Beranda blog Halaman 46

MCK Krajan Hampir Terselesaikan Nita sangat Senang

JEMBER (Swaranews) –  Pengerjaan sasaran pembangunan TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD) ke 104 Kodim 0824/Jember secara keseluruhan terus di genjot pengerjaannya, termasuk.pengerjaan sarana mandi, cuci dan kakus di RT 02/07 Duaun Krajan Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kab Jember.

Satuan Tugas (Satgas) TMMD semangat mengerjakan seluruh pekerjaan termasuk MCK di Dusun Krajan tersebut, Bu Nita 28 Tahun salah satu warga masyarakat Dusun Krajan saat kami temui menyatakan senang dengan dibangunnya MCK tersebut.

Menurut! Nita sebagai keluarga muda dirinya mendukung dengan dibangunnya MCK nantinya diharapkan tidak ada masyarakat yang buang air besar, mencuci dan mandi di sungai karena disamping kurang enak dipandang, juga kurang sehat.

Komandan Satgas TMMD Kodim 0824/Jember Kapten Inf Suwarno menyatakan bahwa bangunan tersebut memang untuk membiasakan masyarakat agar membiasakan hidup bersih dan layak dalam rangka meningkatkan kesehatan sebagai hal mendasar dari kesejahteraan.

Untuk seluruh satga sudah kita perintahkan untuk melakukan.percepatan-percepatan agar masyarakat dapat segera memanfaatkannya. (sub)

Sebelum Wasev TMMD ke-104, Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya Sempatkan Ziarah ke Makam Raja Raja di Asta Tinggi Sumenep.

SUMENEP (Swaranews) –  Sesuai jadwal kunjungan kerja di wilayah Kodim 0827/Sumenep, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Candra Wijaya adakan Pengawasan dan Evaluasi pelaksanaan TMMD ke-104 yang ada di wilayah Kodim 0827/Sumenep dan akan meninjau langsung sasaran fisik dan non fisik TMMD ke-104 hari Senin tanggal 18 Maret 2019.

Brigjen TNI Candra Wijaya, didampingi Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Singgih Pambudi dan Kasipulinfo Medlek Dispenad Mayor Inf Marahalim Pasaribu, setibanya di Bandara Turnojoyo Sumenep disambut oleh Letkol Inf Ato Sudiatna Dansatgas TMMD ke-104 dan Kapolsek Kota Sumenep AKBP Widarti.

Rombongan sejenak transit di ruang VIP bandara Turnojoyo dan dilanjutkan ziarah ke makam raja – raja di Asta Tinggi Sumenep, Minggu (17/3/2019).

Menurut Kadispenad, ziarah kubur yang dilakukan adalah merupakan wujud keimanan kepada Allah SWT dan mengingatkan kita akan kematian itu pastilah akan datang pada setiap manusia, sehingga tidak terlena di dunia akan teliti berbuat untuk kehidupan yang kekal di akherat nanti.

” Selain itu juga sebagai wujud penghargaan yang tinggi dan menghormati akan sejarah yang ada di Sumenep, dengan uluk salam dan kirim doa kepada para leluhur Raja – Raja di Sumenep, yang telah berjuang keras sehingga Sumenep seperti sekarang” tuturnya.

Beliau menambahkan bahwa perjuangan para raja-raja dahulu merupakan rangkaian sejarah menuju Indonesia merdeka hingga seperti sekarang, kita harus junjung tinggi nilai – nilai sejarah, karena Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai akan sejarah. (

Komandan Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember Awasi Pengerjaan Joging Track Lapangan Gayasan

JEMBER  (Swaranews) – Semua titik kegiatan yang menjadi sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember mulai mengerjakan Joging Track di sekeliling Lapangan Gayasan Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kabupaten Jember.

Joging Track tersebut merupakan bagian dari ruang Terbuka hijau yang disediakan untuk lokasi kegiatan maayarakat, baik untuk olah raga masyarakat maupun untuk taman hiburan masyarakat bersama keluarga saat liburan minggu pagi dan lain-lain.

