Beranda blog Halaman 3

Wakapolres Tanjung Perak Pimpin Pengamanan Calon Penumpang Kapal di Pelabuhan Ujung

SURABAYA (Swaranews) – Pengamanan ketat dilakukan Polres Pelabuhan Tajung Perak di Pelabuhan Ujung, Minggu pagi, 17 Maret 2019, yang saat itu dipenuhi puluhan ribu masyarakat yang hendak menyeberang menuju Madura.

Pengamanan ini dipimpin Wakapolres Kompol Achmad Faisol Amir dan beberapa pejabat utama Polres. Diantaranya Kabag Sumda Kompol Wahyu Sunaryo, Kabag Ren Kompol Sukarti, Kasat Intelkam AKP Tomy Subari dan Kasat Sabhara AKP Heru Purwandi, SH.

Ratusan personil ikut diterjunkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena lonjakan calon penumpang kapal ini. Termasuk personil Polwan dari lintas satuan.

Lonjakan penumpang ini terjadi karena penutupan Jembatan Suramadu, yang saat itu sedang digunakan untuk pagelaran Festival Road Safety Festival.

Masyarakat yang biasanya menggunakan jalur darat melewati Jembatan Suramadu, akhirnya dialihkan ke Pelabuhan Ujung, menggunakan angkutan kapal laut gratis.

Pengamanan ini juga dilakukan oleh anggota ASDP Dermaga Ujung dan KPLP Cabang Tanjung Perak.

Sejumlah kapal pengangkut tambahan juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang ini.

Total ada empat kapal yang sudah disiapkan. Masing-masing adalah KMP Gajah Mada dengan kapasitas muatan 250 orang, 25 mobil dan 150 motor, KMP Tongkol dengan kapasitas muatan 140 orang, 23 mobil dan 100 motor, KMP Jokotole dengan kapasitas 140 orang, 23 mobil dan 100 motor serta KMP Gili Iyang dengan kapasitas muatan 219 orang, 25 mobil dan 150 motor.

Antrian panjang pun terjadi, karena jumlah kapal yang disiapkan tidak bisa langsung mengangkut jumlah calon penumpang yang ada.

Saat itu untuk menghibur para calon penumpang yang menunggu antrian digelar pertunjukkan orkes melayu New Istana.

Disamping itu, para personil Polwan yang bertugas di lokasi juga membagi-bagikan snack dan air minum kepada seluruh masyarakat yang ada di lokasi.

Antrian berlangsung hingga menjelang sore hari, namun situasi tetap aman dan kondusif di bawah pengawalan para personil Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut Wakapolres, situasi relatif aman sampai antrian habis dan lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Ujung kembal normal seperti biasanya.

“Kami juga terus menyampaikan kepada para calon penumpang, agar mereka berhati-hati dengan kemungkinan aksi copet. Jaga barang-barang berharganya dengan baik supaya tidak menjadi sasran,” ungkapnya. (Ari)

Kapolres Tanjung Perak Launching Program Pelayanan Publik & Inovasi di Mall Pasar Atum

SURABAYA (Swaranews) – Launching Program Pelayanan Publik dan Inovasi Polres Pelabuhan Tanjung Perak dilakukan Kapolres AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K, M.Si di cafe lantai 3 Mall Pasar Atum, Jalan Stasiun Kota, Senin siang, 18 Maret 2019.

Acara yang dimulai pada pukul 13.15 ini dihadiri para tamu undangan dari instansi samping.

Adapun tamu yang hadir diantaranya Mayor Infantri Mudjib selaku Danramil Pabean Cantikan, Letkol Infantri Aviala selaku Dandim 0830/ Surabaya Utara, perwakilan PN Surabaya, Bapak Sutono dari Organda, Bapak Sukandar dari PBK, Bapak Toja dari PT BJTI, Bapak Wijaksono dari TPS dan Maupr Catur dari Pomal Lantamal V.

