Beranda blog Halaman 47

Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember Kerjakan MCK Krajan

JEMBER (Swaranews) – Prmbangunan titik demi titik sasaran sudah mulai terselesaikan kini Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 Kodim 0824/Jember juga sedang mengerjakan sarana Mandi, Cuci, Kakus ( MCK) RT.04/04 Dusun Krajan Desa.Gunungmalang Kec Sumberjambe Kab Jember.

Tim Satgas berjumlah 6 orang ditugasi untuk menyelsaikan bangunan MCK tersebut agar masyarakat membiasakan hidup bersih dengan membiasakan buang air besar dan mencuci di tempat yang di sediakan tersebut.

Komamdan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824 Kapten Inf Suwarno saat kami temui menyampaikan bahwa Kita tidak bisa santai karena deadlane waktu sudah semakin mepet, untuk itu seluruh kekuatan kita kerahkan untuk percepatan.semua sasaran pembangunan.

Sehingga pada saat tanggal penutupan nantinya seluruh kegiatan sudah dapat terselesaikan semuanya, Karena benerapa titik pada hari sebelumnya belum bisa di kerjakan sehingga mengawalinya agak telat, namun sekarang semua titik sudah dapat dikerjakan sehingga.kita genjot.untuk dapat segera terselesaikan. Tegas Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember.(sub)

Pengaspalan Sasaran Fisik TMMD 0827 Sumenep Terus Berjalan

SURABAYA (Swaranews) – TNI Manunggal Membangun Desa ke 104 Kodim 0827 Sumenep sudah memasuki minggu ke tiga, dimana sasaran fisik dan non fisik terus berjalan, Minggu 17/3/19.

Salah satunya pengaspalan jalan Menuju Dusun Ba’saba’an Desa Batuputih Laok Kecamatan Batuputih sepanjang 585 m x 2m sudah dikerjakan mulai hari Jum’at kemarin.

Menurut Bapak Slamet Supriyadi Kasi Leger dan Laboratorium dinas PU Binamarga Kab. Sumenep mengatakan
Pengaspal diperkirakan hari Minggu 17/3 ini selesai dan mundur-mundurnya hari Seninnya.

” Dinas PU Binamarga Kabupaten Sumenep sebagai penanggungjawab pengerjaan pengaspalan baik dari segi kwalitas penggarapan dan kwantitas sesuai hasil Kordinasi dan surve dilapangan dengan pihak Kodim 0827 Sumenep” ucapnya.

Ia pun menambahkan bahwa pengaspalan mulai dari desa Larangan Kerta 925 m x 2,5 m dan Desa Batuputih Laok ini selesai tidak lebih dari 10 hari, disebabkan adanya tenaga bantuan dari satgas TMMD dan warga.

Letda AL H. Afandi, PM selaku Komandan SST menyampaikan, pengerjaan pengaspalan ini tergolong cepat dan tepat, adanya TMMD 104 ini merupakan program lintas struktural guna peningkatan ekonimi dan kesejahteraan masyarakat sudahlah tepat dan benar.

Kami selaku anggota satgas TMMD siap bekerja membantu kelancaran pengaspalan sebagai sasaran fisik ini, kerjasama dan gotong royong kita junjung tinggi, sekaligus menanamkan jiwa persatuan dan kesatuan yang utuh kepada masyarakat, tambahnya. (sub)

Pemkot Surabaya Optimalkan Percepatan Perekaman E-KTP

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) akan mengoptimalkan percepatan pelayanan perekaman E-KTP bagi warga Surabaya. Mulai tanggal 14 hingga 31 Maret 2019, warga Surabaya bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan rekam E-KTP di Kantor Siola mulai pukul 07.30 hingga 24.00 WIB.

 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), diketahui masih ada warga Surabaya yang belum melakukan perekaman E-KTP. Karena itu, melalui program tersebut, ia berharap masyarakat yang belum melakukan perekaman bisa segera mengurusnya.

 

“Per tanggal 14 – 31 Maret 2019, kita akan mempersilahkan seluruh warga kota yang belum perekaman untuk datang merekamkan dirinya ke Siola,” kata Agus saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (13/03/19).

 

Layanan percepatan rekam E-KTP tersebut, lanjut dia, nantinya akan bertempat di sisi barat depan Museum Surabaya (Siola). Dispendukcapil akan membuka layanan itu mulai pukul 07.30 hingga 24.00 WIB. Bahkan, layanan tersebut akan tetap buka walaupun memasuki hari libur. “Termasuk hari Sabtu dan Minggu kita tetap buka ndak libur,” katanya.

