Beranda blog Halaman 25

Personel Korem Bhaskara Jaya Ikuti Rikkes Berkala

SURABAYA (Swaranews) –  Prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya, Kodim 0816/Sidoarjo sekaligus seluruh Kodim di Surabaya, mengikuti berlansungnya pemeriksaan kesehatan (Rikkes) di Aula Makorem. Senin, 16 September 2019.

Kepala Penerangan Korem, Mayor Inf Agunh Prasetyo Budi mengatakan jika pemeriksaan itu nantinya meliputi beberapa tes, termasuk diantaranya pemeriksaan laboratorium berupa darah hingga tes urine.

“Ada juga pengecekan gigi, mata, ECC, USG, Rontgen hingga treadmil,” kata Kapenrem.

Semua itu, ujar Mayor Agung, merupakan program wajib yang dilakukan oleh seluruh Satuan TNI-AD guna mengetahui tingkat kesehatan prajurit.

“Jadi, pimpinan ingin mengetahui kebugaran dan kesehatan anggota Korem,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja, menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan wujud kepedulian Satuan, terlebih pimpinan terhadap prajurit.

“Kegiatan ini juga termasuk kepedulian pimpinan terhadap kesehatan prajuritnya,” bebernya.  (mar)

Emil Hadiri Penetapan Pimpinan DPRD Jatim

SURABAYA (Swaranews) – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur masa jabatan 2019-2024 akhirnya resmi ditetapkan. Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri penetapannya di Gedung DPRD Prov. Jatim, Jl.  Indrapura Surabaya, Senin (16/9/2019).

Bedasarkan hasil keputusan dewan, posisi Ketua DPRD Jatim dijabat oleh Kusnadi SH. M. Hum (F-PDI-P). Sementara untuk Wakil Ketua diduduki Abdul Halim Iskandar (F-PKB), Sahat Tua Simanjuntak (F-PG), Anwar Zadad M. Ag (F-Gerindra) dan Achmad Iskandar (F-Demokrat).

Seusai menghadiri penetapan pimpinan DPRD Prov. Jatim, Emil menyampaikan bahwa penetapan tersebut merupakan salah satu proses pasca dari semua rangkaian pelantikan anggota DPRD Jatim. Sehingga, tahapan berikutnya yaitu dengan menentukan pimpinan DPRD Jatim.

Emil berharap, setelah pimpinan DPRD Jatim dilantik dan dibentuk bisa melakukan pembahasan R-APBD 2020. Harapan itu disampaikan agar program Pemprov Jatim yang sduah dirancang bisa berjalan dengan baik.

“Proses ini sangatlah penting. Kita berharap, pimpinan yang ditetapkan ini merupakan yang terbaik dan dapat segera melakukan pembahasan R-APBD 2020 sehingga berdampak bagi masyarakat Jatim,” tandasnya. (Msa)

Arumi Tekankan Pentingnya Peran Ortu pada Pendidikan Karakter Anak

SUMENEP (Swaranews) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Prov. Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan karakter anak. Karena, orang tua merupakan guru pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak. Sehingga segala contoh yang baik bisa diberikan sejak anak-anak masih usia dini.

“Dalam mendidik karakter anak yang paling pertama bisa diberikan lewat ketauladanan atau contoh pembiasaan baik yang terus menerus dilakukan. Selain ortu, hal ini juga harus didukung oleh guru serta lingkungan sekitar anak,” kata Arumi di Gedung KORPRI, Kab. Sumenep, Senin(16/9/2019).

Arumi menjelaskan, anak-anak biasanya susah mendengarkan. Oleh sebab itu, mereka harus lebih sering diberi contoh secara langsung. Misalnya bersikap sopan kepada orang lain ataupun menolong sesama. Dengan pembiasaan-pembiasaan baik yang terus menerus diulang maka akan bisa menciptakan karakter yang baik pada anak.

“Ayo biasakan diri untuk menjadi tauladan yang baik bagi anak-anak kita sendiri dan juga anak-anak lain di lingkungan sekitar kita,” ajak istri Wagub Jatim ini dihadapan semua peserta yang merupakan perwakilan guru-guru TK dan PAUD se Kab. Sumenep.

Ditambahkan, orang tua maupun guru juga harus menyadari bahwa setiap anak adalah pribadi yang unik dan memiiki kecerdasan yang berbeda-beda. Karenanya, pengenalan karakter anak harus dilakukan untuk bisa mengembangkan bakatnya lebih maju. Disamping itu, metode pembelajaran kepada anak juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.

