Beranda blog Halaman 25

TMMD Tonggak Utama Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Jawa Timur

SUMENEP (Swaranews) –  Keberadaan program TMMD, dirasa mampu menjadi ujung tombak guna memperkokoh Kemanunggal antara TNI dan Rakyat yang selama ini sudah terwujud dengan sangat baik di Jawa Timur.

Bahkan, selama berlangsungnya program tersebut, seluruh Satgas TMMD diwajibkan untuk bisa memberikan, sekaligus menciptakan suasana yang aman dan harmonis di lokasi sasaran TMMD.
Seperti halnya yang terjadi di lokasi TMMD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hampir sabar hari, keharmonisan terlihat di antara personel Satgas dan warga setempat.

Tidak hanya itu, selama berada di lokasi itu, Satgas pun tak segan-segan untuk mengatasi setiap keluhan, maupun aspirasi dari warga setempat.

“Kita himbau mereka (Satgas) agar bisa mengatasi segala keluhan yang timbul di Desa terisolir itu,” kata Dansatgas TMMD Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Ato Sudiatna ketika di konfirmasi melalui via selulernya. Kamis, 21 Maret 2019.

Tarmudji (49) salah satu warga Desa Larangan Kerta mengungkapkan, hubungan antara warga dengan Satgas di Desanya, sudah seperti layaknya keluarga sendiri.

Jangankan di waktu santai, kata Tarmudji, di saat para Satgas menyantap makanan pun, mereka tak segan-segan untuk mengajak warga sekitar untuk ikut serta menikmati makanan tersebut.

“Kadang, ada juga warga-warga yang mempersilahkan para Satgas untuk beristirahat di rumahnya. Mungkin warga kasihan, soalnya bapak-bapak itu sehari-harinya tidur di lapangan Desa yang beralaskan terpal,” tandasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Satgas TMMD di Desanya, tak hanya sebatas mewujudkan perkembangan Desanya saja. Namun, para Satgas, menurut warga di Desa Larangan Kerta, sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat di tempat ia tinggal.

“Kami sudah menganggapnya sudah seperti keluarga kami sendiri,” ucapnya.

Hal serupa, ternyata juga terjadi di lokasi TMMD Kodim 0812/Lamongan. Supadi (32), salah satu warga Kelolarum, Kabupaten Lamongan, menilai jika keberadaan Satgas TMMD di Desanya, ternyata mampu memberikan dampak positif yang sangat pesat.

Menurutnya, dalam upaya mewujudkan tatanan Desaku Pintar, Satgas TMMD di Desa Kelolarum, tak segan-segan untuk berkunjung di setiap rumah-rumah warga, dan mengajak anak-anak untuk ikut belajar bersama.

“Biasanya selesai maghrib. Kami sudah terbiasa dengan kedatangan bapak-bapak (satgas) itu,” imbuhnya.

Sementara itu, dijelaskan Dansatgas TMMD Kodim 0812/Lamongan, Letkol Arh Sukma Yudha Wibawa menyebut, jika kegiatan itu merupakan salah satu program non fisik TMMD yang harus dilakukan oleh personel di bawah kepemimpinannya.

Dandim Lamongan itu menuturkan, selain materi pelajaran di sekolah, Satgas juga membekali anak-anak di Desa tersebut, tentang materi pembelajaran wawasan kebangsaan, hingga keagamaan.

“Kebetulan, program desaku pintar itu merupakan program yang digagas oleh Pemkab Lamongan dan Kodim. Jadi, semaksimal mungkin kami harus bisa mewujudkan program itu,” ujarnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Patung Suro dan Boyo Terbesar Siap Jadi “Hadiah” di Hari Jadi Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) –Rombongan sidak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya diakhiri dengan mengunjungi pembangunan patung Suro dan Boyo di Taman Suroboyo, Rabu (20/3/2019). Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa patung terbesar se Surabaya itu ditargetkan selesai pada Bulan Mei, tepatnya pada Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).

 

Wali Kota Risma menjelaskan pembangunan Patung Suro dan boyo ini adalah bagian dari mimpinya. Patung Suro dan boyo ini juga menjadi icon terbesar dibanding patung yang ada di Kebun Bintang Surabaya (KBS) dan Skate Park Jalan Gubeng Surabaya.