 

Agar program percepatan E-KTP di Surabaya segera tuntas, pihaknya juga mempunyai program Jemput Bola (Jebol). Masyarakat Surabaya yang termasuk dalam kategori lansia maupun disabilitas dan belum melakukan perekaman E-KTP, akan didatangi oleh petugas ke rumahnya. “Kami juga membuat program Jemput Bola (Jebol), kami turun ke wilayah yang akan didata oleh Lurah. Untuk lansia dan disabilitas nanti kami akan mobile bergerak turun mulai tanggal 14 – 31 Maret 2019,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan berdasarkan surat Kemendagri, batas untuk melakukan perekaman E-KTP bagi setiap kabupaten/kota di Indonesia adalah 20 Maret 2019. Namun, karena dinilai terlalu mepet, akhirnya pihaknya mengajukan agar batas akhir perekaman E-KTP di Surabaya diperpanjang hingga 31 Maret 2019. “Deadline oleh Kemendagri tanggal 20 maret 2019. Tapi kita push sampai 31 Maret. Karena kita komunikasi dengan Kemendagri juga baik, Insya Allah walaupun 31 Maret nanti bisa diakui oleh Kemendagri,” jelasnya.

 

Berdasarkan data SIAK, per tanggal 5 Maret 2019, jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman E-KTP mencapai 98 ribu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jumlah tersebut sesuai dengan data yang ada di lapangan. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis, dan bisa berubah-ubah setiap saat. “Karena data itu bergerak tiap hari, ada datang dan pindah. Karena itu, sekarang seluruh camat dan lurah mendata data itu, untuk memastikan warga tersebut ada atau tidak,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) tersebut.

 

Sementara untuk jumlah kebutuhan blangko E-KTP, Agus memastikan jika saat ini supply kebutuhan blangko tersebut dinilai aman. Ia mengaku setiap Minggu kebutuhan blangko E-KTP akan disupply oleh pusat. “Untuk blangko, setiap minggu akan disupply terus oleh pusat. Dulu rata-rata 15 ribuan perminggu. Dan ke depan kami akan minta lebih,” terangnya.

 

Ia menambahkan agar proses perekaman E-KTP di Surabaya bisa segera rampung, pihaknya telah menyiapkan 12  hingga 14 alat rekam yang akan staydi Gedung Siola. Sementara untuk sisanya, 6 -7 alat, akan dioptimalkan untukmobile. Ia mengaku dalam tiap hari, warga yang melakukan perekaman E-KTP sekitar 300 – 400 an. Namun jika program ini berjalan, diharapkan bisa sepuluh kali lipatnya. “Saya berharap kepada warga Surabaya yang belum melakukan perekaman agar bisa memanfaatkan itu,” pungkasnya. (mar)

 

 

Sekjend GMNI Tanah Karo Kutuk Penembakan Terhadap Jemaah Al Noor Dan Linwood.

SURABAYA (Swaranews) – Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanah Karo, Arjuna Munthe mengecam keras aksi penembakan di masjid Selandia Baru. Sesuai data saat ini tercatat ada 49 orang tewas dari tindakan berbar dan keji ini. Sementara, puluhan korban mengalami luka luka.

“Saya turut berduka cita dan mengecam tindakan kejam teror yang tidak berprikemanusiaan terhadap Jemaah Al Noor dan Linwood” ujar Bung Arjun, Sekcab GMNI Tanah Karo, Jumat (15/3/2019).

Menurut Arjuna Munthe, biar bagaimanapun, aksi teror tidak bisa dibenarkan dan itu kejahatan yang sangat luar biasa. Menurut Arjuna Munthe, terorisme harus menjadi musuh bersama semua negara-negara di dunia.

“Pastinya dong kita menginginkan dunia ini aman dari segala kejahatan dan terorisme,” tukas Arjuna Munthe.

Arjuna Munthe juga meminta pemerintah Selandia Baru untuk segera mengusut dan menangkap aktor pelaku teror di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru).

“Saya pikir mereka harus ditangkap dan mereka harus dihukum seberat-beranya,” katanya.

Arjuna Munthe berharap aksi teror di Selandia Baru tidak terjadi di Indonesia. Selain itu, Arjuna Munthe juga menyampaikan kepada masyarakat agar menahan diri dan membantu pemerintah mewaspadai aksi-aksi terorisme.