“Jadikanlah lingkungan sekitar untuk bisa menjadi sumber belajar bagi anak-anak. Dengan demikian anak akan lebih mudah menerima pelajaran yang ingin disampaikan serta lebih menarik bagi mereka,” tukas Arumi yang juga merupakan Ketua Dekranasda Prov. Jatim ini.

Selain itu, menurut Arumi, dalam pembentukan karakter anak juga perlu diberlakukan reward and punishment. Dimana, jika anak melakukan hal yang baik maka akan memperoleh penghargaan. Dan sebaliknya, jika mereka melakukan kesalahan maka akan mendapat hukuman. Hukuman ini, lanjutnya, tentu harus relevan dengan usia dan kesalahan yang dibuat oleh anak.

“Saat memberikan hukuman pada anak yang harus diingat yaitu jangan sampai membuat anak trauma. Dan usahakan saat ortu memberikan teguran pada anak harus relevan untuk anak,” tegas Arumi sembari mengimbuhkan bahwa pihak sekolah juga harus mengkomunikasikan ke ortu terkait aturan atau hukuman yang diberlaukan di sekolah.

Arumi berharap, sinkronisasi dan komunikasi antara ortu dan guru harus terbina dengan baik. Terlebih lagi, guru merupakan orang tua bagi anak selama di sekolah. Dengan demikian, baik guru maupun ortu akan memiliki visi yang sama dalam hal pola pendidikan yang diterapkan. Sehingga, akan mempermudah untuk membangun pendidikan karakter anak.

“Ketika kita sudah mempercayakan anak-anak kita pada sebuah sekolah, maka sebagai wali murid harus mengetahui informasi dan terbuka pada pola pendidikannya. Selain ortu para guru juga memiliki tempat spesial di hati anak-anak, sehingga soliditas antara ortu dan guru harus terus dijaga,” pungkas Arumi.

Sementara itu, psikolog anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto yang juga menjadi narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa anak-anak yang sukses adalah anak yang sejak kecil bahagia. Oleh karena itu, dirinya berharap tidak ada lagi kekerasan dalam mendidik anak.

Senada dengan Arumi, dirinya juga menekankan pada semua ortu dan guru-guru yang hadir bahwa semua anak memiliki kecerdasan masing-masing. Karenanya, berbagai kreatifitas dan inovasi harus dilakukan dalam hal mendidik anak. Misalnya, lewat penerapan metode belajar dengan menyanyi, berdongeng, menari, sulap, dan masih banyak lainnya.

“Dalam membahagiakan anak semuanya diawali dengan kekuatan cinta, baik cinta dari ortu ke anak ataupun sebaliknya, serta cinta dari guru ke murid atau murid ke gurunya. Jadi mari bahagiakan anak dan stop kekerasan pada anak,” ajak Kak Seto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Rektor Universitas Wiraraja Sumenep dan jajarannya, perwakilan guru PAUD dan TK se Kab. Sumenep, serta mahasiswa-mahasisiwi Universitas Wiraraja. (Msa)

Emil Dorong Mahasiswa Unusa Jadi Agen Perubahan

SURABAYA (Swaranews) – Di hadapan 1.701 mahasiswa baru (maba) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong para mahasiswa menjadi agen perubahan (agent of change).

Menurutnya, dengan menjadi agen perubahan, mereka diharapkan bisa lebih kritis dalam melihat suatu masalah dari sudut pandang dua sisi (cover both side) sebelum menyimpulkannya.

“Kita mengharapkan mahasiswa bisa menjadi agent of change. Who watch things happen critically. Mahasiswa jangan hanya sekedar tahu tapi juga memahami suatu masalah secara kritis,” kata Emil saat menghadiri Rapat Senat Terbuka UNUSA Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (16/9/2019).

Emil mengatakan, agen perubahan tersebut baik untuk diri sendiri, keluarga, komunitas, almamater, masyarakat, bangsa dan negara serta dunia. Namun, semua perubahan tersebut harus dimulai dari diri sendiri.

“Bagaimana kita bisa merubah dunia kalau kita tidak bisa merubah kebiasaan kita. Jadi semua dimulai dari diri sendiri. Apalagi mahasiswa selalu dianggap bagian dari perubahan sejak zaman dulu. Hal tersebut terlihat sejak gerakan kepemudaan mulai dari tahun 1928 yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda,” katanya.

