Beranda blog Halaman 4

Pemkot Surabaya Sosialisasikan Dampak Bahaya Pinjaman Online

SURABAYA (Swaranews) – Seiring banyaknya kasus terkait pinjaman berbasis online, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencar mensosialisasikan dampak bahaya melakukan pinjaman kepada jasafintech yang belum jelas legalitasnya. Sebab, dari berbagai kemudahan yang ditawarkan itu, tak jarang masyarakat terjerumus ke dalam membengkaknya bunga pinjaman.

 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono mengatakan banyak masyarakat yang menjadi korban akibat melakukan pinjaman online ke lembaga fintechyang belum jelas kredibilitasnya. Biasanya, jasa fintech yang belum jelas legalitasnya akan memberikan kemudahan-kemudahan syarat peminjaman. Seperti tanpa adanya biaya pendaftaran dan status bunga yang tidak jelas bagi pemohon, sehingga berakibat membengkaknya tagihan-tagihan di belakang.

 

“Karena menggunakan aplikasi berbasis online, dimungkinkan saja mereka juga bisa menarik data-data pribadi kita. Kadang juga mau bayar sulit, sehingga lambat laun timbul bunga tinggi, akhirnya membengkak bunganya,” kata Yusron saat jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (13/02/19).

 

Sebetulnya, lanjut dia, regulasi pinjaman berbasis online telah diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan lembaga pinjaman online yang belum terdaftar status legalitasnya di OJK. “Masyarakat harus hati-hati dengan maraknya penggunaan jasa pinjam secara online. Karena sebetulnya, semuanya sudah diatur dalam peraturan OJK dan sudah diedarkan melalui website,” jelasnya.

 

Yusron menjelaskan daftar penyelenggara jasa pinjaman online bisa dicek di laman resmi OJK, melalui situswww.ojk.go.id. Ia berharap, masyarakat yang membutuhkan dana pinjaman, diimbau agar sebelumnya melakukan pengecekan terlebih dahulu status legalitas lembaga fintech tersebut. “Perlu dicek kembali apakah ini masuk ke dalam daftar resmi OJK. Karena, jika lembaga fintech resmi pasti terdaftar ke OJK,” terangnya.

 

Namun, jika masyarakat ragu terhadap lembagafintech berbasis online, lebih baik disarankan datang langsung ke bank-bank resmi yang telah disediakan. Yusron berharap, masyarakat tidak mudah tergiur dengan penawaran-penawaran dari perusahaan fintechyang belum jelas legalitasnya itu. “Tidak hanya dalam bentuk pinjaman, tapi dalam bentuk penawaran apapun, satu langkah lagi yang harus dilakukan yakni mengecek, dan meneliti jika ada penawaran,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT. BPR Surya Artha Utama Renny Wulandari menyampaikan, bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dana pinjaman, pihaknya telah menawarkan solusi lain, yakni melalui jasa pinjaman kelompok di Bank Perkreditan Rakyat (BPR). “Saat ini BPR sudah menjangkau masyarakat Surabaya. Bahkan tidak hanya Surabaya, sekitar Surabaya juga ada, Sidoarjo dan Gresik,” katanya.

 

Renny – sapaan lekatnya menyampaikan selain memberikan kemudahan pembiayaan kredit bagi kelompok usaha, pihaknya juga menghimpun tabungan dan deposito dengan suku bunga rendah, bahkan dengan persyaratan yang cukup mudah dan cepat. Terlebih, bagi kelompok masyarakat yang tertarik untuk melakukan pinjaman, cukup hanya satu orang yang memberikan jaminan.

 

“Dari kelompok itu, tidak perlu satu anggota memberikan satu jaminan, namun bisa diwakilkan atas nama ketua kelompok. Cukup satu kelompok ini, dibackup satu jaminan, misal dari ketua kelompoknya,” papar perempuan berkerudung ini.

 

Ia menambahkan ke depan pihaknya bakal intens melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menawarkan pinjaman dana dengan bunga yang cukup rendah melalui BPR. Dengan begitu, pihaknya berharap, masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman, meskipun mereka tidak mempunyai jaminan. “Nanti kita akan intens sosialisasikan ke RT/RW melalui komunitas-komunitas masyarakat, itu kita bisa memberikan pinjaman kelompok, istilahnya tanggung renteng,” pungkasnya. (mar)

 

Giliran Kejaksaan Tanjung Perak Dapat Penghargaan Dari Wali Kota Surabaya

SURABAYA (Swarsnews) – Setelah memberikan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, kini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada 20 jajaran Kejari Tanjung Perak di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Rabu (13/2/2019). Awalnya, penghargaan itu diberikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Rachmat Supriyadi dan disusul 19 jajaran Kejari Tanjung Perak lainnya.

 

Wali Kota Risma mengatakan atas nama pribadi, keluarga dan Pemkot Surabaya mengucapkan terimakasih banyak kepada jajaran Kejari Tanjung Perak karena selama ini sudah dibantu dalam penyelamatan aset, termasuk pula dalam melakukan pendampingan terhadap program strategis Pemkot Surabaya. “Yang paling utama sebenarnya teman-teman di pemerintah kota tidak ketakutan untuk melangkah. Hal ini berkat pendampingan Kejari Tanjung Perak, sehingga teman-teman berani dan tenang untuk melangkah,” kata Wali Kota Risma saat bertemu dengan jajaran Kejari Tanjung Perak.

 

Menurut Wali Kota Risma, seringkali dia mendengar dari beberapa daerah yang kesulitan dan takut melangkah dalam menggarap berbagai proyek. Makanya, dia sangat bersyukur di Pemkot Surabaya didampingi kejaksaan hingga akhirnya tidak ada lagi rasa takut untuk melangkah dan merealisasikan semua proyek-proyek yang telah direncanakan. “Kalau takut melangkah ya tidak ada gunanya nanti anggaran itu,” kata dia.

