Beranda blog Halaman 276

33 Warga Baru Korem 084/Bhaskara Jaya, Jalani Tradisi Satuan

SURABAYA (Swaranews) – 33 personel baru Korem 084/Bhaskara Jaya, mengikut berlangsungnya tradisi penerimaan warga baru yang digelar di lapangan Korem. Kamis, 3 Januari 2019.

Tradisi Satuan itu, menurut Kepala Staf Korem, merupakan suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh personel baru, dan sudah menjadi tradisi wajib di Makorem.

“Acara ini digelar dalam rangka menumbuhkan rasa kebanggaan kepada Satuan. Rasa bangga itu, akan tumbuh jika kita memberikan suatu penghargaan kepada personel,” kata Letkol Arm Aprianko Suseno yang hadir mewakili Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, S. E.

Tidak menutup kemungkinan, ungkap Kasrem, para personel baru tersebut rencananya bakal ditugaskan sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Korem.

Bahkan, kata Kasrem, selama mengikuti prosesi tradisi Satuan, para personel baru tersebut juga dihimbau untuk lebih aktif di masyarakat, khususnya menjalin komunikasi dengan sebaik mungkin dengan warga di wilayah tugas Babinsa.

“Kalian, harus bisa berkomunikasi dan menyatu dengan masyarakat,” tegas Kasrem.

Sebelum mengakhiri tradisi Satuan tersebut, Letkol Aprianko juga berpesan kepada para personel baru untuk bisa berbuat, sekaligus memberikan yang terbaik kepada masyarakat selama menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Babinsa.

“Berbuatlah, dan berikan yang terbaik untuk Bangsa dan Negara,” pinta Kasrem. (mar)

Revitalisasi Pasar Tunjungan Rencananya Tidak Dengan Pihak Ketiga

SURABAYA (Swaranews) – Direktur Teknik Dan Usaha PD Pasar Surya Zandi Ferryansa mengatakan revitalisasi Pasar Tunjungan memang pernah dilakukan pembahasan.
Dalam konsepnya, Pasar Tunjungan akan direvitalisasi total. Pasar tersebut akan dijadikan pusat perdagangan dan kegiatan masyarakat di tengah kota.

Selain itu juga akan dijadikan sentra UKM, pertokoan dan perkantoran. Dengan revitalisasi itu diharapkan Pasar Tunjungan mampu mengakomodasi pedagang dan mengakomodasi keinginan masyarakat Surabaya.

“Namun memang masih terus dikaji,” katanya, Kamis (3/1/2019).

Dijelaskan, belum terealisasinya rencana revitalisasi adalah sebagai bentuk kehati-hatian Pemkot Surabaya dalam memberikan penyertaan modal dan menyikapi kondisi PD Pasar Surya. Sebab,
rencana revitalisasi direncanakan tidak dengan pihak ketiga.

Hanya saja, ada kajian tentang perpajakan kan kondisi finansial sehingga penyertaan modal untuk revitalisasi belum dilaksanakan. Perpajakan yang dimaksudkan adalah sebelumnya Pemkot Surabaya telah memberikan penyertaan modal Rp 20 miliar. Biaya itu untuk revitalisasi Pasar Kembang, Pasar Pucang, Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Keputran Utara. Tapi kemudian ada masalah perpajakan.
Tahun 2015 rekening PD Pasar Surya sempat diblokir. Kemudian tahun 2017 diblokir total.

“Sehingga Pemkot Surabaya akhirnya melakukan kehati-hatian untuk melakukan penyertaan modal,” urainya.

Pria yang akrab disapa Feri ini menambahkan langkah pemkot sudah tepat. Kalau diberi penyertaan modal kembali, PD Pasar Surya masih dimungkinkan terkena pengaruh soal pajak lagi.

“Langkah pemkot tersebut sudah tepat sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan kota,” ungkapnya.

Kenapa revitalisasi akan dibiayai pemkot? Feri mengatakan PD Pasar Surya tidak mampu untuk melakukan revitalisasi. Estimasinya, biaya revitalisasi akan membutuhkan dana hingga Rp 100M dalam perencanaannya

Sementara itu, revitalisasi tersebut bisa dilakukan dengan dua opsi. Pertama, jika kondisi keuangan PD Pasar Surya sudah baik, Pemkot Surabaya baru akan memberikan penyertaan modal. Kedua, Pemkot Surabaya akan mengambil alih aset Pasar Tunjungan. Setelah revitalisasi selesai, kemudian akan diserahkan ke PD pasar lagi. (mar)

Pemuda Pusura Siap Berkiprah Di Gresik

GRESIK (Swaranews) – Penuda Pusura (Putra Surabaya) selaku organisasi kepemudaan terus melakukan kegiatan guna memupuk rasa kebersamaan dan terus berbuat yang terbaik untuk negeri. Masing – masing biro melaksanakan program kerja sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Hal itu juga dilakukan oleh Ketua Pemuda Pusura Kecamatan Pakal, Budi Santoso. Kemarin dirinya melakukan kunjungan silaturrahmi ke Mapolres Gresik.

“Alhamdulillah kita ditemui langsung oleh Pak Wahyu Sri Bintoro selamu Kapolres Gresik. Kita silaturrahmi sekaligus memperkenalkan apa dan bagaimana Pemuda Pusura itu,” ujar Budi, Rabu (2/1/2019).

Budi menyampaikan bahwa Kecamatan Pakal berbatasan dengan Kabupaten Gresik. Oleh karena itu pihaknya merasa perlu untuk membangun hubungan yang baik dengan pemangku kebijakan dan jajaran terkait di wilayah tersebut..

AKBP Wahyu Sri Bintoro, S.H., S.I.K., M.Si., selaku Kapolres Gresik menyambut baik kehadiran Budi Santoso yang didampingi oleh Pengurus Pusat Pemuda Pusura Biro Ormasi, Arif Firmansyah.

Menurut Kapolres Gresik bahwa dirinya berharap agar Pemuda Pusura mampu menjadi organisasi yang jauh lebih baik lagi. Sehingga mampu menginsipirasi para generasi muda untuk turut aktif menjaga keutuhan NKRI.

“Semoga Pemuda Pusura bisa berkembang dengan baik dan bisa terbentuk di wilayah hukum Gresik,” harap Wahyu Sri Bintoro.

Kapolres Gresik ini menyarankan agar supaya pemuda pusura di wilayah Kabupaten Gresik dapat segera terbentuk. Wahyu memotivasi bahwa dengan mengembangkan kreatifitas dalam berorganisasi dapat meminimalisir hal-hal yang negatif.

“Banyak sekali potensi penunjang kinerja jalannya organisasi disini,” tukasnya.

Arif Firmansyah Biro Ormasi Pemuda Pusura Pusat mebambahkan bahwa sebagai organisasi kepemudaan pihaknya memang terus melakukan pengembangan keanggotaan dari berbagai wilayah dan daerah di Jawa Timur.

“Kami telah memiliki beberapa kepengurusan di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kota Surabaya. Kabupaten Sidoarjo dan di Madura,” jelas pria yang akrab disapa Cak Ambon ini. (mar)

Ads