Beranda blog Halaman 4

Perguruan Tinggi Sehat, Berbudaya, Leading Internasional

Oleh: Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes
Direktur LPIK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Managing Director Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia, Penasehat Swaranews.

 

Paling tidak ada 3 permasalahan perguruan tinggi (PT).

Pertama, PT di Indonesia, swasta atau negeri tidak ada yg masuk dalam 100 besar on the world ranking university. Ini indikator PT di Indonesia belum maju alias terbelakang.

 

Kedua, kualitas PT masih menimbulkan pengangguran intelektual, S-1 maupun diploma. Menurut BPS 2019, pengangguran S-1= 5,8 %  dan diploma= 6,02%. Ini sangat terkait kualitas lulusan dan pengelolaan/ akreditasi masih belum optimal.

 

Ketiga, masalah pembiayaan. Ini terkait pemenuhan sumber belajar terutama laboratorium dan perpustakaan manual/on-line. Lebih lebih perguruan tinggi swasta (PTS) yang pembiayaan sendiri utamanya dari mahasiswa. Kekurangan jumlah mahasiswa akan menggangu pembiayaan.

 

Ketiga permasalahan di atas sebagai pertanda PT kita masih belum sehat. Belum sehat dalam pengelolaan yg memiliki efek terhadap kualitas lulusan. Mau tidak mau hal itu harus disehatkan. Mau tidak mau ukuran sehat sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi harus digunakan.

 

Rasio dosen dan mahasiswa menjadi penting. Ini menyangkut proses pembelajaaran. Interaksi belajar mengajar. Terlalu banyak murid proses pembelajaran interaksinya kurang baik. Kurang jumlah mahasiswa efek utama bagi PTS adalah kekurangan untuk pebiayaan.

 

Sumber belajar utamanya laboratorium harus ada. Perpustakaan, internet online. Banyak e-book, jurnal terdapat di internet. Berlajar perlu laboratorium, dg berbuat akan menjadi bermakna, contektual learning, dibanding sekadar ceramah. Ini untuk meningkatkan kualitas output.

 

Administrasi kampus harus rapi, ringan, mudah, dan autometcly. Dengan kata lain smart, tidak ruwet. Apalagi sering salah dan ngulangi. Jelas mengganggu, lama dan merugikan.

 

Perawatan kampus pun penting. Jangan samapi proses helajar mengajar mengalami gangguan peralatan dan media. Itu akibat perawatan kampus yg tidak sistematik dan kontinyu penjadwalan. Kampus pun harus sehat: rapi, bersih, indah, bebas dari limbah/sampah.

 

Dosen harus di-upgrade dg pendidikan, kwalifikasi S-3. Memberi kesempatan dan biaya presentasi di forum internasional. Meneliti berbasis keahlian dan kelompok laboratorium. Dengan demikian, apa yg diajarkan betul betul kebenaran empiris. Juga, karya ilmiah dosen dapat terpublish secara nasional maupun internasional.

 

Ekstakurikuler bagi mahasiswa sangat penting. Hal itu untuk pembentukan karakter yang berbudaya. Tumbuh rasa peduli, amanah, gigih dan inovatif. Dengan dengan demikian perilaku berbudaya pun akan tumbuh. Sehingga, terjadi keseimbangan kecerdasan intelektual dan perilaku yang berkarakter.

 

Kampus akan maju bila rukun/kebersamaan. Ini terjadi jika sivitas akademika dalam nuansa haromis, simbiosis. Semua kegiatan untuk menyukseskan tridharma perguruan tinggi. Tanggungjawab dan kewenangan jelas. Struktur organisasi jelas. Ketidakseimbangan kewenangan dan pendelegasian tanggungjawab membuat berjalannya kampus menjadi lambat. Kemajuan perguruan tinggi menjadi lambat dan melelahkan.

