Beranda blog Halaman 24

Lithang Boen Bio Adakan Acara Mengenang Leluhur dan Kesetiakawanan Sosial

SURABAYA (Swaranews) – Lithang Boen Bio mengadakan acara king hoo ping (8/9/2019) di daerah Kapasan Surabaya. Makna king hoo ping bagi umat Konghucu memiliki 2 makna yaitu berbakti mengenang para leluhur yang telah wafat serta kesetiakawanan sosial sesama manusia di dunia.

Puncak acara ini dengan pembagian 4500 paket sembako kepada warga yang kurang bahagia di kawasan Kapasan, Kenjeran, Surabaya Timur. “Kita wajib merenungi kesetiakawanan dalam lingkungan keluarga khususnya engkong dan emak yang sudah wafat sebagai bentuk berbakti dengan menjaga jiwa raga dan nama baik keluarga.

“Nilai luhur kemanusiaan berbakti pada keluarga dan sesama manusia menjadikan hidup berkarya bagi sesama menjadikan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik inilah makna kesetiakawanan tersebut” ujar handoko, ketua Lithang Boen Bio.
Setelah selesai sembahyang bersama kepada para leluhur, acara dilanjutkan dengan pembagian paket sembako. Masyarakat sekitar lithang yang memiliki kupon mendapatkan jatah satu kresek paket sembako beras, mibyak goreng, kecap, garam, gula, indomie dan snack. Pembagian ini melalui dua pintu depan dan belakang sehingga tak sampai menimbulkan antian panjang maupun kemacetan lalu lintas di sekitar lithang tersebut. Sun

Sanusi Resmi Jabat Bupati, Khofifah Tekankan Pengembangan Malang Raya

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Sanusi sebagai Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/8/2019) siang.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan/SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 131.35-4048 Tahun 2019 tanggal 13 September 2019 tentang pengesahan pengangkatan Bupati dan pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021.

Sanusi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Malang menggantikan Rendra Kresna yang terkena masalah hukum dan diputus bersalah oleh pengadilan dan telah diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Kepada Sanusi yang baru dilantik, Khofifah menjelaskan bahwa Kabupaten Malang, Kota Malang serta Kota Batu sebagai wilayah yang sangat solid dalam mempersiapkan kawasannya sebagai Malang Raya. Koordinasi diantara Bupati Malang, Walikota Malang serta Walikota Batu sangat intensif melakukan koordinasi terkait pembangunan infrastruktur, konektivitas serta pariwisata di wilayah Malang Raya.

“Dari pertemuan beberapa hari lalu, tiga kepala daerah tersebut berharap ada Light Rail Transit (LRT) yang saling terkoneksi antara Malang Raya. Semalam saya dapat tamu investor yang memiliki opsi pembangunan skytrain. Sekarang sedang kota Batu sedang exercise cable car ke Gunung Panderman. Bila dari Panderman sampai dengan Bromo, maka skytrain memungkinkan membangun konektivitas dengan beberapa titik stasiun,” katanya.

Menurutnya, pembangunan ini berseiring dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dimana di dalamnya ada cluster digital IT. Melalui pembangunan ini, dirinya berharap target start up Jatim terkonsentrasi di Malang Raya. Keberadaan KEK Singhasari juga diharapkan menjadi kekuatan dalam menyiapkan Malang Raya sebagai area digital IT.

Selain pengembangan kawasan Malang Raya, sebut Khofifah, pembangunan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) menjadi salah satu dari tiga prioritas pembangunan di Jawa Timur lima tahun kedepan. Sehingga dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas terutama Malang Raya dirinya berharap ada peningkatan lama berkunjung (lenght of stay) wisatawan terutama dari wisatawan manca negara ke Jatim.

“Jadi kesiapan Malang Raya untuk menjadi bagian dari penyangga BTS menjadi sangat penting. Terutama Kab. Malang memiliki daerah yang bersebelahan langsung dengan Bromo, juga  dengan Kediri dan berhimpit dengan Kabupaten Blitar. Jadi ini akan menjadi bagian penyangga juga untuk selingkar Wilis. Betapa pentingnya Kab. Malang sebagai penyangga BTS juga sebagai penyangga selingkar Wilis,” jelasnya.