 

“Ini adalah bagian dari mimpi saya. Saya juga membayangkan ketika ada di tengah laut, maka Surabaya dapat terlihat dari ikon patung ini. Selain itu, bisa dibilang patung ini adalah neneknya karena setinggi 42 meter. Kalau mamanya ada di Skate Park, anaknya ada di Kebun Binatang Surabaya (KBS),” tutur Wali Kota Risma saat di lokasi.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memastikan bahwa Taman Suroboyo beserta patung Suro dan Boyo ditargetkan rampung Bulan Mei, karena itu akan menjadi hadiah manis bagi Hari Jadi Kota Surabaya. “Sebenernya untuk patungnya sendiri, bulan ini atau awal bulan sudah bisa selesai. Tapi di bawahnya kan ada tambahannya dan tamannya, sehingga pengerjaan maksimal kami targetkan Bulan Mei,” kata Eri saat mendampingi Wali Kota Risma meninjau Patung Suro dan Boyo.

 

Selain itu, Ery juga menambahkan bahwa di kawasan itu nanti akan dibangun semacam jembatan yang menghubungkan antara sentra kuliner SIB lantai dua dengan patung Suro dan Boyo tersebut. Jembatan itu nanti akan dibangun seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), tapi bentuk dan desainnya berbeda. “Secara konsep sudah jadi dan langsung di kerjakan tahun ini. Secara anggaran ikut tahun ini. Jadi mudah-mudahan selesai pada akhir tahun, di lihat aja nanti,” ujarnya.

 

Ery juga menambahkan, selain melakukan pembangunan infrastruktur, Pemkot Surabaya juga akan merenovasi beberapa bagian bangunan Sentra Ikan Bulak (SIB), termasuk toilet dan beberapa bagian lainnya. Bahkan, pemkot juga berencana menggalakkan berbagai pelatihan untuk para pedagang yang menempati SIB.

“Nanti SIB akan di perbaiki dari kamar mandi, tempat jualan, kemudian kita adakan pelatihan terkait management jual beli, dandanan yang jualan, cita rasa, sehingga SIB itu memiliki daya tarik bagi pengunjung,” pungkasnya. (mar)

 

Pengerjaan Mushola Al Ihklas Terus Digenjot Oleh Satgas TMMD Ke 104/Kodim 0824

JEMBER (Swaranews) – Setelah beberapa hari ini berhasil menyelesaikan pengerjaan atap dan dinding, kini Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember berlanjut menangani plafon mushola Al Ihklas Dusun Gayasan Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kab Jember.

Satgas yang berjumlag 5 orang dipimpin Serma Sudibyo kebuit pengerjaannya karena tenggang waktu yang semakin menipis, setelah ini nanti langsung mengerjakan lantai keramiknya. Kata Serma Sudibyo.
Mushola yang dilengkapi dengan sarana mandi, cuci dan kakus tersebut nantinya akan lebih representatif dimanfaatkan untuk tempat beribadah maupun untuk mengaji anak-anak, sehingga pengerjaannya harus dilakukan lebih cepat lagi agar cepat selesai dan dapat segera termanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya.

Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember kapten Inf Suwarno terus melakukan pengecekkan dan motivasi kepada jajaran satgas yang berada dititik-titik pekerjaan, disamping untuk mengingatkan bahwa waktunya semakin menyempit diharapkan mushola tersebut dapat segera digunakan oleh masyarakat. (sub)

Tim Kesehatan4 Kodim Jember Pastikan Kondisi Satgas TMMD

JEMBER (Swaranews) – Tim Kesehatan Kodim 0824/Jember, memastikan jika kondisi fisik personel Satgas TMMD, dalam keadaan prima.
Kondisi cuaca yang dinilai kurang menentu, seakan menjadi perhatian tersendiri bagi tim Kesehatan Lapangan untuk segera melakukan pengecekan kesehatan para anggota Satgas TMMD. “Kami disini, harus stand by (siaga) 24 jam,” kata Sertu Sugianto usai melakukan pemeriksaan kesehatan salah satu Satgas TMMD. Kamis, 21 Maret 2019.

