Beranda blog Halaman 24

Kapan Indonesia Jadi Indonesia

Oleh Prof DR Gempur Santoso, M.Kes
Managing Director Apenso Indoneisa

 

INDONESIA ini sudah merdeka, malah ingin merdeka.

Indonesia negara berdasar Pancasila, malah ingin jadi negara kalifah hisbuztahrir.

Indonesia sudah bisa bertani bercocok tanam, malah impor pangan.

Indonesia ini Bhineka Tunggal Ika, malah ingin dicinakan, diarabkan, atau dinegara lainkan.

Indonesia berbagai agama dan berbagai kepercayaan, malah ingin disatu-agamakan.

Indonesia bercita cita adil makmur, malah ingin menjadi kapitalis.

Indonesia berbendera merah putih, mengapa mengelu-elukan berdera lain.

Ya Allah Tuhan kami, sadarkanlah bangsa kami, selamatkanlah negeri kami Indonesia menjadi Indonesia yang sempurna. (Gesa)

Pendidikan Keberagaman

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia

BU Yuni sapaan akrab DR. Florentina Yuni Apsari, Spsi, MPsi. tidak hanya dikenal sebagai Psikolog namun juga Staf Pengajar Psikologi sekaligus Dekan Fakultas Psikologi Univrrsitas Katholik Widya Mandala (UKWM) Surabaya . Dalam pandangan Bu Yuni yang aktif dibidang organisasi profesi itu, persoalan keberagamam dalam berbangsa, sebuah keniscayaan yang layak dipahami dan disyukuri.

“Upaya memberikan pemahaman keberagaman seharusnya dilakukan di jenjang pendidikan dasar agar nantinya terwujud kondisi harmonis. “Sebenarnya pemahaman keberaragaman sudah tercakup dalam pendidikan karakter hanya belum dilakukan secara optimal,” ungkap Bu Yuni sambil menambahkan nilai-nilai dalam pendidikan karakter sangat positip untuk merawat keberagaman bangsa.

Menyinggung upaya menumbuhkan kesadaran merawat keberagaman selain layak diupayakan melalui pendidikan karakter juga harus dilakukan dengan mengetengahkan potensi kearifan lokal”.

Setiap daerah di Indonesia ini memiliki potensi kearifan lokal yang layak ditumbuhkembangkan, baik yang menyangkut aspek budi pekerti luhur hingga aspek sosial keagamaan,” Jelas bu Yuni semhari. mengingatkan agar generasi muda tidak terpengariuh berbagai informasi yang dapat merusak keberagaman.

“Informasi tentang persoalan Suku, Agama dan Ras (SARA) tidak hanya dapat merusak citra keberagaman tapi juga langkah dapat mengarah disharmonis bangsa, “ungkap Bu Yuni yang nengaku bangga melihat adanya keberagaman yang tumbuh berkembang di lembaga pendidikan dasar hingga tinggi. Kris Mariyono

Problema Orang Miskin

Oleh: Drs. Suryadi
Education Director APENSO Indonesia

MEMBERANTAS kemiskinan tidak akan pernah selesai. Ada yg berpendapat kemiskinan ada 2 macam ,kemiskinan alam dan struktural.

Kemiskinan alam, memang alamnya yg menjadi penyebab kemiskinan. Alam yg tandus yang tidak bisa untuk bercocok tanam,mengakibatkan penduduknya miskin.
Jika alamnya subur,masih ada yang miskin itu termasuk kemiskinan struktural. Kemiskinan struktural terjadi karena sistem yang sedang berlangsung kurang memberi akses kepada orang miskin.

Sebagai contoh, orang miskin akan sulit pinjam uang karena tidak memiliki jaminan.
Sistem perbankan mewajibkan ada jaminan bagi calon peminjam.

Sehingga bagi orang miskin walaupun memiliki kompetensi tertentu,akan sulit untuk mengembangkan kompetensinya. Akibatnya mereka sulit untuk keluar dari kemiskinan.
Apalagi jika terjadi musibah kecelakaan lalu lintas,biaya pengobatan akibat kecelakaan lalu lintas tidak ditanggung BPJS.Akhirnya untuk menutupi biaya berobat akibat kecelakaan lalu lintas,mereka berhutang.

Orang sudah miskin, punya banyak hutang.Semakin sulit mereka keluar dari kemiskinan.Tidak cukup orang miskin itu sendiri yang berjuang untuk keluar dari kemiskinan.

