Beranda blog Halaman 4

Kunjungi Korban Kebakaran, Wali Kota Risma: Saya Siapkan Rusun dan Bantu Pindahan

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya turun langsung untuk menjenguk sekaligus memberi bantuan kepada korban yang rumahnya mengalami kebakaran bertempat di Jalan Bulak Rukem Timur gang II F. Dalam peristiwa kebakaran itu, mengakibatkan tujuh rumah hangus dilalap si jago merah, Kamis, (11/4/2019).

 

Wali Kota Risma dalam kunjungannya ke posko korban kebakaran siang tadi menyampaikan kesediaannya membantu para korban agar mendapatkan tempat tinggal layak huni. Selanjutnya, korban kebakaran akan tinggal di Rumah Susun Tambak Rejo. “Sudah yang mau siapa, karena kalau dibenahi juga susah. Kita bantu pindahkan ke rumah rusun. Saya siapkan dulu rusun di sana, nanti kalau sudah siap bapak ibu kami bantu pindahan ke sana,” kata Wali Kota Risma di sela-sela kunjungannya, Sabtu, (13/04/19).

 

Ia menyampaikan tanah bangunan yang ditempati oleh korban kebakaran merupakan bukan hak milik, sehingga lebih efektif jika korban dipindahkan ke rusun. Tetapi jika bangunan mereka hak milik, Wali Kota Risma bersedia membantu melalui Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK). “Tanahnya juga bukan tanah milik bapak-ibu. Kecuali kalau tanahnya milik bapak-ibu bisa saya bantu menggunakan (RSDK). Tapi kalau bukan tanahnya bapak-ibu, bagaimana caranya,” ujarnya saat berada di lokasi kejadian.

 

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan alternative kepada korban kebakaran agar mau pindah ke rusun. Selain bantuan berupa rusun, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa sepeda, untuk alat transportasi bagi anak-anak korban kebakaran untuk bersekolah.

 

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan hari ini pihaknya bakal membantu evakuasi pindahan korban kebakaran ke rusun. Di rusun tersebut, semua sudah tersedia. Selain bantuan berupa rusun, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa pakaian, selimut, dan sarung.

 

“Di sana (rusun) semua sudah tersedia, saya juga tanyakan ke korban ternyata barangnya tidak ada yang tersisa. Sehingga bantuan dari BPB, juga akan kami berikan. Seperti pakaian, pakaian dalam, selimut, dan sarung,” kata Eddy.

 

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah memasak lontong menggunakan tungku yang mengakibatkan enam rumah terbakar.

 

“Untuk dugaan sementara begitu, rumah non permanen yang terbuat dari triplek dan sesak bambu jadi mudah terbakar,” tutur Irvan.

 

Ia mengungkapkan, sebelumnya informasi kebakaran tersebut diterima oleh tim Command Center 112 pada pukul 20.51 WIB. Kemudian petugas memberangkatkan total 17 unit mobil PMK. Unit tempur tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pukul 20.58 WIB. “Petugas langsung memadamkan api dan dinyatakan aman Pukul 21.33 WIB,” imbuhnya.

 

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bersama bagi semua, untuk lebih berhati-hati dan mengantisipasi bahaya kebakaran. Karena itu, pihaknya bakal terus mengadakan simulasi dan sosialisasi bahaya kebakaran untuk wilayah-wilayah padat penduduk.

 

“Kita tumbuhkan awarnesskepada warga tentang bahaya kebakaran dengan simulasi dan sosialisasi di tingkat RT dan RW khususnya kawasan padat penduduk,” pungkasnya. (mar)

 

KPU Kota Surabaya Menyatakan Tidak Ada Hitung Cepat

SURABAYA (Swaranews) – Meskipun sebagai Ibukota Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya tidak akan ada penghitungan cepat atau “Quick Count” dalam pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019.

Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Divisi Sumberdaya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Muhammad Kholid bahwa pada Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legiskatif kali ini tidak ada hitung cepat yang khusus di Kota Pahlawan ini.

“Kebetulan tidak ada untuk yang khusus Kota Surabaya. Mungkin ngambilnya beberapa kabupaten dan atau Kota atau seprovinsi,” ujarnya, Jum’at (12/4/2019).