Usai menggelar pemeriksaan kesehatan rutin, Sugianto mengungkapkan jika hingga saat ini, personel TMMD Kodim Jember dinyatakan masih dalam kondisi prima. “Alhamdulillah, semua personel dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Jember, Letkol Inf Arif Munawar menambahkan, dirinya sengaja menerjunkan tim Keslap ke lokasi TMMD. Selain memastikan kondisi kesehatan para Satgas, tim Kesehatan tersebut juga diwajibkan untuk memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat di lokasi TMMD berlangsung.

“Bukan cuma untuk personel saja. Tapi juga pelayanan ke masyarakat,” imbuhnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Mukhlis Sangat Berterima Kasih Rumahnya Dibangun Sebagus Ini, Oleh Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember

JEMBER- (Swaranews) – Mukhlis (48 ) tahun alamat RT.02/07 Dusun Ajungbabi Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kab Jember, merupakan salah satu warga kurang mampu dengan matapencaharian sehari-hari sebagai buruh sadap kebun, dengan hasil yang hanya cukup untuk makan serasa tidak mampu memikirkan kondisi rumahnya yang terbuat dari bambu dan termakan usia.

saat kami datangi dirumahnya pada Kamis 21/03/2019 menyampaikan bahwa kini hatinya berbahagia bersama keluarga karena mendapatkan program bedah rumah TMMD ke 104 Kodim 0824/Jember, saya tidak menyangka akan dibangunkan rumah sebagus ini oleh Pak Tentara.
Saya sangat berterima kasih sekali kepada Pak Tentara (maksudnya: Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824), tidak menyangka saya akan memiliki rumah tembok dan lantai keramik yang saat ini sedang dipasang oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember.
Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kapten Inf Suwarno menyampaikan bahwa masing-masing pekerjaan bedah rumah diperbantukan 4 personel TNI yang melakukan percepatan pengerjaan bersama masyarakat, termasuk dirumah Muhklis ini.
Diperkirakan dalam waktu 3 hari kedepan rumah mukhlis ini sudah dapat ditempati bersama keluarganya dengan dinding tembok yang kokoh, lantai keramik dengan harapan semoga menjadikan keluarga P Muhklis nyaman dan berbahagia . kata Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember. (sub)

DANREM 084/BJ TINJAU LANGSUNG LOKASI TMMD 104 SUMENEP

SUMENEP (Swaranews) – Danrem 084/BJ Kolonel Inf Sudaryanto S.E. menyampaikan, tujuan utama TMMD adalah membuka daerah yang terisolir, sehingga akan terbuka wilayahnya baik aktifitas masyarakatnya maupun perekonomian atau hasil panen masyarakat dapat dengan mudah dipasarkan ke kota.

“Program TMMD merupakan Bhakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral bersama Kementerian, Pemda dan masyarakat sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan atau akselerasi pembangunan daerah,” Kata Sudaryanto.

Hal tersebut, disampaikannya saat peninjauan dilokasi TMMD 104 Kodim 0827/Sumenep, Kamis (21/03/19) di Desa Larangan Kerta dan Batu Putih Laok Kecamatan Batuh Putih Kabupaten Sumenep.

Turut mendampingi Kunjungan kerja Danrem 084/Bhaskara Jaya dilokasi TMMD 104 Sumenep, Dandim 0827/Sumenep selaku Dansatgas TMMD, Kasiter Korem 084/BJ dan para Dansatgas TMMD. Kunker kali ini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan TMMD 104 yang dilaksanakan Kodim 0827/Sumenep baik sasaran fisik maupun non fisik.

Dikatakan lebih lanjut, TMMD 104 yang dilaksanakan Kodim 0827/Sumenep walaupun sudah memasuki minggu ke empat tapi antusias masyarakat tetap tinggi untuk bekerjasama dengan TNI dan Polri. Hal ini menunjukkan semangat kegotongroyongan diwilayah Lokasi TMMD 104 Sumenep terbina dengan baik. Masyarakat sadar akan arti pentingnya TMMD ini, karena disamping membuka wilayah atau daerah terisolir, pemanfaatan hasilnya juga untuk kepentingan mereka, selain itu untuk menumbuhkan semangat bela negara bagi warga masyarakatnya.