Selain dari instansi, kegiatan ini juga dihadiri tamu undangan dari tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga).

Total terdapat 50 tamu undangan yang hadir. Termasuk diantaranya juga ada perwakilan dari Dishub dan Kasatpol PP. Mereka semua mendengarkan dengan seksama penjelasan yang disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Saat itu Kapolres yang juga ditemani Wakapolres Kompol Achmad Faisol Amir, S.I.K, MSi bersama para Kapolsek jajaran mengawali kegiatan launching ini dengan menyampaikan adanya enam Program Unggulan.

Masing-masing program tersebut adalah Senin Militan, Selasa Sambas, Rabu Narsis, Kamis Pak Polis, Jumat Darling dan Sabtu Osis. Sebagian besar program ini ditujukan untuk dapat dekat dengan masyarakat.

“Kami juga memiliki program SPKT door to door, dimana masyarakat yang ingin melaporkan kehilangan surat-surat penting, seperti KTP atau buku tabungan yang memerlukan surat laporan untuk pengurusan yang baru, tidak perlu datang ke Polsek atau Polres. Mereka cukup menghubungi layanan SPKT door to door di nomor 081918600000 dan petugas akan datang ke rumah,” ujar Kapolres.

Masyarakat juga tidak perlu repot lagi, karena petugas SPKT door to door ini akan membawa print dan membuatkan laporan saat itu juga tanpa ditarik biaya alias gratis.

“Tidak hanya di rumah. Dimanapun bisa. Entah di kantor, di pasar atau dimana saja di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini, petugas kami akan datang,” ungkap Kapolres.

Tidak hanya menjelaskan adanya Program SPKT door to door. Kapolres juga menyampaikan tentang perbaikan internal Polres Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk pemangkasan birokrasi dengan tujuan agar lebih efektif dan efisien.

Selain itu dia juga memaparkan adanya aplikasi Perak Siaga yang ditujukan untuk mengumpulkan anggota dalam waktu singkat, serta aplikasi SOS Perak Siaga untuk menginformasikan hal-hal darurat yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang terintegrasi dengan instansi-instansi samping.

“Kami juga telah melakukan perombakan fisik, yang ini ditujukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Termasuk renovasi SPKT, renovasi ruang tahanan dan pelayanan-pelayanan lainnya,” terang Kapolres.

Kedepan pihaknya juga berupaya meningkatkan pelayanan. Termasuk akan memberikan pelayanan pembuatan laporan pengaduan secara door to door dan lain-lain. (Ari)

Pelaku Ranmor R2 Berhasil Diringkus Petugas PJR Jatim VIII dI Jembatan Suramadu

SURABAYA (Swaranews)- Baginda Deni Hasibuan saat akan jual sepeda motor hasil curian ke pulau garam, berhasil digagalkan petugas PJR Jatim VIII. Tepatnya di KM 5.400 Jembatan Suramadu, pada hari Jum’at, 15 Maret 2019.

Pria (38 tahun), tersebut diketahui warga Jalan Petuk, kel. Semen, kec. Semen Kediri, ditangkap petugas PJR Jatim VIII sekitar pukul 12.30 Wib, lantaran mencuri sepeda motor milik Hermanto Parni Herlianto (25 tahun), di parkiran Depot Ayam Geprek Bensu, Jalan Tumapel Surabaya.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo, menjelaskan, berawal adanya informasi dari masyarakat telah terjadi pencurian R2 di Jalan Tumapel, dan akan menjual hasil curiannya ke arah pulau garam, ” ucapnya.

Berdasarkan informasi tersebut, ” AKBP Bambang memberi instruksi anggotanya melakukan pemantauan di sekitar area Jembatan Suramadu, kemudian petugas PJR Jatim VIII mulai berpencar di area suramadu melakukan pemantauan, ” sambungnya.

