Beranda blog Halaman 4

Menteri Cerdas Muda Indonesia Maju

Oleh: Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes
Direktur LPIK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Managing Director Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia, Penasehat Swaranews.

Klangenan (menikmati bersama keadaan). Bisa menikmati tahta. Bisa menikmati status qou. Bisa menikmati pula senasib. Bisa juga menikmati kemapanan. Menikmati kesusahan maupun kegembiraan. Bersama sekelompok komunitas.

Klangenan, kata dasar “kangen”. Kumpul kangen kangenan. Tentu klangenan jangan sampai terhanyut “lupa” nasib. Bisa jadi lupa nasib pada diri sendiri, lembaga atau usaha/perusahaan. Bisa jadi nasib negeri ini, yg puluhan tahun tetap sebagai “negara berkembang” akibat terhanyut kenikmatan nasib. Kapan menjadi negara maju?

Nasib bisa dibentuk. Bentukan nasib diawali rencana. Di-treatment, kontrol, evaluasi, goal. Manajamen negara, tata negara. Perlu “disegarkan”. Jika tidak. Tetap begini saja “negara berkembang”. Ketergantungan ke negara lain terus menerus, bahkan makin tinggi. Ditandai hutang dan impor makin tinggi. Ketergantungan ke negara lain melemahkan bargaining negara.

Sinergi tetap dibangun saling menguntungkan negara. Bukan negara konsumtif semata, tapi menjadi negara produktif. Rakyat diajari kerja produktif. Menjadi pengusaha besar. Sehingga mengurangi ketergantungan. Mengurangi hutang. Ekonomi negara menjadi kuat. Tanpa kekuatan ekonomi kedaulatan negara terganggu.

Kita harus yakin nasib bisa dibentuk menjadi lebih baik. Salah satu konsep dari agama “nasib suatu kaum akan berubah tergantung dari kaum itu sendiri”.
Beranikah Indonesia menjadi negara maju?. Beranikah Indonesia mengangkat pemimpin (termasuk menteri menteri) dari kaum muda yg cerdas dan piawai. Bukan lagi menteri/pemimpin yg sudah kakek nenek, bercucu bercicit. Agar tak terus menerus menjadi negara klangenan.

Tetap silaturohim, sinergi. Semoga Anda bernasib baik. Ayo maju. Semangat. GeSa

Cangkul Dan Linggis Jadi Alat gali Pondasi Rumah Boinem

TRENGFALEK (Swaranews) – Meski dengan alat seadanya pengerjaan Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Boinem (55), warga RT. 26, RW. 18 Dusun Nitri, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek tetap jalan.
Cangkul dan linggis milik warga dipergunakan untuk penggalian pondasi. Satgas TMMD Reg 105 Kodim Trenggalek berasa warga mulaikerjabakti meggali tanah untuk pondasi. Pondasi sekitar 1 meter untuk rumah ini.
Sebab, kondisi rumh ada di sisi lereng gunung dan keadaan tanah mudah berubah. Kedalaman pondasi ii sudah sesuai dengan RAB. Warga namapak sengkuyung mengangkut tanah hasil galian pondasi untuk di singkirkan.

“pakai linggis kalau tanahnya keras, kalau biasa ya pakai cangkul. Memang agak dalam sekitar 1meter, “ jelas Sertu Edi S, Satgas TMMD, Selasa (16/7). (sub)

Awal Agustus, Harga Cabai di Jatim di Pastikan Kembali Normal

SURABAYA (Swaranews) – Dalam sepekan terakhir, secara bertahap harga cabai di Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini untuk harga cabai rawit mencapai 60 ribu perkilogramnya. Sedangkan, cabai merah keriting 55 ribu dan cabai merah biasa 56 ribu perkilogramnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim Drajat Irawan mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut disebabkan oleh pergerakan ketersediaan bahan.

Menurutnya, belum panennya para petani penghasil cabai di beberapa wilayah seperti Blitar, Malang, Banyuwangi, Tuban, Nganjuk dan Lumajang, menyebabkan cabai menjadi langka. Sehingga, berujung pada naiknya harga di pasaran.

