Beranda blog Halaman 44

Semangat Fitri Bantu Satgas TMMD 104 Sumenep Di Lokasi RTLH

SUMENEP (Swaranews) – Terlihat Ibu Fitri (35) tanpa rasa canggung di antara Satgas TMMD yang sedang bekerja membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Rumah Bapak Asben, Fitri ikut berpartisipasi membantu pada pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104 yang dilaksanakan oleh Kodim 0827/Sumenep. Di dua Desa diantaranya Desa Batuh Putih Laok Dan Desa Larangan Kerta, Kec. Batuh Putih Kab. Sumenep. Selasa (19/3/2019).

Terlihat diantara Satgas TMMD yang sedang bekerja tak kenal lelah membangun rumah bapak Asben, nampak Fitri turut bantu membawa batu dengan gerobak untuk penimbunan atau peratan ubin rumah bapak Aben. dengan penuh semangat Fitri dan Satgas TMMD saling membantu dalam membangun rumah bapak Asben di Desa Larangan Kerta Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep. Itulah pemandangan yang nampak saat pekerjaan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) selama kegiatan TMMD berlangsung.

Fitri menyampaikan bahwa saya sangat senang bisa bantu kerja bersama dengan para tentara satgas TMMD membangun rumah bapak Asben” kata Fitri (35).

Keikutsertaan fitri dalam membantu pelaksanaan program TMMD tersebut, menambah semangat para Anggota Satgas TMMD 104.

Sementara itu Danramil 05/Batu Putih Kodim 0827 Sumenep Kapten Cba M. Yuli Irawan mengatakan, “Kami akan bekerja keras bersama masyarakat agar apa yang sudah diprogramkan dalam TMMD ini benar-benar selesai sesuai target dan agar hasilnya lebih cepat dinikmati masyarakat, ” tegas Irawan”.

Sikap merakyat dan kerja keras yang ditunjukkan para TNI yang sedang kerja dalam TMMD ini mendapat apresiasi dari para Warga, khususnya dari keluarga bapak Asben. Dan mendoakan semoga mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT. “ucap bapak Asben”.

“Jerih payah bapak-bapak TNI dalam pengabdian tanpa batas ini tidak ternilai harganya bagi kami, terutama bagi masyarakat.”(Pen084//sub)

BONGKAR, SURVEY KONVENSIONAL TIDAK VALID

Oleh M.Mufti Mubarok, Direktur LeSuRe

Bila melihat banyaknya hasil survey diatas yang muncul mendekati pilpres mirip pilkada DKI waktu itu. maka ada beberapa kejanggalan dan kecurigaan tentang hasil survey diatas:

1. Metode kuno: Metode survey masih kuantitatif konvensional artinya unt memotret 185.000.000 pemilih hanya di ambil sampling 1.200 calon pemilih. Sampling ini tidak akurat dan sangat tidak mencerminkan sampling dalam survey. 1.200 itu sama dengan 0.000006 persen padahal survey yang valid mestinya sampling maksimal 5 persen sekitar dengan 9.250.000 sampling dengan margin eror 4 persen . Kalau saplingnya 0.00006 maka.margin errornya bisa 50.persen lebih . Jadi tidak akurat.

2.Survey dipaksakan: Metode survey yang memaksa responden untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang sudah di setting dan dikasih souvenir sudah tidak akurat lagi.

3. Survey ada sponsornya
Survey konvensional selama ini kalau tidak ada dana/sponsor tidak akan jalan. Jadi jelas siapa sponsornya.

4. Dikondisikan dan kerjasama antar lembaga survey
Hampir dapat di pastikan bahwa survey konvensional merupakan survey yang dikondisikan alias masing masing lembaga survey saling kerjasama soal sampling dan hasil survey

5. Petugas Lapangan kurang akurat
Para petugas survey yang dilapangan kurang akurat karena tidak terkontrol langsung oleh perumus dan koordinator survey.

6. Quisioner dikondisikan Quisioner survey konvensional sudah di kondisikan unt pihak tertentu.

7.Aviliasi pihak tentetu
Biasanya Pemilik lembaga survey sudah beraviliasi pada kekuasaan.

