Beranda blog Halaman 90

Khofifah Ajak Wisatawan Kunjungi Coban Sriti Lumajang

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak henti-hentinya mengenalkan potensi wisata yang berada di wilayah Jawa Timur. Kali ini, Khofifah kembali mengajak kepada wisatawan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata di kawasan Gunung Kukusan Sriti, Kabupaten Lumajang yaitu Coban Sriti.

“Mumpung Hari Minggu, ayo bangun dan jalan-jalan keliling Jawa Timur,” kata Khofifah pada postingan Instagramnya, Minggu (22/9/2019).

Coban Sriti, kata Khofifah, merupakan destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan, karena coban tersebut berada di Kaki Gunung Kukusan Sriti, Kabupaten Lumajang. Sehingga, bagi para wisatawan terutama yang menyukai tantangan serta petualangan akan disuguhkan keindahan alam sekitar dengan akses menuju lokasi yang masih alami.

“Salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan adalah Coban Sriti yang terletak di Kaki Gunung Kukusan Sriti, Dusun Pronojiwo, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Pas buat kamu yang suka tantangan dan petualangan,” terangnya.

Untuk diketahui, Coban Sriti terletak di ketinggian 600 meter dari permukaan laut. Meskipun belum dilakukan pengukuran secara seksama, namun tinggi total air terjun diperkirakan mencapai 120 meter. Sehingga, jika ukuran tersebut benar maka Coban Sriti akan menjadi coban tertinggi di Indonesia. Selain itu, Coban Sriti juga terletak di sekeliling tebing hijau setinggi 150 meter, dan menjadikan air terjun ini terlihat semakin megah. (Msa)

Lewat Ngontel Bareng Jogo Jawa Timur, Khofifah Ingatkan Persatuan dan Kesatuan

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama tiga pilar utama yaitu Kepolisian Daerah Jatim, TNI melalui Kodam V Brawijaya dan jajaran Pemerintah Prov. Jatim bersama masyarakat di Jawa Timur melakukan aksi ‘Ngontel Bareng’ dalam rangka menyambut Hari Jadi Lalu Lintas ke-64 dan HUT TNI ke-74 start dari  Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), Minggu (22/9/2019) pagi.

Acara tersebut dimeriahkan sekitar 6.000 peserta, gabungan dari jajaran Kepolisian, TNI, Pemprov Jatim, komunitas sepeda ontel serta masyarakat umum dari seluruh kabupaten/kota di Jatim yang ditempuh sepanjang 23 km. Ngontel bareng tersebut dilepas dari depan Sentra UMKM Bangkalan hingga finish di lapangan Kodam V Brawijaya.

Tidak ketinggalan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, Kepala Staf Kodam V Brawijaya Brigjen TNI M. Bambang Ismawan, serta Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono ikut ngontel bareng.

Gubernur Khofifah pun mengibaratkan bahwa roda sepeda yang akan dikayuh adalah sebuah roda kehidupan. Bahkan, bisa diibaratkan sebagai roda kebersamaan seluruh elemen di Jawa Timur yang bergerak bersama berusaha mewujudkan Jawa Timur kondusif, berkemajuan dan berkemakmuran.

“Kita akan sama-sama memutar roda sepeda, roda kehidupan kita dan roda kebersamaan kita mewujudkan Jawa Timur maju, bersatu dan makmur,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Kehadiran tiga pilar utama di acara ‘Ngontel Bareng’ tampak dari jajaran Kepolisian, TNI dan Pemerintah Provinsi Jatim. Ketiga pilar tersebut merupakan wujud nyata dari sinergitas yang berhasil terbangun dengan sangat baik di Jatim.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun mengingatkan kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk terus meningkatkan kebersamaan, guyup rukun dalam kesatuan dan persatuan.

“Dengan bersatu kita kuat, dengan bersama kita akan kuat dan dengan guyup rukun Jawa Timur akan maju dan makmur,” tutur Gubernur sesaat sebelum mengayuh sepedanya di ruas jalan tol kebanggaan masyarakat Jawa Timur itu.