“Daerah yang memiliki hasil panen sementara ini masih beberapa wilayah. Kemarin kita sudah kunjungi di Jember. Di Jember, kemarin ada 9 ton per hari. Kemudian ada lagi di Bojonegoro 1,5 ton perhari,” kata Drajad saat dijumpai usai menghadiri Seminar Nasional Ekspor Asia Pasific di Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (17/7/2019) pagi.

Ia menegaskan, kenaikan harga tersebut hanya masalah ketersediaan bahan saja. Lebih lanjut, dirinya berharap ketika musim penen nanti, secepatnya harga cabai kembali normal.

“Di akhir bulan Juli atau mungkin di awal Agustus, hasil panen sudah ada dari Blitar, Nganjuk, Lumajang, Malang dan beberapa wilayah lain. Jadi, bisa dipastikan harga akan kembali normal juga,” tandasnya. (Msa)

Program TMMD 105 di Jatim, Mampu Mengangkat Derajat Warga di Daerah Terisolir

SURABAYA (Swranews) –  Keberadaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di Jatim saat ini, dinilai mampu mengangkat derajat para warga yang berada di daerah terisolir.

Selain berupaya untuk meningkatkan berbagai pembangunan insfrastruktur umum di lokasi TMMD, Satgas juga diwajibkan untuk bisa mencerdaskan masyarakat yang berada di lokasi sasaran pelaksanaan TMMD.

Demikian dikatakan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M, Rabu, 17 Juli 2019 ketika di temui di ruangan kerjanya.

“Terutama bagi para pelajar dan pemuda di daerah TMMD. Mereka, pastinya akan dibekali pemahaman mengenai wasbang, pelatihan PBB hingga beberapa pembekalan yang nantinya bertujuan untuk menumbuhkan karakter kedisiplinan dan berjiwa nasionalisme,” ujar Kapendam.

Tidak hanya itu saja, menurutnya, aspek pendidikan pun menjadi program utama yang wajib diselesaikan oleh Satgas.

“Sudah kita lihat secara bersama-sama, setiap lokasi TMMD, Satgas pasti tertuju dengan adanya pembangunan sekolah maupun pondok pesantren,” pungkasnya.

Peningkatan kualitas SDM masyarakat, imbuh mantan Dandim Tarakan ini, merupakan salah satu pokok terpenting selama berlangsungnya program TMMD ke-105 di Jatim saat ini.

“Itu sudah menjadi pokok utama program TMMD. Jadi, nantinya Satgas juga diwajibkan untuk membuka suatu ruang belajar di lokasi TMMD,” bebernya. (mar)

Pemburu Berita Satgas TMMD Ke 105 KODIM Sampang

SAMPANG (Swaranews) -Satuan tugas Penerangan yang tergabung dalam satgas Tentara manunggal membangun desa (TMMD) ke 105 sangat penting dalam rangka mempublikasikan atau memberitakan kegiatan terkait dengan pelaksanaan pembangunan TMMD Reguler 105 Kodim 0828/Sampang, di Dusun Karang Anyar Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang. Kesetiaan satgas Penerangan dalam rangka memviralkan kegiatan TMMD akan terus dilakukan baik siang maupun malam mulai dari pra TMMD, pembukaan sampai penutupan TMMD nantinya, (17/07/2019).

Tujuan publikasi selama TMMD adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat luas bagaimana TNI senantiasa berupaya untuk senantiasa hadir dan ikut memajukan daerah demi mensejahterakan masyarakat. Sekaligus menggali dan mengenalkan potensi wilayah yang menjadi lokasi TMMD untuk dikembangkan guna memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Selain keterlibatan Satgas Penerangan baik dari Penerangan Korem maupun dari Kodim 0828/Sampang, banyak masyarakat bertanya siapa dibalik publisher handal tersebut. Setiap personel Penerangan tentunya mempunyai naluri sebagai pewarta dengan kendali dari Kapenrem 084/BJ Mayor Inf Agung Prasetyo Budi, serta tim yang ada di dalam Satgas Penerangan Serka wawan dan Sertu Basuki. Tak kenal waktu dalam rangka mencari bahan berita untuk disebarkan, siang malam bekerja keras menghimpun, menulis dan mempublikasikan setiap kegiatan TMMD.