Hal tersebut sesuai dengan nawa cita Pemerintah Kabupaten Jember diantaranya menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau bagi masyarakat Jember.

Komandan Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD) Ke 104 Kodim 0824/ Jember Letkol Inf Arif Munawar yang hampir setiap hari turun ke.Lokasi TMMD menyampaikan bahwa kedatangannya dilokasi ini dalam rangka melihat langsung pekejaan satgas dalam.mengerjakan sasaran pembangunan dilapangan.
Semua titik sudah mulai dikerjakan, dan kita bekerja all out dalam rangka percepatan pembangunan tersebut karrna kita melaksanakan tugas TMMD ini ada batasan waktu, dengan kondisi yang ada sekarang ini saya optimis mampu terselesaikan pada saat penutupan nanti. Tegas Komandan Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember. (sub)

Satgas TMMD 104 Sumenep Tersulut Semangatnya Oleh Ibu-Ibu Larangan Kerta

8SUMENEP (Swaranews) –  Terlihat Ibu-ibu tanpa canggung di antara Satgas TMMD yang sedang bekerja membangun jalan, Ibu-ibu ikut berpartisipasi membantu pada pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104 TA. 2019 yang dilaksanakan oleh Kodim 0827/Sumenep. Di dua Desa diantaranya Desa Batuh Putih Laok Dan Desa Larangan Kerta, Kec. Batuh Putih Kab. Sumenep. Minggu (17/3/19).

Terlihat diantara Satgas TMMD yang sedang bekerja tak kenal lelah membangun jalan, nampak beberapa ibu-ibu paruh baya juga turut bantu mengangkat bebatuan untuk pembuatan jalan. Seolah tak ada lagi perbedaan saat mereka berbaur dan bekerja sama, dengan penuh semangat ibu-ibu tersebut saling bantu dengan Satgas TMMD dalam membangun jalan di Desa Larangan Kerta. Itulah pemandangan yang nampak saat pekerjaan pengaspalan jalan pada kegiatan TMMD berlangsung.

Ibu Muniah (40) menyampaikan bahwa Ibu-ibu di sini sudah terbiasa kerja seperti ini, karena setiap harinya kami juga bekerja di sawah, bertani bahkan ada juga yang bekerja di pasar sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Saya sungguh senang bisa bantu kerja bersama dengan para tentara satgas TMMD membangun desa kami,” kata Muniah (40).

Keikutsertaan ibu Muniah dan beberapa ibu rumah tangga lainnya dalam membantu pelaksanaan program TMMD tersebut, menambah semangat para Anggota Satgas TMMD 104.

Sementara itu Danramil 05/Batu Putih Kodim 0827 Sumenep Kapten Cba M. Yuli Irawan mengatakan sejatinya sebagai prajurit harus selalu siap mengabdi serta membantu masyarakat, kapanpun dan dimanapun berada,” tegas Irawan”.

“Kami akan bekerja keras bersama masyarakat agar apa yang sudah diprogramkan dalam TMMD ini benar-benar selesai sesuai target dan agar hasilnya lebih cepat dinikmati masyarakat,” lanjutnya.

Sikap merakyat dan kerja keras yang ditunjukkan para TNI yang sedang kerja dalam TMMD ini mendapat apresiasi dari para Warga. Dan mendoakan semoga mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT.

“Jerih payah bapak-bapak TNI dalam pengabdian tanpa batas ini tidak ternilai harganya bagi kami, terutama bagi masyarakat.”(Pen084/sub)

Meriah, Festival Rujak Uleg 2019 Sukses Pecahkan 2 Rekor MURI

SURABAYA (Swaranews) – Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengemas tampilan Festival Rujak Uleg 2019 yang lebih heboh dan menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, benar adanya. Agenda tahunan yang digelar untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726 ini benar-benar “wow”.

