Beranda blog Halaman 24

Pembangkit Listrik Tenaga Raja Singa

SURABAYA (Swaranews) – Pembangkit Tenaga Listrik karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 45 Untag Surabaya bertajuk”Raja Singa” pada Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2019.


Tim kreasi Pembangkit Listrik Raja singa terdiri Khusnul Maulana Ibrahim-Jurusan Teknik Elektro angkatan 2016, Badriyus Sholichah Jurusan Akutansi 2017 dan Muhammad Fadil Salvado – jurusan Teknik Informatika 2017. Koordinator Tim Khusnul Maulana Ibrahim mengungkapkan, nama Raja Singa ini berasal dari singkatan elemen yang dimanfaatkan untuk Tenaga listrik, Sinar matahari, Hujan, Bising dan tekanan, disamping dilengkapi Fuzzi logic berbasis android.

Khusnul Maulana mengakui,Tenaga Pembangkit Raja Singa ini jika dikembangkan dapat mengganti tenaga listrik dari tenaga fosil yang nantinya semakin langka.
“Indonesia memiliki dua musim kemarau dan hujan, sehingga tidak jarang adanya matahari, angin, hujan dan tekanan yang semuanya dapàt menjadi tenaga listrik,” ujar Khusnul yang menambahkan dalam kompetisi dana hibah PKM proposalnya harus bersaing dengan 400 Proposal yang masuk.

“Kami berkeinginan untuk menyempurnakan Raja Singa yang sementara ini banyak memanfaatkan tenaga surya,” ungkap Khusnul sembari menambahkan Pembangkit tenaga listrik Rajasinga ini sebenarnya lebih efisien dan efektif.”Dana hibah yang kami terima sekitar 8Juta 800 Ribu Rupiah akan kami gunakan membeli perlengkapan elektro yang lebih bagus untuk menyempurnakan Rajasinga,” ujar Khusnul penuh semangat. Km

Huniannya Jadi, Paikem Syukuran

TRENGGALEK (Swaranews) –  Tasyakiran juga merupakan bentuk kegembiraan akan pa yanh diperoleh. Sujud syukur atas apa yanh sudah diberikan oleh Satgas TMMD dibantu aarga sskitar karena usai.merehab rumahnya. Segala bentuk syukur itu terucap, hingga linang air mata terus mengucur.

Paikem patut bersyukur. Sebab rumahnya sudah bisa dihuni. Terlihat hangat, rapi dan juga sehat, karena fentilasi dan atapnya sudah usai di fehab Satgas TMMD.

Diketahui, kegembiraan terlihat dari raut wajah Mbah Paikem (74) warga Dusun Nitri RT. 26 RW. 08 Desa Semurup , karena bisa tinggal lagi di kediamannya, Selasa (30/7). Sudah 3 hari Mbah Paikem tidur di huniannya yang baru, meskipun proses bedah rumahnya belum selesai 100%.

Mbah Paikem merupakan salah satu penerima bantuan bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari 8 warga yang mendapatkan bantuan yang sama.

Bedah rumah Mbah Paikem tinggal menyisakan kegiatan plester dan pengecatan tembok saja, sehingga Mbah Paikem dapat berteduh dirumahnya yang baru.

“Semalam saya langsung aukuran karena ruamh jadi, dah bagus dan wes roso (sudah kokoh) rumah saya. Terima kasih pak Tentara,” ungkap Paikem. (Pendim),

Dansatgas TMMD Datangi Gorong- Gorong

 

TRENGGALEK (Swaranews) – Dansatgas TMMD Reg 105 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto meninjau penggalian tanah yg akan di pasang plat dan gorong – gorong di Dusun Nitri Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Dalam kunjungannya memastikan bahwa plat cor sudah dibuat oleh Satgas TMMD. Hasil dari.plat cor sudah dilakukan sejak sepekan lalu. Plat cor denvan ketebalan 50 cm itu diperuntukkan untuk bahian atap dan penutup gorong gorong.

Nantinya irigasi juga akan di gali di bagian bawah. Godong gorong juga sudah mulai di gali. Kedalaman sekitar 1 hingha 2 meter. Sebab, aliran air sengaja di adakan agar banjir tidak lagi melewati jalan desa. Banjir bandang terkadang merusak kondisi jlan. Ujungnya bisa menye abkan longosr dengan membawa material tanah.

Gorong- gorong ini merupakan ide kretif program TMMD yang sengaja dioeruntukkan untjk warga setwmpat. Swjak sepekan pembngunan, kini harapan irigasi itu menjadi harapan nesar warga setsmpat.