Menurutnya, ada empat tipe mahasiswa yang saat ini ia nilai. Pertama, mahasiswa yang hanya melihat sesuatu terjadi (students who watch things happen), kedua, mahasiswa yang terlibat di dalam suatu perubahan terjadi (students to whom things happen), ketiga, mahasiswa yang tidak tahu apa yang sedang terjadi (student who don’t know that is happening) dan keempat, mahasiswa yang membuat sesuatu perubahan terjadi (students who make things happening).

“Di era saat ini tidak mungkin kita tidak tahu apa-apa. Contohnya semisal kita dapat info dari wasap jangan sekedar langsung share saja. Mahasiswa harus kritis mendalami pesan tersebut, memahami sumber dan keakuratannya sebelum share ini juga untuk mencegah hoax,” katanya.

Menurutnya, kemampuan berpikir general sangat penting untuk SDM ke depan. Mahasiswa harus bisa mengasah pola pikir dan memiliki framework of thinking, bisa melihat realita, mendalami, kemudian menyimpulkan melalui kerangka logika dan berpikir yang kuat.

Dalam tipe students to whom things happen, sebut Emil, mahasiswa diharapkan ikut terlibat dalam organisasi, sehingga mampu merasakan dan ikut melakukan sesuatu. Mereka juga perlu mengambil peran aktif baik sebagai ketua organisasi maupun anggota.

“Menjadi pemimpin artinya bisa memimpin ke atas, ke samping dan ke bawah atau 360 derajat, karena kepemimpinan adalah keteladanan bukan memerintah. Jabatan tidak linear dengan pengabdian,” terangnya.

Selain itu, mahasiswa harus memiliki kreativitas dan keberanian. Yakni berani mengambil inisiatif, sehingga dari hal yang kecil bisa berdampak kepada yang besar.

Selanjutnya tipe student who make things happen, mahasiswa belum tentu atau tidak harus memiliki kedudukan, namun harus aktif memberikan ide. Tipe ini adalah orang yang tidak menyerah pada keadaan.

“Saat ini think no box bukan out of the box lagi karena kita selalu bisa memutar balikkan keadaan. Jadi kita harus mampu merubah keadaan dengan kreativitas. Life is about up and down. Ketika di bawah adalah bagaimana kita bisa bangkit. Jangan diremehkan. Ini bagian dari kreativitas. Semua tergantung pada perspektif atau sudut pandang kita,” katanya.

Saat ini, lanjut Emil, pintar saja tidak cukup tapi harus mampu melakukan sesuatu hal lebih dari ekspektasi. Apapun hasilnya harus istiqomah daripada hanya on the track tapi tidak melakukan lompatan.

“Kesuksesan diraih tidak hanya karena ada kesempatan tapi juga karena kesiapan. Maka persiapan itu penting. Selain kesiapan yang tak kalah penting adalah keberanian. Sisanya, banyaklah berdoa agar ada kesempatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini ia mengajak para mahasiswa UNUSA untuk bangga menjadi bagian sejarah panjang NU. Khusus UNUSA, menurutnya Pemprov memiliki kerjasama terkait program One Pesantren One Product (OPOP).

“Tentunya keberadaan mahasiswa UNUSA penting dalam mengambil bagian dalam proses ini. Sekali lagi selamat menjadi agen perubahan, semoga sukses untuk seluruh mahasiswa baru. Walaupun di kampus tapi jangan lupa kultur pesantren. Dari UNUSA kita membangun umat dan bangsa,” pungkasnya. (Msa)

Gubernur Khofifah Launching Jatim Seger

PAMEKASAN (Swaranews) – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Provinsi Jawa Timur 2019 yang diselenggarakan di lapangan Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan, Senin (16/9/2019) berjalan penuh semarak.

Acara yang diselenggarakan dengan tema “Ayo Olahraga Dimana Saja Kapan Saja”, itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Hadir pula Pangdam V/Brawijaya, Wakapolda Jatim, Bupati Pamekasan, Bupati Bangkalan, Bupati Sampang, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak, Kepala Bakorwil Pamekasan, serta Forkopimda se Madura.

Menariknya, selain menghelat peringatan Haornas 2019 secara seremonial, Khofifah juga melaunching Jatim Seger (Senang Gerak) yang bertujuan untuk menggerakkan semua roda kehidupan di Jatim. Bahkan, Jatim Seger tersebut langsung diaplikasikan dengan melakukan Senam Laga bersama.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan bahwa melalui Jatim Seger, dirinya berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik di Jatim. Masyarakat bisa terus bergerak dari satu kebaikan ke kebaikan lainnya, yakni menuju kemajuan yang satu ke kemajuan lainnya.