Kawasan jalan legendaris, Kembang Jepun Surabaya yang menjadi lokasi Festival Rujak Uleg 2019, pada Minggu (17/3/2019) pagi, berubah menjadi lautan manusia. Warga Kota Surabaya dan para wisatawan tumplek-blek di kawasan tersebut. Bahkan, festival itu sukses memecahkan dua Rekor MURI sekaligus, yaitu cobek terbesar dan peserta terbanyak.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma dan para tamu undangan dari konsulat jenderal negara sahabat yang ada di Surabaya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tamu VIP nguleg bareng di cobek “raksasa”. Setelah itu, Wali Kota Risma membagikan rujak yang diulegnya itu kepada salah satu warga yang menyaksikan festival itu.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan tahun lalu Pemkot Surabaya tidak bisa menggelar Festival Rujak Uleg. Bahkan, Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) tahun lalu diselimuti oleh duka karena mendapatkan cobaan dari Tuhan yang maha kuasa.

“Oleh karena itu,  saya berharap dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga Kota Surabaya, kita semua ini bersaudara, kita tidak boleh saling bermusuhan, kita tidak boleh membenci dan dendam, tidak ada agama apapun yang mengajarkan benci dan dendam,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Wali Kota Risma juga mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk bergandengan tangan. Sebab, dengan cara bergandengan tangan itu akan bisa maju lebih cepat lagi. Bukan malah sebaliknya, memendam rasa benci dan memendam rasa iri, karena kalau itu yang dilakukan maka tidak akan pernah maju. “Ayo kita bersama-sama melupakan perbedaan. Mari kita tingkatkan persamaan, kita buat persamaan itu menjadi kekuatan kita untuk lebih maju lagi ke depannnya,” kata dia.

 

Saat itu, Wali Kota Risma juga mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk membuktikan bahwa warga Kota Surabaya tidak ada dendam dan iri. Ia pun mengajak warga untuk membuktikan kepada dunia bahwa warga Kota Surabaya bisa bergandengan tangan untuk lebih maju.

 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa Rujak itu sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat karena gizinya sudah lengkap. Di dalam rujak itu terdapat sayuran, daging, dan kacang-kacangan, sehngga rujak itu termasuk makanan yang gizinya sudah lengkap. “Rujak uleg ini sudah masuk dalam hak paten, hak merk di Kota Surabaya. Jadi insyallah tidak ada yang bisa ngambil,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan Festival Rujak Uleg kali ini sukses memecahkan dua Rekor Muri sekaligus, yaitu cobek terbesar dan peserta terbanyak. Khusus untuk cobek terbesar, Pemkot Surabaya kali ini menggunakan cobek raksasa yang terbuat dari Batu Gunung dengan diameter 250 cm, berat 1,5 ton, tinggi cobek 30 cm, tinggi dudukan cobek 140 cm. Cobek ini dapat digunakan sebanyak 20-25 orang. “Rekor cobek terbesar ini baru pertama yang didapatkan oleh Pemkot Surabaya,” kata Antiek seusai acara.

 

Sedangkan Rekor MURI kedua adalah peserta terbanyak. Khusus untuk peserta yang ikut dalam festival kali ini ternyata membengkak. Awalnya, panitia hanya menerima sebanyak 1.692 orang, namun karena antusiasme para peserta yang tinggi, akhirnya dibuka lagi hingga mencapai 1.800 lebih. “Kalau kita tidak tutup, pesertanya pasti lebih banyak lagi. Rekor peserta terbanyak ini, kami memecahkan Rekor MURI sebelumnya, yang mana dulu tahun 2013 kami sudah mendapatkan Rekor MURI dengan peserta 1.300, tapi kali ini 1.800 lebih,” kata dia.

