Beranda blog Halaman 44

Antasari Azhar dan Gus Rosikh bertemu di solo Istiqomah kawal dan dukung pemerintahan Jokowi KMA

Solo, Kamis 11 Juli 2019

Ketua umum Garda Jokowi Bapak Antasari Azhar bertemu dengan ketua Kurma (koordinator untuk relawan kyai ma’ruf amin) KH Achmad Rosikh di solo Jateng pagi ini.
Pertemuan dua ketua relawan ini dilakukan di sela sela acara sebelum acara syukuran kemenangan Paslon 01 yang sedianya akan digelar nanti malam di solo.
Pertemuan pak Antasari Azhar yang merupakan ahli hukum negara dan Gus Rosikh (ahli hukum agama, merupakan salah satu pengasuh ponpes MIS sarang Rembang, dan ketua Gerakan Pesantren Nusantara) ini dalam suasana santai, penuh keakraban dan persaudaraan.
Keduanya, Antasari dan Gus Rosikh sepakat untuk tetap Istiqomah mengawal dan mendukung program program kerja pemerintahan Jokowi Ma’ruf kedepan.
Kita sebagai relawan akan tetap berjuang, bersinergi, mendukung dan mendoakan bagi program program pemerintah yang mana program itu harus lebih pro rakyat, untuk semua kalangan, dan dapat dirasakan oleh semua rakyat Indonesia. Kami berharap kedepan upaya upaya peningkatan infrastruktur, kesejahteraan ekonomi rakyat, pendidikan, dan penindakan hukum harus lebih mengedepankan “retroactive justice”, dan tindakan hukum tegas bagi koruptor lebih ditingkatkan pada periode ini kedepanya, tutur Antasari Azhar (Ketua Garda Jokowi).


Sementara KH Achmad Rosikh (ketua GPN dan Kurma) berharap agar semua pihak agar menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila, dan agama masing masing menyikapi beberapa hal pasca pilpres berakhir. Saya berharap pihak pihak yang kalah bisa tetap menjadi oposisi yang baik seperti meniru langkah yang dilakukan oleh PDIP selama 10 tahun menjadi oposisi yang baik. Hal ini sangat penting untuk proses demokrasi bangsa yang sehat dan baik di masa masa yang akan datang, saat ini betul sudah tidak ada lagi 01 dan 02 yang ada dan wajib harus 03 yakni persatuan Indonesia, namun tentunya tetap harus mengedepankan kepentingan bangsa di masa yang akan datang, dan mengutamakan kemaslahatan bagi umat dan rakyat Indonesia.
Rekonsiliasi yang digagas oleh beberapa pihak itu baik namun kurang pas, karena keadaan bangsa kita baik baik saja. Rekonsiliasi itu dalam konteks ketatanegaraan bisa mengacu seperti unifikasi Jerman barat dan Jerman timur menjadi Jerman bersatu, itu contohnya, kita perlu belajar dari situ, bukan seperti mengacu pada Falkland/malvinas yang rekonsiliasi dan unifikasi setelah perang Antara Inggris dan Argentina.
Mari bersama sama baik pihak yang menang dan ataupun pihak yang kalah mengajarkan demokrasi dalam berbangsa dengan baik agar ditiru dan dilestarikan oleh generasi generasi kita mendatang. (wwn)

Perkuat Nilai Juang 45 Generasi Millenial, Gubernur Khofifah Bersama Veteran Siapkan Formula Khusus

SURABAYA (Swaranews) – Puluhan veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Pusat dan Prov. Jawa Timur menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/7/2019) malam.

Selain untuk memperkenalkan diri kepada Gubernur baru Jatim, beberapa program akan disiapkan dalam memperkuat dan menyebarluaskan nilai juang 45 kepada generasi muda terutama kaum millenial. Menurut Gubernur Khofifah, langkah ini penting dilakukan sebagai upaya menjaga NKRI dan Pancasila secara utuh dan menyeluruh.