Dengan pengembangan kawasan BTS serta Selingkar Wilis, diharapkan dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Hal ini sekaligus menjadi terbukanya percepatan pembangunan kesejahteraan di wilayah selatan Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Kab. Malang dengan RPJMD Provinsi Jatim. Selanjutnya, bisa diselaraskan dan disinkronkan dengan RPJMN pemerintah pusat yang saat ini tengah dibahas oleh tim dari Bappenas.

“RPJMN saat ini on progress dan Menteri Bappenas sudah melakukan sinkronisasi program. Tim RPJMN akan terus mendata apa yang menjadi kebutuhan lokal, regional kemudian disinergikan dalam perencanaan pembangunan nasional,” katanya.

Sinkronisasi ini menjadi penting. Apalagi saat ini, pemerintah pusat sedang melakukan percepatan pembangunan industri terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Percepatan ini dilakukan dengan sangat cepat, intensif dan detail.

“Ada sesuatu yang harus disinergikan sifatnya sangat segera. Seperti prinsip dalam SDG’s bahwa kita ingin ‘No One Left Behind’ atau jangan ada satupun  yang tertinggal. Dalam perencanaan ini titik strategisnya adalah pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja serta peningkatan PDRB. Jadi ini yang harus terus disisir,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Khofifah meminta kepada Bupati Malang beserta seluruh OPD memperhatikan efektivitas pembangunan dan fokus pada titik yang memiliki daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas. Sehingga ke depan bisa menurunkan ketimpangan, mengurangi kemiskinan sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Terkait kemiskinan di Kab. Malang, lanjutnya, sudah ada penurunan namun bila diukur secara kuntitatif masih cukup tinggi apalagi di wilayah Malang selatan. Untuk itu perlu dikembangkan pembangunan berbasis kewilayahan dengan mengoptimalkan keberadaan Bakorwil.

Di akhir, Khofifah mengatakan bahwa di era saat ini terjadi dinamika sosial, ekonomi, politik dan hankam yang relatif fluktuatif. Untuk itu perlunya membangun equilibrium dynamic atau titik ekuilibrium baru.

“Apa yang sudah terbangun di Jatim guyub rukun tolong dijaga, kehidupan harmoni terus diikhtiarkan seperti dalam Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Harmoni. Apalagi heterogenitas Jatim luar biasa sehingga bangunan kehidupan harmoni harus diikhtiarkan bersama,” katanya.

Arumi Lantik Ketua TP PKK dan Dekranasda Kab. Malang

Selain mengagendakan pelantikan Bupati Malang, pada kesempatan tersebut juga mengagendakan pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Malang sisa masa jabatan 2016-2021 yakni Anis Zaidah Wahyuni Sanusi oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Prov. Jatim, Arumi Emil Elestianto Dardak.

Pelantikan tersebut berdasarkan SK Ketua TP PKK Prov. Jatim nomor 11/KEP/PKK.PROV/IX/2019 tentang pemberhentian dan pengangkatan Ketua TP PKK Kab. Malang tanggal 16 September 2019 serta SK Ketua Dekranasda nomor 016/DEKRAN.JATIM/SK/IX/2019 tanggal 16 September 2019 tentang pengesahan dan pengangkatan Ketua Dekranasda Kab. Malang sisa masa jabatan 2016-2021.

Dalam sambutannya, Arumi, sapaan akrab Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jatim ini mengutip apa yang disampaikan Gubernur Jatim saat melantik pengurus TP PKK Provinsi Jatim bahwa meraih prestasi penting namun jangan sampai lengah bahwa tantangan dan hambatan selalu datang.

“Oleh karena itu kita harus selalu adaptasi terhadap segala perubahan, tren yang ada serta apa yang terjadi di sekeliling kita. Apalagi Malang posisinya sangat strategis terutama terkait pariwisata,” katanya.