 

Antiek juga bersyukur bahwa antusiasme para peserta dan warga yang menyaksikan festival itu sangat tinggi. Ia juga menjelaskan bahwa para peserta yang banyak itu kemudian dipilih 60 besar yang terbaik. 60 besar dari perwakilan grup itu mendapatkan uang pembinaan dan selanjutnya dipilih lagi menjadi 12 grup juara festival. “Nah, 12 grup yang juara ini mendapatkan uang pembinaan dan juga sepeda onthel,” pungkasnya. (*)

Pemkot Bakal Bangun TPS Baru untuk Wilayah Surabaya Timur

 “Ditarget Dapat Menghasilkan Listrik Sebesar 4 KWH”

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak hentinya berupaya menanggulangi permasalahan sampah yang ada di masyarakat. Berbagai inovasi yang diterapkan, bertujuan agar sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa terus berkurang. Salah satunya yakni dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Benowo, yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya berencana membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) untuk kawasan Surabaya Timur yang berlandaskan pada 3R (Reus, Reduce, danRecycle). Letaknya, berada di sekitar Kantor Taman Rayon Timur, Jalan Tenggilis Tengah No.1 Surabaya. Saat ini lokasi tersebut digunakan sebagai rumah kompos.

 

“Kita akan buat TPS untuk kawasan Surabaya Timur yang 3R, kita kurangi sampah di TPA,” kata Wali Kota Risma saat mengunjungi Rumah Kompos Kantor Taman Surabaya Timur, Sabtu, (16/03/19).

 

Ia menjelaskan, ada beberapa rumah kompos di Surabaya yang saat ini sudah dapat menghasilkan energi listrik. Diantaranya, rumah kompos Bratang, mampu memproduksi sampah menjadi listrik sebesar 2 Kilowatt. Sementara untuk rumah kompos Jambangan, dapat memproduksi listrik hingga sebesar 4 Kilowatt. “Pengalaman di Wonorejo itu bisa menghasilkan 4 Kilowatt (listrik). Mudah-mudahan ini juga bisa 4 Kilowatt. Lokasinya di sini (rumah kompos Tenggilis),” ujarnya.

 

Bahkan, Wali Kota Risma mengaku tidak hanya membangun TPS di lokasi tersebut. Pemkot Surabaya juga bakal membangun taman baru yang berdampingan dengan TPS. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemkot untuk mengoptimalkan lahan kosong yang ada. Menurutnya, jika cara pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, maka tidak akan menimbulkan bau ataupun aroma yang tak sedap. “Nggak bau kok kalau ngolahnya (sampah) bener. Insya Allah tahun ini selesai,” terangnya.

 

Wali Kota Risma juga menambahkan pihak nya akan memberi tambahan TPS yang ada di Wilayah sekitar Wonorejo. Penambahan di wilayah Wonorejo tersebut supaya lebih banyak menampung pembuangan sampah wilayah Surabaya timur dan dapat di kelola dengan tepat. “Kemarin bingung menentukan lokasi nya, sekarang sudah dapat dan sudah di survey juga, tinggal eksekusi kali ini lokasinya mengarah ke bozem yang ada di Wonorejo,“ tutupnya. (mar)

 

 

Pemkot Surabaya Akan Konsultasikan Aturan Baru PPDB 2019 ke Pusat

SURABAYA (Swaranews) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan konsultasi ke pusat tentang Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 51 tahun 2018. Salah satunya mengatur tentang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan. Terlebih, dalam aturan baru itu tidak lagi menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) sebagai syarat mendaftar ke SMP Negeri.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan mengatakan persiapan PPDB tahun 2019 di Surabaya tidak ada kendala, baik secara teknis maupun pelaksanaannya. Karena, selama ini Pemkot Surabaya telah menerapkan sistem zonasi berdasarkan sub rayon. “Secara keseluruhan tidak masalah kita bisa menyiapkan semua proses itu, kita tidak memiliki kendala,” kata Ikhsan saat menggelar jumap pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jum’at (15/03/19).