“Karena teroris itu kejahatan kemanusian maka kita harus bersama-sama mencegahnya,” katanya. (rth/bai)

Gaya Sidak Rock N Roll Ala Wali Kota Risma

bSURABAYA (Swaranews) –  Apabila pada umumnya pejabat sekelas wali kota berpenampilan formal dengan gaya khas birokrasi, hal ini tidak berlaku bagi wali kota perempuan pertama di Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di akhir pekan, justru beraktifitas kerja seperti hari biasa, dengan memakai baju bebas namun rapi. Tetapi ada hal yang berbeda pada styledari atas hingga ke bawah yang digunakan.

 

Seperti terlihat pada pagi ini, Sabtu (16/03), Wali Kota Risma mengawali aktifitas kerja dengan menggunakan sepatu boot dan kemeja kotak-kotak ala penyanyi Rock N Roll. Bersama para pejabat di lingkungan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, ia memimpin jalannya sidak ke beberapa lokasi.

 

Dalam kunjungan pertama, ia bersama jajarannya menuju ke strend Kali Jagir sisi sebelah utara. Tampak, ia tak canggung berjalan-jalan santai sembari mengamati kawasan tersebut. Dengan stylesantai, ia terlihat beberapa kali memberi arahan kepada jajarannya untuk rencana revitalisasi dalam waktu dekat.

 

Wali Kota Risma ingin agar lokasi tersebut dipercantik dengan penambahan taman dan tempat bermain anak-anak, seperti ayunan, jungkat-jungkit dan perosotan. Bahkan, pihaknya juga mengaku akan membangun tembok pembatas di bibir sungai itu. “Kita tidak merubah apa-apa, hanya mempercantik dan memanfaatkan yang sudah ada,” kata Wali Kota Risma di sela-sela melakukan tinjauan di strend Kali Jagir sisi utara, Sabtu, (16/03/19).

 

Selanjutnya, ia bersama jajarannya melanjutkan tinjauan menuju taman yang berada di Jalan Ngagel Surabaya. Taman yang berada di sepanjang bibir sungai itu, akan dipercantik dengan aneka bunga warna-warni lengkap dengan ornamen lampu hias. “Sebetulnya ini (tujuan) bukan untuk mempercantik, tapi bagaimana kemudian ada investasi yang kita keluarkan, kita kan merawat taman ini, tapi bisa kemudian memberikan dampak positif ke masyarakat,” ujarnya di sela-sela tinjauannya.

 

Dampak yang didapat dengan mengoptimalkan taman adalah bisa digunakan masyarakat untuk beraktifitas positif, seperti bersantai bersama keluarga ataupun berolahraga. Dampak positif lain, masyarakat bisa mempunyai usaha di sekitaran taman tersebut.

 

Menurutnya, banyak orang dari luar kota datang ke Surabaya dengan menggunakan sepeda angin. Mereka biasanya datang untuk Gowes, tapi terkadang juga hanya sekedar jalan-jalan dijogging track. Karena itu, ia kemudian mengarahkan jajarannya agar jogging track yang berada di sepanjang bibir sungai hingga arah Jembatan Ujung Galuh itu dipercantik. “Karena itu kemudian kita siapkan fasilitas itu. Jadi mereka mungkin sekali datang ke Surabaya merasa enak, dia bisa ngajak teman-temannya yang lain,” terangnya.

 

Dengan begitu, kedatangan mereka ke Surabaya juga akan berimbas pada sektor ekonomi. Para pedagang di sekitar taman, bisa memperoleh penghasilan dari kunjungan mereka, sehingga hal ini berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya. “Karena itu, ini saya coba menghidupkan taman-taman atau potensi yang bisa kita kembangkan untuk menjadi wisata,” tambahnya.

 

Tidak hanya itu, Wali Kota Risma juga berencana mengoptimalkan Taman Ngagel dengan menambah objek wisata perahu, seperti di Sungai Kalimas. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan jajarannya untuk rencana pemanfaatan wisata perahu tersebut. “Kalau selama ini hanya di Kalimas, yang di (Sungai) Ngagel ini mungkin bisa kita gunakan (perahu wisata) sampai ke Kayoon,” katanya.

 

Usai berkeliling meninjau Taman Ngagel, wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden Belt Road Local Cooperation (BRLC) itu kemudian mengakhiri sidaknya dengan mengunjungi Kantor Taman Rayon Surabaya Timur yang berada di Jalan Tenggilis Tengah No. 1 Surabaya.

 

Di kantor yang berdampingan dengan rumah kompos itu, Wali Kota Risma tampak berkeliling melihat-lihat kondisi lahan sekitar. Di lokasi ini, Wali Kota Risma mengaku akan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) untuk kawasan Surabaya Timur. Namun, dengan konsep pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). “Jadi kita kurangi sampah yang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), kita buat tempat sampah di sini, jadi bukan hanya sekedar rumah kompos, tapi yang 3R,” tuturnya.