Negara harus hadir secara sungguh2,untuk memutus mata rantai kemiskinan. Tanpa kehadiran negara secara penuh,maka akan terjadi pewarisan kemiskinan yang tidak pernah tuntas. Suryadi

Pendidikan Perjuangan dan Keteladanan

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia

KETUA Yayasan Perjuangan 45 DR Fajar Budianto, SH, MH.mengungkapkan kaum muda khususnya pelajar mahasiswa perlu memaknai dan mewarisi nilai perjuangan para pahlwan bangsa.

“Karena tanpa perjuangan para pahlawan kita sebagai bangsa Indonesia tidak akan merasakan alam kemerdekaan seperti sekarang ini,” ujar DR Fajar seusai menjadi narasumber “Dialog Kepahlawanan Upaya Menumbuhkan Nilai Perjuangan Sejak Dini di Lingkungan Keluarga Guna Memperkokoh NKRI” di Gedung DHD 45 Jawa Timur Mayjen Sungkono, Surabaya.

Menurut DR. Fajar, pelajar dan mahasiswa dalam melaksanakan proses belajar tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan namun juga mental yang kuat dan semangat belajar yang tinggi.

“Pelajar harus memahami nilai perjuangan pahlawan bangsa jika ingin mampu mewujudkan nilai-nilai perjuangan pahlawan bangsa di era sekarang, “tandasnya sembari menambahkan untuk.menjadi bangsa yang besar harus menghargai pahlawan bangsanya. “Pelajar yang merupakan bagian dari bangsa wajib mewarisi semangat perjuangan bangsa,” tambahnya penuh semangat.

Berbicara keteladanan katanya, di era sekarang ini perlu ditumbuhkembangkan secara optimal baik di kalangan masyarakat maupun orang tua. Di kalangan masyarakat tidak dapat dilepaskan nilai keteladanan elemen pemimpin bangsa. “Jangan dikira keteladan orang tua tidak penting, justru memiliki peranan yang sangat strategis karena waktu anak bertemu dengan anaknya lebih banyak,” jelas DR Fajar yang berupaya memajukan lembaga pendidikan di Surabaya Jatim. Kris Mariyono

Pemahaman Pancasila Perlu Diupayakan Sejak Usia PAUD

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia

UPAYA pemahaman Pancasila sebagai nilai luhur bangsa dan dasar negara berdasarkan pandangan Koordinator Mata Kuliah umum PKN-Pancasila FKIP Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Drs.Atnuri, MPd , tidak hanya perlu ditekankan di jenjang pendidikan menengah hingga mahasiswa,melainkan juga di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD),
. “Pendidikan PAUD merupakan peletak dasar usia emas. Oleh karena itu dalam PAUD harus dididik melalui sikap-sikap kebiasaan diantaranya berdoa dengan tenang dan bagus ,berbagi dengan temannya ,saling tolong menolong, “Jelas Atnuri yang juga dikenal sebagai penceramah agana Islam.

Ia menambahkan, sebenarnya janin yang ada dikandungan Ibu sudah diberi pemahaman Pancasila .Salah satu contoh kecil adanya ungkapan Jawa “Amit-amit Jabang bayi, lanang wedok ojok sampai koyok ngono” itu cerminan Pancasila. Kemudian ada selamatan ,doa itu juga pemahaman Pancasila.

Doa itu kepada Tuhan ,mengundang masyaarakat sekitarnya merupakan gambaran Kenanusiaan Yang Adil Beradab. Berkumpul adalah Persatuan Indonesia. Pada waktu dia ada yang dipimpin dan memimpin sebagai merupakan cerminan Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Permusyawaratan Perwakilan. Pulang membawa berkat (bingkusan) tidak ada yang sedikit tidak ada yang banyak melambangkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.”Sebuah contoh kecil dari Selamatan ibu hamil yang memiliki pemahaman nilai-nilai Pancasila, “tandas Atnuri penuh semangat.

Berbicara makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa bernegara, kata Atnuri ,Pancasila sebagai hidayah bagi bangsa Indonesia yang multi kultural dan nilai-nilai luhur bangsa yang harus dipertahankan dan dijunjung tinggi. “Pancasila harus menjadi pedoman arah, pengarah perilaku bangsa jika ingin bahagia dunia akherat dan Pancasila harus secara totalitas demi kemajuan dan kemakmuran bangsa, “ papar Atnuri sembari menambahkan agar kalangan masyarakat yang belum dapat menerima Pancadila agar merenung berinterooepeksi diri.

