Beranda blog Halaman 45

Arumi Bachsin Apresiasi UMKM Jatim Hasil Binaan BI

JAKARTA (Swaranews) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengapresiasi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jatim hasil binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Jatim.

Apresiasi tersebut disampaikan Arumi sebab dirinya melihat berbagai produk UMKM Jatim ditampilkan dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pun menyempatkan diri untuk  mampir di stand Jatim.

“Jadi saya seneng banget melihat hasil UMKM di sini,” ujar Arumi Bacshin saat hadir di Pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Arumi menyampaikan, dalam mengembangkan UMKM di Jatim, BI turun langsung dari hulu ke hilir saat bahan masih raw material hingga menjadi produk. Bahkan, pihak BI pun ikut membantu memasarkan sampai memenuhi standar ekspor.

Salah satu produk yang diapresiasi adalah batik. Menurutnya, banyak batik yang dihasilkan dari Jatim. Bahkan ketika dibina dengan sentuhan profesional, menjadi produk batik yang berbeda dan memiliki kualitas ekspor.

“Indonesia dan Jatim bisa lebih dikenal melalui Batik, terutama melalui kerajinan tangan dan seterusnya,” katanya.

Terkait UMKM go international dan go digital, Arumi mengatakan, tema tersebut sangat kekinian dan perlu diterapkan dalam pengembangan UMKM, khususnya di Jatim.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, KKI menampilkan karya unggulan UMKM binaan bangsa termasuk kain, kerajinan, dan kuliner. Pihaknya telah membina sebanyak 898 UMKM dari 46 kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia. Dari total binaan tersebut, terdapat 173 binaan UMKM yang sudah diberikan pembiayaan dari perbankan.

Dari total UMKM binaan BI tersebut, ada sebanyak 91 UMKM yang ekspor dengan nilai transaksi Rp. 1,4 triliun. UMKM Binaan BI tidak hanya ekspor, tetapi juga go digital. Ada lebih dari 355 UMKM yang tersambung dengan platform e-commerce dan go digital dengan transaksi senilai Rp. 32 miliar. “UMKM kita betul-betul go export, go digital,” imbuhnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Wilayah Jatim Yudi Harimukti mengatakan, Kantor Perwakilan BI Jatim menampilkan berbagai produk UMKM Jatim. Secara keseluruhan, dirinya berharap  bisa menjadi pembuka jalan dalam memperkenalkan UMKM Jatim di dunia internasional. Karena terdapat beberapa UMKM hasil binaan BI telah ekspor ke luar negeri.

“Dengan melakukan business matching akan semakin terbuka pasar internasional, pasar ekspor,” pungkasnya.

Jatim Pamerkan 11 Karya Kreatif UMKM

Dalam ajang KKI 2019, Prov. Jatim memamerkan karya kreatif dari 11 UMKM Hasil Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur. Terdiri dari 3 produk kain, 3 produk kerajinan, dan 5 produk makanan/minuman.

Untuk produk kain yang ditampilkan antara lain Batik Tulis Madura dari Kabupaten Bangkalan (Jokotole Collection dan  Al Wants) dan Tenun Gedog Tuban (Tenun Gedog Zaenal). Untuk produk kerajinan yang ditampilkan seperti kerajinan berbahan dasar batik/kanvas/kulit (Aghili dari Surabaya), tas rajut serat daun palem (Daun Agel dari Bangkalan), perhiasan (Nio El dari Surabaya).

Sedangkan untuk produk makanan/minuman yang ditampilkan antara lain aneka sambal (Sambal GUK dari Sidoarjo), keripik brownies (Eco Cookies dari Surabaya), bawang goreng (Bang Go dari Bojonegoro), bagelen, pangsit dan stik keju (Ayu Cookies dari Surabaya), dan almond crispy (Pawon Kue dari Surabaya).

Pada kegiatan Business Matching, Jatim mengajukan tiga UMKM yaitu Tota Woodcraft (kerajinan kayu) dari Sidoarjo, Jokotole Collection (Batik Tulis Madura) dari Bangkalan, dan Aghili (kerajinan berbahan dasar kanvas/batik/kulit) dari Surabaya.

KKI merupakan acara tahunan yang diadakan Bank Indonesia sebagai wadah bagi UMKM potensial dari seluruh Indonesia untuk memamerkan karyanya dan menjual kepada masyarakat luas.