Hal senada juga diutarakan Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan. Menurutnya, dengan hadirnya jajaran Kepolisian, TNI, Pemprov Jatim serta seluruh masyarakat merupakan wujud sinergitas yang telah berhasil dibangun di Jatim. Terlebih lagi hadirnya masyarakat yang mengikuti gowes dengan mengenakan busana daerah. Hal itu menunjukkan sebuah keberagaman budaya nusantara.

Sementara itu, selain tampilnya para ‘pengontel’ dalam balutan busana daerah dari 34 provinsi di Indonesia, secara khusus tarian khas Papua persembahan dari Polres Tanjung Perak Surabaya ditampilkan. Tarian itu sebagai wujud penghargaan akan berbagai etnis budaya tanah air dari Sabang sampai Merauke. (Msa)

Masyarakatkan Olahraga, Perwosi Jatim Gelar Lomba Senam Irama Gembira Anak

SURABAYA (Swaranews) – Guna memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Pengprov Perwosi) Jawa Timur menggelar lomba senam irama gembira anak TK se-Kota Surabaya. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Pengprov Perwosi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak di Ciputra World Surabaya, Minggu (22/9/2019).

Ketua Pengprov Perwosi Jatim Arumi itu, berkeinginan agar wanita dan anak-anak atau generasi penerus bangsa senang terhadap olahraga. Perwosi Jatim akan senantiasa memberikan kegiatan kepada masyarakat untuk terus membiasakan olahraga yang bisa diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari, terutama bagi ibu-ibu dan anak anak. Salah satu bentuk kegiatannya adalah lewat lomba bertemakan olahraga.

Menurutnya, menjaga kesehatan tubuh bisa dilakukan dengan rutin berolahraga, sehingga membuat badan menjadi sehat dan kuat. Jika badan sehat dan kuat, maka akan menghasilkan semangat dalam beraktifitas.

Arumi melihat, anak-anak yang melakukan olahraga akan memiliki nafsu makan yang tinggi, sehingga membuat badan mereka terasa sehat. Anak anak yang senang berolahraga akan seiring memaksimalkan proses pertumbuhan mereka dan tidak terjadi stunting atau gizi buruk.

“Kalau mereka olahraga mereka akan lapar sehingga nafsu makannya meningkat,” tegasnya.

Khusus bagi ibu di dalam keluarga memiliki peran yang sangat utama. Perannya tidaklah mudah, yakni sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan keluarga demi terciptanya masa pertumbuhan anak.
Oleh karena itu, seorang ibu harus gemar berolahraga guna menjaga sekaligus terciptanya keluarga yang sehat.

“Terkadang, kalau ibu-ibu yang di rumah sakit siapa yang bingung mengurus rumah. Maka, ibu harus kuat tidak boleh sakit dengan cara rutin berolahraga,” pungkasnya. (Msa)

Arumi Tekankan Pentingnya Komunikasi Mantu dan Mertua

SURABAYA (Swaranews) – Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak menekankan akan pentingnya sebuah komunikasi yang intens antara seorang anak mantu dengan sang mertua. Karena, menurut Arumi, salah satu bentuk komunikasi yang bisa dijadikan rujukan adalah saat bonding moment atau momen ikatan yang dapat menumbuhkan keharmonisan antara anak mantu dengan sang mertua.

“Penting sekali terjalinnya komunikasi antara mertua dan menantu, salah satunya melalui resep masakan atau bahkan memasak bersama bisa menjadi bonding moment yang luar biasa,” jelas Arumi Emil Elestianto Dardak saat membuja ‘Lomba Masak Resep Mertua’ yang diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Sabtu (21/9/2019) siang.

Arumi menyampaikan, bahwa kedekatan dan keharmonisan antara anak mantu dengan mertua bisa terjalin harmonis tatkala itu dilakukan bersama-sama. Dan bonding moment bisa dijadikan agenda rutin.