Muhammad Kholid menerangkan bahwa “real count” atau hitung asli versi KPU tetap ada dengan menunggu hasil perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), rekapitulasi di Panitia Pamilihan kecamatan (PPK) hingga KPU Kota Surabaya.

“Jadi kalau di Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) KPU RI, selesai penghitungan suara di TPS, ada satu salinan yang dibawa ke KPU Surabaya untuk discan dan diupload,” jelasnya.

Istilah “real count” atau scan C1 (form berita acara), lanjut Kholid, yaitu hasil penghitungan di TPS yang dituangkan dalam C1, discan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan diserahkan ke KPU kabupaten/kota, lalu dikirim ke KPU RI untuk ditampilkan dalam bentuk tabulasi secara real time di laman KPU.

Terpisah, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Hidayat mengatakan ada lima dari 51 lembaga pemantau pemilu yang terdaftar di Bawaslu RI yang akan melakukan pemantauan dalam pelaksanaan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Surabaya.

Lima lembaga pemantau pemilu tersebut adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan Forum Masyarakat Peduli Jatim (FMPJ).

“Lembaga pemantau pemilu merupakan mitra kami yang membantu melakukan pengawasan jalannya Pemilu 2019,” ungkapnya.

Hidayat menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif pemilu oleh lembaga pemantau pemilu diharapkan mampu mewujudkan pemilu yang berintegritas dan tepercaya. Bawaslu menerbitkan Peraturan Bawaslu Nomor 4 tahun 2018 tentang Pemantauan Pemilihan Umum untuk menjadi pedoman teknis dan prosedur bagi perseorangan dan lembaga yang akan melakukan pemantauan Pemilu tahun 2019. (mar)

Persit di Wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya, Adu Kemahiran

SURABAYA (Swaranews) –  Setelah sebelumnya menggelar pasar murah dan pengobatan gratis, kini, peringatan HUT Persit ke-73 tahun di wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya, diwarnai dengan adanya berbagai ketrampilan yang disuguhkan oleh masing-masing perwakilan Persit.
Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, S. E, menjelaskan, keberadaan Persit, berawal dari para kaum wanita yang saat itu secara sukarela merawat para Prajurit yang terluka dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

“Seiring perkembangan zaman, fungsinya sekarang sudah berubah sesuai tantangan zaman,” ujar Danrem. Kamis, 11 April 2019 malam.

Sementara itu di tempat yang sama, Ny Sudaryanto menambahkan, keberadaan Persit dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kinerja suaminya.

“Termasuk juga selalu meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan kesehatan keluarga,” tambah Istri Danrem ini.

Selain menampilkan berbagai kemahiran, peringatan HUT Persit yang berlangsung di Aula Makodam V/Brawijaya itu, juga diwarnai dengan adanya pemberian tali asih kepada para Warakawuri, hingga para Persit yang dinilai berprestasi dan memiliki inovatif tinggi. (sub)

Krematorium Milik Pemkot Surabaya Dioperasikan Mei 2019

SURABAYA (Swaranews)  – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengoperasikan tempat pengabuan jenazah (krematorium) yang terletak di Keputih, Sukolilo. Rencananya, tempat pengabuan jenazah itu akan diresmikan pada awal bulan Mei 2019.

 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Mohamad Iman Rahmadi mengatakan, untuk mendukung pengoperasionalan krematorium, pihaknya sedang menyelesaikan akses keluar masuk jalan ke area pengabuan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembenahan akses pemavingan jalan.

 

“Insya Allah akhir April kalau ndak awal Mei kita segera resmikan. Kemarin pembenahan akses untuk jalan (paving),” kata Iman, Jum’at, (12/04/19).

 

Sebelum dioperasikan, Pemkot Surabaya melalui DKRTH akan melakukan sosialisasi terlebih dulu ke masyarakat, melalui kelurahan dan kecamatan serta menggandeng para pengusaha jasa pemakaman.

 

Sementara untuk besaran tarif, Iman menjelaskan, nantinya tarif masih akan menggunakan Perda 7 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. “Untuk awal nanti, sementara tarif akan menyesuaikan dengan perda yang lama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala UPTD Pemakaman DKRTH Surabaya Aswin Agung menyampaikan bahwa di Krematorium Keputih saat ini terdapat tiga tungku untuk pembakaran. Selain itu, juga ada tempat pembakaran tradisional yang lokasinya berada di luar. “Saat ini juga tersedia dua fasilitas toilet, kantor untuk pegawai dan ada pula aula untuk menunggu para tamu,” kata Aswin.