KKI 2019 yang dibuka Presiden RI Joko Widodo mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui UMKM Go Export dan Go Digital”. Acara tersebut dilaksanakan di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC) mulai 12 Juli 2019 – 14 Juli 2019. (Msa)

Gubernur Khofifah Sebut Pembuatan Sumur Bor dan Pipanisasi Jadi Opsi Strategis Atasi Kekeringan di Jatim

BONDOWOSO (Swaranews) – Dalam mengatasi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah, khususnya Kab. Bondowoso, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyiapkan opsi pembuatan sumur bor dan pipanisasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi opsi strategis untuk penanganan pemenuhan kebutuhan air lebih permanen.

“Opsi menyiapkan sumur bor dan pipanisasi cukup stretegis, apalagi di wilayah ini saat musim hujan juga mengalami kesulitan air bersih,” kata Khofifah saat menyerahkan bantuan air bersih di Desa Gayam, Kec. Batulinggo, Kabupaten Bondowoso, Kamis (11/7/2019) sore.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyerahkan 7 tangki air bersih, 120 buah jerigen serta 30 tandon air. Namun, bantuan tersebut sifatnya tidak permanen. Dicontohkan, penyerahan tandon misalnya, supaya masyarakat bisa mengantisipasi saat membutuhkan air. Sedangkan, jeirigen untuk mempermudah membawa air ke rumah masing- masing.

“Selain sumur bor, juga akan dilakukan exercise terkait penyiapan pipanisasi meskipun jarak sumber airnya dari lokasi agak jauh,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga meminta pihak Pemkab Bondowoso untuk segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar hal tersebut dapat di rencanakan dalam program pemprov.

“Saya berharap besok sudah ada utusan dari Pemkab Bondowoso ke Pemprov Jatim utamanya pak Sekda dan Bappeda untuk membuat pemetaan dan pengerangkaan kebutuhan terkait rencana ini,” tegasnya.

Gubernur Khofifah berharap, opsi-opsi tersebut bisa menjadi langkah antisipasi yang lebih komprehensif terhadap antisipasi saat terjadi kekeringan. Apalagi, berdasarkan prediksi dari  BMKG puncak kemarau di Jatim akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

“Dengan melakukan antisipasi kekeringan dengan distribusi air bersih di berbagai titik serta menyiapkan opsi-opsi untuk penanganan jangka panjang, Insya allah pada puncak kemarau Agustus nanti kita sudah siap,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menyampaikan senada dengan Gubernur Khofifah yakni tentang kebutuhan pembuatan sumur bor. Apalagi, setiap tahunnya Kab. Bondowoso selalu mengalami kekeringan sehingga opsi tersebut sangat diperlukan masyarakat.

“Opsi pembuatan sumur bor memang kami perlukan, kami mohon bantuan ibu Gubernur untuk bisa merealisasikannya,” tukas Bupati Salwa sembari menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas kehadirannya di Kab. Bondowoso.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Prov. Jatim Subhan Wahyudiono melaporkan bahwa di Kab. Bondowoso terdapat 7 kecamatan dengan 12 desa yang terdampak kekeringan. Sedangkan, daerah terdampak kekeringan di seluruh Jatim yakni di 24 kabupaten yang terdiri dari 180 kecamatan dan 566 desa.

Turut mendampingi pada kunjungan tersebut, antara lain Forkopimda Kab. Bondowoso, Kadis ESDM Prov. Jatim, Kadis PU Bina Marga Prov. Jatim, Kadis Kesehatan Prov. Jatim, serta Kabiro Humas dan Protokol Prov. Jatim. (Msa)

Memantau Kota Surabaya Melalui Mata Kamera

SURABAYA (Swaranews) – Setelah berhasil menerap7kan manajemen lalu lintas dengan menggunakan sistem Intelligent Traffic System (ITS), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bekerjasama dengan Polrestabes Kota Surabaya, dan Kejaksaan Pengadilan Negeri (PN) membuat sistem E-Tilang dengan memanfaatkan CCTV (closed circuit television). Hal ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan kota dan mendorong ketertiban pengendara lalu lintas.

