Beranda blog Halaman 26

Shin Tae-Yong Resmi Tangani Timnas Indonesia, Ini Kata Menpora

SURABAYA (Swaranews) – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) meresmikan Shin Tae-Yong sebagai Pelatih baru Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Sabtu (28/12/2019).

Dalam peresmian itu, dikabarkan Shin Tae-yong bakal menangani Timnas Indonesia selama empat tahun. Namun, tak jarang banyak pula masyarakat yang masih menginginkan Luis Milla sebagai nahkoda Timnas Indonesia.

Untuk itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meminta masyarakat Indonesia agar turut memberikan dukungan kepada Shin Tae-Yong, yang resmi dipilih PSSI untuk menangani Timnas Indonesia.
Zainudin Amali menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap memberikan dukungan kepada Mantan Pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.
“Walaupun tadinya masih ada yg berharap bahwa akan ada Luis Mila,” kata Zainudin Amali di Graha KAHMI Jatim, Jl. Gayungsari Timur No. 31 Surabaya, Sabtu (28/12/2019).

Keputusan apapun yang diambil PSSI, kata Zainudin, dirinya akan tetap menghormati. Sebab, PSSI merupakan federasi sepakbola tertinggi di Indonesia dan memiliki tanggung jawab untuk melakukan itu. “Maka tolong diberikan dukungan,” pintanya.

Ia juga berharap, dengan terpilihnya Shin Tae-Yong sebagai pelatih baru di tubuh Timnas Indonesia, nantinya akan mampu membawa harapan baru serta inspirasi bagi persepakbolaan Indonesia.

“Shin Tae-Yong berpengalaman. Bahkan di Piala Dunia, Korea bisa mengalahkan Jerman,” tandasnya. (Msa)

KAHMI Jatim Gelar Diskusi Bersama Menpora, Zainudin Amali Beberkan Program Prioritas

SURABAYA (Swaranews) – Sebagai upaya memberikan transformasi informasi terkait pembinaan kepemudaan dan olahraga, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur menggelar diskusi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sabtu (28/12/2019).

Dalam diskusi tersebut, dibeberkan sejumlah kegiatan kepemudaan dan olahraga seperti perhelatan Sea Games, Piala Dunia U-20, Paralympic Sea Games, Olimpiade hingga World Beach Game.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali mengatakan, pihaknya bersama KAHMI dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur ingin menyampaikan sejumlah program prioritas Kemenpora periode 2020-2024.

“Termasuk juga apa yang jadi pesan Presiden tentang pembangunan Sumber Daya Manusia,” kata Zainudin di Graha KAHMI Jawa Timur. Jl Gayungsari Timur No 31 Surabaya, Sabtu (28/12/2019).

Dirinya berharap, melalui diskusi ini, nantinya Kemenpora akan mampu bersinergi dengan KAHMI dan seluruh keluarga besar HMI. “Nanti juga kami akan ke tempatnya organisasi kepemudaan lain seperti PMII, GMNI, PMKRI, GMKI dan organisasi lainnya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan yang berada di lingkungan Kemenpora, menurutnya harus ada output dan outcame yang jelas, serta hasilnya pun untuk masyarakat juga harus jelas.

Dikatakannya, hal itu dilakukan agar mudah untuk melakukan monitoring hingga memberikan penilaian terhadap program Kemenpora pada periode kali ini.

“Saya kira kita harus fokus, hasilnya untuk masyarakat juga harus jelas. Jadi sangat mudah untuk memonitor, mengevaluasi, dan memberi penilaian terhadap program” Kemenpora dari tahun 2020-2024,” jelasnya.

Zainudin memaparkan, pada periode 2020-2024, Kemenpora memiliki dua program prioritas dibidang kepemudaan. Pertama, mendorong pemuda untuk menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing serta lebih mengkonsentrasikan ke arah enterpreneurship atau kewirausahaan.

“Yang kedua adalah penguatan ideologi dan karakter serta budaya bangsa,” tuturnya.

Sementara dibidang olahraga, terdapat dua program prioritas yakni pemasalan dan pembudayaan olahraga. Sedangkan yang kedua adalah pembinaan usia dini serta pembinaan prestasi olahraga. (Msa)

Pimpin Pemadaman Kebakaran di UFO Electronic, Wali Kota Risma Basah Kuyup

SURABAYA (Swaranews) –  Kebakaran terjadi di Pertokoan UFO Electronic, Jl. Kertajaya 149, Surabaya. Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi pada Pk. 10.00 WIB, selang satu jam setelah toko buka.

