Beranda blog Halaman 53

Indonesia Bisa Lemas Kehabisan Darah… (Dari Pidato Kebangsaan Prabowo di Semarang)

Negara sama dengan tubuh manusia. Cara beroperasi negara sama dengan cara tubuh manusia beroperasi. Karena itu, dikenal istilah
Body Politics. Negara ibarat tubuh manusia. Ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang kemudian menjadi energi dan tenaga.

Tubuh manusia bisa sehat dan tidak sehat. Kadang kita sakit dan menjadi serius kalau tidak cepat mendapatkan intervensi medis. Kalau kemudian kita ke dokter dan laboratorium lalu hasilnya buruk ya kita harus terima.

Jangan kemudian ketika kolesterol tinggi lalu tidak terima dan minta dokter mengubah data. Kalau tekanan darah kita terlalu tinggi kita minta hasil lab diubah. Kalau detak jantung kita lemah kita minta hasilnya diubah.

Apa begitu? Tidak bisa. Kita harus percaya bahwa para dokter memang ahli. Hasil lab memang akurat. Tapi, kadang-kadang dukun bisa juga lebih efektif….Nah jangan diplintir omongan saya. Nanti saya diadu domba sama dokter dibilang Prabowo sarankan orang pergi ke dukun. Maksud saya kadang-kadang orang percaya ke dukun seperti dukun tulang.

(Tiba-tiba satu di antara dua mike ngadat, Prabowo minta diperbaiki. Cukup satu mike atau dua? Prabowo bertanya kepada hadirin. Hadirin menjawab dua..dua..sambil mengacungkan dua jari).

Sudah berpuluh tahun kekayaan nasional kita mengalir keluar. Ini bisa diukur matematis. Pemerintah sekarang mengakui bahwa uang kita lebih banyak yang di luar daripada di dalam.
Pemerintah mengakui ada belasan triliun uang kita di luar negeri. Menkeu menyebut ada 11 triliun. Kalau saya menyebut begini jangan marah.

Kalau badan tiap hari kehilangan darah 10 cc setiap hari beberapa bulan kita akan mati. Kalau uang bocor terus keluar negeri negara kita akan bahaya.
Tidak akan bisa kita menghidupi 260 juta mulut penduduk kita dan jutaan lagi yang lahir tiap tahun.

Untuk menjadi bangsa yang unggul, untuk menjadi bangsa yang maju kita harus bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri. Swasembada. Paling utama adalah swasembada pangan.

Saya tentara serdadu tapi mengerti arti penting ekonomi. Saya pelajari semua sejarah perang karena merebut sumber daya pangan, energi, dan lahan air.
PBB meramal sebentar lagi dunia krisis air dan perang nanti berebut air. Karena air sumber kehidupan tidak mungkin ada pangan tanpa air.

Dari yang kita pelajari dalam sejarah, negara berhasil karena swasembada pangan untuk rakyat sendiri. Negara yang merdeka tidak boleh ada rakyatnya kelaparan, tidak boleh ada anaknya kurang gizi.

Kedua harus swasembada energi untuk bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri. Apa bisa kita memenuhinya, tentu bisa. Kita tidak hanya mengandalkan sumber energi alam kita harus beralih ke sumber energi terbarukan.

Kemudian, negara yang kuat dan maju harus kuat lembaga-lembaganya.
Kita harus punya lembaga-lembaga yang kuat yang mandiri dan profesional yang unggul. Birokrasi harus tangguh dan unggul tidak bisa disogok oleh siapapun. Eksekutif dan judikatif harus kuat dan sejahtera, sehingga tidak bisa disogok.
Tapi, kalau sudah sejahtera masih juga mau disogok, masih mau korupsi, enaknya diapakan…jangan..jangan bicara tembak mati. Ini banyak kamera menyorot saya…

Perumusan kesejahteraan ini harus konsepsional. Gaji harus dinaikkan dan kesejahteraan dijamin. Kalau sudah gaji tinggi dan sejahteran masih korupsi mau diapakan…saya harus hati-hati ngomong karena banyak kamera…

Kalau sudah sejahtera apa masih akan ada yang rusuh dan radikal? Tidak ada. Masyarakat kita damai dan rukun tidak suka ribut. Di Prancis ada disparitas gini ratio 1 persen menguasai 20 persen kekayaan. Tolong diverifikasi saya harus selalu disklaimer karena selalu ada yang menunggu saya kepeleset.