 

Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudarajat mengatakan, sejak tahun 2017, sistem kerja E-Tilang yang dimiliki Dishub Surabaya mampu merekam secara otomatis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. “Pelanggaran itu seperti melebihi stop line, melanggar traffic light, dan melanggar marka jalan,” kata Irvan saat dihubungi pada Jum’at, (12/07/2019).

 

Dari data perekaman itu, kata Irvan, memunculkan informasi kendaraan, mulai dari plat nomor, warna kendaraan, hingga jenis kendaraan. Bahkan, kamera CCTV Dishub Surabaya ini juga dilengkapi dengan teknologi face recognitionatau pengenal wajah.

 

“Untuk penindakan E-Tilang CCTV dilakukan bersama Polrestabes Kota Surabaya, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri secaraon the spot, dengan jarak tertentu dari lokasi CCTV,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, awalnya CCTV E-Tilang yang dimiliki Dishub Surabaya hanya terletak pada empat titik lokasi, yakni simpang Darmo al Falah (arah masuk kota), Darmo al Falah (arah luar kota), Jalan Mustopo-Dharmawangsa (dari arah barat), dan Jalan Kertajaya-Dharmawangsa (dari arah Selatan). Namun, seiring berjalannya waktu dan kebutuhan, kini CCTV E-Tilang telah tersebar pada 23 simpang di jalanan Kota Surabaya.

 

“CCTV yang dimiliki oleh Dishub Surabaya berjumlah 640 dengan dua kualifikasi, yakni CCTV Pemantauan (surveillance) dan CCTV E-Police,” jelasnya.

 

Irvan mengungkapkan, CCTV yang berfungsi untuk pemantauan (surveillance) berjumlah 612 yang tersebar di beberapa titik lalu lintas dan objek vital di Surabaya. Sedangkan CCTV E-Police berjumlah 28. Dengan rincian, khusus E-Tilang berjumlah 23 danspeed camera lima. Bahkan tahun ini Dishub Surabaya berencana menambah jumlah CCTV tersebut.

 

“Rencananya 135 CCTVsurveillanceberkemampuan face recognition, 20 E-Tilang dan lima speed cameramelalui E-Katalog. Untuk titik lokasinya, sedang kami koordinasikan dengan pihak Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkapnya.

 

Selain memasang CCTV di beberapa ruas jalan atautraffic light, mata kamera itu juga terpasang di tempat-tempat umum atau pusat keramaian di Surabaya. Seperti taman kota, tempat ibadah, sekolah, kampus, rumah pompa, hingga kantor pemerintahan. Namun, mata kamera yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya itu hanya fokus pada tujuan fungsi untuk antisipasi keamanan atau pemantauan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkominfo Surabaya, M Fikser menyampaikan, CCTV yang dikelola Dinkominfo saat ini berjumlah 617 buah. Rinciannya, sebanyak 231 CCTV terdapat di tempat umum atau pusat keramaian, rumah pompa berjumlah 106, Kantor Kecamatan 31, Kantor Kelurahan 154, Gedung Siola 18, Gedung Jimerto 47dan Gedung Balai Kota 30.

 

“Tahun ini kami juga berencana menambah jumlah CCTV untuk daerah-daerah yang dinilai sepi dan rawan, saat ini masih kita koordinasikan untuk menetukan titik lokasinya,” kata Fikser.

 

Menariknya, CCTV yang dikelola Dishub dan Dinkominfo Surabaya ini telah terkoneksi dengan Command Center 112 Siola, Command Center Polrestabes Surabaya dan Command Center Polres Pelabuhan Tanjung Perak. (mar)

 

Apel Pagi Mengawali Pelaksanaan TMMD Di Sampang

SAMPANG (Swaranews) – Apel pagi mengawali kegiatan rutinitas yang akan dilaksanakan satgas TMMD yang memasuki hari pertama (1) di pimpin langsung oleh pasi ter kodim 0828/sampang Kapten inf supriadi Bertempat di posko TMMD Dusun karang anyar ,Desa karang ayar Kecamatan ketapang, Kabupaten Sampang,jumat (12/7/2019).

