Beranda blog Halaman 44

Kejari Surabaya Tangkap WW

SURABAYA (Swaranews) – Aksi kejar-kejaran mobil ibarat film aksi terjadi di Jalaan Kenjeran Surabaya. Kejadian itu merupakan akhir dari pelarian sang koruptor buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya Whisnu Wardhana (WW).

Menurut informasi dari salah satu staf intel Kejari, Candra, WW sempat melakukan perlawanan saat penangkapan. Sehingga sepeda motor salah satu Anggota yang melakukan penghadangan ditabrak oleh anak WW.

“Saat penangkapan, motor salah satu anggota kami ditabrak, hingga masuk ke kolong mobil. Sekitar jam 06.15 WIB ditangkap di jalan Kenjeran. Yang nyetir anaknya. Alhamdulillah anggota kami selamat, hanya luka lecet-lecet saja,” beber Candra, Rabu (9/1/2019).

WW ditangkap di dalam mobil Sigra dengan nomer polisi M 1732 HG yang dikendarai oleh anaknya. Saat penangkapan WW mengenakan jaket, topi dan masker.

Candra mengatakan bahwa mulanya, WW tidak mau membuka pintu mobil, Namun, setelah diancam akan di pecahkan kaca mobilnya barulah WW mau membuka pintu mobilnya.

Candra menanbahkan bahwa penangkapan WW di pimpin langsung oleh Kepala Kejari Surabaya, Teguh Darmawan dan Kasie Intel I Ketut Kasna.

”Penangkapan tadi pagi di pimpin langsung oleh pak Kajari, dan Kasie Intel,” terangnya. (mar)

Wali Kota Risma Beri “Wejangan” 3 Pelajar yang Kedapatan Mabuk Miras

Wali Kota Risma Beri “Wejangan” 3 Pelajar yang Kedapatan Mabuk Mira

SURABAYA (Swaranews) –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mendapati 3 pelajar Surabaya yang baru mengkonsumsi minuman keras (miras), Sabtu (5/1/2019) dini hari tadi. Mereka pun akhirnya dibawa ke Mako Satpol PP Kota Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diberi bimbingan.

Mendengar informasi itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung mendatangi Mako Satpol PP dan memberikan wejangan kepada tiga pelajar itu. Meski duduk di kursi roda karena kakinya sakit, ia tetap semangat memberikan wejangan kepada tiga pelajar itu.

Ia menjelaskan, apabila mereka meminum-minuman keras, maka saraf otak mereka akan mati. Apabila saraf otaknya sudah mati, maka akan kesulitan mikir dan menjadi orang bodoh. “Kalian perlu tahu ya, sekali kalian minum-minuman keras itu, maka satu juta sel sarafmu akan mati, sehingga apabila diterus-teruskan nanti tidak akan bisa mikir dan akan jadi orang bodoh,” kata Wali Kota Risma kepada tiga pelajar itu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memanggil orang tua mereka serta pihak sekolah tempat mereka bersekolah. Saat itu, Wali Kota Risma meminta kepada tiga pelajar itu untuk meminta maaf kepada orang tuanya masing-masing. Bahkan, para pelajar itu juga diminta untuk mencium kaki orang tuanya sebagai permintaan maaf dan mengakui perbuatannya serta berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

“Nanti minta maaf kepada orang tua kalian masing-masing dengan mencium kakinya. Kalian juga harus berjanji untuk tidak mengulangi lagi, berjanji tidak minum-minuman lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan tiga pelajar itu terjaring yustisi yang dilakukan oleh tim Asuhan Rembulan Satpol PP Kota Surabaya. Mereka terjaring dini hari tadi sekitar pukul 04.40 WIB di Jalan Tanjung Anom, Gubeng, Surabaya. “Nah, setelah ditanya-tanya identitasnya, mereka itu bau miras. Setelah kami dalami, ternyata mereka minum-minuman di kafe kawasan Banyuurip,” kata Irvan di kantornya.

