Beranda blog Halaman 3

Guru Seni Rupa Harus Produktif dan Aktis Pameran

Dosen STKW Surabaya Agus Sukamto

SURABAYA (Swaranews) – Staf Pengajar Seni Rupa STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) Surabaya Agus Sukamto, SSn, MSn mengungkapkan pendidik – Guru Seni Rupa dijenjang SMP-SMA harus produktif dan aktif berpameran.

“Guru Seni Rupa atau lukis harus mampu memberikan panutan kepada peserta didik tentang proses kreasi-seni rupa lukis dan harus berani berpameran baik tunggal maupun.bersama. “jelas Agus Sukamto yang memiliki nama populer Agus Kucing.
“Tuntutan guru harus produktif tidak terlepas peran guru seni budaya khususnya seni rupa dalam membina dan mengarahkan peserta memahami proses kreasi seni rupa. Memang peserta didik sudah terikat persoalan kurikulum,” ungkap Agus yang juga dikenal sebagai seniman lukis bercorak dekoratif naif.

“Karena terbatas pada Kurikulum maka pengembangannya statis, ya memang ada evaluasinya seperti Porseni dan FLS2N dan pameran bersama atas insiatif guru,” lanjut Agus Sukamto yang pernah ikut Pameran dan Studi banding tentang Seni Rupa di Paris dan berpameran di beberapa negara di kawasan ASEAN, diantaranya Thailand.
Berbicara kreatifitas guru seni rupa, kata Agus, dalam beberapa tahun terakhir menunjukan geliat yang menggembirakan. Tidak sedikit guru seni rupa yang aktif ikut pameran bersama dan berpameran tunggal.

“Guru Seni Rupa di jenjang SMP dan SMA sekarang ini banyak yang aktif melukis dan berpameran,” ungkap Agus sembari menambahkan dengan keberadaan guru yang aktif akan.memacu peserta didiknya untuk menyukai mapel (mata pelajaran) seni rupa -lukis.
“Dengan menyukai seni rupa-lukis bukan berarti mengarahkan peserta didik menjadi seniman. Tapi untuk memberikan pemahaman proses berkesenian, utamanya seni rupa-lukis,” tutur Agus yang juga menjadi dosen luar biasa di Universitas Ciputra Surabaya.
Agus menilai, keberadaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Rupa memiliki peran penting dalam mendorong dan mengembangkan bakat dan.minat guru seni rupa untuk berkarya sesuai perkembangan jaman.

“Sekarang eranya digital, guru seni rupa harus memahami seni lukis digital yang kemungkinan besar sudah dipahami. Kris Mariyono

Gali Kreativitas, Pedagang Tidak Mudah Menyerah

Pemimpin Redaksi Swaranews
0878 5249 7378

 

PRESIDEN RI Joko Widodo saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bukalapak ke-9, mengatakan jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia ada 56 juta. Baru ada 4 juta UMKM yang menjadi mitra Bukalapak. Meski angka 4 juta tidak sedikit, namun masih banyak peluang yang dapat digaet oleh Bukalapak. Itu disampaikan Jokowi di Jakarta Convention Center, 10/1 lalu.

Selama ini, kata Jokowi, UMKM kerap menemukan banyak problem saat ingin berkembang. Mulai dari membangun brand, membuat desain, hingga mengemas produk menjadi barang yang dapat menarik perhatian pembeli. dapat mengembangkan usahanya supaya bisa lebih besar.

Apakah UMKM yang 56 juta memiliki kemampuan mengikuti jejak UMKM yang sudah bergabung di Bukalapak atau perusahaan online sejenis lainnya. Tentu butuh pemahaman teknologi informasi untuk mengoperasikannya. Itu butuh pendampingan untuk mengarahkan UMKM atau para pedagang kecil dan menengah ini yang mayoritas masih menggunakan pemasaran konvensional.

Sejauh ini saya tahu teman-teman yang bergerak di organisasi nirlaba sudah memulai memberikan pelatihan kepada para pedagang menjalankan usahanya secara online. Minimal mereka sudah berpromosi di media sosial, seperti facebook, Instagram atau pemasaran melalui gojek atau grab.

Persaingan yang begitu tinggi di dunia usaha, tidak semua menuai keuntungan sesuai harapan. Ada yang berhasil, ada yang biasa saja, ada yang gagal. Mereka yang setengah hati menjalankan bisnis online ini akhirnya kembali ke pemasaran offline. Bisnis online dijalankan sebagai pelengkap usaha konvensionalnya.

