Beranda blog Halaman 47

Pemkot Surabaya Gelar Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya menggelar apel pengamanan Hari Raya Natal 2018 dan malam tahun baru 2018 di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Sabtu (22/12/2018). Pembina apel saat itu adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan. Apel tersebut diikuti oleh petugas gabungan diantaranya Polisi, Satpol PP, TNI, Linmas, Dishub, Damkar, PMI, PDAM, Dinas Kebersihan dan Pasar Surya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan peringatan natal itu sangat dinantikan oleh umat kristiani dan juga malam tahun baru itu biasanya disambut dengan antusias oleh masyarakat, termasuk di Indonesia. Makanya, pada saat momen itu dipastikan akan ada peningkatan aktifitas dan mobilitas, baik di tempat ibadah, perbelanjaan, tempat rekreasi, bandara maupun pelabuhan penyeberangan.

“Oleh karena itu, saya minta seluruh jajaran untuk terlibat aktif dan harus selalu berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI, agar hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum dapat sedini mungkin diminimalisir,” kata dia.

Wali Kota Risma juga mengimbau untuk memperhatikan dan memantau rumah, kantor, gedung yang kosong, karena mungkin ditinggalkan pada saat libur panjang ini. Bahkan, ia juga meminta jajarannya untuk memantau anak-anak dalam memanfaatkan libur sekolah ini. “Barangkali mereka melakukan hal-hal yang kurang positif, misalnya trek-trekan motor di jalan raya atau hal lainnya yang kurang positif,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Hendro juga menambahkan bahwa di hari libur panjang ini, semua jajaran di Pemkot Surabaya harus tetap siaga dan diminta untuk terus menggelar operasi rutin. Menurut dia, hal ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan.

“Kami atas nama pemerintah Kota Surabaya menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kerjasamanya kita bersama-sama bersinergi dalam melaksanakan pengamanan ke depan, baik natal dan tahun baru. Tentunya ini akan sedikit mengganggu waktu untuk keluarga, jadi kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Pemkot Surabaya Eddy Christianto mengatakan dalam pengamanan natal dan malam tahun baru ini Pemkot Surabaya menerjunkan sekitar 2.700 personil. Diantaranya dari Satpol PP sebanyak 500 personil ditambah lagi yang dari kecamatan 325 personil, kemudian dari Linmas 315 persenil dan Kasatgas 154 personil, lalu dari Dishub sebanyak 245 personil, semua personil PMK beserta mobil-mobilnya yang akan siaga di beberapa objek vital, personil dari DKRTH dan juga Kominfo. “Jadi, totalya sekitar 2.700-an, mereka sebagian akan bergabung di pos-pos kepolisian yang sudah dibangun di berbagai titik di Surabaya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tanggal 23-25 Desember 2018, aka nada beberapa ruas jalan yang ditutup, tepatnya di depan gereja yang letaknya berada di pinggir jalan protokol. Oleh karena itu, Eddy meminta pengertiannya kepada masyarakat Surabaya atau pengendara yang nantinya akan melintas di jalur itu. “Di jalan itu, nanti akan ditutup satu ruas jalan dan akan diberlakukan hanya satu ruas jalan, sehingga kami mohon pengertiannya kepada para pengendara, hal ini demi ketenangan umat kristiani yang akan menjalankan ibadah,” pungkasnya. (mar)

NALURI IBU, ISTRI, ANAK PEREMPUAN TELAH MENJADI IBU

Oleh: Gempur Santoso

Ibu. Bisa kata benda. Bisa kata sifat. Ibu sebagai wujud adalah benda, makhluk perempuan. Kodrat mengandung, menyusui tak bisa digantikan kaum pria. Ibu, bersifat lembut, tidak malas kewajibannya. Seolah tak lelah. Secara biologi tentu lelah tiada henti ngerjakan urusan rumah tangga. Gak wegahan (tidak malas).

Istriku, anak perempuanku sudah menjadi ibu. Tentu ibuku sendiri juga ibu kakak adik adikku. Ada kesamaan mereka bertiga. Sama, sebagai ibu. Bangun paling pagi. Sebelum semua bangun, ibu sudah di dapur. Memasak, korah korah (bersihkan peralatan dapur), bikin wedang (minuman) dan sebagainya. Khusus hari ibu, hari ini . Saya tawarkan masak nasi. Saya lakukan. Dia bangga.

Saya bisa masak. Walau masak seadanya. Maklum pernah menjadi anak kost. Masak sendiri. Setelah nikah, punya istri. Saya hampir tak pernah masak sendiri. Istri saya selaku ibu, lebih puas dia membutkan masakan untuk saya. Saat dipuji, masakannya enak. Dia bangga.

Tapi istriku ini suka bertanya. Rasa masakannya, bumbu kurang apa. Saat itu, saya baru mau katatakan. Kurang asin, pedas, kurang gurih termasuk kurang enak. Kalau sudah pas, enak ya saya katakan enak. Lidah saya memang lebih peka.

Terutama. Sehabis daei restoran bersama. Mencoba makan menu baru. Istriku di rumah pasti mencoba membuatnya. Saya bagian tester. Dasar istri hobi masak. Lebih lebih dia hobi buat kue juga. Suka rebyek. Beli kan pratis. Tapi, dia puas masak memasakan keluarga.