 

Salah seorang karyawan UFO yang mengetahui awal kejadian, Aditya Purwa menyampaikan, bahwa titik kebakaran berada di Lantai-2. Saat kejadian, ia dan rekan kerjanya tengah mengemasi barang-barang.

 

“Kita dengarnya ada ledakan. Nah, kita mengira ada barang jatuh. Setelah mengetahui ada yang terbakar, sebagian karyawan berupaya memadamkan pakai Apar (Alat Pemadam Api Ringan), sebagian lari keluar gedung,” ungkap karyawan bagian Sales AC, Sabtu (28/12/2019)

 

Aditya mengaku, saat kejadiaan, sebanyak 150 karyawan tengah melakukan aktifitas, bahkan  sudah ada pelanggan yang datang di gedung bertingkat 4 lantai, UFO Electronic.

 

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini turun langsung ke lokasi kejadian. Dengan memegang Handy Talky, ia beberapa kali memberi instruksi kepada para Petugas Pemadam Kebakaran (PMK). Bahkan, sesekali ia juga ikut mengangkat selang pemadam.

 

“Lantai tiga sudah (Dibasahi) ? basahi dulu, semprot dari atas !,” perintahnya kepada para petugas

 

Dalam proses pemadaman, sedikitnya 29 Unit Mobil PMK dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau dikerahkan. Sedangkan, jumlah petugas yang diterjunkan sekitar 100 personel dari PMK, BPB dan Linmas dan OPD lainnya.

 

Lebih dari dua jam, Wali Kota Risma berada di sekitar lokasi kejadian. Meski basah kuyup terkena percikan air, ia tak beranjak meninggalkan lokasi, sebelum memastikan api sudah bisa dipadamkan.

 

“Karena ini dekat kampung yang padat. Jadi, saya kuatir merembet ke belakang. Kalau terjadi apa-apa bisa merembet ke kampung. Makanya, kita harus all out,” terangnya, usai para petugas PMK berhasil memadamkan api.

 

Perempuan pertama yang menjabat Wali Kota Surabaya ini mengungkapkan, sebagian ruas gedung bertingkat tersebut bisa diselematkan. “Alhamdulillah, lantai empat klir gak apa-apa, lantai tiga kena sedikit. Sedangkan, lantai dua tadi dibasahi, tapi titik api sudah bisa dipadamkan,” ujarnya

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, Dedi Irianto mengungkapkan, sumber titik api berasal dari lantai dua. Diduga, kebakaran terjadi akibat konsleting AC.

“Setelah kita menerima telpon (Menginformasikan kebakaran), sekitar tiga sampai lima menit, kita sudah berada di lokasi,” ujarnya.

 

Dedi mengatakan, karena barang-barang elektronik yang terbakar, maka rambatannya sangat cepat. Dari lantai dua, api menjalar ke lantai tiga. Asap mengepul memenuhi gedung UFO, karena sebagian besar barang yang ada di pertokoan terbuat dari plastik.

“Banyak yang terbuat dari plastik. Sehingga asap di ruangan cukup pekat. Ini yang menyulitkan teman-teman (PMK) geraknya kesulitan, karena asapnya banyak,” urainya

 

Untuk memudahkan pemadaman, PMK mengerahkan dua mobil Damkar Skylift yang bisa menjangkau dengan ketinggian 104 meter dan 55 meter. Pemadaman, disamping dilakukan dari depan dan samping, juga dari atas bangunan.

“Dilihat dari drone, ada pintu di atas. Kata pemilik, pintu itu bisa dibuka. Makanya, kita turunkan petugas. Terutama, untuk mengeluarkan panas,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

Tilang Elektronik Rencana Diterapkan Mulai Tahun Depan

SURABAYA (Swaranews) – Kota Surabaya berencana mulai menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) dengan memanfaatkan CCTV (Closed Circuit Television) pada Januari tahun 2020 mendatang. Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur, Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dan Pengadilan Negeri Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, awal Januari tahun 2020, Surabaya mulai menerapkan e-Tilang dengan memanfaatkan CCTV. Untuk tahap awal, rencananya ada 20 CCTV yang tersebar di beberapa titik Kota Surabaya dengan dilengkapi sistem e-Tilang tersebut.

“Ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, sebab selama ini banyak pengendara yang melawan arus, bahkan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan dan sebagainya,” kata Wali Kota Risma saat acara penandatanganan Kesepakatan Bersama Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan tentang Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Lobby Lantai 2 Balai Kota, Jum’at (27/12/2019).

Wali Kota Risma menjelaskan, mekanisme sistem kerja e-Tilang ini, yakni dengan merekam secara otomatis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Seperti tidak menggunakan sabuk keselamatan, tidak menggunakan helm, berkendara sambil menggunakan ponsel, pelanggaran marka jalan, menerobos lampu merah, hingga pelanggaran batas kecepatan. Bahkan, sistem ini juga mampu merekam wajah pengemudi di dalam mobil.

“CCTV ini juga mampu merekam wajah pengendara dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Tapi tak hanya pengemudi warga Surabaya, warga luar kota pun bisa tertangkap kamera CCTV tersebut jika nantinya melanggar. Karena itu kita juga kerjasama dengan Polda Jatim,” paparnya.

Jika pengendara terdeteksi melakukan pelanggaran, maka nopol kendaraan akan terekam dalam sistem E-Tilang. Kemudian, RTMC (Regional Traffic Management Center) Polda Jatim melakukan verifikasi jenis pelanggaran dan identifikasi kendaraan, dilanjutkan dengan pencetakan surat konfirmasi yang akan dikirim ke alamat Nopol pelanggar melalui layanan pos atau email.

Menurut Wali Kota Risma, penerapan e-Tilang dengan memanfaatkan CCTV tersebut, tak hanya bertujuan untuk mewujudkan ketertiban umum dalam berlalu lintas. Akan tetapi, sistem tersebut juga diharapkan mampu mengantisipasi berbagai bentuk tindakan kriminal. Seperti, penodongan, penjambretan, penculikan anak, hingga aksi teroris. “Karena itu sistem ini juga terkoneksi dengan data kependudukan,” katanya.

Di tempat yang sama, Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan menyampaikan, begitu pengendara melakukan pelanggaran, maka kamera CCTV akan mencapture Nopol kendaraan. Setelah itu, pihaknya akan mengirimkan surat konfirmasi kepada alamat pelanggar sesuai dengan alamat Nopol kendaraan. Pada surat konfirmasi tersebut, terdapat pelanggaran yang terjadi dan juga kode barcode yang bisa diakses melalui website www.etle.jatim.polri.go.id.

“Setelah surat konfirmasi diterima oleh pelanggar, maka mereka bisa konfirmasi itu dengan mendatangi Mall pelayanan Publik Siola atau Polres Pelabuhan Tanjung Perak (Pos Gakkum),” kata Kombes Pol Budi.

Selanjutnya, petugas akan melakukan input data dan menerbitkan surat tilang. Kemudian, pelanggar bisa membayar denda langsung ke Bank BRI melalui transfer, m-banking ataupun setoran tunai.

Menurut Kombes Pol Budi, jika pelanggar menerima kesalahan, ia juga bisa langsung melakukan pembayaran melalui kode pembayaran Briva (BRI) yang diberikan. Akan tetapi, kalau pelanggar mengajukan keberatan, bisa melakukan konfirmasi ke nomor yang tertera dalam surat, selanjutnya mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

“Kalau pelanggar itu berasal dari luar daerah, misal Banyuwangi, mereka masuk ke Surabaya, nanti kita kirimnya ke (alamat nopol) Banyuwangi konfirmasinya ke Polres Banyuwangi. Jika pelanggar menerima, bisa melakukan pembayaran langsung dari sana. Namun, jika mereka tidak menerima, maka bisa mengikuti sidang di sini (Surabaya),” pungkasnya.

Sementara itu, bagi pelanggar yang terlambat konfirmasi selama 10 hari atau sudah melakukan konfirmasi namun belum membayar selama 15 hari, STNK otomatis diblokir melalui ERI (Electronic Registration and Identification). Untuk membuka blokir STNK tersebut, pelanggar diharuskan mendatangi Posko Gakkum (Penegakan Hukum) di Mall Pelayanan Publik Siola dan Polres pelabuhan Tanjung Perak untuk melanjutkan proses e-Tilang. Kemudian pelanggar akan diarahkan untuk membayar denda tilang. (mar)

Pemkot Beri Kesempatan Hingga Akhir Desember Untuk Nasabah YKP

SURABAYA (Swaranewjs) – Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Kota Surabaya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kantor Pertanahan Kota Surabaya 1 dan 2 seta Bank Jatim mempermudah pengurusan sertifikasi tanah melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Fasilitas ini hanya dikhususkan kepada seluruh nasabah YKP yang telah melunasi pembayaran angsuran tapi belum memiliki sertifikat tanah.