Dalam pelaksanaan TMMD Reguler 105 ini setiap personel pasti akan berupaya maksimal dalam mensukseskannya, baik sasaran fisik, non fisik mauoun pemberitaan secara masif agar bisa diketahui oleh masyarakat luas. “Saya yakin setiap apa yang dikerjakan kalau dilaksanakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang maksimal, “cetus Serka Wawan”.

Sasaran fisik TMMD Regular yang sedang digali (di publikasikan) antara lain meliputi sasaran pembangunan penggaspalan jalan.(1.105) m.pembuatan Draianase.RTLH 6 unit.Penggadaan pompa dan pipanisasi dengan volume 880 m.rehab polingdes.rehab SDN 1 karang anyar (3 unit kelas).rehab tempat wudhu masjid PP Ansor .(sub)

Pemprov Jatim Fokus Intervensi PKH Plus di 10 Kabupaten

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menekan angka kemiskinan di Jatim. Salah satunya dengan cara memberikan pendampingan secara efektif.

Gubernur Khofifah mengaku, kini pihaknya sedang mengkonfirmasi kepada semua elemen terkait pendampingan tersebut, terutama berbasis desa di 10 kabupaten yang status sosial ekonominya terendah.

“Jadi 10 daerah yang kemiskinannya tertinggi secara kuantitatif itulah yang di intervensi PKH plus nya,” kata Khofifah usai acara Bimbingan dan Pemantapan Pendamping dan Operator Jaminan Sosial Lanjut Usia di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (16/7/2019) malam.

Sesuai data yang dihimpun, 10 daerah di Jatim secara kuantitatif status sosial ekonominya terendah diantaranya Kab. Sampang, Kab. Bangkalan, Kab. Probolinggo, Kab. Sumenep, Kab. Pamekasan, Kab. Situbondo, Kab. Bondowoso, Kab. Jember, Kab. Probolinggo dan Kab Bojonegoro.

Gubernur Khofifah melanjutkan, dalam kesempatan itu pula dirinya menginginkan untuk melakukan pemberdayaan ekonomi. “Titik-titik itulah yang kita sinergikan,” terangnya.

Tidak hanya itu, ia mengaku bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah bertemu dengan salah satu company di Jatim yang kini mulai berjalan. Bahkan, para tamu yang datang ke Pemprov, ia minta agar memiliki desa binaan dengan titik yang telah disampaikan.

“Silahkan memilih dari 10 daerah dengan status sosial ekonomi terendah. Yang miskinnya secara kuantitatif masuk 10 besar. Itulah yang kita ingin dimaksimalkan untuk diintervensi,” urai Khofifah.

Sesuai data BPS, Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan bahwa kemiskinan di Jatim selama 6 bulan terakhir mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu sampai 0,48 persen.

“ini adalah penurunan kemiskinan yang tertinggi 5 tahun terakhir, dan itu akan menjadi fokus kami untuk melihat apa yang menjadikan penurunan kemiskinan ini cukup signifikan pada 6 bulan terakhir,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah menyebutkan pihaknya bersama tim Bappenas dan TNP2K juga membahas terkait hal tersebut.

“Jadi malam ini (16/7) mereka siap memberikan pemaparan di Grahadi. Karena yang memberikan siginifikasi penurunan kemiskinan, tentu kita akan lebih fokus kesana. Sehingga, pada saatnya kemiskinan di Jawa Timur bisa turun signifikan secara konsisten,” tandasnya. (Msa)

Gubernur Khofifah Inisiasi Jatim Incorporated

SURABAYA (Swaranews) – Bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengakselerasi pengembangan pertanian dari hulu ke hilir semakin tampak. Hal itu terbukti dengan disegerakannya pembentukan institusi yang khusus menangani industri holtikultura yaitu Jatim Incorporated.