“Sebagai generasi penerus, banyak kaum millenial tidak tahu sejarah bagaimana bangsa ini terbentuk. Ditambah menurut hasil survei lembaga seperti UIN Syarif Hidayatullah menyebutkan bahwa kelompok siswa yang tidak setuju Pancasila sebagai dasar negara makin meningkat. Hal ini seiring dengan penelitian LIPI yang menunjukkan kristalisasi politik identitas justru di kelompok masyarakat terdidik, baik yang berpendidikan S3, S2 maupun S1,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penguatan nilai juang dan ideologi Pancasila ini menjadi masalah dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Menurutnya, dibutuhkan sinergi semua elemen, khususnya LVRI sebagai organisasi para veteran yang memiliki pengalaman langsung bagaimana berjuang dan  berkorban  untuk mempertahankan Indonesia.

Rencananya, Pemprov Jatim bersama LVRI kedepan akan bergerak ke sekolah-sekolah khususnya SMA dan SMK di Jatim. Hal itu dilakukan untuk mengajarkan nilai patriotik dan nilai juang 45 kepada para siswa.

Tidak hanya itu, terkait hal ini Pemprov Jatim juga segera membuat MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan LVRI.

“Kelompok millenial memiliki dunia yang berbeda dari baby boomers dan Generasi X. Mereka berinteraksi serba digital, cara berkomunikasi dengan mereka pun dengan rumpun bahasa dan cara yang berbeda. Jadi, diperlukan program dengan formulasi khusus agar mereka tertarik dan betah mengikutinya sehingga efektif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP LVRI, Mayjen TNI (Purn.) Syaiful Sulun mengakui saat ini banyak generasi muda yang tidak mengenal sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Ditambah saat ini banyak berkembang paham radikalisme yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, LVRI sebagai organisasi para veteran berkewajiban mewariskan nilai juang 45 terutama kepada kaum muda. Banyak upaya yang dilakukan LVRI dalam mengenalkan nilai-nilai kejuangan seperti memberikan pelatihan kepada guru maupun siswa.

“Khusus untuk Provinsi Jatim terutama Kota Surabaya program ini sudah berjalan baik. Kami ingin ke depan program ini juga berjalan di kab/kota yang lain,” katanya.

Ia berharap upaya penguatan nilai juang ini tidak pernah berhenti dan Jatim mampu menjadi daerah percontohan dalam upaya penguatan nilai-nilai ini.

“Terimakasih atas perhatian dari Ibu Gubernur terutama Pemprov Jatim dalam upaya penguatan nilai ideologi Pancasila agar tetap terpelihara dengan baik,” pungkasnya. (Msa)

Wali Kota Risma Beri Bantuan Dana untuk Korban Kebakaran di Kelurahan Gundih

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerahkan bantuan dana perbaikan rumah kepada warga korban musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Margorukun Gang Lebar, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu (10/7/2019). Selain bantuan dana, Pemerintah Kota Surabaya juga menyerahkan bantuan pakaian, selimut dan sembako.

 

Wali Kota Risma menjelaskan bantuan dana itu merupakan hasil sumbangan dari pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya. Totalnya ada 17 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan itu. “Mungkin jumlahnya tidak seberapa, tapi percayalah bahwa kami memberikannya dengan tulus dan ikhlas. Itu murni dari teman-teman Pemkot Surabaya,” kata Wali Kota Risma seusai penyerahan bantuan di Gedung Siola, Sabtu (13/7/2019).

 

Menurutnya, pegawai di Pemkot Surabaya hanya berusaha dan mencoba meringankan beban para korban kebakaran itu dengan semampu tenaganya. Apalagi, rumah-rumah yang mereka tempati bukan merupakan lahan mereka, sehingga tidak bisa apabila dibantu dengan menggunakan dana APBD. “Kalau lahannya ada yang milik sendiri, baru kami bisa menggunakan dana APBD untuk membantunya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan dana bantuan itu bisa mulai digunakan untuk renovasi rumah masing-masing, supaya rumah-rumah yang sempat terbakar bisa diperbaiki atau direnovasi. Hari ini, lanjut dia, bisa digunakan untuk bersih-bersih puing-puing bangunan itu. “Hari ini mari bersih-bersih dulu dan semangat lagi untuk menatap hidup ke depannya,” ujarnya.

 

Meski begitu, apabila ada yang ingin tinggal di rusun, maka mulai hari ini sudah bisa pindah dan akan dibantu oleh jajaran Linmas untuk boyongan. Pada kesempatan itu, ia juga memastikan bahwa rusun milik Pemkot Surabaya itu sangat bagus, lantainya lebih bersih, kamar mandi dalam dan juga ada ruang tamu dan keluarga.