 

Ketua Pengurus YKP sekaligus Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu (Yayuk) mengatakan berdasarkan data yang dimiliki YKP, sebanyak 2.373 rumah yang belum memiliki sertifikat tanah. Setelah dibukanya program PTSL ini sejak 6 Desember 2019, ada sebanyak 726 rumah yang mengajukan sertifikasi hingga 27 Desember 2019 ini.

 

“Jadi, masih ada sekitar 1.647 rumah yang belum memiliki sertifikat. Karenanya, dia berkali-kali meminta kepada warga untuk memanfaatkan program ini, karena ini sangat mudah dan pelayanannya terintegrasi serta bisa dilakukan di kelurahan masing-masing,” kata Yayuk saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat (27/12/2019).

 

Menurut Yayuk, masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk memanfaatkan program PTSL ini. Ia juga memastikan bahwa hari Sabtu dan Minggu pun akan membuka pelayanan karena jumlahnya masih sangat banyak yang belum mengurus.

 

“Hari libur pun, Sabtu dan Minggu kami tetap buka. Sedangkan pada hari terakhir, Selasa (31/12/2019), akan dibuka sampai pukul 15.00 WIB, sebab menyesuaikan dengan perbank-an,” katanya.

 

Yayuk juga memastikan bahwa apabila sampai penutupan masih ada yang belum mendaftar sertifikasi itu, maka pihaknya mempersilahkan masyarakat untuk mengurus sendiri-sendiri. Tentunya, pelayanan itu tidak akan terintegrasi seperti program PTSL saat ini. “Jika tetap tidak disertifikatkan, berarti rumahnya ya tidak memiliki sertifikat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Bendahara YKP yang sekaligus Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono menjelaskan, dari total 1.647 rumah yang belum mengajukan, pihaknya juga sempat melakukan survie ke lapangan. Hasilnya, ternyata diketahui bahwa rumah mereka banyak yang sudah kosong dan ada pula yang sudah pindah tangan.

 

“Melalui informasi dari media ini, kami berharap para pemiliknya segera memanfaatkan program ini, baik yang rumahnya sudah kosong atau pindah tangan,” katanya.

 

Yusron kembali menjelaskan bahwa apabila ada nasabah yang memiliki kendala dalam pembiayaannya, maka bisa mengajukan skema kredit ke Bank Jatim dengan jangka angsuran 3 tahun. Selain Bank Jatim, bisa juga mengajukan kredit ke bank lainnya dengan syarat-syarat tertentu.

 

“Soalnya, dari total 726 nasabah yang sudah mengajukan sertifikasi, ada beberapa yang mengajukan kredit dengan bank lain, ada yang mengajukan kredit dengan bank BRI karena pensiunannya berada di bank tersebut, tidak apa-apa bagi kami,” tegasnya.

 

Yusron menambahkan, setidaknya ada 11 kelurahan yang warganya ada nasabah YKP, yaitu Kelurahan Gayungan, Menanggal, Mojo, Kalirungkut, Medokan Ayu, Penjaringan Sari, Kendangsari, Siwalankerto, Tenggilis Mejoyo, Jemur Wonosari dan rungkut kidul. “Jadi, untuk mengurus ini, cukup ke kelurahan saja, tapi kalau mau mengurus ke kantor YKP langsung tidak apa-apa,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, program ini memang dikhususkan untuk nasabah YKP dulu. Namun, apabila peminatnya sangat banyak, maka bukan tidak mungkin Pemkot Surabaya akan membuat fasilitas yang sama untuk umum. “Jadi, bagi nasabah YKP, mohon ini dimanfaatkan dengan baik sebelum tutup, eman,” pungkasnya. (mar)

 

Cegah Genangan, Pemkot Rutin Keruk Kalimas dan Saluran Air se-Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha mengurangi genangan di berbagai titik di Kota Pahlawan. Salah satu usaha yang rutin dilakukan adalah pengerukan sungai-sungai atau pun saluran air yang sedimentasinya tinggi, apalagi letak geografis Kota Surabaya yang datar, dapat mempercepat tingginya sedimentasi itu.