Kita ingin menandai Haornas ini dengan meluncurkan Jatim Seger, Jatim Senang Bergerak. Senang untuk kita semua, bahagia untuk kita semua, sejahtera untuk kita semua. Kita  bergerak untuk menggerakkan seluruh roda kemajuan di Jawa Timur, kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Dijelaskan, Jatim Seger terinspirasi dari sebuah iklan layanan masyarakat yang terdapat di salah satu televisi bertajuk Isi Piringku dan Bergerak. Iklan tersebut memiliki tagline baru yang dulu dikenal dengan empat sehat lima sempurna. Tagline tersebut dinilai lebih kekinian dan bergantung pada makanan khas masing-masing daerah ditambahkan dengan aktivitas bergerak.

“Jadi isi piringku plus bergerak. Tidak hanya olahraga. Bisa bergerak jalan  lapangan , dimana saja saja  pokoknya bergerak. Jadi dimana saja, kapan saja kayak tema Haornas ini. Ayolah olahraga dimana saja kapan saja. Artinya mobilitas atau pergerakan itu penting,” jelasnya.

Selain itu, Khofifah dalam mengaplikasikan Jatim Seger harus terus menggerakkan atau menghijrahkan masyarakat dari yang miskin menjadi sejahtera, dari yang tertinggal menjadi berkemajuan dari yang kurang terdidik menjadi tercerdaskan. “Kita juga harus menggerakkan atau menghijrahkan anak-anak  kita semua dari yang malas menjadi kerja keras,” imbuh Mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi ini.

Terkait pemberian beasiswa terhadap atlet berprestasi hingga pendidikan S3, Khofifah menjelaskan, pemberian beasiswa sudah dilakukan sejak Rakerda KONI Jatim beberapa bulan lalu. Program tersebut digagas sejak navigasi program sebelum dirinya dilantik menjadi Gubernur Jatim, yang kemudian dikomunikasikan dengan KONI Jatim.

“Jadi sebetulnya pada Rakerda yang lalu, kita sudah memulai untuk memberikan beasiswa itu baik S1 maupun S2. Kalau ada yang kemudian akan melanjutkan S3 mereka juga akan mendapatkan hak yang sama,” pungkasnya.

Pemberian Penghargaan Untuk Kabupaten/Kota Peduli Olahraga, Atlet, Pelatih dan Wasit Berprestasi

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 5 kabupaten/kota peduli olahraga. Kabupaten/kota tersebut yakni Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik.

Selain itu juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada atlet berprestasi. Diantaranya, Ilyas Rachman Ryandhani dari Kota Malang (Atlet Berprestasi Peraih Emas Bulutangkas Peparpenas, Emas Asian Pasific Deaf 2018, dan Emas World Deaf Championship 2019), Ayu Fitrian dari Kota Kediri (Atlet Berprestasi Peraih Emas Asian School Games, Pemecah Rekor Nasional 2019 Cabang Atletik), Jevon Lionel Koeswoyo dari Kota Surabaya (Atlet Berprestasi Peraih Medali Emas Kelas Tajijian dan Perak Kelas Tajiquan 7th World Junior Wushu Championship di Brazil), Muhammad Ashfiya dari Kabupaten Sidoarjo (Atlet Berprestasi Peraih Medali Perak Asian Games Tahun 2018 Cabang Bola Voli Pantai), Adinda Larasati Dewi Kirana dari Kabupaten Sidoarjo (Atlet Berprestasi Peraih Enam Medali Emas Festival Aqualing Internasional Asian School Games 2017 dan Medali Perunggu Sea Games 2017 Cabang Renang).

Selain itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan bagi pelatih dan wasit berpestasi. Untuk pelatih berprestasi penghargaan diserahkan kepada Drs. Rahkman sebagai Pelatih Gulat dari Kota Malang dan Sherlie Hoediono Pelatih Wushu dari Kota Surabaya. Penghargaan untuk wasit berprestasi diberikan kepada Agung Purwanto dari Kabupaten Magetan, wasit dari cabang voli indoor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jatim Supratomo mengatakan, peringatan Haornas 2019 tingkat Jatim bertema Ayo Olahraga Dimana Saja Kapan Saja itu dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan karena sebagai wujud apresiasi atas prestasi dan semangat Pemkab Pamekasan dan masyarakat dalam menggerakkan olahraga. Ini menjadi inspirasi untuk masyarakat Madura, ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019, Kabupaten Pamekasan memperoleh medali tertinggi se-Madura. Juga Pamekasan memiliki indeks pembangunan manusia atau IPM tertinggi se-Madura.