Ia mengharapkan, agar mahasiswa menjunjung tinggi dan menhargai Pancasila dari berbagai ancaman, diantaranya radikalisme. Generasi muda agar melaksanakan Pancasila secara optimal sesuai keyakinan masing-masing dan yakinlah jika Pancasila dilaksanakan dengan baik bangsa akan menjadi bangsa sejahtera. Kris Mariyono

Penting Guru Memanfaatkan Teknologi Digital

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalis Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia

GURU Besar Universitas Katholik Widya Mandala (UKWM) Surabaya, Prof Anita Lie mengingatkan, agar pendidik mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar .

Proses belajar mengajar dengan dukungan teknologi digital disamping untuk jenjang pendidikan menengah pertama-atas juga lembaga perguruan tinggi .” Kami juga mencoba memberikan materi kuliah kepada mahasiswa melalui sistem konvensional juga dengan sistem digital -Aplikasi. Sehingga para mahasiswa mampu menggunakan perangkat selulernya secara positip dan tidak jenuh mendapatkan materi perkuliahan” ungkap Prof Anita Lie seusai menjadi nara sumber dalam Dialog Interaktif launching FKIP mobile Aplication di Kampus UKWM Kalijodan Surabaya.

Adanya kekuatiran keakraban generasi muda utamanya pelajar-mahasiswa dengan perangkat komunikasi digital akan mengurangi komunikasi tatap muka berdasarkan pendapat Prof Anita Lie, tidak harus dikuatirkan karena setiap orang memiliki rasa kejenuhan dan strategi tersendiri dalam memanfaatkan perangkat komunikasi digital. “Dalam realitas di lapangan baik perorangan maupun kelompok ada kecenderungan mengupayakan mekanisme penggunaan perangkat komunikasi mobile secara enjoy dan tidak menjadi beban, ” Jelas Prof Anita Lie yang pernah Pendidikan diera 90 an.

Berbicara kreativitas mahasiswa kata Anita, perlu ditumbuhkembangkan kepada mahasiswa sesuai perkembangan teknologi informasi. “Mahasiswa sebagai agen perubahan layak menjadi tumpuan pengembangan program pendidikan berbasis Teknologi Informasi ” tandasnya. Kris Marijono

Puter Pelung Mr. Ho, Hidup Tak Pernah Pensiun

Oleh. Prof. DR. Gempur Santoso, M.Kes
Managing Director Apenso Indonesia

HARI minggu bersama istri dan anak ingin melihat penangkar burung. Penangkaran hanya satu jenis, burung Puter Pelung. Burung ini beda dengan burung jenis puter lainnya. Jika manggung bersuara panjang, pada bagian suara akhir. Kadang bisa bersuara brengengeng. Jika malam, sepi. Belum mengenal suaranya, terdengar suara puter pelung, pasti bertanya tanya. Bahkan mrinding.

Burung puter pelung saat bekur. Suaranya sama dengan puter lainnya. Manggung beda dengan bekur. Manggung itu berkicau. Bekur itu brai (bersolek) di depan pasangannya. Burung puter pelung akan kawin.

Penangkar burung puter pelung “Mr. Ho BF”. Seorang guru SMP yang sekitar 2 tahun lagi akan pensiun. Nama panggilan pak Yo. Terkenal di desanya dan sekitarnya nama pak Yo.
Penangkaran dikelompokkan. Kelompok burung lagi bertelur, satu lobang sangkar satu jodoh. Kelompok burung lagi anggrem. Kelompok burung lagi baru menetas. Semua pada sangkar perjodoh. Per lubang sangkar diberi nomor. Untuk yang baru menetas saja lebih dari 40 lubang sangkar.

Lahir netas tercatat rapi. Tanggal lahir, dari jenis indukan apa. Jadi, ada bukunya kependudukan burung puter pelung.

Saat burung usia remaja. Kaki burung diberi gelang dan titel data. Burung burung remaja dijadikan satu kandang besar. Jumlahnya puluhan ekor burung. Pak Yo tidak lupa jenis kelamin burung. Bahkan netas sepetarangan juga tahu. Ada kode datanya.
Burung puter pelung yang sudah dewasa, dipindah. Puter pelung dewasa dimasukkan sangkar. Ada yang sejodoh. Ada yg satu sangkar satu ekor. semua sangkar sigantung (dicantolkan di atas). Suasana ramai suara burung.