“Dengan pelaksanaan kegiatan ini, sangat membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama di desa-desa yang terisolir. Ini wajib dilakukan untuk kedepannya, Insyaallah Kabupaten Sumenep akan lebih baik lagi”, ungkapnya.

Dikatakan pula, TMMD selain dilaksanakan untuk sasaran fisik, juga dilaksanakan sasaran non fisik yang bertujuan menggugah dan memupuk semangat persatuan dan kesatuan, meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara serta untuk meningkatkan sumber daya manusia guna kesejahteraan masyarakatnya. “Kegiatan non fisik dilakukan bekerjasama dengan steakholder yang ada diwilayah Sumenep, “, paparnya. (Pen084/sub)

Sidak Keliling Surabaya, Wali Kota Risma Pastikan Lapangan Tembak Internasional Rampung Tahun ini

SURABAYA (Swaranews) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya sidak ke beberapa tempat di Kota Surabaya. Dalam sidak ini, turut serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi dan juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan ErnaPurnawati dan jajaran Pemkot Surabaya lainnya.

 

Wali Kota Risma mengawali sidaknya ke kawasan Balai Pemuda yang saat ini sedang dilakukan pembangunan Alun-alun Suroboyo. Saat itu, ia memberikan arahan kepada jajaran DPRKPCKTR untuk penyempurnaan desain alun-alun yang nantinya juga dibangun di bawah tanah.

 

Selanjutnya, rombongan ini melanjutkan kunjungan ke kawasan Jalan Blauran dan mengecek beberapa gang dan diminta untuk diperbaiki saluran dan pavingnya. Kunjungan berikutnya berlanjut di SDN Pegirian Kecamatan Semampir yang lokasinya masuk ke gang rumah warga. Di sekolah itu, Wali Kota Risma langsung meminta untuk melakukan renovasi sekolah menjadi tiga lantai. Bahkan, saat itu Wali Kota Risma sempat memberikan baju seragam kepada beberapa siswa yang dinilainya kurang layak.

 

Sidak berikutnya, rombongan ini melihat langsung progres pembangunan Lapangan Tembak Internasional yang ada di Kedung Cowek. Saat itu, Wali Kota Risma memastikan arena untuk latihan menembak itu ditargetkan rampung tahun ini dan diusahakan bisa berfungsi tahun ini. “Tapi ini masih ada satu lagi yang harus kita bangun, tapi insyallah tahun ini kelar semuanya,” kata Wali Kota Risma di lokasi.

 

Bagi dia, pembangunan lapangan tembak internasional ini sangat penting karena ternyata Kota Surabaya sudah dipercaya dan sudah dikenal oleh para shooter professional. Bahkan, beberapa waktu lalu rencananya Surabaya dijadikan tempat kejuaraan dunia menembak, tapi karena lapangan itu belum selesai, maka dibatalkan dulu. “Nah, kalau nanti ini sudah selesai, saya nanti akan tawarkan ke mereka, mungkin tahun 2020 kejuaraan dunia menembak bisa dilakukan di sini,” kata dia.

 

Selain itu, Wali Kota Risma juga menilai pembangunan lapangan tembak internasional itu sangat potensial karena banyak shooter professional dari dalam dan luar negeri sering menggelar acara di Surabaya. Oleh karena itu, apabila lapangan ini sudah selesai, maka nanti bisa disewakan dan saat ini sudah disusun Perda untuk sewa lapangan itu. “Yang jelas kita memanfaatkan lahan lahan kita, karena tidak ada yang tahu barangkali suatu saat nanti Surabaya bisa jadi tempat untuk Olimpiade, makanya di sini dibangun lapangan tembak ini,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Gedung DKPCKTR Surabaya Iman Krestian Maharhandono menjelaskan lapangan tembak internasional itu dibangun di atas lahan seluas 3 hektare milik Pemkot Surabaya. Dalam satu lokasi, akan dibangun dua arena lapangan tembak “outdoor” (luar ruangan) dan “indoor” (dalam ruangan).