Menurutnya, di bawah kepimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Jatim Emil Dardak telah banyak menghasilkan kebijakan publik khususnya di bidang olahraga. Antara lain pemberian beasiswa kepada atlet dan pelatih yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional berupa biaya SPP pendidikan sampai S3, membangkitkan kembali pekan olahraga desa. Selain itu juga perubahan sistem periodisasi penyelenggaraan event olahraga dari 4 tahun menjadi 2 tahun sekali seperti Porprov. (Msa)

Jatim Borong Anugerah Wahana Tata Wahana Nugraha

JAKARTA (Swaranews) – Provinsi Jawa Timur memborong penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama dari Pemerintah Pusat. Penghargaan bidang transportasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama 25 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9/2019).

Pemprov Jatim sendiri memperoleh peringkat pertama Provinsi dengan layanan transportasi terbaik. Penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama ini diberikan karena Pemerintah Provinsi Jawa Timur dianggap mampu membangun dan menata transportasi publik dengan baik pada aspek administrasi, teknis, dan operasional.

Tahun ini, penghargaan diberikan untuk 15 provinsi 77 kabupaten atau kota dengan pengembangan sistem transportasi publik terbaik. Beberapa operator jasa transportasi pun mendapatkan penghargaan.

“Alhamdulillah dari 15 Provinsi yang memperoleh penghargaan, Jawa Timur berada di peringkat pertama. Tentu saja ini merupakan prestasi semua pihak yang telah bekerja keras, terencana dan sustemik.  Prestasi ini harus kita syukuri dan menjadi pendorong kita bekerja lebih keras dan profesional karena menjadi salah satu  kebanggaan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” kata Khofifah di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Khofifah mengatakan, prestasi yang diraih Jawa Timur merupakan buah kerja keras dan sinergitas seluruh pihak. Baik Dinas Perhubungan, aparat kepolisian Ditlantas Polda Jawa Timur, Satlantas Polres Kabupaten/kota, dunia usaha penyedia armada transportasi juga masyarakat pengguna transportasi publik. Karena, lanjut dia, aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik serta ramah lingkungan merupakan pertimbangan terbesar dalam penilaian.

Saat ini, tambah Khofifah, Pemprov Jawa Timur tengah fokus pada upaya pembangunan konektivitas dan transportasi publik di kawasan Gerbang Kartasusila atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan. Jika seluruh rencana tersebut terwujud maka dipastikan wilayah-wilayah tersebut akan mendapatkan efek positif perekonomian yang besar serta terkoneksi baik untuk transportasi masyarakat, barang, jasa serta logistik yang makin cepat, mudah, murah, nyaman dan aman.

“Pembangunan Gerbang Kartasusila juga telah mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk di tahun-tahun yang akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penghargaan WTN ini untuk mengapresiasi pemerintah daerah (Pemda) yang berhasil menata transportasi publik beserta fasilitasnya. Dengan demikian Pemda dapat terus memperbaiki kinerja untuk lebih baik lagi.

Budi Karya menerangkan, penghargaan WTN ini telah menseleksi 152 kabupaten dan kota. Penilaian dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepolisan dan juga para pakar. Setelah dilakukan input data untuk menganalisis terhadap indikator penilaian, survei, dan ketentuan untuk menentukan bukti menentukan kabupaten kota atau provinsi yang akan mendapatkan piala, ditetapkan 92 Provinsi, Kabupaten, Kota yang berhak menerima piala WTN.

“‎Pertama Wiratama diserahkan kepada 15 provinsi terbaik. Kedua, WTN tanpa catatan kepada 39 kabupaten dan kota, ketiga WTN dengan catatan diserahkan kepada 38 kabupaten dan kota,” paparnya.