 

Ia pun yakin bahwa semua proses itu tidak mudah. Namun, jajaran Kejaksaan dengan tulus dan ikhlas terus mendampingi Pemkot Surabaya dalam menyelesaikan permasalahan tanah serta proyek-proyek strategis. Oleh karena itu, berkali-kali Wali Kota Risma menyampaikan terimakasih kepada jajaran Kejari Tanjung Perak atas bantuannya selama ini. “Alhamdulillah juga banyak aset-aset kita yang kembali. Saya yakin warga Kota Surabaya juga ikut senang karena banyak aset yang kembali itu sudah saya manfaatkan kembali. Saya tidak bisa membalas apa-apa, semoga Tuhan membalasnya,” imbuhnya.

 

Sebenarnya, lanjut dia, sebelum menjabat sebagai Wali Kota Surabaya hingga menjabat Wali Kota Surabaya dua periode, selalu meminta bantuan kepada Kejari Tanjung Perak dalam menyelesaikan berbagai masalah pertanahan, termasuk pula dalam melaksanakan berbagai proyek yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. “Jadi, jangan bosan-bosan ya teman-teman kalau ke sini,” ujarnya.

 

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, ada beberapa pendampingan yang dilakukan oleh Kejari Tanjung Perak. Khusus untuk pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) adalah RTH lapangan Simomulyo Baru, pemenuhan kebutuhan dasar permakanan bagi lanjut usia, permakanan penyandang disabilitas dan penyakit tertentu, permakanan anak yatim piatu dan anak terlantar, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan pangan non tunai (BPNT), pengadaan beras dan non beras di UPTD Liponsos Keputih.

 

Selain itu, TP4D juga mendampingi pengadaan meja kursi guru SD, pengadaan rak buku SD, pengadaan buku ensiklopedia SD, pengadaan alat music orchestra, pengadaan lemari besi dan filling cabinet SMP, pengadaan Whiteboard SMP, pengadaan meubelair SMP dan pengadaan alat music bank SMP. Bahkan, TP4D ini juga mendampingi dalam proses pengadaan barang atau jasa pada bagian layanan pengadaan dan pengelolaan aset, dan juga mendampingi pengadaan barang atau jasa melalui unit kerja pengadaan barang atau jasa (UKPBJ). Mereka juga mendampingi pekerjaan penegasan dan pemeliharaan pilar batas wilayah kelurahan dan juga persiapan pelaksanaan hibah daerah.

 

Sedangkan untuk mendampingan penyelesaian permasalahan non litigasi adalah BTKD kelurahan Mulyorejo, BTKD Kelurahan Simomulyo, BTKD Kelurahan Simomulyo Petok, PT Tanzil Sukses Jaya Utama, BTKD Kelurahan Kandangan GS 122/U/1991, BTKD Kelurahan Kandangan GS 123/U/1991, BTKD Kelurahan Sememi Persil 19.

 

Sementara untuk pendampingan penyelesaian permasalahan Litigasi, Kejaksaan Tanjung Perak lebih banyak membantu dalam bagian hukum. Setidaknya ada 17 permasalahan hukum yang didampingi oleh mereka hingga saat ini.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Rachmat Supriyadi juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Surabaya karena sampai saat ini masih dipercaya untuk membantu tugas-tugas yang ada di pemerintah kota. Bagi dia, pendampingan kepada Pemkot Surabaya merupakan salah satu tugas yang memang harus dikerjakan.

 

“Sebenarnya kami juga merasa tertantang untuk membantu Ibu. Makanya saya selalu meminta kepada anggota saya untuk melakukan pendampingan dengan maksimal. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas kepercayaannya kepada kami,” pungkasnya. (mar)

Pemkot Surabaya Harapkan Masyarakat Tidak Iseng Dengan Layanan 112

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengoptimalkan layanan Command Center (CC) 112. Bahkan, layanan tersebut kini juga sudah terkoneksi dengan Contact Center 110 Polri. Namun ironisnya, masih saja ada oknum yang hanya sekedar iseng atau main-main menggunakan layanan telpon kedaruratan 112 tersebut.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan melalui Command Center 112 Pemkot Surabaya memberikan layanan kepada masyarakat dalam situasi kedaruratan apapun selama 24 jam non stop. Bahkan, ketika masyarakat menggunakan layanan itu, mereka tidak dipungut biaya sepeserpun. “Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa tidak ada biaya sepersen pun yang dikeluarkan untuk menghubungi layanan 112,” kata Eddy saat jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (13/02/19).

 

Namun, Eddy mengaku, masih saja ada oknum yang menggunakan layanan itu hanya sekedar main-main atau iseng. Ia mencontohkan, seperti adanya laporan kebakaran di lokasi x, namun setelah dicek, ternyata laporan tersebut nihil. Bahkan, kadang juga ada masyarakat yang hanya sekedar mencoba-coba layanan 112 tersebut. “Ada juga yang hanya bertanya seperti nama kepala dinas. Ada juga yang telpon terus diam. Ada juga yang telpon terus terdengar suara ngaji,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar betul-betul memanfaatkan layanan 112 saat dalam kondisi darurat. Sebab, ketika masyarakat menghubungi layanan 112, hanya ada 17 line telpon yang tersambung, sehingga ketika banyaknya telpon masuk secara bersamaan otomatis sebagian akan terpending dan terekam dalam database. “Dengan pengalaman-pengalaman dari kejadian kemarin, kami mohon kepada warga untuk tidak telpon isenglagi,” pesannya.