Kesimpulan
Bila melihat selisi elektabiltas antar lembaga survey dari 14 persen smp 23 persen unt 01 dan 02 maka bisa diduga semua lembaga survey diatas tidak valid alasannya semua lembaga survey diatas dalam pilkada DKI sama memenangkan Ahok di 60 persen an dan hasilnya gagal semua surveynya,Anies yang menang.

Sekarang pilpres juga semua memenangkan 01 diatas 55 sampai 60 persen.

Data pilpres 2014 selisihnya 5 persen an dan dan hasil survey LeSuRe dengan metode yang modern selisihnya elektabiltas antara 01 dan 02 hanya 2-3 persen bahkan sekarang sudah hampir drow.
Demikian analisis ini unt membantah dan membongkar praktik survey konvensional.
Salam.

Surabaya,18 Maret 2019
M.Mufti Mubarok. Lembaga Survey Regional (LeSuRe)

Kadispenad: TMMD Untuk Percepatan dan Akselerasi Pembangunan di Daerah Terisolir

SUMENEP (Swaranews) – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Candra Wijaya menyebut jika keberadaan program TMMD, dinilai mampu mempercepat pembangunan di daerah tertinggal.
Jenderal bintang satu itu mengungkapkan, program TMMD merupakan bakti TNI yang digelar secara terpadu, baik di lintas sektoral bersama Kementerian, Pemda dan masyarakat di lokasi TMMD guna mendukung pencapaian, sekaligus percepatan pembangunan di daerah.

“Meskipun baru tiga minggu berlangsung, antusias masyarakat sangat tinggi, terutama dalam bergotong-royong dan saling bersinergi dengan Satgas TMMD. Itu lah suatu bukti jika program TMMD, mampu mewujudkan jiwa patriotisme di kalangan masyarakat,” ungkap Kadispenad. Senin, 18 Maret 2019, siang.

Dikatakan Brigjen Candra, selain mampu menumbuhkan jika patriotisme di dalam diri masyarakat, program TMMD juga dinilai mampu membuka kesadaran masyarakat untuk ikut serta membangun, sekaligus memajukan desanya.

“Kegiatan ini, sangat membantu Pemerintah Daerah, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terutama, warga di desa-desa terisolir. Ini akan membuat Kabupaten Sumenep lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Satgas TMMD Jember, Yonarmed 8/105 kejar target Perbaikan Jalan Paving

JEMBER (Swaranews) –  Warga Dsn. Paleran, Ds. Gunungmalang, Kec. Sumberjambe
Kab. Jember, kini memiliki jalan paving yang representatif menghubungkan antar dusun di desa Gunungmalang.

“Sebelumnya jalan tersebut berupa tanah yang bila habis hujan pasti berlumpur, sehingga kami sering jalan memutar untuk menuju jalann raya. Alhamdulillah bila jalan tersebut sudah selesai dipaving akan menjadi jalan yang memudahkan kami menuju jalan raya”, ungkap torik, warga setempat, Selasa (19/3/2019).

Komandan SST Letda Arm Arsadi dari Yonarmed 8/105 yang memimpin pelaksanaan pembangunan paving ini mengatakan, Jalan yang kini dipaving menurutnya merupakan satu-sarunya jalan menuju antar dusun. Setelah dipaving, tentunya akan sangat bermanfaat bagi warga Ds. Gunungmalang, terangnya.

Semua sasaran antara lain pembangunan jalan paving, pengaspalan jalan dan rehab rumah tak layak huni, Jembatan, MCK sudah berjan dan hampir rampung.

Semua program berjalan dengan baik bahkan beberapa rampung sebelum target yang ditentukan karena partisipasi masyarakat dalam membantu pengerjaan cukup aktif”, ungkap Perwira muda.(Penrem 083/Bdj/mar)

Rayis Mendambakan Dindingnya Terbuat dari Tembok

JEMBER (Swaranews) – Rayis (50), sudah lama memiliki keingian agar dinding rumahnya terbuat dari tembok. Namun apa daya, kondisi ekonomi Rayis yang tidak memungkinkan, seakan menjadi penghalan impiannya.

Kendati demikian, impian bapak dengan dua anak itu, akhirnya berhasil terwujud dengan adanya program TMMD di tempat ia tinggal. Tepatnya di Dusun Gayasan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Rayis mengungkapkan, dirinya tak menyangka jika rumah tempat ia tinggal, dijadikan sasaran pelaksanaan program RTLH.