 

Pengerukan tersebut rutin dilakukan di hampir semua sungai atau pun saluran air di Kota Surabaya, termasuk pengerukan di Sungai Kalimas. Meskipun bukan kewenangan Pemkot Surabaya, tapi sungai yang membelah Kota Pahlawan itu sempat dikeruk supaya tidak terjadi genangan yang tidak diinginkan.

 

Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan dalam melakukan pengerukan tak memandang wilayah dan kewenangan. Jika tujuannya adalah untuk kepentingan warga, maka pengerukan harus tetap dilakukan, namun tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

 

“Wilayah yang bukan kewenangan kita, seperti di Kalimas di tahun 2018. Kita berkoordinasi dan kerja bersama dengan Jasa Tirta selaku pengelola untuk melakukan pengerukan mulai dari Jembatan Bungkuk, Jalan Ngagel, Jalan Ratna, kemudian Kramat Gantung, Peneneh, Kalimas sampai hilir,” kata Syamsul, Jumat (27/12/2019).

 

Meski begitu, ia mengaku pengerukan sungai itu tidak sembarangan. Sebab, harus memperhatikan konstruksi bangunan yang ada di sampingnya. Khusus di Kalimas, pihak Jasa Tirta selaku pengelola menyarankan bahwa pengerukan yang boleh dilakukan oleh pemkot hanya beberapa meter saja, dan itu yang dilakukan oleh jajaran Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

 

“Gak bisa terlalu dalam, ada batas yang harus ditaati bersama. Kalau pengerukan terlalu dalam konstruksi di pinggir bisa sleeding. Biaya yang dikeluarkan akan lebih besar lagi. Jadi, mengeruk saluran ada hitungannya, sejauh mana yang boleh dikeruk atau tidak boleh dikeruk,” tuturnya.

 

Menurut Syamsul, terakhir pihaknya melakukan pengerukan di Sungai Kalimas pada tahun 2018. Saat itu, hasilnya didapatkan 6.570 rit, dimana satu rit sama dengan satu dump truck. “Jika ditotal, hasil pengerukan di Kalimas berkisar 40 ribu meter kubik,” ujarnya.

 

Sebenarnya, kegiatan pengerukan sungai dan saluran air itu sudah dilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun 2011. Pengerukan itu dilakukan di saluran primer, sekunder hingga tersier. Bahkan, pada hari Sabtu dan Minggu, Satgas Pematusan melayani kerja bhakti bersama masyarakat untuk membersihkan saluran di sekitar lingkungan mereka masing-masing.

 

“Permintaan kerja bhakti dari masyarakat banyak sekali. Biasanya, kita bantu pengangkutan, kalau untuk tempat yang sulit, seperti di bawah jalan dan gorong-gorong, satgas yang masuk,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, untuk pengerukan di saluran besar yang bukan kewenangan pemerintah kota, seperti Kalimas, kemudian saluran perbatasan di Kali Lamong, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Bengawan Solo maupun Jasa Tirta.

 

“Yang penting kepentingan warga kota terakomodir, tidak terjadi genangan di wilayah kota. Itu yang paling penting,” jelas Alumnus Teknik Pengairan Universitas Brawijaya ini.

 

Syamsul mengakui, bahwa daerah yang ditangani BBWS maupun Jasa Tirta sangat luas se-Jawa Timur. Untuk itu, Pemkot Surabaya mengambil inisiatif melakukan pengerukan sendiri, dengan meminta ijin terlebih dahulu pada instansi terkait, seperti di kali perbatasan.

 

“Ada empat titik yang kita keruk, mulai Surabaya Carnival, MERR, sekitar Gunung Anyar serta Kutisari, Rungkut. Upaya itu untuk mengendalikan genangan yang ada di sekitar Menanggal. Dari Menanggal, mengarah saluran air  A Yani, kemudian saluran perbatasan menuju laut,” paparnya.

 

Untuk kegiatan pengerukan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan memiliki satgas Pematusan sebanyak 1.400 orang, alat berat Eskavator 80 unit. Kemudian, kendaraan pengangkut, Dump truck sebanyak 87 unit serta berbagai peralatan lainnya.

“Nah, tanah hasil pengerukan itu digunakan untuk membangun taman-taman, tanah BTKD yang digunakan lapangan futsal, dan juga taman bermain, jadi dimanfaatkan lagi,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Marie Basofi Soedirman Wafat, Gubernur Khofifah Sampaikan Bela Sungkawa

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibu Hj. Marie Basofi Soedirman yang merupakan istri Gubernur Jatim periode 1993-1998, pada Jumat (27/12/2019), pukul 02.30 WIB, di RSPAD Jakarta.