Amerika GINI ratio 1 dibanding 32 persen. Mana pakar saya yang botak? Ihsanudin Nursy berdiri. Nah ini pakar saya yang botak-botak. Mana pak Rahmat Pambudy, lepas dong pecinya…

Nah saya harus serius karena ini pidato kebangsaan tidak boleh banyak canda. Tidak boleh joget-joget…

Saya tahu situasi kita sulit. Saya diskusi dengan pakar-pakar yang botak sampai saya nyaris botak juga. Saya selalu diberi kursus sampai kadang klenger. Utang-utang kita besar, tapi kalau pemerintahan kita bersih dan tidak ada korupsi kita bisa mengatasi problem negara.

Yang tidak kalah penting adalah pertahanan yang kuat. Kita tidak akan mengancam negara manapun tapi kita tidak mau dijajah. Kita cinta damai tapi kita lebih cinta kemerdekaan. Kita tidak mau dijajah kembali.

Kita berprinsip seribu kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak. Ingat kita tidak akan pernah dikasihani negara lain. Kalau kita kena bencana kita akan dibantu makanan, pakaian, atau selimut. Tapi jangan berharap dikasihani kalau kita sedang sulit.

Saya bukan pesimistis, saya justru sangat optimistis karena saya yakin putra-putri terbaik Indonesia mampu menyelesaikan permasalahan kita. Saya tidak membedakan asal usul partai atau agama.

Setap kali saya datang kepada kiai atau pemimpin agama saya tidak pernah minta dukungan saya hanya mohon doa restu. Kenapa, mereka guru tidak bisa digurui mereka memikirkan apa yang terbaik untuk muridnya. Kalau kami mendapatkan mandat kami akan melaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab.

Problem kita sangat berat. Emak-emak jangan berharap hari ini saya dilantik kemudian besok harga-harga turun. Tapi saya bersumpah akan turun harga secepat-cepatnya.

Ojo dumeh ojo adigang adigung ojo ngoyo..tapi ojo wedi. Jangan takut. Saya tidak pernah takut. Siapa yang berani dialah yang menang. Dengan keberanian dan keyakinan kita yakin Indonesia akan Menang.

Saya terinspirasi Bung Tomo ketika diancam asing dia jawab lebih baik hancur daripada menyerah. Allahu Akbar…Allahu Akbar..
Merdeka! (*)

(Laporan: Dhimam Abror, dari Semarang, 15 Februari 2019)

Pria Menceburkan Diri Ke Bengawan Solo Ditemukan Mengapung

Bojonegoro (swaranews) – Nova Satya Terawan (27) pria asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang meloncat ke sungai Bengawan Solo pada Jumat (1/2/2019) pekan lalu, ditemukan mengapung di tepi bengawan solo.

Tepatnya di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Jenazah Nova ditemukan mengapung di tepi sungai oleh beberapa warga yang sedang melintas pada Jumat (15/2/2019) siang.

Hal itu dibenarkan oleh Zainal Ichwan Kepala Dusun Kabalan, Saat dihubungi tim Swaranews ia menegaskan, “ketika warga melintas, Korban ditemukan dalam keadaan terlentang ditepian Bengawan Solo”

Melihat hal itu, kemudian warga segera melapor ke perangkat desa. Lalu, perangkat desa menghubungi Polsek Kanor dan tim BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan evakuasi dan identifikasi terhadap korban.