Bahkan, acara yang diawali dengan talkshow itu, istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi menurutnya, ide tema memasak bersama mertua dan mantu itu sesuatu yang bagus. Karena acara tersebut jarang diselenggarakan dan sangat dekat dengan keseharian masyarakat.

Arumi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. Jatim ini mengingatkan akan pentingnya kesadaran dalam memposisikan diri ke dalam suatu keluarga baru yang berbeda latar belakang. Arumi mencontohkan, bagaimana dirinya saat awal di masa pernikahan. Dirinya mengaku rajin berkomunikasi langsung, dan bahkan bertanya perihal makanan kesukaan sang suami, Emil Dardak.

Senada dengan Arumi, Wakil Dekan I, Universitas Airlangga (Unair), Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari yang juga menjadi narasumber itu menyampaikan tiga kunci utama dalam hubungan mertua dan menantu dalam bentuk 3K. Tiga kunci tersebut yakni tentang Komunikasi, Keakraban dan Kebersamaan.

Berkomunikasi yang baik menurutnya, mampu mengekspresikan perasaan secara terbuka tanpa mengurangi rasa hormat kepada mertua. Yang kedua, dapat terjalin keakraban dengan mertua melalui hobby atau ketertarikan yang sama. Dan yang terakhir, soal kebersamaan. Menurutnya, kata kebersamaan tersebut akan terjadi melalui sebuah keakraban dalam suatu kegiatan yang dilakukan bersama.
Dengan ketiga kunci tersebut, Nur Ainy meyakini akan dapat membangun hubungan yang harmonis antara mertua dan menantu.

Sementara itu, ‘Lomba Masak Resep Mertua’ yang diselenggarakan dari pihak swasta itu pun diikuti Arumi ditemani sang bunda, Maria dan putrinya Keisha. Ketiganya mendemonstrasikan resep favorit keluarganya yaitu ‘Udang Saos Mentega’. Para peserta pun sangat antusias menyaksikan aksi memasaknya.

Setelah selesai memasak, Arumi beserta rombongan mengunjungi satu persatu peserta lomba memasak dari berbagai kalangan yang datang dari seluruh Jawa Timur. Beberapa menu khas daerah pun menarik perhatiannya. Salah satunya adalah Ikan Asap Bromo. Dirinya berharap, kegiatan semacam ini bisa terus di explore di tahun-tahun mendatang. (Msa)

Risma Jadi Pembicara Di Markas PBB

SURABAYA  (Swaranews)  –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diundang menjadi pembicara pada empat sesi forum global yang berlangsung di New York Amerika Serikat, pada tanggal 23 hingga 25 September 2019. Selama tiga hari, Wali Kota Risma bakal menjadi pembicara bersama para pemimpin dunia di markas besar PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa).

 

Wali Kota Risma mengatakan, pada sesi pertama yang berlangsung Senin, (23/09/19) ia bakal menjadi pembicara di United Nations (UN) Climate Action Summit bertempat di markas PBB, UN Headquarter. Dalam sidang PBB itu akan dibahas terkait penanganan perubahan iklim yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres.

 

“Hari pertama aku diminta menjadi pembicara di sidang forum PBB, setelah Presiden Kenya dan Turkey. Nanti yang mimpin forum itu Sekjen PBB sendiri,” kata dia saat menggelar jumpa pers di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Sabtu (21/09/2019).

 

Sidang PBB itu akan membahas terkait dampak dari pembangunan yang berkelanjutan. Forum ini bakal menyatukan ratusan pemimpin dari pemerintah, bisnis dan masyarakat sipil. Mereka akan bersama-sama menemukan solusi terhadap tantangan utama seputar perubahan iklim, kesehatan, inklusi, dan teknologi.

 

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia itu, Wali Kota Risma bakal mengangkat isu terkait Sustainable Transportation. Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengurangi penggunaan sampah plastik melalui layanan transportasi Suroboyo Bus, bakal dipaparkan di forum tersebut. “Tapi kemudian besoknya aku juga diminta jadi pembicara di World Economic Forum di tempat lain,” jelasnya.