“Saya tidak tahu. Tiba-tiba, ada survei dari bapak-bapak Tentara dan orang Pemda,” ungkap Rayis, lugu.

Usai dilakukan survei, kata Rayis, beberapa hari kemudian ia mendapat surat tembusan jika rumahnya dijadikan lokasi pelaksanaan renovasi rumah tidak layak huni.

“Pas saya terima surat itu, saya tidak menyangka. Alhamdulillah, impian saya terwujud,” ungkapnya.

Saat ini, pengerjaan rumah milik Rayis, sudah mencapai tahap 90%. Danki Satgas TMMD Kodim Jember, Kapten Inf Suwaro menuturkan, pengerjaan rumah itu dipastikan rampung dalam batas waktu tiga hari.

“Sebentar lagi, rumah pak Rayis sudah siap untuk ditempati,” tuturnya. Selasa, 19 Maret 2019. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Satgas TMMD Kodim Jember Berlakukan Sistem Lembur

JEMBER (Swaranews) – Beratapkan terpal biru, Satgas TMMD Kodim 0824/Jember terlihat bersemangat ketika melakukan pengecoran jembatan di Dusun Karang Kebun, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Meski suasana terlihat mulai gelap, namun hal itu tak mengendorkan semangat Satgas di bawah kendali Letkol Inf Arif Munawar tersebut, untuk segera menyelesaikan pembangunan penghubung antra desa itu.

“Tadi malam, kami selesai lembur jam 2 dini hari,” ujar Kapten Inf Suwarno. Selasa, 19 Maret 2019.

Hari ini, kata Komandan SSK TMMD Kodim Jember itu, Satgas akan melanjutkan pengecoran jembatan tersebut.

“Kita akan lembur lagi. Apalagi, pengecorannya sudah mendekati tahap finish,” tandasnya.

Terpisah, Dansatgas TMMD Kodim Jember, Letkol Inf Arif Munawar menambahkan, dalam pengecoran itu, setidaknya ia telah menerjunkan 13 personel Satgas.

Ia menilai, penerapan sistem lembur itu dinilai memiliki dampak positif terhadap hasil pengecoran. Sebab, pengecoran pada saat malam hari, dinilai mampu meningkatkan kualitas kekuatan hasil pengecoran.

“Ketebalannya, sekitar 20 cm. Kalau proses pengecoran dilakukan malam hari, hasilnya juga bagus dan sangat kuat,” tuturnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Ada TMMD, Pedagang Kopi di Desa Gunung Malang Ngaku Ketiban Rejeki

JEMBER (Swaranews) –  Eva (49), mengaku sangat beruntung dengan adanya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Gunung Malang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Bagaimana tidak, hampir sabar hari, warung tempat ia berjualan kopi selalu ramai disasar oleh konsumen. “Tidak seperti biasanya. Kadang sampai malam pun, masih banyak yang nongkrong di warung saya,” ungkap Eva. Selasa, 19 Maret 2019.
Menurut Eva, selain Satgas dan warga sekitar, beberapa konsumen yang jarang ia ketahui, sering menjadikan warungnya sebagai sasaran pelepas lapar.

“Kadang orang-orang dari Pemda itu. Kalau makan ya disini. Alhamdulillah,” cetusnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tarjiman (53), salah satu pedagang bakso yang sering mangkal di warung milik Eva tersebut, juga tak luput dari sasaran rejeki akibat keberadaan program TMMD di Desa tersebut.

Tarjiman mengakui, hampir setiap hari dirinya menyediakan stok bakso sebelum ia berangkat menjajakan dagangannya itu.

“Kadang saya hanya bawa 2 kilo. Tapi, sekarang saya mulai membuat 4 sampai 5 kilo bakso,” tuturnya. “Alhamdulillah ya mas, berkah bagi saya,” imbuhnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Kadispenad: TMMD Untuk Percepatan dan Akselerasi Pembangunan di Daerah Terisolir

SUMENEP (Swaranews) – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Candra Wijaya menyebut jika keberadaan program TMMD, dinilai mampu mempercepat pembangunan di daerah tertinggal.
Jenderal bintang satu itu mengungkapkan, program TMMD merupakan bakti TNI yang digelar secara terpadu, baik di lintas sektoral bersama Kementerian, Pemda dan masyarakat di lokasi TMMD guna mendukung pencapaian, sekaligus percepatan pembangunan di daerah.

