Beranda blog Halaman 53

Sambut Ramadhan, Kodim 0831 Bersihkan Makam Bareng Warga

SURABAYA  (Swaranews) – Banyak cara dilakukan masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Selain tradisi Megengan atau syukuran dengan makan kue apem, tradisi lain seperti ziarah kubur atau dalam Bahasa Jawa disebut Nyekar juga masih menjadi tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.

Untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang berziarah atau ‘nyekar’ pihak TNI AD dari Kodim 0831/Surabaya Timur menggelar karya bhakti dengan membersihkan makam. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Makam Islam Keputih dengan menggandeng ratusan masyarakat di wilayah Kecamatan Sukolilo tersebut.

Pembersihan makam dilakukan, Minggu (5/5) pagi mulai pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB. Komandan Kodim 0831/Surabaya Timur, Letkol Inf La Ode M Nurdin didampingi Danramil 0831/04 Sukolilo, Mayor Inf Supriyo Triwahono memimpin proses pembersihan makam umum milik warga Keputih tersebut.

“Pagi ini Kodim Surabaya Timur melaksanakan pembersihan makam dengan menerjunkan personel sebanyak satu peleton atau sekitar 35 prajurit. Tujuannya adalah TNI ingin menjadi bagian dari masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan TNI bersama masyarakat dalan rangka menyambut bulan suci Ramadhan,” kata Letkol La Ode.

Ia menjelaskan, pembersihan makam dilakukan H-1 jelang Ramadhan karena tradisi masyarakat berziarah kubur banyak dilakukan. “Dengan pembersihan makam ini, kami ingin memudahkan masyarakat yang akan ziarah atau mencari makam keluarga,” ujarnya.

Bersama warga setempat, pembersihan dilakukan dengan memotong rumput, membersihkan daun dan memangkas ranting pohon. Selain itu, warga dibantu TNI juga merapikan areal makam seperti menata kembali batu nisan yang roboh.

Menurutnya, melalui karya bhakti itu juga menjadi bentuk komunikasi sosial Kodim Surabaya Timur bersama masyarakat. “Kami memang perintahkan pada seluruh jajaran Danramil agar lebih dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Salah satu tokoh masyarakat Keputih, Indi Nuroini mengatakan, pembersihan makam jelang Ramadhan juga menjadi tradisi di masyarakat Keputih. “Ini rutin kami gelar dan dilakulan dengan menggandeng pihak TNI dari Kodim Surabaya Timur,” jelasnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen itu mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama dari Kodim Surabaya Timur. “Terima kasih Dandim dan Danramil Sukolilo yang sudah ikut membantu kerja bakti. Kami sangat senang dan bangga dapat bersinergi dengan TNI dalam menjaga wilayah Keputih tetap aman dan nyaman bagi warga,” pungkasnya. (mar)

Pertama ke Indonesia, Perwakilan Kota-Kota dari Korea Utara Pilih Belajar ke Surabaya

SURABAYA (Swaranews) –Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dalam fungsinya sebagai Presiden United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), bersama Bernadia Irawati Tjandradewi selaku Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, beserta kepala dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Surabaya menerima kunjungan kerja dari perwakilan kota-kota Korea Utara di ruang kerjanya, Jumat (3/5/2019).

 

Perwakilan yang hadir diantaranya Pejabat Korean Cities Federation (KCF) Ri Song, Wakil Ketua Komite Masyarakat Kota Pyongsong Provinsi Pyongan Utara Pak Chang Hun, dan Direktur Departement Luar Negeri Komisi Masyarakat Provinsi Pyongan Utara.

 

Kunjungan dilakukan sebagai kelanjutan dari pertemuan di Korea Utara yang dilakukan November 2018 lalu, yang bertujuan untuk menjalin kerjasama antar-kota terutama dalam bidang perencanaan perkotaan, penyediaan layanan dasar, dan lingkungan.

 

Rombongan tiba di Kota Surabaya pada Kamis (2/5/2019) dan kembali ke negaranya usai mengadakan kunjungan ke kantor Sekretariat UCLG ASPAC di hari Senin (6/5/2019). Selama di Surabaya, mereka mengunjungi beberapa tempat, di antaranya perkampungan, rumah kompos, program urban farming di perkampungan Surabaya dan beberapa tempat lainnya, seperti Taman Surya depan Balai Kota Surabaya, selanjutnya mereka ke Command Center 112 dan Koridor di gedung Siola.