 

Bahkan, TPS itu bakal dilengkapi dengan teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik. Ia menargetkan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tersebut diharapkan dapat menghasilkan energi listrik sebesar 4 Megawatt. “Pengalaman di Wonorejo itu bisa menghasilkan 4 Megawatt. Mudah-mudahan ini juga bisa 4 Megawatt. Lokasinya di sini (Rumah Kompos Tenggilis),” pungkasnya. (mar)

 

Warga dan Satgas TMMD Kebut Rehap RTLH

SUMENEP (Swaranews) – Seiring semakin “menipisnya”, waktu pelaksanaan TMMD 104 Sumenep Tahap I Tahun Anggaran 2019 di Desa Larangan Kerta, Kecamatan Batu Putih. para Satgas yang terlibat dalam sejumlah sasaran fisik berpacu dengan waktu, untuk meyelesaikan semua sasaran fisik yang sudah diprogramkan dalam TMMD itu, Sabtu (16/03/19).

Tidak hanya di pembangunan pengaspalan jalan, Pembanguban Madrasah, Mushola Irigasi dan pemavingan, di sasaran fisik perehaban rumah tidak layak huni (RTLH), tidak kalah ribetnya para Satgas TMMD dengan dibantu warga masyarakat untuk megejar prestasi. Hal itu dilakukan menyusul jumlah RTLH yang harus satu rumah ternyata menjadi dua rumah.

Seperti halnya saat merehab rumah Kakek Asben warga Desa Larangan Kerta, Kecamatan Batu Putih yang memasuki tahap pelesteran dinding. Satgas TMMD dengan dibantu warga harus “ngebut”, pasalnya seusai pelesteran dinding rumah masih banyak item pekerjaan lain yang harus dirampungkan. (Pen-084/sub)

RTLH Merupakan Skala Prioritas Program TMMD 104 Kodim Jember

pJEMBER (Swaranews) –  Program TMMD Kodim Jember sudah memasuki hari ke Sembilan belas, namun satgas TMMD masih tetap bekerja merampungkan sasaran fisik yang sudah menjadi target di TMMD.

RTLH milik Ibu Halillah (32) di Dsn. Krajan, Ds. Gunungmalang, Kec. Sumberjambe, Kab. Jember misalnya, sudah mencapai 80 persen. Dan saat ini pengerjaan yang melibatkan TNI dan warga melanjutkan pemasangan keramik, Sabtu (16/3/19)

Kepala Desa Gunungmalang Ibu Erna, mengungkapkan pembangunan rumah merupakan skala prioritas RTLH yang sudah tidak layak untuk ditempati, dan inipun menjadi target oleh pemerintah untuk diperbaiki dan sudah semestinya rumah warga ini untuk dibongkar. Tetapi dengan keterbatasan anggaran desa, rencana ini jadi tertunda. “Beruntung dengan adanya Program TMMD Reg-104 ini rumah warga bisa direnovasi,“ terang Erna.

Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari pembangunan fisik dari program TMMD Kodim Jember untuk mensejahterakan warga yang kurang mampu, sehingga kepedulian TNI kepada masyarakat yang kurang mampu. Jadi, bagi warga masyarakat kurang mampu yang rumahnya masuk dalam kategori tidak layak huni, bisa mendapatkan bantuan untuk direhab sehingga menjadi layak huni.(Penrem 083/Bdj/sub)

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat melalui TMMD 104 Kodim 0827 Sumenep

SUMENEP (Swaranews) – Semangat dan rasa kebersamaan para anggota Satgas TMMD 104 dan Masyarakat patut diacungi jempol. Tampak dilokasi sasaran kegiatan TMMD 104 Madrasah Al Miftah, Dusun Sobi, Desa Larangan Kerta, Kecamatan Batu putih, Kabupaten Sumenep.

Kehadiran TMMD 104 Kodim 0827 Sumenep telah membangkitkan jiwa kebersamaan dan gotong royong masyarakat setempat. Dalam pengerjaan Madrasah Al Miftah, prajurit bersama rakyat bahu membahu penuh semangat agar lekas finishing.

Dansatgas Letkol Inf Ato Sudiatna mengatakan, kebersamaan dan kerjasama serta gotong royong anggota satgas dan TMMD merupakan wujud dari kemanunggalan TNI Rakyat yang harut tetap dijaga untuk kekuatan dan persatuan Bangsa Indonesia.