“Kami beserta seluruh masyarakat Jatim menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas wafatnya ibu Marie Basofi Soedirman. Semoga beliau dipanggil dalam keadaan  khusnul khotimah serta mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Alloh SWT. Keluarganya diberi ketabahan dan keihlasan. Amin,” ucap Khofifah, Jumat (27/12/2019).

Berdasarkan informasi, ibu Hj. Marie Basofi Soedirman meninggal pada usia 78 tahun. Dan, rumah duka berada di Jalan Kemang Timur IAPCO No. 24 Jakarta Selatan. Rencananya, jenazah akan dimakamkan setelah sholat Jumat (27/12), di pemakaman San Diego Hills – Karawang, Jawa Barat.

Selain mendoakan, Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas jasa-jasa beliau selama mendampingi Bapak Basofi Soedirman saat menjabat Gubernur Jawa Timur. Sehingga, banyak kemajuan yang tercipta di Jatim pada saat itu dan bisa dipertahankan hingga saat ini. Khususnya dalam pengembangan gerakan kembali ke desa (GKD). Apresiasi ini juga diberikan atas kiprah ibu Hj. Marie Basofi Soedirman hingga sebelum beliau wafat.

“Kami juga mendoakan semoga segenap keluarga yang ditinggalkan bisa sabar, serta selalu diberi kekuatan oleh Alloh SWT untuk terus meneruskan cita-cita almarhumah. Tentunya kami juga berharap seluruh keluarga juga selalu dikaruniai kesehatan,” pungkas Khofifah. (Msa)

Garap 218 PSN, Wagub Emil : Pendekatannya Bukan Sektoral Tapi Kewilayahan

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa 218 proyek strategis nasional di Jatim yang tercantum dalam Perpres No. 80 Tahun 2019, secara keseluruhan menjadi prioritas Pemprov Jatim.

Emil mengatakan, tidak ada salah satu proyek tertentu yang menjadi prioritas. Menurutnya, seluruh proyek tersebut menjadi agenda prioritas Pemprov Jatim.

Mantan Bupati Trenggalek itu menambahkan, kendati demikian, pihaknya mengaku kini tengah memetakan proyek tersebut.

“Prioritasnya bagaimana, bahwa kita sekarang pendekatannya bukan sektoral tapi kewilayahan. Makanya di judulnya ada Gerbangkertasusila, ada BTS (Bromo-Tengger-Semeru), ada Selingkar Willis dan Lintas Selatan,” kata Emil usai Sosialisasi Perpres No. 80 Tahun 2019 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (26/12/2019).

Dirinya memaparkan, agenda percepatan pertumbuhan ekonomi itu nantinya sesuai judulnya yang kewilayahan. Gerbangkertasusila bertanggung jawab untuk mendongkrak ekonomi kawasan Madura Kepulauan, lalu Selingkar Wilis bertanggung jawab untuk mendongkrak kawasan Lintas Selatan Mataraman, dan Bromo-Tengger-Semeru (BTS) bertanggung jawab mendongkrak kawasan Tapal Kuda.

“Jadi konsepnya kewilayahan. Itulah sebabnya di dalam ada project yang sifatnya transportasi, ada yang sifatnya lingkungan dan pengendalian banjir, ada yang sifatnya ekonomi seperti pariwisata dan kawasan industri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa bagaimana caranya agar seluruh agenda tersebut bisa berjalan seiring agar percepatan pertumbuhan ekonomi di Jatim kedepan bisa serentak. Dirinya tidak memungkiri jika nantinya kedepan ada beberapa yang perlu direview di mana didalam pasal yang tertera di Perpres tersebut juga dapat dilakukan pengusulan dan penyesuaian.

“Tadi yang dilakukan oleh ibu gubernur melalui rapat ini adalah menginventarisir project project yang ada. Ada yang penanganannya KPBU, ada yang sifatnya melibatkan swasta, ada yang sifatnya infrastruktur ada yang sifatnya investasi,” ucapnya.

Dicontohkan, seperti halnya kawasan industri yang sudah ada tetapi masih butuh dukungan, ada yang lahannya memang belum disediakan. Semacam itu, menurutnya nanti penanganannya akan berbeda-beda.