 

Pada World Economic Forum yang berlangsung Selasa, (24/09/19), Wali Kota Risma didapuk menjadi pemimpin dalam diskusi yang bertajuk “Scaling Up Local Climate Action for Global Impact” bertempat di Convene 730 Third Avenue, New York. Kemudian, pada sore harinya, ia kembali berpartisipasi pada forum Local and Regional Governments Forum (UCLG World) di UN Headquarter, markas PBB.

 

“Terus besoknya aku kembali lagi ke kantor pusatnya PBB, berbicara terkait SDGs (Sustainable Development Goals). Saya menjadi pembicara sebagai Wali Kota Surabaya,” kata wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

 

Sementara itu, pada hari ketiga, Rabu (25/09/19), Wali Kota Risma kembali diminta menjadi pembicara pada sesi keempat, yakni “Localizing the SDGs” di UN Headquarter, markas PBB. Selama tiga hari, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menjadi pembicara di sidang umum PBB yang dihadiri Kepala Negara dari seluruh dunia.

 

“Jadi hari ini (malam) aku berangkat dari Surabaya ke Jakarta, terus Doha dan selanjutnya New York. Setelah itu pulangnya aku ke Korea (busan) ada peringatan 25 tahun hubungan sister city Surabaya – Busan,” pungkasnya. (mar)

 

Surabaya Bakal Aplikasikan Teknologi Face Recognition

SURABAYA  (Swaranews)  –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai inovasi teknologi untuk menunjang sistem keamanan dan kenyamanan kota. Tahun ini, Pemkot Surabaya bakal menerapkan face recognation system atau alat pendeteksi wajah. Teknologi ini akan diterapkan pada semua CCTV yang sudah tersebar di Kota Surabaya dan ditambah lagi sebanyak 280 unit.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, terobosan teknologi terbaru ini, bertujuan untuk memantau dan memberikan keamanan bagi masyarakat. Sebab, teknologi itu mampu menangani berbagai masalah yang terjadi di jalan raya. Misalnya saja jika terjadi kecelakaan tabrak lari, maka kejadian itu dapat tertangkap kamera yang terkoneksi dengan data kependudukan.

 

“Jadi kelebihannya di situ, kan kita tidak tahu orang itu siapa (pelaku), maka dapat di zoom wajahnya lalu kami hubungkan dengan data kependudukan, jadi kita sudah siapkan itu,” kata Wali Kota Risma saat menggelar jumpa pers di Rumah Dinas, Jalan Sedap Malam Surabaya, Sabtu (21/09/2019).

 

Ia mengungkapkan, saat ini total CCTV di Surabaya sebanyak 1.200 kamera. Dari jumlah tersebut, semuanya akan menerapkan teknologi face recognition. Bahkan, dari jumlah tersebut, bakal ditambah 280 unit, sehingga totalnya mencapai 1.480 kamera berbasis face recognition.”Saya berharap tiap pintu masuk kampung juga memiliki fasilitas itu,” ujarnya.

 

Setelah teknologi face recognition ini dipasang, pihaknya juga bakal melakukan pertemuan bersama densus, kepolisian dan jajaran terkait untuk sama-sama bersinergi dalam menjalankan teknologi ini untuk mendukung pengamanan Kota Surabaya.

 

“Nanti jika sudah selesai akan kami koordinasikan. Sekarang ini kita sedang setting peralatannya. Kebetulan ini kami buat sendiri software nya, jadi membutuhkan waktu cukup lama. Mudah-mudahan akhir tahun ini November kelar,” jelasnya.

 

Bahkan, Presiden UCLG Aspac ini juga menjelaskan, setelah teknologi ini berjalan, pihaknya sudah menyiapkan konsep dan langkah berikutnya untuk terus mengembangkan teknologi face recognition tersebut. “Jadi misal kalau ada orang yang dua kali tertangkap kamera di lokasi seperti sekolah tapi tidak melakukan apa-apa, maka nanti kita akan lakukan analisa siapa orang tersebut,” terangnya.