“Kemanunggalan TNI dan Rakyat harus tetap dijaga, demi kekuatan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Bukan itu saja, sesuai dengan harapan dan tujuan TMMD 104, untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa bisa tercapai.

“Dengan persatuan dan kesatuan TNI dan rakyat, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya masyarakat di pedesaan,” tambahnya. (sub)

Obati rasa Rindu dengan Keluarga, Praka Iqbal Membaur dengan Anak-Anak di Lokasi TMMD Sumenep

SUMENEP (Swaranews) –  Rasa rindu untuk bertemu keluarga, pasti dirasakan oleh seluruh Satgas TMMD. Pasalnya, selama berlangsungnya program Tentara Manunggal Membangun Desa tersebut, Satgas diwajibkan untuk menetap di lokasi TMMD selama 30 hari.

Seperti yang dirasakan oleh Praka Iqbal Romadhon saat ini. Ia mengungkapkan jika dirinya merasa rindu dengan suasana tempat ia tinggal.

“Pastinya pingin bertemu sama keluarga. Saya sudah terbiasa seperti ini, apalagi ini demi tugas pada bangsa dan negara,” ungkapnya, lirih. Sabtu, 16 Maret 2019.

Terkadang, kata dia, rasa rindu dengan keluarga mulai muncul Iqbal mempunyai cara tersendiri. Cara itu, menurutnya, ampuh untuk mengobati rasa rindu dengan keluarganya.

“Kalau pas kangen sama keluarga, saya ngumpul dan bermain dengan anak-anak di lokasi TMMD ini,” tuturnya.

Perlu diketahui, program TMMD ke-104, Kodim 0827/Sumenep, rencananya akan berlangsung hingga pada tanggal 5 April mendatang. Bahkan, selama berada di lokasi TMMD, Satgas diwajibkan untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat sekitar. (sub)

Ustad Rossi Salut Dengan Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember Yang Selalu Membanjiri Masjidnya

JEMBER (Swaranews) –  Keberadaan Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak lepas dari penilaian berbagai pihak, hal ini tentunya memang keberadaannya selalu bersama masyarakat dlam berbagai kegiatan baik dalam menjalankan tugasnya sebagai Satgas TMMD maupun dalam bergaul bersama masyarakat Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kabupaten Jember sebagai Lokasi TMMD tersebut.

Ustad Rossi salah satu tokoh agama yang juga selalu menjadi khotib pada Sholat Jum’at diMasjid Baiturrohman Dusun Paleran Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kabupaten Jember, yang diam-diam mengamati sikap dan tingkah laku prajurit TNI yang membaur bersama masyarakat disekitarnya.

Saya sangat salut sekali katanya saat kami temui usai Sholat Jum’at 15/03/2019, mereka saya lihat kerjanya relatif keras, namun mereka seolah tak kenal lelah, ibadahnya rajin ramah dan sopan terhadap kita masyarakat didesa ini, baik jamaah sholat 5 waktu maupun sholat Jum’at seperti ini mereka selalu ikut membanjiri jemaah disini.

Bahkan di gerejapun pada setiap Kebaktian juga meramaikan ibadah kebaktian bagi yang beragama Kristiani, inilah yang patut kita tauladani, kata Ustad Rossi.

Dalam Sholat Jum’at tersebut 20 orang Satgas TMMD dibawah pimpinan Komandan Pleton Satgas TMMD melakukan jemaah Sholat Jum’at di Masjid Baiturrohman bersama 130 orang masyarakat lainnya.

Komandan Kompi Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824 Jember Kapten Inf Suwarno saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa TNI itu bagian dari masyarakat, bahkan masyarakat adalah ibu kandung dari TNI itu sendiri, untuk itu sejak awal sudah saya tekankan kepada semua pasukan untuk menghindarkan diri dari perbuatan – perbuatan yang justru akan merugikan TNI, karena kita sekarang berada ditengah-tengah masyarakat.

Kegiatan Ibadah harus dilakukan sesuai agamanya masing-masing, karena agama adalah landasan spiritual kita dalam melaksanakan tugas, setiap hari kerja kita berikan waktu istirahat sholat dan makan (ishoma) pada Jam 11.00-13.00 Wib.
Masing-masing Pleton sudah saya pasrahkan kepada Komandan Pletonnya untuk dilakukan pengendalian dengan baik serta pengawasan terhadap anggotanya, hindari pelanggaran sekecil apapun dalam melaksanakan tugas sebagai Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824 /Jember ini . Tegas Kapten Inf Suwarno. (sub)

Ads