Masih kata AKBP Bambang selaku Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim. Dari hasil pemantauan petugas di lapangan, ” Bripka Meltimo melihat seorang pria mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, lalu Bripka Meltimo mencoba menghentikannya, namun tersangka bukannya berhenti malah berusaha menabraknya. kemudian tersangka, berhasil ditangkap petugas di KM 5.400 Jembatan Suramadu tanpa perlawanan, ” tuturnya

”Untuk menghindari kemacetan dan aksi anarkis dari pengendara yang lewat, petugas segera membawa tersangka beserta barang buktinya ke Pos PJR Jatim VIII Suramadu, guna dilakukan riskan. Setelah selesai riskan petugas menyerahkan tersangka beserta barang buktinya ke Polsek Tegalsari Surabaya, guna proses penyidikan lebih lanjut, ” ujarnya kepada awak media.(17/03/19).

Dari penangkapan tersebut, ” petugas PJR berhasil mengamankan barang bukti berupa, (satu) unit sepeda motor Vario, warna hitam, plat nomer L 4551 KZ, (satu) buah STNK Vario atas nama Yuli Winarti, plat nomer L 4551 KZ, (satu) buah Hand phone merek china, ” ungkapnya

”Dihadapan petugas PJR, ” tersangka mengakui mencuri sepeda motor tersebut di depot Ayam Geprek Bensu Jl Tumapel dan rencananya akan dijual ke pulau garam,” akunya Deni

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka akan dijebloskan ke hotel prodeo Mapolsek Tegalsari Surabaya, dan keduanya akan di jerat dengan pasal 363 KUHP, ” pungkasnya. (Ari)

TMMD Ke – 104Dongkrak Infrastuktur Daerah Terisolir di Jawa Timur

SURABAYA (Swaranews) Sudah bukan rahasia lagi, bahkan banyak yang mengakui jika keberadaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), dinilai mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.
Tidak hanya itu saja, visi dan misi tersebut, seakan menjadi priotitas utama bagi seluruh Satgas TMMD untuk terus menginspirasi warga di lokasi TMMD.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M, ketika ditemui di ruangan kerjanya. Selasa, 19 Maret 2019 pagi.
Kapendam menyebutkan, keberadaan program TMMD seakan menjadi akses utama bagi masyarakat di daerah tertinggal untuk meningkatkan akses aktivitas keseharian.

“Terutama di bidang fasilitas umum. Misalkan, seperti pembangunan jembatan antar desa, perbaikan jalan hingga fasilitas pendukung lainnya. Banyak masyarakat di lokasi TMMD yang menyambut keberadaan pembangunan itu. Nantinya, perbaikan dan pembangunan itu kan digunakan masyarakat untuk aktifitas sehari-hari,” jelasnya.

Nantinya, kata Kolonel Singgih, hasil dari pembangunan maupun perbaikan itu, diserahkan kembali ke pihak desa, khususnya masyarakat. “Selesai dibangun dan diperbaiki, pengelolaannya ya diserahkan ke warga,” tandasnya.

Terbukti, imbuhnya, meski belum sepenuhnya terselesaikan, banyak masyarakat yang mengakui jika keberadaan beberapa pembangunan fasilitas umum di lokasi TMMD, dinilai mampu meringankan beban masyarakat.

“Seperti pembangunan jalan di Desa Gunung Malang Jember. Di lokasi TMMD itu, ada pengaspalan jalan sepanjang 700 meter, tapi belum sepenuhnya terselesaikan. Namun sebagian masyarakat, mulai banyak yang melintasi jalan itu. Rata-rata para petani,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, dampak positif keberadaan program TMMD, juga turut dirasakan oleh masyarakat daerah lain, seperti di wilayah Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Magetan.

Ditemui di daerah pelaksanaan TMMD, Dansatgas TMMD Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Ato Sudiatna juga mengatakan, pembangunan Musholla AL-Miftah di Dusun Sobi yang dilakukan oleh personelnya saat ini, mendapat respon positif dari warga setempat.
Bahkan, kata Dandim Sumenep, selama berlangsungnya pengerjaan Musholla tersebut, warga di sekitar lokasi TMMD, juga tak segan-segan untuk ikut serta membantu Satgas.