Gubernur Khofifah menjelaskan, rencana pembentukan lembaga tersebut dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah pada produksi hasil holtikultura dengan prinsip petik olah kemas jual.

“Saat ini saya tengah berkonsultasi dengan ahli hukum guna mendapatkan pendapat yang legal dan bersifat administratif terkait pendirian lembaga tersebut,” kata Khofifah usai melakukan pertemuan dengan PT. Polowijo Gosari Group di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (16/7/2019).

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, ia seringkali menyampaikan usulan terkait prinsip petik olah kemas jual, sehingga banyak pihak yang merespon. Salah satunya PT. Polowijo Gosari Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian ini menjadi salah satu yang akan digandeng Pemprov Jatim.

“Saya berkali-kali menyampaikan tentang petik, olah, kemas, jual. Saking seringnya lalu banyak yang merespon. Seperti Polowijo ini, dulu saya sudah sempat ke sana, dan menyampaikan itu, ternyata mereka langsung mencoba dan menerapkannya,” kata Khofifah.

Menurutnya, salah satu yang sudah dikembangkan PT. Polowijo Gosari Group adalah mangga. Perusahaan ini sudah memproduksi olahan mangga menjadi dodol dan es krim. Hasil olahan tersebut bahkan sudah menembus toko modern. Tidak hanya itu, buah hasil petik yang memenuhi quality control bahkan sudah tembus ekspor.

Kedepan, ia meminta PT. Polowijo Gosari Group untuk mengembangkan manisan mangga. Alasannya, potensi mangga di Jawa Timur cukup besar, mencakup wilayah Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso hingga Madura.

“Hal ini dilakukan agar saat oversupply (harganya) tidak murah. Harus ada data produksi dan distribusi. Sehingga kita bisa melakukan pemetaan yang butuh pengolahan berapa banyak, berapa yang bisa diolah dan cocoknya diolah dalam bentuk apa,” tandas mantan Menteri Sosial ini.

Khofifah menyebut jika ada pemetaan tersebut, masyarakat akan mengurangi kebiasaan petik langsung jual. Saat over supply, proses akan terbagi dua, yakni buah yang dijual dalam bentuk olahan dan non olahan.

“Nanti kalau sudah jalan, kita akan sampaikan ke bupati yang punya produksi mangga besar, kita petakan dimana kita bisa lakukan petik olah kemas jual,” tandasnya. (Msa)

Gubernur Khofifah Dorong Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Tantangan Ekonomi Era Digital

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong kepada para pelaku usaha terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk lebih memanfaatkan Teknologi Informasi (TI), terutama dalam pengembangan bisnis atau usaha. Hal itu disampaikan saat membuka Rakerda XV dan Diklatda II Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jatim di Ballroom Hotel JW Marriot Surabaya, Selasa (16/7/2019) malam.

“TI menjadi akar dari semua sektor dan menjadi integrated system dalam dunia usaha dan industri.  Saya minta kita tidak memisahkan TI yang harus mengalir di seluruh sektor mulai dari IKM dan UKM kemudian pengusaha baik kelas menengah maupun atas,” kata Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim itu juga mengatakan bahwa pada era digitalisasi seperti saat ini, dibutuhkan strong partnership dan kolaborasi dari semua pihak termasuk HIPMI. Untuk itu, ia berharap kepada HIPMI agar dapat berkolaborasi bersama dengan pemerintah dalam menjawab tantangan ekonomi ke depan.

“Kami berharap HIPMI dan Pemprov Jatim dapat saling bersinergi dan berkolaborasi agar kita tidak hanya menjadi pasar di era ekonomi digital saat ini, tapi kita juga mampu mewujudkan Jatim yang maju, adil, makmur,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi era ekonomi digital seperti saat ini, Pemprov Jatim telah menyiapkan program transformasi digital yaitu East Java Super Coridor (EJSC) dan Millenial Job Center (MJC).