” sudah kami siapkan gorong gorong ini agar ketika hujan air tidak melewati jalan dan mengakibatkan banjir dan longsor. Kita idekan ada irigasi memotong jalan, ” jelasnya. Selasa (30/7).(pendim),

Wayang Kulit Bernilai dan Berharga

SURABAYA (Swaranews) – Keberadaan seni Wayang Kulit atau Wayang Purwa tidak hanya aspek pertunjukannya, namun juga aspek property wayangnya. Wayang kulit yang sudah diakui UNESCO khusus propertinya yang meliputi ratusan wayang beragam karakter bisa dimamfaatkan untuk materi koleksi. Bicara materi wayang kulit sebagai koleksi per satuan wayang berkisar 2 hingga 10 Juta Rupiah.

Ketua Sanggar Wayang Kulit Siwi Mandiri Ponorogo Rismiyanto mengungkapkan, wayang kulit untuk materi koleksi, tidak terbuat dari kulit lembu melainkan kulit kerbau. “Jadi harganya berbeda lebih mahal dan proses pembuatan per wayang minimal satu Minggu berdasarkan sosok wayangnya, karakternya sulit yang bisa selesai dua Minggu,”jelas Pak Yanto panggilan akrab Rismiyanto. Menurut Pak Yanto, pihaknya pernah mendapatkan pesanan wayang keluarga Pandawa berbahan tambahan emas.

“Ya kebanyakan yang pesan pejabat tinggi dari Jakarta per wayang harganya 7 hingga 10 juta Rupiah, ” ujarnya sembari menunjukan salah satu wayang berlapis emas. Pak Yanto yang sebelum menerima wayang koleksi, membuat wayang untuk pertunjukan wayang kulit yang memakai bahan dasar kulit lembu.

“Bahan kulit lembu itu lebih lunak dari pada kulit Kerbau yang ciri fisiknya agak kaku,” katanya sembari menambahkan wayang kulit kerbau jika untuk properti pertunjukan kurang bagus.

“Wah untuk pertunjukan bisa bubar, rusak semua,” imbuhnya mantap.
Pak Yanto yang hadir dan berperan aktif dalam pameran Gelar Seni Budaya Daerah secara periodik setiap bulan di Taman Budaya Jatim Gentengkali Surabaya berharap, kalangan masyarakat agar berpartipasi mengembangkan dan melestarikan wayang kulit . Wayang kulit merupakan seni adi luhung bangsa dan layak kita banggakan dan pertahankan kelestarian serta jangan sampai punah,” terang Pak Yanto penuh semangat. Km

Dialog Gareng – Petruk (Digaruk) “Nasi Goreng – Goreng Nasi”

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) indonesia.

 

PETRUK tidak habis pikir dari beragam survey yang dilakukan lembaga survey terakreditasi, keberadaan kuliner nasi goreng tidak tergoyahkan menancap dipuncak peringkat. Memang nasi goreng masih bertahan kuat diperingkat hasil suirvey terbaru dari 7 kuliner kreasi nasi. Diantaranya Nasi Campur, Nasi Kebulai, Nasi Gudeg, Nasi Liwet, Nasi Punel dan Nasi Boranan. Nasi Goreng yang bertahan kuat diminati kalangan masyarakat berdasarkan pandangan Petruk, lebih mengacu pada eksistensi nasi goreng nusantara atau nasi goreng nasional yang tidak berafilisasi kearah nasi goreng Hongkong, Sea Food dan Nasi Goreng Mawut.

“Memang yang lagi idola Nasi Goreng Nusantara .. terlebih nasi goreng buatan Romo Semar ..wuah dashyat Kang,” ungkap Petruk sembari memandang tajam Kang Petruk. “Truk jangan memandang tajam saya ..kurang enak..kalau kamu teruskan ..nantinya kurang ajar ..Nasgor Romo Semar memang layak menjadi Nasgor Persatuan,” jelas Kang Gareng penuh semangat membara. “Ee..ee..Nasgor Persatuan ..tidak dapat dilepaskan dari perlunya mewujudkan upaya membangun kemajuan bangsa ..bangsa di negeri Karangkempel Merdeka (NKKM) perlu suasana harmonis,”jelas Petruk yang juga menyebutkan makna Nasi Goreng terkait nasib bangsa yang tidak digoreng seperti tahu goreng.

