Beranda blog Halaman 23

Khofifah Sebut Lowo Ireng Reborn Karya ITS Mirip Batmobile Batman

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memuji mobil listrik karya mahasiswa Insitut Teknologi Sepuluh November (ITS). Bahkan, Khofifah menyebut tampilan mobil yang bernama Lowo Ireng Reborn tersebut mirip seperti Batmobile milik Bruce Wayne (Batman). Khofifah juga sempat menaiki mobil tersebut bersama istri Wakil Gubernur Emil Dardak, Arumi Bachsin.

“Kali pertama melihat mobil ini, cuma terlintas satu kata. Keren !. Mirip seperti Batmobile, mobil tunggangan Bruce Wayne a.k.a Batman,” kata Khofifah saat Launching Rangkaian HUT Ke-74 Provinsi Jawa Timur, di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (18/9/2019) pagi.

Khofifah meminta agar ITS lebih mengembangkan karya otomotif tersebut sehingga bisa diterima di industri otomotif  untuk bisa diproduksi secara massal. Menurutnya, jangan sampai Lowo Ireng  berhenti  sampai uji coba dan  pameran atau hanya diikutkan perlombaan saja. Tetapi perlu komitmen kita semua untuk mengembangkan sampai produksi massal dengan berbagai persyaratan yang dibutuhkan.

Belum lama ini, kata Khofifah, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik. Dalam peraturan tersebut, salah satunya mengatur soal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau konten lokal sebagai prasyarat produk mobil listrik. Itu artinya, pemerintah mendukung penuh pengembangan mobil listrik di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi energi, ketahanan energi, dan konservasi energi sektor transportasi.

“Kembangkan lagi, jika masih ada kekurangannya segera dievaluasi. Saya ingin karya seperti ini bisa dioptimalkan sehingga bisa segera mengaspal di jalanan-jalanan Indonesia,” tuturnya.

Menurut Khofifah, untuk membangun ekosistem mobil listrik di Indonesia, semua pihak harus bekerja sama. Tidak hanya pemerintah, namun juga badan usaha, swasta, dan perguruan tinggi. Selain itu, upaya edukasi dan sosialisasi terkait mobil listrik juga penting untuk meningkatkan kesadaran juga pengenalan masyarakat terhadap mobil listrik.

Apabila kendaraan listrik di Indonesia diproduksi massal, Khofifah yakin banyak efek positif yang akan dirasakan. Satu diantaranya, adalah mengurangi impor terhadap energi bahan bakar fosil secara signifikan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Kualitas udara akan jauh lebih baik dan lebih ramah lingkungan. Saya yakin ITS mampu mengembangkannya lebih baik lagi,” imbuhnya.

Lowo Ireng Reborn sejatinya bukan mobil baru. Pada 2014 mobil Lowo Ireng sudah diluncurkan. Namun, saat itu bahan bakar yang digunakan masih bensin. Kemudian, tahun ini mobil Lowo Ireng tersebut dikembangkan menjadi mobil listrik. Namanya pun berubah menjadi Lowo Ireng Reborn. Lowo Ireng diambil dari bahasa Jawa yang berarti kelelawar hitam dan memiliki kecepatan lebih dari 160 kilometer/jam.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga turut dipamerkan mobil Esemka milik PT Solo Manufaktur Kreasi. Mobil yang dipamerkan adalah jenis Passenger car Garuda dan komersial pick up Bima. Khofifah juga menyempatkan diri untuk menjajal mobil yang diluncurkan Presiden Jokowi awal september lalu.

“Menurut saya mobil esemka ini bagus, rencananya saya juga ikut mengantri untuk membeli satu unit,” pungkasnya. (Msa)

Masjid Al Ikhlas Diresmikan Oleh Kolonel Inf Sudaryanto

SURABAYA (Swaranews) – Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, S. E, meresmikan Masjid AL-Ikhlas yang selama ini usai melewati proses rehabilitasi bangunan.

Dikatakan Danrem, Masjid tersebut tak semata-mata hanya untuk sarana tempat beribadah saja. Namun, pembangunan Masjid itu, juga ditujukan sebagai tempat interaksi dalam menyampaikan suatu hal yang mulia.

“Untuk itu, kami berharap Masjid ini bisa dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal,” kata Danrem usai menggelar prosesi peresmian Masjid AL-Ikhlas. Rabu, 18 September 2019.

Selain itu, dirinya juga berharap jika pembangunan Masjid tersebut, nantinya bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat sekaligus personel Korem.