Selain beradaptasi, Arumi juga mengingatkan pentingnya kesiapan sebelum berbagai kemajuan pembangunan dilakukan. Ditambah pemerintah pusat memiliki target pembangunan proyek Selingkar Wilis, serta pengembangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana Kab. Malang menjadi wilayah yang dilalui.

“Kesiapan ini harus dilakukan salah satunya dengan membina UMKM karena dengan berbagai proyek tersebut nantinya banyak pihak yang melirik potensi Malang. Jadi masyarakat lokal harus dapat peran. Jangan sampai yang mengambil peranan tersebut adalah orang luar, dan masyarakat lokal hanya jadi penonton. Harus disiapkan visi misi dalam menyambut kemajuan itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga meminta Ketua TP PKK Kab. Malang untuk fokus terhadap masalah penanggulangan stunting, peningkatan IPM serta masalah sampah plastik. Terkait sampah plastik, sebut Arumi, menjadi problem bersama. Apalagi Kab. Malang merupakan daerah tujuan wisata, sehingga hal tersebut harus disikapi serius. (Msa)

Khofifah : Keselamatan Transportasi Tidak Boleh Ditawar-tawar

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keselamatan adalah hal yang mutlak dalam penyelenggaraan transportasi. Menurutnya, aspek keselamatan adalah sesuatu yang tidak boleh ditawar-tawar karena bersingungan dengan nyawa manusia.

“Tidak ada konektivitas tanpa adanya jaminan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam menggunakan layanan transportasi,” kata Khofifah usai Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 di Kampus Politeknik Pelayaran Surabaya, Selasa (17/9/2019) pagi.

Hari Perhubungan Nasional ini merupakan hari bakti nyata para insan transportasi yang telah bekerja keras mewujudkan konektivitas transportasi di seluruh wilayah Indonesia dan memberikan pelayanan jasa transportasi yang selamat, aman dan nyaman. Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2019 ini yaitu “Merajut Nusantara Membangun Bangsa, Bakti Nyata Insan Perhubungan Untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju”.

Khofifah berharap, seluruh insan transportasi baik ASN, swasta, dan masyarakat bersama-sama guyub rukun bersinergi membangun konektivitas guna mewujudkan transportasi yang handal dan berkeselamatan tinggi bagi seluruh masyarakat pengguna transportasi di Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengungkapkan bahwa transportasi termasuk moda dan infrastruktur didalamnya menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa. Banyak negara di dunia yang berlomba membangun dan menyediakan sistem transportasi publik yang handal, mumpuni, efisien, dan terjangkau.

Menurutnya, Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang perekonomian nasional pun tidak lepas dari upaya pembangunan infrastruktur transportasi khususnya jalan tol, pelabuhan, bandara, rel kereta api, dan lainnya.

Tersambungnya jalan tol Jakarta-Probolinggo di kuartal I tahun 2019 lalu menjadi sejarah baru bagi transportasi Indonesia, khususnya Jawa Timur. Jalan bebas hambatan tersebut menjanjikan pelayanan distribusi barang dan jasa semakin lancar di Pulau Jawa.

Tujuannya tentu saja pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di daerah yang dilalui jalan tol tersebut. Ditambah, berdirinya sentra-sentra industri, bisnis, niaga, dan permukiman di sekitar jalan tol tentu membawa dampak terciptanya lapangan kerja baru dan terbukanya daerah-daerah yang terisolasi. Itu juga berarti meningkatkan pemerataan hasil pembangunan.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan beroperasi seluruhnya pada tahun 2025 mendatang. Ini tentu saja menjadi lompatan besar bagi Jawa Timur,” imbuhnya.

Tidak lama lagi, lanjut Khofifah di Jawa Timur juga akan berdiri bandar udara baru di wilayah Kediri. Bandara tersebut akan dibangun awal tahun 2020 dan ditargetkan akan selesai gunannya pada akhir 2021. Keberadaan bandara ini akan memberikan banyak dampak positif bagi daerah disekitarnya.