Dalam apel pagi tersebut selaku pasi ter memberikan semangat dan arahan serta mengingatkan kembali tugas masing-masing baik sasaran fisik maupun non fisik agar tidak terjadi kesalahan dilapangan demi terjalinnya kerja sama yang baik serta terjaganya komunikasi dalam pelaksanaan tugas.
Selaku pasi ter perpesan kepada semua personil agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

“Dengan waktu yang tiga puluh hari (30) mari kita maksimalkan pekerjaan, jalin hubungan dan buat suasana yang baik dengan masyarakat,
Lebih lanjut juga meminta kepada seluruh Satgas dan masyarakat, agar selalu menjaga faktor keamanan dan keselamatan dalam bekerja.

“Tetap semangat agar semua tugas yang dikerjakan bisa tercapai sesuai dengan target waktu yang telah di tentukan,” pungkasnya.

Dalam progam TNI MANUNGGAL MEMBANGGUN DESA (TMMD) ke 105 meliputi sasaran pembanggunan pengaspalan jalan 1.105 M.pembuatan saluran Drainase.RTLH 6 unit.penggadaan pompa dan pipanisasi dg volume 880 m.Rehab polingdes.Rehab SDN 1 karang anyar (3 unit kelas) dan rehab tempat wudhu masjid pp ansor (sub)

Gubernur Khofifah Harap TMMD Mampu Perluas Kesejahteraan Masyarakat Jatim

BANYUWANGI (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 mampu memperluas dan mempercepat kesejahteraan masyarakat Jatim.

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, program TMMD tahun ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menurunkan kemiskinan.

“TMMD juga menjadikan desa sebagai subjek pembangunan, dimana desa dapat merencanakan, melaksanakan dan memberdayakan masyarakatnya sendiri,” kata Khofifah saat membuka TMMD di Lapangan RTH Maron Genteng, Kab. Banyuwangi, Kamis (11/7/2019).

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga berharap, melalui beberapa kegiatannya, TMMD akan mampu menjadi pemicu adanya kesadaran masyarakat tentang wawasan kebangsaan, bela negara dan pencegahan faham radikalisme.

“TMMD juga bisa dijadikan ajang untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkup pedesaan,” lanjutnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, tantangan masyarakat saat ini tidak berbentuk imperialisme asing. Akan tetapi, hilangnya batas teritori negara karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi salah satu kewaspadaan bersama.

“Dengan adanya TMMD ini, bisa menjadi salah satu upaya membangun perisai diri bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, bahwa program TMMD yang dilaksanakan setiap tahun oleh jajaran TNI merupakan program pembangunan yang bersifat lintas sektor. Dimana, program tersebut melibatkan seluruh komponen pembangunan. “Dalam rangka menyukseskannya, harus ada sinergi,” ujarnya.

TMMD sendiri, sebut Gubernur Khofifah, merupakan bentuk pengejawantahan kemanunggalan TNI dengan rakyat. TMMD juga menjadi bagian pengabdian TNI kepada bangsa dan negara di luar tugas utama sebagai penjaga kedaulatan negara. (Msa)

Arumi Bachsin Dorong Masyarakat Jatim Tingkatan Konsumsi Ikan

SURABAYA (Swaranews) – Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.

Menurutnya, kandungan protein dan vitamin yang terkandung dalam ikan sangat baik untuk kesehatan terutama kecerdasan anak. Apalagi, lanjut Arumi, kecerdasan dan pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh 1.000 hari pertama kehidupan.

Arumi, yang sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Jatim itu juga menjelaskan, ada banyak cara yang bisa dilakukan agar masyarakat terutama anak-anak tertarik mengkonsumsi ikan, salah satunya dengan mengolah ikan menjadi masakan yang menarik.

Oleh karena itu, Arumi sangat mengapresiasi lomba masak ini sebagai salah satu inovasi mengembangkan produk makanan berbahan dasar ikan dan memasyarakatkan gemar makan ikan.

“Saya berharap melalui lomba ini dapat tercipta berbagai masakan berbahan dasar ikan yang enak, lezat dan sehat, serta dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Terutama bagi ibu-ibu yang kreatif diharapkan bisa menjadi wirausahawan baru yang bergerak dalam usaha masakan dari ikan,” kata Arumi Bachsin saat menghadiri  Pertemuan FORIKAN Jatim dan Lomba Masak Ikan Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2019 di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (11/7/2019) pagi.