“Setelah warga menemukan jenazah yang terlentang di tepi sungai, warga melapor ke perangkat desa, perangkat desa akhirnya menghubungi Polsek Kanor dan BPBD Bojonegoro,” kata Ichwan.

Nova Setya Terawan nekad menceburkan dirinya ke sungai Bengawan Solo pada Jumat (1/2/2019) lantaran terkena masalah keluarga. Walaupun sempat dikejar oleh keluarganya namun pria yang akrab disapa Nova itu terlebih dahulu terjun ke sungai.

Sementara itu informasi yang diterima oleh Swaranews, dari hasil keterangan keluarga dan Kepala Desa Kendal Rejo, Jenazah saat ini dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro untuk diperiksa dan akan segera dibawa pulang ke kediamannya. (Msa)

Wanita Tanpa Busana Ditemukan Tewas Di Mangrove

SURABAYA (swaranews) – Warga Surabaya digegerkan penemuan sesosok mayat tanpa busana di sungai Wonorejo, Jumat (15/2/2019) pagi.

 

Mayat wanita tersebut ditemukan di kawasan wisata Mangrove, Wonorejo Timur Surabaya. Penemuan oleh warga sekitar.

 

Kapolsek Rungkut Kompol I Gede Suartika mengungkapkan, jenazah ditemukan dengan posisi tertelungkup dan kondisi kulit sudah mengelupas.

 

“Korban ditemukan dalam kondisi telanjang bulat dan diprediksi sudah meninggal 1 minggu,” ungkap Gede

 

Gede juga mengaku, proses evakuasi jenazah mengalami kesulitan sehingga pihak kepolisian meminta bantuan ke dermaga mangrove.

 

“Evakuasi menggunakan perahu dan lokasi penemuannya sekitar 2 kilometer dari Mangrove,” imbuhnya.

 

Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. (Msa)

 

Mantapkan Cetar, Khofifah Kunjungi Diskominfo

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Kantor Dinas Kominfo Provinsi Jatim di Jl. Ahmad Yani Surabaya, Jumat (15/2/2019).

 

Kunjungan pertamanya ini guna mempercepat Kerja Cetar yang telah ia canangkan. Melalui Diskominfo menurutnya akan menjadi bagian penting bisa melakukan audit Cetar untuk menilai masing-masing Dinas dalam melayani masyarakat Jatim.

 

“Jadi bagian ruh dari layanan Organisasi Perangkat Daerah di Pemprov itu adalah Cetar (cepat, efektif, tanggap, transparan, dan responsif), saya tanya sama Pak Sekda Dinas yang potensial memberikan quick respons itu yang mana. Beliau bilang Dinas Kominfo, oke kalau gitu besok kesempatan pertama saya ingin berkunjung ke Dinas Kominfo,” kata Khofifah

 

Ia juga menambahkan “Nanti ada penilaian Dinas-Dinas yang kurang Cetar itu kurangnya di bagian apa, mungkin sudah respon tapi kurang efektif. Mungkin sudah merespon, tanggap, dan efektif tapi kurang transparan,” imbuhnya.

 

Saat ini Khofifah masih mencari format yang pas untuk menerapkan audit cetar. Untuk menampung laporan telah ada akun twitter, tapi yang merespons juga harus ada. Maka muaranya sementara diarahkan ke kanal Lapor milik Kemenpan RB. Selain itu, Khofifah mengatakan media monitoring perlu dilakukan untuk mempercepat respons atas masalah di Jawa Timur.

 

“Termasuk nanti di dalamnya ada daftar harga kebutuhan pokok yang bisa menjadi referensi masyarakat,” tandasnya. (Msa)

 

Khofifah: Nawa Bhakti Satya untuk Memuliakan Masyarakat Jawa Timur

SURABAYA (Swaranews) – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak berjanji bahwa program “nawa bhakti satya” untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur, Kamis (14/2/2019).