Burung burung puter pelung yang digantung banyak sekali. Setiap sudut rumah ada burung dalam sangkar. Kebun belakang, tepi rumah, teras belakang. Semua ada burung dalam sangkar. Juga tersedia beberapa sangkar dalam proses pembuatan.
Saat musim hujan. Bulan belakang er (september, oktober, november, juga desember). Banyak yang cari/beli burung puter pelung. Jenis beragam, ada burung kelas rendah untuk pemula. Kelas menengah. Ada kelas siap dilombakan. Jenis puter pelung kelas tinggi, pernah laku Rp. 1,2 juta. Pemasaran lewat sosial media internet online.

Perawatan burung puter pelung mudah. Makanannya jagung. Disediakan air dalam sangkar, untuk minum burung. Puluhan burung itu menghabiskan biaya beli jagung sekitar Rp 300 ribu per bulan.

Itu untuk siapan kegiatan setelah pansiun dari guru. Kini sudah dimulai. Agar hidup tak berhenti pensiun, menangkar burung puter pelung. Pak Yok Mr. Ho rencana hidup tak pernah pensiun. GeSa

Suku Yei Sambut Pembangunan Penerangan Satgas Pamtas Yonmek 521/DY

MERAUKE, PAPUA –  Kedatangan Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di Kabupaten Merauke, Papua ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga setempat.

Pasalnya, kedatangan Satgas di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi A. Wibowo tersebut, dinilai memiliki perkembangan bagi masyarakat Kabupaten Merauke.

Apsolon Kapiter (53), Wakil Ketua suku Yei di Merauke mengatakan, beberapa pembangunan insfrastruktur di tempatnya, mulai bermunculan semenjak kedatangan Satgas Yonmek 521/DY.

Saat ini, kata Apsolon, Satgas bersama warga Kampung Toray, Distrik Sota terlihat sangat antusias dengan adanya pembangunan lampu penerangan di desanya. Apsolon mengakui, jika selama ini desanya masih minim penerangan jalan.

“Kami sangat berterima kasih. Kami berharap, pembangunan penerangan jalan ini bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat,” ungkap Apsolon

Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Toray, Distrik Sota, Letda Inf Eko Setyo Budi menambahkan, pembangunan penerangan jalan itu kurang lebih menelan waktu 1,5 bulan.

Tak hanya melibatkan personel Yonmek 521/DY saja. Namun, pembangunan penerangan itu, juga mendapat bantuan dari warga sekitar. “Kami bersama-sama dengan warga membuat penerangan jalan ini. Kita berharap, dengan adanya penerangan jalan itu, bisa meringankan beban masyarakat, terlebih ketika malam tiba,” ujar Letda Eko. Senin, 17 Desember 2018.

Kurang lebih, lanjut Letda Eko, sepanjang 1,5 Kilometer jalanan di Kampung tersebut, sudah mulai dihiasi dengan penerangan jalan. “Masyarakat sudah mulai bisa di rasakan oleh masyarakat. Itu merupakan hadiah natal bagi warga Kampung Toray dari Satgas Yonmek

Bupati Emil Dardak Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Sang Adik Eril Dardak

BANDUNG (Swaranews) – Kepergian Eril Dardak (21), adik Bupati Trenggalek dan Wakil Gubernur Jawa Timujr terpilih yang mendadak menyisakan luka mendalam bagi keluarga, Rabu (12/12/2018).

Jasad Eril Dardak ditemukan di dalam kamar kosannya di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat oleh penjaga kost dan pemilik kost.

Ada 10 fakta terbaru terkait meninggalnya Eril Dardak.
Mulai dari penyebab kematian yang diduga karena serangan jantung hingga pesan dari Emil Dardak yang tidak dibalas hingga jasadnya ditemukan.
Dari berbagai sumber, Jumat (14/12/2018) inilah sejumlah fakta terbaru terkait meninggalnya adik ipar Arumi Bachin tersebut.

Eril Dardak diduga meninggal karena serangan jantung, meski almarhum tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Hal ini diutarakan oleh Emil Dardak yang melihat sendiri dada hingga kepala adiknya membiru ketika memandikannya.
“Setelah kami menanyakan dan melihat sendiri ternyata memang kondisinya jantung, terus terang memang gak ada riwayat penyakit jantung,” kata Emil Dardak.
Itulah tanda-tanda orang terkena serangan jantung.
“Bagian ini (dada) hingga ke atas itu membiru ya, memang kalau penyakit jantung seperti itu,” jelas Emil Dardak.

