Beranda blog Halaman 23

Kapten Sadikun, Ikut Mewujudkan Rumah yang Layak untuk Murtini

TRENGGALEK (Swaranews) – Kapten Inf. Sadikun, Danramil Kampak ikut berkerja keras mewujudkan rumah yang layak dan sehat untuk Murtini. Tidak hanya bertugas mengawasi kegiatan TMMD, Kapten Sadikun tidak segan terjun dan membantu anggota satgas dan masyarakat yang tengah bekerja, Selasa (30/7/2019).

Murtini, warga Dusun Kalitelu, Desa Dompyong ini menjadi salah satu penerima bantuan bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) program TMMD 105 di Kabupaten Trenggalek. Tercatat ada 8 warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah RTLH dalam program TMMD tersebut.

Hidup dalam keadaan serba kekurangan, membuat wanita paruh baya ini harus menerima keadaan yang tengah dijalaninya. Jangankan berpikiran memperbaiki rumahnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit.

Makanya Murtini senang ketika mendengar rumahnya akan dibedah melalui kemanunggalan masyarakat bersama TNI yang bersinergi dengan pemerintah, terangnya.

“Alhamdulillah rumah tempat saya berteduh bisa diperbaiki, terima kasih Pak Tentara, setelah dibangun mungkin tidak akan bocor lagi,” ungkapnya.

Sedangkan Kapten Inf. Sadikun, Danramil Kampak menuturkan apa yang dilakukannya sekedar ingin target sasaran RTLH Ibu Murtini ini bisa lekas selesai sesuai target yang telah ditentukan.

“Yang saya lakukan sekedar untuk memberikan semangat bagi anggota saya dan masyarakat untuk terus senantiasa bekerja keras demi kebaikan sesama. Kasihan bila Bu Murtini harus berlama-lama tinggal di rumah tetangga,” tegas Danramil Kampak tersebut.

Saat ini bedah rumah Ibu Murtini pada tahap pemasangan rangka atap. Diharapkan dalam waktu dekat dengan kemanunggalan TNI bersama masyarakat dan kerja keras bersama bedah rumah ini bisa selesai tepat waktu sesuai rencana.  (mar)

Satgas Bintal Kodim Sampang Beri Pemahaman Tata Cara Sholat

SAMPANG (Swaranews) – kegiatan non fisik TMMD ke 105 tahun 2019, Kodim 0828/sampang.Pembinaan Mental (Bintal) Korem 084/BJ.yang tergabung dalam satgas.melaksanakan penyuluhan Pembinaan Mental kejuangan kepada siswa SDN 1.karang anyar berjumlah sekitar 31 siswa , bertempat di masjid.Nurul Yakin.kegiatan pembinaan mental di laksanakan setelah selesai melaksanakan ibadah sholat dhuhur

Satgas Bintal Letda inf A.suwaifi. mengatakan sebagaimana di ketahui bersama bahwa TNI-AD melaksanakan tugas Negara yang berkaitan dengan peran sebagai alat Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia di darat.

Untuk melaksanakan tugas tersebut TNI-AD menyelenggarakan beberapa fungsi salah satunya adalah fungsi khusus yaitu Pembinaan Mental. Dalam pelaksanaanya adalah melaksanakan tugas pembinaan di bidang mental .yaitu yang mencakup Mental Rohani, Mental Ideologi dan Mental Kejuangan.

Dengan pembinaan Mental Rohani ini di harapkan Para Siswa dapat merealisasikan ajaran Agamanya dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. para siswa akan memahami nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai inti dari ajaran agama masing-masing, selain itu juga di harapkan para siswa akan mempunyai akhlak dan moral dengan menjujung tinggi serta mentaati norma yang berlaku baik di lingkungan keluarga maupun di Sekolah.

Letda inf A.suwaifi memberikan materi tentang membaca surat Al.Fatehah dan pemahaman dan mengerti tata cara sholat yang benar kepada siswa siswi. Dirinya mengatakan, penyuluhan ini merupakan wujud tanggung jawab TNI terhadap masyarakat terlebih pada generasi muda.

Karena menurutnya, generasi muda masih memiliki masa depan yang panjang serta dengan harapan melalui bimbing ini diharapkan khususnya untuk para siswa SDN 1 karang anyar tidak terjerumus dalam aliran-aliran maupun kelompok-kelompok yang berkedok agama untuk hal yang tidak baik.

