Beranda blog Halaman 46

Pemkot Surabaya Targetkan PAD 2019 Rp 5,1 Triliun

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pahlawan tahun anggaran 2019 bisa mencapai Rp 5,190 triliun. Target PAD itu berasal dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono mengatakan target PAD tahun 2018 sebesar Rp 4,7 triliun. Kemudian, target PAD tahun 2019 sebesar Rp 5,190 triliun. “Jadi, target PAD tahun 2019 ini naik 10,13 persen dibanding target PAD tahun 2018,” kata Yusron saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (27/12/2018).

Menurut Yusron, PAD melalui hasil pajak daerah merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar. Khusus untuk PAD melalui hasil pajak daerah ini, target tahun 2018 sebesar Rp 3,6 triliun dan realisasinya sampai tanggal 21 Desember 2018 sudah mencapai Rp 3,7 triliun atau 104,80 persen. “Sudah melampaui target, dan ini kemungkinan masih akan terus naik hingga akhir tahun 2018 ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jenis pajak daerah yang ditanganinya itu ada sembilan macam, yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan (PPJ), pajak parkir, pajak air tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). Sedangkan yang paling strategis dan besar adalah PBB dan BPHTP.

“Khusus untuk PBB, target tahun 2018 Rp 1 triliun dan sampai tanggal 21 Desember 2018, sudah realisasi Rp 1,183 atau 112,26 persen. Sedangkan untuk BPHTP, target tahun 2018 Rp 1,176 triliun dan sudah realisasi Rp 1,182 triliun atau 100,51 persen dan ini akan terus naik di akhir tahun,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Yusron juga optimis bisa mencapai target-target itu, terutama target di sektor pajak daerah. Sebab, ia mengaku memperbaiki dan meningkatkan berbagai layanan perpajakan, sehingga semakin mempermudah proses pengurusan perpajakan dan membayar perpajakan. Bahkan, ia juga mengaku sudah memfasilitasi dengan mekanisme secara online dengan menggandeng bank-bank pemerintah untuk bisa menerima perpajakan. “Melalui mekanisme ini, maka pembayaran perpajakan ini bisa dilakukan dimana-mana,” ujarnya.

  • Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2017, sudah ada perda pajak online, sehingga saat ini perda pajak online ini sudah dilaksanakan secara bertahap di beberapa sektor. Alhasil, di pertengahan tahun 2018 lalu, sudah nampak ketercapaiannya. “Memang ada kenaikan yang signifikan di pertengahan tahun 2018 lalu, dan ini akan terus kami laksanakan tahun depan,” pungkasnya. (mar)

Tepat Pukul 18.00 WIB, Akhirnya Jalan Raya Gubeng Dibuka dan Bisa Dilalui

SURABAYA (Swaranews) – Tepat pukul 18.00 WIB, Jalan Raya Gubeng yang sempat ditutup karena proses perbaikan ataurecovery akibat kondisi tanah yang ambles, akhirnya dibuka dan bisa dilalui. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya mulai memfungsikan kembali Jalan Raya Gubeng yang sempat ambles itu, Kamis, (27/12/2018) petang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan saat ini Jalan Raya Gubeng sudah kembali dibuka dan bisa dilalui. Namun, karena masih dalam tahap penyempurnaan recovery, sementara ini hanya dua dari empat lajur yang dibuka untuk masyarakat.

“Saat ini dua lajur yang difungsikan, karena kita masih kerja masang sheet piles (besi pengaman),” kata Wali Kota Risma saat meninjau pembukaan kembali Jalan Raya Gubeng.

Wali Kota Risma memastikan bahwa secara teori dua lajur yang difungsikan itu memang sudah aman untuk dilalui kendaraan. Kendati demikian, ia mengimbau kepada para pengendara yang melintasi jalan itu agar tidak berhenti. Sebab, disamping akan menghambat laju kendaraan lain, juga akan menambah macet karena yang dibuka dua dari empat lajur.

“Saya minta nanti ndak berhenti saat di situ, jadi supaya ndak menghambat lalu lintas. Maksudnya ndak memperlambat,” ujar wali kota dua periode ini.

Bahkan, untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut, nantinya akan dijaga oleh petugas Linmas dan dibantu pihak Kepolisian. Disamping itu, pihaknya juga akan mendirikan beberapa posko penjagaan untuk mengantisipasi masyarakat yang berhenti di jalan tersebut.