 

Ia menjelaskan untuk bahan bakar yang digunakan nantinya adalah solar. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa menggunakan bahan bakar gas. Sementara untuk biaya administrasi, Aswin menyebut, paling murah sekitar Rp 800 ribu. Besaran tarif tersebut tergantung dari tebal peti jenazah. “Kalau kita study banding di Juanda Jalan Raya itu biaya paling murah sekitar Rp 3 juta,” jelasnya.

 

Krematorium yang memiliki luas sekitar 1 hektar itu, rencananya ke depan juga bakal ditambah dengan fasilitas tempat persemayaman atau penyimpanan untuk jenazah. Namun, saat ini Pemkot Surabaya masih fokus menyelesaikan tahap pemavingan untuk kebutuhan fasilitas jalan menuju krematorium.

 

Aswin menambahkan pihaknya berpesan kepada seluruh masyarakat agar nantinya bisa memanfaatkan layanan fasilitas tersebut, dimana harganya relatif lebih murah dibanding dengan pihak swasta. “Saya harap nanti bisa dimanfaatkan khususnya untuk masyarakat Surabaya,” pesannya.

 

Sebelum memanfaatkan layanan fasilitas krematorium itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar menyiapkan beberapa syarat keperluan. Diantaranya, KK (Kartu Keluarga) dan KTP (Kartu Tanda Pendudukan) orang yang meninggal, KK serta KTP ahli waris selaku pemohon. Serta surat kematian dari Rumah Sakit, dokter atau Puskesmas. “Terus surat pengantar dari RT dan RW. Sementara untuk warga yang menggunakan SKTM, menurut Perwali akan digratiskan,” pungkasnya. (*)

 

 

PRESS RELEASE

 

Krematorium Milik Pemkot Surabaya Dioperasikan Mei 2019

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengoperasikan tempat pengabuan jenazah (krematorium) yang terletak di Keputih, Sukolilo. Rencananya, tempat pengabuan jenazah itu akan diresmikan pada awal bulan Mei 2019.

 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Mohamad Iman Rahmadi mengatakan, untuk mendukung pengoperasionalan krematorium, pihaknya sedang menyelesaikan akses keluar masuk jalan ke area pengabuan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembenahan akses pemavingan jalan.

 

“Insya Allah akhir April kalau ndak awal Mei kita segera resmikan. Kemarin pembenahan akses untuk jalan (paving),” kata Iman, Jum’at, (12/04/19).

 

Sebelum dioperasikan, Pemkot Surabaya melalui DKRTH akan melakukan sosialisasi terlebih dulu ke masyarakat, melalui kelurahan dan kecamatan serta menggandeng para pengusaha jasa pemakaman.

 

Sementara untuk besaran tarif, Iman menjelaskan, nantinya tarif masih akan menggunakan Perda 7 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. “Untuk awal nanti, sementara tarif akan menyesuaikan dengan perda yang lama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala UPTD Pemakaman DKRTH Surabaya Aswin Agung menyampaikan bahwa di Krematorium Keputih saat ini terdapat tiga tungku untuk pembakaran. Selain itu, juga ada tempat pembakaran tradisional yang lokasinya berada di luar. “Saat ini juga tersedia dua fasilitas toilet, kantor untuk pegawai dan ada pula aula untuk menunggu para tamu,” kata Aswin.

 

Ia menjelaskan untuk bahan bakar yang digunakan nantinya adalah solar. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa menggunakan bahan bakar gas. Sementara untuk biaya administrasi, Aswin menyebut, paling murah sekitar Rp 800 ribu. Besaran tarif tersebut tergantung dari tebal peti jenazah. “Kalau kita study banding di Juanda Jalan Raya itu biaya paling murah sekitar Rp 3 juta,” jelasnya.

 

Krematorium yang memiliki luas sekitar 1 hektar itu, rencananya ke depan juga bakal ditambah dengan fasilitas tempat persemayaman atau penyimpanan untuk jenazah. Namun, saat ini Pemkot Surabaya masih fokus menyelesaikan tahap pemavingan untuk kebutuhan fasilitas jalan menuju krematorium.