 

Semoga perguruan tinggi di Indonesia sehat, smart, leading di kancah internasional, berkalitas, tidak ada lagi pengangguran intelektual. (GeSa)

Danrem 083/Bhaladika Jaya Dzikir Bareng Ulama Kota Malang

KOTA MALANG  (Swaranews) –  Kedekatan antara Danrem 083/Baladhika Jaya,
bersama para Ulama Kota Malang, terlihat semakin kuat.

Hal itu, dibuktikan ketika Kolonel Zainuddin mengikuti zikir
dan istighasah akbar di Masjid Jami’, Kota Malang, Jawa Timur. Minggu,
15 September 2019.

“Jawa Timur, terutama Malang Raya ini terdiri dari
berbagai suku, agama dan ras. Saya berharap, Kebhinekaan ini tetap
terjaga dengan baik,” ujar Danrem dalam sambutannya.

Bukan hanya itu, di hadapan para Ulama, dirinya juga
mengajak seluruh Santri untuk ikut berpartisipasi menjaga kerukunan
antar umat beragama. Ia menilai, kerukunan, merupakan pondasi utama
kokohnya Bhineka Tunggal Ika.

“Negara yang tidak memiliki agama, sama halnya negara
tersebut tidak memiliki akhlak. Tapi, agama juga harus mampu menciptakan
suasana aman, tentram dan damai dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara,” ucap Perwira kelahiran Palembang ini.

Ia berharap, istighasah akbar saat ini, mampu mengurangi
sifat egois di masyarakat, terlebih mewujudkan kehidupan yang rukun.
“Kalau masyarakatnya adem ayem, pastinya suasana aman dan kondusif
akan terwujud dengan sendirinya,” pungkasnya.  (sub)

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, Desa Sambirejo Kediri

KEDIRI (Swaranews) – Rangkaian acara demi acara dalam rangka peringatan tahun baru 1 muharam 1441 H (Syuroan), dan bersih desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo Kediri berjalan dengan sukses dan meriah.

Ribuan masyarakat Sambirejo berduyun duyun untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit setempat, Selasa (3/9/2019)mulai 21.00 wib.

Antusiasme warga kelihatan jelas karena banyaknya masyarakat yang membawa anak kecil untuk diajak jalan-jalan berbelanja, dan mainan yang ada di sepanjang jalan serta untuk menyaksikan puncak acara Syuroan dan bersih desa.

Acara yang sudah masuk kalender tahunan semenjak Kepala desa di jabat oleh M. Maksun selalu dapat menyedot ribuan warga.

pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, dengan dalang Ki wawan andriano dari sambirejo kediri dengan lakon ” semar hambangun kahyangan” .

Dalam sambutannya Kepala Desa Sambirejo, M. Maksun mengatakan, bahwa

acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini sebagai wujud rasa syukur pada Allah SWT karena berkat Rahmad dan RidhoNya, seluruh warga Desa Sambirejo makin makmur ayem tentrem.

” tak lupa saya mengucapkan terimakasih pada seluruh elemen masyarakat, karena berkat kerja sama yang baik dan kompak situasi dan kondisi di Desa Sambirejo selalu aman, dan tentram tidak pernah ada gejolak,” ucap M Maksun.

Diakhir pidatonya, M. Maksun berjanji akan terus mengadakan acara Syuroan dan bersih desa, karena selain untuk wujud Syukur pada Allah SWT juga untuk menghibur semua masyarakat serta untuk mengikat rasa tali persaudaran antar warga.

Sebagai penutup, Kades menyerahkan Wayang Brontoseno kepada dalang Ki wawan andriano sebagai tanda pertunjukan dimulai. (Er)

Khofifah Harap PLB SIER Beri Kemudahan Akses Produk Bagi UKM dan IKM

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mampu memberikan kemudahan akses produk utamanya yang belum tersubtitusi bagi UKM dan IKM di Jatim.

Menurut Khofifah, hal tersebut selaras dengan apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo yakni menggenjot ekspor Indonesia dari sisi UKM dan IKM. Pelaku UKM/IKM, kata dia, harus diberikan kemudahan untuk memperoleh pasokan bahan baku maupun bahan pendukung produksi dengan memberikan fasilitas bebas bea masuk dan Pajak Impor atas bahan baku yang berorientasi ekspor.