“Ya nanti ada linmas, ada poskonya di sini, sama di Jalan Sumbawa sama Jalan Bali. Terus ada kepolisian yang nanti mengarahkan, karena kan menyempit dari empat menjadi dua,” pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan telah melintas, baik kendaraan roda dua, empat, hingga truk. Sebelumnya, jalan ini sempat dilakukan uji coba dengan kendaraan patroli yang berlalu-lalang. Kini, Jalan Raya Gubeng yang sempat ditutup kembali bisa diakses melalui berbagai arah. (mar)

 

Pemkot Surabaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Keselamatan Bangsa Indonesia

SURABAYA (Swaranews) – Sebanyak 2 ribu lebih jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dari lima agama, menggelar doa bersama lintas agama untuk keselamatan Kota Surabaya dan Bangsa Indonesia, agar terhindar dari segala macam bencana, Rabu, (26/12/2018). Doa bersama itu, dilakukan di lima tempat dan digelar serentak pagi ini.

Doa bersama bagi agama Islam dilakukan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, yang diikuti sekitar 1000 orang dan juga diikuti oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sedangkan untuk agama Kristen, doa bersama digelar di Graha Sawunggaling lantai 6 yang diikuti 600 orang. Untuk agama Hindu, digelar di Pura Segara, Jalan Memet Sastrawirya Komplek TNI AL Kenjeran, yang diikuti 300 orang.

Sedangkan untuk agama Budha, doa bersama digelar di Vihara Budhayana Dharma Wira Center Jalan Panjang Jiwo Permai, yang diikuti 150 orang. Dan untuk agama Konghuchu, doa bersama digelar di Klenteng Boen Bio Jalan Kapasan No. 131 Surabaya yang diikuti sekitar 150 orang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakan doa bersama ini adalah untuk menghindari terjadinya musibah dalam bentuk apapun, baik di Kota Pahlawan maupun di seluruh wilayah Indonesia. “Cukup kemarin ada masalah di Jalan Gubeng. Saya berharap itu yang terakhir dan tidak ada lagi musibah atau bencana yang akan dirasakan oleh warga dan Kota Surabaya,” kata Wali Kota Risma.

Ia juga mengingatkan bahwa cuaca dan dampak dari global warming juga menjadi salah satu faktor penyebab perubahan alam yang terjadi akhir-akhir ini. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga agar lebih waspada pada dampak alam yang terjadi. “Cuaca alam saat ini banyak sekali permasalahan, mulai dampak dari erupsi gunung merapi dan dampak dari siklus dimana dampak dari global warming ini sangat luar biasa. Karena itu, mari kita bersama-sama selalu berhati-hati, semoga tidak ada musibah apapun terjadi di Kota Surabaya,” ujarnya.

Selain mengimbau warga untuk waspada terhadap gejala alam yang terjadi, Wali Kota Risma juga menyinggung pergantian tahun yang sebentar lagi akan terjadi. Ia mengajak warga untuk mempererat silaturahmi dan saling bergandengan tangan di antara sesama. Menurutnya,  momen ini sangat pas untuk saling bergandeng tangan dan saling berkomunikasi antar elemen masyarakat.

“Mendekati awal tahun, mari kita bersama-sama saling bergandengan tangan mempererat tali silaturahmi, karena saya yakin dengan semakin mempererat silaturahmi pasti akan terjalin pula rahmat dan hidayah dari Allah SWT dan akan memperpanjang usia kita,” pesannya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima banyak kepada seluruh pegawai Pemkot Surabaya dalam bekerja setahun ini. Dalam setahun ini, Kota Surabaya telah mendapat puluhan penghargaan, baik yang tingkat nasional maupun internasional. Namun begitu, ia menegaskan bahwa  tujuan utamanya bukanlah untuk mendapat sebuah penghargaan.

“Tujuan utamanya adalah bagaimana kita semua bisa memberikan yang terbaik untuk warga dan Kota Surabaya. Saya juga minta maaf apabila ada kesalahan saya disengaja maupun tidak, selama setahun kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu umat Hindu, Ketut Gatra Astika menyampaikan ada tiga tujuan utama digelarnya doa bersama ini. Pertama, untuk keselamatan Kota Surabaya dan warganya, yang kedua untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Selat Sunda. Dan ketiga, untuk pemilu yang akan datang supaya berjalan aman dan lancar. “Doa bersama ini intinya untuk keselamatan kita semua,” kata dia.