Selain penganugerahan penghargaan Wahana Tata Nugraha, Kementerian Perhubungan juga memberikan Penganugerahan Bidang Transportasi Darat Tahun 2019 dengan kategori diantaranya adalah pemilihan Abdiyasa Teladan Tahun 2019 yang diserahkan kepada 4 orang pengemudi / awak kendaraan angkutan umum, Penghargaan Angkutan Orang terbaik Tahun 2019 yang diserahkan kepada 9 perusahaan, Penghargaan Angkutan Barang terbaik Tahun 2019 yang diserahkan kepada 9 perusahaan, serta Penghargaan Angkutan Penyeberangan yang diserahkan kepada 3 perusahaan. (Msa)

Khofifah dan Ganjar Pranowo Kerjasama Kelola Bengawan Solo

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sepakat untuk bekerjasama mengelola daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. Keduanya, akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi pencemaran sungai yang menurunkan kualitas baku mutu air sungai Bengawan Solo.

Hal tersebut menjadi salah satu bahasan Khofifah dan Ganjar saat bertemu di sela acara Halaqoh Kiai Santri tentang Pencegahan Terorisme yang digelar di Salatiga, Sabtu (14/09/2019).

Kualitas baku mutu air penting untuk  ditingkatkan lantaran sungai Bengawan Solo menjadi sumber air baku untuk air bersih masyarakat di sepanjang aliran sungai. Terkait kerjasama pengelolaan sungai Bengawan Solo, mulanya disampaikan khofifah saat debat publik pada pencalonan gubernur tahun 2013 dimana saat itu Ganjar telah memenangi pencalonan gubernur Jawa Tengah.

Selanjutnya, keduanya membicarakan saat bertemu di upacara pemakaman almarhum BJ Habibie. Jatim dan Jateng  dikatakan Khofifah sepakat bahwa pemeliharaaan DAS Bengawan Solo harus dilakukan secara bersama-sama. Pasalnya, menjaga daya dukung alam harus dilakukan secara holistik terutama jangan sampai air sungai menjadi sumber daya alam yang dikorbankan karena perkembangan industrialisasi.

“Ini sempat kami bahas, baku mutu air sungai Bengawan Solo sudah menurun drastis. Saya ingin relawan jogo kali kita turunkan untuk menyisir sepanjang DAS Bengawan Solo,” kata Khofifah.

Pasalnya permasalahan pencemaran sungai Bengawan Solo sejauh ini terdeteksi di Jawa Tengah dan sejumlah tempat di Jawa Timur. Beberapa waktu lalu juga sempat ramai diberitakan pencemaran sungai di Blora.

Lebih lanjut, Relawan Jogo Kali sudah dibentuk di Jawa Timur sebagai penjaga sungai berbasis masyarakat, dibantu perguruan tinggi dan komunitas pecinta lingkungan. Pemprov Jawa Timur akan memaksimalkan relawan ini untuk memantau dan ikut menjaga serta menyisir DAS Bengawan Solo.

“Pemprov Jateng akan buat kongres sungai  Bengawan Solo. Saat ini saya dengar sedang dilaksanakan lomba foto sungai Bengawan Solo di Jateng. Di OPD Pemprov Jatim saya sampaikan bahwa saya ingin Pemprov Jatim membuat Festival Sungai. Intinya kita saling kerjasama menjaga Bengawan Solo,” tegas Khofifah.

Sepakat dengan Khofifah, Ganjar mengakui saat ini pencemaran air sungai Bengawan Sungai cukup berat. Dimana ada di banyak titik aliran sungai Bengawan Solo menjadi tempat pembuangan limbah ke sungai tanpa diolah.
Sebagaimana ramai diberitakan, di Blora ada pipa siluman yang terdeteksi membuang cairan limbah ilegal ke badan sungai. Yang akhirnya membuat air sungai tercemar dan terdeteksi berwarna biru, merah dan berbau menyengat.

“Permasalahan ini di Jateng ada, dan di Jatim juga ada. Bahkan kita kemarin menemukan ada pipa yang ditanam sampai di bawah sungai begitu. Sampai kita sebut pipa siluman untuk membuang limbah,” kata Ganjar.

Untuk itu, Ganjar mengatakan pertemuan dan pembahasan terkait masalah Bengawan Solo ini tengah intens dibahas antara keduanya. Kini, Ganjar dan Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan Kongres Sungai yang salah satu fokusnya adalah daerah aliran Sungai Bengawan Solo.

“Kita akan adakan Kongres Sungai. Ini akan jadi momentum untuk kami bertemu agar bagaimana mengkoordinasikan DAS Sungai Bengawan Solo bisa kita tangani bersama-antara antara Jatim dan Jateng,” tegas Ganjar.