 

Sebelum menyampaikan pidato kerakyatan untuk pertama kalinya, prosesi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan diiringi marching band dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Tak hanya marching band saja, sejak Khofifah-Emil memasuki area Tugu Pahlawan, ratusan penari terus menampilkan tarian Remo, tari khas Jawa Timur untuk menyambut pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur baru tersebut.

 

Usai disambut dengan meriah oleh beberapa pertunjukan, Khofifah-Emil menyampaikan Pidato Kerakyatannya pertama kali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di depan ratusan relawan dan pelajar yang hadir.

 

Dalam pidatonya Khofifah menyampaikan, bahwa program Nawa Bhakti Satya yang dicanangkannya bertujuan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.

 

“Kami ingin petani dan nelayan mulia kehidupannya, teman-teman guru, teman-teman ojek seluruh Jatim, dan semua warga Jatim mulia hidupnya. Kami siap melayani panjenengan semuanya,” kata Khofifah didepan ratusan warga Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya pada Kamis (14/2/2019).

 

Tak hanya itu, Emil Dardak yang disebut sebagai wakil milenial oleh Khofifah itu juga menambahkan, bahwa tantangan zaman hari ini harus dijawab oleh figur zaman ini juga. Ia menegaskan, bahwa Khofifah-Emil akan terus bergerak untuk memakmurkan masyarakat Jawa Timur.

 

“Namun, pergerakan itu tidak akan berhenti, ini akan menjadi pergerakan 50 tahun, 100 tahun, saya yang menjadi wakil generasi muda mengajak, mari kita dukung bersama-sama agar ibu Khofifah mencapai apa yang diinginkan,” imbuhnya.

 

Selesai berpidato, pasangan Khofifah-Emil kemudian melanjutkan arak-arakan menuju Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo untuk menggelar ramah tamah. (Msa)

 

Resmi Menjabat, Khofifah-Emil Gelar Kirab Budaya

Khofifah Emil Jabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim dilantik presiden

SURABAYA  (Swaranews) – Usai dilantik Presiden Jokowi pada Rabu (13/2/2019) kemarin, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak kini resmi mengemban amanah sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024.

 

Resminya menjadi gubernur dan wakil gubernur ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Jawa Timur khususnya warga Surabaya. Setibanya rombongan di bandara Juanda Surabaya pada Kamis (14/2/2019) siang, keduanya langsung disambut oleh para relawan dan juga difabel dengan diberi kalungan bunga melati sebagai tanda sambutan.

 

Tak hanya itu, Serangkaian acara juga digelar untuk menyambut gubernur baru ini. Rangkaian penyambutan dimulai pukul 12.00 WIB dari Bandara Juanda.

 

Dari Juanda, Khofifah-Emil langsung menuju Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang berlokasi di Siwalankerto, Surabaya. Disana Khofifah-Emil melakukan doa bersama 99 Kiyai.

 

Usai berdoa bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Di Masjid, keduanya melakukan Tahiyatal Masjid dan Shalat Dhuhur dan disambung sujud syukur bersama 3000 jamaah. Sedangkan di pintu timur Masjid Khofifah-Emil mendapat sambutan Sholawat Nabi dari rebana yang dimainkan oleh seribu santri.

 

Keduanya kemudian diarak menuju Tugu Pahlawan menggunakan 99 mobil Jeep terbuka.

 

Rute yang dilalui menuju Tugu Pahlawan adalah Jl. Gayungsari Barat – Jl. A. Yani – Jl. Raya Darmo – Jl. Basuki Rahmat – Jl. Embong Malang – Jl. Bubutan – dan Jl. Pahlawan.