 

Menariknya, teknologi face recognation system sebelumnya telah dipasang di Terminal Purabaya. Teknologi itu difungsikan untuk mendeteksi para pendatang maupun mengantisipasi adanya calo yang ada di terminal tersebut.

 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Irvan Wahyudrajat menambahkan, teknologi face recognation system tersebut juga diterapkan pada kamera CCTV di Terminal Purabaya. Ada 16 titik kamera yang terpasang teknologi pendeteksi wajah tersebut.

 

“Tujuannya pertama untuk mendeteksi adanya calo di terminal. Selain itu juga berfungsi untuk mendeteksi para pendatang,” kata Irvan. (mar)

Mengolah Sampah Menjadi Listrik

Gasifikasi Power Plant ditarget selesai akhir tahun ini dan mampu menghasilkan 9 megawatt listrik

Konsep smart city yang disandang Kota Surabaya diaplikasikan di semua bidang, termasuk pengelolaan lingkungan. Salah satunya, pengolahan sampah menjadi energi listrik yang telah sukses dikerjakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

——–

 

Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, sebanyak 1.300–1.500 ton sampah per hari diolah di TPA Benowo. Lahan 37,4 hektare tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dalam waktu yang panjang.

Sampah diolah jadi sumber energi yang dapat digunakan. Eri mengaku, sebelumnya Pemkot Surabaya mengajukan dua syarat untuk perusahaan yang mengikuti lelang pengolahan sampah.

”Dua syarat tersebut yakni tentang kemampuan perusahaan memanfaatkan sampah menjadi energi terbarukan serta perihal sanitasi. Keduanya harus dipenuhi agar menang dalam lelang,” ujarnya.  Pada akhirnya, PT Sumber Organik (SO) memenangkan lelang. Investor itu bekerja sama dengan Pemkot Surabaya dengan perjanjian Build Operate Transfer (BOT) selama 20 tahun, terhitung sejak 8 Agustus 2012.

Land Fill Gas Power Plant yang ada di TPA Benowo mampu mengubah gas metane dari sampah menjadi listrik

Eri menambahkan, pengolahan sampah menjadi listrik oleh PT SO bukan sekadar demi mendatangkan keuntungan, namun untuk berinovasi agar lingkungan di Kota Pahlawan tetap terjaga. Bila pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik, bakal berdampak buruk pada masyarakat. Sebab, sampah yang tak tertangani dengan benar dapat mengakibatkan banjir dan wabah penyakit.

Untuk hasil penjualan ke PLN, nominalnya bisa mencapai Rp2 miliar per bulan. Eri menuturkan kalau hal tersebut menjadi hak PT SO. “Untuk pemasukan, itu merupakan sampingan yang dihasilkan sendiri oleh PT SO. Jadi, tidak masuk PAD. Tapi pemkot tetap senang karena sampah dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya ini menjelaskan bahwa sampah yang ada di perumahan warga dikumpulkan ke tempat pembuangan sementara (TPS). Kemudian, truk DK RTH mengangkut sampah dari TPS menuju TPA Benowo. Di tempat inilah, sampah dari seluruh penjuru kota diolah menjadi listrik.

Pengolahan sampah menjadi listrik di TPA Benowo sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan yang disahkan pada April tahun lalu.

 

Terus Berinovasi Menuju 11 Megawatt

Tumpukan sampah yang membukit di TPA Benowo tak sia-sia begitu saja. PT SO memanfaatkannya menjadi energi terbarukan yang siap digunakan, dengan mengubah sampah jadi sumber gas metana. Gas tersebut merupakan bahan baku utama listrik lewat sistem landfill gas collection. Koordinator Operasional TPA Benowo Muhammad Ali Asyhar menuturkan, mengubah sampah menjadi listrik memang bukan perkara mudah, namun PT SO mampu mengolahnya dengan baik.