Ia menambahkan doa bersama lintas agama ini, bertepatan dengan momen Hari Raya Galungan umat Hindu. Oleh karena itu, pihaknya minta maaf, karena doa bersama yang seharusnya serentak dilaksanakan pukul 07.00 WIB itu sedikit terlambat. “Kami dari umat Hindu mohon maaf sekali, karena tidak tepat waktu. Sebab hari ini, bertepatan dengan Hari Raya Galungan. Karena pukul setengah delapan, umat Hindu masih menjalankan ibadah di rumah masing-masing,” tutupnya. (mar)

NYAPLOK JP DAN NGOBOK-OBOK PAN

Oleh: Dhimam Abror Djuraid*
Wartawan Senior,
Doktor Ilmu Komunikasi
Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).
Modusnya tidak jauh beda. Dengan mengaku sebagai PAN pendiri, GM, bersama Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Zumrotin, dan Toety Herati menyatakan prihatin terhadap perkembangan PAN, terutama karena kiprah Amien Rais yang super-kencang di oposisi anti-Jokowi. GM dan kawan-kawan pun mendesak Amien Rais mundur.
Pasti banyak yang heran mengapa GM tiba-tiba mengklaim haknya sebagai pendiri PAN. Pasti banyak yang bertanya apa kontribusinya terhadap PAN.
Pertanyaan itu juga yang banyak muncul ketika tahun 2017 yang lalu GM mengobok-obok Jawa Pos (JP) dan kemudian mencaploknya dan menempatkan anaknya, Hidayat Jati, di posisi puncak JP setelah mendongkel Azrul Ananda, anak Dahlan Iskan.
JP memang anak Tempo yang saham utamanya dimiliki Ciputra. Dahlan memang anak buah GM. Tapi peran GM dalam membesarkan JP bisa dibilang nol. Artinya, tanpa campur tangan GM pun JP tetap besar.
Awalnya GM malu-malu kucing, dan malah marah-marah ketika muncul berita anaknya akan menggantikan posisi Azrul Ananda. Tapi belakangan setelah ombak reda, Hidayat Jati bin Goenawan Mohamad menjadi penguasa baru JP.
Jelas bin terang motifnya soal perut. Bisnis GM dan keluarganya lagi bangkrut, makanya cari cara untuk mencaplok JP.
Azrul Ananda memang gagal menangani JP, antara lain, karena tidak punya kapasitas _leadership_ yang cukup dan terlalu cepat dikarbit oleh Dahlan Iskan.
Sementara Hidayat Jati belum terdengar kiprahnya di media. Kapasitasnya hampir pasti tak cukup untuk mengelola JP Group yang super-kompleks. Ia
gagal menyelamatkan Femina Group, yang bisa dibilang ecek-ecek dibanding JP Group. Karenanya sulit mengharapkan dia mampu memimpin JP.
Dahlan Iskan dan orang-orangnya di JP terlalu cerdik untuk bisa ditundukkan begitu saja. Dan, terbukti, sekarang praktis GM hanya kebagian pepesan kosong di JP.
Kapal besar JP Group telah pecah dan sebagian besar sudah memisahkan diri dari kapal induk. Kelompok Fajar Group di Indonesia bagian timur sudah memerdekakan diri dan membentuk grup sendiri di bawah bendera FIN (Fajar Indonesia Network) di bawah Alwi Hamu. Alwi menempatkan anaknya, Agus Salim, sebagai nakhoda FIN.
Di wilayah Indonesia barat, perahu JP retak dan kelompok WSM (Wahana Semesta Merdeka) memerdekakan diri, dan menguasai jaringan media di Sumatera sampai Jawa Barat di bawah kendali Suparno Wonokromo
Di Jakarta, Margiono dengan Rakyat Merdeka Group sudah sejak lama terlibat perang dingin dengan JP di bawah Azrul Ananda. Hidayat Jati pasti tak bakal berani berurusan dengan Margiono Rakyat Merdeka Group sudah pasti bebas merdeka dari JP.
Indopos yang jadi satelit JP di Jakarta juga lepas. Kelompok televisi di bawah Mahesa Samola–anak mendiang Eric Samola pendiri JP Group– juga tak bakal mudah dikendalikan.
Raja-raja kecil di daerah, seperti Rida Kaliamsi di Riau dan Zainal Muttaqin di Kalimantan, sudah pasti tak bakal bisa disetir oleh GM dan anaknya. Praktis sekarang GM hanya kebagian JP dan radar-radar di Jatim dan Jateng. Dibanding dengan empire JP Group yang membentang dari Aceh sampai Papua, apa yang didapat GM bisa dibilang tulang belulang saja.
Upaya menjinakkan JP sudah terasa sejak pemilihan gubernur DKI 2017. GM tak segan turun tangan mencampuri urusan redaksi kalau berita-berita JP memusuhi Ahok. Ia menelepon dan memarahi redaktur JP.
Dahlan Iskan dianggap berbahaya karena (pernah) punya ambisi politik. Ia dihabisi, dikriminalisasi, sahamnya dipreteli.
JP, mungkin, bisa dikuasai. Tapi perlawanan yang dilakukan terhadap GM dan Ciputra sangat cantik tapi mematikan.
Dahlan sekarang memilih duduk manis sambil senam pagi tiap hari. Ia sudah cukup berbakti kepada GM. Sudah 30 tahun ia menjadi angsa bertelor emas.
 Ibarat pepatah _”kebo nyusu gudel”_ Dahlan sudah menyusui GM sejak Tempo dibredel Orde Baru, 1994 sampai sekarang. Tiap tahun Dahlan nyetor dividen miliaran ke GM.
Lunas sudah utang budi Dahlan kepada GM.
Kita tinggal lihat bagaimana kelanjutan operasi GM di PAN sekarang ini. Naga-naganya, motifnya tidak bakal jauh dari urusan perut. *(dad/fim)*