“Masjid ini kita buka untuk umum. Mudah-mudahan umat Muslim yang beribadah di Masjid ini, bisa menambah kekhusyukan ketika melakukan ibadah,” tandasnya.

Peningkatan keimanan, imbunya, dinilai mampu menjadi penangkal suatu upaya yang menimbulkan suatu efek negatif.

“Jadi, kita ingin jama’ah yang beribadah di Masjid ini, bisa lebih menghayati nilai-nilai keagamaan,” tandasnya. (mar)

Pembangunan Park and Ride Terminal Intermoda Joyoboyo 93 Persen Rampung

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggebut pembangunan park and ride yang berdiri di gedung lima lantai Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Pembangunan park and ride yang dimulai sejak Januari 2018 itu, pengerjaannya kini telah mencapai 93 persen rampung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, hingga saat ini pembangunan park and ride Terminal Intermoda Joyoboyo sudah memasuki 93 persen rampung. Selanjutnya, pengerjaan tinggal proses finishing seperti pengecatan dan pemasangan interior.

“Kita berharap akhir Desember 2019 nanti bisa dimanfaatkan, ketika musim liburan akhir tahun. Sehingga tidak macet seperti tahun-tahun sebelumnya untuk pengunjung KBS (Kebun Binatang Surabaya),” kata Irvan, Rabu (18/09/2019).

Ia menjelaskan, selain berfungsi sebagai terminal angkutan umum, nantinya TIJ juga digunakan sebagai tempat parkir kendaraan, baik roda dua (R2), roda empat (R4), bus pariwisata maupun sepeda angin. Salah satunya adalah digunakan sebagai parkir kendaraan pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Kita berharap Terminal Joyoboyo ke depan bisa menjadi stasiun intermoda. Tidak hanya moda darat tetapi juga moda rel, bisa connecting dengan Stasiun Wonokromo,” ujar Irvan.

Jika parkir utama di KBS penuh, nantinya masyarakat bisa memanfaatkan park and ride yang ada di Terminal Joyoboyo. Maka dari itu, pihaknya juga bakal melengkapi papan informasi di KBS jika nantinya parkir utama penuh. “Nanti ada papan informasi kalau (parkir) KBS penuh, kita alihkan ke park and ride Terminal Joyoboyo,” jelasnya.

Park and ride Terminal Joyoboyo ini memiliki kapasitas Satuan Ruang Parkir (SRP) yang cukup besar untuk menampung volume kendaraan. Untuk kendaraan R4 sebanyak 320 SRP, roda dua atau motor 500 SRP, bus pariwisata 8 SRP, sedangkan untuk sepeda angin 100 SRP.

Menurutnya, pengunjung KBS yang memanfaatkan fasilitas parkir di park and ride Joyoboyo, selanjutnya bisa berjalan kaki melewati zebra cross menuju ke pintu selatan KBS. “Sementara ini dari Joyoboyo ke KBS bisa jalan kaki. Ada zebra cross yang kita hubungkan dengan pintu selatan KBS,” kata Irvan.

Sementara itu, ketika ditanya terkait dengan rencana pengerjaan underpass yang menghubungkan TIJ dengan KBS, Irvan menjelaskan, bahwa pembangunan itu direncanakan pada tahun depan. Nantinya pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya tahun 2020.

“Kita masih koordinasi dengan Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan Kota) Surabaya untuk penganggarannya, kurang lebih (estimasi) Rp20 Miliar,” pungkasnya. (mar)

 

 

Korban Kebakaran Di Kota Surabaya Terima Bantuan

SURABAYA (Swaranews)  –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada korban musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa wilayah Surabaya. Korban kebakaran ini, terdiri dari delapan Kartu Keluarga (KK) di lima wilayah kecamatan Surabaya.

 

Bantuan tersebut, diserahkan satu per satu kepada korban musibah kebakaran oleh Asisten Bagian Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Hidayat Syah. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, pemkot membantu korban musibah kebakaran ini melalui berbagai cara. Salah satunya adalah pemberian bantuan berupa dana.

 

”Kami berikan dana ini agar dapat digunakan sebaik mungkin, misalkan untuk pembenahan rumah, atau keperluan yang mendesak lainnya,” kata Hidayat saat menyerahkan bantuan kepada korban musibah kebakaran di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Selasa (17/9/2019).

 

Hidayat menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga memberikan bantuan berupa tempat tidur, selimut dan makanan. Selain itu, ia juga memastikan bakal membantu korban untuk dimudahkan mengurus dokumen-dokumen penting yang ikut hangus terbakar.