 

Eddy menyampaikan pihaknya telah mengklasifikasikan laporan-laporan yang masuk itu ke dalam 38 kategori. Data tahun 2018 tercatat, angka tertinggi ada pada laporan kasus kecelakan sekitar 12,96 persen. Sementara laporan darurat medis sekitar 8,81 persen, sambungan PDAM sekitar 4,9 persen, PLN 6,8 persen, dan kejadian kebakaran sekitar 3,87 persen. “Jadi ini evaluasi tahun 2018 sudah kami rekap data-data yang masuk ke kami seperti itu,” ungkapnya.

 

Dalam tiga hari terakhir, lanjut dia, tercatat sebanyak 1025 laporan yang masuk ke CC Room 112. Pada tanggal 9 Februari 2019 ada 163 laporan telpon yang masuk, namun sekitar 50 palsu. Tanggal 10 Februari 2019, tercatat sebanyak 423 telpon yang masuk, sementara 257 dianggap palsu. Dan tanggal 11 Februari 2019, tercatat sekitar 439 telpon masuk, yang 263 palsu. “Makanya kami mohon kepada warga Kota Surabaya, mari bantu kami dengan memberikan informasi yang betul, supaya kami bisa melayani masyarakat dengan baik dan cepat. Karena yang kami layani adalah terkait dengan kedaruratan, baik itu nyawa manusia, nyawa orang lain, ataupun nyawa binatang,” terangnya.

 

Kendati demikian, pihaknya sangat menyayangkan banyaknya jumlah laporan palsu yang masuk ke layanan 112. Karena itu, ke depan Pemkot Surabaya akan menggandeng Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Surabaya untuk mengatasi hal tersebut. Ketika ada oknum yang menggunakan layanan itu untuk iseng atau sekedar main-main, maka pihaknya akan melaporkan data rekaman dan nomor penelepon ke Polrestabes Surabaya agar dilakukan penyelidikan. Sebab, setiap telpon yang masuk ke 112, akan tercatat baik nomor dan suara rekaman si penelepon. “Kita juga koordinasi dengan Satreskim Polrestabes Surabaya. Ketika ada telpon-telpon yang menganggu, sifatnya iseng maka Polrestabes Surabaya akan menyelidikinya,” tegasnya.

 

Kasatreskim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengimbau kepada masyarakat apabila tidak ingin menggunakan layanan 112 setidaknya jangan menganggu, atau tidak digunakan hanya untuk sekedar iseng. Sebab, tujuan dibuat layanan 112 adalah untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang siap selama 24 jam. “Bagi yang menganggu, sesuai dengan ketentuan hukum dan aduan dari Pemkot Surabaya maka akan kami tindak lanjuti. Soal masuk atau tidak dalam kategori pidana, nanti akan kita selidiki,” katanya.

 

Ia menambahkan pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi bersama Pemkot Surabaya dalam melayani masyarakat. Bahkan, kini layanan 112 juga sudah tersambung dengan Contact Center 110 Polri. Oleh karena itu, ia menegaskan kepada masyarakat agar betul-betul memanfaatkan layanan itu dengan benar. “Saya mengimbau agar 112 dimanfaatkan dengan betul dalam hal kepentingan atau kebutuhan masyarakat Surabaya,” pungkasnya. (mar)

 

Kamtibmas Polsek Krembangan Mengubah Budaya Tongkrongan Milenial yang Bermanfaat

SURABAYA (Swaranews) – Kapolsek Krembangan pimpin kegiatan program unggulan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan cara melakukan lembinaan terhadap pemuda pemudi generasi milenial yang ada di Jalan Ikan Gurami III, pada Jum’at (8/2/2018) pukul 20.00 WIB sampai selesai.

Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Krembangan KOMPOL Esti Setija Oetami S.H bersama Kanit Lantas Polsek Krembangan IPTU Isminto S.H, dan Panit Binmas IPTU Rossa Pangandaheng serta Bhabinkamtibmas Perak Barat Aiptu Yanuri. S.H.

Bunda Esti menjelaskan, kegiatan ini menindaklanjuti permohonan dari Ketua RT kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, dalam mengarahkan muda mudi generasi Milineal dengan diisi bimbingan praktis komunikasi dalam menggunakan bahasa Inggris supaya kaum milenial tidak melakukan tongkrongan di tempat – tempat sepi yang tidak jelas kegiatannya dan tidak ada manfaatnya.

Sambung Bunda Esti, kepada Ibu Ketua PKK RT 03 dan Ketua RT 03,” Semoga dapat ikut serta bertanggung jawab terhadap perkembangan generasi muda di lingkungannya. Kami sampaikan kepada guru Bahasa Inggris Ibu Navisatul Izzah, M.Tesol , lulusan S2 dari perguruan tinggi Australia, yang kegiatan sehari- hari mengajar di SMP Alam Insan Mulia Medokan Ayu Surabaya.”

“Kegiatan pembelajaran muda -mudi tersebut, saat ini diikuti sekitar 17 pemuda pemudi dengan latar belakang yang berbeda, ada yang masih sekolah, putus sekolah, ada juga yang sudah bekerja,” harap Ketua RT 03 Ikan Gurami Kelurahan Perak Barat. “Kedepannya akan terus melakukan pengawasan terhadap pemuda disekitarnya, apabila ditemukan pemuda pemudi yang masih melakukan tongkrongan tidak jelas kegiatannya dan tidak ada manfaatnya, di lingkungan RW 05, Ikan Gurami Kel Perak Barat Kecamatan Krembangan akan diarahkan dengan cara mengajak pemuda pemudi tersebut, bergabung mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris bersama kami,” terang Bunda Esti

“Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak Bulan November 2018, sebagai wujud menindak lanjuti Program Unggulan Bapak Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Senin Militan melaksanakan giat Cangkrukan Kamtibmas di RW 05 Jalan Ikan Gurami, dan kami menerima keluhan warga bahwa di sekitar tempat sepi di Jalan Ikan Gurami tersebut,” ucap Bunda Esti

Masih kata Bunda Esti, banyak pemuda pemudi yang melakukan tongkrongan tidak jelas kegiatannya dan tidak ada manfaatnya , rawan melakukan perbuatan yg melanggar Hukum seperti konsumsi miras, Double L, narkoba , tawuran dan sebagainya.