 

“Hingga saat ini, yang  daftar antri rusun itu sudah mencapai 5 ribu lebih KK. Tapi saya dahulukan Panjenengan (Anda) semuanya yang terkena musibah,” kata dia.

 

Wali Kota Risma juga mengajak para korban kebakaran itu untuk tetap bersabar menerima segala cobaan yang sedang menimpanya. Bagi dia, cobaan semacam ini menjadi bukti bahwa Tuhan masih sayang, makanya perlu diuji.

 

“Mari kita bersabar. Apapun ujian kita, insyalah Tuhan akan menyayangi kita kalau kita jadi orang sabar. Bahkan ada yang bilang ujian itu akan mengurangi dosa kita. Kalau kita sabar, kita akan jadi pemenang,” katanya.

 

Oleh karena itu, ia juga menyampaikan terimakasih kepada jajaran Pemkot Surabaya yang telah bersama-sama membantu warga korban kebakaran. Terutama kepada jajaran Dispendik yang telah membantu menguruskan surat-surat dan ijazah-ijazah para korban kebakaran, dan juga jajaran Dispendukcapil yang telah menguruskan administrasi kependudukan seperti KTP dan lainnya. “Kalau untuk ijazah ini memang membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Kami akan menyelesaikan masalah kependudukan dan ijazah hingga tuntas,” tegas Wali Kota Risma.

 

Sebelumnya, Rabu (10/7/2019) kemarin, sebuah kebakaran besar terjadi di Jalan Margorukun Gang Lebar, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Karena kebakaran itu terjadi di rumah padat penduduk, akhirnya sejumlah rumah hangus terbakar. Akhirnya, warga korban kebakaran itu ditampung di Kampung Ilmu Jalan Semarang. (mar)

 

Stand Bazar TMMD Berisi Berbagai Kuliner

TRENGGALEK (Swaranews) – Stand bazaar ini berisi berbagai macam kuliner, dan jajanan hasil UKM binaan. Mulai dari Bnaan warga desa setempat, Kecamatan hingga UK binaan steakholder lainnya.

usai melakoni serangkaian upacara pembukaan TMMD Reg 105 Kodim Trenggalek.

Didampingi Dansatgas TMMD, Letkol Inf Dodik Novianto, Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengujungi stand bazaar dan posko kesehatan.

Posko kesehatan sangat diperlukan. Karena kesehatan adalah segalanya. Posko ini nanti akan dipergunakan untuk keberlangsungan program TMMD.

“Posko kesehatan ini penting sekali ya. Karena memang penting untuk mejaga dan tes kesehatan Satgas TMMD,” Jumat (12/7). (sub)

Gandeng UPN Surabaya, Satgas TMMD Sosialisasikan Pupuk Organik

TRENGGALEK (Swaranews) – Tak hanya menyasar pada kegiatan fisik, kemanunggalan TNI bersama masyarakat juga menyasar kepada kegiatan non fisik. Gandeng UPN Surabaya Satgas TMMD di Kabupaten Trenggalek sosialisasikan pupuk organik, Jum’at (12/7/2019).

Bertempat di Kediaman Wardi warga RT. 19 RW. 05 Dusun Kalitelu Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan Satgas berbagi informasi kebermanfaatan pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak maupun kompos limbah sampah.

Menurut Muhamad Alif Mahasiswa UPN Surabaya, kajian secara akademis, penggunaan pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Kesadaran masyarakat terhadap pupuk organik masih kurang, padahal kandungan kimia dalam pupuk dapat meningkatkan keasaman pada tanah yang lama kelamaan justru membuat tanah tidak akan subur kembali.

Sedangkan penggunaan pupuk organik, selain ramah lingkungan juga membuat tanaman tahan akan serangan hama seperti wereng cokelat, tikus dan hama lainnya yang kini tengah marak.

Pupuk organik juga mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani karena harganya yang murah dan terjangkau. Pasalnya petani bisa memanfaatkan limbah ternak untuk pupuk, sepertihalnya kotoran kerbau dan sapi maupun sampah jerami untuk diproses dan dijadikan kompos.

Pemakaian pupuk organik dapat menyuburkan lahan pertanian sehingga dapat mendongkrak produksi dan produktivitas pangan.