 

“Seperti e-KTP, ijazah, atau dokumen lain yang terbakar, nanti kami upayakan membantu semaksimal mungkin,” jelasnya.

 

Ia mengungkapkan, korban kebakaran ini berasal dari lima wilayah kecamatan di Surabaya. Yakni, Kecamatan Benowo, Kenjeran, Sawahan, Tambaksari dan Tegalsari. Mereka yang mendapat bantuan adalah Slamet Riyadi, Sumarianto, Yoshep, Suzatmiko, Muntoha, Sunarto, Ahmad Juiri, Hariyanto, dan Subaedah. “Semoga apa yang kami berikan ini bermanfaat untuk mereka,” jelas dia.

 

Sementara itu, salah seorang korban musibah kebakaran dari Kecamatan Benowo Surabaya, Sunarto mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemkot Surabaya atas atensi dan bantuan yang diberikan. Sejak musibah kebakaran yang menimpa keluarganya pada 8 September lalu, jajaran Pemkot Surabaya turun langsung untuk memberikan bantuan.

 

“Meskipun tidak bertemu Ibu Risma langsung, saya tetap mengucapkan terima kasih sekali atas semua bantuan yang diberikan. Pemkot sangat sigap dalam membantu kami,” kata Sunarto.

 

Bahkan, Sunarto mengaku, seusai peristiwa kebakaran terjadi, keluarganya terus mendapatkan bantuan. Mulai dari bantuan kasur, makan sehari tiga kali, hingga kebutuhan selimut. “Respon Dinas Pemadam Kebakarannya juga sangat sigap, saya bersyukur sekali,” pungkas dia. (mar)

Lomba Komsos Kreatif, Pangdam Serahkan Penghargaan

SURABAYA (Swaranews) – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P.B resmi mengakhiri lomba komsos kreatif yang ditujukan bagi para pelajar se-Jawa Timur.
Melalui amanat yang dibacakannya, Pangdam mengatakan jika perlombaan yang digagas oleh Staf Teritorial Kodam itu, digelar guna membangun soliditas, solidaritas dan menumbuhkan semangat Persatuan dan Kesatuan di dalam diri para pelajar.

“Upaya itu, untuk meningkatkan jiwa kebangsaan dalam bingkai NKRI,” tegas Pangdam melalui amanat penutupan lomba komsos kreatif di Gedung Balai Prajurit, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Selasa, 17 September 2019 siang.

Tidak hanya itu, mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya itu menegaskan jika kemenangan dalam perlombaan itu, bukanlah suatu tujuan utama. Akan tetapi, aktualisasi kembali semangat juang dan ide kreatif para peserta, merupakan hal utama yang diinginkan oleh pihak Kodam selama berlangsungnya event tersebut.

“Kegiatan lomba seperti ini merupakan agenda penting untuk dilaksanakan karena bernilai positif, yaitu dalam rangka menggali dan mengembangkan bakat para generasi penerus bangsa,” jelasnya. “Maka dari itu, kalah atau menang dalam lomba ini, bukanlah yang utama. Namun, yang diutamakan adalah nilai-nilai semangat dan rasa solidaritas para peserta,” imbuh Jenderal Bintang Dua kelahiran Kota Surabaya ini.

Untuk diketahui, terdapat beberapa kategori perlombaan dalam event tersebut. Selain perlombaan fotografer, pihak Kodam juga membuka perlombaan Tari Remo, salah satu tari khas masyarakat Jawa Timur.

Untuk lomba Tari Remo, di peringkat pertama berhasil diduduki oleh para pelajar dari perwakilan Kodim 0807/Tulungagung. Di peringkat kedua, diraih oleh peserta dari perwakilan Kodim 0821/Lumajang, dan di peringkat ketiga telah diisi oleh pelajar dari pewakilan Kodim 0815/Mojokerto. (mar)

Ning Leni Maulana Seniman Ludruk yang Terus Belajar

SURABAYA (Swaranews) – Sosok Ning Leni seniman ludruk RRI Sur yang kini tidak muda lagi dan usianya sudah merambah kepala empat tidak mau ketinggalan jaman. Ia terus berupaya belajar Tekonologi Informasi dan mengikuti kecenderungan masyarakat.”Sebagai seniman ludruk di era global harus mampu menguasai teknologi canggih dan memahami situasi dan kondisi masyarakat “Ujar Leni yang juga merangkap Pengarah Acara Program Sandiwara.