Selanjutnya Polsek Krembangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, memfasilitasi kegiatan yang ada di lingkungan lokasi tersebut, untuk menyelamatkan pemuda pemudi generasi milenial yang masih dapat menjadi penerus bangsa yang ada di lingkungan tersebut,” ujar Bunda Esti kepada wartawan.

“Harapan Polsek Krembangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Pemuda pemudi Jalan Ikan Gurami, berkenan bekerjasama dengan menjadi mitra Kepolisian Republik Indonesia,” tandas Bunda Esti. (Ari)

Hasilkan Ratusan Karya Berkat Inspirasi dari Wali Kota Risma

SURABAYA (Swaranews) – Profesor Richardus Eko Indrajit dikenal sebagai pakar teknologi, akademisi, sekaligus penulis puluhan buku dan ratusan modul jurnal ilmiah. Karya yang telah dihasilkannya itu, kini telah banyak dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, karya dia juga banyak digunakan sebagai rujukan informasi di kalangan akademik. Namun, dalam menghasilkan ratusan karya itu, tidak lepas atas dorongan dan motivasi dari berbagai pihak, baik orang tua, keluarga, para guru, maupun kalangan akademisi.

Prof Richard – sapaan lekatnya mengatakan di usianya yang menginjak ke 50 tahun, ia secara pribadi ingin memberikan penghargaan kepada 25 guru dan 25 kampus yang telah berjasa membimbingnya, sehingga ia telah berhasil menciptakan ratusan karya. Namun menariknya, dari 25 guru yang telah berjasa itu, diantaranya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Dari 25 guru-guru yang banyak memberikan masukan saya, mengajarkan saya, salah salah satunya adalah Bu Risma,” kata dia usai bertemu dengan Wali Kota Risma di ruang kerja Balai Kota, Selasa, (12/02/19).

Dahulu, lanjut dia, Wali Kota Risma banyak mengajarkannya tentang E-GovernmentSmart Cityhingga Teknologi Informasi untuk pelayanan publik. Bahkan, karya-karya ilmiah yang telah ia hasilkan, banyak terinspirasi dari masukan-masukan dan arahan Wali Kota Risma. “Saya bikin beberapa buku, beberapa modul kuliah banyak diinspirasi dari pengalaman-pengalaman beliau (Wali Kota Risma),” ujarnya.

Karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Chairman of PGRI Smart Learning and Character Center ini mengaku, ingin memberikan karya-karya ilmiahnya kepada Wali Kota Risma sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih. Terlebih, ia menilai, bahwa sosok Wali Kota Risma adalah seorang guru yang banyak berjasa dalam kehidupannya. ”Bu Risma itu saya anggap sebagai guru kehidupan saya. Jadi saya memberikan semacam hadiah penghargaan, terima kasih karena sudah mau menjadi guru saya di usia saya yang (memasuki) 50 tahun ini,” katanya.

Selain aktif sebagai pakar teknologi informasi, Prof Richard juga menjadi akademisi di beberapa universitas terkemuka di Indonesia. Diantaranya, Universitas Indonesia, Curtin University of Technology, Universitas Trisakti, Edith Cowan University, dan IPMI-Monash University. Ia berharap bahwa karya-karya yang telah dihasilkan dapat mendukung untuk kemajuan pendidikan di Surabaya. “Selama saya hidup, saya membuat ratusan artikel, buku-buku, itu semua saya buka untuk publik. Tadi soft copy nya saya kasih ke ibu (Bu Risma), siapa tahu bisa dipakai di perpustakaan Surabaya, bisa dinikmati banyak orang,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Risma pun menyambut baik kedatangan Prof. Richard di ruang kerjanya. Selama satu jam lebih, ia berbincang-bincang banyak mengenai transformasi Kota Surabaya. Bahkan, dalam pertemuan itu, Wali Kota Risma bersyukur bisa mendapat karya-karya dari salah satu pakar teknologi terkemuka di Indonesia. “Terima kasih banyak Prof, mimpi apa saya semalam dapat penghargaan ini,” ujar Wali Kota Risma kepada Prof. Richard.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa masalah pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah. Namun, seorang kepala daerah juga harus concernterhadap kualitas pendidikan di wilayahnya. Karena itu, selama ini wali kota dua periode itu, dikenal sangat concernterhadap perkembangan pendidikan anak-anak Surabaya. “Sudah menjadi kewajiban saya, karena saya juga menjadi ibu (orang tua) bagi anak-anak Surabaya,” pungkas Wali Kota Risma. (mar)

Ikut Bangga Persebaya U-17 Juara Piala Soeratin, Wali Kota Risma Berikan Uang Pembinaan

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut bangga anak-anak Persebaya Surabaya U-17 meraih juara nasional Piala Soeratin U-17 2018. Para pemain dan official serta Presiden Persebaya Azrul Ananda akhirnya dijamu oleh Wali Kota Risma di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam, Selasa (12/2/2019).