Sebelum subuh, kadang, kalau saya bangun duluan. Dia masih tidur pulas. Saya minta wedang. Pasti langsung. Dibuatkan.

Ibu saya dulu seperti itu juga. Tidak wegahan. Sebelum subuh sudah masak. Menyiapkan sarapan untuk saya. Saya pagi sekali bangun. Berangkat sekolah pagi sekali. Jauh. Dari Kunjang ke Pare. Jarak sekitar 20 km. Ngonthel sepeda kumbang. Sekolah di STN (Sekolah Teknik Negeri) Pare.

Saat SD. Pagi buta. Numbuk jagung. Ngampok. Untuk makan. Saat itu makanan pokok sehari hari nasi jagung. Saya membantunya. Setelah masak, sholat subuh. Saya sama ibu ke pasar. Ibuku saya bonceng sepeda. Rengkek, ditali ditaruh di samping boncengan sepeda. Kulakan belanja.

Ibuku, di rumah memang jualan pracangan. Jualan segala bahan makannan mentah. Gula, kopi, sayuran, bumbu dapur, lengo gas (minyak tanah) dan sebagainya.

Anakku yang sudah jadi ibu pun begitu. Ngurusi anak mereka. punya 2 anak. Semua balita. Kini sudah punya rumah sendiri. Pujisyukur.

Kadang sambang ke kami, nginap sekeluarga. Rebyek ngurusi anak anaknya. Dulang (nyuapi), nyusui, anak berak nyewoki. Anak pipis, rewel, nangis. Saat ke rumah kami, tentu dibantu uti (mbah putri)nya. Saat di rumahnya sendiri dibantu Yu Siti, tetangga.

Pastilah, saya waktu balita dulu juga dirawat ibuku. Seperti itu. Cucuku dirawat anakku sebagai ibunya. Saya mbah kung cucu cucuku. Saya senang. Bagian bergurau, ngemong cucu cucuku. Saat saya ada di rumah.

Saya belajar ke cucu cucuku. Belajar sabar, belajar memberi kasih sayang. Belajar disuruh anak kecil sekecil balita. Asyik mengasikan. Tampaknya semakin tua wajib belajar disuruh anak kecil. Agar makin sabar, makin ikhlas hidup ini.

Ibuku, istriku, anak perempuanku. Semua nenjadi ibu anak anaknya. Mereka, memiliki naluri melahirkan manusia generasi baru. Penuh lembut, tak wegahan.

Kasat mata, kukira melelahkan. Ternyata ibu ibu bahagia dan makin bahagia bisa melahirkan telah sukses menjadi ibu yang sempurna.
GeSa, 22/12/18

SUPER-SUB BERNAMA HASHIM

Hashim Djojohadikusumo

TAK ada rotan akar pun jadi.
Tak ada Prabowo Hashim pun jadi.
Tak gampang mendapatkan waktu dari Capres 02 di tengah kesibukannya sekarang. Tapi, beruntung ada Hashim Djojohadikusumo yang bisa menggantikannya.

Dalam dunia sepakbola dikenal istilah super-sub, pemain pengganti yang super istimewa. Ia bukan pemain utama dalam line up. Tapi, setiap kali ia diturukan ke lapangan ia akan memberikan gol penentu yang memenangkan tim. Itulah posisi Hashim. Ia pemain supersub. Ia turun pada saat yang tepat dan pada saatnya akan mencetak gol penentu kemenangan.

Beberapa waktu setelah Reuni 212 serangan terhadap prabowo makin kencang. Prabowo pun menyuarakan kekecewaan terhadap media dan mengambil jarak. Ketika Prabowo defensif terhadap media, Hashim justru ofensif datang ke dapur media, atau mengundang media untuk ngobrol.

Hashim menguasai isu-isu penting dan paham visi misi, serta memahami psikologi Prabowo. Makanya seorang wartawan senior nyeletuk, “Pak Hashim ini seperti replika Prabowo…”

Ia mengagumi kakaknya. Meskipun, sebagai adik ia tetap diperlakukan sebagai junior.
Prabowo muslim, Hashim nasrani, mereka saling menghormati dan menyayangi. Pelajaran demokrasi dimulai dari keluarga.

Ia bukan sekadar kasir seperti banyak diduga orang selama ini, ia jurubicara terbaik Prabowo yang tidak hanya memahami visi misi (karena ia terlibat langsung), tetapi memahami asbab al nuzul dan asbab al wurudnya, plus sejarah dan suasana kebatinannya.

Prabowo memikirkan nasib bangsa Indonesia sejak jauh hari ketika ia masih kolonel muda di awal 1990an. Ketika itu Prabowo mengirim surat kepada petinggi ABRI mengenai nasib bangsa kedepan. Ia, terutama, menyoroti bahaya stunting, cebol karena kurang gizi, yang bisa menyebabkan Indonesia mengalami lost generation. Stunting akan menghambat pertumbuhan fisik dan mental. Secara fisik anak Indonesia akan cebol dan kecerdasan rendah.