 

Setibanya dilokasi, pasangan gubernur baru itu langsung disambut oleh 99 penari Remo, Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

 

Tugu pahlawan menjadi tempat pertama kalinya bagi Khofifah dan Emil memberikan pidato kerakyatan setelah resmi menjabat. Usai berpidato, Emil sang wakil gubernur melanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

 

Selanjutnya kedua pejabat daerah tersebut kembali diarak menggunakan mobil Jeep menuju Jalan Tunjungan, tepatnya di depan Hotel Majapahit.

 

Sampai di Hotel, Khofifah-Emil menaiki kereta Ul Daul Pamekasan, diikuti rombongan yang berjalan kaki menuju Gedung Negara Grahadi. Tak hanya itu, kelompok marching band, reog ponorogo, barongsai, dan musik patrol pun ikut serta mengiringi rombongan itu.

 

Setibanya di Gedung Negara Grahadi, rombongan disambut oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, Muslimat NU, dan masyarakat yang dilanjutkan pembacaan doa Khotmil Qur’an.  Sebelumnya, sejak siang telah berlangsung Khotmil Qur’an yang dibaca oleh 99 hafidz-hafidzah di Grahadi.

 

Setelah itu acara dilanjut dengan ramah-tamah bersama para undangan dan para relawan yang datang. Ada juga pemberian santunan untuk anak yatim. (Msa)

JUMATAN BERSAMA PRABOWO

Prabowo jumatan di masjid Agung kauman semarang dan menghindari media. Jokowi jumatan di Garut dan bagi-bagi sertifikat tanah di masjid supaya diliput media.

Itulah bedanya. Prabowo dapat peluang untuk mendapat liputan media yang sangat besar. Banyak wartawan yang menunggunya di masjid kauman. Beberapa stasiun televisi nasional juga sudah bersiap untuk liputan live. Tapi, Prabowo memilih menghindar.

Ia masuk lewat pintu samping untuk menghindari kerumunan jamaah, dan supaya tidak melompati pundak jamaah. Masuk masjid Prabowo langsung tahiyyatul masjid dua rakaat.

Kedatangannya menarik perhatian sebagian jamaah. Beberapa orang mengrahkan kamera ponselnya ke arah Prabowo. Bilal di samping mimbar sudah bersiap mengumandangkan azan kedua. Beberapa takmir yang melihat kehadiran Prabowo bergegas menjemput dan mempersilakan Prabowo pindah ke saf depan.

Semula Prabowo enggan, tapi takmir tetap mempersilakan Prabowo bergeser. Prabowo pun pindah ke saf depan. Ia shalat lagi dua rakaat setelah kumandang azan kedua. Kemudian ia khusyuk mendengarkan khutbah.

Sang khatib Dr. H. Abdul Halim menjelaskan bahwa Islam melihat perbedaan bukan sebagai bencana tapi sebagai rahmat dan berkat. Al Quran surat Al-Hujurat ayat ke-13 menjelaskan bahwa manusia sudah diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa.

Perbedaan itu bukan untuk saling bermusuhan, tapi untuk saling mengenal. “Yang terbaik di antara semuanya adalah mereka yang paling bertakwa,” ujar khatib.

Usai shalat Prabowo tidak menunggu lama dan langsung bergegas meninggalkan masjid.
Puluhan jamaah mengikutinya dan berdesakan mengerumuninya. Beberapa orang meneriakkan takbir. Prabowo melayani salaman dan selfi sambil tetap bergegas menuju mobil.

“Sayang sekali saya gak bisa selfi,” kata seorang jamaah asal Semarang. Ia mengaku sudah menunggu sejak pagi untuk bisa bersalaman dan berfoto bersama Prabowo.

Kehadiran Prabowo singkat tapi impaknya masif. Kalau selama ini ada pertanyaan “Prabowo Jumatan dimana” yang juga dijadikan tagar, maka semuanya terjawab sudah. Antusiasme masyarakat Semarang sangat luar biasa untuk bertemu Prabowo. Liputan media juga sangat besar sampai televisi nasional menyiapkan siaran langsung.