Pangdam V/Brawijaya Bersama Forkopimda Jatim Kunjungi Gereja di Surabaya

SURABAYA (Swaranews) –  Guna memastikan perayaan hari Natal berlangsung dengan aman dan kondusif, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A bersama Forkopimda Jatim mengunjungi beberapa Gereja yang berada di Kota Surabaya. Selasa, 25 Desember 2018.

           

Selain Gereja Santa Maria yang berlokasi di Jalan Ngagel Madya, Mayjen Arif bersama Gubernur Jatim, Drs, H. Soekarwo dan Kapolda Jatim, juga berkunjung ke Gereja Santa Perawan yang terletak di Jalan Kepanjeng, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

           

Dalam kesempatan kunjunga itu, Mayjen Arif menyempatkan diri untuk menyapa para Jema’at Gereja, sekaligus meninjau kesiapan personel pengamanan yang sudah siaga di depan Gereja.

           

“Bagi umat Kristiani, selamat menjalankan ibadah. Kami TNI-Polri akan memberikan penjagaan, dan keamanan berlangsungnya Natal di Jawa Timur, khususnya di Surabaya,” jelas Pangdam.

           

Tak lupa, dalam kesempatan itu, Forkopimda Jatim juga mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristiani yang berada di lokasi itu.

           

Mayjen Arif menjelaskan, keamanan dan kondusifitas wilayah, menjadi prioritas utama bagi dirinya beserta unsur aparat keamanan lainnya selama berlangsungnya perayaan hari Natal tahun ini.

           

“Keamanan, tetap prioritas bagi kami. Sehingga, saudara-saudara bisa melakukan ibadah dengan khidmat dan aman,” tandas Mayjen Arif Rahman, M. A. (mar)

 

10 Unit Armada Suroboyo Bus Akhirnya Tiba di Surabaya

SURABAYA (Swaranews) -Pemerintah Kota Surabaya menambah lagi 10 unit armada Suroboyo Bus untuk melengkapi angkutan umum di Kota Pahlawan. 10 unit bus itu pun sudah tiba di Kota Surabaya pada hari ini, Selasa (25/12/2018). Dengan bertambahnya 10 unit armada Suroboyo Bus ini, berarti Pemkot Surabaya sudah memiliki 20 bus angkutan umum, 18 diantaranya Suroboyo Bus dan dua unit lagi adalah double decker atau bus bertingkat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan 10 unit armada Suroboyo bus yang baru datang itu, sementara ini diletakkan di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW), sembari menunggu plat nomor permanen dan pelatihan kru Suroboyo Bus, baik sopir maupun kondektur atau helpernya. “Jadi, dengan banyaknya minat dari masyarakat untuk menggunakan Suroboyo Bus, baik rute utara-selatan maupun barat-timur, maka tahun ini Pemkot Surabaya menambah lagi 10 unit dan sekarang sudah datang,” kata Irvan.