Hashim terkagum-kagum oleh pemikiran kakaknya yang visioner. “Saya heran ada kolonel kok mikir soal stunting.”
Saat ini setidaknya satu di antara tiga balita Indonesia terancam stunting.
Prabowo pun mencanangkan program Indonesia Emas yang sekarang menjadi salah satu program unggulannya. Targetnya, seluruh balita di Indonesia harus mendapat gizi cukup paling tidak seliter susu sehari plus nutrisi lain dari ikan atau kacang-kacangan.
Kebijakan inilah yang diterapkan oleh pemerintah China sehingga mereka bisa memetik hasilnya dengan generasi unggul sekarang ini.

Ketika Prabowo menyuarakan kekecewaannya kepada media massa nasional pasca-Reuni 212, banyak kalangan melihat Prabowo sengaja menerapkan strategi kill the messenger dengan men-down-grade media mainstream untuk mempromote media sosial sebagai alternatif.

Ketika media mainstream menjaga jarak (kalau tidak menjauhi) dari Prabowo, Hashim–yang secara formal menjadi direktur media dan komunikasi BPN–malah aktif melakukan media visit ke hampir semua media nasional.
Ia juga mengadakan coffee morning dengan pemimpin redaksi dan berbicara berjam-jam kepada mereka. “Ini bebas, on the record. Silakan rekam,” kata Hashim di depan 10 pimpinan media Jumat (21/12).

Hampir semua pemimpin redaksi media massa terperangah oleh sikap Hashim yang bold and blunt alias blak-blakan. Ia berbicara mengenai keprihatinannya terhadap potensi kecurangan pemilu 2019, terutama karena karut-marut DPT (Daftar Pemilih Tetap. “I can’t take it anymore,” sergah Hashim mengenai potensi kecurangan karena adanya jutaan pemilih ganda.

Pada pemilu 2014 ia merasakan pahitnya dicurangi. “Saya pergi ke luar negeri berminggu-minggu karena kecewa,” kata Hashim. Bagaimana dengan Prabowo? Dengan besar hati dia menerima kekalahan dan hadir di acara pelantikan Joko Widodo. ” Itulah jiwa besar Prabowo. Ia legawa. Ia tak pernah mendendam,” kata Hashim.

Ia prihatin dengan kondisi ekonomi Indonesia sekarang. Kemiskinan tinggi, kesenjangan menganga, pekerjaan sulit, dan harga tak terjangkau. ” Saya akui, saya orang kaya, saya tidak merasakan harga-harga tak terjangkau. Tapi, saya punya pegawai, sopir, sanak saudara di kampung, mereka mengeluhkan harga-harga yang mahal,” kata bapak tiga anak ini.

Ia tak mau terlibat debat kusir soal angka kemiskinan. Prabowo menegaskan kekayaan Indonesia hanya dinikmati 1 persen orang sementara 99 persen sisanya hidup pas-pasan dan sulit. Sementara pemerintah Jokowi mengklaim kemiskinan di Indonesia sudah bisa ditekan sampai di bawah dua digit. “Itu main-main dengan statistik saja. Ada kategori miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Padahal ketiganya sulit dibedakan. Kalau digabung akan jauh lebih besar dari angka pemerintah.”

Hashim sependapat. Kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia terjadi karena salah kebijakan. Ada kalangan privileged few yang sengaja melestarikannya. Terhadap mereka Hashim tak segan berkata keras. “Praktik ini harus diakhiri”.

Masalah kesehatan membuat Hashim prihatin. Dokter-dokter mengatakan banyak peralatan yang harusnya sekali pakai (disposable), tapi dipakai sampai empat kali di Indonesia. ”Believe it or not, sekarang ada yang dipakai sampai 40 kali,” Hashim geleng-geleng kepala.

Kualitas pendidikan juga menjadi keprihatinannya. Kita kalah peringkat dari Vietnam, apalagi dari negara-negara maju.

Apakah Prabowo anti-Cina? “Itu isu lama dihembuskan lagi. Siapa yang bawa Ahok ke Jakarta? Prabowo”.

Prabowo pelanggar HAM? “Setiap lima tahun sekali isu itu dimunculkan lagi. Kalau pelanggar berat HAM Prabowo tidak bisa bebas ke luar negeri. Mengapa pada 2009 saat menjadi Cawapres Ibu Mega tidak dipersoalkan? Bagaimana dengan Wiranto dan Hendropriyono?”

Tak hanya soal-soal serius yang dijawab Hashim. Soal-soal remeh-temeh pun ia layani. Soal pendamping Prabowo kalau jadi presiden Hashim menukas, “Sudah ada ibu pendamping.” Siapa, pak? “Ibu Pertiwi…Hahaha…”
Bagaimana kalau jadi presiden jomblo? “What’s the problem? Duarte jomblo, Vladimir Putin, Francois Hollande, Junichiro Koizumi, dan Thomas Jefferson pada jomblo, tapi tidak ada masalah”.

Yakin Prabowo menang? “InsyaAllah..”
Apa yang dilakukan Prabowo kalau kalah? “Naik kuda…”
(dhimam abror djuraid)

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

MERAUKE, PAPUA  – Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi A. Wibowo, berhasil mengamankan ratusan botol miras yang diduga tak memiliki kelengkapan ijin.