Berita dalam minggu ini, Hero super market salah satu bisnis retail besar di Indonesia menutup 56 outlet mereka. Terjadi pemutusan hubungan kerja melibatkan 560 an pekerja. Yang punya kreativitas di bidang pemasaran, mereka bisa banting setir menjadi UMKM. Menjalankan usaha mandiri memasarkan secara online dari mana saja.

Satu per satu bisnis konvensional besar mulai rontok di belahan dunia lain, termasuk di Indonesia akibat kemajuan teknologi informasi. Usaha super market pun memulai gabungan antara usaha offline (jual secara biasa di outlet supermarket) dengan usaha online. Mereka memberikan layanan online dengan fasilitas free ongkir (alias bebas ongkos kirim). Seperti salah satu tagline perusahaan online “jangan biarkan kita semakin jauh karena ongkir”.

Kita harus menggali kreativitas dalam memasarkan usaha kita. Jangan mudah menyerah karena persaingan usaha yang semakin ketat.

Dialog Gareng – Petruk (Digaruk)

Oleh: Kris Mariyono
Jurnalis/Pengamat Kesenian

 

PERSOALAN klasik “Prostitusi” atau bahasa populer sesuai kamus lama “Pelacuran ” kembali mengemuka di awal tahun 2019 membuat hati kang Gareng merasa galau dan kacau.

Kang Gareng merasa prihatin, bukan karena takut saudaranya terlibat namun banyak menyangkut publik figur “Artis dan foto model”.”
“Bajigur dicampur gula dan ketan…..publik figur selayaknya jadi panutan,” gumam Kang Gareng sedikit bernada tinggi sembari mengamati aneka jajan di Warkis (Warunge Cak Kis).

“Ke Batu makan dadar…itu bukan standar kang Gareng….karena artis juga manusia yang tidak terlepas dari khilaf, ” ujar Petruk yang tiba-tiba muncul dan bergabung di Warkis.
“Truk,siapa bilang artis itu bukan manusia. Karena manusia makanya memiliki akal dan pikiran. Kikir dan galah dibuat memukul landak ..berpikirlah sebelum bertindak,” kata Gareng bernada petuah.

“Kapur barus untuk sepatu…seharusnya begitu …tapi ingat kang Gareng… setiap orang memiliki watak dan nasib yang berbeda ..seperti halnya rambut sama hitam…pendapatnya tidak sama. Ke Benoa beli arang …main kasti di Belanda..semua orang pasti berbeda,” jelas Petruk sambil mengambil makanan “Springbed” (Martabak mini).

Kang Gareng terdiam sejenak kemudian menimpali omongan Petruk.” Memang Truk, setiap orang memiliki perbedaan. Kutu ada di Katul…..itu betul..perbedaan suatu keniscayaan yang layak kita hargai seperti halnya aneka ragam perbedaan yang ada di bumi Pertiwi..hanya saja perlunya kesadaran dan pemahaman dalam bersikap dan bertindak sesuai norma yang ada….norma ketimuran…lha masalah artis yang berbuat asusila tidak terlepas kondisi dan mental.

Ke Pasar Beli bunga keliru bantal. Dasarnya memang mental….Jelas Kang Gareng yang bernada petuah mirip motivstor Waringin Sungsang.
“Ke Merauke lewat Surabaya jam Tujuh…Oke saya setuju…persoalan mental harus menjadi perhatian utama dalam mengatasi persoalan sosial khususnya Prostitusi yang bukan rahasia lagi merambah kalangan bawah hingga artis…..dan persoalan mental ini memang elemennya tidak hanya satu tapi banyak…

Bawa gelas ke Jepara..Mau lebih jelas wani piro, ” urai Petruk penuh semangat.Kang Gareng setelah mendengarkan penjelasan Petruk dengan seksama kemudian menggeser letaknya duduknya berbarengan terdengar suara sreet….”

“Juangkrik genggong..celanaku sobek ..wualah kena paku …hai Cak Mis …paku kok dipelihara ..trus sobek begini dapat asurasi nggak…ya sudahlah yang sobek biar sobek…Kepiting diatas bantal….yang penting persoalan mental..memang elemennya banyak …termasuk keimanan dan komitmen diri,” tutur kang Gareng yang berekspresi galau karena celananya sedikit sobek kecantol paku.