PLB sendiri merupakan gudang multifungsi yang atas pemasukan barang impor belum dipungut bea masuk dan pajak impor. Selain itu, pemasukan barang impor PLB juga belum diberlakukan ketentuan pembatasan impor. Semua kegiatan yang dapat dilakukan di gudang di luar negeri juga dapat dilakukan di PLB, termasuk pemeriksaan surveyor.

“Hari ini jum’at (13/9) barang pertama akan masuk ke PLB, jadi ini adalah salah satu bentuk upaya untuk memudahkan pelaku usaha. Karenanya saya ingin memastikan bahwa nanti dari Sucofindo dan SIER akan bisa mengkomunikasikan kepada importir dan eksportir untuk memenuhi kebutuhan pelaku UKM dan IKM,” kata Khofifah di PT. SIER, Surabaya, Jumat (13/9/2019).

Khofifah menjelaskan, saat ini kebutuhan bahan baku pelaku UKM dan IKM sebagian besar masih impor. Dicontohkan, industri alas kaki misalnya untuk kebutuhan sol atau alas sepatu 100 persennya masih impor. Produk-produk seperti inilah yang harus disubtitusi terlebih dahulu agar pergerakan UKM dan IKM di Jatim bisa lebih kompetitif dibandingkan tempat lain.

“Sebetulnya barang-barang atau kebutuhan apa saja yang dibutuhkan para pelaku UKM dan IKM tetapi belum tersubtitusi di dalam negeri dan masih harus impor kita ingin hal ini bisa terkoneksi lewat PLB,” jelas Khofifah sembari mengimbuhkan bahwa dengan PLB akan dapat memangkas dwelling time dan mereka bisa mengambil  barang dan membayar pajaknya di PLB.

Selain itu, Khofifah juga melakukan peninjauan secara langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT. SIER. Dalam pengolahan IPAL PT. SIER pada titik akhirnya sebelum air dibuang ke sungai ada kolam dimana ikan bisa hidup sehingga ketika air dialirkan ke sungai ikan-ikan dan habitat lainnya tetap bisa hidup. Hal ini menunjukkan, bahwa kualitas air hasil dari IPAL tersebut kualitasnya bagus.

“Kita berharap habitat-habitat sungai itu bisa kita jaga, dan kita sangat ingin menghindarkan kemungkinan pembuangan limbah yang belum diolah ke sungai,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Khofifah berharap PT. SIER bersedia menjadi “kakak asuh” bagi perusahaan-perusahaan yang terindikasi membuang limbah yang belum memenuhi baku mutu air ke sungai. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan karena salah satu index Indikator Kinerja Utama (IKU) pada RPJMD Pemprov Jatim yaitu tentang lingkungan hidup.

Sambut Baik Rencana Pengembangan Sentra Bisnis SIER

Pada kesempatan sama, Khofifah juga menyambut baik rencana pengembangan sentra bisnis SIER. Dirinya berharap, sentra bisnis ini dapat dibangun berstandar internasional dan desain pembangunannya diperhatikan seiring semakin meningkatnya kebutuhan perkantoran bisnis modern.

“Saya berharap konsepnya bisa seperti di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), jadi memang pembangunannya tidak setengah-setengah. Dan pembangunan ini kita siapkan paling tidak sampai 50 tahun kedepan masih representatif,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, pembangunan sentra bisnis ini akan sangat potensial jika area Gerbangkertosusila atau bisa juga disebut Surabaya Megapolitan ini telah terkoneksi. Terlebih lagi, jika kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri khusus (KIK) juga sudah terkoneksi.“Kalau Gerbangkertosusila ini terkoneksi kemudian antar industri dan sentra industri ini juga terkoneksi, apalagi jika ibu kota jadi dipindahkan ke Kalimantan Timur maka saya rasa Jatim akan memiliki sangat banyak peluang bisnis seperti di Jakarta saat ini,” kata Khofifah

Sementara itu, Direktur Utama PT. SIER  Fattah Hidayat menyambut baik tawaran yang disampaikan Khofifah tentang sinergitas PLB dengan Pemprov Jatim untuk mempermudah produk yang belum tersubtitusi bagi UKM dan IKM. Karenanya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Sucofindo dan pihak Pemprov Jatim terkait hal ini.