Reaksi takmir masjid yang sempat menolak Prabowo justru menjadi berkah. Semula media tidak memberikan perhatian besar tapi kemudian berebut meliput. Tangan Tuhan telah bekerja.

Sementara itu, di Garut Jokowi jumatan di masjid kabupaten didampingi gubernur Jabar Ridwan Kamil. Setelah jumatan Jokowi tidak langsung pergi tapi malah bagi-bagi sertifikat tanah.

Kreatif sekali presiden kita ini. Bagi-bagi sertifikat tanah tidak cukup di kantor kabupaten ataupun kantor gubernur, bahkan masjid pun dipakai untuk bagi-bagi sertifikat.

Ibarat main bola Jokowi bukan sekadar offside, tapi sudah menggiring bola di luar lapangan dan tidak mempedulikan lagi garis lapangan. Tendang sana tendang sini, tidak peduli aturan yang penting bagaimana caranya bisa bikin gol.

Pasti banyak alasan kalau disebut Jokowi melakukan kampanye di masjid. Kalau Prabowo bicara lima menit di masjid pasti sudah langsung dilaporkan ke Bawaslu. Itulah bedanya. (*)

Laporan: Dhimam Abror dari Masjid Agung Kauman, Semarang.

LBH Surabaya Buka Posko Pengaduan Pinjaman Online

SURABAYA (Swaranews) –  Kemudahan Perusahaan Aplikasi Pinjaman Online (pinjol) dalam memberikan pinjaman ternyata berbuntut masalah. Banyak masyarakat yang menjadi korban sehingga mengeluh setelah menjadi nasabah. Keluhan para nasabah itu terutama soal cara penagihan yang dilakukan.

“Penagihan oleh Pinjol dilakukan dengan cara intimidatif dan menyebarkan data pribadi nasabah kepada publik” ujar Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Wachid Habibullah saat konferensi pers di Kantornya yang terletak di Jalan Kidal Surabaya, Jum’at (15/02/2019).

Wachid mengatakan, besaran bunga dan biaya administrasi dilakukan secara sepihak dan jumlahnya sangat tinggi. Nasabah juga dibebankan biaya penagihan kalau tidak membayar tepat waktu. Ironis dalam Pinjol tidak ada ruang komunikasi antara nasabah dengan penyedia Pinjol. Dengan tidak adanya ruang komunikasi ini membuat nasabah kesulitan untuk melakukan upaya negosiasi untuk mengklarifikasi besaran utang yang harus dibayarkan.

Menyikapi kondisi ini LBH Surabaya membuka posko pengaduan di Kantor LBH Surabaya Jl.Kidal Surabaya.

“Sampai saat ini, sudah ada 9 (Sembilan) pengaduan ke LBH Surabaya dengan jumlah korban sebanyak 59 (lima puluh Sembilan) orang” urai Wachid.

Penagihan kepada nasabah yang menunggak dengan cara menyebarkan informasi pribadinya kepada semua contact person yang ada di handphone nasabah, tanpa terkecuali keluarga dan tempat kerja nasabah, menimbulkan dampak sosial.

“Akibatnya, terdapat nasabah yang kena (PHK) dari tempat kerjanya. Dan ada pula nasabah yang mengalami masalah keretakan hubungan keluarga akibat penagihan yang dilakukan oleh pihak Pinjol” terangnya.

LBH Surabaya juga meminta pemerintah bersikap dan tidak cenderung pasif seperti sekarang. Dengan mengembalikan permasalahan ini kepada masyarakat karena duanggap sebagai urusan privat atau keperdataan antara nasabah dengan produsen dalam hal ini pihak Pinjol.

“Negara harus segera membuat peraturan perundang-undangan yang khusus mengatur perlindungan data pribadi secara komprehensif” tegasnya.

OJK juga diminta meningkatkan seiring dengan maraknya aplikasi Pinjol illegal. OJK harus menguatkan kordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingat Aplikasi Pinjol berbasis teknologi.