 

“Yang outdoor atau blok A, sudah kita bangun tahun lalu dan sudah selesai strukturnya. Tahun ini hanya sedikit pekerjaan struktur lanjutan dan ada pekerjaan mekanikal elektrikal, plumbing dan finishing,” kata Iman ditemui saat mendampingi Wali Kota Risma.

 

Nantinya, gedung yang outdoor ini akan terdiri dari dua lantai, yang mana lantai pertama akan ada arena tembak prestasi 25 meter yang terdiri dari 32 line, arena tembak prestasi 50 meter yang terdiri dari 30 line, arena tembak reaksi 8×20 yang terdiri dari 3 arena, arena tembak reaksi 12×20 yang terdiri dari 2 arena, dan arena tembak reaksi 20×20 yang terdiri 1 arena.

 

Sedangkan di lantai 2, akan ada arena tembak reaksi 8×20 yang terdiri dari 6 arena, arena tembak reaksi 12×20 yang terdiri dari 4 arena, arena tembak reaksi 20×20 yang terdiri dari 2 arena dan fasilitas penunjang lainnya.

“Jadi, tahun 2018 kami menyelesaikan pematangan lahan secara keseluruhan, pemagaran dan penyelesaian struktur blok A. Sedangkan tahun 2019 ini, kami akan melanjutkan finishing dan mep blok A dan saat ini proses lelangnya sedang berlangsung,” kata dia.

 

Di samping lelang itu, ia mengaku juga sedang mempersiapkan perencanaan lapangan tembak yang indoor atau blok B. Rencananya, lelang terpisah ini juga dilakukan tahun ini. Di blok B ini, akan dibangun 3 lantai yang terdiri dari lantai pertama atau basement yang bisa digunakan untuk parkir mobil sebanyak 65 unit dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.

Lantai dua atau lantai ground bisa digunakan untuk arena menembak prestasi 10 meter sebanyak 60 line, dan lantai tiga atau lantai Rooftop bisa digunakan untuk multifunction perkantoran dan fasilitas penunjang lainnya. “Sesuai arahan Bu Wali, semuanya ditargetkan rampung tahun ini, mohon doa untuk semuanya,” pungkasnya. (mar)

Giat Non Fisik TMMD dalam Penyuluhan Kanker Servik, dapat apresiasi dari warga

LAMONGAN (Swaranews) – Sejumlah perangkat Desa Kelorarum, Kecamatan Tikung , berharap adanya penyuluhan kesehatan lagi dari Kodim 0812 Lamongan, pasca pelaksanaan penyuluhan tentang penyakit kanker servik, yang merupakan bagian dari pelaksanaan sasaran non fisik TMMD ke -104 Kodim 0812 Lamongan di desanya. Rabu 20/03/2019

”Penyuluhan tentang kanker servik yang telah digelar Kodim Lamongan dengan mengandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan sangat berguna bagi warga Desa Kelorarum.

Untuk itu kalau boleh usul, di kegiatan non fisik, Kodim lamongan mau kembali menggelar penyuluhan tentang kesehatan lainnya,” Karena memang warga kami membutuhkan hal itu, misalnya tentang penyakit Demam Berdarah yang lagi marak, atau mungkin penyuluhan tentang penyakit HIV/AIDS,” ungkap Kaur Desa Kelorarum kepada Tim Pendim Lamongan.

Dijelaskan, warga Desa kelorarum sebagian besar profesinya sebagai petani, sehingga terkadang pengetahuan akan berbagai penyakit, baik yang berbahaya atau tidak sangat kurang,”Belum lagi, tidak pedulinya warga akan pentingnya kesehatan, diperparah loksi rumah sakit atau puskesmas cukup jauh, sehingga dibutuhkan penyuluhan kesehatan secara menyeluruh kepada warga Desa Kelorarum. (pendim0812/sub)

Non Fisik TMMD Tuban : Peraneka Ragaman Komsumsi Pangan dan Peningkatan Keamanan Segar

TUBAN (Swaranews) – Brangkal sebuah desa yang terletak di Kecamatan Parengan dengan luas wilayah 275 ha, yang 95% nya adalah lahan pertanian, sisanya adalah pemukiman dan fasilitas umum.
Salah satu program kegiatan non fisik TMMD 104 Kodim 0811 Tuban adalah penyuluhan pertanian dengan materi “Program Peraneka Ragaman Komsumsi Pangan dan Peningkatan Keamanan Segar” Selasa, (19/03/19).