Selain itu, ia berharap keberadaan PLB dapat memberikan efisiensi biaya logistik khususnya pelaku ekspor impor. Penangguhan bea masuk dan inspeksi barang dilakukan di gudang secara langsung sehingga akan memperlancar arus barang dan diharapkan dapat mengurangi dwelling time di pelabuhan.

“Dengan fasilitas PLB ini, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dengan menjaga ketersediaan bahan baku secara cepat. Terlebih lagi, terdapat penangguhan bea masuk dan inspeksi barang dilakukan di gudang secara langsung sehingga akan memperlancar arus barang,” tandasnya. (Msa)

Risma Motivasi Milenial Untuk Jadi Tuan Dan Nyonya Di Negeri Sendiri

SURABAYA (Swaranews) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara dalam acara Ministry of Finance Festival (MOFEST) 2019 yang digelar oleh Kementerian Keuangan RI di Dyandra Convention, Surabaya, Sabtu (14/9/2019). Saat itu, Wali Kota Risma menjadi pembicara bersama Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti.  Kedua pembicara ini memberikan pandangan tentang pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terutama generasi muda.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengatakan bahwa pada tahun 2020, Indonesia akan memasuki era perdagangan bebas. Era dimana semua produk dari seluruh dunia bisa masuk ke Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Artinya, kaum milenial ini akan bersaing dengan pemuda-pemuda di seluruh dunia, bukan lagi bersaing dengan sesama daerah di Indonesia. “Makanya kita harus persiapkan diri kita untuk menjadi tuan dan nyonya di negeri kita sendiri, tidak hanya jadi penonton di negeri sendiri,” kata Wali Kota Risma.

 

Menurutnya, untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan berbagai program, di antaranya pejuang muda yang menjadi wadah bagi para generasi muda untuk belajar dan berlatih mengembangkan wirausaha. Para peserta pejuang muda ini dilatih setiap  minggunya di Kaza Mall. “Mereka mendapatkan pendampingan wirausaha mulai awal merintis hingga memasarkannya. Mereka juga dilatih oleh Facebook untuk memasarkan usahanya lewat online,” kata dia.

 

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan Pemkot Surabaya sudah menyediakan Koridor di Gedung Siola yang dilengkapi berbagai fasilitasnya. Di tempat itu, para pelaku usaha rintisan atau startup berkumpul. Bahkan, Koridor itu menjadi kantor bagi mereka untuk mengembangkan usahanya. “Silahkan datang ke situ dan manfaatkan itu. Gratis,” tegasnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya juga menyediakan berbagai macam beasiswa yang bisa dinikmati oleh warga yang kurang mampu. Para penerima beasiswa itu tidak hanya diberikan bantuan biaya kuliahnya, namun mereka juga diupayakan untuk bisa bekerja selepas lulus kuliah. “Kita kerjasama dengan Ubaya, jadi setelah mereka lulus kuliah bisa langsung kuliah, ada pula kita beasiswa pilot dan pramugari yang bekerjasama dengan citilink, mereka langsung bisa kerja setelah lulus,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, dia memastikan tidak ada alasan lagi untuk tidak berhasil selama kita mau berusaha. Terutama di bidang wirausaha yang pasarnya sangat luas. Bagi dia, selama memiliki produk yang bagus dan tidak ada delay, tidak usaha khawatir produknya tidak laku. “Jadi, tidak usah takut untuk membuka usaha, jika jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi, sampai suatu ketika jatuh itu tidak berani kalian jatuhi,” kata dia.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga membagikan trik supaya berhasil menghadapi era 4.0. Menurutnya, era itu merupakan era kolaborasi atau kerjasama. Karena, dia meminta kepada generasi muda yang hadir itu untuk tidak pernah menutup diri, tapi harus membuka diri dari kondisi apapun. “Kuncinya harus membuka diri kita, jangan mentang-mentang anak Biologi lantas tidak mau bergaul dengan anak fisika, itu kurang tepat. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, maka tutupilah kekurangan itu dengan belajar dan kerjasama dengan orang lain,” imbuhnya.