Sementara itu, dalam peringatan Harhubnas tahun 2019 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada pengemudi angkutan umum, penjaga rel kereta api dan penjaga mercusuar. Masih dalam rangkaian yang sama juga digelar bakti sosial, donor darah, dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. (Msa)

Buka Pawai dan Festival Seni Agama Hindu, Khofifah : Kebhinekaan Adalah Kekayaan Bangsa

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka perhelatan Pawai dan Festival Seni Agama Hindu ke-3 Tingkat Nasional 2019. Dalam kesempatan itu, Khofifah mengatakan bahwa proses akulturasi budaya di Jawa Timur telah berjalan sangat natural.

“Kita melihat bagaimana pawai festival seni keagamaan Hindu yang dari Jawa Timur, ada nggak sesuatu yang kita merasa aneh, merasa ini ternyata kita belum pernah bersinggungan, dan belum pernah menyaksikan. Sepertinya proses akulturasi budaya itu sudah berjalan sangat natural dan menyatu dengan budaya Jawa Timur,” kata Khofifah di Jatim Expo Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Ia mencontohkan, proses akulturasi budaya tersebut dapat dilihat dari beberapa daerah di Jawa Timur yang turut berpartisipasi dalam pagelaran tersebut, seperti Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember dan Kota Surabaya. “Artinya itu sesuatu yang sudah menyatu dalam budaya Jawa Timur,” jelasnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini menyatakan bahwa kebhinekaan menjadi sesuatu yang indah sekaligus sebagai kekayaan bangsa Indonesia.

“Saya tadi mengawali dengan menukil pepatahnya Bung Karno. Bagi yang beragama Islam enggak perlu jadi orang Arab, bagi yang beragama Hindu enggak perlu jadi orang India. Jadilah tetap orang Indonesia karena kebinekaan dari suku, agama, bahasa, ras itu menyatu dalam bhineka tunggal ika,” pungkasnya. (Msa)

Pemkot Siapkan Pelayanan Kedokteran Nuklir di RSUD BDH dan Radioterapi di RSUD dr Soewandhi

SURABAYA (Swaranews) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta jajarannya melakukan rapat koordinasi untuk meningkatkan inovasi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandhi dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Ada dua pelayanan yang akan digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yakni Radioterapi di RSUD dr Soewandhi dan Kedokteran Nuklir di RSUD BDH.

 

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam Surabaya tersebut, dihadiri pula para akademisi dari berbagai universitas dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Senin, (16/09/2019). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Risma meminta dukungan penuh kepada pihak-pihak terkait untuk mewujudkan dua pelayanan itu.

 

“Saya berharap para dokter untuk membantu pelayanan itu, terus terang saya kasihan para pasien penyakit kanker yang menunggu antrian untuk radioterapi terlalu lama,” kata Wali Kota Risma.

 

Ia menjelaskan, para pasien penderita penyakit kanker selama ini menunggu antrian untuk radioterapi kurang lebih minimal 4 – 6  bulan. Sebelum itu, mereka hanya rawat jalan dan terapi pada umumnya. Karena itu kemudian pihaknya tergerak untuk menciptakan inovasi pelayanan radioterapi. Hal ini mengingat jumlah rumah sakit di Surabaya yang menyediakan pelayanan tersebut hanya beberapa.

 

“Nantinya ini akan sangat membantu para pasien, kalau perlu ruangannya didesain berbeda agar tidak seperti di rumah sakit. Mari kita bantu mereka bersama-sama,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menyampaikan, pembaharuan pelayanan ini akan secepatnya direalisasikan. Meskipun sebelumnya radioterapi dan kedokteran nuklir sudah pernah diterapkan di RSU dr Soetomo. Namun, seiring berjalannya waktu pelayanan itu sudah tidak ada.