Sementara itu, terkait Public Private Partnership atau KPBU, menurut Emil, ada yang kewenangannya di pusat, ada yang di provinsi, ada juga yang di kabupaten/kota. Hal tersebut juga dipetakan, sehingga menurutnya nanti saat eksekusi akan lebih konkrit.

“Ini yang tadi disampaikan gubernur untuk bisa segera kita melakukan langkah-langkah yang konkrit di setiap project ini, apa saja yang harus kita capai di 2020-2021,” pungkasnya. (Msa)

PT Siantar Top Siapkan Dana Capex 560 M

SURABAYA (Swaranews) – PT Siantar Top, Tbk, perusahaan makanan ringan, menyiapkan dana Capex untuk tahun 2020 senilai Rp 560 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan anak perusahaan sebesar Rp.50 miliar, untuk pembanunan gedung dan pembelian mesin-mesin pabrik baru di Beji-Pasuruan dan Kertosono serta sisanya Rp,210 miliar untuk pengembangan perseroan.

Direktur Utama PT Siantar Top Agus Suhartanto kepada Swaranews, usai paparan public akhir pekan lalu menyatakan, pabrik baru di Beji Pasuruan yang dibangun diatas lahan seluas 200 ha dan di Kertosono seluas 8 ha diupayakan akan beroperasi pada tahun 2021 dengan produksi crackers dan noodle.

Menurutnya, PT Siantar Top Tbk tahun 2020 akan menggenjot penjualan di pasar internasional sekitar 15% – 20% sejalan dengan rencana perluasan pasar ekspor di Afrika dan Australia. Selama ini fokus pasar ekspor ada di Asia dan Timur Tengah, tetapi saat ini sudah mulai fokus ke Afrika, Australia, bahkan sudah masuk ke pasar di Korea Selatan, Taiwan, China, dan Vietnam terutama untuk produk snack noodles.

“Kami sudah masuk ke negara-negara tersebut tapi yang perlu dilakukan untuk pasar internasional adalah membawa produk kita ke masing-masing negara di Afrika, dan juga meningkatkan kapasitas penjualannya di sana, ini sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi 20% tahun depan,” Ujar Agus.

Dia mengatakan, melihat kondisi perekonomian domestik maupun internasional yang masih memanas yang salah satunya karena perang dagang China – AS, maka diperkirakan pasar pun masih wait and see. Untuk itu, perseroan tidak menargetkan pertumbuhan yang besar atau hanya konservatif 15% – 20% baik domestik maupun ekspor.

Agus Suhartanto menambahkan hingga September tahun ini perseroan mampu mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp2,5 triliun atau meningkat 26,7% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp2 triliun. Harapan kami tahun depan penjualan kami bisa tumbuh lebih dari yang ditargetkan.

“Sampai Desember ini harapannya penjualan kami bisa tembus Rp3,5 triliun, dan kami optimistis akhir tahun biasanya permintaan meningkat dengan adanya momen Natal dan Tahun Baru. Dari total penjualan hingga kuartal III/2019 ini, produk yang berkontribusi adalah produk snack noodles sebanyak 27%, biskuit dan wafer 25%, crackers atau kerupuk 12%, non produk sebanyak 12%. Sedangkan kontribusi pasar ekspor kita tahun ini mencapai 10% dari total penjualan, dan 90% adalah pasar domestik,” tandasnya.

Kenaikan penjualan di tahun 2019 yang cukup agresif ini tak lepas dari upaya perseroan dalam memperluas pasar baik domestik maupun ekspor. Untuk domestik, Direktur Siantar Top, Armin menambahkan, saat ini perseroan sudah memiliki 180 titik mitra distribusi. Menurutnya, perseroan perlu memperkuat jalinan kerja sama dengan mitra distributor lantaran mereka adalah penguasa di pasar lokal.

“Kami akan terus menjalin kerja sama dengan distributor lokal karena mereka adalah raja untuk daerah masing-masing, mereka yang tahu seluk beluk pasar di wilayahnya,” tambahnya.

Sementara untuk tahun 2020, meski tahun ini mencatatkan pertumbuhan yang agresif, pihaknya tidak berani memasang target yang sama. “Tahun depan, kami masih melihat pasar internasional wait and see pasca perang dagang AS-Tiongkok. Kami masih pasang target di kisaran 15-20 persen, meski harapannya bisa lebih dari itu,” jelas Armin.