Dan saya berharap
agar hal-hal yang saya sampaikan tadi. dapat bermanfaat bagi para siswa SDN 1 karang anyar“Dapat mencintai bangsa dan negara,”tuturnya*(sub)

Keberhasilan Kota Surabaya Membina Pelajar SMP Terus Berbuah Manis

SURABAYA (Swaranews) –  Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membina pelajar SMP di Kota Pahlawan terus berbuah manis. Baru-baru ini pelajar dari Kota Surabaya membuktikan diri tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademis, melainkan juga berprestasi bidang non akademis.

 

Tim Paduan Suara dan Vokal Grup One Voice dari SMPN 1 Kota Surabaya berhasil meraih empat emas dan The Most Expresion pada kompetisi 8th Bali International Choir Festival yang diselenggarakan 23-27 Juli 2019 lalu.

 

Atas prestasi tersebut, Tim Paduan Suara dan Vokal Grup One Voice diterima audiensi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Ruang Sidang Wali Kota, Senin (29/7/2019). Wali Kota Risma menemui Tim Paduan Surabaya One Voice didampingi Kepala Bapekko Eri Cahyadi, dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Tim Paduan Suara dan Vokal Grup One Voice. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang mendampingi karena sudah memberikan ruang untuk berprestasi di bidang akademis dan non akademis.

 

“Kalau kita semua melakukan ini terus, saya yakin tidak ada lagi kenakalan remaja di Kota Surabaya. Sebab, anak-anak melakukan kegiatan yang mereka senangi,” kata Wali Kota Risma.

 

Ia pun bersyukur karena sudah mampu membawa anak-anak SMPN 1 Surabaya berprestasi di bidang non akademis. Karena dulunya ia khawatir, siswa di SMPN 1 terkenal hanya beprestasi di bidang akademis dan tidak memiliki pengalaman di luar. Dengan prestasi bidang non akademis ini, anak sudah belajar mengatur stamina, komunikasi, disiplin, kerja sama, dan lain sebagainya.

 

“Itu semua tidak mudah, karena di luar sana banyak yang bidang akademiknya pas-pasan, tapi bisa berhasil karena banyak pengalaman,” ujarnya.

 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini berpesan kepada pelajar tersebut untuk tidak mudah berpuas diri dan lelah berlatih, karena di atas langit masih ada langit. Selain itu, prestasi non akademis ini harus diimbangi dengan prestasi akademis.

 

“Ibu dulu waktu bersekolah, supaya bisa ikut latihan macam-macam seperti voli, paduan suara, nilai rapornya tidak boleh turun. Itu sudah komitmen, akademis harus jalan dengan non akademis,” katanya.

 

Wali Kota Risma yakin bahwa hal itu bukan sesuatu yang sulit dan bisa dilakukan oleh semua pelajar. Tinggal semuanya pintar-pintar mengatur waktu. Jika prestasi akademis turun, orang tua akan sedih dan belum tentu mengizinkan untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler kembali. “Bisa kan kalian? Harus bisa. Itu bukan hal yang sulit,” tegasnya.

 

Atas prestasi itu, Presiden UCLG Aspac ini juga berharap, semua anggota Tim Paduan Suara dan Vokal Grup One Voice harus bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswi yang lain. Terutama dalam hal seimbangnya prestasi akademis dan non akademis. “Tunjukkan pada semuanya bahwa berprestasi di bidang non akademis tidak mempengaruhi prestasi akademis,” pesan Wali Kota Risma.

 

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kota Surabaya Titik Sudarti menjelaskan, sejak pertama dibentuk ekstrakurikuler paduan suara pada empat tahun lalu, raihan empat emas dan The Most Expresion ini merupakan prestasi tertinggi. Apalagi itu didapat dalam even kelas internasional. Tentu saja, prestasi siswa ini merupakan bentuk sinergitas yang baik antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan sekolah dan orang tua.