 

“Ada beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), Adi Husada, yang menerapkan sistem pelayanan radioterapi. Tetapi untuk Kedokteran Nuklir hanya ada di empat kota besar di Indonesia  saja,” paparnya.

 

Ia memastikan bahwa inovasi tersebut sengaja disiapkan untuk melayani warga Kota Surabaya. Meskipun sebelumnya RSU dr Soetomo juga pernah memiliki pelayanan itu. “Tidak perlu khawatir, kami terus berupaya untuk melayani masyarakat yang terbaik,” jelasnya.

Setelah melakukan rapat dengan Wali Kota Risma, ia mengaku langsung menggelar koordinasi dalam pembentukan tim pelayanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi tersebut. Masing-masing tim tersebut terdiri dari akademisi, dokter, kepolisian, dan dinas yang terkait.

 

“Kami sengaja bergerak cepat, supaya setelah pembentukan tim ini mereka dapat bekerja semaksimal mungkin,” paparnya.

 

Fenny menargetkan, projek ini dapat selesai di tahun 2020 mendatang. Sehingga semua persiapan dilakukan sejak saat ini. “Mudah-mudahan 2020 kelar dan bisa beroperasional, untuk pembangunan ruangan nanti bisa berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya,” katanya.

 

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hendrig Winarto mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh dua program yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya itu. “Sebenarnya nuklir itukan banyak manfaatnya, bisa digunakan energi bauran, termasuk kedokteran nuklir,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alih alih menjadi tukang servis AC Malah bawa kabur barang berharga pemilik rumah

SURABAYA (Swaranews) – Modus kejahatan di Surabaya kini makin bervariasi. Salah satunya berkedok sebagai tukang servis AC panggilan. Semua itu aksi untuk mengelabui pelanggan.

Hal tersebut dilakukan Sofian, 37 tahun, warga Ketabang, Surabaya. Kali ini, modus kejahatanya berakhir dengan nasib apes, sehingga dipergoki oleh pengguna jasanya.

Saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolrestabes Surabaya, Senin 16 September sore, Sofian hanya merunduk sambil menutup wajahnya karena ia harus kembali merasakan berada di balik jeruji besi.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menjelaskan kronologi bagaimana tersangka melakukan aksi kejahatannya tersebut.

“Tersangka awalnya menyamar sebagai tukang AC. Bersama kakaknya, mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk menawarkan jasanya,” ucap Bima di Mapolrestabes Surabaya, Senin 16 September 2019 sore.

Sofian dan kakaknya, lanjut Bima berbagi tugas satu sebagai tukang servis AC (Sofian), sementara kakaknya bertugas mengambil barang milik korban.

“Saat mendatangi rumah korbannya, tersangka mengaku sebagai tukang servis AC dari toko elektronik. Setelah dibukakan pintu oleh pemilik rumah, tersangka pun masuk dan pura-pura memperbaiki AC,” ujar Bima.

Kemudian, saat korban lengah, barang berharga milik korban langsung diambil. Namun apes, aksi tersangka diketahui korban. Tak mau tertangkap, tersangka langsung menghalang-halangi korban yang ingin keluar rumah, dengan mengeluarkan sebilah pisau lipat untuk mengancam korbannya.

“Korban membuat laporan di Polres, dan berkat CCTV di rumah korban. Kami bisa meringkus pelaku (Sofian). Satu pelaku lainnya masih DPO, selain itu juga penadah barang curian tersangka saat ini kita cari,” ujarnya.

Sementara tersangka mengaku sudah empat kali beraksi, di antaranya di Semampir dan Semolowaru.

“Ambil ponsel dan laptop di rumah berbeda, terus saya jual Rp 1,2 juta. Kemudian, pernah ambil dompet dan uang isinya Rp 2,8 juta,” ucap tersangka.

Sebelum menyamar jadi tukang servis AC, tersangka pernah ditahan kasus yang sama. Saat itu, tersangka menyamar sebagai pegawai PDAM sekitar tahun 2010.