Petruk terdiam sembari tertawa kecil melihat kang Gareng celananya sobek.”Celana sobek ibarat musibah begitupun artis dan foto model yang terseret.Porseline (Prostitusi On Line)…beli gabah sama kawat ya musibah yang dibuat…karena elemen keimannya lemah dan komitmen dirinya rapuh …

.Seharusnya seorang artis dan fotmo (foto model) sebagai publik figur memiliki landasan etika moral yang kuat sesuai tuntunan agama. Selain komitmen diri yang kokoh, sebagai panutan harus selalu mengedepankan sikap tindakan yang positip,” beber Petruk sambil mengingatkan perlunya melestarikan petuah Jowo Ojo Dumeh. Nerimo Ing pandum (menerima apa yang diperolehnya).

“Nggawa Tongkat sama batu bata …singkat cerita Truk …menjadi artis itu bekalnya mental dan komitmen diri….dan gangguan terbesar persilatan dunia ….kelihatan glamour belum tentu kenyatannya glamour..di filim -sinetron tidak bisa menjadi ukuran di dunia nyata….maka ingatlah bahaya merusak bangsa KKN…Korupsi…Prostitusi dan Narkoba,
“Ke Palur beli mentega sama babat angsa…dulur mari kita jaga martabat bangsa…,”ungkap kang Gareng sembari melirik Petruk.

“Hansip beli kelereng …sip kang Gareng …Kasus Artis Porseline …Ke Dayak beli goni dan gabus…Layak ditangani serius,” tandas Petruk sembari merogoh sakunyamembayar kopi dan kue nang Gareng.

Presiden Joko Widodo Bertemu Persatuan Perangkat Desa Indonesia

JAKARTA (Swaranews) – Presiden Joko Widodo bertemu Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang berjumlah puluhan ribu orang di Istora Senayan, Jakarta pada Senin, (14/1/2019).

Pertemuan ini merupakan respons Presiden terhadap tuntutan dari PPDI.

Dalam laporannya, Ketua Umum PPDI Mujito mengatakan bahwa pertemuan ini adalah menjawab tuntutan PPDI untuk mendapatkan penghasilan setara ASN gol 2/a dengan mempertimbangkan masa kerja.

“Bapak Presiden sudah siap menelurkan peraturan pemerintahnya,” ucap Mujito.

Kepedulian ini, lanjut Mujito, menunjukkan perhatian Bapak Presiden yang sangat peduli kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menegaskan bawa pemerintah telah memutuskan perangkat desa diberikan penghasilan setara ASN golongan 2/a dengan memperhatikan masa kerja.

“PP nya nomor 43 dan 47 akan segera direvisi. Saya sudah perintah paling lama dua pekan setelah ini,” ujar Presiden.

Selain itu, Presiden juga menginformasikan bahwa seluruh kepala desa dan perangkat desa diberikan BPJS.

”Saya dapat informasi bahwa BPJS akan diberikan seluruh kepala desa dan perangkat desa,” ujar Presiden. (psp)

Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden

Dewan Usulkan Rotasi Pejabat Pemkot Surabaya Lima Tahun

SURABAYA (Swaranews) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengusulkan agar mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dilaksanakan lima tahun sekali.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Adi Sutarwijono bahwa rotasi itu jelas diperlukan. Fungsinya untuk penyegaran dan mengganti pejabat yang disfungsi.

“Yakni pejabat yang melakukan pelanggaran,” tutur pria yang akrab disapa Awi ini beberapa hari yangl lalu.

Menurutnya, apabila mutasi dan rotasi dilakukan terlalu lama, juga tidak akan bagus.
“Pìada saat pembahasan Raperda Organisasi Perangkat Daerah. kalangan dewan memang merekomendasikan mutasi lurah dan camat yang telah menduduki jabatannya lebih dari lima tahun harus dimutasi,” urai Awi.

Politisi asal PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa mutasi bagi pejabat yang sudah lama menjabat. Di antaranya untuk mengantisipasi kejenuhan, kemudian dikhawatirkan yang bersangkutan akan kurang variasi mengenal masyarakat.