Menurut Irvan, 10 unit armada yang baru datang ini memiliki beberapa perbedaan dibanding dengan delapan unit yang sudah ada sebelumnya. Sesuai arahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, maka desain kacanya lebih rendah, sehingga para penumpang yang berada di dalam bus bisa terlihat jelas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan dan pelecehan seksual. “Selain itu, modifikasi bentuk, dari sisi eksterior, ada perbaikan di sisi belakang bus, sehingga lebih bagus,” jelasnya.

Sedangkan kapasitas dan tipenya, masih sama seperti armada Suroboyo Bus yang sudah ada sebelumnya, yaitu dapat memuat 67 penumpang, termasuk yang berdiri, orang difabel, dan perempuan. Bus ini juga dilengkapi GPS dan CCTV, sehingga bus ini sangat aman dan nyaman. “Pembayarannya pun masih tetap dengan botol plastik,” ujarnya.

Irvan menjelaskan, dengan bertambahnya 10 unit armada Suroboyo Bus ini, maka diharapkan para penumpang yang menunggu kedatangan Suroboyo Bus tidak lama-lama berada di halte. Selama ini, para penumpang itu menunggu sekitar 30 menit sampai 1 jam. “Nah, kami harapkan nanti kalau ini sudah jalan semuanya, para penumpang hanya menunggu sekitar 10-20 menit, baik rute timur-barat dan utara-selatan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, pembagian rute 10 unit bus yang baru ini akan disesuaikan dengandemand atau permintaan. Meskipun yang lebih diprioritaskan adalah rute barat-timur, tapi rute utara-selatan juga perlu ada tambahan, karena permintaannya sangat tinggi. “Nanti ketika jam-jam sibuk, kita akan buat lebih pendek juga waktu pemberangkatannya, tapi ketika sudah siang, mungkin sudah mulai diperpanjang lagi,” imbuhnya.

Selain menambah armada Suroboyo Bus, ternyata Dishub Surabaya juga akan menambah delapan halte bus pada tahun 2019 mendatang. Delapan halte itu rencananya akan dibangun di depan UIN, Royal, depan Joyoboyo, Mayjen Sungkono depan KPU, Mayjen Sungkono sebelah SPBU, HR Muhammad sekitar Masjid At-taqwa, Dharmawangsa sekitar rumah sakit Dr Soetomo, Kertajaya Indah sebelah bundaran ITS.

Irvan menambahkan, penambahan 10 unit baru armada Suroboyo Bus ini bukan hanya persoalan transportasi semata. Namun, lebih dari itu untuk lingkungan, karena nanti diharapkan masyarakat yang biasanya memakai mobil pribadi, bisa beralih ke angkutan umum ini. Ketika angkutan umum ini bisa menjadi alternatif, maka jalan tidak akan macet. “Nah, ketika jalan tidak macet, maka perekonomian pun akan lancar, efisiensi kota jadi lebih baik,” kata dia.

Bahkan, ia juga berharap para pelajar yang masih belum memiliki SIM dan belum cukup umur untuk membawa kendaraan sendiri, maka diharapkan menggunakan angkutan umum ini, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. “Jadi, ini untuk keselamatan juga,” tegasnya.

  • Pada kesempatan itu, Irvan juga menjelaskan bahwa Dishub Surabaya terus mengembangkan aplikasi GoBis, sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi dan memantau posisi Suroboyo Bus. Bahkan, Irvan mengaku aplikasi ini rencananya akan digabungkan dengan aplikasi Go Parkir dan beberapa aplikasi lainnya. “Untuk menunjang Smart City, kami memang berencana untuk menggabungkan dan saat ini terus kami kembangkan,” pungkasnya. (mar)

Menjelang Natal, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Berbagi Kasih bersama Warga Papua

Kabupaten Merauke, Papua (Swaranews) – Menjelang perayaan hari Natal esok, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY menggelar acara berbagi kasih yang dipusatkan di Kampung Bupul, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, tepatnya di halaman Gereja Santo Petrus, Papua.

           

Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi A, Wibowo mengatakan, dalam acara tersebut, dirinya memberikan berbagai bingkisan kepada masyarakat yang berada di Kampung Bupul.