Di sela-sela makan siang itu, Wali Kota Risma memberikan uang pembinaan sebesar Rp 40 juta kepada para pemain Persebaya U-17 yang diterima langsung oleh kapten timFachrul Inzaghi. Sebaliknya, Presiden Persebaya Azrul Ananda menyerahkan kenang-kenangan kepada Wali Kota Risma berupa kaos Persebaya bertuliskan nomor punggung 1 atas nama Risma.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengaku ikut bangga kepada anak-anak Persebaya Surabaya U-17 yang sudah meraih juara. Menurutnya, kejuaraan yang sifatnya berkelompok itu jauh lebih sulit dibanding perseorangan, karena harus memiliki satu visi yang sama untuk menjadi juara. “Alhamdulillah anak-anak Persebaya U-17 ini bisa meraih juara Piala Soeratin. Saya sangat bangga anak-anak ini bisa menjadi juara,” kata Wali Kota Risma saat jamuan makan siang itu.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma pun mencoba mengobarkan semangat tim Persebaya Surabaya U-17 supaya tidak cepat puas dengan prestasi juara kali ini. Ia pun berharap anak-anak Persebaya itu bisa terus mengejar prestasi di kejuaraan yang lain, sehinga dapat membuat bangga Wali Kota Risma dan warga Kota Surabaya. “Sekali lagi jangan pernah puas, jangan hanya kali ini. Buatlah bangga Kota Surabaya, buatlah bangga negara ini,” ujarnya.

 

Menurut Wali Kota Risma, pahlawan zaman sekarang adalah pejuang seperti mereka yang mengangkat bendera Surabaya bisa berprestasi di Indonesia atau pun di luar negeri. Bukan lagi berperang melawan penjajah, karena saat ini musuhnya sudah tidak ada. “Kalau mau berperang melawan siapa? Tidak ada musuhnya. Jadi, perangnya ya seperti kalian ini mengibarkan bendera Surabaya di Indonesia atau pun luar negeri. Saya yakin kalian bisa,” kata dia.

 

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan dalam waktu dekat Pemkot Surabaya akan membuat musim olahraga. Museum itu nantinya akan diisi oleh peninggalan sejarah olahraga Surabaya beserta foto-foto atlet olahraga asal Surabaya yang meraih prestasi gemilang di masanya. “Ibu akan membuat museum olahraga, sehingga kelak foto-foto kalian bisa ditempel di museum itu jika kalian terus berprestasi. Supaya anak cucu kalian bisa lihat dan bangga,” katanya.

 

Selain itu, Wali Kota Risma menambahkan di sisa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya yang sudah tinggal dua tahun lagi, ia akan menggarap human development hingga akhir. Oleh Karena itu, ia mengaku akan terus mendorong anak-anak Surabaya untuk berprestasi di bidang apapun, sehingga banyak anak-anak Surabaya yang multitalenta.

 

“Jadi, mereka itu boleh berprestasi di bidang apapun. Prestasi itu tidak hanya di bidang pendidikan formal. Tapi juga harus multitalenta yang berprestasi. Kalau itu terjadi, maka suatu saat kita bisa melihat anak-anak bisa berprestasi di bidang apapun,” ujarnya.

 

Makanya, ke depan Wali Kota Risma mengaku juga akan melakukan perawatan lapangan-lapangan yang tersebar di beberapa titik di Surabaya. Bahkan, tahun ini akan ada pembangunan lapangan baru yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga Surabaya, terutama anak-anak.“Kita sudah banyak buat lapangan bola dan ini akan saya treatment khusus untuk merawat lapangan bola. Nanti Dispora juga kita belikan tangki, sehingga bisa digunakan untuk menyiram rumputpada saat musim kemarau, sehingga rumput-rumputnya tetap bagus,” kata dia.

 

Sementara itu, Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih banyak kepada Wali Kota Risma dan jajaran Pemkot Surabaya yang telah mengapresiasi juara ini. Bagi dia, perjuangan Persebaya itu dilakukan hanya untuk Kota Surabaya. “Tentu ini membawa nama Kota Pahlawan. Mengharumkan dan membuat bangga Kota Surabaya,” ujarnya.

 

Ia juga mengaku sangat bangga kepada seluruh pemain Persebaya U-17 yang telah berhasil menjuarai piala Soeratin ini. Keberhasilan Persebaya U-17 ini tidak hanya menginspirasi para juniornya yang ada di bawahnya. Namun, ini juga menginspirasi para seniornya untuk terus mengejar juara. “Ini kado 2018 yang sangat luar biasa. Semoga ini bisa menginspirasi Persebaya untuk mengejar piala. Semoga kita bisa mengakhiri tahun 2019 semanis kita mengawali tahun 2019 ini,” pungkasnya. (mar)

Genpi Unitomo Dilantik Kemenpar RI

SURABAYA (Swaranews) –
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Guntur Sakti mengungkapkan, potensi Pariwisata di Kawasan Pulau Madura mengalami perkembangan yang menggembirakan.

“Perkembangan yang menggembirakan itu tidak terlepas dari dukungan yang optimal terkait persoalan atraksi, dan akses tranportasi,” ujar Guntur Sakti yang pernah menjadi Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Riau dihadapan 500 siswa SMA-SMK Se Surabaya, peserta Dialog Cinta Pariwisata di Gedung Ki Muhammad Saleh Kampus Unitomo (7/2/2019) dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang dipusatkan di Surabaya .

“Yang tidak kalah pentingnya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten sangat tinggi untuk mengembangkan dan memajukan potensi obyek wisata,” imbuhnya penuh semangat.

Dihadapan para pelajar calon penerus pemimpin bangsa, Guntur menjelaskan eskalasi tahun politik yang cukup memanas tidak memiliki efek yang dapat mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Adanya bencana alam dan aksi teroris keduanya dapat berdampak terhadap kunjungan wisman ke Indonesia,” katanya.

Diungkapkan Guntur, tidak tercapainya target kunjungan wisman ke Indonesia tahun 2018 tidak terlepas faktor pengaruh bencana alam seperti erupsi Gunung Agung, Gunung Rinjani di Lombok dan jatuhnya pesawat Lion Air.