Kejadian itu bermula, ketika Satgas Pamtas yang berada di Pos Caruk mencurigai adanya mobil jenis pick up yang di bawa oleh Desman Edison, warga Kabupaten Merauke, Papua.

  1. Seakan tak ingin kecolongan melihat kendaraan yang mencurigakan itu, Satgas pun langsung menghampiri Edison, dan menanyakan isi dari muatan yang diangkut oleh Edison.

“Ketika kami melontarkan pertanyaan, kami sudah curiga dengan gerak-gerik yang ditunjukkan oleh Edison,” ujar Danpos Caruk, Letda Inf Wiyoto. Kamis, 20 Desember 2018, malam.

Tanpa ragu-ragu, para personel Pos Caruk langsung mengamankan sang sopir yang diketahui warga Kabupaten Merauke, Papua. “Sopir langsung kita amankan. Muatannya langsung kita periksa,” tandas Wiyoto.

Ketika dilakukan penggeledahan, Satgas Yonmek 521/DY menemukan ratusan botol minuman keras yang diduga tidak berijin di dalam mobil pick up tersebut.

“Untuk mengelabui pemeriksaan, ratusan botol miras sengaja ditutupi rumput dan di balut dengan terpal,” ungkapnya. “Keterangan dari Edison, miras itu rencananya akan dikirim ke Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel,” tambahnya.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi Wibowo mengatakan, saat ini ia menginstruksikan seluruh personelnya untuk menggelar sweeping secara rutin.

Ditambahkannya, upaya itu bertujuan untuk mewujudkan perayaan Natal dan Tahun baru mendatang di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Kabupaten Merauke. “Kita ingin perayaan Natal dan Tahun baru di Merauke, berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya.

Guna proses hukum lebih lanjut, saat ini Desman Edison telah diserahkan ke pihak Kepolisian setempat. “Iya, sopir sudah kita serahkan ke Polres beserta barang bukti miras,” tutur Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi. A, Wibowo. (mar)

 

Wali Kota Risma Pantau Recovery Jalan Ambles Menggunakan Drone

SURABAYA (Swaranews) –  Pagi ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau proses pengurukan dan recoveryJalan Raya Gubeng yang ambles. Bermodalkan megaphone, pena dan kertas, ia terlihat memberikan instruksi langsung kepada jajarannya, agar recoveryberjalan efisien dan safety. Bahkan, untuk memantau lebih dekat proses pengurukan rongga bawah jalan ambles, ia juga menggunakan teknologi drone.

Wali Kota Risma mengatakan pihaknya menargetkan dalam tiap hari mendatangkan 400 dump truk pengangkut pasir (sirtu). Dari hasil perhitungan, untuk pengurukan keseluruhan jalan ambles, dibutuhkan sebanyak 1800 dump truk atau setara dengan 36 ribu meter kubik pasir (sirtu).

“Hari ini targetnya 400 truk, minimal 400 truk. Ini semua butuhnya 1800 (dump truk). Jadi kalau sehari 400 truk, maka kita butuh 3 – 4 hari. Setelah itu overlay, mungkin cuman 2 hari,” kata Wali Kota Risma, Jum’at, (21/12/2018).

Pihaknya juga berharap, agar recovery Jalan Raya Gubeng selesai dalam kurung waktu satu Minggu. Oleh karena itu, recoveryjalan ini akan dilakukan selama 24 jam nonstop. Namun, ia juga ingin bantuan doa dari seluruh masyarakat, agar selama pengerjaan berlangsung, tidak terjadi kendala. “Kita usahakan satu minggu kelar, mudah-mudah ndak ada aral melintang apapun. Kita punya target itu (satu Minggu). Mudah-mudahan tidak ada gangguan,” tuturnya.

Ketika memantau rongga bawah jalan ambles menggunakan drone, ia melihat ada salah satu pedestrian yang akan ambrol. Sehingga kemudian, ia memberikan instruksi agar pedestrian itu sekalian dirobohkan. “Itu sekalian pedestrian yang mau ambrol dirobohkan. Nanti sekalian diuruk agar diperbaiki ulang,” ujarnya.

Untuk memperlancar proses distribusi pengiriman pasir (sirtu), ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Sebab menurutnya, kendaraan dump truk dilarang melintas kawasan kota pada saat jam kerja. “Karena kan ini ngambil sirtunya dari luar kota, jadi agak jauh. Tapi sudah dikasih bantuan dengan Polda, truk-truk itu ada tulisan Polda, karena inikan off (truk) ndak boleh masuk sebetulnya,” jelasnya.

Beberapa kali terlihat, Wali Kota Risma juga menggunakan megaphone untuk memberikan instruksi langsung kepada operator alat berat. Dengan duduk di atas kursi roda, ia nampak memberikan instruksi menggunakan pengeras suara. “Pak tolong mundur dulu (motor grader), itu biar dump truk nurunin pasir dulu. Nanti kalau selesai, alat berat maju lagi” katanya.