Ingin memutus mata rantai ketergantungan pada pupuk kimia, Satgas TMMD dan Mahasiswa UPN Surabaya mengajak warga untuk memproduksi pupuk organik, untuk kebutuhan pribadi maupun kelompok. Apalagi harga komoditas pertanian yang dihasilkan dengan sistem organik harganya lebih mahal dipasaran.

Wardi, warga Kalitelu ini sangat senang dengan paparan dari Mahasiwa UPN tersebuut. Menurutnya pihaknya akan mencoba memanfaatkan limbah ternak atau limbah sampah jerami untuk diproses menjadi pupuk organik. “Matur suwun kawulo malih ngertos damel pupuk organik (terima kasih saya jadi mengerti cara membuat pupuk organik,” tuturnya dalam bahasa jawa. (sub)

Terima Kepala BNPB, Gubernur Khofifah Bahas Indeks Pengurangan Resiko Bencana di Jatim

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat Doni Monardo membahas Indeks Pengurangan Resiko Bencana, yang merupakan salah satu Indeks Kinerja Utama (IKU) yang terdapat dalam Rancangan Program Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2019-2024.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah ingin mendapatkan parameter terukur untuk IKU tersebut agar implementatif.

“PERDA RPJMD sudah ditandatangani oleh DPRD dan Gubernur, dan sudah dikirim ke Mendagri. Harapannya, setelah dari Mendagri, kami ingin melakukan breakdown, terhadap IKU, terutama tentang Indeks Pengurangan Resiko Bencana,” kata Khofifah usai menerima Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo di Gedung Negara Grahadi, Kamis (11/7/2019).

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, indeks pengurangan resiko bencana tersebut merupakan hal baru. Untuk itu, dirinya ingin memaksimalkan parameter-parameter terukur terkait indeks pengurangan bencana.

“Kita sedang hunting berbagai referensi terkait indeks tersebut untuk bisa memaksimalkan Renstra dan RKPD yang kami susun berseiring dengan pembahasan RPJMD. Kami ingin mendapat masukan dari BNPB, pakar, dan pihak yang berkompeten lainnya. Kita ingin mem-break down parameter-paramater itu secara lebih spesifik, baik regional provinsi, maupun lokal,” katanya.

Gubernur Khofifah melanjutkan, dengan adanya parameter-parameter yang terukur tersebut, diharapkan dapat memberikan edukasi maupun pemahaman kepada masyarakat, khususnya terkait bencana alam. Salah satu tujuannya, masyarakat dapat lebih siap, melakukan langkah antisipasi, serta bisa terselamatkan jika terjadi bencana alam di tempat tinggal mereka.

“Jadi, nanti parameternya akan jelas, parameter pengurangan resiko bencana seperti apa, peran individu keluarga dan masyarakat seperti apa, peran Pemkab/kota seperti apa, dan Pemprov mengintervensinya seperti apa? Ini semua jelas dan terukur,” jelasnya.

“Kemudian, masyarakat jadi lebih paham, ini lho hasil penelitannya, di titik ini ada sesar, berarti ada gerakan tanah yang mendorong keatas, nanti patahannya disini, dan sebagainya. Hal ini sudah terpetakan oleh pakar geologi  dari UGM yang telah melakukan penelitian di beberapa titik di Jawa Timur,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim itu menambahkan, pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada bulan April lalu. Dimana, Kepala BNPB telah menyampaikan terkait antisipasi gerakan patahan bumi yang bisa terjadi di beberapa wilayah di Jatim.

“BNPB dan tim pakar geologi ini sudah pernah ke Sumatera Selatan, ternyata disalah satu area strategis diketahui ada potensi patahan bumi yang bisa menjadi sumber gempa, lalu titik tersebut dikasih tanda dengan patok bahwa disitu ada patahan bumi yang berpotensi gempa. Nah, disini juga ada titik-titik itu, saya tiap hari mendapat update, terjadi gempa dimana, berapa km kedalamannya, berapa skala richter, dan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, salah satu tujuan kedatangannya adalah untuk menyampaikan kepada Gubernur Khofifah, bahwa keesokan paginya, Jumat (12/7), rombongan dari BNPB dari Jakarta akan melakukan serangkaian kegiatan di Jatim yang dipusatkan di Banyuwangi.