 

“Banyak babak yang harus kami lalui hingga sampai kepada tingkat grand prix di kompetisi tersebut,” pungkasnya (mar)

Wali Kota Risma Bantu Rusun untuk Korban Kebakaran Tandes

SURABAYA (Swaranews) – Di sela kesibukannya menjalankan tugas, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya menyambangi korban kebakaran di Asrama Polisi (Aspol), Jalan Tanjungsari, Tandes Surabaya, Sabtu, (27/07/2019) siang.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga didampingi Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, berdialog langsung dengan warga setempat, untuk menawarkan bantuan tempat tinggal sementara berupa rusunawa.

 

Monggoh (silahkan) kalau bapak-ibu berkenan, saya bantu untuk tinggal sementara di rusun, nanti untuk pindahannya biar dibantu sama petugas Linmas,” kata Wali Kota Risma saat berdialog dengan warga.

 

Wali Kota Risma memastikan bahwa rusunawa yang diberikannya itu memiliki kualitas yang bagus, bahkan semua fasilitas juga telah tersedia. Maka dari itu, ia menyakinkan mereka agar tidak perlu merasa khawatir. Apalagi, pihaknya juga siap membantu kebutuhan sekolah untuk anak-anak mereka. “Di sana (rusunawa) perabotnya sudah lengkap, ada kasur tempat tidurnya juga, bapak ibu tidak usah khawatir,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

 

Tak hanya itu, pada kesempatan ini, Wali Kota Risma juga langsung menginstruksikan jajarannya untuk mendatangkan bantuan berupa sembako, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan sehari-hari. Nampak satu unit kontainer pun didatangkan lengkap dengan berbagai isi keperluan rumah tangga.

 

Di waktu terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB dan Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christijanto menjelaskan, ada empat keluarga yang mendapat bantuan berupa perlengkapan untuk kebutuhan bayi. Seperti susu cair, botol dot dan pampers bayi. “Bantuan kami datangkan menggunakan satu unit kontainer, dan kami serahkan langsung kepada korban kebakaran,” kata Eddy, Senin (29/07/19).

 

Ia mengatakan, selain bantuan berupa perlengkapan bayi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga memberikan bantuan berupa sembako, perlengkapan mandi dan kebutuhan sehari-hari. Diantaranya, beras, minyak, pakaian, sikat gigi, handuk, kompor gas, hingga perlengkapan sekolah anak. “Satu KK kami bantu pindahan di Rusun Penjaringan Sari 4, sementara yang lain ingin tinggal di rumah mereka sendiri,” katanya.

 

Sebagai diketahui, sebelumnya di Aspol yang terletak di Jalan Tanjungsari, Tandes Surabaya sempat mengalami kebakaran pada, Jum’at (26/07/2019). Atas peristiwa tersebut, setidaknya ada 11 dari 16 unit rumah yang mengalami kebakaran. (mar)

Pengumuman! Pemkot Surabaya Akan Jual Bangunan Pos Pembantu Lakarsantri yang Terimbas JLLB

SURABAYA (Swaranews) –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menjual bangunan pos pembantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya yang ada di Lakarsantri. Penjualan ini berdasarkan surat kuasa Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surabaya nomor 800/789/436.7.11/2019, tanggal 21 Januari 2019. Melalui surat itu, disampaikan Pengumuman Penjualan Pos Pembantu Lakarsantri Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya yang berlokasi diJalan Raya Lakarsantri nomor 74-76, Surabaya.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan yang akan dijual ini hanyalah bongkaran bangunannya, sedangkan lahan atau tanahnya tidak dijual. Penjualan ini harus dilakukan karena pos pembantu itu terkena imbas pelebaran Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). “Jadi, bangunannya ditaksir dan dijual dalam bentuk bongkaran. Pos pembantu Lakarsantri ini sudah pindah ke dekat kantor Kecamatan Lakarsantri. Kita sudah pindahan dan sudah kosong bangunan yang akan dijual itu,” kata Irvan ditemui di kantornya, Senin (29/7/2019).

 

Irvan pun merinci bangunan yang akan dijual itu. Bangunan lantai satu itu dibangun kurang lebih tahun 1999 dengan konstruksi beton bertulang. Sedangkan komponen bangunan itu terdiri dari lantai keramik, dinding pasangan batu bata diplester, diaci dan dicat, kosen aluminium, langit-langit dengan gypsumboard rangka kayu, dan penutupnya genteng kodok, sebagian lagi spandex. “Kondisi bangunan itu masih cukup bagus, luas bangunannya sekitar 152 meter persegi. Harga total penjualan Rp 75 juta,” kata dia.