Tersangka mengaku, uang hasil mencuri itu digunakan untuk menafkakahi keluarganya. “Saya buat kebutuhan sehari-hari untuk keluarga,” ujarnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa telepon genggam milik korban dan sebuah dompet. Pelaku terjerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman penjara selama 9 tahun.(Ari)

Alih alih ingin memberikan kasih sayang untuk seorang janda beranak satu mala anak menjadi korba pencabulan

SURABAYA (Swaranews) – Sungguh biadab kelakuan dari Rudi (RD), pria berumur 46 tahun asal Denpasar, Bali. Bermaksud memberi kasih sayang kepada anak dari pacarnya yang berstatus janda, ia justru melakukan pencabulan kepada korban.

Kini, RD harus berurusan dengan kepolisian karena kelakuan bejatnya tersebut. Sembari menutupi muka, RD dipamerkan dihadapan awak media di Mapolrestabes Surabaya.

Kronologi awalnya, korban yang masih berumur 14 tahun diketahui adalah anak seorang janda yang dipacari RD. Kekerasan seksual itu dilakukan RD saat libur panjang sekolah. Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu tempat hiburan malam di Bali ini mengaku melakukan aksinya tanpa rayuan, paksaan dan ancaman.

Tersangka langsung melancarkan aksi bejatnya itu tanpa sepengetahuan ibu korban yang juga kekasihnya selama empat tahun.

Diketahui, sejak korban masih kelas 5 SD, tersangka sudah melancarkan aksi bejatnya. Dengan alasan ingin memberikan kasih sayang, karena kedua orang tua korban sudah resmi bercerai. Tersangka telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali, yakni sekali di Surabaya, dua kali di Bali.

“Karena dia kehilangan kasih sayang orang tua, jadi kita juga memberikan kasih sayang,” ucap RD sambil menutupi wajahnya di Mapolrestabes Surabaya, Senin 16 September 2019.

Kedua orang tua kandung korban secara bergantian merawat buah hatinya yang masih duduk di bangku SMP itu tidak mengetahui bahwa anaknya diperlakukan tidak pantas oleh RD. Padahal RD mengaku memberi kasih sayang, namun kasih sayang yang sangat keterlaluan.

Ayah korban tinggal di Surabaya, sedangkan ibunya tinggal di Bali. Selama di Bali, ibu korban merupakan rekan kerja tersangka.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, awalnya mendapat laporan dari ayah kandung korban. Akibat perbuatannya itu, sikap korban berubah drastis. Saat di sekolah terlihat “Agresif”.

“Gurunya mulai mendalami, setelah tahu banyak dan dikomunikasikan ke ayahnya, akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Surabaya,” ujarnya.

Tersangka langsung diamankan di wilayah Denpasar, Bali. Berdasarkan hasil visum, menguatkan tindakan bejat yang dialami korban.

“Perhatian dari guru sangat membantu mengungkap aksi bejat yang dialami korban selama ini,” ucapnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 UU no 17 tahun 2016 perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(Ari)

Nanang Agustusilo Terpilih Menjadi Kepala Desa Drujugurit Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan

Nanang Agustusilo (berkopyah hitam)

LAMONGAN (Swaranews) – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Drujugurit Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan berlangsung lancar,aman dan kondusif. Dua Calon yang bertarung memperebutkan suara warga desa setempat adalah Joko Sampurno dan Nanang Agustusilo.

Pada Pilkades yang mengusung tema “Aman, Damai dan Bermartabat” ini berlangsung Minggu (15/9/2019). Dari hadil penghitungan suara, Nanang Agustusilo unggul memperoleh 469 suara. Sedangkan Joko Sampurno harus puas diurutan kedua dengan petolehan 359 suara.

“Alhamdulillah berkat perjuangan bersama. Semoga Saya bisa menjaga amanah rakyat, warga Desa Drujugurit terima kasih atas kepercayaannya,” ungkap Nanang Agustusilo, Senin (16/9/2019) di kediamannya.