Akhirnya, mereka pun dibawa ke Mako Satpol PP Kota Surabaya dan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A). “Dinas terkait ini pun melakukan sejumlah tes dan proses selanjutnya kami serahkan kepada DP5A,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus mendalami lokasi mereka minum-minuman itu. Selanjutnya, Satpol PP berencana akan melakukan penyisiran ke lokasi tempat mereka minum untuk memastikan apakah masih ada pelajar lain yang minum-minuman di situ. “Semoga tidak ada lagi pelajar yang kedapatan minum-minuman,” harapnya.

Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangun saat mendampingi para pelajar itu mengatakan tiga pelajar itu akan mendapatkan pendampingan dari Pemkot Surabaya. Ia juga mengaku memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama bersinergi memberikan pendampingan dan pendampingan kepada mereka. Hal itu bertujuan untuk memberikan efek jera kepada mereka supaya ke depannya tidak mengulangi hal serupa. “Kami bimbing mereka dan memberikan motivasi kepada mereka. Bahkan, Bu wali juga turun langsung untuk memberikan wejangan kepada mereka,” kata dia.

Pada saat itu, ia juga mengimbau kepada para orang tua di Surabaya untuk mengawasi anak-anaknya supaya tidak mengenal miras. Sebab, minuman itu bukan minuman sehat dan tidak layak dikonsumsi, apalagi anak-anak seusia mereka. “Anak-anak ini tugasnya hanya mempersiapkan masa depan mereka supaya sukses dan mempersiapkan masa depan bangsa ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak anak-anak Surabaya untuk memanfaatkan lapangan olahraga dan free wifi yang sudah tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi kenakalan remaja di Kota Surabaya. “Mari bersama-sama mengawasi anak-anak kita,” pungkasnya. (mar)

 

Wali Kota Risma Berikan Treatmen Khusus Kepada 53 Anak Putus Sekolah

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan treatmen khusus kepada 53 anak yang mengalami masalah pendidikan dan kesejahteraan sosial. Salah satunya dengan mengajak mereka bertemu langsung untuk diberikan pembinaan secara psikologis, agar anak-anak ini mau melanjutkan pendidikannya.

Wali Kota Risma mengatakan setelah dilakukan outreach ke rumah masing-masing, diketahui bahwa anak-anak itu mempunyai berbagai permasalahan sosial. Sehingga, beberapa anak-anak itu mengalami masalah putus sekolah. “Anak-anak ini tertangkap Satpol-PP, dan setelah kita outreach, dia memang tidak sekolah,” kata Wali Kota Risma usai acara pembinaan anak putus sekolah di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam Surabaya, Jum’at, (04/01/19).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga menghadirkan beberapa anak yang dulunya sempat putus sekolah, namun kini telah sukses dan berhasil bekerja di tempat yang lebih baik. Dengan harapan, agar anak-anak putus sekolah ini termotivasi untuk kembali melanjutkan pendidikannya. “Makanya saya tadi berikan contoh kakak-kakaknya yang sudah pada kuliah, sudah kerja, bisa memberikan semangat ke mereka. Bahwa mereka sebetulnya tidak sendiri punya masalah itu,” ujarnya.

Menurutnya, kebanyakan anak-anak putus sekolah ini menjalani kehidupannya dengan cara mengamen dan bekerja serabutan.  Kendati demikian, Wali Kota Risma ingin agar ke depan, anak-anak itu bisa kembali sekolah dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. “Ini ndak bagus kalau kemudian menular ke anak-anak yang lain. Karena itu, kemudian saya harus memotong mata rantai ini, anak-anak itu harus mau sekolah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, anak-anak ini diberikan kesempatan untuk menulis masalah dan keinginannya pada secarik kertas. Dengan tujuan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa mengambil langkah ke depan, untuk memberikan intervensi yang pas kepada anak-anak itu. “Setelah itu kan kita dalami mereka permasalahannya apa, misalkan dia putus sekolah SMP, kemudian kita harus apakan,” terangnya.

