Beranda blog Halaman 25

Jelang Pergantian Tahun, Pemkot Surabaya Tak Gelar Car Free Night

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya tak menggelar kegiatan Car Free Night menjelang pergantian tahun 2019 ke 2020. Dengan, peniadaan Acara Car Free Night, masyarakat bisa merayakan malam pergantian tahun di rumah masing-masing.

“Harapannya, masyarakat bisa merayakan dengan keluarga di rumah mereka, atau ke tempat ibadah, bisa juga dengan menggelar doa bersama,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Eko Agus Supiadi, Senin, (30/12/2019).

Menjelang pergantian tahun, Eko Agus Supiadi mengajak warga kota untuk tidak hura-hura dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan umum, serta menjaga keamanan di sekitar tempat tinggal.

“Kita imbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitarnya, khususnya dalam rangka menyambut tahun baru 2020,” terangnya.

Kegiatan Car Free Night di Kota Surabaya, pertama kali diselenggarakan pada tanggal 31 Desember tahun 2013. Di acara tersebut, masyarakat dihibur dengan beragam kegiatan mulai atraksi seni , musik patrol, Reog, Marching band, komunitas binatang. Car Free Night digelar oleh Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya di Jl. Raya Darmo, Jalan Tunjungan, Jl. Panhglima Sudirman dan Jl. Gubernur Suryo. Kegiatan tersebut dilaksanakan terakhir tahun 2014.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, memasuki libur Natal dan tahun baru, pihaknya sudah mengistruksikan semua jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menjaga wilayahnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar Kota Surabaya tetap aman, tertib serta kondusif saat perayaan malam tahun baru nanti.

“Jadi mereka jaga wilayahnya masing-masing, bekerjasama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas. Sebetulnya tahun lalu juga begitu, tapi tahun ini juga kita tingkatkan. Jangan sampai kita kecolongan,” kata Wali Kota Risma.

Di samping itu, Wali Kota Risma juga mengimbau kepada seluruh warga Surabaya agar di malam perayaan tahun baru nanti, tidak ada konvoi-konvoi yang dapat merugikan masyarakat. Apalagi, hingga menyebabkan kecelakaan, sehingga merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Untuk seluruh warga Surabaya, saya berharap tidak ada konvoi, jangan sampai ada kecelakaan yang kemudian mengakibatkan penderitaan kita, penderitaan keluarga kita,” katanya.

Karena itu, pihaknya berpesan kepada seluruh warga Surabaya, agar di malam tahun baru nanti, lebih baik melakukan hal-hal yang lebih positif. Seperti, berkumpul bersama keluarga atau menggelar syukuran doa bersama. “Mari kita bersama-sama bersyukur kepada Tuhan, karena sampai saat ini kita bisa berkumpul bersama keluarga,” ujarnya. (mar)

Pemprov Jatim Terus Mantapkan Rencana Implementasi Perpres 80/2019

Sebelum Berangkat Umroh, Gubernur Khofifah Sempatkan Rakor Bersama OPD di Bandara Juanda

SIDOARJO (Swaranews) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat ini tengah menunaikan Ibadah Umroh di Tanah Suci. Namun, disela-sela keberangkatannya pada Senin (30/12) lalu, Khofifah menyempatkan diri memimpin Rakor bersama para kepala OPD di VIP Room Juanda, Sidoarjo.

Dalam Rakor itu, Khofifah ingin mematangkan secara detail rencana implementasi dari Perpres No. 80 Tahun 2019 yang akan bersinergi dengan pemerintah pusat serta berdampak langsung bagi pembangunan ekonomi di Jatim.

Khofifah juga meminta, bagi OPD yang berkaitan erat dengan Perpres tersebut untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan dan segera menuntaskan pembahasannya. Terutama, terhadap pelaksanaan beberapa proyek yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang.

“Saya minta kepada setiap OPD yang terkait proyek strategis yang telah tercantum dalam Perpres 80 Tahun 2019 di Jatim untuk bisa mengawal dan melaksanakan kegiatan secara terukur dan tepat sasaran dan transparan,” tegasnya.

Ditambahkan, pada 2020 mendatang, diharapkan kepada seluruh OPD dapat menyegerakan beberapa program kegiatan agar dapat berjalan sesuai perencanaan yang baik dan matang sehingga dapat terserap di awal Triwulan pertama dari APBD Prov. Jatim tahun 2020.

Untuk itu, kepada setiap OPD agar melakukan lompatan-lompatan yang strategis agar segera dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat pada awal bulan di 2020, sehingga tidak ada yang putus atau jedah di pergantian tahun.