Awalnya, sampah ditumpuk di satu lokasi, dipadatkan, lalu didiamkan. Gunungan sampah yang dipadatkan sebelumnya, dibentuk terasering agar pondasi tak longsor dan membahayakan pekerja. Tingginya juga tak boleh lebih dari 25 meter.

Sampah yang tertata rapi kemudian disemprot untuk meredam bau lalu ditutup menggunakan tiga jenis cover, yakni tanah, terpal, dan membran atau plastik hitam tebal. Perlahan, tumpukan sampah tersebut menghasilkan gas metan yang siap panen.

Kuantitas dan kualitas sampah tak stagnan, beberapa indikator menjadi faktor penentu. Diantaranya, kondisi musim dan jenis sampah. Beberapa jenis sampah juga butuh perlakuan khusus bergantung cuacanya.Hal itu untuk menjaga bakteri penghasil gas metan tetap terjaga dengan baik.

”Gas metan yang dipanen itu lalu dialirkan lewat pipa-pipa menuju mesin buatan produsen asal Austria. Dari situ, listrik dialirkan ke PLN lewat travo. Kami punya dua unit dan masing-masing mampu menghasilkan satu Megawatt,” imbuh Ali.

Keberhasilan PT SO tak membuat mereka stagnan. Kini, TPA Benowo bersiap menerapkan sistem gasifikasi demi menghasilkan pasokan listrik yang lebih banyak. Selain itu, menurut Ali, teknologi gasifikasi lebih ramah lingkungan dan memiliki proses produksi yang lebih efektif karena tak perlu menunggu waktu satu bulan untuk dapat memanen gas.

”Caranya, sampah dibakar hingga jadi arang. Lalu, arang dipanaskan sampai suhu 1.000 derajat Celsius untuk mendidihkan air yang uapnya untuk menggerakkan turbin penghasil listrik berkapasitas 9 Megawatt,” ungkapnya. Ali melanjutkan, sumber air akan diambil dari Sungai Romo. Sistem yang digunakan mirip Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memakai batu bara.

Inovasi tersebut diamini oleh Eri. Menurutnya, hal itu sejalan dengan program Pemkot Surabaya demi merealisasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang lebih maksimal. Saat ini, dengan Land Fill Gas Power Plant, TPA Benowo mampu menghasilkan listrik 2 megawatt per hari. Selanjutnya, pengembangan infrastruktur berupa Gasifikasi Power Plant terus dikebut penyelesaiannya. Listrik yang mampu dihasilkan dengan sistem gasifikasi ditaksir sekitar 9 megawatt per hari. Jadi ke depan TPA Benowo mampu menghasilkan listrik 11 megawatt per hari.

Gasifikasi Power Plant ditarget selesai akhir tahun ini. Mohon doanya agar tidak ada kendala berarti sehingga proyek tersebut dapat selesai tepat waktu,” pungkas Eri.(adv/mar)

Risma Puji IJTI Di Usia 21 Tahun

SURABAYA (Swaranews) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi keynote speaker sekaligus membuka acara hari jadi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Surabaya ke-21. Acara tersebut berlangsung di Hall Lantai 4 Gedung Siola, Jalan Tunjungan Surabaya. Sabtu, (21/9/2019).

 

Acara yang mengusung tema Inovasi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 itu, dihadiri oleh Kapolrestabes Kota Surabaya, Ketua Umum IJTI dan Perwakilan Dewan Pers serta sejumlah jajaran kepala biro televisi Jawa Timur.

 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Risma menyampaikan selamat kepada IJTI Korda Surabaya yang telah memasuki tahun ke-21. Menurutnya, angka 21 adalah angka yang cukup dewasa dan matang. Karena itu, ia yakin bahwa ke depan IJTI akan lebih survival dalam menghadapi apapun.

 

“Kita harus bisa menghadapi medan apapun, meskipun itu dalam keadaan susah payah. Itu yang saya lakukan saat pertama kali menjabat sebagai wali kota,” kata dia di sela sambutannya.