“Ini bagian kita men-support IKM dan UKM melalui fasilitas yang ada di EJSC. Tempatnya cukup representatif sehingga diharapkan dapat memfasilitasi para IKM dan UKM, mendorong investasi, menumbuhkan usaha baru, dan mengoptimalkan percepatan peluang usaha di Jatim,” kata Khofifah.

Sementara itu, MJC menjadi wadah bagi anak muda atau generasi millenial yang memiliki minat di bidang ekonomi kreatif dan digital. Hal ini seiring dengan tren saat ini, dimana bermunculan pekerjaan baru seperti web developer dan videographer. Melalui MJC ini, para anak muda terutama siswa SMK dan SMA diberikan pelatihan dari mentor-mentor sesuai bidangnya. Mereka juga difasilitasi untuk bertemu dengan para klien (dunia usaha dan industri).

“Melalui MJC ini kaum millenial dapat masuk dalam gig economy yang saat ini sedang menjadi tren di dunia, bahkan di Amerika diperkirakan tahun 2020 sudah mencapai 43 persen millenial masuk gig economy. Selain itu saya melihat anak muda punya peluang besar terutama di bisnis start up, karena pasar kita disini juga sangat besar,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jatim, Mufti Anam mengatakan, saat ini tercatat ada 5.479 anggota HIPMI Jatim yang bergerak di berbagai sektor, mulai pertanian sampai teknologi informasi. Dijelaskannya, setiap satu unit usaha tersebut mampu menyerap sekitar 4 orang tenaga kerja per lapangan usaha. Sehingga, total kurang lebih 20 ribu orang tenaga kerja di Jatim sudah diserap oleh HIPMI.

Turut hadir dalam acara ini, Pangdam V Brawijaya, Wakapolda Jatim, Wakil Ketua Umum KADIN Pusat bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa, Kepala Disperindag Jatim, Kepala Dispora Jatim serta pengurus BPC HIPMI kab/kota se-Jatim. (Msa)

Pemkot Bersama Polairud Rutin Patroli di Kawasan Pamurbaya

SURABAYA (Swaranews) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polisi Air dan Udara (Polairud) rutin melakukan patroli pengawasan dan pemantauan di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap satu bulan sekali, sebagai bentuk pengawasan reklamasi dan pemantauan nelayan.

 

Kepala Seksi Perikanan Tangkap Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Maria Agustin mengatakan, kegiatan patroli ini sebagai bentuk pengawasan reklamasi juga memantau para nelayan yang melanggar aturan penangkapan ikan. Pelanggaran itu seperti menggunakan alat-alat yang tidak ramah lingkungan dalam penangkapan ikan.

 

“Jadi pengawasan kawasan pesisir ini terdiri dua seksi. Yaitu seksi perikanan tangkap dan pengawasan perikanan dan kawasan pesisir. Kami patroli untuk mencari nelayan yang menggunakan alat yang dilarang seperti troll dan strum,” kata Maria, Selasa (16/07/2019).

 

Maria menjelaskan, kegiatan rutin ini dilakukan tiap satu bulan sekali dan berlangsung selama empat hari. Rute patroli tersebut sepanjang Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) yang terdiri dari Sembilan kecamatan. Mulai dari kecamatan Rungkut, Gunung Anyar, Mulyorejo, Sukolilo, Bulak, Krembangan, Asem Rowo dan terakhir Benowo.

 

Ia memastikan bahwa DKPP bersama Satpol PP bersinergi dengan Polisi Air dan Udara (Polairud), akan terus melakukan pemantauan di wilayah Pamurbaya. Tujuannya untuk saling menjaga biota-biota yang ada di laut. “Kalau sampai ada yang melanggar kita langsung berikan ke Polairud untuk ditindaklanjuti,” ujar Maria.