 

Pertemuan Wali Kota Tri Rismaharini dengan perwakilan kota-kota dari Korea Utara ini berlangsung lancar. Saat itu, Wali Kota Surabaya yang juga menjabat sebagai Presiden UCLG ASPAC menjelaskan tentang pembangunan Kota Surabaya yang dihadapkan dengan keterbatasan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, Pemkot Surabaya mengoptimalkannya sehingga dapat membangun infrastruktur yang baik.  “Kesulitan itu tidak boleh menjadi kendala untuk membangun kota ini,” ujar Wali Kota Risma.

 

Menurut Wali Kota Risma, pertumbuhan dan perkembangan di Kota Surabaya itu tidak lepas dari dukungan masyarakat dan semua stakeholder yang ada di Kota Surabaya. “Salah satu hasilnya, Kota Surabaya sudah lebih sejuk dibanding sebelumnya,” ujar Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu sembari menjelaskan rumah kompos yang ada di Kota Surabaya beserta prosesnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi,  mengatakan tujuan utama kunjungan ini adalah mempelajari secara teknis berbagai inovasi pembangunan yang telah dilakukan oleh Surabaya, khususnya dalam bidang pengelolaan air, manajemen pengolahan sampah serta penghijauan kota. “Sebenarnya rombongan ini ingin menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Surabaya, seperti sister city atau friendship city,” katanya.

 

Bernadia juga memastikan bahwa rombongan ini juga sangat terkesan dengan Kota Surabaya setelah mengunjungi beberapa tempat, diantaranya berkunjung ke Taman Bungkul, Balai Pemuda, Kampung Jambangan dan Mini Agro Wisata untuk mempelajari urban farming. Menurutnya, berkali-kali rombongan ini mengatakan bahwa kampung yang ada di Surabaya sangat bersih dan warganya terlibat langsung untuk mengelola kampung dan warganya juga ramah.

 

“Kami dari UCLG ASPAC tentunya berharap mereka nanti setelah pulang, bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi warganya. Kami juga akan memfasilitasi hubungan sister city atau kerjasama antar kota,” pungkasnya. (mar)

Pemkot Surabaya Gerak Cepat Intervensi Warga Terdampak Banjir Sumberejo

 SURABAYA (Swaranews) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung bergerak cepat intervensi warga terdampak banjir akibat kebocoran tanggul Kali Lamong di RW 03, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya. Kebocoran tanggul tersebut, akibat tidak kuatnya menahan derasnya aliran air sungai Kali Lamong, sehingga menyebabkan banjir yang menggenangi 5 dari 8 RW Kelurahan Sumberejo.

 

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, mengatakan kejadian berawal pada hari Kamis, (2/05/19) pukul 05.00 WIB, terjadi genangan air setinggi 10 sampai 20 cm di Sumberejo II, Kauman Madya, Jawu Kidul yang merupakan jalan gang masuk di rumah warga. Sementara pada hari Jumat, (3/05/19) sekitar pukul 03.00 Wib, debit air mulai tinggi dan menggenang jalan utama di wilayah Sumberejo.

 

“Hal itu diakibatkan oleh meningkatnya debit air sungai Kali Lamong dan dipicu kebocoran tanggul selebar 40 meter di sisi selatan perbatasan dengan Gresik,” kata Fikser, Jum’at, (3/05/19).

 

Fikser menjelaskan jumlah warga yang terdampak banjir tersebut, sebanyak 700 KK dan 2000 jiwa yang berada di RW 2, 3, 4, 7 dan 8 Kelurahan Sumberejo. Ia menegaskan, sekitar 700 meter dari lokasi tanggul bocor, diketemukan ladang jagung yang ditanam oleh warga sekitar, sehingga tanah terlihat menjadi lunak dan gembur. Akibatnya, pondasi tanggul tidak kuat menahan derasnya aliran air Kali Lamong.