“Nang Surabaya beli bentul..Ya betul..Nasi Goreng …Nasib Manusia jangan golek Renggang … artinya sesama manusia jangan sampai kebersamaannya menjadi renggang ..gara -gara kepentingan kelompok atau golongan,” tutur Kang Gareng yang pernah menjadi Duta Persatuan Anak Negeri. Petruk termangu-mangu mendengar ucapan Kang Gareng perlunya merajut persatuan. “Klemben campur Jeruk..tumben omonganmu kok sejuk kang…ya mestinya sebagai Duta Persatuan memang tidak jadi kompor tapi jadi kulkass…hahaha…seharusnya juga tidak suka makan nasi goreng Mawut..agar tidak suka bingung dan kalang kabit ..ee kabut ..dan harus berpikir sebagai negarawan bukan berpikir kayak tukang bakwan .. yang hanya mementingkan untung rugi,” beber Petruk sembari tersenyum simpul. “Ya siptul..saya satu tujuh alias setuju perlunya berpikir sebagai negarawan bagi seluruh elemen pemimpin bangsa..berpikir untuk memajukan negara dan bangsa Truk,” tandas Kang Gareng sambil mengacungkan tangan. “Kelothak..thak .. pyooor…

”Suara datang dari tangannya Kang Gareng. “Makanya tangan itu dikasih mata ..biar tahu barang dan tidak menjatuhkannya,”kkata Petruk mengomentari tangan Petruk yang menampar diatas lemari. “Yo mohon dipersori nasi gorengnya juga ikut tumpah ..semoga bisa goreng nasi ..bukan goreng nasib …karena yang merubah nasib baik digoreng maupun digodok itu berasal diri sendiri..selama dirinya mau berubah meski digoreng sampai gosong ya tetap saja..mangap.. maaf Truk jika ada korban mohon dicatat ..memang agak gatal ..perasaan akan dapat uang, realisasinya menjatuhkan piring dan nasgor semangkok..ya nasib yang pokok tetap Seger Waras Truk..saya tak melanjutkan perjalanan cari Nasi goreng Hongkong,” tutur Kang Petruk tanpa basa-basi.”Nasi Goreng Hongkong ..berangkatnya naik Kingkong ya… Jur ajur Kang Kang Gareng..calon juragan Nasi gareng ..hahhaha ,”Pungkas Petruk sambil tertawa kecil. Km

Pengembangan STIKOSA AWS di Era Milenial

SURABAYA (Swaranews) – Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Komunikasi Massa Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA AWS), Himawan Mashuri mengingatkan, pentingnya STIKOSA AWS sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi komunikasi tertua di Surabaya waktunya berbenah mengejar ketertinggalan.

“Akademi Wartawan Surabaya (AWS) sebagai cikal bakal Stikosa – AWS yang lahir tahun 1964 lulusannya sebelum era 2000 an lulusannya bekerja di media massa dan di Indonesia Timur ,”kenang Imawan Mashuri yang kini menangani 50 TV swasta dan SK dibawah Jawa Pos Grup pada acara Reuni Temu Kangen Alumni AWS-Stikosa lintas angkatan. Dalam usianya 55 tahun, menurut Himawan yang juga tercatat sebagai lulusan STIKOSA AWS sekarang ini posisinya berada diantara beberapa jurusan komunikasi dari perguruan tinggi kenamaan seperti Unair, UPN Veteran Jatim, Unitomo, Untag45, UK Petra dan Universitas Ciputra Surabaya. Untuk itu kedepan, setelah 9 tahun tidak mengupayakan pembangunan fisik STIKOSA-AWS harus berbenah diri menjadi Lembaga Pendidikan Jurlistik yang memiliki kebanggaan bagi kalangan masyarakat Surabaya.

“Kami akan berupaya menggandeng pihak swasta untuk mewujudkan Kawasan Kampus Wisata dan membangun Patung Prapanca di tengah kolam yang kini masih berupa kubangan,” ungkap Himawan yang menambahkan kampus STIKOSA berlokasi berdekatan dengan aliran sungai cocok untuk pengembagan obyek wisata kota dengan dilengkapi digital. “Kubangan akan kami ubah jadi kolam ditengahnya ada patung Prapanca Penulis berdiri berjubah terbang agar dinamis. Tinggi patung sekitar 11 meter. Dibelakangnya dibangun hall untuk kuliah bisa rileks menampung 350 orang . Ada lahan terbuka bentuk taman, kantin, yang representatif dilengkapi seperti Cup becak, boleh diturunkan,” beber Himawan yang kini berupaya mencari terobosan kerjasama.