Bahkan, Wali Kota Risma mengungkapkan ada salah satu anak yang usianya masih 7 tahun dan selama ini tidak sekolah karena diajak oleh pamannya mengamen. Kendati demikian, Wali Kota Risma pun mengambil langkah tegas untuk menjadikannya sebagai anak asuhnya. Nantinya, ia akan dirawat dan disekolahkan oleh Pemkot Surabaya. “Dia kita ambil, jadi sekarang tinggal di tempat kita. Dia sepertinya dimanfaatkan oleh keluarganya untuk jadi pengemis. Saya tidak mau, saya harus melindungi itu,” tuturnya.

Sementara itu, anak 7 tahun itu mengaku bahwa selama ini diajak pamannya mencari uang dengan cara mengamen di atas bus. Selama ini, ia diajak pamannya mengamen keliling kota, dan uang yang dihasilkan pun kemudian diminta oleh pamannya. “Saya diajak paman ngamen keliling-keliling kota naik bus. Dari Tuban, Rembang, Pati, Semarang, Cirebon, Tegal. Karawang terus ke Jakarta,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sangat senang apabila nantinya Pemkot Surabaya akan menyekolahkannya. Sebab, dia memang ingin sekolah seperti kawan-kawan seusianya. “Iya senang sekali, terimakasih Bu Risma,” ujarnya sambil tersenyum.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Chandra Oratmangun menambahkan 53 anak yang dilakukan pembinaan itu, diketahui mempunyai berbagai permasalahan sosial. Beberapa anak-anak itu, tertangkap saat ngamen, bolos sekolah, hingga tertangkap menjadi pekerja di warung sekitaran jembatan kaki Suramadu, padahal masih berusia di bawah umur.

“Mereka rata-rata usia 14-15 tahun dan mereka putus sekolah. Sehingga tadi dikumpulkan, dimotivasi sehingga mereka mau sekolah lagi,” katanya.

Ia menyampaikan setelah dilakukan pembinaan, nantinya anak-anak ini akan kembali di sekolahkan oleh Pemkot Surabaya. Sementara bagi yang ingin bekerja, akan difasilitasi untuk mengikuti training atau pelatihan di Surabaya Hotel School (SHS). “Kalau dia ndak mau sekolah lagi, kita arahkan kejar paket. Tapi kalau dia mau sekolah, kita kembalikan ke sekolah asalnya,” pungkasnya. (mar)

Wali Kota Risma Kembali Melaunching Suroboyo Bus, Minggu ini Dioperasikan

Wali Kota Risma Kembali Melaunching Suroboyo Bus, Minggu ini Dioperasika

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali melaunching Suroboyo Bus tahap 2 di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (4/1/2019). Peluncuran 10 bus baru itu ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wali Kota Risma dan diberikan kepada crew Suroboyo Bus. Selanjutnya, Wali Kota Risma juga memecahkan kendi sebagai pertanda diluncurkannya bus baru tersebut.

Setelah itu, Wali Kota Risma beserta jajarannya langsung mencoba menaiki Suroboyo Bus baru dengan beranjak dari halaman Balai Kota Surabaya keluar ke Jalan Sedap Malam lalu belok kiri ke Jalan Wali Kota Mustajab menuju Viaduk Gubeng kemudian belok kanan menuju Jalan Pemuda dan belok kiri ke arah Jalan Yos Sudarso dan balik lagi ke halaman Balai Kota Surabaya.

Wali Kota Risma mengatakan Suroboyo Bus yang baru ini untuk menambah kekuatan bus yang sudah ada sebelumnya, supaya nantinya headway atauwaktu antara dua sarana angkutan untuk melewati suatu titik atau tempat perhentian bus bisa lebih pendek. Selama ini, rata-rata 20 menit dan selanjutnya diharapkan lebih pendek bisa menjadi 10 menit. “Jadi, ini akan menambah kekuatan rute timur-barat dan rute utara-selatan,” kata Wali Kota Risma seusai peluncuran Suroboyo Bus.