 

“Itulah yang mengakibatkan kenapa tanggul itu bocor. Sehingga luapan air Kali Lamong yang memang tinggi itu masuk ke dalam kawasan Sumberejo, sehingga mengakibatkan banjir,” ujarnya.

 

Kendati demikian, Pemkot Surabaya langsung bergerak cepat dengan menerjunkan personil untuk memperbaiki tanggung dan menutup semua saluran-saluran air yang mengarah ke rumah-rumah warga. Tak hanya itu, untuk mempercepat proses perbaikan tanggul, pihaknya juga menerjunkan 13 alat berat dan 40 unit dump truck. Sehingga air kemudian dialirkan kembali ke Kali Lamong. “Sudah dilakukan penutupan tadi pukul 03.00 Wib, menggunakan besisheet plan, kemudian ditimbun lagi, sekarang dikuatkan dengan tanah, pasir dan batu-batuan,” imbuhnya.

 

Sebagai bentuk intervensi bantuan terhadap warga terdampak, Fikser memastikan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan transportasi bagi mereka, berupa bantuan antar jemput sekolah dan kerja. Dengan menyiapkan kendaraan berupa truk penumpang 6 unit, mobil ranger 9 unit, mobil patroli 6 unit, ambulance 3 unit, serta 13 perahu karet. Bahkan, pemkot juga menyiapkansupply air bersih bagi warga, serta posko kesehatan terpadu yang bertempat di Kantor Kelurahan Sumberejo.

 

“Kami juga memberikan bantuan makanan sebanyak 3000, berupa nasi kotak selama pagi, siang dan malam, serta memberikan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak,” kata pria kelahiran Serui Papua itu.

 

Ia menambahkan, untuk saat ini warga terdampak banjir tetap berada di rumah masing-masing, tidak mengungsi. Sementara debit air, sudah mengalami surut dari ketinggian semula yang bervariasi. Rata-rata air mengalami penurunan sekitar 20 sampai 30 cm. “Tanggul yang bocor semuanya sudah tertangani dan saat ini aliran air dari luapan Kali Lamong sudah berhenti, tinggal sisa air yang ada mengalir ke arah Kali Lamong sisi utara,” pungkasnya. (mar)

Pemkot Surabaya Gelar Bakti Sosial dan Pelayanan Terintegrasi di Eks Lokalisasi Moroseneng

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya menggelar Bakti Sosial dan Pelayanan Terintegrasi di Jalan Klakah Rejo Gang Lebar RT03 RW09 Kelurahan Klakah Rejo, Kecamatan Benowo, Surabaya, Jumat (3/5/2019). Kawasan ini merupakan salah eks lokalisasi yang di Kota Surabaya. Kini, warganya terus diberdayakan oleh Pemkot Surabaya.

 

Pada saat acara itu, semua pelayanan yang ada di jajaran Pemkot Surabaya diboyong ke tempat tersebut, sehingga warga berbondong-bondong mengurus semua pelayanan yang dibutuhkan. Hampir semua stand yang disiapkan oleh Pemkot, dipadati oleh warga untuk mengurus keperluannya masing-masing. Berbagai makanan dan minuman UMKM juga tersedia di tempat tersebut.

 

Bakti sosial itu dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan, pada saat itu Wali Kota Risma membakar semangat ibu-ibu yang ada di eks lokalisasi Moroseneng untuk membuka usaha dan bergabung dengan Pahlawan Ekonomi, sedangkan anak muda yang ada di kawasan itu juga diajak untuk bergabung dengan Pejuang Muda. Program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda merupakan salah satu program andalan Pemkot Surabaya untuk mengembangkan UMKM.

 

Bahkan, pada saat itu Wali Kota Risma mengundang salah satu anggota Pahlawan Ekonomi yang saat ini sudah sukses dengan produknya yang bernama Selendang Semanggi. Aminah, selaku pemilik produk itu menceritakan asal muasalnya yang dulunya berdagang semanggi keliling kampung. Sambil berkaca-kaca mengenang masa lalunya, ia pun menceritakan bahwa usahanya itu semakin sukses setelah bergabung dengan Pahlawan Ekonomi dan selalu dibimbing oleh mentor-mentor yang professional.