“Kota Surabaya kan luas. Banyak area yang harus dikenal aparat, karena masyarakat di tengah kota, timur dan barat kan beda karakternya,” tegasnya.
Pada evel kepala dinas yang masa jabatannya sudah lima tahun, lanjut Awi, sebaiknya dievaluasi. Namun, apabila yang bersangkutan memang kompeten dan berprestasi serta dibutuhkan institusi bisa diperpanjang.

“Berdasarkan UU Aparatur Sipil Negara, pejabat tinggi pratama atau setara eselon dua, seperti kepala dinas, kemudian kepala badan masa jabatan diatur lima tahun,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut dia, ada beberapa jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Surabaya yang kosong. Oleh karena itu pihaknya meminta untuk jabatan kepala OPD yang kosong, pemerintah kota melakukan uji kelayakan dan kepatutan agar segera terisi. Hal ini dikarenakan dampak kosongnya jabatan kepala OPD, ada beberapa pejabat yang rangkap jabatan.

“Kepala Bakesbang dirangkap Asisten tiga Sekkota, kepala BPBD dan Linmas dijabat Kasatpol PP, kemudian kepala RSUD Dr. Soewandi masih dirangkap Kepala Dinas kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memutasi sekitar 17 orang sekretaris kecamatan (sekcam) dan 31 kepala seksi (kasi) kecamatan.
“Tujuan dari mutasi untuk menghindarkan para pejabat itu dari masalah hukum di kemudian hari,” ungkapnya. (Adv/mar)

Anggota polres Pelabuhan Tanjung perak, Anggota Pom TNI AL dan Anggota kodim melakukan patroli cipta kondisi di wilayah polres pelabuhan tanjung perak Surabaya.

SURABAYA (Swaranews) – Demi menciptakan situasi dan kondisi wilayah yang aman dan kondusif jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak beserta anggota Pom TNI AL dan anggota kodim melaksanakan kegiatan operasi cipta kondisi.

Diawali dengan apel pasukan di halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak pada hari Sabtu 12 Januari 2019 pada pukul 22.00 wib. yang di pimpin oleh Kabag Ops Kompol Dody Prihatin Irianto, SPd, MM lalu di teruskan dengan melakukan patroli yang diawali dari depan mapolres Pelabuhan Tanjung Perak lalu melewati jalan Perak Timur untuk menuju jembatan Suramadu.

Setibanya di bawah jembatan Suramadu anggota berhenti untuk mengambil gambar dan mengatur lalu lintas di bawah jembatan suramadu yang setiap akhir pekan selalu dipenuhi oleh masyarakat yang ingin melihat pemandangan pantai yang ada di bawah jembatan Suramadu.

Setelah mengambil gambar dan melakukan pengaturan lalulintas di bawah jembatan Suramadu seluruh anggota gabungan beranjak menuju ke pantai Kenpark Kenjeran Surabaya (kenpark).

Setibanya di depan pintu masuk pantai Kenpark Kenjeran seluruh anggota berhenti sejenak untuk melakukan pengambilan gambar di depan pintu masuk pantai kenpark kenjeran.
Lalu seluruh anggota bergegas naik ke kendaraan masing masing untuk melanjutkan perjalanan kembali ke mapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang melewati jalan Kapasan dan jalan Bongkaran dan jalan Perak Barat lalu kembali ke mapoles.(ari)

Warga Sidotopo Wetan Meninggal Dunia Di Rumah Sendirian

SURABAYA (Swaranews) Seorang nenek parubaya ditemukan meninggal dunia dengan keadaan terlentang dan tubuh membengkak di atas tempat tidur kamarnya pada Minggu, 13 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 Wib.

Adapun identitas korban bernama Ponijem (66 tahun), warga Jalan Sidotopo Wetan Gang III No. 10-A, Rt 012/Rw 001 Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran Surabaya.

Menurut keterangan saksi yang tak lain tetangga korban menjelaskan, bahwa penemuan mayat korban berawal dari adanya bau yang tidak sedap yang dirasakan tetangganya. Selanjut nya oleh para warga melakukan pencarian, ternyata sumber bau yang sangat menyengat tersebut bersal dari rumah korban selanjutnya oleh waraga dan di saksikan oleh ketua RT 12 dilakukan pendobrakan terhadap pintu rumah korban setalh berhasil membuka pintu rumah warga langsung masuk ke dalam kamar yang di mana di temukan Kanya jenazah nenek ponijem, saksi melihat korban sudah tidak bernyawa lagi, sehingga langsung menghubungi pihak yang berwajib.