Dalam kesempatan itu, Arumi juga berpesan, seorang ibu memiliki peran penting dalam menjaga kebutuhan gizi keluarganya, terutama anak-anak. Untuk itu, kebiasaan mengkonsumsi makanan di luar rumah menurutnya harus mulai diubah dengan kebiasaan makan bersama di rumah, tentunya dengan menu bergizi dan sehat hasil masakan sendiri.

“Di meja makan selain kita dapat makan makanan yang bergizi, kita juga bisa quality time bersama keluarga. Mulai pukul 18.00-21.00 adalah waktu yang pas untuk meningkatkan interaksi keluarga. Jadi untuk ibu jangan ragu untuk masak sendiri terutama ikan untuk keluarga,” pesannya.

Sementara itu, Kepala FORIKAN Nasional, Dr. Djoko Maryono mengatakan, protein ikan memberi kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani, sekitar 51,7 persen. Selain itu ikan mengandung lemak, vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh dan mudah dicerna.

“Ikan juga bermanfaat dalam meningkatkan IQ anak-anak apalagi di 1.000 hari pertama kehidupan. Selain itu makan ikan dapat menekan resiko terkena penyakit jantung dan stroke,” tandasnya. (Msa)

Wagub Emil Sampaikan Quick Wins Tiga Proyek Strategis di Jatim

JAKARTA (Swaranews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan program percepatan atau quick wins tiga proyek strategis di Jatim. Ketiga program tersebut yakni integrasi transportasi publik, maupun barang dan jasa di wilayah Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertasusila), pengembangan wisata di Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta proyek refinery di Kab. Tuban.

Dalam kesempatan itu, Wagub Emil mengatakan, untuk Gerbangkertasusila, akan dikembangkan infrastruktur Surabaya Regional Railway Project (SRRP), yang mengintegrasikan antar moda, seperti tram-Lintas Rel Terpadu (LRT)-bus-dan angkot. Manfaat SRRP ini antara lain, semakin banyaknya kereta yang beroperasi tiap jamnya dan tiap harinya, serta jadwal yang lebih jelas. Kemudian, akan dikembangkan pula penguatan jaringan kereta komuter di kawasan Gerbangkertasusila  maupun di sekitarnya.

Salah satu upayanya yaitu dengan reaktivasi jalur-jalur kereta api (KA) yang sudah ada sebelumnya, seperti jalur Bojonegoro-Rembang, Tuban-Babat-Jombang, Madiun-Selahong (Ponorogo), dan Jember-Bondowoso-Panarukan.

“Ini akan meningkatkan dan menggairahkan perekonomian di kawasan megapolitan di Gerbangkertasuslia, ini menjadi salah satu priority kami,” kata Emil saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Jatim, dan Jateng yang belum tertampung dalam Aplikasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja (KRISNA), di Ballroom Hotel Alila, Jakarta, Rabu (10/7/2019) siang.

Orang nomor dua di Jatim itu menambahkan, pembangunan transportasi publik, barang dan jasa yang terintegrasi di Gerbangkertasusila akan sangat mendukung proyek berikutnya. Yakni, refinery di Kab. Tuban, dimana akan dibangun kilang minyak dengan nilai investasi sebesar Rp. 199,3 triliun. Rencananya, konstruksi proyek tersebut dibangun 2020 dan mulai produksi 2024.

Wagub Emil mengatakan, proyek berikutnya adalah pengembangan wisata di kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru (BTS). Strategi yang dilakukan antara lain dengan meningkatkan kapasitas dan kedalaman pelabuhan di Tanjung Tembaga Probolinggo. Sebab kapal pesiar The Cruise sering berlabuh di pelabuhan tersebut.

Kemudian, untuk menunjang akses transportasi dan memudahkan wisatawan menuju ke BTS, Wagub Emil juga mengusulkan untuk membangun jalan tol Malang-Kepanjen, peningkatan dan pelebaran serta perbaikan geometri di ruas jalan nasional Dampit-Lumajang, serta pelebaran ruas jalan Probolinggo-Lumajang. Sebab di ruas-ruas jalan tersebut sering terjadi kemacetan.