Konsep yang diusung yaitu one river one management and one plan. Yaitu satu sungai, satu pengelolaan dan satu perencanaan. Ganjar berharap, kerjasama antar pemerintah daerah ini bisa menghapus sekat-sekat dalam pengelolaaan dan menjadikannya satu kesatuan. (Msa)

Wagub Emil : Jatim Potensial Jadi Aset Ekonomi Kreatif

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki banyak sekali kearifan lokal yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Dan ini sangat berpotensi menjadi aset ekonomi kreatif. Hal itu disampaikannya usai membuka Festival Pesona Lokal (FPL) 2019 di Parkir Timur Plaza Surabaya, Sabtu (14/9/2019) sore.

Menurut Emil, potensi Jatim yang dinilai memiliki aset ekonomi kreatif itu tidak hanya hal kearifan lokal saja, tetapi provinsi di ujung timur pulau Jawa itu juga memiliki kekhasan di setiap daerahnya.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur begitu luas kabupaten/kota yang memiliki ciri khas masing-masing dan ada yang mau cobain bahwa memang kita ini potensial menjadi aset ekonomi kreatif,” katanya.

Agar penilaian itu dapat tergapai, Wagub Emil Dardak menyampaikan bahwa Pemprov Jatim akan terus berkomitmen melestarikan budaya bangsa, khususnya potensi Jatim. “Salah satunya adalah Festival Pesona Lokal 2019 ini,” ujarnya.

Wagub Emil Dardak menambahkan, agar penilaian tersebut bisa segera terwujud, maka berbagai potensi yang dimiliki setiap kabupaten/kota harus diberi sentuhan modifikasi tanpa menghilangkan unsur utamanya.

“Ini kan bentuk dari inisiatif masyarakat, dari usaha untuk melakukan kegiatan yang sifatnya rekreasi murah tapi sejalan dengan upaya kita melestarikan budaya lokal,” imbuhnya.

Lebih lanjut Emil Dardak menyebutkan, bahwa Pemprov Jatim akan mendukung setiap usaha yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal. “Maka kami hadir, Ibu gubernur yang diwakilkan ke saya, adalah wujud bahwa kita mengendorse hal seperti ini, sehingga pemerintah ini bukan hanya menggunakan birokrasi tapi menggerakkan masyarakat, kita memberikan apresiasi,” jelasnya.

Menurut Emil Dardak, salah satu bentuknya adalah dengan memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menunjukkan setiap potensi yang dimiliki. “Salah satunya melalui kegiatan semacam ini,” ujarnya.

Sementara upaya lainnya, terang Emil Dardak adalah dengan menjadikan Taman Krida Budaya sebagai destinasi wisata. “Saya diskusi dengan Walikota Malang, bagaimana Taman Krida Budaya juga bisa menjadi destinasi yang dipadukan wisata kuliner dengan gaya semakin banyak diminati masyarakat dan semakin besar bagi seniman dan ekonomi kreatif,” pungkasnya. (Msa)

Sekdaprov Jatim Minta Perbakin Dorong Semangat Olahragawan Muda

SURABAYA (Swaranews) – Sekdaprov Jatim Dr. Heru Tjahjono meminta kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Jatim ikut mendorong semangat kaum muda agar gemar berolahraga. Caranya yakni dengan mengenalkan cabang olahraga (cabor) tersebut atau dengan mengajak para generasi muda untuk ikut berlatih agar tertarik.

“Anak muda sekarang lebih suka bermain gadget, bahkan ada yang sampai ketergantungan. Dengan mengajak mereka melakukan aktivitas fisik seperti olahraga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan mereka pada gadget,” kata Heru saat menghadiri Pelantikan Pengprov Perbakin Jatim masa bakti 2019-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (14/9/2019).

Menurutnya, melalui olahraga, semangat dan energi kaum muda yang masih tinggi bisa tersalurkan dengan baik. Selain itu, berolahraga juga mampu menjadikan jiwa dan raga mereka lebih sehat dan positif, sehingga bermanfaat tidak hanya sekarang tapi juga di masa mendatang.

“Kalau menggeluti olahraga dengan baik, hal itu juga bisa jadi keterampilan atau nilai tambah. Jadi mari kita dorong anak-anak muda agar gemar berolahraga,” katanya.

Heru mengatakan, untuk mencari bibit baru atlet berprestasi terutama di cabor menembak, bisa dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan serta melibatkan olahragawan muda potensial dari hasil pengembangan bakat sebagai proses regenerasi.