Berbicara Generasi Pesona Indonesia (Genpi), Guntur berharap, Genpi Unitomo tidak hanya dapat mengupayakan tentang pengembangan potensi Pariwisata Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya. “Generasi muda utamanya pelajar dan mahasiswa perlu memahami dan mengetahui kekayaan alam Pariwista Indonesia yang penuh pesona. Jika ada kesempatan bisa mengunjungi pesona kekayaan keindahan Indonesia, itu lebih baik,” pinta Guntur seusai melantik Genpi Unitomo. (Km)

DIALOG GARENG – PETRUK (DiGARUK)… “GURU ..DIGUGU (DIGANGGU) DAN DITIRU”

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism
Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia.

KANG Gareng tertunduk lesu ketika mendengar keponakannya tercinta yang semata wayang putranya Petruk menganiaya gurunya di sekolah.

Kang Gareng secara samar melihat seorang siswa dengan bangganya melecehkan gurunya dan disebarluaskan melalui media secara vital..bukan yang betul Viral. “Lha iya, Truk cerita dan realitasnya kok berbeda…bedak campur arang ..tidak jarang menceritakan bahwa anaknya yang duduk di bangku Taman Pendidikan Menengah di sekarang SMP sikapnya adap asor sopan santun dan.menghargai orang tua,” tutur kang Gareng kepada cak No selaku CEO Warno (Warung Cak No) yang sibuk meracik kopi Lunget (Luwak Anget).

Ketika kang Gareng sedang menikmati Roti Bantal Mini (RBM) dikejutkan kehadiran Petruk yang penuh ekpresi kegembiraanya. “Hallo Kang apa kabar, kripik ditaruh meja …baik-baik saja, ” ujar Petruk penuh semangat.. “Baik…..”Jawab Kang Gareng singkat sembari sinis tanpa melihat wajah Petruk.

“Hawane Panas kok Mendung ….lho Kang Gareng… Sambutanmu .. mangkok beli di Kalianak …kok Gak Enak …ada masalah apa…,” ujar Petruk sembari memandang wajah kang Gareng”.

“Ngak ada masalah ..apa-apa …bro Truk,” kata Gareng bernada tinggi. Petruk merasa bingung melihat suasana tidak seperti biasanya ada kesan beku seperti es batu yang belum cair.

“Hai. Kang Gareng jujur saja…ada ganjalan apa. Jangan ada dusta diantara kita …. Jujurlah padaku …,” ujar Petruk bernada canda sekaligus untuk memecah kebekuan. “Jujur Truk …pret..pret… hidup ini memang penuh panggung sandiwara…cocok iwak endok memang lagumu benar untuk ..pret,” jelas kang Gareng yang bicaranya mulai mencair.

Petruk mulai dapat menangkap kesinisan kang Gareng kepadanya.
“Yo kang Gareng …saya bisa memahami apa yang terjadi ..kejujuran…pret …apa memang saya selama ini bersikap penuh topeng begitu..kalau berani beberkan …,” tantang Petruk penuh percaya diri. “Yo Truk, Pramuka bersahaja… terbuka saja…bagaimana sebenarnya caramu mendidik anak ..pakai pola apa yang kamu terapkan ..sampai anakmu semata wayang ..ya keponakanku tersayang sampai seperti insan yang kehilangan akal sehatnya..padahal.anakmu itu manusia bukan satwa,”jelas Kang Gareng sembari matanya berbinar-binar. “Ke Gresik… ketemu Dewi Persik …sik…sik… ya persoalan apa.. Kok sampai menyangkut anakku kang Gareng,” tandas Petruk.

“Ya anakmu bukan persoalan rahasia lagi …anakmu sudah membuat heboh mayapada alias dunia ..jelasnya anakmu yang kamu banggakan sudah mencemarkan keluarga besar romo Semar ..memang nasi sudah menjadi bubur…Truk,” beber kang Gareng dengan berapi-api.

“Nasi sudah jadi bubur ya diibuat Bubur ayam Amarta yang kini terkenal dengan bubur Ayam Jakarta ….hahaha..lha warta anakku menghebohkan dunia maya ..ya menghebohkan apa kang ..wong anakku ..wong mendem makan bayem…adem ayem, “ucap Petruk penuh ekpresi.

“Wong sudah jelas menghebohkan .. kok ya masih mangkir ….Petruk..Petruk… ponakanku itu …melecehkan gurunya dikelas …berani menganiaya .. bahkan memegang kepala Gurunya yang gajinya 450 Ribu Rupiah….terus sanksi ..apa bagimu anakmu yang kurang ajar itu, Truk,” urai Gareng sembari tangannya memegang kepala.

“Wuallah …wuallah …tidak mungkin anakku semata wayang berbuat sekurang ajar itu kang …kalau memang buktinya mana dan peristiwanya terjadi di mana,”jelas Petruk, sembari memandang tajam wajah kang Gareng.

Kang Gareng dengan penuh keyakinan memberikan bukti keterlibatan anak Petruk berbuat kekerasan di sekolah. “Bukti sudah jelas Truk..masyarakat sudah melihat secara viral…peristiwanya terjadi di Kadipaten Wiringanom ..opo kurang jelass ..,” ujar Gareng bernada tinggi.

“Okey ..memang bukti ada ..jelas tapi ya tidak jelas ..pasalnya itu belum tentu anak saya kang …,” tutur Petruk dengan tenang.

“Lha sudah jelas kok kamu masih tidak percaya Truk..,” kilah kang Gareng sembari tersenyum.

“Terus terang itu bukan anak saya ..anak saya sekolah di Karang Kadampel dan yang di viral sekolahnya dimana Kang,” kata Petruk bernada tanya.