Bahkan, ia juga berharap nantinya lebih banyak warga Kota Surabaya yang tertarik untuk menggunakan angkutan massal ini, sehingga nanti dapat mengurangi kecelakaan dan dapat mengurangi kemacetan di Kota Surabaya. Selain itu, bus ini juga untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Surabaya. “Menurut saya selama ini warga Surabaya masih belum banyak yang tertarik untuk naik bus, sehingga kami terus dorong dan memastikan bahwa bus ini aman dan nyaman,headway-nya juga tidak perlu menunggu lama lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa ada perbedaan antara bus yang baru ini dengan bus yang sudah ada sebelumnya. Suroboyo bus yang baru ini memiliki dua pintu masuk, sehingga apabila berhenti di halte-halte akan lebih mudah karena bisa di sisi kiri maupun sisi kanan.

Selain itu, bus baru ini juga bisa charger HP dan juga free WIFI. Haparannya, anak muda Surabaya bisa semakin tertarik untuk menaiki bus ini dengan fasilitas free WIFI. “Apabila anak muda Surabaya tertarik naik bus, maka angka kecelakaan bisa ditekan, karena selama ini angka kecelakaan tertinggi usia remaja atau anak muda,” imbuhnya.

Wali Kota Risma juga memastikan pembayaran Suroboyo Bus itu akan tetap memakai sampah botol plastik. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan ternyata selama ini manfaatnya sudah sangat terasa di Surabaya. “Saat ini sampah plastiknya sudah berkurang, jarang sekali kami menemukan sampah plastik di selokan. Kalau masih ada, itu sisa-sisa kemarin, sekarang sudah hampir tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat memastikan 10 armada Suroboyo Bus yang baru itu akan ditambahkan untuk rute barat-timur sebanyak 7 armada. Sedangkan 3 armada lainnya akan ditambahkan untuk mendukung rute utara selatan, sehingga nantinya setiap rute akan ada 10 armada. “Jadi, nanti masing-masing 10 armada, baik rute barat-timur dan utara-selatan. Insyallah minggu ini akan mulai dioperasikan,” kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa kapasitas Suroboyo Bus yang baru ini 65 orang. Berbeda dengan bus yang lama dengan kapasitas 67 orang. “Kapasitasnya 65 orang karena bus yang baru ini memiliki dua pintu, kalau bus yang lama kan hanya satu pintu. Kacanya juga lebih rendah, sehingga secara keseluruhan desainnya lebih bagus yang ini,” ujarnya.

Irvan menambahkan, Pemkot Surabaya juga menambah delapan halte bus yang terletak di depan UIN, depan Royal, depan Joyoboyo, Mayjen Sungkono depan KPU, Mayjen Sungkono sebelah SPBU, HR Muhammad sekitar Masjid At-taqwa, Dharmawangsa sekitar rumah sakit Dr Soetomo, Kertajaya Indah sebelah bundaran ITS. “Rencananya kami juga akan terus menambahkan halte-halte bus ini ke depannya,” pungkasnya. (mar)

Dua Co-Pilot Ucap Terima kasih jKe Walikot

SURABAYA (Swaranews )Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan Rizal Awalludin Adiansyah dan M. Salman Al Farisy. Keduanya merupakan anak surabaya yang berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan penerbangan hasil kerjasama antara Pemkot Surabaya dan Maskapai Penerbangan Citilink.

Dalam kunjungannya, keduanya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atas perhatian yang sudah diberikan kepada mereka hingga sukses menempuh pendidikan dan kini resmi bekerja di maskapai penerbangan Citilink.

“Senang sekali karena ini kesempatan langka dan saya bersyukur serta berterima kasih kepada Pemkot Surabaya khususnya Ibu wali kota Risma karena sudah memperjuangkan dan mengupayakan agar hidup kami lebih sejahtera,” ungkap Rizal di kediaman wali kota pada Senin, (31/12/2018).

Kesuksesan yang diraih Rizal berawal ketika Ia mendapat selebaran pemberitahuan yang menjelaskan Pemkot Surabaya membuka beasiswa pendidikan untuk 10 orang pilot, 10 pramugari dan 10 pramugara. Melihat peluang tersebut, Rizal mencoba peruntungan. “Awalnya, hanya ingin ikut tes pilot saja untuk mengetahui seperti apa model testnya hingga sampai tes akhir dinyatakan lulus,” terangnya.