“OPD Pemprov Jatim harus bergerak cepat terhadap penyelenggaraan kegiatan program prioritas yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, kita harus konsisten bahwa anggaran yang tersedia diperuntukan bagi pelayanan kepada masyarakat agar tingkat kesejahteraan masyarakat semakin baik dan meningkat” imbuhnya.

Terkait penajaman Perpres tersebut, Mantan Menteri Sosial ini menekankan kepada setiap OPD untuk segera melakukan koordinasi dan membuka komunikasi secara intens dengan kementrian terkait agar pada 2020 bisa terlaksana dan terarah.

“Kita targetkan awal Tahun 2020 dapat melakukan roadshow di beberapa kementerian dalam rangka mensinkronkan  beberapa rencana proyek yang telah disusun dalam Perpres 80 Tahun 2019 tersebut,” tutupnya.

Sebagai informasi, dalam rakor tersebut hadir Sekdaprov Jatim, Asisten Ekonomi Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PR, KP & Cipta Karya Prov. Jatim, Ka.Dishub Jatim, Kadisbudpar, Kepala Disperindag, Kepala BPM,  Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Adm. Pembangunan, Kepala Biro Kesos dan Karo Organisasi Setdaprov Jatim. (Msa)

Jelang Pergantian Tahun, Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Ambil Langkah Antisipasif

SURABAYA (Swaranews) – Menjelang pergantian tahun baru 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada seluruh masyarakat Jatim agar melakukan langkah-langkah antisipasif guna menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, terlebih saat akan berangkat berlibur. Dirinya meminta, sebelum meninggalkan rumah agar memastikan bahwa listrik dan peralatan-peralatan yang masih tersambung dengan listrik bisa terantisipasi dengan aman.

“Pastikan sebelum meninggalkan rumah, kondisi semua, listrik semua, peralatan-peralatan yang masih tersambung dengan listrik semua bisa terantisipasi, dan dipastikan bahwa semua aman,” ucap Khofifah usai Penutupan Karya Bakti TNI-AL Tahun 2019 Pelaksanaan Renovasi RTLH di Pendopo Pemkab Bangkalan, Minggu (29/12/2019) siang.

Selain itu, Khofifah juga meminta, sebelum melakukan perjalanan agar memastikan bahwa kendaraan dalam kondisi layak jalan. “Pastikan kita juga fokus, kalau lelah jangan diteruskan dan segeralah beristirahat. Pastikan semua harus merasa aman, yang dikendaraan aman dan orang lain pun juga harus merasa aman,” tuturnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengaku, terkait persiapan pergantian tahun baru 2020, pihaknya telah melakukan koordinasi secara berlapis bersama Polda Jatim di Gedung Negara Grahadi maupun di Mapolda Jatim.

Dari hasil koordinasi tersebut, disebutkan bahwa pihaknya ingin melakukan pengecekan terkait persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kemungkinan akan bertambah sebanyak 5 persen.

“Persediaan BBM kemungkinan akan bertambah 5 persen,” tandas Mantan Menteri Sosial tersebut. (Msa)

2019 Pertumbuhan Ekonomi Jatim Solid, Ini Target Gubernur Khofifah di Tahun 2020

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 2019 saat Konferensi Pers Refleksi 2019 dan Proyeksi 2020 di Ruang Bhinaloka Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Minggu (29/12/2019) sore.

Salah satunya yaitu keinginan Pemprov Jatim terkait big data akan bisa segera terwujud. Menurut Khofifah, saat big data tersebut bisa disiapkan, maka Jawa Timur akan bisa segera masuk pada era industri 4.0. “Lalu efektivitas efisiensi perjalanan pemerintahan tentu akan bisa lebih tinggi,” kata Khofifah.

Selain itu, Khofifah mengungkapkan bahwa selama 2019, ekonomi di Jatim bisa dikatakan cukup solid. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di Jatim jauh diatas rata-rata nasional. “Yang kita syukuri perjalanan di tahun 2019 adalah ekonomi kita cukup solid,” ucapnya.

Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan, bahwa kredit untuk UMKM Jatim juga cukup kuat. Kekuatan ekonomi di Jatim, kata Khofifah, adalah dari solvabilitas UMKM, perdagangan antar daerah dan antar provinsi. “Oleh karena itu misi dagang menjadi bagian penting,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, bahwa Jatim harus tumbuh dan kuat bersama serta membangun korelasi yang sama-sama tingginya antara pertumbuhan ekonomi di Jatim dan 16 provinsi lain yang logistiknya memang disuplai dari Jatim.