Sekitar dua jam lebih, Wali Kota Risma memantau dan memimpin langsung proses recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles. Mulai kemarin malam hingga pagi ini, terlihat sudah ratusan dump truk datang untuk mengirim pasir (sirtu) dan beberapa material pengurukan. (mar)

 

Dengan Kursi Roda, Wali Kota Risma Pimpin Perbaikan Jalan Raya Gubeng

SURABAYA (Swaranews) – Meski dalam kondisi sakit dan  menggunakan kursi roda, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau pengerjaan lokasi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Kamis, (20/12/18) sore. Sebelumnya di pagi hari, ia juga nampak memantau ke lokasi. Namun sore ini, ia terlihat langsung memimpin jalannya perbaikan Jalan Raya Gubeng, agar pengerjaannya segera rampung.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Wali Kota Risma didampingi staffnya tiba di lokasi sisi sebelah utara jalan ambles. Usai turun dari mobil, ia terlihat didorong staffnya menggunakan kursi roda untuk memantau langsung pengerjaan perbaikan jalan. Ia juga nampak memberikan instruksi kepada jajarannya, agar segera memindahkan beberapa mobil PMK dari lokasi. Tujuannya, agar alat berat dan dump truk pengangkut pasir lebih mudah untuk akses masuk.

“Tolong Mobil PMK semuanya keluar, termasuk (Bronto) Skylift. Tolong truk yang sudah (kirim pasir) juga segera keluar. Biar alat berat sama truk pengangkut pasir yang lain mudah masuk,” kata Wali Kota Risma saat memberikan instruksi kepada jajarannya.

Bahkan untuk mempercepat pengerjaan, Wali Kota Risma kemudian menginstruksikan kepada jajarannya agar dimasing-masing sisi, baik sebelah utara maupun selatan jalan ambles dipasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Tujuannya, supaya lebih banyak penerangan ketika pengerjaan dilakukan ketika malam hari. “Itu lampunya (PJU) pasangen di sini, buat penerangan. Terus di sisi selatan juga dipasang. Jadi masing-masing sisi ada empat lampu penerangan,” ujarnya.

Dengan menggunakan sweater warna hitam, perempuan berkerudung ini juga terlihat beberapa kali memberikan instruksi kepada jajarannya melalui Handy Talky (HT). Secara sigap, beberapa alat berat dan dump truk terlihat terus bergantian keluar masuk lokasi untuk melakukan pengurukan. “Tolong juga petugas Linmas yang jaga di pojok Jalan Bali sama Sumbawa, kalau ada dump truk muat pasir atau besi ssp diberikan akses masuk,” kata dia saat memberikan instruksi melalui HT.

Wali Kota Risma berharap agar perbaikan Jalan Raya Gubeng bisa segera rampung kurang dari satu Minggu. Ia bersama jajarannya juga telah melakukan perhitungan jumlah kebutuhan pasir (sirtu) untuk pengurukan. Bahkan ia menegaskan, untuk mempercepat perbaikan jalan, pengerjaan juga akan dilakukan malam hari. “Saya usahakan sebelum satu Minggu, kalau bisa lima hari. Ini kita hitung ternyata butuhnya 1800 dump truk (pengangkut pasir),” terangnya.

Menurutnya, dalam sehari pihaknya mampu mendatangkan 200 dump truk pengangkut pasir. Namun, agar pengerjaannya cepat selesai, ia ingin agar hari berikutnya ditambah lagi jumlah dump truk pengangkut pasir menjadi 400 dalam sehari. “Tadi tak pikir (kebutuhan) cuman 600 truk (pasir). Kalau 600 truk aku bisa lima hari, karena satu hari kita sanggup 200 truk. Kalau kita ngerjakannya (pengaspalan jalan) semalam jadi. Cuman kan nguruknya yang lama,” jelasnya.

Sekitar 45 menit, Wali Kota Risma meninjau perbaikan Jalan Raya Gubeng dari sisi sebelah utara. Selanjutnya, ia bergeser ke sisi sebelah selatan lokasi jalan ambles, untuk memberikan arahan langsung kepada petugas di lokasi. Dengan didorong kursi roda, ia kembali memberikan instruksi kepada jajarannya, agar seng pembatas segera dibuka. “Pembatas sengnya tolong dibuka semua pak. Agar alat berat sama truknya mudah masuk,” tegasnya.

Tidak hanya itu, kemudian ia juga berkoordinasi dengan pejabat Bank BNI, agar segera memindahkan parkir motor atau mobil yang berada di lokasi. Harapannya, agar akses jalan lebih mudah sehingga dapat mempercepat proses pengerjaan. “Jadi biar sementara parkirnya nanti di gang Jalan Bali Pak,” tutur Wali Kota Risma kepada salah satu pejabat Bank BNI.

Pada kunjungannya sore ini, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya juga hadir mendampingi wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini. Bahkan, saat ia meninjau pengerjaan jalan di sisi sebelah selatan, terlihat Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin memanjatkan doa untuk kesembuhan Wali Kota Risma.

“Meski kesehatannya terganggu, beliau (Wali Kota Risma) tetap datang ke lokasi menggunakan kursi roda untuk memberikan motivasi (arahan) kepada anak buahnya. Beliau pasti lebih sakit lagi kalau jalan-jalan ini ndak segera selesai,” ujar Ngabalin.