 

Selain itu, Maria menyebut, kegiatan patroli ini juga untuk mengcek kelengkapan identitas yang harus dibawa para nelayan saat menjaring ikan di laut. Seperti foto copy KTP dan Kartu Asuransi Nelayan. “Kita anjurkan para nelayan untuk membawa agar jika terjadi sesautu kami dapat mengetahui identitasnya,” imbuhnya.

 

Maria bercerita dahulu saat patroli, ia menemukan satu kasus nelayan yang menggunakan alat strum untuk mendapatkan ikan. Alat tersebut sudah jelas dilarang Pemkot Surabaya karena membahayakan ekosistem laut, sehingga nelayan tersebut langsung diserahkan di Polairud. “Mereka ditahan selama 2×24 jam dan kemudian alat-alatnya disita,” lanjutnya.

 

Oleh karena itu, Maria berharap, dengan adanya patroli rutin tersebut, nelayan yang sering melanggar akan segera ditindaklanjuti agar tidak merusak ekosistem laut. Namun, bagi nelayan yang belum pernah melakukan pelanggaran, akan diberi sosialisasi terlebih dahulu. “Sementara itu, untuk nelayan yang kerap melanggar aturan maka langsung akan diserahkan untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (mar)

Surabaya Terus Berjaya, Enam Kali Beruntun Juara Umum Porprov

SURABAYA (Swaranews) –  Kota Surabaya kembali menjadi juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim ke-VI  yang digelar pada 6 – 13 Juli 2019. Kontingen Kota Pahlawan sukses meraih 113 emas, 89 perak, dan 78 perunggu. Mereka berhasil mengumpulkan total 280 medali. Mulai penyelenggaraan Porprov pertama hingga ke-enam, Kota Surabaya selalu menjadi yang terbaik dan juara umum.

 

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surabaya (Dispora), M. Afghani Wardhana mengatakan, untuk target juara umum Porprov 2019 telah tercapai. Bahkan di beberapa cabang olahraga (cabor) terjadi pemecahan rekor.

 

“Alhamdulillah Porprov ke-enam Surabaya kembali menjadi juara umum. Ini menunjukkan bahwa kerjasama antara KONI dengan pengurus cabor (cabang olahraga) sangat positif,” kata Afghani, Selasa (16/07/2019).

 

Untuk kesempatan mendatang, pihaknya memastikan akan terus mengintensifkan pembinaan kepada atlet. Apalagi, sekarang ini gelaran Porprov dilaksanakan dua tahun sekali, tidak empat tahun sekali. Artinya dalam waktu dekat 2021 sudah ada Porprov lagi. “Karena itu pembinaan seluruh cabang olahraga harus semakin diintensifkan,” ujarnya.

 

Di samping itu, ia menyebut, pihaknya juga bakal melakukan evaluasi terkait pembinaan yang ada di masing-masing cabang olahraga bersinergi dengan KONI. Sebab menurutnya, semua cabang olahraga dalam naungan KONI. Sedangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan support sinergi terkait dengan masalah anggaran dan sebagainya.

“Sehingga kita harapkan ke depan pembinaan atlet lebih akan diintensifkan dan yang paling penting adalah pembinaan di masing-masing cabor,” katanya.

 

Ia menjelaskan, Surabaya dengan 500 fasilitas sarana olahraga yang dibangun oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus bisa dimaksimalkan. Baik itu untuk pembinaan, maupun pembibitan calon-calon atlet. Ia berharap, atlet-atlet Surabaya bisa terus berprestasi, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional.

 

“Tetapi kalau kita melihat prestasi yang sekarang ada itu sangat positif dan itu diakui oleh provinsi bahwa pembinaan olahraga di Surabaya itu jauh lebih maju dibandingkan daerah,” jelasnya.

 

Sebagai diketahui, gelaran Porprov Jatim ke-VI ini cukup istimewa, lantaran menjadi ajang pekan olahraga dengan peserta terbanyak. Yaitu diikuti oleh 7.818 atlet dan 2.848 official dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Mereka bertanding di 525 nomor pertandingan pada 42 cabang olahraga. (mar)

Ads