“Salah satu aktivitas yang akan dilakukan adalah melepas tim ekspedisi desa tangguh bencana (Destana), kenapa kami pilih Banyuwangi? Karena pada tahun 1994 yang lalu, pernah terjadi gempa dan tsunami di Banyuwangi dengan korban jiwa yang sangat banyak, yakni lebih dari 250 jiwa.” katanya.

Karena itu, lanjut Kepala BNPB Doni, pihaknya ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat supaya tidak lupa peristiwa ini, karena ada kemungkinan potensi gempa tersebut terjadi kembali. Diharapkan, masyarkaat lebih waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi akibat gempa maupun tsunami.

Ekspedisi Destana 2019, lanjutnya, bukan hanya di Banyuwangi, tapi meliputi seluruh desa yang ada di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, yang berakhir di Provinsi Banten. Di Indonesia, terdapat sebanyak 5.744 desa yang rawan terhadap tsunami, dari jumlah tersebut, 584 desa diantaranya ada di selatan Jawa.

“Daerah yang termasuk prioritas bukan hanya dikunjungi, tapi juga akan kami berikan edukasi kepada penduduk, dan sekalian memberikan pola-pola kesiapsiagaan atau mitigasi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika terjadi bencana, mereka harus tahu bagaimana cara menyelamatkan diri,” lanjutnya.

Kepala BNPB Doni mencontohkan, jika ada gempa besar, yang bisa dirasakan oleh penduduk sekitar 30 detik, maka kurang dari tiga menit, tanpa ada peringatan dari alarm atau sirine, penduduk diharapkan segera meninggalkan daerah yang rendah ke tempat yang tingginya sekitar 30 meter.

“Jadi gampang mengingatnya, 30 detik, kurang dari 30 menit, harus menuju ke tempat yang tingginya 30 meter,” pungkasnya. (Msa)

Direktur ZIPF Prof. Ma Harap Indonesia Mampu Bangun Perdamaian Dunia

SURABAYA (Swaranews) – Hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok dalam berbagai sektor menjadikan keduanya saling terkoneksi dan saling memberikan pengaruh satu sama lain, terutama dalam isu keagamaan.

Kondisi tersebut menjadi alasan Zhenghe International Peace Foundation (ZIPF) menggelar Konferensi Internasional ‘The 15Th Zhenghe Internasional Peace Forum’ di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, pada 15-16 Juli 2019.

Ketika dikonfirmasi alasan memilih Indonesia, Direktur ZIPF Prof. Ma mengatakan, agama Islam di Indonesia mampu menampilkan ekspresi keberagamaan yang relatif damai, toleran, dan inklusif. Sebaliknya, fenomena tersebut tidak terjadi di dunia Arab. Di mana hari-hari ini banyak kejadian kontraproduktif bagi terciptanya perdamaian.

“Kita lihat di dunia Arab sedang banyak konflik kepentingan, kekerasan, bahkan perang saudara dan lainnya,” terang Prof. Ma saat konferensi pers di gedung Twin Tower UINSA, Surabaya, Jumat (12/7/2019) sore.

Lebih lanjut, Prof. Ma mengatakan, ‘The 15Th Zhenghe Internasional Peace Forum’ ini penting untuk diadakan di Indonesia untuk sebuah harapan dapat membangung tata hubungan perdamaian dunia yang baik di masa depan.

“Kita ingin ada relasi yang baik antara Tiongkok dengan dunia Islam, terutama antara Muslim Indonesia dan Muslim Tiongkok dalam berbagai aspek. Baik itu agama, budaya, sosial dan lainnya,” harapnya.

Tidak hanya itu, Prof. Ma juga menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan jembatan bagi terwujudnya relasi atau tata hubungan yang baik antara Tiongkok dengan dunia Islam. Ia melanjutkan, forum yang sama sebelumnya juga telah terlaksana di empat negara yaitu Malaysia, Dubai (Uni Emirat Arab), Khazakhstan dan Pakistan.

“Untuk The 15Th Zhenghe Internasional Peace Forum ini kita pilih tempatnya di Jawa Timur, Indonesia,” katanya.

Konferensi bergengsi ini merupakan inisiasi dari Zhenghe International Peace FoundationFoundation (ZIPF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uinsa, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), bekerjasama dengan Universitas Ma Chung, PWNU Jatim, PWMU Jatim, Yayasan Masjid Cheng Hoo Banyuwangi, dan Pemerintah Provinsi Jatim.