Sementara itu Ketua Stikosa-AWS DR..Ismoyo,yang sudah menduduki 2 periode dan mampu menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi didalam dan diluar negeri. Disamping itu, era kepemimpinan Ismoyo mampu mendapatkan berbagai hibah dari Kemendikti yang nilainya ratusan Juta Rupiah. “Tahun ini waktunya ada pemilihan Ketua baru dan ada rencana secara terbuka.”

Harapan Himawan, yang ingin meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru 300 orang. Menyinggung lembaga pendidikan dibawah Yayasan AWS dikatakan, ada 5 sekolah, 2 SMA dan 2 SMK dan 1 SPM AWS Prapanca. Km

Lewat Lomba, Pemuda Forkobra Ajak Warga Tingkatkan Nasionalisme

BOJONEGORO (Swaranews) – Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019, kelompok pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda-pemudi Brangetan (Forkobra) Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro memiliki cara tersendiri dalam memaknai kemerdekaan. Salah satunya yaitu mengadakan lomba antar warga.

Anggota Forkobra Nur Afifullah menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk kebersamaan warga.

“Kegiatan ini bersifat kebersamaan, dan nantinya juga mengembangkan daya kreatifitas, ketrampilan, ketangkasan dan sportifitas warga,” kata Afif kepada Swaranews, Minggu (28/7/2019) malam.

Ia melanjutkan, sebagai penerus bangsa sudah sepatutnya untuk memperingati, mengingat serta melanjutkan perjuangan para pahlawan.

“Nggak perlu perang secara fisik. Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk melanjutkan cita-cita pahlawan kita dalam mewujudkan Indonesia merdeka dari penjajah. Baik dari luar maupun dari dalam berupa kemiskinan, kebodohan, masalah kesehatan, dan lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, menurutnya, untuk meneruskan cita-cita para pahlawan, salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan mengajak masyarakat agar sadar terhadap karakter bangsa, kesehatan, kepedulian pada lingkungan, maupun kepedulian antar sesama.

“Harapan kami dengan adanya acara perlombaan ini, masyarakat bisa semakin sadar pada hal-hal tersebut. Sehingga, nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Selain itu, Afif juga menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tentunya, ini juga bentuk kegembiraan kami dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74,” tutupnya. (Msa)

Merpati Cup II Jadi Ajang Perekat Masyarakat Kanor

BOJONEGORO (Swaranews) – Karang Taruna (Kartar) Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-74 dengan menggelar perlombaan sepak bola antar kampung (Tarkam) Merpati Cup II.

Salah satu warga Desa Cangaan, Very Andrenalin mengaku bahwa dirinya bahagia atas terselenggaranya perlombaan tersebut. Karena, dengan pertandingan ini mampu mempererat tali silaturahmi bersama desa lain.

“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat. Selain ajang bergengsi, sepak bola se-Kecamatan Kanor juga bisa mempererat tali silaturahmi,” tutur Very kepada Swaranews, Senin (29/7/2019).

Laga awal, pertandingan mempertemukan tuan rumah Simbatan melawan Boca FC dari Cangaan. Semangat kedua tim mampu menyeret antusias penonton. Bahkan, rela berteriak histeris untuk mendukung tim kebanggaan. Hingga berakhir, skor 6-0 dimenangkan oleh Boca FC.

Pelatih Boca FC Gufron mengatakan, semangat 45 menjadi kunci kemenangan timnya. “Butuh strategi khusus dalam pertandingan ini di karenakan kita dapat laga awal dan lawan kita juga bagus dalam bermain,” ujar Gufron

Merpati Cup II diikuti sebanyak 15 desa se-Kecamatan Kanor. Rencananya, laga final akan digelar sebelum 17 Agustus 2019. (Bah/Msa).

Pemprov Jatim Gelontorkan 125 M Untuk PKH Plus

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan dana sebesar Rp. 125 M sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Pusat dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dana tersebut meliputi Rp. 25 M untuk dukungan operasional PKH dan Rp. 100 M untuk pelaksanaan PKH Plus Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jamsos Lansia).

“Pemprov Jatim sudah menyiapkan dana Rp. 125 M untuk pelaksanaan PKH Plus Jaminan Sosial Lanjut Usia yang juga termasuk dalam Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur,” jelas Sekdaprov Heru Tjahjono saat Rapat Koordinasi (Rakor) PKH Prov. Jatim di Hotel Harris, Gubeng Surabaya, Senin (29/7/2019) malam.