 

Menurut Irvan, bagi calon pembeli yang berminat dapat menyampaikan permohonan secara tertulis disertai lampiran data pribadi atau instansi beserta nomor telepon yang dapat dihubungi. Selain itu, dilengkapi pula fotocopy KTP dan foto copy NPWP. Surat permohonan itu dikirimkan dan ditujukan kepada Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya dengan alamat Jalan Pasar Turi nomor 21 Surabaya. “Bagi calon pembeli yang telah menyampaikan permohonannya, dapat melihat secara langsung barang milik daerah itu diJalan Raya Lakarsantri nomor 74-76, Surabaya, pada hari dan jam kerja Pemkot Surabaya mulai tanggal 26 Juli 2019, pukul 09.00-16.00 WIB,” tegasnya.

 

Irvan juga menjelaskan bahwa barang milik daerah itu dijual dalam kondisi apa adanya “as is” dengan segala cacat dan kekurangannya. Oleh karena itu, dengan mengajukan permohonan pembelian ini, maka calon pembeli dianggap sudah mengetahui kondisi barang tersebut. “Pengajuan permohonan ditutup tanggal 6 Agustus 2019 pukul 16.00 WIB. Calon pembeli dengan pengajuan harga pembelian tertinggi ditetapkan sebagai pembeli. Penetapan pembeli akan diumumkan pada tanggal 9 Agustus 2019,” ujarnya.

 

Pria yang juga menjabat Kasatpol PP ini juga memastikan bahwa calon pembeli yang telah ditetapkan sebagai pembeli akan diberitahukan secara resmi melalui surat pemberitahuan ke alamat pembeli. Setelah menerima surat pemberitahuan itu, maka pembeli wajib melakukan pembayaran secara lunas seharga pengajuan dan menanggung biaya akta jual-beli secara notarial paling lambat 3 hari kerja setelah diterimanya surat pemberitahuan itu. “Pembayarannya melalui rekening 0011255761 atas nama Bendahara Penerimaan Bagian LPPA Sekda Pemkot Surabaya,” kata dia.

 

Selain itu, pembeli itu harus melakukan pembongkaran bangunan dan pembersihan lahan dalam waktu paling lambat 30 hari kalender setelah akta jual beli ditandatangani kedua belah pihak. Irvan juga menegaskan bahwa segala resiko, biaya dan kewajiban yang timbul akibat jual-beli itu menjadi kewajiban pembeli. “Jadi, calon pembeli dan/atau pembeli tidak dapat melakukan tuntutan/keberatan dalam bentuk apapun kepada Pemkot Surabaya. Monggo kalau ada yang tertarik untuk beli,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

Satgas TMMD Trenggalek Gendong Warga Ke Posko Kesehatan

TRENGGALEK  (Swaranews)  – Meski terik panas menerjang, ternyata tak menyurutkan niat Prada Sugiarto dan Serka Tajib untuk segera mengantarkan salah satu warga ke posko ketsehatan.
“Kami mendapatkan laporan kalau ada salah satu warga Dusun Kalitelu yang sakitnya kambuh,” ujar salah satu Satgas TMMD tersebut. Selasa, 30 Juli 2019.
Usai mendapatkan laporan itu, Sugiarto bersama rekannya pun langsung menuju ke rumah Sukardi, salah seorang warga Dusun Kalitelu, Desa Dompyong, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
“Ketika saya lihat, kondisi pak Sukardi hanya bisa berbaring lemas di atas tempat tidurnya,” bebernya.
Melihat kondisi Sukardi, ia pun langsung menggendong pria tersebut untuk menuju ke pos kesehatan yang lokasinya berjarak 500 meter dari rumah Sukardi. “Tanpa pikir panjang, kami langsung mengangkat beliau menuju pos,” jelasnya.
Ternyata, langkah yang dilakukan oleh dua personel Satgas di bawah kendali Letkol Inf Dodik Novianto itu, mendapat apresiasi dari warga sekitar.
Seperti yang dilontarkan oleh Musliman (34), ia menilai jika upaya yang dilakukan oleh kedua Satgas tersebut, merupakan langkah yang sangat tepat. Pasalnya, kondisi Sukardi yang sudah tua, tak memungkinkan Sukardi untuk beranjak dari tempat ia tidur.
“Tadi mengeluh kesakitan di bagian pinggang. Langsung di gendong sama bapak-bapak itu tadi,” jelasnya. (sub)

Naura Dzarrin Pelajar SMA Muhammadiyah 10 Mengharumkan Nama Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Sebagai aset bangsa yang berprestasi, Naura Dzarrin Atlet pelajar SMA Muhammadiyah 10 telah mengharumkan nama Kota Surabaya setelah berhasil lolos merebut Juara 1 dalam perhelatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA seluruh Provinsi Jawa Timur tahun 2019 Kamis (25-7).