Materi ini sengaja disosialisasikan ke warga desa sasaran TMMD, Desa Brangkal Kecamatan Parengan, mengingat sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani padi maupun jagung. Lahan pertanian warga di Desa Brangkal adalah sawah dan ladang. Untuk itulah penyuluhan TMMD akan memaksimalkan pekarangan rumah warga untuk lebih menunjang perekonomian serta gizi keluarga.

Kodim 0811/Tuban bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, mensosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga kepada warga Desa Brangkal dalam kegiatan non fisik TMMD 104 kali ini.

Budidaya Sayuran di Polybag/Pekarangan Rumah.
Polybag, adalah solusi bagi masyarakat dengan keterbatasan atau ketiadaan lahan untuk berkebun atau bercocok tanam. Lahan sempit pekarangan, bahkan emperan rumah pun bisa dijadikan tempat berkebun tanaman hortikultura, seperti cabai, terung, sawi, kemangi, tanaman obat, bumbu maupun tanaman lainnya.

Teknik penanamannya, bisa ditanam langsung di tanah pekarangan maupun dengan menggunakan plastik polybag atau pun pot-pot tanaman. Sedangkan manfaatnya antara lain : sebagai sumber tambahan penghasilan keluarga, pengendali iklim sekitar rumah, penyerap karbondioksida guna menghasilkan oksigen, tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, pelindungi tanah dari kerusakan erosi, tempat pendidikan bagi anggota keluarga tentang pentingnya tanaman serta estetika keindahan sebuah rumah yang juga akan mendatangkan kenyamanan penghuninya.
Sunardi penyuluh pertanian Kecamatan Parengan mengungkapkan

“Saya akan membagi ilmu dengan masyarakat Desa Brangkal tentang pemanfaatan lahan pekarangan rumah, termasuk Pastisida. Semoga sedikit ilmu yang saya miliki dalam menanam sayur-sayuran dan pembuatan pupuk organik dapat bermanfaat dalam meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga,” cetusnya.

Semoga apa yang dilakukan oleh TNI dalam membangun desa dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama gizi bagi keluarga di Desa Brangkal. (Pendim 0811/Tbn/sub)

Program 99 Hari Kerja, Gubernur Jatim Akan Siapkan Bumi Perkemahan Pramuka Jawa Timur

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model dalam rangka penguatan pendidikan karakter dan ekspresi kebudayaan Provinsi Jawa Timur, di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidkan (LPMP) Ketintang, Surabaya, Rabu (20/3/2019).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan kepada seluruh tingkatan lembaga pendidikan di Jawa Timur untuk membangun karakter kebangsaan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
“Saya mohon masing-masing sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, Aliyah, Tsanawiyah, semua bersama-sama bisa memberikan muatan ekstrakurikuler membangun kepanduan, membangun kerelawanan, membangun bangunan nasionalisme melalui karakter kebangsaan. Pintu masuk yang paling sederhana adalah melalui Pramuka,” kata Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyatakan bahwa ia akan menyiapkan Bumi perkemahan Jawa Timur di daerah Cerme, Gresik, bagi anak-anak yang aktif dalam kegiatan pramuka.
“Saya sendiri akan melakukan koordinasi Insya Allah, bahkan di dalam 99 hari kerja saya sudah mengkomunikasikan dengan Pemprov dan dengan tim keluarga Pramuka Jawa Timur, Kita ingin menyiapkan Bumi Perkemahan Pramuka Jawa Timur,” jelas mantan Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja itu.
Hal itu diharapkannya bisa mengintroduksi lebih substantif bangunan nasionalisme dan karakter bagi anak yang aktif dalam kegiatan tersebut.
“Sehingga anak-anak yang aktif di Pramuka mereka punya tempat di mana mereka bisa melakukan outbound, dimana mereka bisa melakukan Jambore dan kegiatan lain, supaya bangunan nasionalisme dan bangunan karakter itu bisa kita introduksi lebih dalam lebih substantif,” pungkasnya. (Msa)
no adverts for now
Ads