“Aplikasi Pinjol illegal harus segera diblokir dan memberikan sanksi tegas kepada Aplikasi Pinjol yang melakukan penagihan dengan cara intimidatif dan menyebarkan data pribadi nasabahnya” tegas Wachid lagi.

Pemerintah dan DPR RI juga didesak untuk segera merampungkan dan mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi.

Sedangkan kepolisian diminta serius mengusut setiap laporan dari nasabah korban Pinjaman Online. (mar)

Waaster KSAD dan Menteri Amran Sulaiman, Tinjau Lokasi Panen Raya di Tuban

SURABAYA (Swaranews) –Pemerintah terus memastikan jika program ketahanan pangan nasional, bakal terus meningkat.
Bahkan, Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah para petani maupun peternak, untuk terus mendongkrak hasil panennya.

Fathul Huda menjelaskan, kali ini Tuban menargetkan 103 % kenaikan hasil panen jagung di wilayahnya. Alhasil, target tersebut pun berhasil diraih dan dibuktikan oleh para petani di Kabupaten Tuban.

“Meski lahan kita belum bisa panen setahun 2 kali, tapi kita bisa mencukup kebutuhan pangan di Tuban,” kata Bupati Tuban ini. Jumat, 15 Februari 2019 siang.

Hal itu, kata Fadli, disebabkan tanah Tuban yang mayoritas tandus. Kendati demikian, Fadli meyakini jika petani di daerahnya bakal terus mendongkrak hasil panen jagung setiap tahunnya.

“Petani di Tuban, hanya mengandalkan sawah tadah hujan,” ungkap Fadli.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Menteri Pertaian, Amran Sulaiman memastikan jika Pemerintah terus mendukung setiap langkah petani dan peternak dalam upaya meningkatkan swasembada ketahanan pangan.

Pada bulan Februari lalu, kata Amran, dirinya mendapat laporan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati mengenai maraknya para tengkulak yang dinilai bisa berimbas terhadap program yang digagas oleh Pemerintah pada tahun 2015 lalu itu.

“Nanti kami akan pertemukan langsung antara petani dan tengkulak, dan diawasi oleh pihak Bulog. Biar petani tidak di bohongi oleh para tengkulak-tengkulah yang disinyalir mau memanipulasi harga,” kata Amran.

Tak hanya dukungan dari Pemerintah Pusat, hingga Pemerintah Daerah saja. Ternyata, dalam mewujudkan swasembada pangan itu, petani juga mendapat dukungan penuh dari TNI-AD.

Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo menegaskan, para petani tak perlu lagi mengeluh ketika mengalami kesulitan selama bercocok tanam. Sebab, mantan Danrem 082/CPYJ itu menambahkan, ia telah memerintahkan seluruh Satuan TNI-AD untuk ikut serta membantu para petani di setiap wilayah tugasnya.

“Pastinya, kita dukung terus para petani dan peternak. Semua Babinsa, selama ini sudah mulai berjalan dan bersinergi dengan para petani, peternak maupun instansi terkait,” ujar Brigjen Gathut.

Selain dihadiri Menteri Pertanian, Waaster KSAD dan Bupati Tuban, peninjauan lokasi panen raya di Tuban saat ini, juga turut dihadiri oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 082/CPYJ, Letkol Inf Moch Sulistiono, Dandim 0811/Tuban, Letkol Inf Nur Wicahyanto, Wakil Bupati Tuba, serta beberapa pihak terkait. (mar)

Risma Terus Motivasi Anak Jalanan Dan Putus Sekolah

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memberikan motivasi kepada anak-anak jalanan dan anak putus sekolah di rumah dinasnya, Kamis (14/2/2019). Kali ini, motivasi diberikan kepada 46 anak yang terjaring Satpol PP Kota Surabaya dan hasil pendataan pihak kecamatan.