10 fakta terbaru terkait meninggalnya Eril Dardak, penyebab kematiannya diduga karena serangan jantung hingga pesan dari Emil Dardak yang tak dibalas.
Masih segar di ingatan Emil Dardak ketika dia mengazani Eril Dardak ketika lahir.
Hal itu dia sampaikan ketika diwawancarai.

Emil melantunkan azan ke telinga Eril sebelum jasadnya ditutupi tanah.
“Barusan, ketika saya melantunkan azan, saya jadi teringat ketika almarhum lahir. Saya juga yang melantunkan azan di rumah sakit,” kenang Emil Dardak menahan tangis.
Emil mengatakan bahwa dia berkomunikasi dengan adiknya sepekan sebelum kepergiannya.

Emil menanyakan bagaimana ujian akhir semester dan kapan Eril akan menyelesaikannya, namun pesan tersebut tak kunjung dibalas hingga akhir hayat Eril Dardak.
“Saya chat dia via WhatsApp kapan dia selesai UAS. Enggak dibalas sampai sekarang,” ungkap Emil Dardak.

Emil juga mengatakan, dirinya ingin bertemu dengan sang adik, Eril Dardak.
Walau tidak menyampaikan pesan kepada Eril, Emil berencana untuk bertemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama.

“Pesan terakhir enggak ada, tapi rencana terakhir ada kami akan bertemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama ya,” papar Emil.
Emil Dardak tidak menuturkan maksud dan tujuan rencana pertemuan dirinya dan Eril di Trenggalek.

Polisi menemukan adanya tabung gas helium, tabung freon dan selang yang tersambung dengan plastik yang menutupi wajah Eril Dardak.
“Sementara ada tabung gas bertuliskan He, kemungkinan ini gas tertentu, kemudian selang, dan tabung freon,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema
Selang yang ditemukan tersebut tersambung ke tabung gas helium, sedangkan ujung lainnya mengarah ke dalam plastik yang menutupi kepala korban.

“Pada saat ditemukan di TKP, awal ditemukan tabung itu ada di TKP, kemudian ada sambungan selang yang menuju ke dalam plastik yang digunakan untuk menutup sebagian dari kepala korban,” kata Kombes Irman.
Menurut Emil, sosok Eril merupakan pribadi yang mandiri.
“Pada saat itu kariernya juga sudah lumayan, tapi pada saat itu saya salut bagaimana Eril Dardak sangat sederhana ya hidupnya.”

“Sama sekali enggak pernah ngerepotin,” ujar Emil Dardak di TPU Tanah Kusir.
Emil menuturkan, keyakinannya tentang adiknya jika terpilih menjadi anggota legislatif (saat ini menjadi caleg DPR RI No urut 1 dari Dapil 7 Jawa Timur, red).
Dia menceritakan bagaimana saat Emil mendatangi sekolah adiknya untuk menghadap guru Eril.

“Saya ingat saya pernah ngadep ke gurunya, karena Eril berani melawan atas nama temannya. Saya bilang salut anak ini berani punya prinsip, enggak mau diajak kompromi dan negosiasi,” ungkapnya.

Dengan keteguhannya itu, Emil Dardak merasa jika sang adik masih hidup dan meneruskan pencalegannya, almarhum akan menjadi sosok legislator yang berbeda.
“Andai dia masih ada dan jadi nyaleg, dia akan jadi seorang legislator yang beda dengan saya karena prinsipnya sangat keras,” paparnya.

Walaupun Eril menjadi calon anggota legislatif, ia tidak meminta dukungan kepada Emil.
Sekali pun sang adik tahu posisi dan kepentingan kakaknya yang strategis pada pemerintahan.

Dalam karier di bidang politik, Emil Dardak mengaku sang adik banyak membantu dirinya.
Namun, berbanding terbalik, Eril Dardak justru tidak pernah meminta dukungannya.
“Tapi memang anak itu punya passion juga dalam pergerakan, enggak pernah minta dukungan sama saya, dia berjuang dan berjalan sendiri,” kata Eril.