 

Aswin menambahkan pihaknya berpesan kepada seluruh masyarakat agar nantinya bisa memanfaatkan layanan fasilitas tersebut, dimana harganya relatif lebih murah dibanding dengan pihak swasta. “Saya harap nanti bisa dimanfaatkan khususnya untuk masyarakat Surabaya,” pesannya.

 

Sebelum memanfaatkan layanan fasilitas krematorium itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar menyiapkan beberapa syarat keperluan. Diantaranya, KK (Kartu Keluarga) dan KTP (Kartu Tanda Pendudukan) orang yang meninggal, KK serta KTP ahli waris selaku pemohon. Serta surat kematian dari Rumah Sakit, dokter atau Puskesmas. “Terus surat pengantar dari RT dan RW. Sementara untuk warga yang menggunakan SKTM, menurut Perwali akan digratiskan,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

 

 

Jalin Silahturahmi, Dandim 0831/Surabaya Timur Shalat Tahajud Bareng Warga

SURABAYA (Swaranews) – Berbagai upaya dilakukan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0831/Surabaya Timur, Letkol Inf La Ode Muhammad Nur, S. Sos, M. I. Pol, untuk meningkatkan tali silahturahmi dengan warga di wilayah tugasnya.
Salah satunya, menggelar shalat Tahajud dan dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah di Masjid Maryam, Jalan Gubeng, Kota Surabaya. Jumat, 12 Maret 2019 pagi.

Letkol Inf La Ode mengatakan, shalat bersama yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan di lingkungan masyarakat, merupakan salah satu program utama yang digagas oleh pihak Kodim 0831/Surabaya Timur saat ini.
“Upaya itu, juga mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Surabaya, khususnya di wilayah teritorial Kodim Surabaya Timur,” kata mantan Danyonif Raider 509/BY, Divif-2/Kostrad ini.

Almamater Akademi Militer tahun 2001 itu menambahkan, shalat subuh dan tahajud bersama, merupakan agenda rutin hari Jumat yang sering kali digelar oleh pihak Kodim di setiap wilayah. “Untuk saat ini, kita pusatkan di wilayah Kecamatan Gubeng,” tandasnya.

Sementara itu, H. Ilyas (42), salah satu Ulama di Kecamatan Gubeng mengatakan jika dirinya sangat mengapresiasi program dari pihak Kodim tersebut. Pasalnya, program itu, kata Ilyas, dinilai mampu mewujudkan sinergitas antara masyarakat dan Kodim 0831/Surabaya Timur.

“Sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Dandim yang sudah meluangkan waktunya untuk datang beribadah ke Masjid ini,” tuturnya.

“Kedatanganpersonel TNI dan Polri di Masjid ini, saya rasa mampu mewujudkan sinergitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” imbuh Ilyas. (sub)

LeSuRe: ELEKTABILITAS 02 SUDAH DIATAS ANGIN JALAN MENUJU ISTANA TERBUKA LEBAR

Oleh M.Mufti Mubarok, Direktur  Lembaga Survei Regional (LeSuRe)

Memotret Pilpres 17 April 2019 yang mendekati hari tenang dan debatcapres dan cawapresterakhir serta dampak kampanye akbar yang sedang berlangsung meriah dimana mana, Maka Survei kali ini bisa menjadi penentu referensi pemilih untuk menentukan pilihan paslon capres dan cawapres pada 17 April 2019.

M.Mufti Mubarok, Direktur Lembaga Survei Regional (LeSuRe) Political Consulting merilis hasil survei ini dengan mengunakan 2 Metode Survei sekaligus yaitupendekatan metode semi real countdan survei sampling. Dua metode ini sengaja digunakan  untuk mengukur lebih akurat dan komprehensif hal yang penting mulai dari popularitas, elektabilitas, akseptabiltas dan akuntablitas masing masing paslon 01 dan 02, mengingat Pilpres sudah menghitung hari maka LeSuRe lebih fokus memperjelaspada elektabilas paslon 01 dan 02.

Pendekatanmetode semi real count

Dalam pendekatan semi real count ini sebenarnya metode kualitatif yang dikuantitatif dengan jumlah responden 152 juta mulai dari 10 februari sampai dengan 12 April  2019 dengan analisa time line series pengguna media sosial yang aktif dilakukan,score pembobotandan verifikasi berdasarkan DPT pengguna media sosial.