Pada perhelatan O2SN untuk Cabang Olahraga (CABOR) PENCAK SILAT yang diadakan di Hotel Batu Suki, dihelat sejak tanggal 22 – 26 Juli 2019, pelajar kelas 12 SMA Muhammadiyah 10 Genteng Kota Surabaya ini berhasil merebut medali emas setelah mengalahkan atlet perwakilan SMA dari Malang Kota di partai final.
Setelah berhasil merebut juara 1, Naura akan mewakili Jawa Timur sebagai atlet cabor Pencak Silat di ajang O2SN tingkat SMA seluruh Indonesia yang akan diselenggarakan di Aceh Sumatera Utara, Agustus 2019 mendatang.

Sementara itu, peraih medali emas pada Cabor Pencak Silat Tingkat SMA seluruh Provinsi Jawa Timur ini sangat bangga atas prestasinya.
“Prestasi ini memberikan motivasi buat saya. Agar selalu bekerja keras dalam hal apapun,” ucap Naura.

Naura Dzarrin Atlet pelajar SMA Muhammadiyah 10 Genteng, Kota Surabaya
Selain itu, atlet kelahiran Tahun 2002 ini juga sangat berterima kasih atas bimbingan kedua orang tua yang selalu memberi semangat saat berlangsungnya kejuaraan pencak silat.
“Medali emas ini juga saya hadiahkan kepada kedua orang tua saya. Yang selama ini selalu memberikan motivasi untuk menjadi yang terbaik,” kata anak pertama dari pasangan Hasan Yanto dan Adila Cholifah.(Ari)

Dewan Sahkan Perda RUED 2019-2050

SURABAYA (Swaranews) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Energi Darah (RUED) 2019-2050 menjadi Peraturan Darah (Perda).

Pengesahan ini langsung dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Ketua DPRD Jatim di Gedung DPRD Jatim, Jl. Indrapura, Surabaya, Jumat (26/7/2019) sore.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Moch Alimin mengatakan bahwa pengesahan Raperda RUED menjadi perda 2019-2050 sangat diperlukan.

Ia menjelaskan bahwa perda ini dapat mendukung dokumen Rencana Umum Energi Nasional (REUN). Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam dokumen RUEN sudah diproyeksikan kebutuhan BBM Indonesia pada tahun 2050 sebesar 1,9 juta barel perhari. Dimana, 77 persen akan dipenuhi oleh impor. Sedangkan, yang diprediksi REUN sudah mengamsumsikan energi baru dan terbarukan (EBT) pada 2015-2050, yakni dari 20,3 MTOE menjadi 315 MTOE (MilionTommesOf Oil Equivalent) atau setara juta Ton minyak.

“Ditengah melimpahnya potensi yang bersumber dari EBT tersebut perlu didukung dan Fraksi Golkar Jatim setuju dengan adanya Raperda RUED menjadi Perda,” ujar Alimin yang juga anggota Fraksi Golkar Jatim ini.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan terima kasih kepada Fraksi-fraksi dan Komisi di DPRD Jatim yang telah melakukan pembahasan dan pengesahan Perda RUED tersebut. Dimana, dalam perda RUED ini dibuat untuk merencanakan pengelolaan Energi di Jatim baik kondisi energi, tujuan dan sasaran daerah, serta strategi REUD mendatang.

Gubernur Khofifah menambahkan, Perda REUD ini nantinya akan dijadikan sebagai rujukan dalam penyusunan Rencana Umum Ketanagalistrikan Daerah (RKUD), dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Saya berharap bahwa apa yang dituangkan dalam Perda REUD, benar-benar dapat dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Sehingga, target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tandasnya. (And).

