot tanaman besar yang akan dipasang di pintu-pintu gereja. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Ketika rapat dengan pihak gereja, nanti kami juga akan minta mereka untuk mempersiapkan keamanan sejak dini, misalkan memasang metal detector dan pengamanan lainnya,” imbuhnya.

Di samping itu, personil Satpol PP dan BPBD Linmas akan melakukan patroli mobile untuk mengamankan gereja-gereja pada waktu perayaan natal. Harapannya, perayaan natal 2018 ini bisa berjalan aman dan kondusif di Kota Surabaya. “Semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (mar)

Jalan Raya Gubeng Ambles Pemrkot Kebut Pemukihan Jalan Dan Utilitas

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya dan tim ahli dari ITS meninjau langsung lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Rabu (19/12/2018). Seusai meninjau lokasi dan mengadakan pertemuan serta menjalankan arahan dari tim ahli ITS, maka Pemkot Surabaya akan segera mengebut pemulihan Jalan Raya Gubeng beserta utilitas yang ada di kawasan tersebut.

Tim Ahli Bangunan Gedung Pemkot Surabaya Mudji Irmawan Arkani mengatakan Rumah Sakit Siloam ini membutuhkan bangunan besement atau bangunan bawah tanah dengan kedalaman 10 meter. Mereka pun sudah melakukan pengerjaan itu, namun pada Selasa (18/12/2018) kemarin, proyek yang digarap beserta Jalan Raya Gubeng, tanahnya mengalami penurunan atau ambles. “Mengenai penyebab amblesnya tanah ini, kami masih akan melakukan penelitian dengan tim Labfor Polri untuk lebih mendetailkan permasalahan robohnya tembok penahan itu,” kata Mudji seusai mengadakan pertemuan dengan pihak Pemkot Surabaya dan tim ahli ITS.

Sementara ini, lanjut dia, masih belum diketahui pasti penyebab amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng tersebut. Apakah merupakan pengaruh alam karena sedang musim hujan, dimana kandungan air di lokasi pembangunan cukup tinggi hingga menanmbahi beban tembok penahan tanah? Hal ini belum bisa dipastikan, sebab dia bersama tim Labfor Polri masih akan melakukan penelitian. “Mulai hari ini kita akan segera melakukan penelitian,” tegasnya.

Menurut Mudji, yang lebih penting adalah Pemkot Surabaya akan segera memberikan alternatif perbaikan agar supaya Jalan Raya Gubeng bisa dioperasikan secepatnya. Ia juga memastikan akan menambahkan tembok penahan baru yang lebih kokoh dan juga akan segera melakukan penimbunan pada jalan yang ambles. “Tentunya, dengan material yang terpilih, material yang memang disyaratkan untuk bangunan teknis jalan,” ujarnya.

Dosen ITS ini juga memastikan yang harus segera diselesaikan adalah pemulihan jalan beserta utilitas yang ada di lokasi dan sekitarnya, termasuk perbaikan kabel telepon, kabel listrik, saluran air dan saluran PDAM. “Sementara ini, kami juga pastikan bahwa bangunan-bangunan yang ada di sekitar lokasi tanah ambles itu masih cukup aman dan tidak ada masalah karena sudah dicek,” kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kerusakan tanah itu masih bersifat lokal. Sebab, kalau dilihat dari sisi barat, selatan dan utara, kondisinya masih sangat stabil dan tidak ada masalah. “Makanya, nanti yang kita fokuskan perbaikannya di sisi yang lokal,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan pertemuan dengan tim ahli ITS itu menghasilkan keputusan bahwa semuanya tidak boleh ada yang menyimpulkan musibah amblesnya tanah itu. Sebab, masih akan diteliti oleh tim ahli dan tim Labfor Polri. “Pemkot Surabaya pun sudah menunjuk tim untuk melakukan penelitian bersama tim Labfor Polri, sehingga kesimpulannya nanti dari mereka,” kata Wisnu.

Bagi Pemkot Surabaya, lanjut dia, yang paling penting adalah memulihkan Jalan Raya Gubeng beserta utilitasnya yang ada di lokasi. Tujuannya, supaya jalan itu bisa kembali normal dan bisa difungsikan kembali. “Target pemulihannya secepatnya,” tegas dia.

Ia juga menjelaskan, mengenai anggaran dan sebagainya, ia mengaku akan melaporkan terlebih dahulu kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sehingga nanti arahannya seperti apa akan dijalankan. “Karena kita juga ada anggaran dana cadangan untuk bencana yang seperti ini, kalau itu bisa digunakan, maka kita akan gunakan, yang paling penting itu pulih dulu, perkara lain-lain itu urusan belakang,” kata dia.