Setelah dinyatakan lulus tes administrasi, administrasi lanjutan, tes TPA, wawancara, psikotest dan kesehatan, Rizal bersama keempat kawannya menjalani pendidikan bina karakter selama 2 minggu di Banyuwangi.

Lebih lanjut, Ia menjalani pendidikan selama 2 tahun dan dinyatakan lulus tahun 2017 kemudian langsung disalurkan ke citilink. “Sekarang sudah penempatan di citilink Jakarta sebagai co pilot. Gabungnya sudah setahun dan terbang 5 bulan,” jelas Rizal.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, awalnya setelah melewati proses seleksi, Ia berharap anak-anak menjalani pendidikan kemudian dinyatakan lulus dan dapat langsung bekerja menjadi co- pilot pesawat komersial. Namun ternyata tidak bisa. “Pengen saya seperti itu mengingat biaya sekolah pilot sangat mahal,” katanya.

Kendati demikian, Wali Kota Risma bersyukur karena maspakai penerbangan citilink bersedia menanggung seluruh biaya anak-anak. “Biayanya itu hampir sama dengan sekolah pilot di awal dan anak-anak tidak dikenai biaya sepeser pun,” terang wali kota sarat akan prestasi itu.

Wali kota perempuan pertama di surabaya itu menambahkan, saat ini kedua anak Surabaya itu dinyatakan resmi menjalani ikatan dinas dengan citilink. Sementara, ketiga teman lainnya sedang menjalankan tugas penerbangan. (mar)

Peduli Kebersihan, Prajurit Yonarmed 12 /Kostrad Bersih-Bersih Desa Grudo Ngawi

NGAWI (Swaranews) – Mewujudkan li6ngkungan yang bersih dan sehat, merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab seluruh Satuan TNI-AD di setiap wilayah tugasnya.
Seperti yang dilakukan oleh prajurit Yonarmed 12/Kostrad saat ini, Minggu, 6 Januari 2019. Meskipun memasuki akhir pekan, ternyata tak menyurutkan niat prajurit di bawah Komando Mayor Arm Ronald F. Siwabessy, untuk terus bersinergi bersama warga sekitar dalam upayanya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
Kali ini, prajurit Armed 12/Kostrad bersama warga Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, tertuju ke sebuah saluran air yang dinilai kurang mendapat perhatian.
Itu terlihat, ketika banyaknya tumpukan sampah yang memenuhi saluran air di Desa Grudo tersebut.
Burhanuddin (52) mengatakan, kondisi saluran air yang penuh dengan tumpukan sampah tersebut, dinilai bisa menjadi pemicu terjadinya banjir. “Apalagi, sekarang sudah memasuki musim penghujan,” ungkap salah satu warga Desa Grudo ini.

Gus Ro Bertekad Bangun Kampung Untuk Surabaya Sejahtera

SURABAYA (Swaranews) – Tidak asing dengan dunia politik menjadikan motivasi bagi Mohammad Rokib, S.H., untuk berangkat sebagai Calon Anggota Legislatif 2019 untuk DPRD Kota Surabaya Daerah Pemilihan ( Dapil) 2 (Kecamatan Kenjeran, Tambaksari, Semampir dan Pabean Cantikan) dari Partai Berkarya.

  1. Menurut Moh. Rokib dirinya yang terlahir di kampung dan besar di kampung ingin meembangun Kota Surabaya dimulai dari kampung. Pengalamannya sebagai Kerua RT di Rumah Susun (Rusun) Tanah Merah, Kelurahan Tanah Kali Kedinding menjadi bekal untuk mensejahterakan masyarakat menengah ke bawah.