 

Namun menurutnya, setelah melakukan konsultasi ke masyarakat dan para pemerhati pendidikan di Surabaya, ada beberapa item yang dapat menimbulkan keresahan bagi orang tua siswa. Karena itu, pihaknya berencana untuk melakukan komunikasi dan konsultasi ke pusat agar beberapa item itu bisa disesuaikan dengan model yang selama ini diterapkan di Surabaya. “Secara umum karena sebagai pedoman, kita setuju dengan model itu. Tapi pada ayat atau pasal yang mana kita akan konsultasikan ke pusat agar bisa dimodifikasi dengan kondisi di Surabaya,” ujarnya.

 

Terlebih, dalam aturan baru itu juga menyebutkan, bahwa hasil nilai Ujian Nasional (UN) nantinya tidak akan berpengaruh terhadap syarat masuk sekolah negeri. Sehingga hal ini dapat berimbas pada menurunnya semangat belajar anak-anak untuk menghadapi ujian nasional. Karena, keinginan anak-anak untuk masuk ke dalam sekolah yang mereka favoritkan sangatlah kecil. “Ini yang akan kita sampaikan, konsultasikan, komunikasikan ke pusat bagaimana kita bisa mewadahi anak-anak kita dengan model zonasi yang ada,” terangnya.

 

Dalam Permendikbud No. 51 tahun 2018 menyebutkan jumlah kuota untuk pintu zonasi yang ditetapkan mencapai 90 persen, untuk jalur prestasi dan mutasi, masing-masing 5 persen. Sementara pada jalur mitra warga, masuk dalam kuota zonasi 90 persen. Pihaknya berharap, Permendikbud No 51 tahun 2018 dapat diaplikasikan dengan model yang selama ini sudah berjalan di Surabaya. Selama ini, proses PPDB yang diterapkan di Surabaya melalui beberapa pintu. Diantaranya jalur mitra warga, sekolah kawasan, jalur prestasi, pilihan sub rayon 1 dan 2. “Konsen kita terutama yang dari jalur mitra warga. Hal-hal yang seperti ini kita masih akan konsultasikan lagi ke pusat,” jelas Ikhsan.

 

Ia menyampaikan untuk jalur mutasi, selama ini aturan yang telah berjalan di Surabaya harus pindah kependudukan satu keluarga, dengan pembatasan kuota 1 persen. Hal ini dilakukan karena dari hasil permasalahan anak di Surabaya, ditemukan rata-rata yang bermasalah tidak tinggal bersama orang tuanya dan mereka berasal dari luar daerah. “Makanya kita akan konsultasikan agar Permendikbud No. 51 bisa dibawah dengan model yang ada di Surabaya,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi mendukung langkah Pemkot Surabaya untuk melakukan kajian terhadap Permendikbud No. 51 Tahun 2018. Menurutnya, jika aturan baru itu murni diterapkan di Surabaya, maka akan timbul kekhawatiran bagi orang tua siswa. Ia berharap agar aturan baru itu tidak murni 100 persen diterapkan di Surabaya dan disesuaikan dengan model yang selama ini sudah berjalan. “Menurut saya zonasi tidak efektif kalau tidak dibarengi dengan treatmen. Filosofi bagus, tapi ketika diimplementasikan butuh ruang bagi setiap daerah, karena setiap daerah kondisinya tidak sama,” kata Martadi.

 

Ia menuturkan jika dicermati secara substansi, Permendikbud No. 51 Tahun 2018 bertujuan untuk pemerataan mutu pendidikan dengan diawali input PPDB. Tujuan kedua, yang diinginkan masyarakat ketika PPDB harus dipenuhi adalah prinsip transparansi, objektifitas, kesetaraan dan keadilan. “Namun kalau ini tidak dikemas dengan baik, pasti akan menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat,” ujar dia.