 

“Beliau ini bukti nyata bahwa kita semua bisa asalkan kita mau berusaha dan bekerja keras. Dulu dia juga merintisnya dari kecil, tapi sekarang produknya sudah masuk di minimarket-minimarket dan sekarang mobilnya sudah dua,” kata Wali Kota Risma menunjuk Aminah.

 

Setelah panjang lebar menyemangati warga, terutama ibu-ibu yang ada di eks lokalisasi itu, Wali Kota Risma kemudian berbicara secara khusus dengan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang turut hadir di acara itu. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu menjelaskan bahwa tas yang bagus, sepatu yang bagus dan baju yang bagus tidak menjamin dan tidak ada hubungannya dengan kecerdasan dan kepintaran. “Oleh karena itu, jika kalian tidak punya sepatu bagus, tas bagus dan baju bagus tidak usah merengek-rengek kepada orang tuanya, karena itu tidak menjamin kalian akan juara kelas dan sukses,” kata dia.

 

Menurut dia, kesuksesan itu sejatinya tergantung anak-anak itu sendiri, karena seorang guru dan orang tuanya hanya membantu untuk mencapai kesuksesan itu. Apalagi, ke depannya anak-anak Surabaya itu akan bersaing dengan anak-anak di luar negeri, bukan lagi anak-anak yang ada di dalam negeri. “Jadi, tidak perlu galau dan putus asa kalau hanya karena putus dengan pacarnya, ah itu kecil. Masih banyak yang harus kalian capai. Mulai sekarang tidak boleh lengah, maju dan maju lagi,” tegasnya.

 

Seusai acara itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa sengaja membakar semangat warga di eks lokalisasi Moroseneng itu supaya mereka mau menjadi pelaku usaha. Ia pun yakin bahwa dengan kesungguhan dan kemauan akan bisa menjadi pengusaha. “Saya memang ingin menyemangati warga di sini, bahwa dengan kesungguhan dan kemauan, ternyata bisa, tidak perlu dia orang berpendidikan tinggi, tapi kalau mau, ternyata dia bisa juga,” imbuhnya.

 

Wali Kota Risma juga menambahkan mulai saat ini hingga akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya dua periode, akan terus mengkampanyekan ekonomi. Sebab, Kota Surabaya ini sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga dia ingin yang menikmati infrastruktur ini adalah warga Kota Surabaya sendiri, bukan orang lain. “Jadi mulai sekarang sampai nanti jabatan saya berakhir, saya akancampaign terus soal ekonomi, karena kita sudah bangun Surabaya sedemikian rupa, infrastruktur sudah bagus, kalau masyarakat nya tidak gerak, maka yang menikmati infrastruktur ini adalah orang lain. Nah, saya tidak mau seperti itu, saya ingin yang nikmati infrastruk dan perkembangannya adalah warga Surabaya,” tegasnya.

 

Sementara itu, Camat Benowo Muslich Hariadimengaku sangat senang acara ini bisa digelar di wilayahnya, apalagi antusias warga sekitar sangat tinggi, sehingga hampir semua pelayanan yang disediakan bisa dimanfaatkan dengan maksimal. “Kami memang woro-woro bahwa akan ada acara ini dan ternyata warga sangat antusias. Kami sangat bersyukur, apalagi ini merupakan eks lokalisasi yang terus kami kembangkan perekonomiannya,” pungkasnya. (mar)

Kejar SK Presiden, DPI Susun Kekuatan

JAKARTA (Swaranews) -Eksistensi Dewan Pers Indonesia hingga hari ini masih tetap berlanjut  meskipun status formilnya masih harus menunggu Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia diterbitkan.

Sejumlah program prioritas kini sudah menanti untuk penguatan kelembagaan Dewan Pers Indonesia atau DPI. Salah satunya adalah pelaksanaan program pendataan keanggotaan organisasi pers dan verifikasi perusahaan pers berdasarkan hasil Kongres Pers Indonesia.

Keputusan itu ditetapkan melalui Rapat Bersama DPI dan Sekretariat Bersama Pers Indonesia, Jumat 03 Mei 2019 di Ruang Downing II Hotel Ashley Jakarta.

“Surat pengajuan ke Presiden sudah disampaikan sejak 16 April lalu dan hasilnya harus terus dikawal hingga tuntas,” tutur Mandagi usai rapat.