Dari data time line series dapatditarik simpulanper tanggal 12 April 2019 bahwaeletektabilitas 01 yaitu yang sudah dibawah 02 dengan elektabilitas 01 sebesar 49 %  elektabilas 02 sudah 51 persen, artinya lampu merah buat petahana 01 dan lampu hijau buat penantang 02.Berikut adalah data timeline elektabilitas mulai 10 Februari sampai dengan 12 April  2019

 

 

 

Data Time Line  Eletaktabilitas

Per tanggal 10 Febuari sampai 12 April  2019 :

 

No Tanggal 01 (%) 02 (%) Margin errror
1 10 Februari 2019 39 55 6
2 20 Februari 2019 52 48 0
3 2 Maret 2019 47 43 0
4 6 Maret 2019 58 40 4
5 9 Maret 2019 41 51 8
6 23 Maret 2019 50 49 0
7 27 Maret 2019 51 49. 0
8 7 April 2910 49 51 0
9 11 April 2019 48 52 0
total 12 April2019 49 51 0

 

Dari data time line elektabiltas diatas, dapat dijelaskan beberapa hasil analisis melalui3 pendekatan sebagai berikut :

Pertama,analisisdynamictimeline : Melalui metode ini dapat dilihat bagaimana perkembangan hari demi hari dan minggu demi minggu elektabiltas 01 dan 02 tampak dari data time line 01 awalnya masih unggul tipis  namum di minggu ke 2 April sudah unggul paslon 02.  Kedua, analisis jaringan:Dilihat dari analisis popularitas individual, jokowi sudah lebih dibawah Prabowo, meski karakteristik individual Jokowi sudah dimaksimalkan. Namun Jika dilihat dari kekompakan pendukung kubu Prabowo lebih unggul. Ketiga, analisis Percakapan:Melalui pendekatan ini dapat dianalisis isi dari komunikasi atau pembicaraan sebenarnya sama sama banyak blunder antara poslon 01 dan 02. Namum di injuri time 02 lebih berbobot dan berhasil meyakinkan rakyat. Sedangkan 01 dengan jurus andalan beberapa program kartu sakti tetap tidak mempu memberikan nilai tambah dalam meyakinkan rakyat,karena secara umum suara rakyat tetap menginginkan adanya perubahan.

Dari ketiga pendekatan analisis diatas, maka dapat ditarik score atau nilai elektablitas paslon 01 dan 02 sudah hampir cross/ sama bahkan 02 sudah diatas angin dengan perbandingannya elektabiltas 01 sebesar 49% dan 02 sebesar 51%. Artinya jika selama beberapahari kedepan tidak ada blunder dan sunami politik maka selisih elektabilatas 02 unggul 2 sampai 3  persen dibanding 01 mengingat elektabilitas 02 cenderung naik sementara 01 cenderung turun.

Dalam rangka menguji elektabilas dengan pendekatan semi real count, LeSuRe juga melakukan survei dengan dengan cara random sampling atau survei yang lazim digunakan lembaga survei selama ini.

Survei pendekatan random sampling

Survei ini menggunakan metode konvensionaldengansampling sebesar 1.600 orang yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia, rentang waktu antara  27 maret sampai 11 April  2019, dari survei kuantitatif ini menunjukkan hasil yang juga hampir sama yaitu elektabilitas paslon 01 sebesar 49.05% dan paslon 02 sebesar 50.95%dengan margin error 4%, Hal ini menunjukkan bahwa setelah debat terakhir serta kampanye akbar terjadi perubahan pada elektabilitas pada kedua kubu.

Peningkatan elektabilitas terjadi pada kubu paslon 02 sebesar 2 persen dan penurunan elektabilitas sebesar 1 persen pada kubu paslon 01. Tipisnya selisih nilai elektabilitas ini cukup membahayakan paslon 01, sedangkan bagi paslon 02 juga masih perlu strategi baru di last munutekarena faktor penentu 02 sudah mulai naik lagi, sedangkanfaktor penentu paslon 01 terlihat ada peningkatan tapi tidak menambah elektalitas.