Pelaksanaan perbaikan Jalan Raya Gubeng ini, dimulai pada Kamis, (20/12/2018), dengan estimasi target selesai 5 hari ke depan. Sebanyak enam alat berat pun dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan. Dari hasil perhitungan, dibutuhkan pasir (sirtu) sebanyak 36.000 meter kubik atau sekitar 1800 dump truk untuk pengurukan. Sementara untuk luas jalan yang diuruk, memiliki lebar 40 meter, dan panjang 60 meter, dengan kedalaman mencapai 15 meter. (mar)

Dalam Kondisi Sakit Risma Pantau Tanah Ambles Dan Gereja

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap memantau lokasi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng meskipun dalam kondisi sakit, Kamis (20/12/2018). Wali Kota Risma memang sedang sakit di bagian kakinya, sehingga sangat kesulitan untuk berjalan.

Meski sakit, perhatiannya kepada Kota Surabaya tidak pernah kendor. Sejak awal kejadian tanah ambles, dia selalu aktif memerintahkan seluruh jajarannya untuk bahu-membahu membantu mengatasi tanah ambles itu. Bahkan, pagi ini dia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tanah ambles itu.

Menggunakan setelan sweter tebal warna cokelat terang dan rok panjang warna hitam, ia melihat langsung lokasi tanah ambles itu dari sisi utara atau di samping Rumah Sakit Siloam. Dengan wajah pucat sambil dipandu oleh staf-stafnya, ia turun dari mobil dinasnya. Tak lama meninjau dari sisi utara, ia kemudian masuk mobil lagi dan beranjak menuju ke kantor Kompas yang lokasinya berada di sisi selatan tanah ambles.

Sementara di dalam kantor Kompas itu, sebelumnya sudah datang terlebih dahulu Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Wakapolda Brigjen Pol Toni Harmanto, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, serta beberapa ahli dan jajaran OPD Pemkot Surabaya.

Tiba di kantor Kompas itu, ia keluar mobil dengan dipandu oleh staf-stafnya untuk memasuki sebuah ruangan yang digunakan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian. Tak lama kemudian, pertemuan itu usai dan Wali Kota Risma hendak meninggalkan kantor Kompas. Lagi-lagi, dia dipandu oleh staf-stafnya untuk berjalan memasuki mobil dinasnya. “Aku tak belajar jalan ini ya,” kata Wali Kota Risma setelah keluar dari ruangan itu. Sambil tertatih-tatih, ia berjalan memasuki mobil dinasnya dan meninggalkan kantor Kompas.

Setelah itu, wali kota yang sarat prestasi ini keliling Surabaya meninjau sejumlah gereja untuk memastikan keamanan menjelang natal. Dari Jalan Raya Gubeng itu, ia menuju Jalan Polisi Istimewa meninjau Gereja Hati Kudus Yesus, kemudian ke Jalan HR Muhammad meninjau Gereja Bethel Imanuel, GBI Altar Filadelfia dan beberapa gereja di kawasan itu.

Kemudian, ia juga meninjau Gereja Kresten Jawi Wetan di Ponegoro, Gereja Mawar Sharon di Jalan Mawar, GKI Pregholan Bunder Jalan Pregolan Bunder. Selanjutnya, ia juga meninjau GPIB Immanuel, GPDI Rajawali, GPIP Pniel, Gereja Jemaat Allah Eben Hezer, dan GPIB Maranatha di Jalan Yos Sudarso.

Saat keliling Surabaya meninjau sejumlah gereja, beberapa kali Wali Kota Risma menemui pengendara roda dua yang parkir atau naik ke pedestrian. Mobilnya pun berhenti dan meminta ajudannya untuk menghalau atau pun memindahkan sepeda motor itu ke jalan. Petugas Dishub yang mengikuti peninjauan gereja itu bertindah tegas menurunkan sepeda itu dan ada pula yang dihalaunya untuk turun dari pedestrian. Kemudian, Wali Kota Risma pun melanjutkan perjalananya ke gereja-gereja lainnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Pemkot Surabaya Eddy Christianto mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan gereja-gereja di Kota Surabaya menjelang perayaan natal. Bahkan, rencananya nanti pukul 15.00 WIB, Eddy mengaku akan rapat bersama dengan perwakilan gereja-gereja se Surabaya untuk mempersiapkan pengamanannya. “Kami sudah berkali-kali rapat koordinasi, termasuk tadi pagi melakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan hari natal,” kata Eddy.

Menurutnya, sesuai arahan Wali Kota Risma, nanti pada saat natal akan ada penutupan di beberapa ruas jalan, sehingga ruas jalan yang dua arah nanti akan jadi satu arah. Hal ini akan diberlakukan di gereja-gereja yang lokasinya berada di pinggir jalan protokol. “Kami sudah berkoodinasi dengan pihak Dishub juga untuk memasang bariernya di beberapa ruas jalan itu,” kata dia.

Selain itu, ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk memasang beberapa pot tanaman besar yang akan dipasang di pintu-pintu gereja. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Ketika rapat dengan pihak gereja, nanti kami juga akan minta mereka untuk mempersiapkan keamanan sejak dini, misalkan memasang metal detector dan pengamanan lainnya,” imbuhnya.