“Jadi, program TMMD ini memiliki manfaat yang begitu banyak, khususnya dalam mewujudkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri warga yang berada di lokasi sasaran TMMD,” tukasnya.

Manfaat TMMD, juga dirasakan oleh warga di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Yanto (47) salah satu warga Desa Poncol menuturkan, warga di desanya merasa sangat terbantu dengan adanya pembangunan yang dilakukan oleh Satgas. Yanto menilai, beberapa fasilitas umum yang sebelumnya menjadi kendala bagi perkembangan desanya, sekarang sudah mulai terbentuk.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bapak-bapak TNI yang turut membangun Desa kami melalui kegiatan TMMD,” ucap Yanto.

Perlu diketahui, pelaksanaan TMMD di lima Kabupaten di Jawa Timur saat ini, rencananya bakal terselesaikan sebelum tanggal 27 April mendatang. Selain di Kabupaten Jember, Magetan dan Sumenep, TMMD ke-104 saat ini juga sedang berlangsung di Kabupaten Tuban dan Lamongan. (Pendam V/Brawijaya/  sub)

Korem 084/Bhaskara Jaya Sosialisasikan Program Bhakti TNI

SURABAYA (Swaranews) – Memasuki program bhakti TNI, seluruh personel di wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya diminta untuk lebih meningkatkan kemampuan guna mewujudkan Satuan TNI, khususnya prajurit Korem yang handal dan profesional.
“Disamping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana program-program yang sudah berjalan di lapangan,” kata Kepala Seksi Perencanaan Korem, Letkol Arh Adnan. Selasa, 19 Maret 2019.

Sementara itu, Kasi Ops Korem, Letkol Inf Suroto menambahkan, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh seluruh personel Korem guna tercapainya upaya tersebut. Tak hanya pengontrolan setiap laporan program-program yang sudah berjalan saja. Namun, menurutnya, setiap Satuan juga diwajibkan untuk melakukan kontrol terhadap kinerja masing-masing personel.

“Dari situ, nanti akan terwujud komunikasi antara anggota dan pimpinan. Jadi, semua prajurit harus saling berkoordinasi guna mewujudkan Satuan TNI yang handal dan profesional,” imbuhnya. (mar)

 

Semangat Fitri Bantu Satgas TMMD 104 Sumenep Di Lokasi RTLH

SUMENEP (Swaranews) – Terlihat Ibu Fitri (35) tanpa rasa canggung di antara Satgas TMMD yang sedang bekerja membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Rumah Bapak Asben, Fitri ikut berpartisipasi membantu pada pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104 yang dilaksanakan oleh Kodim 0827/Sumenep. Di dua Desa diantaranya Desa Batuh Putih Laok Dan Desa Larangan Kerta, Kec. Batuh Putih Kab. Sumenep. Selasa (19/3/2019).

Terlihat diantara Satgas TMMD yang sedang bekerja tak kenal lelah membangun rumah bapak Asben, nampak Fitri turut bantu membawa batu dengan gerobak untuk penimbunan atau peratan ubin rumah bapak Aben. dengan penuh semangat Fitri dan Satgas TMMD saling membantu dalam membangun rumah bapak Asben di Desa Larangan Kerta Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep. Itulah pemandangan yang nampak saat pekerjaan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) selama kegiatan TMMD berlangsung.

Fitri menyampaikan bahwa saya sangat senang bisa bantu kerja bersama dengan para tentara satgas TMMD membangun rumah bapak Asben” kata Fitri (35).

Keikutsertaan fitri dalam membantu pelaksanaan program TMMD tersebut, menambah semangat para Anggota Satgas TMMD 104.