 

Wali Kota Risma juga mengapresiasi acara yang digelar Kementerian Keuangan ini. Menurutnya, semua pihak memang harus mengingatkan anak muda supaya siap bersaing di masa yang akan datang. Harapannya, para milenial itu bisa mencuri start untuk menyiapkan dirinya menghadapi masa depan. “Karena pertempuran ke depannya akan sangat luar biasa, persaingannya bukan hanya dengan anak Surabaya, tapi seluruh dunia, sehingga mereka butuh kerja keras dan sebagainya untuk menghadapi itu,” kata dia.

 

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti mengatakan MOFEST ini merupakan kegiatan edukasi dalam bentuk festival yang pertama kalinya diselenggarakan oleh Kemenkeu. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan topik keuangan negara kepada generasi muda (millenials). Dengan demikian, pemerintah berharap kepedulian dan partisipasi milenial dalam memperkuat perekonomian Indonesia akan semakin besar.

 

“Kita selenggarakan untuk mempertemukan kaum generasi muda atau kaum milenial dengan kementerian keuangan, dalam rangka mensosialisasikan atau membumikan APBN,” kata Nufransa seusai acara.

 

Kebetulan, lanjut dia, Kementerian Keuangan itu mempunyai  program Indonesia emas di tahun 2045 dengan anak muda ini yang akan menjadi modal dasar pembangunan di masa yang akan datang. Karenanya, anak muda itu perlu disasar supaya mereka mengerti dan menguasai tentang APBN secara keseluruhan. “Terutama tentang bagaimana fungsinya dan menjalankannya, sehingga diharapkan mereka bisa paham tentang APBN yang diselenggarakan pemerintah pusat,” ujarnya.

 

Menurut Nufransa, dalam mendukung program itu, pihaknnya sudah menganggarkan 20 persen di APBN untuk sektor pendidikan. Di dalamnya, ada anggaran untuk dana abadi universitas, dana penelitian dan dana abadi untuk kebudayaan. Hal ini diharapkan dapat mengembangkan intelektual para generasi muda di negeri ini. “Kami juga sudah lama punya program LPDP untuk melanjutkan kuliah ke S2 dan S3,” kata dia.

 

Ia juga menambahkan bahwa Kota Surabaya dipilih untuk menjadi lokasi acara MOFEST karena selain factor leadhership dari Wali Kota Rima, ia juga melihat generasi mudanya sangat potensial untuk dicontoh. Tentunya, ini ada peran dari pemerintah daerahnya untuk mengembangkan kapasitas anak mudanya sehingga layak dicontoh di daerah lainnya di Indonesia ini.

 

“Salah satu program kita untuk Indonesia emas adalah mereformasi birokrasi. Nah, Bu Risma ini salah satu contoh birokrasi yang sangat cair dan sangat cerdas dengan inovasi-inovasinya, sehingga dia berhasil membawa Surabaya menjadi lebih bersih dan nyaman bagi para warganya, sehingga ini bisa dijadikan contoh bagi dearh lainnya,” pungkasnya. (mar)

Lomba Jurnalistik TMMD ke-105, Pendam V/Brawijaya di Peringkat Ketiga

SURABAYA (Swaranews) – Lomba karya jurnalistik program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 yang berlangsung beberapa waktu lalu, akhirnya mampu membawa Pendam V/Brawijaya di posisi ketiga.
Dihubungi melalui via seluler miliknya, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Inf Imam Haryadi menuturkan jika hasil tersebut, tak lepas dari peran media yang merupakan mitra kerja Pendam.