Di samping itu, personil Satpol PP dan BPBD Linmas akan melakukan patroli mobile untuk mengamankan gereja-gereja pada waktu perayaan natal. Harapannya, perayaan natal 2018 ini bisa berjalan aman dan kondusif di Kota Surabaya. “Semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (mar)

Jalan Raya Gubeng Ambles Pemrkot Kebut Pemukihan Jalan Dan Utilitas

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya dan tim ahli dari ITS meninjau langsung lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Rabu (19/12/2018). Seusai meninjau lokasi dan mengadakan pertemuan serta menjalankan arahan dari tim ahli ITS, maka Pemkot Surabaya akan segera mengebut pemulihan Jalan Raya Gubeng beserta utilitas yang ada di kawasan tersebut.

Tim Ahli Bangunan Gedung Pemkot Surabaya Mudji Irmawan Arkani mengatakan Rumah Sakit Siloam ini membutuhkan bangunan besement atau bangunan bawah tanah dengan kedalaman 10 meter. Mereka pun sudah melakukan pengerjaan itu, namun pada Selasa (18/12/2018) kemarin, proyek yang digarap beserta Jalan Raya Gubeng, tanahnya mengalami penurunan atau ambles. “Mengenai penyebab amblesnya tanah ini, kami masih akan melakukan penelitian dengan tim Labfor Polri untuk lebih mendetailkan permasalahan robohnya tembok penahan itu,” kata Mudji seusai mengadakan pertemuan dengan pihak Pemkot Surabaya dan tim ahli ITS.

Sementara ini, lanjut dia, masih belum diketahui pasti penyebab amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng tersebut. Apakah merupakan pengaruh alam karena sedang musim hujan, dimana kandungan air di lokasi pembangunan cukup tinggi hingga menanmbahi beban tembok penahan tanah? Hal ini belum bisa dipastikan, sebab dia bersama tim Labfor Polri masih akan melakukan penelitian. “Mulai hari ini kita akan segera melakukan penelitian,” tegasnya.

Menurut Mudji, yang lebih penting adalah Pemkot Surabaya akan segera memberikan alternatif perbaikan agar supaya Jalan Raya Gubeng bisa dioperasikan secepatnya. Ia juga memastikan akan menambahkan tembok penahan baru yang lebih kokoh dan juga akan segera melakukan penimbunan pada jalan yang ambles. “Tentunya, dengan material yang terpilih, material yang memang disyaratkan untuk bangunan teknis jalan,” ujarnya.

Dosen ITS ini juga memastikan yang harus segera diselesaikan adalah pemulihan jalan beserta utilitas yang ada di lokasi dan sekitarnya, termasuk perbaikan kabel telepon, kabel listrik, saluran air dan saluran PDAM. “Sementara ini, kami juga pastikan bahwa bangunan-bangunan yang ada di sekitar lokasi tanah ambles itu masih cukup aman dan tidak ada masalah karena sudah dicek,” kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kerusakan tanah itu masih bersifat lokal. Sebab, kalau dilihat dari sisi barat, selatan dan utara, kondisinya masih sangat stabil dan tidak ada masalah. “Makanya, nanti yang kita fokuskan perbaikannya di sisi yang lokal,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan pertemuan dengan tim ahli ITS itu menghasilkan keputusan bahwa semuanya tidak boleh ada yang menyimpulkan musibah amblesnya tanah itu. Sebab, masih akan diteliti oleh tim ahli dan tim Labfor Polri. “Pemkot Surabaya pun sudah menunjuk tim untuk melakukan penelitian bersama tim Labfor Polri, sehingga kesimpulannya nanti dari mereka,” kata Wisnu.

Bagi Pemkot Surabaya, lanjut dia, yang paling penting adalah memulihkan Jalan Raya Gubeng beserta utilitasnya yang ada di lokasi. Tujuannya, supaya jalan itu bisa kembali normal dan bisa difungsikan kembali. “Target pemulihannya secepatnya,” tegas dia.

Ia juga menjelaskan, mengenai anggaran dan sebagainya, ia mengaku akan melaporkan terlebih dahulu kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sehingga nanti arahannya seperti apa akan dijalankan. “Karena kita juga ada anggaran dana cadangan untuk bencana yang seperti ini, kalau itu bisa digunakan, maka kita akan gunakan, yang paling penting itu pulih dulu, perkara lain-lain itu urusan belakang,” kata dia.

Wisnu juga memastikan bahwa sejauh ini semua perizinannya mulai awal hingga saat ini sudah dipenuhi semuanya dan tidak ada pelanggaran. Sebab, tim Pemkot Surabaya sudah mengecek dan semuanya benar. “Kalau semua perizinannya semuanya sudah benar dan sudah dipenuhi,” pungkasnya.

Sedangkan untuk rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Raya Gubeng sisi selatan yaitu arus lalu lintas dari Jalan Karimun Jawa di alihkan ke Jalan Raya Gubeng sisi utara, kemudian arus lalu lintas dari Jalan Kerta Jaya dan Jalan Sulawesi yang menuju ke Jalan Raya Gubeng di alihkan lurus lewat Jalan Ngagel dan Jalan Pandegiling, selanjutnya untuk arus lalu lintas dari Jalan Pandegiling ke arah Jalan Raya Gubeng di alihkan ke Jalan Ngagel.