 

Ia menjelaskan, salah satu bentuk ketangguhannya dalam membangun Kota Surabaya adalah menurunkan angka banjir yang terjadi saat musim hujan. Dahulu tahun 2010, hampir 50 persen wilayah Surabaya terkena dampak banjir. “Tahun ini Alhamdulillah saya bersyukur sekali tinggal 2 persen saja,” ujarnya.

 

Presiden UCLG ini pun mengungkapkan, bahwa ia sebelumnya tidak pernah membayangkan bahwa Surabaya akan menjadi seperti sekarang ini. Bahkan atas keberhasilannya dalam membangun Surabaya itu, ia terus menerima undangan menjadi pembicara di berbagai forum luar negeri.

 

“Bulan lalu saya berbicara di forum United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) PBB. Waktu itu saya memaparkan upaya pemkot beserta stake holder lain termasuk masyarakat yang ikut terlibat untuk saling mewujudkan kota yang sejahtera,” paparnya.

 

Sementara itu,  Ketua Umum (Ketum) IJTI, Yadi Hendriana menyampaikan, meskipun bukan warga Kota Surabaya, ia ikut senang dan bangga melihat perkembangan dan kemajuan Kota Surabaya yang begitu pesat. Bagi dia, inovasi adalah hal yang sangat penting dalam menghadapi era 4.0. “Saya memang bukan orang Surabaya, tapi saya ikut menikmati keindahan kota ini,” kata Yadi.

 

Menurutnya, makhluk yang mampu bertahan hidup, bukanlah makhluk yang besar, kuat, atau pun cerdas. Namun mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan itu yang akan bertahan.

“Seperti Kota Surabaya ini yang terus memiliki inovasi-inovasi. Kota Surabaya dalam kepemimpinan Bu Risma menjadi barometer Indonesia,” pungkas dia. (mar)

68 Karya dari 37 Fotografer Dipamerkan di Gedung Siola

SURABAYA (Swaranews) – Sebanyak 68 foto hasil karya dari 37 fotografer Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dipamerkan dalam ajang pameran foto bertajuk ‘Sportacular’ di Lantai 1 Gedung Siola Surabaya. Pameran foto ini diselenggarakan selama delapan hari, yakni mulai tanggal 21 sampai 28 September 2019.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik pameran foto yang digelar LKBN Antara tersebut. Pihaknya mengucapkan terima kasih, karena Kota Surabaya telah dipilih menjadi salah satu lokasi diselenggarakannya kegiatan pameran tersebut. “Tentunya ini akan menjadi sarana untuk para fotografer profesional maupun anak-anak kami,” kata Wali Kota Risma saat membuka ajang pameran foto di Siola, Sabtu (21/9/2019).

 

Menurutnya, pameran foto ini adalah sesuatu yang baik untuk mengedukasi dan menginspirasi anak-anak Surabaya dalam mengembangkan bakat, khususnya di bidang ilmu fotografi. “Jadi saya kira ini adalah hal yang baik, karena memang semua harus dikembangkan talenta yang ada,” katanya.

 

Disamping itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyebut, bahwa melalui informasi yang ditampilkan secara visual akan mendorong anak-anak untuk semakin terpacu dan termotivasi mengembangkan bakatnya.

 

“Saya pikir ini bisa menginspirasi semuanya untuk kita bisa belajar lebih banyak. Jadi tulisan, karya foto, film, bisa menginpirasi banyak hal pada individu-individu tertentu. Terima kasih kepada penyelenggara karena telah menginspirasi anak-anak saya,” imbuhnya.

 

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat mendorong anak-anak Surabaya untuk semakin survive bagi mereka yang punya bakat tapi tidak berani keluar. Karena itu, ia juga mengimbau kepada para orang tua, agar terus mendukung anak-anak itu untuk mengembangkan bakatnya.  “Mudah-mudahan acara ini bisa menginspirasi, mungkin ada anak-anak punya bakat tapi tidak berani keluar, karena kalau sebetulnya ini ditekuni dengan sungguh-sungguh, maka bukan tidak mungkin mereka bisa menjadi seorang yang profesional,” pesannya.