“Ketika daya beli mereka itu tinggi, pasti juga akan memberikan signifikansi terhadap pertumbuhan ekonomi jawa timur. Tapi kalau per casing power mereka tidak cukup tinggi maka itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” jelas Mantan Menteri Sosial itu.

Tidak hanya itu, dirinya juga mentargetkan elektrifikasi tercapai pada 2021 mendatang. “Proyek-proyek jambannisasi juga bisa kita lakukan dengan baik,” tukasnya.

Sementara itu, terkait re-training dan up-scraining bagi tenaga kerja, dikatakan Khofifah bahwa TPT Jatim diprediksi setiap tahunnya akan tumbuh 800 ribu. Dicontohkan, dari program SMA Double Track SMA/MA jika disinergikan dengan MJC dan OPOP, maka akan membuka lapangan kerja sampai 600 ribu pertahun.

“Ini artinya apa yang disampaikan oleh pak presiden tentang cipta lapangan kerja, cipta lapangan kerja ini akan berseiring,” terang Khofifah.

Ia menambahkan, jika di 2020 terdapat 190 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan interest 6 persen, maka akan memberikan harapan penguatan dan kenaikan kredit UMKM, terutama bagi para pemula seperti anak-anak SMA, Aliyah maupun SMK yang tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Mereka akan bisa memulai dengan startup-startup dengan penjualan secara online yang tadi saya lihat bahwa mereka ini sebetulnya sudah tersertifikasi dengan tutor yang cukup berstandard. Kita harapkan bahwa penguatan itu akan tetap kita jaga dan kita tingkatkan di 2020,” pungkasnya. (Msa)

Pemprov Jatim Bersama Lantamal V Renovasi RTLH di Bangkalan

BANGKALAN (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Penutupan Karya Bakti TNI-AL Th 2019 Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Pendopo Pemkab Bangkalan, Minggu (29/12/2019) siang.

Program ini merupakan kerjasama Pemprov Jatim bersama Lantamal V, dan berlokasi di Dusun Labang, Desa Labang, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

“Sekarang ini adalah kerjasama dengan Lantamal V. Maka ada Satlak Banyuwangi, Satlak Malang,” kata Khofifah di Pendopo Pemkab Bangkalan.

Rumah tinggal layak huni, jelas Khofifah, pasti indeksnya menjadi berbeda. “Rumah itu layak ditinggali ketika jamban berbasis rumah tangga juga kita siapkan,” kata Khofifah.

Selain itu, elektrifikasi juga sudah langsung bisa dipasang. Sehingga penghuni saat masuk rumah, sudah dalam keadaan rumah teraliri listrik.

“Kemudian jamban sudah ada, kamar mandi ada. Ini Insya Allah akan memberikan suasana yang lebih kondusif bagi kehidupan yang lebih berkualitas,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Lantamal V karena telah membangun sinergitas luar biasa dengan sejumlah Pemkab di Jatim dari titik-titik yang dilakukan proses pembangunan RTLH.

“Kami dari Pemprov Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Lantamal V, Bapak Komandan Lantamal V dan seluruh timnya,” ucap Khofifah.

Sementara itu, Danlantamal V Tedjo Sukmono mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut belum menjumpai kendala yang cukup berarti.

“Dalam pelaksanaan belum ada kendala. Karena adanya kerjasama baik dengan pemerintah daerah,” katanya.

Sekadar informasi, adapun rumah yang direnovasi antara lain rumah milik Musyarofah dengan ukuran rumah 7×5 M2, Tomirah dengan ukuran rumah 4×6 M2, dan Lilis Suhartatik dengan ukuran rumah 4,5×7 M2. (Msa)

Wali Kota Risma Tinjau Progres Pembangunan Lapangan Baru di Stadion GBT

SURABAYA (Swaranews) – Seusai memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Malang, Kecamatan Tegalsari Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya kemudian meninjau Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (29/12/2019).

 

Dalam tinjauannya kali ini, Wali Kota Risma ingin memastikan progres pembangunan lapangan baru yang bakal digunakan sebagai pendukung atau tempat latihan pemain pada kejuaraan Piala Dunia U-21 Tahun 2020 mendatang.

 

Pada kesempatan itu, wali kota yang sekaligus menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini memberikan beberapa instruksi kepada jajarannya. Seperti, pemilihan warna cat untuk sisi luar Stadion GBT, hingga penambahan space lokasi parkir.

 

“Kita cat dengan warna yang terang. Mungkin merah darah, jadi letaknya persis di sebelah cat warna hijau. Jum’at depan (03/01/2020), kita agendakan kerja bakti,” kata Wali Kota Risma ketika memberikan instruksi kepada jajarannya.