Akibat amblesnya Jalan Raya Gubeng ini, juga dilakukan 4 titik penutupan jalan yaitu, traffic light Jalan Ngagel – Sulawesi, Jalan Raya Gubeng sisi selatan, Jalan Raya Gubeng sisi utara, dan Jalan Sumbawa. (mar)

Pesan Wakil Walikota Surabaya Untuk Bela Negara

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-70 di Halaman Taman Surya pada Rabu, (19/12/2018). Upacara ini digelar sebagai bentuk peringatan pada 70 tahun silam, MR Syafrudin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI yang telah mendeklarasikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Atas jasanya tersebut, berhasil mengatasi kekuatan militer penjajah, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih tetap berdiri.

Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, penetapan peristiwa bersejarah ini sebagai Hari Bela Negara merupakan penegasan bahwa Bela Negara sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas. Bela Negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

“Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok Tanah Air sesungguhnya sedang melakukan Bela Negara,” kata Wisnu saat membacakan amanat tertulis Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).

Ia menyampaikan di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah semakin maju memasuki era robotik. Tahun ini, pemerintah sudah memulai langkah dengan merampungkan RoadMapIndustri 4.0. “RoadMap ini, mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik. Era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi-teknologi disruptif,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, wujud Bela Negara di tengah teknologi disruptif bukanlah larut dalamdisruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif. Justru bangsa harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan. “Baik dalam konteks sosial maupun alamiah,” imbuhnya.

Pada momentum Hari Bela Negara ini, Wisnu juga mengajak semua elemen masyarakat untuk kembali mengingat dan mensyukuri Kemerdekaan Bangsa dan Negara yang telah dianugerahkan oleh Tuhan, sebagai modal dasar kerja Bangsa di segala bidang. “Mari kita syukuri bersama keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, adat istiadat, beragam agama, dan kepercayaan di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan tugas bela negara tentulah bukan tugas yang ringan seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun, ia yakin melalui sinergi antar segenap elemen Bangsa, baik aparatur negara, sipil, militer, pengusaha, pelajar, pewarta hingga tokoh masyarakat mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, adil dan makmur, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

“Selamat Hari Bela Negara Tahun 2018, jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa, pertebal rasa cinta tanah air dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai tugas dan profesi masing-masing,” tutupnya. (mar)

Jalan Gubeng Surabaya Ambles

SURAB2AYA (Swaranews) – Ambnlesnya Jalan Raya Gubeng hingga saat ini masih diselidiki oleh aparat terkait penyebabnya. Upaya pencarian korban juga telah dilakukan. Tetapi juga belum meembuahkan hasil.

Kusminto, salah seorang karyawan BNI yang kantornya persis berada dihadapan lokasi amblesnya jalan mengatakan bahwa sempat terjadi dua bunyi berdebum mirip ledakan bom.

“Blum, saya dengar bunyi ledakan pertama langsung saya lihat dari atas ternyata ada tiang listrik jatuh,” ujarnya, Rabu (19/12/2018) di Jalan Sumbawa Surabaya dini hari.

Setelah tahu kejadian itu Kusminto mengabarkan pada teman-temannya yang juga menyelesaikan tugas kantor biasanya. Namun tak berapa lama kembali terdengar ledakan yang lebih keras.

“Bunyi suara berdebun yang kami dengar cukup meembuat panik kami. Sehingga para karyawan semburat turun ketakutan. Ternyata kami melihat jalan depan ini sudah aambles,” bebernya kepada Swaranews

Perugas PMK dan Linmas di TKP menyampaikan bahwa kedalaman amblesnya jalan itu belasan meter. Lokasi di Jalan Gubeng antara proyek Rumah Sakit Siloam dan Bank BNI menuju Jalan Sumatera otomatis lumpuh total.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, mengatakan peristiwa jalan ambles tersebut terjadi sekira pukul 21.45 WIB. Lubang besar tercipta dan memutus seluruh badan jalan di jalan tersebut.

“Kami dengan Petugas yang berwenang dari Pemkot Surabaya masih melakukan penyelidikan di TKP (tempat kejadian perkara),” katanya

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan bahwa amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya dugaan sementara karena pembangunan proyek dari RS Siloam.

“Tanah di raya gubeng tertarik ke arah barat, longsor. Dugaan ada kesalahan konstruksi. Jika benar ada kesalahan dalam IMB, maka akan ada tindakan tegas dari Pemerintahan Kota Surabaya,” tegasnya.

Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana juga mengkhawatirkan terkait penyebab amblesnya jalan diperparah erosi tanah.

“Kita juga khawatirnya ada erosi tanah di bawah, kan di bawah Jalan Gubeng ini juga ada resapan tanah, khawatirnya juga ada longsoran ke dalam atau likuifaksi,” terangnya

Gunaa memastikan dugaan tersebut, Pemkot Surabaya bersama pihak terkait lainnya akan melakukan investigasi. (mar)

Ads