“Jadi, dari Probolinggo, lalu turun ke Lumajang, ini macetnya luar biasa. Jika jalan ini diperluas, tentu ini akan sangat menunjang sektor pariwisata di BTS. Bahkan, kawasan BTS yang sudah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) ini relatively connected dengan kawasan selatan,” ujarnya.

Selain itu, pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Kab. Trenggalek ini juga mengusulkan agar Bandara Udara Abd. Rachman Saleh di Malang dapat dijadikan sebagai bandara internasional. Salah caranya dengan meningkatkan dan memperpanjang runway menjadi 3.000 meter. Sehingga, cara tersebut dapat melayani pesawat berbadan lebar.

Menurut Wagub Emil, usulan internasonalisasi bandara tersebut sangat penting, sebab terdapat peningkatan kunjungan Wisman ke Malang Raya yang telah mencapai 7,4 juta per tahun. Jika usulan itu bisa terwujud, maka hal ini akan mendukung positioning wisata BTS sebagai The Next Bali.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Kemaritiman Setkab RI, Agustina Murbaningsih mengatakan, Rakor ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi, kepada Gubernur Jatim, dan Gubernur Jateng, dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (9/7/2019). Dalam ratas itu, Presiden Jokowi memilih masing-masing tiga proyek strategis untuk dibangun di Jatim, dan Jateng.

“Dalam kesempatan ini, kita fokuskan pembahasan kepada masing-masing tiga proyek tersebut, kemudian kita detailkan, mana proyek yang sudah masuk DAK dalam KRISNA, dan mana yang belum. Kami juga perlu mendengarkan masukan dari pemda untuk suksesnya pembangunan pada proyek-proyek tersebut, baik soal pembiayaan, kebutuhan infrastruktur, dan lainnya” katanya.

Hadir dalam kesempatan ini, Sektretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono, Deputi bidang Perekonomian Setkab RI, Satya Bhakti Parikesit, beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim dan Pemprov Jateng, serta para Direktur Jenderal pada Kementerian/Lembaga terkait.

Industri dan Pengolahan Limbah B3 Harus Berjalan Seiring

SURABAYA (Swaranews) – Terkait pembangunan pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Tlogoretno dan Brengkok, Kec. Brondong, Kab. Lamongan, yang mendapat penolakan dari warga setempat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sektor industri dan pengolahan limbah harus berseiring.

Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim sangat signifikan. Sementara itu, sektor industri merupakan penopangnya. Untuk itu, menurut Gubernur Khofifah, sektor industri dan pengolahan limbah harus berjalan secara beriringan.

“Sektor industri itu menghasilkan limbah. Jadi, harus berseiring antara pembangunan di sektor industri apapun dengan penyiapan pengolahan limbah,” kata Khofifah usai Rapat Paripurna Pengesahan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 Jatim, di Gedung DPRD Jatim, Rabu (10/7/2019).

Gubernur Khofifah menambahkan, dalam Indeks Kinerja Utama (IKU), menjaga lingkungan hidup juga harus berjalan secara beriringan. “Maka menyiapkan lahan untuk pengolahan limbah itu adalah sesuatu yang niscaya,” tegasnya.

Terkait penolakan oleh warga, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menegaskan bahwa komunikasi secara intensif harus dilakukan (pabrik yang akan mendirikan pengolahan limbah).

“Kalau kita sudah punya peta, pasti akan dikomunikasikan dengan warga dimana titik-titik itu disampaikan. ‘Oh ya, kalau ini tempat pengolahannya, maka sesungguhnya aman di olah disini,” tegasnya.

Mantan Menteri Sosial itu menyebutkan bahwa komunikasi harus dijalin dengan seksama lagi. Ia mencontohkan, jika menginginkan pertumbuhan ekonomi menjadi tinggi, maka penopang utamanya adalah sektor industri.

“Hari ini sudah hampir 29,03 persen sektor pertumbuhan ekonomi kita ditopang oleh industri,” pungkasnya.(Msa)

Polemik IMB PDAM di Malang, Gubernur Khofifah : Itu Sebetulnya Tidak di Segel

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah melakukan koordinasi bersama Pemerintah Daerah Malang terkait pemasangan papan peringatan Izin Memberikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan atau HO di Rumah Pompa Air PDAM yang berlokasi di Desa Mangliawan, Pakis, Malang.

Dijumpai usai melakukan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Gubernur Khofifah mengklarifikasi bahwa hal tersebut bukanlah penyegelan.