“Semmangatnya adalah mengabdi untuk negeri. Melalui Partai berkarya Saya ingin mengembalikan kejayaan Indonesia. Salah satu konsentrasi Saya adalah pendidikan gratis, khususnya bagi anak- anak terlantar dan kurang mampu,” papar pria yang akrab disapa Gus Ro ini, Sabtu (5/1/2019) di Rusun Tanah Merah Surabaya.

Gus Ro menegaskan bahwa proyeksinya adalah seluruh anak usia sekolah di Kota Surabaaya harus mengenyam pendidikan minimal hingga SMA.

“Setelah lulus SMA dan atau yang sederajat. Baru merekaa kita arahkan sesuai dengan kemauan dan kemampuannya. Apakah menjadi wirausahawan, atau bekerja sesuai bidangnya,” urainya.

Gus Ro menambahkan satu haal yang tak kalah pentingnya adalah layanan kesehatan yang adil dan merata. Dirinya menyatakan siap membantu sepenuhnya bagi warga masyarakat yang benar-benar tidak mampu agar terlayani di Rumah sakit pemerintah maupun swasta.

“Semoga Allah menakdirkan Saya untuk menjalankan amanah sebagai wakik rakyat di DPRD Kota Surabaya. Saya berjanji akan tetap tinggal di Rusun Tanah Merah ini, demi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (mar)

Ruas Baru Jalan Raya Sememi Bisa Segera Difungsikan

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melanjutkan tinjauannya menuju proyek box culvert di Jalan Sememi, usai meninjau pembangunan rumah pompa Petekan di Kalimas Baru, Minggu, (29/12/18). Kunjungannya kali ini, untuk memastikan bahwa proyek box culvert Jalan Sememi yang telah selesai diaspal, bisa segera difungsikan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kemacetan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma meminta kepada jajarannya agar ruas jalan baru yang telah diaspal, mulai pertigaan Jalan Kendung hingga ujung barat Jalan Sememi, bisa segera dibuka dan dimanfaatkan untuk akses jalan. Namun, sebelumnya pihaknya akan menyiapkan rambu-rambu dan marka jalan.

“Ruas ini sampai (pertigaan kendung) BDH, mungkin bisa kita buka segera, mungkin minggu depan. Biar disiapkan rambu-rambunya dulu, dikasih marka, supaya ndak ada kecelakaan,” kata dia, saat meninjau proyek box culvert Jalan Sememi Surabaya, Minggu, (29/12/18).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan ruas jalan baru yang telah selesai diaspal itu, mencapai sekitar 800 meter. Ruas baru itu, diharapkan rampung dan bisa segera dilewati kendaraan minggu depan. Saat ini, pengerjaan hanya tinggal pemasangan marka jalan dan penutup selokan.

“Nanti ini kita buka dulu sampai ruas ini (pertigaan Kendung). Mudah-mudahan akhir bulan depan (2019) kita bisa aspal semua, kita bisa fungsikan,” jelasnya.

Proyek bersifat multiyear tersebut, hingga kini terus dikebut oleh Pemkot Surabaya untuk mengurangi kemacetan. Bahkan tahun depan, Wali Kota Risma mengaku pihaknya mulai menggebut pengerjaan box culvert dari titik sebelah barat Kecamatan Tandes menuju Jembatan Kandangan. “Jadi dari Tandes kita sampai ke sini (arah barat). Terus kemudian kita lanjut sampai ke Jembatan Kandangan,” tutupnya. (mar)

Polsek Genteng Inisiasi Raibnya Motor Parkir Di Monkasel

SURABAYA (Swaranews)  –  Polsek Genteng Polrestabes Surabaya menggelar acara rembuk kamtibmas dengan Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) di Mapolsek Genteng, Surabaya, Jumat (4/1/2018).

Hadir dalam kegiatan itu, Kapolsek Genteng Kompol Ary Trestiawan, Wakapolsek Genteng Ris Andrian, SH., SIK., Danramil Genteng diwakili Wadanramil Kapten Sugiharto, Irfan dari manajemen Monkasel Surabaya.

Dalam kegiatan itu membahas tentang permasalahan hilangnya motor scoopy milik Nuril warga Surabaya beberapa waktu lalu.