“Hasil itu, berkat sinergitas dari rekan-rekan kami media dan kerjasama seluruh stakeholder yang turut serta mensukseskan berjalannya TMMD 105,” ujar Kapendam melalui via seluler miliknya, Sabtu, 14 September 2019 siang.

Sinergitas yang selama ini sudah terjalin dengan baik, ujar almamater Akademi Militer tahun 1997 itu, dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
“Kepada semua pihak, kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Semoga, sinergitas itu, dapat terus ditingkatkan,” tandasnya

Untuk diketahui, dalam perlombaan tersebut, peringkat pertama telah diduduki oleh Pendam IV/Diponegoro. Sedangkan di peringkat kedua, diisi oleh Pendam XII/Tanjungpura dengan perolehan nilai sebanyak 681.

Sedangkan lomba jurnalistik TMMD di tingkat Kodim, juara pertama telah diraih oleh Kodim 0716/Demak. Di peringkat kedua, diduduki oleh Kodim 0809/Trenggalek, di urutan ketiga, telah ditempati oleh Kodim 1710/Mimika.   (mar)

Korem 084/Bhaskara Jaya Kedatangan 21 Prajurit Baru

SURABAYA (Swaranews) – Sebanyak 21 prajurit baru, mengikuti prosesi upacara tradisi yang digelar oleh Korem 084/Bhaskara Jaya. Prosesi tersebut, merupakan suatu kewajiban yang harus dilalui, dan diikuti bagi prajurit yang nantinya ditetapkan sebagai warga Korem.

“Para warga baru itu, nantinya harus mengikuti proses penciuman dan pemberian Duhaja, mereka terdiri dari prajurit Tamtama dan Bintara,” kata Kepala Staf Korem, Letkol Arm Aprianko Suseno. Jumat, 13 September 2019.

Tradisi itu, ujar Kasrem, merupakan suatu acara yang wajib digelar dan diberlakukan bagi para prajurit baru di setiap Satuan TNI-AD guna menanamkan jiwa korsa, sekaligus kebanggaan terhadap Satuan tempat mereka bertugas.

“Khususnya untuk pengenalan diri bagi prajurit baru, baik terhadap Satuan maupun warga Korem lainnya,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja, Letkol Arm Aprianko menilai jika keberadaan tradisi yang saat ini digelar oleh dirinya, mampu meningkatkan hubungan emosional di antara prajurit lainnya.

“Terlebih memberikan motivasi kepada prajurit maupun warga baru Korem,” ucapnya.

Sebelum mengakhiri upacara tradisi tersebut, ia berpesan jika nantinya prajurit baru Korem, mampu menguasai berbagai kemampuan, terlebih di bidang teritorial dalam upaya melakukan deteksi dini, hingga cegah dini terhadap timbulnya suatu permasalahan di setiap wilayah.

“Langkah itu, merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan Satuan TNI-AD yang handal dan profesional,” tegasnya. (mar)

592 Penelitian Siswa SMP Ikuti Lomba Peneliti Belia

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) terus memberikan wahana bagi pelajar-pelajar Surabaya untuk mengembangkan diri. Salah satunya lewat Surabaya Young Scientists Competition tahun 2019 atau lomba peneliti belia jenjang SMP/MTs se-Kota Surabaya. Lomba diselenggarakan pada Kamis (12/09/2019) sampai dengan Jumat (13/9/2019) di Convention Hall Arif Rahman Hakim Surabaya.

 

Pada tahun ini, ada enam bidang lomba yang diikuti 1.147 siswa dengan jumlah penelitian mencapai 592. Rinciannya, bidang komputer 45 penelitian dengan peserta 87 siswa, bidang environmental science 133 penelitian dengan peserta 254 siswa, bidang life science 218 penelitian dengan 431 siswa, matematika 48 penelitian dengan 93 siswa, fisika 45 penelitian dengan 86 siswa, dan sosial 103 penelitian dengan 196 siswa.