Sementara Anggota DPI Mustika Sani berpendapat, kehadiran DPI merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Jadi pengajuan struktur DPI untuk mendapatkan SK Presiden sudah tepat dan memiliki dasar hukum yang jelas yakni UU Pers,” terang pengacara bergelar Master Hukum.

Hal senada disampaikan wartawan senior yang juga berprofesi sebagai pengacara, Joseph Hutabarat. Anggota DPI ini turut menjelaskan tentang dasar hukum keberadaan DPI. Menurutnya, di dalam UU Pers tidak ada satu pasal yang mengatur Dewan Pers sebagai wadah tunggal. “Jadi DPI yang dilahirkan melalui Kongres Pers Indonesia wajib disahkan Presiden melalui Surat Keputusan karena sudah sesuai amanat UU Pers,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Badan Pengawas DPI Bintang Adi menegaskan, keberadaan DPI harus terus berlanjut meski SK Presiden belum terbit.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota Banwas DPI Firman Tenri. Menurut mantan aktifis yang kini berprofesi sebagai wartawan sekaligus pengacara ini, DPI harus mampu membuktikan bahwa agregasi yang dimilikinya lebih baik dari Dewan Pers yang ada sekarang. “Salah satunya adalah pelaksanaan uji kompetensi harus berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan bukan hanya berdasarkan Lembaga Penguji versi Dewan Pers,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Sekber Pers Indonesia Syahril Idham yang hadir mewakili Sekber Pers, menjelaskan, posisi Sekber sebagai pencetus berdirinya DPI akan mensuport penuh seluruh rencana kegiatan DPI.

DPI sendiri saat ini sedang gencar menyusun kekuatan dan berupaya bersama-sama dengan 11 organisasi pers yang merupakan konstituen DPI, memperjuangkan belanja iklan nasional agar terdistribusi hingga ke seluruh daerah. Untuk memperjuangkan itu, DPI secara resmi telah membangun kemitraan dengan lembaga usaha yakni PT Anugerah Pariwara Agen. Memorandum of Understanding atau MOU antar DPI dan PT APA telah ditandatangani bersama antara Ketua DPI Hence Mandagi dan Direktur Utama PT APA Ilham Ilyas.

MOU antara DPI dan PT APA bertujuan untuk memfasilitasi jaringan media yang dimiliki 11 organisasi pers konstituen DPI untuk memperoleh belanja iklan dari total belanja iklan nasional yang mencapai 150 triliun rupiah setiap tahunnya. *

Harga Bawang Putih di Kediri Melonjak dan Mulai Langka

KEDIRI (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau harga bahan pokok di Pasar Pahing Kota Kediri, Jumat (3/5/2019).

Didampingi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, keduanya mendapat keluhan pedagang sekaligus pembeli bahwa komoditas bawang putih harganya melonjak dan mulai susah ditemukan.

Terkait hal tersebut, Pemprov Jatim melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar operasi pasar khusus bawang putih di Kediri. Setidaknya, ada tiga titik operasi pasar yang digelar di Kediri untuk mengendalikan harga bawang putih.

“Kami lihat di banyak daerah di Jawa Timur masih mengalami kelangkaan bawang putih. Ini yang membuat kita melakukan operasi pasar di tiga titik di Kediri khusus bawang putih,” kata Khofifah.

Harga bawang putih yang dijual di operasi pasar jauh lebih murah dibandingkan harga bawang putih di pasar tradisional. Sebagaimana saat ditinjau Khofifah di Pasar Pahing, harga bawang putih untuk jenis cutting masih berkisar Rp55.000 per kilogramnya (kg). Sedangkan di operasi pasar yang diselenggarakan oleh TPID Jatim dijual seharga Rp24.000 kg.

Tiga titik operasi pasar bawang putih yang diselenggarakan TPID berada di di Bundaran Sekartaji, Taman Makam Pahlawan Kediri, dan Lapangan Gajah Mada.

Salah satu titik operasi pasar yang juga disambangi Khofifah usai menjunjungi Pasar Pahing adalah Operasi Pasar Bawang Putih di depan Taman Makam Pahlawan. Saat Khofifah datang ke sana, puluhan pembeli bawang putih untuk operasi pasar sudah mengantre panjang.