Sementara itu Danramil 05/Batu Putih Kodim 0827 Sumenep Kapten Cba M. Yuli Irawan mengatakan, “Kami akan bekerja keras bersama masyarakat agar apa yang sudah diprogramkan dalam TMMD ini benar-benar selesai sesuai target dan agar hasilnya lebih cepat dinikmati masyarakat, ” tegas Irawan”.

Sikap merakyat dan kerja keras yang ditunjukkan para TNI yang sedang kerja dalam TMMD ini mendapat apresiasi dari para Warga, khususnya dari keluarga bapak Asben. Dan mendoakan semoga mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT. “ucap bapak Asben”.

“Jerih payah bapak-bapak TNI dalam pengabdian tanpa batas ini tidak ternilai harganya bagi kami, terutama bagi masyarakat.”(Pen084//sub)

BONGKAR, SURVEY KONVENSIONAL TIDAK VALID

Oleh M.Mufti Mubarok, Direktur LeSuRe

Bila melihat banyaknya hasil survey diatas yang muncul mendekati pilpres mirip pilkada DKI waktu itu. maka ada beberapa kejanggalan dan kecurigaan tentang hasil survey diatas:

1. Metode kuno: Metode survey masih kuantitatif konvensional artinya unt memotret 185.000.000 pemilih hanya di ambil sampling 1.200 calon pemilih. Sampling ini tidak akurat dan sangat tidak mencerminkan sampling dalam survey. 1.200 itu sama dengan 0.000006 persen padahal survey yang valid mestinya sampling maksimal 5 persen sekitar dengan 9.250.000 sampling dengan margin eror 4 persen . Kalau saplingnya 0.00006 maka.margin errornya bisa 50.persen lebih . Jadi tidak akurat.

2.Survey dipaksakan: Metode survey yang memaksa responden untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang sudah di setting dan dikasih souvenir sudah tidak akurat lagi.

3. Survey ada sponsornya
Survey konvensional selama ini kalau tidak ada dana/sponsor tidak akan jalan. Jadi jelas siapa sponsornya.

4. Dikondisikan dan kerjasama antar lembaga survey
Hampir dapat di pastikan bahwa survey konvensional merupakan survey yang dikondisikan alias masing masing lembaga survey saling kerjasama soal sampling dan hasil survey

5. Petugas Lapangan kurang akurat
Para petugas survey yang dilapangan kurang akurat karena tidak terkontrol langsung oleh perumus dan koordinator survey.

6. Quisioner dikondisikan Quisioner survey konvensional sudah di kondisikan unt pihak tertentu.

7.Aviliasi pihak tentetu
Biasanya Pemilik lembaga survey sudah beraviliasi pada kekuasaan.

Kesimpulan
Bila melihat selisi elektabiltas antar lembaga survey dari 14 persen smp 23 persen unt 01 dan 02 maka bisa diduga semua lembaga survey diatas tidak valid alasannya semua lembaga survey diatas dalam pilkada DKI sama memenangkan Ahok di 60 persen an dan hasilnya gagal semua surveynya,Anies yang menang.

Sekarang pilpres juga semua memenangkan 01 diatas 55 sampai 60 persen.

Data pilpres 2014 selisihnya 5 persen an dan dan hasil survey LeSuRe dengan metode yang modern selisihnya elektabiltas antara 01 dan 02 hanya 2-3 persen bahkan sekarang sudah hampir drow.
Demikian analisis ini unt membantah dan membongkar praktik survey konvensional.
Salam.

Surabaya,18 Maret 2019
M.Mufti Mubarok. Lembaga Survey Regional (LeSuRe)

Kadispenad: TMMD Untuk Percepatan dan Akselerasi Pembangunan di Daerah Terisolir

SUMENEP (Swaranews) – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Candra Wijaya menyebut jika keberadaan program TMMD, dinilai mampu mempercepat pembangunan di daerah tertinggal.
Jenderal bintang satu itu mengungkapkan, program TMMD merupakan bakti TNI yang digelar secara terpadu, baik di lintas sektoral bersama Kementerian, Pemda dan masyarakat di lokasi TMMD guna mendukung pencapaian, sekaligus percepatan pembangunan di daerah.