“Ya boleh saja mengetengahkan cerita rakyat atau legenda tapi sekali-kali harus menampilkan cerita kekinian,” imbuh Ning Leni. Perempuan yang masuk RRI Surabaya sekitar 10 tahun lalu berkeinginan,seni ludruk tidak hanya diminati kalangan orang tua namun juga kalangan kawula muda.

“Kawula muda harus mengenal dan memahami seni ludruk, jangan salahkan nanti jika ada seni ludruk diklaim bangsa lain,” tandas Ning Leni. Ia memberikan solusi agar digemari kawula muda,selain harus menampilkan cerita kekinian juga perlu diwarnai hasil kreasi anak muda.”Kalau perlu ludruk mengetengahkan Gita Cinta dari SMA,yang menceritakan roman cinta di SMA atau Di Kampus Ada Cinta, cerita cinta dikalangan mahasiswa,”elas Leni sembari menambahkan kawula juga perlu menonton cerita legenda atau sejarah yang dikemas sesuai selera anak muda.

Ning Leni mengakui, untuk menampilkan cerita era sekarang yang disukai kawula muda tidak terlalu sulit,namun yang perlu dipikirkan minimnya pemain ludruk muda untuk berkiprah dihadapan generasi muda.
“Saya kalau memerankan mahasiswa masih sanggup tapi kalau menampilkan sosok anak mahasiswa saya angkat tangan, memang dari sisi suara sebenarnya masih layak ya kalau untuk siaran radio tidak masalah cuma hanya suara,” ungkap Leni yang alumni salah satu sekolah lanjutan di Surabaya.

Dalam upaya meningkatkan wawasan kemampuan serta ketrampilan dalam seni tradisional ludruk Ning Leni sering berdiskusi dengan para seniman ludruk baik dari lingkungan RRI Surabaya maupun dengan para seniman muda Surabaya seperti Cak Meymura, Cak Sabil, Cak Robert Bayonet dan Cak Djadi Galajapo. “Diskusi sangat penting untuk melangkah maju selama tidak debat kusir ,” pungkas Leni yang piawai .menari. berolah vokal dan pemain ludruk. Km

Acara Bersih Desa tarokan

KEDIRI (SwaraNews) – Kebersaaan dan kekompakan masyarakat Desa tarokan Kecamatan tarokan Kabupaten kediri memang tak di ragukan. Terbukti dalam berbagai kegiatan baik bidang kemasyarakatan, kesenian maupun bidang keagamaan,
Kali ini Desa tarokan kembali membuat berbagai kalangan terkagum dengan kekompakan seluruh masyarakat, bersama pemerintahan desa yang ada saat ini. Desa Tarokan yang dipimpin oleh Supadi,SE. Ini menggelar acara bersih desa, (14/09/19) dengan berbagai kegiatan mulai dari kirab budaya dan di tutup oleh pagelaran wayang kulit.

kirab budaya yang melibatkan masyarakat dan pemerintahan desa tarokan. Kegiatan kirab budaya dengan beberapa tumpeng gunungan yang ber isi hasil panin warga tarokan diberangkatkan oleh kepala desa supadi ,SE beserta ibu dari depan kantor balai desa tarokan dan keliling menuju dusun dusun yang di setiap jalan dengan membagikan tumpeng gunungan berisi hasil pertanian desa tarokan mulai padi, jagung, kedelai, sayur mayur, polopendem atau umbi-umbian hingga buah-buahan dan palawija, dan finish kembali ke balai desa. Dengan berbusana adat jawa kepala desa dan perangkatnya membuat antusias masyarakat desa tarokan.

Dilanjutkan dengan menyaksikan pesta rakyat yang di sajikan oleh masyarakat dan pemerintah desa tarokan dalam rangka Bersih Desa yang terpusat di balai desa tersebut tampak ramai penuh sesak pengunjung. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh ki dalang tantot sutanto

Merupakan puncak kegiatan dari acara dalam rangka Bersih Desa tarokan Dalang yang namanya tak asing lagi ini membawa lakon tumurene wahyu mahkuto romo dengan bintang tamu gareng semarang dan thema bersih desa sedekah bumi.

Supadi, SE. selaku kepala desa tarokan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pagelaran seni tersebut dalam rangka bersih desa tarokan. Dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat tarokan yang telah ikut mensukseskan kegiatan tersebut.
Supadi juga berharap dari kegiatan bersih desa tersebut pemerintah desa tarokan bisa selalu melestarikan kebudayaan yang bersifat religi tersebut. “Kegiatan ini rutin yang diadakan tiap tahun sudah menjadi agenda desa tarokan. Semoga ini akan bisa selalu dilestarikan karena kegiatan Bersih Desa atau Selain ini adalah budaya Religi Desa tarokan kami masyarakat dan pemerintah Desa akan selalu berusaha melestarikanya,” jelas Supadi kepala desa tarokan.