“Besok kami juga akan buat seperti ini di Malang. Ini intervensi kami agar harga bawang putih berangsur turun dan juga tidak berdampak kelangkaan di masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, harga bawang putih akan kembali normal pada pertengahan Mei ini. Sebab pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan impor bawang putih. Bawang putih impor akan masuk Jawa Timur pada tanggal 10 Mei 2019. Dan ditarget sudah masuk pasar tanggal 15 Mei 2019.

“Jawa Timur dapat kuota 15.000 ton. Stok ini akan mencukupi kebutuhan Jawa Timur sampai tiga bulan ke depan. Karena sebenarnya kebutuhan bawang putih Jawa Timur per bulan itu 4.960 ton, jadi cukup hingga tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Khofifah juga menyinggung harga bahan pokok lain yang juga mulai naik. Di antaranya telur dan daging ayam. Kenaikan yang masih kategori normal itu lebih dipengaruhi suasana menjelang Ramadhan. Kendati demikian Khofifah meminta semua pihak untuk tidak melakukan penimbunan. Sebab secara prinsip  bahan pokok di Jatim aman.

“Harga telur naik Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogramnya. Lalu daging ayam juga mengalami kenaikan, di Pasar Pahing daging ayam dijual dengan harga Rp32.000 per kilogramnya. Artinya ini masih sesuai dengan HET,” tandasnya. (Msa)

Komsos Tingkatkan Silaturahmi Korem dengan KBT

SURABAYA (Swaranews) –  Korem 084/Bhaskara Jaya melaksankan Komunikasi Sosial, dengan elemen Hipakad, GM FKPPI dan FKPPI yang dihadiri oleh sekitar 150 orang dari Kodim wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, bertempat di Aula Bhaskara Jaya Makorem 084/Bhaskara Jaya, Jum’at (3/5/2019).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya Letnan Kolonel Arm Aprianko Suseno, S.Sos. Dalam sambutan Danrem yang dibacakan disampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran peserta di Aula Makorem, acara ini bertujuan untuk lebih meningkatkan tali silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik.

Dijelaskan lebih lanjut tentang pentingnya kita semua untuk selalu merawat persatuan dan kesatuan. Dengan selalu bersilaturahmi maka kita akan mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan kita. Dahulu dalam sejarah kita pernah punya 2 kerajaan besar yaitu Majapahit dan Sriwijaya, negara lain pun akan takluk kalau berani menyerang 2 kerajaan tersebut, “terang Kasrem”. Akan tetapi kerajaan itu hancur dengan sendirinya dari dalam, karena perselisihan, nafsu ingin berkuasa dan konflik intern berkepanjangan.

Hal diatas merupakan gambaran bagaimana negara kita saat ini, kalau kita tidak mampu merawat persatuan dan kesatuan maka tentunya akan mudah sekali hancur. Tantangan ke depan bukan lagi perang konvensional, “terang Kasrem, akan tetapi perang ke depan akan lebih berbahaya karena lebih menyentuh aspek Ipoleksosbud.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Kasrem, bapak Leo Mamarimbing Wakil Sekretaris Pengurus Cab 1330 FKPPI surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus terus digelorakan karena sangat bermanfaat bagi terpeliharanya persatuan dan kesatuan, dan harapannya kegiatan seperti ini juga bisa dilaksanakan di luar, seperti outbond. Demikian juga disampaikan oleh bapak Andi Yusuf wakil ketua bid hukum dpd hipakad Jatim. Kegiatan dihadiri oleh Kasi Ter, Pasi Komsos dan perwira, bintara pendamping.  (mar)

Dewan Segera Evaluasi Kinerja RS Dr. M. Soewandhie

SURABAYA (Swaranews) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya segera akan mengevaluasi kinerja Rumah Sakit Dr.M.Soewandhie supaya rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya tersebut bisa maksimal melayani pasien, terutama pasien yang tidak mampu.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana bahwa terkait layanan Rumah Sakit Dr.M.Soewandhie yang selama ini dinilai belum maksimal dalam melayani pasien, maka dewan akan melakukan evaluasi kinerja RS.Dr.M.Soewandhie.