Rencananya, agenda ini akan menghadirkan empat pembicara utama, yakni Rektor UINSA Surabaya Prof. Masdar Hilmy, peneliti asal Lazau University China Prof. Zhou Chuanbin dan peneliti asal Central China Normal University Wuhan, China Prof. Song Xiuju, serta Independent Researchers asal USA Mark and Laurie Nickless. (Msa)

Satgas TMMD Kodim 0825/Banyuwangi Garap Jalan Penghubung Desa Setail dan Dasri

BANYUWANGI (Swaranews) – Baru sehari diresmikan, Satgas TMMD Kodim 0825/Banyuwangi di bawah kendali Letkol Inf Ruli Nuryanto langsung bergerak memperbaiki jalan penghubung Desa Setail dengan Desa Dasri yang terletak di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat, 12 Juli 2019.

 

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK), Lettu Arm Fredi Agam mengatakan, dikebutnya pembangunan jalan tersebut, bertujuan untuk mempermudah roda perekonomian masyarakat.

“Jalan ini merupakan jalan penghubung antar Desa. Banyak warga yang menggunakan jalan ini untuk aktifitas sehari-hari,” ujarnya.

 

Terpisah, Dansatgas TMMD Banyuwangi, Letkol Inf Ruli Nuryanto menilai jika langkah yang dilakukan oleh personelnya tersebut, patut diapresiasi.

 

Pasalnya, meski baru sehari diresmikan, para personel di bawah kepemimpinannya tersebut, langsung bergegas untuk segera menyelesaikan jalan penghubung itu.

 

“Semua personel bergerak sesuai koridor masing-masing. Jadi, tugas-tugas yang akan diemban oleh Satgas TMMD Banyuwangi, sudah tersusun dan terstruktur dengan baik. Kita berupaya untuk segera memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (sub)

 

Warga Tepuk Tangan Usai TNI Atraksi Yong Moo Do Saat Pembukaan TMMD

TRENGGALEK  (Swaranews) – warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan merasa bangga dan senang dengan TNI. Salah satunya ketika melihat atraksi seni beladiri Yong Moo Do yang ditampilkan oleh Yonif 511/DY pada Upacara Pembukaan TMMD Reg 105 Kodim Trenggalek di lapangan desa setempat, Kamis (10/7/2019).

Setiap gerakan yang ditampilkan memiliki arti dan makna. Jurus Yong Moo Do ini sudah sejak 2008 menajdi bela diri wajin TNI AD. Sejak itu pula karateka TNI terbina dan wajib dilatih jurusnya. Bela diri ini sengaja dipilih sebagai ketrampilan dan ketahanan diri. Sama juga dirasakan warga sekitar itu. Memukau dan atraktif.

“bagus sekali, keren itu bapak tentara, bisa begitu, “ kata Ismail (34), warga setempat.
Diektahui bahwa dalam upacar itu, Upacara pembukaan TMMD tersebut dihadiri ratusan peserta upacara serta lapisan masyarakat. Selain itu juga nampak datang Danrem 081/ DSJ Kolonel Inf Masduki, dan jajaran Pemkab Trenggalek. Serta jajaran sederajat sayap pemerintahan.

Dalam pidatonya, Bupati Trenggalek membacakan amanah dari Gubernur Jawa Timur. Terkait adanya pelaksanaan TMMD ini, merupakan bagian dari sejarah panjang pengejawantahan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Diharapakan mampu menjadi pemicu kesadaran masyarakat tentang wawasan kebangsaan. Bela Negara dan upaya pencegahan paham radikalisme dan penyalahgunaan Narkoba di tingkat desa.

Berbekal jiwa guyub dan gotong royong, TNI memiliki komitmen yang kuat melaksanakan program. Bukan semata- mata pengerjaan fisik, melainkan menumbuhkan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki . Serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman yang akan dihadapi. Oleh karena itu TMMD bisa menjadi upaya perisai diri dalam mengahdapi tantangan kemajuan zaman.