 

Selang beberapa menit kemudian, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini bergeser menuju sisi barat stadion. Di sana, ia memberikan instruksi kepada jajarannya untuk lokasi penambahan space parkir. Bahkan, kala itu, ia juga meminta penyiraman tanaman di GBT agar dilakukan lebih rutin lagi.

 

“Tolong disirami tanaman yang di GBT, termasuk pohon-pohon yang ada di dalam bukan yang hanya di akses masuk saja. Tapi juga termasuk yang di dalam (area stadion),” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, sesuai dengan arahan Wali Kota Risma, di sisi timur Stadion GBT akan dibangun tiga lapangan yang sesuai dengan standart untuk latihan para pemain.

 

“Memang ada tiga lapangan penunjang sesuai standart untuk latihan. Kemudian ada space untuk lahan parkir. Lalu akan disambungkan juga dengan akses Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB), sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” pungkas dia. (mar)

 

Wali Kota Risma Blusukan Beri Santunan Korban Kebakaran di Kampung Malang

SURABAYA (Swaranews) –  Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu, (28/12/2019) di Kampung Malang VIII RT 1 RW 5 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari Surabaya, membuat pasangan suami istri, Siswanto (40) dan Darsih (46), harus rela kehilangan rumahnya. Pasalnya, atas kejadian tersebut, rumah yang mereka tempati, kini telah hangus dilalap si jago merah. Kedua pasangan ini pun harus rela mengungsi dan tinggal sementara di rumah tetangga.

 

Mendengar warganya mengalami musibah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun tak tinggal diam. Bahkan, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, terjun langsung blusukan untuk melihat kondisi warganya tersebut, Minggu (29/12/2019).

 

Walaupun lokasi rumah korban berada di perkampungan padat penduduk dan gang sempit, namun hal ini tak menyurutkan niat Wali Kota Risma untuk melihat langsung kondisi kedua pasangan itu.

 

Sekitar pukul 08.45 WIB, Wali Kota Risma tiba didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat Tegalsari Surabaya. Dari jalan gang utama menuju lokasi, Wali Kota Risma bersama rombongan harus berjalan kaki yang berjarak sekitar 100 meter lebih.

Menariknya, di sepanjang jalan gang dan sudut kampung, masyarakat terlihat begitu antusias menyambut kedatangan pejabat nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu. Bahkan, sesekali masyarakat juga terlihat berebut salaman dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

 

Saat rombongan wali kota tiba di lokasi, pasangan suami istri ini pun terlihat begitu sumringah. Sebab, keduanya tak menyangka, jika orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya datang langsung untuk melihat kondisi rumahnya. Dengan menggunakan kemeja hijau, Wali Kota Risma tampak mengobrol bersama kedua pasangan ini di halaman teras rumah, sembari menyerahkan santunan.

 

Kala itu, Wali Kota Risma ingin mendengar langsung keluhan dan memastikan korban sudah mendapat intervensi bantuan. Hal ini dilakukan agar treatment atau bantuan yang diberikan kepada korban sesuai dengan yang dibutuhkan. “Kondisinya sekarang bagaimana Bu, sudah difasilitasi apa saja” tanya Wali Kota Risma kepada korban.

 

Darsih pun langsung bercerita keluhan yang dialaminya. Diketahui, istri dari Siswanto ini sejak remaja mengalami disabilitas. Hal ini membuat kaki Darsih tak bisa digunakan sepenuhnya untuk berjalan.

 

Mendengar hal itu, Wali Kota Risma kemudian mengistruksikan jajarannya untuk menyiapkan tongkat krek, dan sepatu, agar digunakan Darsih untuk mobilitas sehari-hari. “Siapkan tongkat krek, nanti biar diukurkan sepatu juga,” kata Wali Kota Risma kepada jajarannya.

 

Tak hanya itu, kepada Camat Tegalsari, Wali Kota Risma juga menginstruksikan agar Darsih mendapat bantuan permakanan dan pembangunan rumah melalui program RSDK (Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh). “Ibu Darsih tolong juga dimasukkan ke dalam list permakanan,” ujarnya.

 

Mendengar apa yang disampaikan Wali Kota Risma, Siswantono (40) wajahnya tampak begitu sumringah. Bahkan, ia mengaku bersyukur, Pemkot Surabaya memberikan bantuan untuk perbaikan rumahnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Risma. Alhamdulillah rumah saya dibangun kembali. Semoga Bu Risma panjang umur, diberi rizki yang banyak dan sehat terus,” kata Siswantono.