 

Sementara itu, Direktur Pemberitaan LKBN Antara, Achmad Munir menjelaskan, pameran foto bertajuk Sportacular adalah bagian dari program LKBN Antara bersama galeri foto jurnalistik Antara. Kegiatan ini dalam rangka diseminasi informasi, Public Service Obligation (PSO). “Pameran foto di Surabaya ini adalah yang kedua, setelah sebelumnya di Makassar pada bulan agustus lalu,” kata Munir di sela sambutannya.

 

Munir mengungkapkan, pameran foto ini menyuguhkan sebanyak 68 foto hasil karya dari 37 fotografer Antara dan tim official Asean Games. “Jadi sebagian besar ini adalah foto kami dari Asean Games, selebihnya adalah foto-foto tradisional yang ada dari berbagai seluruh nusantara,” jelasnya.

 

Ke depan, pihaknya memastikan, bahwa kegiatan pameran ini akan terus berlanjut di kota atau kabupaten lain. Salah satunya bakal digelar di Kota Semarang dan Jakarta dengan mengambil tema yang berbeda. Kendati demikian, ia berharap, ketika Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumah, maka besar harapan foto-foto itu juga dapat menginspirasi anak-anak Surabaya.

 

“Kami berharap foto-foto ini bisa menginspirasi, terutama bagi teman-teman fotografi, atlet, dan komunitas foto yang ada di Surabaya bisa melakukan hal-hal yang lebih baik,” pungkasnya. (mar)

 

Wadahi Potensi Pemuda, IPNU Jatim Gelar Festival Teknologi dan Ekonomi Kreatif

SIDOARJO (Swaranews) – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur dan Dinas Kepemudaan Olahraga & Pariwisata Sidoarjo menggelar Festival Inovasi Pemuda 2019, Sabtu (21/9/2019).

Ajang yang diikuti oleh puluhan pemuda baik yang tergabung dalam IPNU dan umum seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jatim ini menampilkan berbagai inovasi karya sendiri. Baik yang berbasis robotika maupun berbasis internet. Seperti inovasi drone penyemai pupuk untuk sawah, pengusir hama tikus menggunakan tembakan air, dan alat pertumbuhan tanaman yang dapat digunakan siang dan malam.

Ketua IPNU Jatim Choirul Mubtadiin mengatakan, tujuan acara digelar untuk mewadahi berbagai hasil karya inovasi para pemuda tersebut. “Sesuai dengan tema yang diusung yaitu inovasi dan ekonomi. Dimana melalui berbagai inovasi itu dapat menghasilkan sebuah perekonomian yang maju di era digital seperti ini,” ujarnya

Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah menggelar acara serupa. Namun saat itu hanya diikuti oleh pemuda yang bergabung dalam IPNU sendiri. “Akhirnya pada tahun ini kita gabungkan antara pemuda IPNU dan umum seluruh Jatim. Dan ternyata saya lihat inovasi yang dihasilkan makin beragam dan juga menarik sekali,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi penyelenggaraan acara tersebut. Menurutnya, melalui acara seperti ini bisa memotivasi para generasi muda untuk terus menghasilkan karya inovasinya.

“Saat ini kita sudah memasuki era ekonomi serba digital. Dan para generasi muda harus produktif dalam menghasilkan inovasi yang juga berbasis digital seperti robotika atau berkonsep Internet Of Things,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Dimana melalui acara tersebut dapat membuka peluang generasi muda mengembangkan berbagai kreatifitasnya.

“Acara seperti ini merupakan format yang tepat dan strategis dalam menggerakkan tumbuhnya inovasi para pemuda yang berguna bagi masyarakat. Selain itu diharapkan inovasi yang dihasilkan juga dapat bermanfaat untuk pembangunan di Sidoarjo,” tandasnya. (Msa)
Ads