“Oleh karena itu perlu peran nyata dari masing masing pemangku kepentingan untuk bisa berkolaborasi , berkoordinasi, dan bersinergi mendukung pelaksanan TMMD, “ katanya. (sub)

Respon Masyarakat Terhadap Polemik PDIP Surabaya

SURABAYA   (Swaranews) –  Sejumlah tokoh masyarakat menaruh perhatian terhadap polemik ditubuh PDIP Surabaya. Apalagi diikuti dengan pergantian susunan pengurus partai, diharapkan bisa ada solusi.

Diakui, digantikannya Whisnu Sakti Buana oleh Adi Sutarwijono memantik berbagai reaksi di masyarakat. Terutama para kader dan simpatisan partai berlambang banteng bermoncong putih ini.

“Permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik. Dimana Ibu Megawati sebagai Ketua Umum Partai bisa mendengarkan aspirasi kader di tingkat bawah,” ujar Tokoh Masyarakat Kelurahan Sidodadi, Sonhaji.

Dikonfirmasi pagi tadi, Jum’at (12/7/2019), Sonhaji menilai PDIP Surabaya sudah memberikan kinerja nyata dan baik. Itu dibuktikan dengan kepeminpinan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana sebagai Pemimpin Kota Pahlawan.

Keduanya dikatakan Sonhaji mampu berkolaborasi secara apik.”Pembangunan Surabaya semakin berkembang dari sinergi keduanya. Termasuk Pak Whisnu yang mampu berkomunikasi dengan warga Surabaya,” terang dia.

Whisnu, dikatakan pria yang juga Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Sidodadi ini mampu merangkul warga Surabaya dari berbagai kalangan. Termasuk kata Sonhaji di warga Nahdliyin yang tak luput dari perhatian Wakil Walikota Surabaya ini.

“Hubungan Pak Whisnu dengan warga NU juga baik. Meski sebagai Ketua partai berlatar belakang Nasionalis, Beliau juga warga NU,” terang Sonhaji.

Itu dibuktikan dengan rutinnya kegiatan pengajian dan tahlilan di kediaman Dinas Wakil Walikota Surabaya.”Terlepas dari figur politik, Pak Whisnu juga tidak melupakan religiusitas representasi Nahdliyin,” imbuh Sonhaji.

Harapannya, PDIP Surabaya bisa mendapat solusi terbaik.”Saya sangat berharap Pak Whisnu dan teman-teman PAC mendapatkan keputusan dan keadilan terbaik atas permasalahan yang terjadi saat ini,” pungkas Sonhaji.

Tidak hanya Songaji. Buntut dari kisruhnya PDIP Surabaya ini membuat Ketua LPMK Kelurahan Bangkingan, Paran juga angkat bicara. Ia berharap agar permasalahan ini cepat selesai.

” Saya melihat dari berbagai media online mengenai kisruh tersebut, saya pribadi berharap permasalahan ini cepat selesai dan PDIP bisa fokus bekerja lagi untuk masyarakat”. harapnya.

Menurutnya, PDIP di Surabaya selama ini sudah banyak membantu masyarakat.

” Sudah banyak program pembangunan di kota ini yang dikawal oleh kader PDIP langsung yang turun di Kelurahan Bangkingan, seperti infrastruktur pengerjaan saluran gorong- gorong, paving, dan juga beasiswa untuk anak sekolah. Mulai dari SD, SMP, SMA bahkan untuk anak kuliah juga ada” terang Paran.

Ia menambahkan, dengan adanya kisruh di internal PDIP Surabaya, banyak masyarakat yang bertanya- tanya, ada apa di PDIP kok sampai ada kekisruhan di internalnya. Hal ini bisa mempengaruhi pilihan masyarakat untuk PDIP.

” Eman lak fokus iki tok gak kerjo- kerjo. Padahal Surabaya sudah sangat maju selama dipimpin oleh kader terbaik PDIP ini, baik itu dalam hal infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” imbuhnya.

Paran juga menambahkan, masyarakat dimana ia tinggal jika membutuhkan bantuan apa saja pasti yang dicari kader PDIP yang terdekat di wilayahnya. Contohnya ketika ada orang sakit yang tidak punya BJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), pasti yang dicari kader PDIP untuk membantunya.

Dengan begitu, Paran berharap masalah di internal PDIP Surabaya ini segera selesai dan mendapatkan solusi terbaik. Dan ia meyakini Megawati sebagai Ketua Umum PDIP pasti memiliki jalan yang terbaik mengenai polemik ini. (mar)

Ads