Membuka acara Wakapolsek Genteng mengatakan bahwa tujuan diadakanya kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi, serta membahas problem solving penyelesaian permasalahan hilangnya motor di parkiran Monkasel, Surabaya.

“Tujuan acara ini bukan untuk mencari siapa yang salah dan benar, melainkan mencari solusi terbaik yang tidak merugikan pihak korban dan pengelola Monkasel,” ucap Wakapolsek Genteng.

Irfan selaku perwakilan dari Monkasel mengatakan bahwa permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan mencari solusi yang terbaik.

“Insya Allah dengan adanya pertemuan yang diprakarsai oleh Polsek Genteng ini dan disaksikan perwakilan rekan media dari Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) serta pihak Koramil Genteng, kami akan segera menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Irfan.

Dalam pertemuan itu, Irfan menekankan bahwa pihaknya memiliki ijin pengelola parkir yang resmi diberikan oleh Dinas Perhubungan Surabaya.

“Dalam forum ini, sekaligus kami ingin memberikan klarifikasi terkait ijin pengelola parkir di Monkasel, bahwasanya kita memiliki ijin resmi dari Dishub Surabaya, cuma kami kelolakan ke orang lain,” tegasnya.

Dari pertemuan itu, disepakati bahwa pihak pengelola parkir Monkasel bersedia memberikan ganti rugi terkait hilangnya motor di parkiran Monkasel Surabaya. (aws/mar)

Uluran Tangan Mahasiswa Unusida untuk Tsunami Lampung

SIDOARJO ( Swaranews) – Tsunami yang menerjang saudara kita di pesisir barat Banten dan pesisir selatan Lampung dua minggu lalu, tepatnya sabtu malam (22/12) yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda mengakibatkan banyaknya jumlah korban yang berjatuhan, diantaranya 431 orang tewas dan 7.202 luka-luka dan 23 orang masih hilang.
Selain itu, tercatat juga 1.296 unit rumah usak, 78 penginapan atau warung rusak, 434 kapal dan perahu rusak, 69 kendaraan roda empat rusak, dan 38 kendaraan roda dua rusak. Data masih sementara dan memungkinkan akan bertambah, namun tidak terlalu banyak.

Guna meringankan beban korban bencana alam tersebut, sejumlah elemen organisasi pelajar dan mahasiswa di lingkup wilayah Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) melakukan penggalangan dana.

“Kami dari tiga lembaga diantaranya PKPT IPNU-IPPNU, PMII, UKM Pagar Nusa Universita Nadhlatul Ulama Sidoarjo mengadakan Aksi Solidaritas Kemanusiaan galang dana  untuk membantu meringankan beban mereka,” ujar Yuwono Nurkomalasari selaku Korlap aksi solidaritas tersebut, Jum’at (4/1/2019) di Sidoarjo.

Dia menyampaikan bahwa aksi Solidaritas Kemanusiaan dimulai sejak 30 Desember hingga 3 Januari 2019, Galang dana di bagi 2 lokasi yaitu Perempatan Alun-alun Sidoarjo dan Pertigaan Transmart Sidoarjo dimulai sekitar pukul 11.00 – Selesai, selama 5 hari tersebut dana yang terkumpul untuk saudara kita yang tertimpa tsunami di Banten dan Lampung Rp. 9.933.000.

“Untuk hasil penggalangan dana ini akan disalurkan melalui lembaga LAZIZNU PCNU SIDOARJO,” ungkap Yuwono.

Dirinya bersyukur karena pengguna jalan roda dua, roda empat atau lebih yang melintas di alun-alun Sidoarjo maupun pertigaan Transmart Sidoarjo sangat antusias untuk memberikan sedikit hasil jerih payahnya dalam bekerja untuk diberikan kepada saudara kita yang terkena musibah di Banten maupun Lampung untuk meningankan beban mereka.

“Beban mereka beban kita semua, Luka Mereka Luka Kita Semua, dan duka mereka duka kita semua,” ungkap Yuwono. (mar)

Ads