 

Di sisi lain, aturan baru itu juga menyebut jika hasil nilai UN sudah tidak menjadi penentu syarat masuk ke sekolah negeri. Pastinya hal ini juga akan berimbas pada menurunnya prestasi belajar siswa. Maka dari itu, ia mendukung langkah Pemkot Surabaya agar dapat memodifikasi aturan baru itu dengan sistem yang sudah ada. “Kita mendorong PPDB di Surabaya agar tidak by letter tetapi ada modifikasi-modifikasi dengan konteks Surabaya,” pungkasnya. (mar)

 

Bu Lila seperti Mimpi Rumah Saya dibangun Oleg Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember

JEMBER (Swaranews) – Prlaksanaan TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember saat ini sedang menyelesaikan seluruh pekerjaannya seperti Di rumah Bu Lilla RT. 04/05 Dusun Krajan Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kabupaten Jember yang.mendapatkan program bedah rumah.

Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebanyak 4 orang sedang melaksanakan pemasangan keramik rumah Bu Lila, saat kami temui Bu Lila sangat gembira bahkan seperti mimpi. Katanya.

Bu Lila sungguh tidak mengangka kalau rumahnya mengdapatkan program bedah rumah dan dibangun sebagus ini oleh Satgas TMMD Ke 104, saya sangat berterima.kasih kepada bapak TNI kepada Pemerintah yang peduli dengan kondisi rumahnya.

Komandan Kompi Satgas TMMD Kapten Inf Suwarno Menyampaikan bahwa memang sebelum dilakukan pembangunan terlebih dahulu dilakukan pendataan dan perencanaan, sehingga.saat ini satgas tinggal melaksanakan eksekusi pembangunannya.
Setiap rumah kita mendapatkan material dan Satgas TMMD ke 104 Kodim 0824/Jember tinggal melaksanakannya saya, sehingga kami kurang tahu berapa besaran anggarannya. Kata Kaptrn Inf Suwarno. (sub)

Satgas TMMD Kodim Jember Berikan Pelayanan Pengobatan Keliling Gratis

JEMBER (Swaranews) – Satgas TMMD Kodim 0824/Jember, berupaya untuk terus meningkatkan kesehatan warga di lokasi TMMD.
Bahkan, dalam upaya tersebut, Satgas di bawah kendali Letkol Inf Arif Munawar itu, juga tak segan-segan menggelar pelayanan kesehatan gratis di setiap rumah warga. Minggu, 17 Maret 2019.

Dansatgas menyebut, kesehatan warga merupakan prioritas utama bagi personel TMMD di samping beberapa tugas pembangunan yang saat ini sedang dikebut oleh prajurit TMMD.

“Kesehatan warga, juga tidak kalah pentingnya. Itu sudah menjadi kewajiban Satgas untuk menjaga kesehatan warga disini,” tandasnya.

Hasan (58), salah satu peserta pengobatan gratis asal Dusun Krajan menambahkan, dirinya merasa terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Satgas TMMD tersebut.

Bagaimana tidak, kata Hasan, ia tak perlu jauh-jauh ke Puskesmas untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. “Alhamdulillah, saya tidak perlu jauh-jauh kesana (Puskesmas) untuk berobat,” tukasnya. (Pendam V/Brawijiaya/mar)

Warga di Lokasi TMMD Jember, Bakal Dimanjakan dengan Lintasan Jogging Track

JEMBER (Swaranews) – Satgas TMMD ke-104, Kodim 0824/Jember, mengajak “Fasilitas olahraga itu, nantinya kita serahkan ke masyarakat,” ujarnya. Minggu, 17 Maret 2019.

Sementara itu, keberadaan jogging track, dinilai mampu meningkatkan taraf hidup sehat warga di Dusun Gayasan. Erna Dwi Setriani menyebut, pembuatan jogging track itu, nantinya bakal memacu motivasi masyarakat untuk rajin berolahraga setiap hari.

“Apalagi, letaknya di sekitar lapangan sepak bola. Itu bagus sekali. Kapanpun warga bisa menikmati jogging track tersebut,” tandas Kepala Desa Dusun Gayasan ini.(Pendam V/Brawijiaya/sub)

Ads