 

Dibanding tahun sebelumnya, Lomba Peneliti Belia tahun ini mengalami peningkatan jumlah penelitian dan peserta. Apalagi terdapat tambahan bidang penelitian baru, yakni bidang sosial. Lomba Peneliti Belia dibuka Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan bersama Direktur Center for Young Scientists (CYS) Monika Raharti.

 

Dalam sambutannya, Ikhsan menyampaikan, lomba peneliti belia merupakan penyelenggaraan tahun ketujuh. Lewat lomba ini, pihaknya ingin melanjutkan tradisi memperoleh medali di ajang serupa tingkat internasional.

 

“Beberapa waktu lalu Tim Indonesia berhasil memperoleh 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu dalam lomba peneliti belia internasional. Yang dari Kota Surabaya menyumbangkan 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu,” kata Ikhsandi sela sambutannya.

 

Ikhsan menjelaskan, lomba ini diselenggarakan setiap tahun agar pelajar Surabaya dapat mengembangkan bakat di bidang penelitian. Sesuai pesan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pelajar Surabaya harus difasilitasi dan dipersiapkan sarana pengembangan diri. Baik itu di bidang penelitian, olahraga, seni, akademik, dan lain sebagainya.

 

“Ibu Wali Kota Surabaya selalu berpesan kepada anak-anak untuk mengembangkan diri di bidang apapun. Sekarang kalian dipersiapkan untuk jadi peneliti dan ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan diri sendiri,” terangnya.

 

Dengan banyaknya wahana pengembangan diri, pihaknya berharap, pelajar Surabaya mampu bersaing dengan anak-anak lain dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. Ikhsan menyebut, ke depannya, persaingan sudah tidak ada batas lagi. Anak-anak Surabaya harus siap dan pandai menjaga serta mengembangkan diri.

 

“Pandailah memilih pergaulan, antar teman saling menjaga dan hindari hal-hal tidak baik seperti narkoba. Karena keberhasilan kalian, kalianlah sendiri yang akan mengejarnya. Dan jangan lupa selalu memohon doa restu kepada orang tua, karena sukses itu tidak lepas dari doa orang tua,” jelasnya.

 

Sementara itu, Direktur CYS Monika Raharti mengatakan, kriteria penilaian lomba peneliti belia ada dua. Pertama mengenai latar belakang dan pentingnya penelitian. Kedua, meliputi metodologi penelitian yang harus lengkap dan benar.

 

“Ada 21 juri tingkat universitas yang menilai pekerjaan kalian. Juri berkeliling dan kalian harus berdiri di samping poster, kemudian dengarkan pertanyaan juri,” kata Monika kepada para peserta.

 

Monika mengungkapkan, dari dua penilaian itu, akan diumumkan peserta lomba yang menjadi finalis. Para finalis ini selanjutnya akan presentasi hasil penelitiannya pada Jumat (13/09/2019).

 

“Kepada para juri, harus kita ingat bahwa ini adalah anak-anak SMP, bukan anak SMA atau universitas. Anak-anak SMP harus dilihat idenya, cara berpikir, mungkin bukan kedalaman ilmunya. Para juri diperbolehkan memberikan masukan,” tandasnya. (mar)

 

 

 

 

Kebakaran Dukuh Bulak Banteng Suropati Hanguskan Satu Rumah

SURABAYA (Swaranews) – Kobaran api menghanguskan satu petak rumah semi permanen di Dukuh Bulak Banteng Suropati Gang 1, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Dugaan sementara sumber api disebabkan arus pendek atau korsleting listrik.

Kasi Pengendalian PMK Kota Surabaya, Gatot Priambodo menyebutkan, total ada 11 unit mobil pemadam kebakaran dan bantuan Orong-Orong Walang Kadung (Tim PMK dengan sepeda motor lengkap dengan selang dan alat pemadam). Hal itu dibutuhkan karena medan lokasi yang sempit dan masyarakat yang memadati lokasi kebakaran.