Lebih lanjut Kades supadi berharap dari kegiatan Bersih Desa Tersebut, pemerintah desa dan seluruh masyarakat desa tarokan selalu dalam keadaan aman dan tentram, serta selalu guyup rukun sehingga Pemerintah Desa tarokan di beri kemudahan dalam melaksanakan pembangunan Desa. Er

DLHKP Adakan Focus Group Discussion RPPLH Kota Kediri tahun 2019

KEDIRI (swaranews) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) mengadakan _Focus Group Discussion_ (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Kediri tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kilisuci, Kamis (12/9).

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar hadir sekaligus membuka acara. Mengawali sambutannya, Walikota Kediri mengingatkan forum ini penting untuk keberlanjutan bersama, khususnya untuk Kota Kediri.

“Saya rasa sekarang Pak Presiden pun juga sangat fokus terhadap krisis lingkungan hidup. Oleh karena itu, kita diskusinya juga harus kritis supaya bisa membangun Kota Kediri betul-betul lebih baik lagi. Dan tentunya kalau mungkin nantinya ada indeks kenyamanan tinggal di Kota Kediri pun juga harus meningkat. Saya juga ingin mengingatkan bahwa yang paling kelihatan yaitu aspal kita selalu naik. Lalu warga kita lebih suka paving dibanding tanah. Paving memang bisa menyerap tapi tidak bisa maksimal seperti tanah. Saya lihat di daerah maju, taman-taman digunakan sebagai resapan air. Ini juga perlu kita pikirkan bersama. Apabila ada ruang publik justru harus digunakan untuk resapan air. Kalau kita secara _massive_ melakukan ini bersama-sama di seluruh indonesia, maka air yang disedot dalam tanah itu tidak akan turun,” tandas Mas Abu.

Walikota muda tersebut melanjutkan, dalam periode kedua kepemimpinannya bersama Ning Lik mengusung misi yaitu mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.

“Saya dan Ning Lik ada misi dalam mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Jadi anak cucu kita tetap bisa merasakan. Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya 58,29, target saya di 2024 nanti menjadi 70,00. Saya berharap banyak lagi tempat-tempat yang layak untuk anak-anak bermain. Karena penduduk kita kurang lebih 80% tempatnya di perkampungan, 20% nya di pinggir jalan. Rata-rata rumahnya berdekatan. Oleh karena itu, mereka harus bermain di luar dengan alam,” lanjut Mas Abu.

Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan penyusunan dokumen yang semakin bagus sehingga permasalahan lingkungan hidup di Kota Kediri bisa teratasi dan akhirnya berdampak pada pembangunan yang berkelanjutan
Adapun topik yang dibahas dalam forum tersebut yaitu Sumber Daya Alam (SDA), kualitas lingkungan hidup, pengendalian SDA dan adaptasi mitigasi perubahan iklim di Kota Kediri. Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Dr. Lutfi Muta’ali pengajar Fakultas Geografi dari UGM Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eny Endardjati, Seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Kediri, Direktur PDAM, Lurah Se-Kota Kediri, Pimpinan Instansi / Lembaga, Pimpinan Civitas Akademika, Aktivis Peduli Lingkungan dan Perwakilan Pelaku Usaha (adv/Er)