Wisnu juga memastikan bahwa sejauh ini semua perizinannya mulai awal hingga saat ini sudah dipenuhi semuanya dan tidak ada pelanggaran. Sebab, tim Pemkot Surabaya sudah mengecek dan semuanya benar. “Kalau semua perizinannya semuanya sudah benar dan sudah dipenuhi,” pungkasnya.

Sedangkan untuk rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Raya Gubeng sisi selatan yaitu arus lalu lintas dari Jalan Karimun Jawa di alihkan ke Jalan Raya Gubeng sisi utara, kemudian arus lalu lintas dari Jalan Kerta Jaya dan Jalan Sulawesi yang menuju ke Jalan Raya Gubeng di alihkan lurus lewat Jalan Ngagel dan Jalan Pandegiling, selanjutnya untuk arus lalu lintas dari Jalan Pandegiling ke arah Jalan Raya Gubeng di alihkan ke Jalan Ngagel.

Akibat amblesnya Jalan Raya Gubeng ini, juga dilakukan 4 titik penutupan jalan yaitu, traffic light Jalan Ngagel – Sulawesi, Jalan Raya Gubeng sisi selatan, Jalan Raya Gubeng sisi utara, dan Jalan Sumbawa. (mar)

Pesan Wakil Walikota Surabaya Untuk Bela Negara

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-70 di Halaman Taman Surya pada Rabu, (19/12/2018). Upacara ini digelar sebagai bentuk peringatan pada 70 tahun silam, MR Syafrudin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI yang telah mendeklarasikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Atas jasanya tersebut, berhasil mengatasi kekuatan militer penjajah, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih tetap berdiri.

Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, penetapan peristiwa bersejarah ini sebagai Hari Bela Negara merupakan penegasan bahwa Bela Negara sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas. Bela Negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

“Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok Tanah Air sesungguhnya sedang melakukan Bela Negara,” kata Wisnu saat membacakan amanat tertulis Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).

Ia menyampaikan di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah semakin maju memasuki era robotik. Tahun ini, pemerintah sudah memulai langkah dengan merampungkan RoadMapIndustri 4.0. “RoadMap ini, mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik. Era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi-teknologi disruptif,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, wujud Bela Negara di tengah teknologi disruptif bukanlah larut dalamdisruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif. Justru bangsa harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan. “Baik dalam konteks sosial maupun alamiah,” imbuhnya.

Pada momentum Hari Bela Negara ini, Wisnu juga mengajak semua elemen masyarakat untuk kembali mengingat dan mensyukuri Kemerdekaan Bangsa dan Negara yang telah dianugerahkan oleh Tuhan, sebagai modal dasar kerja Bangsa di segala bidang. “Mari kita syukuri bersama keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, adat istiadat, beragam agama, dan kepercayaan di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan tugas bela negara tentulah bukan tugas yang ringan seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun, ia yakin melalui sinergi antar segenap elemen Bangsa, baik aparatur negara, sipil, militer, pengusaha, pelajar, pewarta hingga tokoh masyarakat mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, adil dan makmur, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

“Selamat Hari Bela Negara Tahun 2018, jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa, pertebal rasa cinta tanah air dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai tugas dan profesi masing-masing,” tutupnya. (mar)

Jalan Gubeng Surabaya Ambles

SURAB2AYA (Swaranews) – Ambnlesnya Jalan Raya Gubeng hingga saat ini masih diselidiki oleh aparat terkait penyebabnya. Upaya pencarian korban juga telah dilakukan. Tetapi juga belum meembuahkan hasil.

Kusminto, salah seorang karyawan BNI yang kantornya persis berada dihadapan lokasi amblesnya jalan mengatakan bahwa sempat terjadi dua bunyi berdebum mirip ledakan bom.

“Blum, saya dengar bunyi ledakan pertama langsung saya lihat dari atas ternyata ada tiang listrik jatuh,” ujarnya, Rabu (19/12/2018) di Jalan Sumbawa Surabaya dini hari.

Setelah tahu kejadian itu Kusminto mengabarkan pada teman-temannya yang juga menyelesaikan tugas kantor biasanya. Namun tak berapa lama kembali terdengar ledakan yang lebih keras.

“Bunyi suara berdebun yang kami dengar cukup meembuat panik kami. Sehingga para karyawan semburat turun ketakutan. Ternyata kami melihat jalan depan ini sudah aambles,” bebernya kepada Swaranews

Perugas PMK dan Linmas di TKP menyampaikan bahwa kedalaman amblesnya jalan itu belasan meter. Lokasi di Jalan Gubeng antara proyek Rumah Sakit Siloam dan Bank BNI menuju Jalan Sumatera otomatis lumpuh total.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, mengatakan peristiwa jalan ambles tersebut terjadi sekira pukul 21.45 WIB. Lubang besar tercipta dan memutus seluruh badan jalan di jalan tersebut.