Ada kenangan yang Emil Dardak tak bisa lupakan dari almarhum Eril Dardak.
Terungkap, jika Emil Dardak-lah yang meminta orangtuanya memberikan nama adiknya mirip dengannya ketika sudah lahir.
“Bagi saya pribadi, Eril memang dinamai sangat mirip dengan saya, karena memang saya yang minta ketika lahir,” jelas Emil di TPU Tanah Kusir, Kamis (13/12/2018).
Dari seluruh anggota keluarga, Emil Dardak mengakui almarhum Eril yang wajahnya sangat serupa dengannya.

“Dia tuh paling mirip saya mukanya, walau prediksi saya dia akan lebih good looking,” kenang Emil Dardak.
Eril Dardak ditemukan meninggal di kamar kost-nya di Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat.

Kronologi kematian Eril Dardak bermula dari pihak penjaga kosan yang mencurigai tidak adanya aktivitas dari kamar Eril.

Penjaga dan pemilik kosan akhirnya membuka pintu kamar Eril dengan kunci cadangan dan menemukan adik Emil Dardak tersebut sudah tergeletak.

Eril Dardak ditemukan meninggal di lantai dengan plastik yang menutupi wajahnya, namun saat itu tidak diketahui penyebab kematiannya.

Sumber: Tribunnews.com/Vebri Editor: fitriadi

UMKM Maju, Warga Sejahtera

KOMITMEN dan Fokus Kerja saya sebagai Calon Legislatif untuk DPRD Kota Surabaya dari Dapil 4 ( wilayah kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, Suko Manunggal) adalah Tidak Korupsi, Kesejahteraan Veteran/Lansia, Pendidikan Anak, Kesehatan Wanita dan Pemberdayaan UMKM.

Pemberdayaan UMKM menjadi prioritas karena menjadi peletak dasar bagi warga Surabaya untuk hidup layak dan sejahtera. Keberadaan Pemkot Surabaya dalam membina para penggiat UMKM sudah pada posisi yang benar (on the track). Namun pengembangan usaha mandiri ini begitu besar, ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Pihak swasta, termasuk anggota legislatif yang memiliki tanggung jawab sosial sebagai wakil rakyat perlu urun rembug, urun tangan ikut serta bersama pemkot mengangkat kesejahteraan ekonomi warga kota.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar. Di Indonesia, diperkirakan jumlah UMKM mencapai 60 juta unit. Selain itu, kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi. Maka sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok. Kriteria usaha yang termasuk dalam UMKM telah diatur dalam payung hukum berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Usaha pemerintah memberikan pembinaan kepada usaha start-up anak anak muda sangat bagus. Kendati begitu, mereka yang tidak masuk dalam kategori ini lebih besar lagi jumlahnya. Dan belum memperoleh perhatian layak. Perhatian swasta atau mereka yang punya empati hendaknya bisa diarahkan kesana.

Bagaimana mereka memperoleh modal usaha untuk mengembangkan usaha? Selama ini untuk sehari-hari mereka banyak dibantu kredit modal kerja dengan bunga rendah dari bank milik Negara. Itu kalau punya jaminan, seperti BPKB kendaraan bermotor,Surat Tanah, Sertifikat Rumah. Kalau tidak punya jaminan, ya mereka lari kepada Koperasi atau Rentenir dengan bunga tinggi.

Bagaimana memasarkan barang yang dijual? Butuh pendampingan bagi penggiat UMKM. Masih banyak faktor yang menjadi kendala bagi usaha kecil ini.

Saya adalah salah satu penggiat UMKM kuliner yang sudah belasan tahun berkecimpung di bidang ini. Cukup paham seluk-beluk kondisi UMKM. Belakangan ini, di tahun 2018 saya banyak menyerap keluhan teman-teman penggiat usaha mikro yang mengeluh penghasilan bulanannya semakin menurun. Saya memahami. Namun, apakah mereka mampu bertahan seperti saya? Belum tentu. Ketahanan para penggiat UMKM berbeda-beda. Banyak yang guling tikar alias tutup usahanya. Ada juga yang mampu bertahan. Bahkan berkembang dan maju lebih baik daripada sebelumnya.

Sebagai orang yang senasib sepenanggung dengan para dulur sesama penggiat UMKM (maaf, saya pakai istilah penggiat bukan pengusaha UMKM), saya memiliki kiat yang insya Allah bermanfaat bagi dulur dulur warga Surabaya manakala saya berhasil menjadi anggota dewan.

Drs. Sugianto Subiyanto Hartawan
Caleg DPRD Kota Surabaya
Dapil 4 (kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, Suko Manunggal) No urut 5

Ads