           

“Bingkisan kita serahkan secara simbolis kepada Pastor Revo Sulu, salah satu tokoh agama di Kampung ini,” jelasnya. Senin, 24 Desember 2018, sore.

           

Tidak berhenti sampai disitu saja, menurut Danyonmek 521/DY, kegiatan serupa juga digelar di Kampung Tanas, Distrik Elikobel. Di lokasi itu, kata Letkol Andi, dirinya menyerahkan beberapa bingkisan berupa pakaian layak pakai, hingga alat tulis sekolah ke masyarakat setempat. “Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut datangnya Hari Natal besok,” ujarnya.(sub)

 

Rapat Anggota KONI Kota Surabaya Sepakat Puslatcab 2019

SURABAYA (Swaranews) – Rapat Anggota Komite Nasional Olah Raga Indonesia (KONI) Kota Surabaya merupakan forum evaluasi dari kinerja pengurus selama setahun yang telah dilalui. Rapat ini juga merupakan forum penyusunan agenda untuk satu tahun mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Surabaya, Hoslih Abdullah setelah acara tersebut beraakhir. Dia juga mengatakan bahwa dari Rapat Anggota ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi, baik yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya, maupun ke KONI Provinsi Jawa Jawa Timur.

“Alhamdulillah Rapat Anggota KONI Kota Surabaya berjalan dengan kondusif dan lancar. Salah satu hasilnya adalah rekomendasi agar Puslatcab masing – masing Cabang Olah Raga bisa berlangsung secara terus menerus,” ujarnya, Sabtu (22/12/2018) di Convention Hall Siola. Surabaya.

Hoslih Abdullah menyampaikan bahwa Piala Koni Kota Surabaya disepakati sesuai blueprint KONI Kota Surabaya bahwa kepesertaannya adalah dari Club – Club di bawah naungan Koni Kota Surabaya.

“Selanjutnya terkait usulan sarana dan prasarana diusulkan oleh masing-masing Cabang Olah Raga dan akan disampaikan ke Pemkot melalui Dispora Kota Surabaya,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut KONI Kota Surabaya juga melakukan penandatanganan MoU atau kerja sama di bidang pembinaan prestasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Menurut Ketua KONI Kota Surabaya, Hoslih Abdullah bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.

“Alhamdulillah tadi kita melaakukan penandatangan MoU dengan Unesa. Selanjutnya kita akan melakukan hal yang sama dengan Unair dan UPN Veteran Jatim,” pungkasnya. (mar)

Hari Keempat, Perbaikan Jalan Ambles Memasuki Tahap Pemadatan Tanah

SURABAYA (Swaranews) – Pengerjaan perbaikan ataurecovery Jalan Raya Gubeng yang sempat ambles nyaris rampung. Jalan yang sebelumnya terlihat berlubang, kini sudah ditimbun dan rata kembali. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berupaya melakukan pengerjaan tahap pemadatan tanah dan pemasangan besi pengaman.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan setelah tiga hari pengerjaan pengurukan tanah selesai, saat ini pihaknya fokus pada proses pemadatan, baik di sisi utara maupun selatan. Selanjutnya, pemasangan besi SSP (Steel Seet Pile). Agar nantinya, jalan yang ambles itu tidak longsor dan kuat untuk dilalui kendaraan.

“Jadi hari ini kita lakukan pemadatan (tanah), pengurukan udah selesai, kita sirami supaya padat. Nanti agak siang, kita pasang besi pengaman (SSP), supaya tidak longsor ke tempat yang lubang itu,” kata Wali Kota Risma saat memantau recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles, Senin, (24/12/18) pagi.

Setelah itu, kata dia, besok atau lusa pihaknya kemudian melakukan pemasangan kerikil untuk penguat pondasi jalan. Sebab menurutnya, Jalan Raya Gubeng merupakan jalan Nasional, sehingga pondasinya harus benar-benar kuat, karena dilalui berbagai jenis kendaraan. “Mungkin besok atau lusa kita bisa mulai pasang kerikil untuk pondasi jalan itu, terus kita aspal. Sebetulnya ini kan  jalan Nasional, jadi bebannya itu truknya gede, busnya juga gede,” ujarnya.