“Kami dengan Petugas yang berwenang dari Pemkot Surabaya masih melakukan penyelidikan di TKP (tempat kejadian perkara),” katanya

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan bahwa amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya dugaan sementara karena pembangunan proyek dari RS Siloam.

“Tanah di raya gubeng tertarik ke arah barat, longsor. Dugaan ada kesalahan konstruksi. Jika benar ada kesalahan dalam IMB, maka akan ada tindakan tegas dari Pemerintahan Kota Surabaya,” tegasnya.

Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana juga mengkhawatirkan terkait penyebab amblesnya jalan diperparah erosi tanah.

“Kita juga khawatirnya ada erosi tanah di bawah, kan di bawah Jalan Gubeng ini juga ada resapan tanah, khawatirnya juga ada longsoran ke dalam atau likuifaksi,” terangnya

Gunaa memastikan dugaan tersebut, Pemkot Surabaya bersama pihak terkait lainnya akan melakukan investigasi. (mar)

Warga Kota Malang Tolak Ideologi Separatis AMP

KOTA MALANG (Swaranews) – Keberadaan aliansi mahasiswa Papua di Kota Malang, kembali di kecam oleh masyarakat.
Kecaman itu, diungkapkan oleh warga Kota Malang yang berkumpul di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Rabu, 19 Desember 2018, siang.

Kumpulan masyarakat yang mengatasnamakan diri aliansi Malang Bersatu itu, mengecam segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa Papua yang dinilai bisa merusak kondusifitas dan keamanan wilayah di Kota Malang.

“Kami menolak dan mengecam segala bentuk aksi aliansi mahasiswa Papua. Warga siap turun ke lapangan jika himbauan kami tidak di dengar,” tandas Gus Isa, koordinator lapangan aksi damai yang dilakukan oleh aliansi Malang Bersatu di depan balai Kota Malang, Pemkot Malang.

Isa menilai, Kota Malang bukanlah daerah yang tepat bagi masyarakat yang memiliki paham separatisme, seperti halnya kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berafiliasi di Papua Barat.

“Perlu kami tegaskan, aliansi mahasiswa Papua itu underbow (sayap) dari KKB,” kata Isa.

Isa kembali menghimbau kepada pihak Pemda Malang untuk segera mengambil langkah-langkah tegas terkait adanya aliansi mahasiswa Papua yang masih tinggal di Kota Malang.

“Semua organisasi di Kota Malang, siap membantu Pemkot Malang demi terciptanya Malang yang kondusif,” tutur Isa.

Tidak berhenti sampai disitu saja, peserta aksi damai juga melanjutkan aksinya menuju kantor DPRD Kota Malang. Setiba di kantor DPRD, masa aksi damai langsung ditemui oleh Pratikno, salah satu anggota DPRD setempat.

Pratikno menegaskan, dirinya juga memiliki pemahaman yang sama dengan para peserta aksi damai. Anggota DPRD dari fraksi PDI-P itu menuturkan, dirinya bakal memberikan dukungan penuh kepada masyarakat terkait penolakan adanya aliansi mahasiswa Papua di Bumi Arema (Malang).

“Saya mewakili anggota DPRD Kota Malang siap mendukung masyarakat yang sedang menjalankan aksi penolakan AMP di Kota Malang,” jelas Pratikno.

“Saya selaku anggota Dewan, siap membantu dan melayani warga Kota Malang,” imbuhnya. (bai)

Isi Liburanmu Di Mini Agrowisata Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Jelang libur natal dan tahun baru 2018, Warga Surabaya bisa menikmati mini agrowisata yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.Dikonsep layaknya perkebunan di dalam perkotaan, kawasan agrowisata mengenalkan sekaligus mengedukasi berbagai macam jenis budidaya pertanian dan perikanan.

 

Mini Agro Wisata yang terletak di belakang kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jalan Pagesangan memilik luas lahan sekitar 8.000 meter. Berbagai macam jenis tanaman, tumbuhan, dan sayuran seperti kangkung, sawi tabulampot, budidaya aggrek, dan juga tanaman budidaya hidroponik tersedia di sini.

 

Selain bermacam tanaman hortikultura, ada juga budidaya berbagai macam ternak seperti ayam petelur, kelinci dan kambing. Tak hanya itu, DKPP juga membudidaya ikan nila dan lele. Bagi pengunjung yang pegal-pegal pun tak usah khawatir karena DKPP menyediakan ikan terapi yang siap memijit manja kaki pengunjung.

 

Yuni (32) Warga Menanggal menuturkan, liburan sekolah dimanfaatkan dengan mengajak buah hatinya supaya berani dengan binatang dan mengenal berbagai macam tumbuhan. “Kawasan ini bagus untuk anak-anak. Itung-itung bermain sambil belajar,” ucapnya.