“Meskipun baru tiga minggu berlangsung, antusias masyarakat sangat tinggi, terutama dalam bergotong-royong dan saling bersinergi dengan Satgas TMMD. Itu lah suatu bukti jika program TMMD, mampu mewujudkan jiwa patriotisme di kalangan masyarakat,” ungkap Kadispenad. Senin, 18 Maret 2019, siang.

Dikatakan Brigjen Candra, selain mampu menumbuhkan jika patriotisme di dalam diri masyarakat, program TMMD juga dinilai mampu membuka kesadaran masyarakat untuk ikut serta membangun, sekaligus memajukan desanya.

“Kegiatan ini, sangat membantu Pemerintah Daerah, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terutama, warga di desa-desa terisolir. Ini akan membuat Kabupaten Sumenep lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Satgas TMMD Jember, Yonarmed 8/105 kejar target Perbaikan Jalan Paving

JEMBER (Swaranews) –  Warga Dsn. Paleran, Ds. Gunungmalang, Kec. Sumberjambe
Kab. Jember, kini memiliki jalan paving yang representatif menghubungkan antar dusun di desa Gunungmalang.

“Sebelumnya jalan tersebut berupa tanah yang bila habis hujan pasti berlumpur, sehingga kami sering jalan memutar untuk menuju jalann raya. Alhamdulillah bila jalan tersebut sudah selesai dipaving akan menjadi jalan yang memudahkan kami menuju jalan raya”, ungkap torik, warga setempat, Selasa (19/3/2019).

Komandan SST Letda Arm Arsadi dari Yonarmed 8/105 yang memimpin pelaksanaan pembangunan paving ini mengatakan, Jalan yang kini dipaving menurutnya merupakan satu-sarunya jalan menuju antar dusun. Setelah dipaving, tentunya akan sangat bermanfaat bagi warga Ds. Gunungmalang, terangnya.

Semua sasaran antara lain pembangunan jalan paving, pengaspalan jalan dan rehab rumah tak layak huni, Jembatan, MCK sudah berjan dan hampir rampung.

Semua program berjalan dengan baik bahkan beberapa rampung sebelum target yang ditentukan karena partisipasi masyarakat dalam membantu pengerjaan cukup aktif”, ungkap Perwira muda.(Penrem 083/Bdj/mar)

Rayis Mendambakan Dindingnya Terbuat dari Tembok

JEMBER (Swaranews) – Rayis (50), sudah lama memiliki keingian agar dinding rumahnya terbuat dari tembok. Namun apa daya, kondisi ekonomi Rayis yang tidak memungkinkan, seakan menjadi penghalan impiannya.

Kendati demikian, impian bapak dengan dua anak itu, akhirnya berhasil terwujud dengan adanya program TMMD di tempat ia tinggal. Tepatnya di Dusun Gayasan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Rayis mengungkapkan, dirinya tak menyangka jika rumah tempat ia tinggal, dijadikan sasaran pelaksanaan program RTLH.

“Saya tidak tahu. Tiba-tiba, ada survei dari bapak-bapak Tentara dan orang Pemda,” ungkap Rayis, lugu.

Usai dilakukan survei, kata Rayis, beberapa hari kemudian ia mendapat surat tembusan jika rumahnya dijadikan lokasi pelaksanaan renovasi rumah tidak layak huni.

“Pas saya terima surat itu, saya tidak menyangka. Alhamdulillah, impian saya terwujud,” ungkapnya.

Saat ini, pengerjaan rumah milik Rayis, sudah mencapai tahap 90%. Danki Satgas TMMD Kodim Jember, Kapten Inf Suwaro menuturkan, pengerjaan rumah itu dipastikan rampung dalam batas waktu tiga hari.

“Sebentar lagi, rumah pak Rayis sudah siap untuk ditempati,” tuturnya. Selasa, 19 Maret 2019. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Ads