“Saya sudah koordinasi dengan walikota maupun dengan bupatinya. Jadi, ada Satpol PP yang memasang papan nama, isi dari tulisan itu adalah bahwa ini tidak ber-IMB,” kata Khofifah di Gedung DPRD Jatim, Rabu (10/7/2019) sore.

Orang nomor satu di Jatim itu juga mengatakan bahwa plt. Bupati Malang akan menjaga kontinuiti layanan publik. “Jadi, Insya Allah tidak akan mengganggu ketersediaan air bersih,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, rumah pompa tersebut disinyalir tidak memiliki izin. Baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun izin gangguan (HO). Hal itulah yang menyebabkan Pemkab Malang melakukan tindakan pemasangan papan peringatan di rumah pompa tersebut. (Msa)

Jadi Inisiator Pembentukan Sekolah Bhayangkara, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan

SURABAYA (Swaranews) – Atas inisiasi dan peran aktifnya dalam pembentukan, peresmian hingga beroperasionalnya SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur di Kab. Banyuwangi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan berupa Pin Emas dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Rabu (10/7/2019) pagi.

Penghargaan yang diserahkan langsung Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan kepada Gubernur Khofifah itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor : Kept/1214/VII/2019, Tanggal, 5 Juli 2019. Perihalnya yakni Pemberian Penghargaan Kepada Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang Berprestasi dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang Membantu Tugas Kepolisian. Seperti diketahui, sekolah tersebut menjadi SMA Taruna Bhayangkara yang pertama di Indonesia dan telah diresmikan pada 22 Maret 2019 lalu.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ada boarding school yang disiapkan di SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara di Kab. Banyuwangi. Ia berharap, sekolah tersebut bisa menjadi pembibitan penyiapan anak bangsa dengan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan yang kuat sejak siswa masuk SMA.

Dilanjutkan, ada wawasan kebangsaan yang terbangun, kedisiplinan yang bisa terjaga. Para siswa bisa hidup dengan saling menjaga harmoni dan menghindari sikap intoleransi antar warga.

“Jadi format harmoni itu akan dibangun, diajarkan, ditata, dibina melalui proses belajar mengajar khususnya dengan sistem boarding school. Diharapkan anak-anak dari Jatim lulusan SMP bisa masuk ke SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara di Genteng Banyuwangi,” katanya.

Menurut Gubernur Khofifah, sebelum diresmikannya SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara, Pemprov Jatim sudah meresmikan sekolah taruna yang bekerja sama dengan TNI AL di Kab. Malang dan TNI AU di Kab. Madiun dan pada tanggal 2 Mei lalu kerjasama dengan TNI AD di Kota Kediri.

“Sudah ada sekolah taruna yang bekerja sama dengan pemprov yang diinisiasi Pakde (Gubernur Soekarwo) dulu, dengan TNI AL dan TNI AU,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan Peringatan Hari Bhayangkara ke-73, Gubernur Khofifah mengajak kepada seluruh elemen, untuk fokus terhadap pesan Presiden RI, yakni membangun strong partnership. Termasuk dalam membangun kekuatan sinergitas diantara seluruh elemen masyarakat.

“Sebagai contoh, jajaran Polri membangun sinergitas dengan TNI, seluruh elemen strategis masyarakat. Artinya bahwa ketika kita bersama-sama, kita bersinergi, maka produktivitas kita akan meningkat dan kekuatan kita akan makin tangguh,” ujarnya.

Mengutip pesan Presiden dalam amanat tertulis  pada HUT Bhayangkara ke-73 antara  lain yang ditekankan yaitu menyangkut peningkatan kualitas SDM di jajaran Polri serta  peningkatan kualitas layanan publik tersebut diharapkan dapat menjadi pekerjaan rumah di semua lini. Pesan Bapak Presiden ini sangat relevan untuk kita jadikan catatan kita semua.

“Jadi pesan dan instruksi dari Bapak Presiden melalui amanat Presiden pada HUT Bhayangkara ke-73 ini, saya rasa adalah pesan untuk kita semua. Karena meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kualitas layanan publik, membangun sinergitas itu adalah kebutuhan bangsa kita,” tandasnya. (Msa)

Ads