“Anak yang berani melawan guru..sekolah di Wiringanom…dan anakmu di Karang Kadampel..berarti bukan anakmu Truk…,” ujar kang Gareng bernada sendu. “Yo Tukang las dadakan….ya jelas bukan Kang….Petruk itu tetap komitmen dalam mendidik percuma anak pinter tidak memiliki budi pekerti luhur..etika. . estetika…setrika itu hahaha,” tegas Petruk sembari tersenyum.

“Etika ..estetika…setuju tapi kalau ..Setrika..nanti dulu ..yang penting … ponakannku ..tetap terjaga dari perbuatan tercela..semoga menjadi calon penerus pemimpin yang cerdas dan berkarakter …ke Krian lewat Telasih naik truk…sekian trima kasih Petruk…maaf yo truk..,” kata kang Gareng sedikit menyesal atas sikapnya yang gegabah.

“Yo kang..makanya .. jangan banyak makan pisang mentah… hahahaha..agar lebih jitu kalau mengkaji sesuatu.. Berpikirlah sebelum bicara kang…ya sekali saya maafkan meski belum lebaran,” pungkas Petruk sembari membetulkan kuncirnya. (Km)

GURU PEMAAF ITU DARI GRESIK

oleh: Jaenuri S. Pd (Guru SMA Negeri 1 Gresik)

Email  : j4en74@gmail.com

Akhlak mulia secara keilmuan pengetahuan merupakan bagian dari konsep karakter yang diterapkan dalam pembelajaran di sekolah saat ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) pengertian karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lainnya. Akhlak atau karakter merupakan perilaku spontan yang diperlihatkan oleh individu dalam merespon peristiwa atau situasi yang dihadapi. Faktor lingkungan dalam pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting karena perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh stimlus lingkungan. Faktor dominan yang mempengaruhi pembentukan karakter individu adalah rekayasa lingkungan fisik, budaya sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik dan metode mengajar. Rekayasa lingkungan dapat dilaksanakan dengan keteladanan, intervensi, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan penguatan.

Peserta didik yang menginjak usia remaja sangat rentan masalah emosional. Relasi dengan teman sebayanya dirasakan lebih menarik dibandingkan relasi dengan keluarganya. Keberadaan keluarga masih sangat penting bagi anak usia sekolah, namun mereka mementingkan dan mendahulukan pergaulan dengan teman sebaya. Tidak jarang mereka terjerat dalam kegiatan yang membahayakan dirinya sendiri atau teman sebayanya. Keinginan yang besar untuk mengembangkan kemandirian sering membuat peserta didik bertindak menentang dan menunjukkan keinginan untuk mencoba hal-hal baru dan pengalaman baru.

Sekolah merupakan tempat untuk membentuk nilai-nilai melalui pembiasaan kedisiplinan, kejujuran, semangat pembelajaran. Selain itu juga sebagai sarana mengembangkan diri (siswa) dalam beperilaku yang sesuai dengan akhlak mulia yang akan berdampak pada kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat). Jika pendidikan di sekolah penuh dengan kedisiplinan, kejujuran dan kasih sayang akan menghasilkan luaran yang memiliki karakter yang baik.

Berawal dari beredarnya vidio di media sosial instagram bahwa seorang guru honorer mendapatkan perlakukan kurang ajar dari siswanya. Info dari berbagai sumber dan media menyebutkan bahwa siswa tersebut di tegur karena merokok dalam kelas, namun siswa tidak menerima teguran dan seakan menantang si guru. Bahkan siswa berinisial AA menarik kerah baju sang guru. Kelas yang memiliki daya tampung 32 siswa tidak ada satu siswa pun yang berani melerai, bahkan teman-temannya menertawai aksi tidak terpuji tersebut. Reaksi guru tetap sabar meskipun ditantang siswa dan diejek oleh siswa dalam kelas. Warga net dan para netizen sangat marah, mencemooh dan bahkan menghujat ulah sikap siswa. Kejadian ini berlangsung hari Sabtu tanggal 9 Februari 2019 di Sekolah SMP PGRI Wringinanom kecamatan Wringinanom yang menimpa salah satu guru pengajar sangat menghebohkan dunia pendidikan khususnya kabupaten  Gresik dan umumnya seluruh negeri ini. Perkembangan peristiwa vidio sang guru (NK) Nur Khalim memperlihatkan betapa sabarnya sebagai seorang pendidik. Perbuatan siswanya sudah DIMAAFKAN, karena NK tidak ingin kasus berkepanjangan. Bahkan yang membikin salut dalam peristiwa ini, sang umar bakri meminta tidak dilanjutkan dalam ranah hukum. NK merasa tertantang agar bisa mendidik siswanya menjadi lebih baik. Proses mediasi dalam kejadian ini melibatkan sekolah, dinas pendidikan kabupaten gresik, kepolisian dan tokoh masyarakat berjalan dengan kekeluargaan.

Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Gresik mengingatkan kita pada kasus serupa dari kota Sidoarjo, Jawa Timur. Seorang guru SMP Raden Rahmat Balongbendo bahkan sampai diadili Pengadilan Negeri Sidoarjo. Guru yang bernama Muhammad Samhudi dilaporkan ke polisi dan di tuduh mencubit siswanya. Hal tersebut dialami Pak Samhudi lantaran siswanya mengadu pada orang tuanya yang anggota TNI. Orang tuanya tak menerima jika anaknya diperlakukan seperti itu. Tindakan orang tua tersebut menuai protes dari kalangan tenaga pendidik. Pak Samhudi mendapat dukungan dari berbagai daerah, termasuk dukugan dari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Kejadian di Sampang Madura  pada awal tahun 2018 menerpa pada guru ABC (Ahmad Budi Cahyono) yang bertugas di SMAN 1 torjun Sampang Madura Jawa Timur. Guru ABC di pukul siswa sampai meninggal dunia. Hal ini terjadi ketika siswa berinisial MH tidak mendengarkan pelajaran yang disampaikan, malah mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Dalam Undang-undang Guru dan Dosen tahun 2005 mewajibkan guru memenuhi 7 tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai,  melatih dan mengevaluasi. Sebagai guru dituntut untuk bersabar, berbesar hati dan pemaaf bagi siswa-siswanya. Dari beberapa kejadian tersebut semoga menjadikan pelajaran bagi orang tua, guru, masyarakat dan semua pemerhati pendidikan untuk tidak terulang lagi. Pada saat proses penulisan ini mendapatkan info bahwa guru yang bersangkutan mendapat tawaran untuk beribadah umrah. Serta serangkaian tabungan dari para simpatisan guru sabar dan pemaaf.

Wali Kota Risma Terpukau Dengan Hasil Karya Pangeran dan Puteri Lingkungan 2019

SURABAYA (Swaranews) – Ada hal yang menarik saat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima 20 orang Pangeran dan Puteri Lingkungan 2019 di Ruang Sidang Wali Kota, pada Senin, (11/2/2019) sore. Dalam pertemuan ini, Wali Kota Risma dibuat terpukau dengan hasil cipta dan karya para pelajar SD dan SMP Se-Surabaya. Bahkan dua diantara paparan pelajar tersebut, akan coba diajukan untuk hak patennya.

 

Salah satu karya pelajar yang menarik perhatian Wali Kota Risma adalah mengubah sampah popok bekas pakai menjadi pupuk yang bermanfaat dalam bercocok tanam. Hasil karya ini, dilakukan Muhammad Izaz Khoirullah Alkhalid, siswa kelas 8 SMPN 23 Surabaya, bersama dengan empat orang guru IPA di sekolahnya.

 

“Gel popok bekas pakai bisa membuat tanah menjadi lembab, sehingga mengurangi penggunaan air saat menyirami tanaman. Tanaman juga menjadi lebih subur, karena bakteri amonia pada popok bisa membantu pertumbuhan pada tanaman,” kata pelajar yang akrab dipanggil Izaz saat presentasi di depan Wali Kota Risma.

 

Menurut Izaz, proses mengubah popok jadi pupuk ini membutuhkan waktu satu bulan. Caranya, popok bekas pakai dicuci bersih lalu disemprot dengan air, lalu dikeringkan sedikit agar berubah menjadi gel. Kemudian gel tersebut diambil dan dicampur dengan pupuk kompos, serta didiamkan selama sebulan hingga akhirnya bisa dipakai.

 

Hasil karya Izaz ini sudah dimulai sejak awal tahun 2018 kemarin. Dalam setahun terakhir, Izaz sudah memproduksi 150 kilogram pupuk. Sejauh ini, 100 kilogram pupuk sudah terjual seharga Rp 10 ribu / 5 kilogram. Produk pupuk Izaz ini sudah digunakan oleh para orang tua murid di SMPN 23 Surabaya.

 

Melihat hasil karya ini, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini meminta kepada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk bisa mencoba menggunakan pupuk Izaz di taman – taman. Tidak hanya itu, ia juga meminta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Eko Agus Supriadi untuk membantu mematenkan hasil karya pelajar SMP ini.“Sepanjang tidak mengecewakan guru dan orang tua dengan nilai yang stabil dan tidak turun, itu tidak masalah cari uang dan kaya sejak kecil,” pesan Wali Kota Risma kepada Izaz.

 

Menurut wali kota sarat prestasi ini, para pelajar yang terpilih menjadi Pangeran dan Puteri Lingkungan 2019, merupakan anak – anak yang luar biasa. Hal ini terlihat, ketika para pelajar tersebut berkomunikasi menyampaikan hasil karya dengan lugas dan jelas kepada publik bukan hal yang biasa. Terlebih, apa yang dipaparkan para pelajar itu bisa mempengaruhi orang lain untuk peduli dengan lingkungannya. “Kalian adalah tunas luar biasa dari negara ini, lanjutkan yang selama ini kalian lakukan. Terima kasih sayang, sudah jadi anak yang luar biasa,” ujarnya.

 

Pada kesempatan ini, Wali Kota Surabaya juga berpesan kepada para pelajar agar tetap hormati guru dan orang tua. Menurutnya, karena tidak mungkin para pelajar tersebut jadi anak yang pandai, jika bukan karena mereka. “Jangan menjadi anak yang cengeng dan gampang mengeluh. Karena yang menjadi pemenang adalah orang tangguh, bukan yang cengeng,” kata dia saat memberikan semangat dan motivasi kepada para pelajar peduli lingkungan tersebut.

 

Ia menyampaikan, tantangan di era digital ini berat, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan ejekan cukup banyak. Untuk itu, dia meminta para pelajar SD dan SMP ini untuk terus berkomitmen dan tidak takut. “Dikarenakan ini juga bermanfaat bagi teman dan lingkungan,” pungkasnya.

 

Sekedar diketahui, program Pangeran dan Puteri Lingkungan ini sudah berlangsung sejak tahun 2002. Dari seleksi sekitar 400 siswa lebih pelajar SD dan SMP, diambil 40 finalis hingga akhirnya diputuskan juara 10 pelajar terbaik tingkat SD dan 10 terbaik tingkat SMP. Mereka yang terpilih menjadi juara merupakan siswa yang memiliki kualifikasi serta berkontribusi nyata selama 6 bulan terakhir. Melalui program in6i, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong para pelajar dengan harapan menumbuhkembangkan kecintaan mereka sejak dini terhadap lingkungan. (mar)

Ads