Rekomendasi dan Kesmimpulan

Dari kedua metode survei yag telah dilakukan oleh LeSuRe, dapat disimpulkan bahwa setelah debat terakhir dilakukan,selisih elektabilitas antara 01 sebagai petahana belum terlalu aman karena elektabiltas sudah berada dibawah 50 persen menjelang pemilu cukup berbahaya. Selain itu, selisih nilai elektabilitas antara paslon 01 dan paslon 02 tidak lebih dari 2.5 persen. dan apabila mengabaikan margin error makasudah terjadi cross terhadap nilai elektabilitas tersebut, mengingat pemilu tinggal 4 hari  lagi.

Kejar mengejar elektabilitas sangat dinamis antara 01 dan 02. Hal tersebut menunjukkan bahwa masing-masing kubu sudah bekerja secara maksimal dan hanya tinggal menunggu detik detik akhir pada 17 April mendatang. Dalam rentang hari tenang kedepan juga dapat diprediksi jika masing-masing paslon tidak membuat blunder blunder lagi, maka posisi elektabiliitas akan stabil, namun jika ada blunder maka akan sangat dapat mempengaruhi elektabiltas masing masing paslon. Selisih nilai elektabilitas yang sangat tipis ini akan terus berlanjut dan peta elektabilitas masih bisa terjadi, apakah petahana 01 bisa bertahan ataukah 02 sudah menyalip di last minute tergantung dari faktor sunami potitik dan migrasi suara serta blunder blunderdi injury time.

Surabaya, 12  April2019

 

M.Mufti Mubarok

Direktur LeSuRe

081230502229

Kapal Selam Pertamaa Produksi Anak Bangsa Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

SURABAYA (Swaranews) – Industri pertahanan, khususnya matra laut mendapatkan kekuatan baru dengan diluncurkannya dan penamaan Kapal Selam bernama KRI Alugoro-405. Indonesia patut berbangga karena kapal selam pertama yang akan segera bergabung dengan jajaran armada kapal selam TNI Angkatan Laut Republik Indonesia adalah kapal selam pertama yang diproduksi oleh anak bangsa. Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu mengembangkan dan membangun teknologi kapal selam.

Kapal Selam berjenis Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class) pesanan TNI Angkatan Laut merupakan kerjasama antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korea Selatan. Kapal selam tersebut memiliki panjang keseluruhan 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada dibawah air, mampu membawa 40 kru dengan kemampuan jelajah hingga 50 hari.
Penamaan Kapal Selam KRI Alugoro-405, diberikan oleh Ibu Nora Ryamizard Ryacudu. Prosesi penyerahan Kapal Selam Alugoro 405 digelar di Dermaga Fasilitas Kapal Selam, PT PAL, Ujung, Surabaya. Ditandai penyerahan maket kapal selam oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kamis (11/4/2019).

“Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa. Senjata itu berupa Gada yang digunakan oleh para ksatria atau bangsawan lainnya,” kata Ryamizard Ryacudu saat membacakan sambutan.

Sebelumnya, guna kepentingan proses Transfer of Technology (TOT), PT PAL mengirimkan lebih dari 206 putra-putri terbaik bangsa Indonesia ke Korea Selatan. Dan, Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu mengembangkan dan membangun teknologi kapal selam.

Hadir di acara Peluncuran dan Penamaan Kapal Selam ketiga jenis Diesel Electric, KRI Alugoro 405 itu, diantaranya Panglima Komando Armada II Laksda TNI Mintoro Yulianto. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Untuk dikerahui, TNI Angkatan Laut, sebelumnya telah diperkuat oleh dua kapal selam sejenis yaitu KRI Nagapasa 403, yakni pada tahun 2017 dan KRI Ardadedali 404, pada tahun 2018.

Bedanya, KRI Alugoro 405 ini dirakit secara lokal di fasilitas pembangunan kapal milik PT PAL Surabaya.

“Ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL, dalam rangka proses alih teknologi menuju kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan Alutsista TNI,” tegas Ryamizard. (mar)

Khofifah Harapkan Permesinan SMK Bersinergi Dengan Dunia Usaha Dan Industri

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan agar teknik permesinan bersinergi dengan dunia usaha dan industri. Hal itu disampaikan usai mengunjungi pameran Tugas Akhir SMK Negeri 12 Surabaya, di JX Internasional Convention Exhibition, Kamis (11/4/2019).