“Begitu kami dapat lalporan, hingga petugas PMK sampai dilokasi sekitar enam menit. Sesuai prosedur (SOP) kami langsung melakukan rescue atau penyelamatan dan lokalisir lokasi kebakaran. Baru pemadaman,” ujarnya kepada Swaranews, Jum’at (13/9/2019) siang di lokasi kebakaran.

Dia menyampsikan bahwa kebakaran tidak sampai merambat ke bangunan lainnya. Setelah api padam petugas PMK masih melakukan pembasahan. Dari informasi yang dihimpun di lapangan pemilik rumah yang terbakar bekerja di Arab Saudi. Sedangkan saat ini ditempati oleh orang yang mengontrak rumah tersebut.

“Alhamdulillah berkat kesigapan teman – teman tadi api bisa cepat kita padamkan. Sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya. Satu rumah semi permanen hangus dilalap api,’ urai Gatot Priambodo.

Kasi Pengendalian PMK Kota Surabaya ini berharap agar penduduk menyadari dan membantu petugas PMK dengan memberi jalan, bukan malah bergerombol dan menyulitkan petugas yang hendak melakukan penyelamatan dan pemadaman.

“Sebetulnya kami sudah sering melakukan sosialisasi bahaya kebakaran kepada masyarakat. Tetapi, yang terjadi tadi begitu petugas PMK datang mereka malah ada yang foto selfie segala dan berjubel. Sehingga sedikit mengganggu petugas PMK yang akan melakukan pemadaman,” ungkap Gatot.

Ilyas (50) salah seorang warga setempat mengatakan bahwa warga banyak yaang tidak tahu karena kejadiannya bersamaan saat sholat jum’at.

“Sekitar jam 12 lebih tadi, Mas. Warga masih sholat jum’at. Saya pulang api sudah melalap satu rumah dan petugas PMK sudah datang,” ungkapnya. (mar)

Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jombang Gelar Doa Bersama dan Tahlilan untuk Mendiang Presiden RI ke-3

JOMBANG (Swaranews) –
Kamis malam,12/9/2019 markas komando daerah (makoda) Patriot Garuda Nusantara kabupaten Jombang kembali menggelar acara doa bersama untuk keamanan, kedamaian, ketentraman negeri dan pembacaan surat Yasin juga tahlilan untuk mendiang Presiden RI ke 3 Prof Dr Ing H Baharudin Jusuf Habibie yang bertempat di pondok pesantren Sunan Bonang, Denanyar Jombang yang diasuh oleh KH Jauharul Afif, LC selaku pembina PGN Kabupaten Jombang.

Acara ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi pengurus daerah dengan pengurus pengurus PGN di tingkat kecamatan.
Hasil dari acara yang dihelat Kamis malam ini menurut panglima PGN Jombang Drs KH Ahmad Baidhowi Mudsi adalah selalu istiqomah dalam menyalakan semangat api perjuangan untuk kebhinekaan, persatuan dan kesatuan bangsa.
Jangan sampai melupakan jasa para pendiri bangsa, dan jangan sampai melupakan para pahlawan.

Almarhum Presiden BJ Habibie adalah pahlawan bagi rakyat Indonesia tidak hanya dalam bidang teknologi dan sains saja, namun pahlawan dalam mengangkat derajat bangsa di dunia internasional, bahwa bangsa Indonesia mampu dan bisa dalam teknologi, selain juga mengangkat moral, mental, konfidensi bagi para pelajar, mahasiswa dan kaum teknokrat kita.
Untuk itu kami mengajak semua rakyat Indonesia untuk mengenang presiden Habibie dengan gerakan menerbangkan pesawat dari kertas lipat. One man one plane, satu orang membuat pesawat dari kertas lipat untuk diterbangkan secara bersama sama. Kami mohon doanya semoga acara mengenang presiden Habibie ini bisa segera terwujud.(wn)