Selama ini fokus pasar ekspor ada di Asia dan Timur Tengah, tetapi saat ini sudah mulai fokus ke Afrika, Australia, bahkan sudah masuk ke pasar di Korea Selatan, Taiwan, China, dan Vietnam terutama untuk produk snack noodles.

“Kami sudah masuk ke negara-negara tersebut tapi yang perlu dilakukan untuk pasar internasional adalah membawa produk kami ke masing-masing negara di Afrika, dan juga meningkatkan kapasitas penjualannya di sana, ini sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi 20 persen tahun depan,” ungkap Armin. (Shanty)

Selama 2019, Seluruh Komoditi Bahan Pokok di Jatim Surplus Kecuali Bawang Putih dan Kedelai

SURABAYA (Swaranews) – Kebutuhan bahan pokok hasil pertanian di Jawa Timur mengalami surplus selama 2019. Bahkan, Provinsi Jawa Timur mampu memberikan kontribusi padi terhadap nasional sebesar 18,6 persen, sedangkan kebutuhan konsumsi di Jawa Timur dalam setahun sebesar 4,3 juta ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo mengungkapkan, dalam setiap tahunnya padi mengalami surplus. Tahun ini saja, Jatim surplus 2,275 juta ton gkg.

“Surplus ini bukan untuk konsumsi Jawa Timur, melainkan untuk diekspor membantu di luar daerah Provinsi Jawa Timur. Jadi kalau kita hitung, produksi beras kita itu 6,5 juta ton, konsumsi 4,3 juta ton. Berarti kan surplus 2,2 juta ton,” ungkap Hadi kepada Swaranews di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Jum’at (27/12/2019).

Sementara itu, komoditas jagung juga mengalami surplus sebanyak 4,3 ton ppk, dengan produksi 6,9 juta ton ppk. Sedangkan, konsumsinya hanya sedikit yaitu 122 ribu ton.

“Untuk jagung ini surplus kita 4,3 ton ppk.Tapi kebanyakan jagung ini untuk pakan ternak yaitu 2,4 juta ton. Kalau konsumsi mungkin 5 persen,” jelasnya.

Sedangkan bawang merah, Jatim surplus 348,655 ton, dengan produksi 449,455 ton dan kebutuhan konsumsi sebanyak 100.800 ton. Sehingga surplus bawang merah di Jawa Timur sebanyak 348.655 ton.

Sementara cabai merah, besar produksinya mencapai 100.037 ton. Untuk konsumsinya sebesar 64.788 ton. Sehingga cabai merah surplus 35.249 ton. Sedangkan cabe rawit produksinya sebesar 479.834 ton, dengan Konsumsi 66.696 ton, dan mengalami surplus 413.138 ton.

Mantan Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Bapemas Jatim ini mengatakan, meskipun beberapa komoditas di Jatim surplus, namun kedelai dan bawang putih justru masih mengalami defisit. Hal ini disebabkan, dua komoditas tersebut merupakan tanaman subtropis.

Disisi lain, lanjut Hadi, biaya produksi kedelai juga sangat mahal, serta serangan hama penyakitnya lebih besar. “Makannya kita selalu import untuk kedelai ini. kita defisit 326 ribu ton ose. Kalau produksi kedelai kita 121 ribu ton ose, konsumsi nya 447 ribu, ini kan minus,” kata Hadi.

Sementara bawang putih, dirinya menjelaskan bahwa biaya impornya lebih murah. Sedangkan untuk mengolah bawang putih biaya yang dibutuhkan terhitung lebih mahal. Disamping itu, pengolahannya juga harus dilakukan didaerah dataran tinggi.

Disebutkan Hadi, bahwa bawang putih untuk produksinya sebesar 5,949 ton, dengan konsumsi sebesar 62,880 ton. Sehingga, bawang putih ini mengalami defisit hingga 56,931 ton.

Kendati demikian, pihaknya akan terus mengupayakan dalam mengembangkan komoditas bawang putih. “Artinya kita tidak langsung vakum dan tidak memproduksi kedelai dan bawang putih, tetap kita bantu untuk benihnya kepada petani,” terangnya.

Hadi menambahkan, secara keseluruhan kebutuhan komoditi di Jawa Timur mengalami surplus, kecuali kedelai dan bawang putih. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur agar tidak panic buying.

“Kita yang minus hanya kedelai sama bawang putih. Semua komoditas di Jawa Timur surplus, cuman dua saja yang minus,” pungkasnya. (Msa)
Ads