“Meskipun baru tiga minggu berlangsung, antusias masyarakat sangat tinggi, terutama dalam bergotong-royong dan saling bersinergi dengan Satgas TMMD. Itu lah suatu bukti jika program TMMD, mampu mewujudkan jiwa patriotisme di kalangan masyarakat,” ungkap Kadispenad. Senin, 18 Maret 2019, siang.

Dikatakan Brigjen Candra, selain mampu menumbuhkan jika patriotisme di dalam diri masyarakat, program TMMD juga dinilai mampu membuka kesadaran masyarakat untuk ikut serta membangun, sekaligus memajukan desanya.

“Kegiatan ini, sangat membantu Pemerintah Daerah, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terutama, warga di desa-desa terisolir. Ini akan membuat Kabupaten Sumenep lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya. (sub)

Satgas TMMD 104 Kodim 0824/Jember Permak Lapangan Gayasan menjadi RTLH Lengkap Dengan Joging Track

JEMBER  (Swaranews) – Lapangan Gayasan Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe juga disasar oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember, yang merupakan salah satu sasarannya untuk dipermak menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) lengkap dengan sarana joging track.
Lokasi tersebut nantinya diharapkan menjadi sarana refreshing masyarakat setempat serta sarana olahraga, guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Disamping joging track juga ada sarana mandi, cuci dan kakus ( MCK) sebagai pelengkapnya, Satgas TMMD sebanyak 10 orang melakukan percepatan pengerjaan dengan masyarakat dan 10 orang anggota Polri dari Polres Jember.
Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember Kapten Suwarno melakukan pengawasan langsung pengerjaan RTH tersebut, karena saat penutupan nantinya lokasi tersebut harus sudah terselesaikan 100 %.
Saat kami temui diLapangan pada Selasa 19/03/2019 menyatakan, Saya bersyukur pasukan Satgas TMMD ini diberikan kesehatan dan kekuatan meskipun kerja siang malam namun mereka masih semangat, untuk itu saya mohon doanya termasuk dari rekan media juga agar mereka dapat menuntaskan seluruh pekerjaannya sesuai harapan kita semua. Pungkasnya Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember. (sub)

Rayis Tak Terbayang Kalau Akan Punya Rumah Dinding Tembok Berlantai Keramik

JEMBER  (Swaranews) –  Pengerjaan Rumah P Rayis RT. 04/09 Dusun Gayasan Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kab Jember oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember saat ini sudah bisa dikatakan pada kondisi 90 % selesai.

Prngerjaan lantai keramik sudah sekesai dan tinggal pengecatan dinding saja, Satgas TMMD masih terus melakukan penyelesaian dan diperkirakan 3 hari lagi sudah 100% Selesai.

P Rayis 50 Tahun yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya sangat senang sekali saat kami temui pada Selasa 19/03/2019 menyampaikan, bahwa saya sangat senang dan serasa hidup baru setelah melihat rumah saya ini dibangun seperti ini, tidak pernah terbayang akan punya rumah berlantai keramik seperti ini.

Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada Pak Tentara yang telah menjadikan rumah saya seperti ini dengan logat khas Madura P Rayis menyampaikan terima kasihnya sambil tersenyum lebar.
Komandan Kompi Satgas TMMD Kapten Inf Suwarno menyampaikan bahwa semua pengerjaan titik sasaran pada TMMD Ke 104 ini harus segera diselesaikan, disamping agar masyarakat penerima manfaat dapat segera menikmati manfaatnya juga karena kita dibatasi waktu pengerjaannya.

Sehingga dengan semakin menipisnya tenggang waktu pengerjaan, mau tidak mau kita harus kerja lembur, saat ditanyakan kendalanya Kapten Inf Suwarno menyampaikan bahwa kendalanya memang material harus mengimbal secara manual sehingga banyak waktu yang terbuang, namun kita pastikan bahwa semua titik akan dapat kita selesaikan sesuai tenggang waktu yang disediakan. Tegas Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember tersebut. (sub)

Ads