“Melalui Perwali Surabaya Nomor 48 Tahun 2011 tentang layanan kesehatan di rumah sakit daerah Pemkot Surabaya, jika terindikasi layanan terhadap pasien terutama pasien tidak mampu, maka manajemen rumah sakit tersebut akan dievaluasi,” sebutnya, Kamis (3/5/2019) di ruang  Komisi D DPRD  Kota Surabaya.

Legislator yang akrab disapa Titin ini menegaskan bahwa dewan segera akan mengevaluasi kinerja RS.Dr.M.Soewandhi, salah satunya dengan memanggil  Direktur dan Kadinkes Kota Surabaya. gedung DPRD Kota Surabaya, (03/05/19).

Lebih lanjut Titin menerangkan, evaluasi ini terkait insiden ada pasien tidak mampu di RS.Dr.M.Soewandhie terus meninggal dunia, tapi tidak bisa dibawa pulang karena tidak memenuhi peesyaratan administrasi.

Semestinya, sambung Titin, pasien yang sakit ataupun meninggal tetap dilayani meski SKTM baru diurus setelahnya. Karena, jika pasien harus terlebih dahulu membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sementara hari pembuatan hari Minggu misalnya, maka layanan masyarakat di Kelurahan pasti libur.

Dirinya menambahkan, jika pasien meninggal pada hari minggu atau libur nasional sudah pasti tidak bisa mengurus SKTM. Nah, kita akan evaluasi terhadap manajemen RS.Dr.M.Soewandhie, dimana seharusnya layani dahulu pasien.

“Soal buat SKTM menyusul, jadi harus fleksibel pihak rumah sakit.” tegas Agustin Poliana. (Adv)

Peringati Hari Buruh, FKMB UINSA Adakan Workshop Jurnalistik dan Bedah Film “Sexy Killers”

Oleh : Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro

SURABAYA (Swaranews) – Dalam rangka memperingati Hari Buruh (May Day), 1 Mei 2019, Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro (FKMB) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menggelar acara Workshop Jurnalistik dengan tema ‘Eksplorasi Jurnalistik Bagi Mahasiswa Daerah Era Digitalisasi’, dan bedah film ‘Sexy Killers’, Rabu (1/4/2019).

Bertempat di Gedung C2 Fakultas Adab dan Humaniora Uinsa Surabaya, FKMB mengundang mantan Wartawan Radar Gresik, Ali Ibrohim sebagai pemateri. Seperti diketahui, Ali Ibrohim juga merupakan Koordinator Front Nahdliyyin Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Komite Daerah Bojonegoro.

Acara di mulai tepat pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sedangkan rangkaian acara terbagi dalam dua sesi. Pertama, Workshop Jurnalistik dilanjut bedah film pada sesi kedua.

Dalam acara itu, terhitung sebanyak 76 orang yang terdiri dari peserta dan undangan. Diantaranya, anggota FKMB dari angkatan 16,17, 18, serta Dewan Konsultan dan Senior.

Terselenggaranya kegiatan workshop jurnalistik di harapkan mampu lebih jauh lagi memahami tentang dunia kepenulisan yang baik  khususnya kritis terhadap lingkungan sekitar daerah dan kampus, lebih penting adalah sebagai wadah bagi peserta dalam berproses dan belajar di FKMB dalam badan semi otonomnya yaitu  Lembaga Pers ‘Samin’.

Sementara itu, Ali Ibrohim, dalam penyampaiannya menjelaskan bagaimana dunia pers saat ini telah terbeli oleh kepentingan elit kelompok, media-media besar yang seharusnya independen hari ini telah hilang independennya. Hal inilah yang menyebabkan Hoaxs menjadi merajalela. Akhirnya, informasi yang di dapat masyarakat tidak lagi akurat dan fakta sebenarnya.

Menariknya, rangkaian acara di barengi dengan bedah film ‘Sexy Killers’ yang kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan akademisi, elit politik, dan masyarakat. Terlihat peserta sangat reaktif dan antusias mendengarkan dan menanggapi pemateri.

Dalam bedah film tersebut juga di harapkan peserta mampu menjadi mahasiswa yang peduli lingkungan, siap menjadi barisan terdepan pembela rakyat dan sebagai penentang kebijakan pemerintahan yang tidak berpihak pada rakyat.