Pelukis Iwan Yuwono Ingın Melukis Gedung Cagar Budaya Nusantara

SURABAYA (Swaranews) – Kepiawaian Iwan Yuwono pelukis yang kini usianya sekitar 50 tahun itu tidak perlu disangsikan lagi.Ratusan karyanya yang mengambil obyek gedung tua dan kawasan kampung kuno di Surabaya telah dikoleksi pemerhati lukisan dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Cak Iwan dalam berproses kreasi disamping melihat secara langsung obyek yang akan dilukis juga mendokumentasi kan lewat seni fotografi. “Ya saya datang dilokasi dan saya foto ,” tandasnya singkat.

Iwan dalam mengisi kegiatan pameran khususnya pameran bersama selain dilakukan melalui Komunitas Seni Lukis juga Gallery.

“Sebenarnya pameran tunggal sudah saya lakukan tapi ditangani pihak Gallery,” tutur Iwan yang berkeinginan menggelar pameran tunggal secara mandiri. “Ya tidak sekarang tapi beberapa tahun kedepan ,” imbuhnya mantap. Iwan kini berupaya terus melukis potensi gedung tua. Cagar budaya dan kampung kuno di Surabaya . “Ya di Surabaya masih banyak kawasan kampung tua dan saya ingin tidak hanya melukis gedung cagar budaya tapi yang ada di kota -kota besar di Indonesia ya sementara yang dekat saja di kota Malang, Solo, Jogya dan Semarang. Baru nantinya Bandung dan Jakarta,” kata IW sapaan akrab Iwan Yuwono yang berkeinginan tahun depan ikut PSLI.

“Ya memang waktu PSLI di Balai Pemuda saya ikut setelah itu absen sampai sekarang dan tahun ini sementara jadi penonton dan peniknat ajalah ,” tandas Iwan Yuwono yang menambahkan jika tahun depan ikut PSLI akan menampilkan karya spektakuler. “Biar luar biasa dan perlu persiapan ,’ tambah bapak dari anak ini penuh semangat. Km

Pekukis Ganda Dagar Ingin Terus Fokus Melukis

DENPASAR (Swaranews) – “Saya ingin fokus melukis dan saya tidak mau terlalu ribet persoalan pemasaran karya,” ungkap Ganda Dagar, pelukis asal Krian Sidoarjo yang berproses kreatif di Denpasar Bali.

Ketika ditemui di Studionya di Tohpati Denpasar Barat, Ganda sapaan akrab Ganda Dagar mengatakan, persoalan pemasaran termasuk harga pihaknya menyerahkan kepada pemasaran atau Galery. “Saya tidak ingin disibukkan dengan masalah penjualan, karena dapat mengganggu konsentrasi dalam berkarya,” tandas Ganda yang juga memiliki ketrampilan bermain gitar. Berbicara persoalan material lukis ungkap Ganda, dirinya tidak ingin terkendala media cat dan kanvas. Untuk itu, ia berupaya menyediakan cat dan kanvas yang siap dipakai. “Jadi jika ada ide gagasan dan mood untuk melukis bisa langsung berkarya.


“Jadi sewaktu-waktu ada keinginan melukis terus langsung pegang kuas ambil cat dan kanvas yang sudah siap ,”jelas Ganda yang aktif mengikuti Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) di Surabaya. “Saya berupaya setiap tahun ikut PSLI selain untuk media pembanding bagi karya saya juga mempererat silahturrahmi antar seniman lukis,” tutur Ganda yang beberapa tahun terakhir aktif ikut PSLI.

Berbicara aktifitasnya melukis di Bali kata Ganda, tidak terlepas mencari atmosfir dan pengalaman untuk lebih maju dan profesional. Ganda yang kini usianya sekitar 34 tahun berkeinginan terus berkarya dan pameran tunggal di dalam dan di luar negeri .”Tapi yang penting saya akan fokus berkarya dulu ya perkara pameran tunggal mengalir saja “Kata Ganda yang juga tercatat sebagai anggota tetap Komunitas Perupa Delta (KOMPERTA)Sidoarjo.”Ya saya masih aktif di Komperta meski saya banyak beraktifitas di Denpasar”Tandas Ganda yang sudah mengikuti puluhan kali pameran
di dalam dan diluar kota Surabaya. Km

Ads