Heru menjelaskan, jumlah penerima PKH Plus Jamsos Lansia sebanyak 50.000 orang dari keluarga tidak mampu. Jumlah tersebut tersebar di 10 kabupaten di Jawa Timur yang tercatat memiliki jumlah keluarga miskin terbanyak.

Kabupaten tersebut yakni Bojonegoro, Kediri, Malang, Jember, Lamongan, Bangkalan, Tuban, Probolinggo, Sampang dan Sumenep.

Heru juga berharap, dengan pengalokasian dana tersebut, PKH bisa dilaksanakan semaksimal mungkin, sehingga bisa memberikan dampak langsung ke masyarakat. Apalagi, PKH menjadi program pengungkit ampuh dalam upaya pemerintah mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“PKH ini merupakan salah satu pengungkit untuk mengurangi kemiskinan yang paling handal,” sebutnya.

Melalui PKH, Heru berharap agar pemerintah bisa mendapatkan data riil kondisi masyarakat paling terkini dan valid dengan melakukan pengecekan langsung ke daerah-daerah yang tercatat sebagai titik-titik keluarga tidak mampu.

“Dalam hal ini petugas PKH bisa turun langsung ke lapangan, mengetuk pintu masing-masing warga dan menanyakan kondisi keluarga tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2019 menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 0,48 %. Kendati demikian, angka tersebut dirasa masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemprov Jatim untuk terus menurunkannya.

Untuk itu, Heru meminta kepada seluruh pihak, khususnya peserta Rakor untuk meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), berkoordinasi dengan berbagai pihak serta memantau proses jalannya PKH.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi menyampaikan, PKH plus merupakan program prioritas nasional dalam upaya mengurangi dan menekan angka kemiskinan. (Msa)

Jabatan Kolonel Singgih Digantikan Oleh Letkol Arm Imam Hariadi

Hasil Ralat dari Berita Sebelumnya

SURABAYA,- Setelah sebelumnya diduduki oleh Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, akhirnya kursi kepemimpinan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam)
V/Brawijaya, resmi digantikan oleh Letkol Arm Imam Haryadi, yang
sebelumnya menjabat sebagai Wakil Asisten Intelijen Kasdam.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B, mengatakan
jika regenerasi kepemimpinan merupakan suatu proses dalam rangka menjaga kualitas kinerja dan produktifitas organisasi.

“Dalam konteks tersebut, pergantian pejabat merupakan
bagian dari mekanisme pembinaan personel dalam rangka mewujudkan TNI-AD
yang profesional, modern dan adaptif,” kata Pangdam melalui amanat
serah terima jabatan yang dibacakannya. Sabtu, 27 Juli 2019.

Mekanisme itu, kata mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya ini, di
rancang sedemikian rupa agar dapat berjalan secara objektif dan selaras
dengan kebijakan reformasi birokrasi TNI-AD, yaitu membentuk organisasi
yang efektif, transparan dan akuntabel.

“Dengan kehadiran para pejabat baru ini, saya menaruh
harapan besar agar kehadiran mereka diiringi semangat untuk membangun
dan meningkatkan kinerja di Satuan, serta membawa nuansa perubahan yang positif,” jelas Pangdam.

Selain jabatan Kapendam, beberapa kursi lainnya juga
ditempati oleh pejabat baru, termasuk diantaranya jabatan Danrem 083/Baladhika Jaya, yang sebelumnya mengalami kekosongan, kini telah resmi dijabat oleh Kolonel Inf Zainuddin.

Asren Pangdam, yang sebelumnya dijabar oleh Kolonel Kav
Sahid Sahabudin, saat ini digantikan oleh Kolonel Arh Bambang Utomo.

Tidak hanya itu saja, rotasi jabatan juga berlaku di kursi
jabatan Asops dan Apers Kasdam.

Kursi Asops Kasdam yang sebelumnya diduduki oleh Kolonel Inf
Samuel Jefferson Aling, sekarang digantikan oleh Kolonel Inf Slamet
Riadi. Sedangkan untuk jabatan Aspers Kasdam yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Inf Lukman Hakim, sekarang digantikan oleh Kolonel Inf R. Dwi Tjahjo Harsono. Jabatan Aster Kasdam yang sebelumnya dijabat oleh
Kolonel INf Hery Suprapto, secara resmi digantikan oleh Kolonel Inf
Singgih Pambudi Arinto, S. IP,  M. M.
Ads