Salah seorang peserta Workshop, Rizky Agung Nur Fahmi dari angkatan 18 mengungkapkan keprihatinannya. Ia menganggap bahwa saat ini media sangat sulit di percaya kebenarannya. Hal itu menjadi bahaya karena masyarakat akhirnya mudah di adu domba dan di pengaruhi oleh informasi-informasi yang tidak kredibel.

“Turut prihatin melihat dari penyampaian materi tadi, karena media sudah tidak lagi bisa di percaya,” Ungkap Fahmi.

Hal senada juga diungkapkan Laily Mufida dari angaktan 17 yang merasa miris melihat tayangan film ‘sexy killers’ yang ternyata elit politik nasional menjadi pemilik saham Batu Bara di Kalimantan Timur terbesar.

Sangat di sayangkan jika penguasaan lahan yang begitu besar walaupun telah sesuai undang-undang kepemilikannya namun pasca penambangan lahan di biarkan begitu saja dan tersisa banyak lubang yang belum di reklamasi.

“Saya sangat miris melihat keadaan Indonesia yang sekarang karena negara yang besar ini telah di miliki tanahnya oleh segelintir elit politik,” Tegas laily.

Terpisah, Amiluddin Imam Muhtarom selaku Ketua Umum FKMB UINSA menyampaikan terima kasihnya kepada panitia yang melaksanakan kegaitan workshop jurnalistik ini. Ia berharap setelah diadakan kegiatan workshop, anggota FKMB bisa menjadi jurnalis maupun pemerhati lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran.

“Sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan juga peserta yang meluangkan waktunya dalam kegiatan ini, semoga bisa lebih baik lagi kedepannya di kalangan kampus setelah di adakannya acara workshop,” tandas Imam. (Tommy).

Salut dengan jiwa kenegarawanan Sandiaga Uno, Kurma tegaskan siap rangkul Sandi

Sarang, Rembang (Swaranews) –
Menyikapi hangatnya suhu politik akhir-akhir ini, ketua KURMA koordinator untuk relawan kyai Ma’ruf Amin yang juga merupakan pengasuh ponpes MIS Ma’hadul Ilmy Assyar’i Sarang Rembang Jawa tengah, KH Ahmad Rosikh didampingi sekjend Kurma H Aris Munandar meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan inkonstitusional, menjaga lisan dan tulisan dari arah provokasi saling hina, saling benci.
Pemilu sudah selesai, sudah tidak ada lagi 01 ataupun 02, yang ada sekarang kita wajib kembali kepada 03 persatuan Indonesia.


Kita tunggu keputusan final dari KPU sebagai otoritas penyelenggara pemilu tanggal 22 Mei besok, kita sebagai rakyat Indonesia wajib menghormati kerja keras KPU. Apabila ada pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu silahkan menempuh jalur sesuai prosedur, jangan sampai berbuat diluar konstitusi yang berlaku. Marilah sambut suka cita kedatangan bulan suci ramadhan, hormati dan hargai bulan suci, stop membahas politik secara berlebih, jangan sampai puasa kita batal atau rusak dikarenakan suasana hati dan pikiran kita terforsir untuk terus menerus saling caci maki soal politik.

Gus Rosikh selaku ketua Kurma dan H Aris Munandar selaku sekjend Kurma juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada cawapres 02 Sandiaga Uno yang secara gentleman, secara berjiwa besar, dan berjiwa ksatria mempercayakan hasil pemilu kepada KPU. Itu sosok negarawan, dan sebuah tindakan sportif yang wajib diteladani tak hanya oleh pendukung mas Sandi, akan tetapi juga oleh seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu kami dengan tangan terbuka menerima mas Sandiaga Uno untuk kembali bersatu sebagai rakyat Indonesia yang cinta damai, mencintai kebhinekaan, persatuan dan kesatuan Indonesia.
Kami siap membantu mas sandi menghilangkan perasaan sedih, gundah gelisah mas Sandi, insya Allah kami akan kawal beliau ziarah kubur para wali dan silaturahmi ke pesantren pesantren di seluruh Indonesia. (WWN)

Ads