Dia berjanji akan menjalankan program kerjanya dengan baik. Nanang didampingi tim suksesnya Yoga Pamudji dan Saiful Huda. Bagi suami Ana Mariya Ulfa ini, menjadi Kepala Desa adalah mengemban amanah rakyat dan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

“Sejak awal kita mengangkat motto dari desa, oleh desa dan untuk desa. Artinya bagaimana nanti kemajuan desa Drujugurit ini akan kita tingkatkan dengan kerjasama yang padu antara masyarakat desa ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” papar Nanang kepada Swaranews.

Pria kelahiran 33 tahun lalu ini sehari-harinya adalah seorang Petani yang juga berbisnis bibit jagung. Meskipun tergolong usia muda dirinya yakin untuk bisa memenangkan kepercayaan warga dalam Pilkades 2019.

“Kkta pertahankan yang sudah baik. Kita tingkatkan layanan kepada masyarakat. Bersama para sesepuh, Alim Ulama dan tokoh masyarakat serta seluruh warga desa. Insya Allah kita mampu mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama,” urai Nanang Agustusilo, Kepala Desa Drujugurit yang baru terpilih. (mar)

BKKBN Tetap Kampanyekan Batas Usia Menikah 21 Tahun

SURABAYA (Swaranews) – Terkait penetapan batas usia minimal perempuan menikah usia 19 tahun, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pihaknya tidak begitu mempermasalahkan.

“Batas usia menikah kan kemarin DPR lebih menyepakati pada usia 19 tahun. Kami menghormati apa yang diputuskan oleh DPR,” kata Hasto di Hotel Mercure Surabaya, Senin (16/9/2019).

Meskipun telah ditetapkan, kata Hasto, pihaknya akan tetap mengkampanyekan bahwa batas usia menikah perempuan yaitu 21 tahun, sedangkan bagi laki-laki 25 tahun. Menurutnya, usia biologis ideal adalah pada usia 21 tahun bagi perempuan.

“Jadi, kami tidak masalah, karena kami tidak akan melanggar undang-undang. Kami justru jauh diatasnya undang-undang,” katanya.

Mantan Bupati Kulon Progo itu berharap, nantinya undang-undang tersebut akan menyentuh usia biologis yang ideal. “Karena usia diatas 20 itu usia biologis yang ideal. Bukan usia psikologis, bukan usia sosiologis, tapi ini usia biologis yang ideal,” pungkasnya. (Msa)

Dianggap Tidak Penting, Kepala BKKBN Bakal Pangkas Kegiatan Perjalanan Dinas

SURABAYA (Swaranews) – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memastikan akan memangkas jumlah kegiatan yang dianggap tidak penting dan tidak memiliki dampak kepada fokus program utama.

“Kita punya tiga program. Satu, tentang kependudukan, dua tentang keluarga berencana, tiga tentang pembangunan keluarga,” kata Hasto di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Senin (16/6/2019) sore.

Mantan Bupati Kulon Progo itu menjelaskan, program yang awalnya berjumlah sekitar seribu dua ratusan itu akan dipangkas menjadi hanya sekitar sembilan ratus kegiatan. Salah satu program yang dipastikan akan dipangkas yaitu perjalanan dinas.

“Yang saya tekankan untuk dipangkas salah satunya perjalanan dinas, rapat-rapat yang tidak penting,” tegasnya.

Ia berharap kepada seluruh pegawai agar fokus pada programnya, sekaligus mengingatkan agar tidak ada kegiatan yang tidak tersinkronisasi antara satu dengan yang lain.

Hasto menjelaskan, dirinya telah memahami seluk beluk para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memanfaatkan anggaran. “Saya tahu, saya pengalaman di kabupaten,” terangnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan agar para pegawai dalam membuat program sebaiknya yang bisa memberikan dampak langsung ke masyarakat, mulai dari sosialisasi ataupun riset yang dapat memberikan manfaat ke masyarakat.
“Saya kira penganggaran yang langsung menyentuh pada rakyat sebesar-besarnya harus kita lakukan,” tandasnya. (Msa)
Ads