Sementara itu, menurut Kapolsek Kenjeran Kompol H. Cipto, S.H., kepada media menjelaskan, bahwa setelah mendapat laporan dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

” Dari hasil penyelidikan sementara, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, sehingga petugas memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya, ” ucap Kapolsek.

Sedangkan menurut kesaksian adik kandung korban Suprapto (48 tahun), warga Jalan Sidotopo Wetan Mulya 5 No. 45 Surabaya mengatakan, korban dirumahnya hanya tinggal sendirian. Pada hari sabtu kemarin saat dijenguknya, korban memang dalam keadaan sakit. ” Penyakit korban memang komplikasi, sehingga sering berobat, ” ujarnya.

Kini, korban sudah dibawa ke RS. Dr. Seotomo Surabaya guna dilakukan Visum serta melakukan tindak lanjut. ” Nanti perkembangannya akan dilaporkan kepada pihak keluarga, ” terang Kapolsek. (ari)

Gerakan Seni Rupa Gresik Pameran Bersama

SURABAYA (Swaranews) -Gerakan Seni Rupa Gresik terdiri dari 4 pelukis Aly Wafa, Subeki, Aam dan Aris Daboel melakukan pameran perupa bersama di paviliun House of Sampoerna, 19/12.

Ali wafa menggunakan teknik kerok. Subeki visual gaya abstrak ekspresionis. Aam gaya naive figur karakter sentuhan objek mata serta Aris Daboel karya kanvas 3 dimensi.
Yang menarik pelukis Subeki menampilkan 4 karya berjudul Tak Terkendali, Menari Bersama Barongan, Manggoloyudho dan Ngoyak Celeng. “Makna lukisan ini bentuk keprihatinan dan kritik sosial terhadap politikus yang berbuat tak terkendali seperti orang kesurupan dikuasai oleh sesuatu yang jahat. Dari realita tersebut generasi muda harus pandai memilih dan berani mengoyak keburukan dengan memilih berbuat kebaikan dalam menghadapi situasi carut-marutnya kondisi bangsa saat ini,” jelas Subeki. Sedangkan pelukis yang lain Aam mengambarkan Tetumbu Karang yang tercemar akibat polusi udara yang mengakibatkan banyak biota laut mati dan keindahan laut menjadi hilang. Sun

Klenteng Mbah Ratu Adakan Wayangan

SURABAYA (Swaranews) – Menyambut tahun baru 2019 klenteng Sam Poo Tay Djien yang dikenal Mbah Ratu mengadakan wayangan di depan klenteng jalan Demak Surabaya.
“Acara ini untuk melestarikan budaya Jawa Tionghoa di kalangan generasi muda dan sarana hiburan masyarakat sekitar klenteng,” ujar Chen Ren Ij, ketua klenteng.

Dalang ariyo pada pementasan ini menampilkan lakon wisang geni kroo patih gadha mustaka melawan buto prabu badar alam berperang memperebutkan putri cantik dewi maesani. Setelah berperang akhirnya wisang geni yang menang dan menikahi putri tersebut.

Hadir pula Yudi Wibowo Sukinto pengacara sekaligus penasehat hukum klenteng Mbah Ratu ikut memeriahkan suasana dengan membagikan angpao kepada para sinden dan pemain wayang tersebut.Sun

Ibis Surabaya Merayakan Natal Bersama Anak Panti

SURABAYA Swaranews) – Manajemen hotel Ibis Surabaya merayakan Natal bersama sekitar 100 anak panti Lydia, panti Kamang Immanuel dan panti Bukit Kasih.

Acara ini dihadiri Sukamto, owner dan Armand Sugandi GM Ibis. Acara nyanyi lagu Sungai Sukacitaku bersama Eva dan Dona. Juga kak Nitnit ikut memeriahkan dengan bonekanya memberikan wejangan kepada anak panti agar tak egois dan ingin menang sendiri.

“Tema Natal Aku Anak Terang memaknai natal kehidupan terang dengan Yesus Kristus sebagai juru selamat manusia di dunia. Jadilah anak Tuhan dan terimalah berkahnya damai dan sejahtera sampai selamanya hanya dalam nama Yesus Kristus,” dalam ceramah pendeta Sonny Herens. Sun

Ads