Untuk itu, dengan dilantiknya Pengprov Perbakin Jatim masa bakti 2019-2023, dirinya berharap, pencarian bibit baru serta pembinaan atlet berprestasi terutama di Jatim bisa terus dilakukan. Apalagi atlet Jatim sering berprestasi tak hanya di ajang olahraga tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), tapi juga di tingkat internasional seperti ASIAN Games.

“Kami mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik, semoga dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya, solid dan sukses membawa atlet menembak Jatim terus berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perbakin Letjen TNI Joni Supriyanto yang juga Kasum TNI mengatakan, Perbakin sangat terdukung oleh para atlet dari Jatim yang banyak berprestasi. Apalagi atlet muda dari Jatim cukup banyak. Sehingga dirinya berharap para atlet menembak terutama dari Jatim dapat terus berprestasi.

“PB Perbakin mempercayai bahwa cara terbaik berlatih adalah melalui bertanding. Sehingga PB Perbakin rutin mengadakan lomba menembak setiap bulannya, karena bertanding ini juga salah satu cara berlatih,” katanya.

Menurutnya, membangun sportivitas bisa dilakukan melalui olahraga. Untuk itu, melalui olahraga dirinya yakin bangsa ini akan menjadi sportif. “Kalah ya kalah, jangan menyalahkan wasit atau panitia. Sifat-sifat tidak sportif ini jangan sampai ada apalagi di Jatim karena Jatim tempatnya sportivitas,” katanya.

Susunan Pengprov Perbakin Jatim masa bakti 2019-2023 terdiri dari Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Dr. Istu Hari Subagio, Wakil Ketua Umum/Ketua Harian Kolonel Inf. Slamet Riadi S.IP, Sekretaris Umum Letkol Inf. Suroto serta Bendahara Leo Christian Afandi. (Msa)

Emil : Belanova Wujud Keberpihakan Pemprov Jatim pada Aspek Penelitian dan Pengembangan

JOMBANG (Swaranews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak pernah berhenti melakukan inovasi program, khususnya dalam menggairahkan bidang penelitian dan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu inovasi tersebut berupa program Belanja Inovasi atau yang disingkat Belanova.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut, program Belanova merupakan wujud keberpihakan Pemprov Jatim terhadap bidang penelitian dan pengembangan (Research and Development).

“Ini merupakan wujud keberpihakan antara Pemda kepada bidang Research and Development,” kata Emil saat menjadi narasumber pada acara 1st Conference on Research and Community Service (CORCYS) 2019 atau Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Natuwar Hall STKIP PGRI Jombang, Sabtu (14/9/2019) pagi.

Emil menyampaikan, program Belanova merupakan program perwujudan yang dimunculkan pada program kerja Nawa Bhakti Satya yang kedua yaitu Jatim Kerja. Dan program tersebut dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk mendukung sekaligus meningkatkan gairah penelitian dan inovasi.

Selama ini, menurut Emil, para inovator masih menemui kesulitan dalam memasarkan produk karena dinilai masih baru dan belum teruji di pasaran. Namun, melalui program Belanova, Pemprov Jatim dapat membeli produk yang dihasilkan dengan catatan sudah siap digunakan walau belum sempurna.

Hal tersebut, lanjutnya, didukung Perpres 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Melalui peraturan tersebut, pemerintah daerah diperbolehkan untuk membeli inovasi baru yang dihasilkan para peneliti sebagai inovasi daerah yang kemudian bisa diaplikasikan sebagai langkah pematangan bagi para inovator.

“Langkah ini yang kita sebut dengan ‘Dari Prototype menjadi Skilling Up‘ atau langkah pematangan,” imbuh Emil yang juga Perintis Pelabuhan Nusantara Selatan Jawa tersebut.

Mantan Bupati Trenggalek ini berharap, melalui program Belanova dapat meningkatkan gairah para peneliti dan inovator untuk berinovasi di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, juga bisa meningkatkan semangat para pelaku IKM/UKM untuk menerapkan IPTEK di dalam proses pengembangannya.

Sementara dihadapan awak media, Emil menuturkan bahwa Jawa Timur kaya akan sumber daya manusia (SDM) yang hebat. Sehingga, melalui SDM yang hebat dan mampu digabungkan dengan adanya big data, maka akan semakin memudahkan akses pencarian data bagi sebuah penelitian untuk bisa melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat di masyarakat.

Emil mengaku, saat ini Pemprov Jatim telah menganggarkan dana untuk program Belanova melalui Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Prov. Jatim dan tengah dalam pematangan lebih lanjut untuk kemudian dapat diluncurkan ke masyarakat. (Msa)

Ads