 

Dalam kesempatan itu, hadir pula anak-anak Kampung Anak Negeri dan para penerima beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Saat itu, Wali Kota Risma juga meminta kepada beberapa anak jalanan dan putus sekolah untuk meminta maaf kepada orang tuanya masing-masing. Bahkan, mereka juga diminta untuk mencium kaki ibunya sebagai permintaan maaf.

 

Wali Kota Risma menginginkan 46 anak jalanan dan putus sekolah tersebut berubah lebih baik. Perubahan bisa dilakukan asalkan ada kemauan. Ia pun mencontohkan anak-anak Kampung Anak Negeri yang dulunya pernah terjaring Satpol PP dan kini bisa berprestasi. “Ini contoh dari kalian yang pernah terjaring Satpol PP. Semua anak tidak mampu, tapi mereka mau berubah dan bisa. Mereka sekarang bisa berprestasi dalam berbagai bidang,” kata Wali Kota Risma.

 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini kemudian mencontohkan mahasiswa penerima beasiswa pendidikan di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Politeknik Ubaya, serta Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Kakak-kakak kalian ini juga berasal dari keluarga tidak mampu. Tapi mereka mau berubah. Mereka ingin mengubah nasibnya dengan belajar yang baik dan bekerja keras,” terangnya.

 

Wali Kota Risma mengatakan, penerima beasiswa Pemkot Surabaya yang berkuliah di Poltekbang Surabaya nanti setelah lulus akan langsung bekerja sebagai Teknisi Pesawat Udara (TPU) di Lion Air. Demikian juga para penerima beasiswa Politeknik Ubaya, setelah lulus akan diterima di perusahaan-perusahaan yang menanti mereka.

 

Ia menegaskan, Tuhan tidak adil kalau hanya yang pintar dan yang kaya saja yang bisa berhasil dan sukses. Semua diberikan kesempatan yang sama untuk bisa berhasil dan sukses, siapapun orangnya dan dari mana asal kedua orang tuanya. Asalkan orang itu tidak menyerah dengan keadaan dan mau bekerja keras, mereka pasti diberi jalan oleh Tuhan.

 

Wali kota sarat prestasi ini melanjutkan, banyak kasus anak jalanan dan putus sekolah berawal dari permasalahan keluarga. Hal itu yang belum banyak disadari semua orang. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya memiliki program Pendidikan Pranikah. Program ini agar masyarakat tidak meremehkan tentang pernikahan. “Kalau ada masalah di keluarga, itu yang menjadi korban adalah anak-anak. Kasihan mereka, padahal mereka tidak tahu apa-apa. Jadi, banyak kasus yang sebetulnya awalnya dari keluarga,” jelasnya.

 

Menurut Wali Kota Risma, semua orang pasti punya masalah. Namun, masalah itu harus dihadapi untuk diselesaikan, bukannya malah lari. Salah satu jalan untuk mengubah nasib adalah dengan bersekolah. Jika tidak mau bersekolah, akan kesulitan untuk mengubah nasib. “Para penerima beasiswa itu punya mimpi dan suatu saat ingin mengubah derajat orang tuanya. Jadi, anak-anaku semuanya, kalian punya masa depan dan kalian pasti bisa,” pesan Risma.

 

Ia juga mengimbau agar anak-anak sebagai penerus bangsa tidak merusak diri sendiri. Karena ke depannya dapat mengalami kesulitan. “Jadilah anak yang tegar, anak yang kuat mentalnya, seperti pohon kelapa yang tahan terhadap hembusan angin kencang,” tuturnya.

 

Mulai saat itu, Wali Kota Risma menganggap 46 anak tersebut adalah anaknya. Risma pun menginginkan semua anak itu berhasil dan sukses. “Ibu tidak mau kalian tidak berhasil. Ibu ingin kalian semua sukses dan berhasil karena itu hak kalian,” pungkasnya. (mar)

no adverts for now
Ads