Buddhayana Dharmawira Center Adakan Festival Kue Bulan

SURABAYA (Swaranews) – Menyambut festival kue bulan vihara Buddhayana Dharmawira Center (BDC) berbagi kebahagiaan bersama para lansia dari panti surya, panti wredha Undaan dan panti wulan Bahagia.
Nuansa keakraban dan kebersamaan meski berbeda keyakinan para oma dengan gembira bernyanyi dan makan bersama. Salah satu oma Tan Giok Lin dari panti Surya meski berusia 81 tahun tapi masih dapat menyanyi lagu I Love Jesus dengan syahdu mendapatkan aplaus dari para pengurus vihara BDC yang mayoritas buddhis.
“Vihara BDC miniatur mini kebhinekaan tunggal ika dalam hidup bermasyarakat tanpa memandang suku, agama dan ras. Acara ini untuk berbagi kasih sayang menghibur para opa maupun oma yang kesepian di panti. Berbagi kebahagiaan sama halnya menanamkan benih kebajikan dalam batin kita masing-masing,” ujar Hudy Suharto, ketua panitia.
Setelah itu dilanjutkan dengan lomba karaoke Mandarin yang diikuti 60 peserta dari berbagai daerah di Jatim dan luar Jawa. Antusiasme para peserta yang hadir makin memeriahkan puncak perayaan festival kue bulan ini.
Juara pertama Yang Sioe Koe akrab disapa Evy dari Surabaya. Pemenang kedua Raymond dari Sidoarjo keduanya memperoleh nilai sama 29,73. Evy menjadi juara pertama karena memiliki keunggulan performance. Sedangkan juara ketiga Sioe Siang, seorang tuna netra dari Malang.
Kemenangan ini merupakan anugerah Tuhan. Kata Evy yang sering ikut lomba karaoke mandarin sejak 10 tahun lalu. Dan kemenangan ini gelar yang ke 44 kali kemenangannya. Wanita 60 tahun ini alumni SMP kelas 1 Jiao Zhong Surabaya. “Kemenangan ini bukanlah yang utama, namun persahabatan, kebersamaan, pertemuan dengan sahabat lansia yang lebih penting. Dengan menyanyi bersama memunculkan kebahagiaan dalam batin,” jelasnya. Sun

Ketua Fobi Jatim Chandra Wurianto Bangga Atas Keberhasilan Tim Fobi Kaltara Mengalahkan Tim Malaysia di Lomba Barongsai XI ITC

SURABAYA (Swaranews) – Tim barongsai Fobi Kaltara (Kalimantan Utara) juara pertama lomba barongsai XI ITC kategori Tonggak, minggu 25/8/2019. Tim ini memperoleh nilai 9,220 menang tipis atas tim barongsai juara bertahan Khu Sen Keng dari Malaysia dengan nilai 9,180 juara ketiga yang tahun lalu menjadi juara lomba barongsai ITC X 2018. Sedangkan tim kuda hitam dari Tiongkok yang mayoritas pelajar sekolah menengah usia 15 tahun tim Teng Xian Zhong Deng Zhuan Ye Xie Xiao dari China menjadi juara kedua nilai 9,210.
Chandra Wurianto bangga atas keberhasilan tim Fobi Kaltara yang berhasil mengalahkan tim Khu Sen Kheng Malaysia rival bebuyutannya. “Perkembangan barongsai di Indonesia cukup pesat meski sumber daya manusia pemainnya non-Tionghoa namun memberikan kontribusi positif dalam tim dengan menjaga kekompakan. Semoga Fobi Kaltara dan Kong Ha Hong Jakarta tahun ini berhasil menjadi juara dunia barongsai di China,” harapnya.
Sejak penyisihan kedua tim Fobi Kaltara dengan Ku Shen Keng Malaysia berlomba menampilkan atraksi yang elegan kepada penonton maupun dewan juri dimana kedua tim melakukan gerakan 14 tingkat kesulitan diatas tim lainnya.
Sedangkan tim Kong Ha Hong Jakarta hanya menjadi juara harapan 1 dengan nilai 9,15. Penampilan anti klimaks di luar dugaan tim ini berhasil juara tiga kali di ITC beberapa tahun lalu.
Penyerahan hadiah juara pertama diberikan oleh Chandra Wurianto ketua Fobi Jatim kepada Alung Tjandra manager Fobi Kaltara dan penyerahan medali dilakukan Indah kurnia, anggota DPR RI. Indah mengatakan kegiatan barongsai merupakan kegiatan positif generasi muda dalam menjaga kekompakan, kebersamaan dalam tim yang terdiri dari bermacam suku agama ras sama halnya mempraktekkan Pancasila membina toleransi, gotongroyong dan kebersamaan dalam tim.
Manager tim fobi kaltara, Alung Tandra yang juga pengurus PSMTI Tarakan mengatakan kemenangan ini karena kekompakan dalam tim hingga berhasil menjadi juara pertama, juga faktor kebugaran fisik dan sedikit keberuntungan. Kami sempat berdegup jantung posisi nilai yang terpaut tipis dari babak penyisihan hingga final.
“Terima kasih juga dukungan rekan-rekan PSMTI Jatim yang ikut hadir memberikan support yaitu Go Tjong Ping (anggota DPRD Jatim, red), Alex Setiawan, Solekan, Totok Sudarto dan beberapa pengurus lainnya,” ujarnya kepada swaranews. Sun

Ads