 

Ia mengetahui kawasan agro wisata berdasarkan informasi dari teman-teman yang mengshare tempat wisata ini di akun sosial media facebook. “Awalnya nggak tahu, pas lihat dan kebetulan tidak jauh dari rumah akhirnya ke sini. Kesan pertama, bagus dan baik,” imbuhnya.

 

Hal senada diungkapkan Najwa, siswi kelas 6 SD yang datang bersama ayah dan beberapa kawan-kawannya. Ia mengaku memanfaatkan liburan sekolah dengan belajar sekaligus bermain di mini agro wisata. “Pertama kali ke sini sangat senang serta bahagia,” ucapnya sambil tersenyum.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Joestamadji mengatakan, mini agro wisata dibuat untuk mengenalkan berbagai macam jenis tanaman kepada masyarakat. Salah satunya, lanjut dia, budidaya jenis tanaman di perkotaan menggunakan hidroponik, polybag dan ember. “Jadi, ketika masyarakat datang, bisa tahu bagaimana budidaya tanaman di perkotaan,” ujarnya pada Selasa, (18/12/2018).

 

Ia menjelaskan ada berbagai macam jenis pertanian yang disediakan DKPP antara lain timun, cabe, melon, mangga, jambu, sirsak, pepaya, kangkung, sawi, pisang. Selain pertanian, kata Joes, adapula peternakan hewan mulai dari kelinci, ayam dan kambing. Sedangkan perikanan ada budidaya ikan lele serta nila. “Total jumlah kambing sekitar 40 dan biasanya diberikan kepada kelompok tani,” sambungnya.

 

Disampaikan Joes, mini agro wisata sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Mengingat, banyaknya peminat, DKPP membuka wisata ini pada Sabtu, Minggu dan di hari libur mulai pukul 09.00–15.00 WIB.

 

Dikarenakan penataan tempat wisata yang nyaman dan cukup apik, Joes mengaku, jumlah pengunjung jelang liburan natal dan tahun baru dipastikan meningkat dari biasanya. “Jumlahnya saya tidak tahu persis, namun yang datang tidak hanya warga Surabaya melainkan juga luar kota Surabaya,” terang Joes.

 

Bagi warga yang mengunjungi Mini Agrowisata sewaktu panen buah dan sayuran serta telur hasil budidaya ayam petelur bisa pengunjung bawa pulang. “Kalau masuk musim panen, biasanya kami bagikan kepada warga yang sedang mengunjungi Mini Agrowisata bahkan kami bagikan ke warga sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi warga yang juga ingin mendapatkan bibit, bisa langsung memintanya di Kantor DKKP tapi dengan catatan jika stok masih tersedia. “Biasanya kalau stok bibit di green house melimpah pengunjung dan warga surabaya biasanya kami bagi. Akan tetapi jika stok terbatas ya mohon maaf,” tandasnya. (mar)

Hasil Diskusi Apenso (Asosiasi Pendidikan dan Sosial) Indonesia

PENDIDIKAN:
1. Pendidikan yang menimbulkan siwa belajar kreatif pengembangan sesuai talentanya.
2. Pendidikan seni rupa yang termotivasi dari diri siswa untuk membuat keindahan.

SOSIAL:
1. Melakukan ucapan dan tulisan yang bisa mengedukasi masyarakat.

POLITIK:
1. Ikut menjaga kedamaian di tahun politik, pemilu serentak saat ini.
2. Mendoakan teman teman yang ikut pencalegan agar menjadi anggota legislatif yang amanah.
3. Tidak golput, ikut memilih (nyoblos) sesuai pilihan masing2, menjaga ucap yang tidak menimbulkan ketersinggungan yg lain.
Sidoarjo, 30 Novemver 2018.

Catatan Redaksi:
Pengurus APENSO Indonesia: Prof.DR. Gempur Santoso, M.Kes (Managing Director), Ketua Departemen: Yitno Utomo, ST, MT; Drs. Setyo Purnomo; Drs. Suryadi, MPd; Drs. Bagas; DR. Ani Purwati, SH, MH; Drs. Mahmud Yunus, MPd; DR. Juwari, MPd, KrisMariyono, SPT, SPd, Drs. Sugianto Subiyanto Hartawan, SH.

APENSO Indonesia merupakan cikal bakal dari pengurus Rumah Dahlan Iskan Jawa Timur yang dibentuk tahun 2013 dalam rangka mensosialisasikan Dahlan Iskan saat pencapresan beliau di salah satu partai politik. Pengurus RDI Jatim dari berbagai kalangan yang non partisan parpol dan sampai saat ini secara kelembagaan tidak ikut dalam politik praktis. Keanggotaan pengurus RDI Jatim (pusat) dan pengurus di 35 kabupaten/kota yang dipimpin oleh Prof. DR. Gempur Santoso, M. Kes, seorang guru besar di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya hingga saat ini tahun 2018 masih menjalin silahturahmi dan berkomunikasi secara intens membahas masalah pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Ads