Mantan Menteri Sosial tersebut berharap, bidang permesinan memiliki kesinambungan dengan Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan petani.”Permesinan, saya berharap bahwa ini akan nyekrup terutama dengan kebutuhan Industri Kecil Menengah (IKM), UKM dan kebutuhan petani,” ujarnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menyebutkan bahwa beberapa teknik permesinan juga harus disambungkan dengan dunia industri.

“Supaya mereka bisa membuat secara made production, kalau tidak made production saya takut harganya tidak kompetitif, sementara itu kebutuhan real loh di masyarakat, jelasnya.

Khofifah mencontohkan, “Misalnya penggorengan krupuk tayamum, krupuk yang digoreng dengan pasir, itu kan menurut saya keren sekali itu. Karena selama ini penggorengan itu tidak higienis, ungkapnya.

Permesinan, Lanjut Khofifah, perlu disambungkan dengan dunia usaha dan industri. Hal itu disebutnya akan mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk yang telah dihasilkan.

“Mempersambungkan dengan dunia usaha itu menjadi sangat penting, mempersambungkan dengan dunia industri menjadi penting, supaya konsumen itu bisa mendapatkan produk-produk mereka dengan mudah dan dengan harga yang pasti relatif lebih murah kalau produksinya langsung dalam jumlah besar,” pungkasnya. (Msa)

Khofifah Sebut Kasus Penganiayaan Siswi SMA Di Pontianak Tak Lepas Dari Tanggung Jawab Sekolah

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kasus penganiayaan terhadap siswi SMP berinisial AU di Pontianak, Kalimantan Barat, oleh sejumlah siswa SMA tak lepas dari tanggung jawab sekolah. Hal itu disampaikan saat kegiatan Penguatan Kepala Sekolah (SMA/SMK dan SLB) se-Jatim di Islamic Center, Surabaya, Kamis (11/4/2019).

“Kejadian itu betul di luar sekolah. Tapi nilai yang di dapat juga tak lepas dengan yang ditanamkan di dalam ataupun luar sekolah,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial tersebut berharap, sekolah mampu menjadi pondasi sebagai pendidikan karakter anak. Pasalnya, kasus AU bisa juga dianggap sebagai produk pendidikan.

“Kalau kasus itu, jika dilihat dunia sebagai sesuatu, pastinya juga dilihat sebagai produk pendidikan,” ucapnya.

Sebelumnya, siswi SMP berinisial AU (14) menjadi korban pengeroyokan oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Pengeroyokan itu mengakibatkan korban mengalami depresi dan luka fisik.

Sementara itu, Polresta Pontianak, pada Rabu (10/4/2019), telah menetapkan tiga tersangka masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec.

Penetapan tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan, dan ketiganya mengakui adanya penganiayaan tersebut, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial. (Msa)

Khofifah Harap Pertandingan Arema FC Vs Persebaya Berjalan Aman

SURABAYA (Swaranews) – Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Jatim, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (11/4/2019). Hal tersebut dilakukan terkait pengamanan leg kedua final Piala Presiden 2019, antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Jumat (12/4/2019).

Khofifah mengaku, pertemuan tersebut hanya bersifat antisipasif dan koordinasi saja. Sebagaimana yang dilakukan antar Forkopimda ketika laga leg pertama di Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (9/4/2019) kemarin.

“Ya antisipasi aja. Kayak kemarin juga jelang laga leg pertama. Kita koordinasi juga,” kata Khofifah.

Pertemuan tersebut sekaligus membicarakan terkait berita yang menyebar, hingga ke telinga Kapolda dan Gubernur, bahwa akan ada Bonek yang akan nekat menonton laga leg kedua final Piala Presiden 2019 di Malang.

“Lha, besok itu katanya ada, gak tahu berita dari mana. Katanya ada wisata Bonek, gitu loh. Wes pokoke kene njogo lah rek, njogo, njogo, njogo,” terang orang nomor satu di Jatim tersebut.

Lebih lanjut, Khofifah menilai, ketika pertandingan leg pertama di GBT, Selasa lalu, para suporter sudah baik dengan saling menghargai. Dan Aremania tidak hadir mendukung tim kesayangannya.

“Saya berharap, pertandingan besok Arema Fc vs Persebaya, berjalan dengan baik. Suasana sportivitas seperti kemarin. Bisa kita jaga,” pungkasnya. (Msa)

no adverts for now
Ads