Terlebih, ia juga minta kepada jajarannya agar sisi sebelah barat yang terkena longsor, diperkuat dengan beton cor. Sebab, ia khawatir, kalau hanya dipasang besi pengaman tanpa beton cor, tanah bisa sleding dan menyebabkan kembali longsor. “Karena itu, saya tadi minta nambah penguatan sisi barat yang terkena longsor itu, kita pasang beton penguat,” imbuhnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap, pengerjaanrecovery Jalan Raya Gubeng yang ambles, bisa rampung dalam kurun waktu tujuh hari. Sebab, saat ini tengah memasuki libur natal dan tahun baru, sehingga ia kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Timur (Polda Jatim), untuk perizinan tonase truk bermuatan.

“Mudah-mudahan ini waktunya nututi, kita juga coba minta bantuan untuk pembatasan (perizinan) tonase dulu. Karena ini kan bulan natal dan tahun baru, kita takutnya besi pengamannya ndak bisa pesen,” terangnya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menambahkan pengerjaan perbaikan atau recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles memasuki hari keempat. Untuk menimbun jalan yang sebelumnya berlubang, telah menghabiskan pasir batu (sirtu) sebanyak 20 ribu meter kubik. “Saat ini memasuki tahap pemadatan. Ibu wali kan janji rampung tujuh hari, kita upayakan bekerja secara maksimal,” kata dia.

Selama 24 jam, lanjut Fikser, pengerjaan recoveryjalan yang ambles terus dikebut. Bahkan, Wali Kota Risma terus memantau ke lokasi, untuk memberikan arahan dan memastikan proses recovery berjalan lancar, efisien dan safety. “Sampai dengan saat ini sudah menghabiskan 1000 dump truk sirtu untuk pengurukan jalan berlubang, per truk berisi 20 kubik,” pungkasnya. (mar)

Ratusan Rumah di Jember Tergenang Air, Dandim Perintahkan Personel Terjun ke Lokasi Banjir

JEMBER (Swaranews) – Ratusan warga Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa di evakuasi oleh pihak TNI-AD dan BPBD setempat. Pasalnya, hujan deras yang terjadi pada hari sabtu kemarin, telah menyebabkan tanggul air di sekitar area tersebut jebol. Tak hayal, air pun langsung menggenangi ratusan rumah milik warga yang berada di sekitar tanggung tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember, Letkol Inf Arif Munawar mengatakan, banjir bandang setinggi 1,5 meter tersebut, telah merusak rumah milik warga yang berada di Desa Karang Anyar dan Desa Jatisari, Kabupaten Jember.

“Kurang lebih sekitar 300 rumah warga terendam air dengan volume ketinggian 80-100 cm,” ujar Letkol Munawar ketika ditemui di lokasi banjir bandang. Minggu, 23 Desember 2018, sore.

Tidak hanya itu saja, menurut Letkol Arif, banjir bandang tersebut juga mengakibatkan tanah longsor. “Longsor terjadi di Desa Kali Glagah dan menganyutkan 2 rumah milik warga sekitar,” ungkapnya. “Semua personel TNI-AD sudah kita terjunkan ke lokasi,” imbuh Letkol Inf Munawar.

Perlu diketahui, banjir bandang dan tanah longsor tersebut diakibatkan salah satu tanggul yang berada di area tersebut, tak mampu lagi menahan volume air akibat hujan deras yang terjadi sejak hari Sabtu, kemarin. Alhasil, air pun meluap dan menerjang pemukiman warga. “Tidak ada korban jiwa, semua warga sudah kita evakuasi,” ujar Letkol Munawar.

Terpisah, Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo ketika dihubungi melalui via seluler menambahkan, terkait bencana yang terjadi di Kabupaten Jember, dirinya menginstruksikan seluruh Komandan Satuan (Dansat) di wilayah teritoalnya, untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang tak bisa di prediksi.

“Semua Dansat sudah kita perintahkan untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak di wilayah tugas masing-masing,” tegas Danrem.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di tubuh Korem 083/Baladhik Jaya itu juga menghimbau seluruh personelnya untuk menggelar patrol rutin guna memantau terjadinya perubahan situasi dan kondisi akibat pergantian musim.

“Patroli rutin, wajib dilakukan. Kalau ada suatu perkembangan situasi dan kondisi, kita meminta untuk segera melaporkan ke Komando atas. Semua personel harus siap siaga,” ujar Kolonel Bagus.(sub)

Ads