 

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Imam Siswandi mengungkapkan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.45 Wib, Sabtu (28/12/2019). Dengan obyek berupa rumah tinggal yang ditempati pasangan Darsih dan Siswanto. “Setelah kita cek, korban hanya mendapat bantuan berupa BPJS Kesehatan,” kata Imam.

 

Kendati demikian, kata Imam, atas instruksi dari Wali Kota Risma, pihaknya kemudian memberikan beberapa intervensi bantuan. Yakni, santunan berupa uang, program permakanan dan RSDK untuk perbaikan rumahnya. Selain itu, Darsih juga mendapat bantuan tongkat krek dan sepatu untuk mobilitas sehari-hari.

 

“Memang ibu ini (Darsih) mengalami disabilitas pada kaki sejak SMP kelas dua, sehingga untuk jalan tadi ndak bisa. Sehingga ibu wali kota tadi menginstruksikan agar diberi bantuan alat (tongkat krek) untuk mobilitas,” pungkasnya. (mar)

Pemkot Siagakan Jajaran di Tingkat Kecamatan hingga Kelurahan

SURABAYA (Swaranews) –  Demi terwujudnya Kota Surabaya tetap aman, tertib serta kondusif, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menginstruksikan semua jajaran untuk menjaga wilayahnya masing-masing. Mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, bersinergi bersama jajaran Polri dan TNI agar menjaga dan mengamankan wilayah masing-masing.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, memasuki libur Natal dan tahun baru, pihaknya sudah mengistruksikan semua jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menjaga wilayahnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar Kota Surabaya tetap aman, tertib serta kondusif saat perayaan malam tahun baru nanti.

 

“Jadi mereka jaga wilayahnya masing-masing, bekerjasama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas. Sebetulnya tahun lalu juga begitu, tapi tahun ini juga kita tingkatkan. Jangan sampai kita kecolongan,” kata Wali Kota Risma, Sabtu (28/12/2019).

 

Di samping itu, Wali Kota Risma juga mengimbau kepada seluruh warga Surabaya agar di malam perayaan tahun baru nanti, tidak ada konvoi-konvoi yang dapat merugikan masyarakat. Apalagi, hingga menyebabkan kecelakaan, sehingga merugikan diri sendiri dan keluarga.

 

“Untuk seluruh warga Surabaya, saya berharap tidak ada konvoi, jangan sampai ada kecelakaan yang kemudian mengakibatkan penderitaan kita, penderitaan keluarga kita,” katanya.

 

Karena itu, pihaknya berpesan kepada seluruh warga Surabaya, agar di malam tahun baru nanti, lebih baik melakukan hal-hal yang lebih positif. Seperti, berkumpul bersama keluarga atau menggelar syukuran doa bersama. “Mari kita bersama-sama bersyukur kepada Tuhan, karena sampai saat ini kita bisa berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh warga Surabaya atas support dan dukungan kepada jajaran kepolisian. Ia menilai, jika selama ini arek-arek Suroboyo sangat tertib, dan kondusif. “Sehingga bisa dibuktikan pada waktu malam Natal kemarin sampai hari ini, Surabaya aman dan terkendali,” kata Kombes Pol Sandi.

 

Kendati demikian, pihaknya juga berharap, di malam perayaan tahun baru nanti, warga Surabaya juga tetap menjaga ketertiban. Sehingga, semua warga bisa saling melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana masing-masing. “Demikian nanti untuk malam tahun baru, apa yang sudah kita capai ini bisa kita jaga dan kita pertahankan,” pungkasnya. (mar)

Sambut Bonus Demografi, Kemenpora Bakal Siapkan Program Khusus

SURABAYA (Swaranews) – Indonesia diprediksi bakal menjumpai masa bonus demografi pada 2030 mendatang. Dimana, jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Untuk menyukseskan bonus demografi tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebutkan bahwa pihaknya harus memfokuskan itu menjadi kesempatan.

“Bagaimana hal tersebut bisa menjadi peluang dan kesempatan. Anak-anak muda harus kita siapkan,” ucap Zainudin Amali di Graha KAHMI Jatim, Surabaya, Sabtu (28/12/2019).

Disampaikannya, Kemenpora juga bakal menyiapkan sejumlah program yang memiliki sinergi dengan lembaga kementerian lain yang berkaitan dengan penyiapan SDM.

“Tentunya akan bersinergi dengan lembaga kementerian lainnya yang berkaitan dengan penyiapan sumber daya manusia kita, khususnya pemuda kita,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, bahwa sinergi tersebut dilakukan agar masa bonus demografi ini mampu memberikan dampak positif bagi Indonesia.

“Supaya bonus demografi itu menjadi positif untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (Msa) 

Ads